Author Topic: Devosi GRII  (Read 33592 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 28, 2019, 03:38:08 PM
Reply #640
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0428

Minggu, 28 April 2019

Ingatlah firman yang telah Engkau katakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. [Mazmur 119:49]

Apapun kebutuhan utamamu, dengan mudah engkau akan menemukan janji-janji di dalam Alkitab yang cocok. Apakah engkau kehilangan harapan dan tidak berdaya, karena jalanmu sulit dan rasanya capek? Ini adalah janji-Nya—”Dia memberikan kekuatan kepada yang lelah.” [Yesaya 40:29] Ketika engkau membaca janji seperti demikian, bawalah kembali janji itu kepada Pembuat Janji Agung, dan mintalah Dia menepati ucapan-Nya sendiri. Apakah engkau mencari Kristus, dan haus bersekutu lebih dekat dengan Dia? Janji ini berkilau seperti bintang yang bersinar di atasmu—”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” [Matius 5:6] Bawalah janji itu ke takhta-Nya senantiasa; janganlah memohon hal yang lain, tetapi pergilah kepada Allah berulang-ulang dengan ini—”TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan, dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.” [2 Samuel 7:25] Apakah engkau tertekan oleh dosa, dan memikul beratnya beban kesalahanmu? Simak perkataan ini—”Aku, Akulah Dia yang mengapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” [Yesaya 43:25] Engkau tidak memiliki jasa pada dirimu sendiri sehingga Dia harus mengampunimu, tetapi memohonlah berdasarkan perjanjian-Nya yang tertulis, maka Dia akan menepatinya. Apakah engkau takut, kalau-kalau engkau tidak dapat bertahan sampai akhir, jangan-jangan, setelah kaupikir engkau adalah anak Allah, ternyata engkau ditolak? Jika begitu keadaanmu, bawalah ucapan anugerah ini ke Takhta Allah dan mohonkanlah: “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu.” [Yesaya 54:10] Jika engkau kehilangan manisnya rasa kehadiran Juruselamat, dan sedang mencari Dia dengan derita hati, ingatlah janji ini: “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu;” [Maleakhi 3:7] “Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.” [Yesaya 54:7] Jamulah imanmu dengan firman Allah sendiri, dan apapun yang engkau takutkan atau harapkan, pergilah ke Bank Iman sambil membawa selembar cek dengan tulisan tangan Allah Bapamu, sambil berkata, “Ingatlah firman yang telah Engkau katakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.” [Mazmur 119:49]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



April 29, 2019, 06:07:01 AM
Reply #641
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0429

Senin, 29 April 2019

Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka. [Yeremia 17:17]

Jalan orang Kristen tidak selalu terang oleh sinar matahari; kadang-kadang dia mengalami saat-saat gelap dan badai. Benar, ini tertulis di dalam Firman Allah, “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata;” [Amsal 3:17] dan ini adalah kebenaran yang besar, bahwa agama diperhitungkan sebagai hal yang memberikan manusia kesenangan di bawah dan juga kebahagiaan di atas; tetapi dalam pengalaman kita, jika jalan orang benar “seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari,” [Amsal 4:18] terkadang cahaya itu terhalangi. Pada saat-saat tertentu awan menutupi matahari orang percaya, dan dia berjalan di dalam kegelapan dan tidak melihat cahaya. Banyak orang yang telah menikmati saat-saat kehadiran Allah dalam suatu musim; mereka telah mandi cahaya pada perjalanan awal sebagai orang Kristen; mereka telah berjalan pada “padang yang berumput hijau” di sebelah “air yang tenang,” [Mazmur 23:2] tetapi tiba-tiba mereka mendapati langit yang mulia itu berawan; alih-alih Tanah Gosyen mereka harus menjalani gurun pasir; alih-alih air manis, mereka menemukan aliran air yang bergelora, pahit rasanya, dan mereka berkata, “Tentunya, jika aku anak Allah, semua ini takkan terjadi.” Oh! janganlah berkata demikian, hai engkau yang berjalan di dalam kegelapan. Yang terbaik dari orang-orang kudus Allah harus minum empedu; anak-anak Allah yang paling dikasihi harus menanggung salib. Tidak ada orang Kristen yang terus-menerus menikmati kemakmuran; tidak ada orang percaya yang selalu bisa menjaga kecapinya dari pohon gandarusa [1]. Mungkin Tuhan pada mulanya memberikan jalan yang lancar dan tidak berawan, karena engkau lemah dan penakut. Tuhan membatasi angin yang menerpa domba yang baru saja dicukur, tetapi sekarang saat engkau sudah lebih kuat dalam kehidupan rohani, engkau harus memasuki pengalaman yang lebih matang dan kasar sebagai anak-anak Allah yang sudah dewasa. Kita membutuhkan angin dan badai untuk melatih iman kita, untuk mematahkan dahan busuk ketergantungan pada diri, dan untuk membuat kita berakar lebih kuat dalam Kristus. Hari malapetaka menunjukkan kita nilai dari pengharapan kita yang mulia.
____________________
[1] Menggantungkan kecapi pada pohon gandarusa, merupakan ungkapan kesedihan dalam Mazmur 137:2 saat umat Israel dibuang ke Babel.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



April 30, 2019, 06:08:49 AM
Reply #642
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0430

Selasa, 30 April 2019

Dan bersungut-sungutlah semua orang Israel. [Bilangan 14:2]

Sekarang ada orang yang bersungut-sungut di antara umat Kristen, seperti dahulu di kemah Israel. Ada orang-orang, yang ketika dipukul dengan rotan [Amsal 23:13], berteriak menentang kesengsaraan yang diberikan. Mereka bertanya, “Mengapa aku dibuat menderita?” Apa yang telah kulakukan sehingga aku didera begini?” Sebuah ujaran bagimu, hai penggerutu! Mengapa engkau harus menggerutu melawan perlakuan dari Allah Bapa? Mungkinkah Dia memperlakukan engkau lebih keras daripada apa yang patut engkau terima? Ingatlah bahwa dahulu engkau adalah pemberontak, tetapi Dia telah mengampunimu. Sudah pasti, jika Dia dalam hikmat-Nya melihat bahwa saat ini pantas untuk menghukummu, engkau sebaiknya tidak mengeluh. Lagipula, memangnya engkau dipukul sekeras yang sepatutnya engkau terima oleh karena dosa-dosamu? Perhatikanlah kerusakan yang ada di dalam dadamu, maka engkau tidak akan bertanya-tanya lagi kenapa begitu banyak pukulan yang diperlukan untuk mencabutnya. Timbang dirimu sendiri, dan amati betapa banyak sampah di antara emasmu; maka engkau tidak akan merasa api itu terlalu panas untuk membersihkan sampah yang banyak sekali berada padamu. Bukankah roh pemberontak yang sombong itu membuktikan bahwa hatimu belum seluruhnya disucikan? Bukankah perkataan sungut-sungut itu bertolak belakang dengan sifat penyerahan diri yang kudus dari anak-anak Allah? Bukankah koreksi itu diperlukan? Tetapi jika engkau tetap bersungut-sungut terhadap didikan itu, perhatikanlah, karena orang yang bersungut-sungut akan mendapat didikan yang makin keras. Allah selalu menghajar anak-Nya untuk kedua kali, jika mereka tidak menanggung pukulan pertama dengan sabar. Tetapi ketahuilah satu hal—“Tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.” [Ratapan 3:33] Semua koreksi-Nya diberikan dalam kasih, untuk memurnikanmu, dan untuk membawamu lebih dekat kepada-Nya. Tentulah berguna untuk lebih bisa menahan dan berserah kepada hajaran itu, yaitu jika engkau dapat mengenali tangan Bapamu. Sebab “Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika engkau harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukanmu seperti anak.” [Ibrani 12:6-7] “Janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.” [1 Korintus 10:10]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


May 01, 2019, 06:26:43 AM
Reply #643
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0501

Rabu, 1 Mei 2019

Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah, petak-petak rempah-rempah akar. [Kidung Agung 5:13]

Lihatlah, bulan yang penuh bunga telah tiba! Angin Maret dan hujan April telah melaksanakan tugasnya, dan tanah sudah diselimuti keindahan. Datanglah hai jiwaku, kenakanlah pakaian berlibur dan pergilah menjelajah mengumpulkan kalung-kalung bunga dari pikiran-pikiran sorgawi! Engkau mengetahui waktu bagi dirimu sendiri, sebab engkau sangat mengenal bedeng rempah-rempah, dan engkau telah sering mencium bau semerbak dari rempah-rempah akar, sehingga engkau akan segera pergi kepada Dia yang sangat kaukasihi, dan mendapati segala macam keindahan dan sukacita di dalam Dia. Pipi yang pernah dengan kasar dipukuli tongkat, yang sering berlinang air mata simpati, yang dinista dengan air ludah itu — pipi itulah, sembari tersenyum dengan kemurahan hati, merupakan wewangian yang harum bagi hatiku. Engkau tidak menyembunyikan wajahmu dari penghinaan dan air ludah, O Tuhan Yesus, dan oleh karena itu aku menemukan kesukaan yang terbesar dalam memuji-Mu. Pipi yang kerut oleh kesedihan yang mendalam itu, yang merah oleh guratan-guratan darah yang mengucur dari kepala-Mu yang bermahkota duri; tanda kasih tak terbatas dari-Mu demikianlah yang tidak mungkin tidak memikat jiwaku, jauh lebih kuat daripada banyak tumpukan wewangian. Kalaupun aku tidak dapat melihat seluruh wajah-Nya, aku akan tetap memandang pipi-Nya, oleh karena sekilas saja melihat Dia sudah lebih dari cukup untuk menyegarkan kerohanianku serta menghasilkan beragam kegembiraan. Dalam Yesus, bukan saja aku mendapati wewangian, melainkan sebedeng rempah-rempah; bukan hanya satu akar, melainkan segala jenis rempah-rempah akar yang harum baunya. Bagiku, Dialah Mawarku dan Bunga Bakungku, Kelegaan Hatiku dan Rangkaian Bunga Pacar Airku. Ketika aku bersama-Nya, sepanjang tahun adalah Mei [1] dan jiwaku mulai membasuh wajah yang penuh sukaria oleh embun pagi kasih karunia-Nya, serta menenangkan diri dengan nyanyian burung-burung janji-Nya. Tuhan Yesus yang kuhargai, biarlah aku, dengan tindakanku yang nyata, mengenal kebahagiaan yang berada dalam persekutuan yang erat dan tetap bersama-Mu. Aku adalah seorang malang yang tak bernilai, yang pipinya rela Kaucium! O, biarlah aku mencium Engkau kembali dengan kecupan bibirku!
____________________
[1] bulan yang penuh bunga

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




May 03, 2019, 11:09:08 AM
Reply #644
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0502

Kamis, 2 Mei 2019

Aku berdoa, bukan supaya Engkau mengambil mereka dari dunia. [Yohanes 17:15]

Inilah peristiwa yang indah dan bahagia, yang akan terjadi pada diri semua orang percaya pada waktu yang ditetapkan Allah — yaitu pulang untuk tinggal bersama Yesus. Dalam beberapa tahun saja, serdadu-serdadu Tuhan, yang sekarang sedang berjuang untuk "mengakhiri pertandingan dengan baik," [2 Timotius 4:7] akan sudah selesai berperang, dan memasuki kebahagiaan Tuhan mereka. Namun, kendati Kristus berdoa agar suatu saat umat-Nya akan berada di tempat di mana Ia berada [Yohanes 17:24], Ia tidak berdoa agar mereka diambil seketika dari dunia dan masuk ke dalam surga. Ia ingin agar mereka tinggal di sini. Namun, betapa sering musafir lelah berdoa, “Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang;” [Mazmur 55:6] tetapi Kristus tidak demikian berdoa, Ia menyerahkan kita ke dalam tangan Bapa-Nya [Yohanes 17:11], sampai pada suatu ketika, bagaikan jagung yang sudah tumbuh matang, tiap-tiap dari kita akan dikumpulkan ke dalam lumbung Tuan kita. Yesus tidak berdoa agar kita dipindahkan seketika melalui kematian, karena lebih perlu untuk tinggal di dunia ini demi orang lain [Filipi 1:24], selain juga berguna bagi kita. Ia berdoa agar kita dilindungi daripada yang jahat [Yohanes 17:15], tetapi Ia tidak pernah meminta agar kita diizinkan masuk ke dalam warisan kemuliaan itu sampai kita sepenuhnya matang. Orang-orang Kristen sering ingin mati ketika sembarang kesulitan datang. Tanyakanlah mereka kenapa, dan mereka menjawab, “Karena kami akan tinggal bersama Tuhan.” Takutnya mereka berkata begitu bukan terutama karena rindu tinggal bersama Tuhan, melainkan karena ingin lepas dari kesulitan-kesulitan itu. Sebab jika tidak demikian, mereka akan punya keinginan yang sama untuk mati pada saat-saat lain ketika mereka tidak tertekan oleh ujian. Mereka ingin berpulang bukan terutama untuk tinggal bersama Penebus mereka, melainkan untuk mendapatkan istirahat. Tidaklah salah untuk mendambakan kematian kalau kita mendambakannya dalam semangat yang sama seperti Paulus, karena bersama Kristus memang jauh lebih baik [Filipi 1:23], tetapi keinginan untuk lepas dari masalah adalah keinginan yang egois. Lebih baik jika yang senantiasa engkau pedulikan dan minta adalah untuk memuliakan Allah melalui hidupmu selama waktu yang dikehendaki-Nya, walaupun di tengah-tengah jerih lelah, perang, dan penderitaan, dan biarkan Dia yang berkata “cukup.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


May 03, 2019, 11:09:52 AM
Reply #645
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0503

Jumat, 3 Mei 2019

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan. [Yohanes 16:33]

Apakah engkau menanyakan alasannya, hai orang percaya? Tengadahlah pada Bapa di surga, dan lihat Dia yang murni dan kudus. Tahukah engkau bahwa suatu hari engkau akan menjadi serupa dengan-Nya? Akankah engkau dengan mudah menjadi sesuai dengan gambar-Nya? Tidakkah engkau butuh banyak proses di dalam tungku penderitaan untuk memurnikan dirimu? Mudahkah menghilangkan kerusakan-kerusakan di dalam dirimu dan membuatmu bahkan sempurna seperti Bapa di surga sempurna? Selanjutnya, hai orang Kristen, arahkanlah mata ke bawah. Adakah engkau tahu musuh-musuh seperti apa yang berada di bawah kakimu? Dulunya engkau pernah menjadi hamba Iblis, dan tidak ada raja yang rela kehilangan orang-orang taklukannya. Apakah engkau pikir Iblis akan membiarkanmu sendiri? Tidak, dia akan selalu mengincarmu, sebab dia “berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” [1 Petrus 5:8] Karena itu, bersiaplah menderita, hai orang Kristen, ketika engkau melihat apa yang di bawahmu. Kemudian lihatlah sekeliling. Di manakah engkau? Engkau berada di negeri musuh, sebagai seorang asing dan pengembara. Dunia ini bukanlah sahabatmu. Sebab jika ya, engkau bukan teman Allah, karena siapa yang berteman dengan dunia, dia adalah musuh Allah. Ketahuilah bahwa di mana-mana engkau akan berjumpa orang-orang yang merupakan musuhmu. Ketika engkau tidur, pikirkan bahwa engkau beristirahat di tengah-tengah pertempuran. Ketika engkau berjalan, waspadalah terhadap sergapan dari segala penjuru. Bagaikan nyamuk yang katanya sering menggigit orang asing daripada penduduk setempat, demikianlah ujian-ujian di bumi ini lebih ganas bagimu. Yang terakhir, lihatlah ke dalam diri, ke dalam hatimu sendiri dan amatilah apa yang ada di sana. Dosa dan diri masih berada di dalam dirimu. Ah! kalau saja engkau tidak dicobai Iblis, tidak diserang musuh, dan tidak dijerat dunia, engkau tetap akan mendapati di dalam dirimu cukup banyak kejahatan yang menjadi masalah yang menjengkelkan, karena “betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu.” [Yeremia 17:9] Bersiaplah menjumpai masalah, tetapi janganlah putus asa ketika menjumpainya, karena Allah menyertai engkau untuk menolong dan untuk menguatkanmu! Dia telah berfirman, "Aku akan menyertai engkau dalam kesesakan, Aku akan meluputkan engkau dan memuliakan engkau." [Mazmur 91:15]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.










May 04, 2019, 07:37:47 AM
Reply #646
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0405

Jumat, 5 April 2019

Lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. [Lukas 23:26]

Kita melihat di dalam peristiwa Simon membawa salib, sebuah gambaran pekerjaan Jemaat di segala zaman; Jemaat adalah pembawa salib yang mengikuti Yesus. Perhatikanlah, hai orang Kristen, Yesus tidak menderita untuk menghindarkanmu dari penderitaan. Ia memikul salib, bukan supaya engkau dapat terlepas darinya, tapi supaya engkau dapat menanggungnya. Kristus membebaskanmu dari dosa, tetapi bukan dari dukacita. Ingatlah itu, dan bersiaplah untuk menderita.

Tapi marilah kita menghibur diri dengan pemikiran ini, bahwa dalam kasus kita, seperti pada Simon, itu bukan salib kita, tetapi salib Kristuslah yang kita pikul. Ketika engkau dianiaya karena kesalehanmu; ketika agama yang engkau anut membuatmu teruji oleh ejekan-ejekan kejam, ingatlah itu bukan salibmu, itu adalah salib Kristus; betapa menyenangkannya memikul salib Yesus Tuhan kita!

Engkau memikul salib mengikuti-Nya. Engkau mempunyai Seorang mulia yang menyertai; jalanmu ditandai dengan jejak kaki dari Tuhanmu. Tanda dari bahu-Nya yang merah darah ada pada beban berat itu. Ini adalah salib-Nya dan Ia berjalan di depanmu seperti seorang gembala berjalan di depan domba-dombanya. Pikullah salibmu setiap hari, dan ikutlah Dia.

Jangan lupa juga bahwa engkau memikul salib ini bersama-sama. Ada beberapa yang berpendapat bahwa Simon hanya membawa salah satu ujung salib, dan bukan keseluruhannya. Hal itu sangat mungkin; Kristus mungkin memikul bagian yang lebih berat, pada bagian kayu yang melintang, dan Simon mungkin memikul ujung yang lebih ringan. Tentu saja demikianlah denganmu; engkau membawa bagian ujung salib yang lebih ringan, Kristus menanggung ujung yang lebih berat.

Dan ingat, meskipun Simon harus menanggung salib sebentar sekali, hal itu memberinya penghormatan yang kekal. Demikianlah salib yang kita bawa paling-paling juga hanya sebentar, dan kemudian kita akan menerima mahkota, dan kemuliaan. Tentunya kita harus mencintai salib, dan, bukannya menghindari salib, melainkan sayang sekali kepada salib, ketika salib itu mengerjakan bagi kita "sebuah kemuliaan yang jauh lebih besar dan kekal." [2 Korintus 4:17]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



May 05, 2019, 02:38:53 PM
Reply #647
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0505

Minggu, 5 Mei 2019

Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. [2 Korintus 6:16]

Betapa manis sebutan: “umat-Ku!” Betapa menghibur hati pernyataan: “Allah mereka!” Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, “umat-Ku!” Inilah suatu keistimewaan: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, Ia mengatakan apa yang tidak dikatakan-Nya kepada yang lain — “umat-Ku.” Dalam firman ini terkandung arti kepemilikan. Secara khusus, “bagian Tuhan ialah umat-Nya; Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.” [Ulangan 32:9] Seluruh bangsa di muka bumi ialah milik-Nya; seluruh dunia berada dalam kuasa-Nya; tetapi ada yang disebut umat-Nya, pilihan-Nya, kepunyaan-Nya yang khusus; karena Ia telah mengerjakan lebih banyak bagi mereka; Ia telah membeli mereka dengan darah-Nya; Ia telah membawa mereka dekat kepada-Nya; Ia telah meletakkan hati-Nya yang agung atas mereka; dan Ia telah mengasihi mereka dengan kasih yang tak berkesudahan, yaitu kasih yang tak dapat dipadamkan air selaut, yang tak dapat sedikit pun dikikis oleh perputaran waktu. Hai sahabat yang terkasih, dapatkah engkau, dengan iman, melihat bahwa dirimu termasuk di dalamnya? Dapatkah engkau melihat ke surga dan berkata, “Tuhanku dan Allahku: Engkaulah milikku oleh suatu relasi yang mesra, yang melayakkanku untuk memanggil-Mu Bapa; Engkaulah milikku oleh suatu persekutuan yang kudus, yang aku nikmati dengan-Mu, yaitu ketika Engkau berkenan untuk menyatakan diri-Mu kepadaku, namun tidak kepada dunia?” Dapatkah engkau membaca Buku Inspirasi, dan menemukan di dalamnya catatan keselamatan dirimu? Bisakah engkau membaca di situ sebutanmu, yang tertulis oleh darah-Nya yang berharga? Dapatkah engkau, dengan iman yang rendah hati, menarik jubah Yesus dan berkata, “Kristusku”? Jika engkau dapat, maka Allah berkata mengenai engkau, dan mengenai orang-orang lain yang seperti engkau, “umat-Ku;” oleh sebab, jika Allah adalah Allahmu, dan Kristus adalah Kristusmu, maka Tuhan berkenan secara istimewa kepadamu; engkau adalah objek pilihan-Nya, yang diterima di dalam Putera-Nya yang terkasih. [Efesus 1:6]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.






May 07, 2019, 09:51:16 AM
Reply #648
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0507

Selasa, 7 Mei 2019

Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. [Matius 12:15]

Betapa banyaknya penyakit mengerikan yang disodorkan di bawah mata Yesus! Namun demikian, kita tidak membaca Yesus merasa jijik, tetapi Dia memperhatikan satu per satu dengan sabar. Betapa bervariasi kemalangan yang ditemui di bawah kaki-Nya! Borok-borok yang memuakkan dan bisul-bisul yang memualkan! Akan tetapi, Ia bersedia menangani setiap bentuk kemalangan, dan menang atas semuanya itu. Biarlah panah ditembakkan dari sisi mana pun, Ia memadamkan kuasa apinya. Baik panasnya demam, maupun dinginnya sakit basal; baik lemahnya penderita radang otot, maupun gusarnya orang gila; baik najisnya orang kusta, maupun gelapnya penderita radang mata — semua kenal kuasa firman-Nya, dan kabur oleh perintah-Nya. Di setiap sudut Ia menang telak atas kemalangan, dan Ia menerima penghormatan dari mereka yang dibebaskan dari penderitaan. Ia datang, Ia melihat, dan Ia menang di mana-mana. Demikian juga Ia pagi ini. Apapun kondisi yang kuhadapi, Sang Tabib terkasih mampu menyembuhkanku; dan bagaimana pun keadaan orang-orang yang dapat kuingat saat ini dalam doa, aku dapat berharap dalam Yesus bahwa Ia mampu menyembuhkan mereka dari dosa-dosa mereka. Anakku, sahabatku, orang yang kukasihi, aku miliki pengharapan bagi masing-masing dari mereka, setiap orang, ketika aku mengingat kuasa penyembuhan Tuhanku; dan bagi diriku sendiri, betapa pun beratnya pergumulanku dengan dosa dan kelemahanku, hatiku bisa tetap kuat. Dia yang di bumi berjalan melintasi berbagai rumah sakit, masih tetap mengalirkan anugerah-Nya, dan mengerjakan keajaiban-keajaiban di antara anak-anak manusia: kiranya aku segera pergi kepada-Nya dengan tulus.

Kiranya aku memuji Dia, pagi ini, sambil mengingat bagaimana Dia mengerjakan tindakan-tindakan penyembuhan rohani-Nya, yang menjadikan nama-Nya masyhur. Ia melakukannya dengan mengambil bagi diri-Nya kelemahan-kelemahan kita. “Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” [Yesaya 53:5] Gereja di bumi penuh dengan jiwa yang disembuhkan Tabib terkasih kita; dan segenap penghuni sorga sendiri mengakui bahwa “Ia menyembuhkan mereka semuanya.” Karena itu, marilah, hai jiwaku, siarkanlah ke segala penjuru kebajikan anugerah-Nya, dan biarlah hal itu “terjadi bagi kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.” [Yesaya 55:13]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




May 07, 2019, 10:04:12 AM
Reply #649
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26532
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0506

Senin, 6 Mei 2019

Kita tetap berada di dalam Allah. [1 Yohanes 4:13]

Apakah engkau ingin rumah bagi jiwamu? Apakah engkau bertanya, “Berapa harganya?” Lebih murah daripada apa yang rela dibayar oleh kodrat manusia yang congkak. Tidak perlu uang dan tidak ada bandrolnya. Ah! engkau mau bayar dengan harga yang terhormat! Engkau ingin berbuat sesuatu untuk memperoleh Kristus? Kalau begitu, rumah itu tidak kaudapat, karena rumah itu “tidak ada bandrolnya.” Maukah engkau mendapatkan rumah Tuanku itu untuk selama-lamanya, tanpa harus membayar apa-apa, kecuali biaya sewa tanahnya saja yaitu mengasihi dan melayani Dia selamanya? Sudikah engkau mengambil Yesus dan “berada di dalam-Nya?” Lihatlah, rumah ini lengkap dengan segala perkakas yang engkau butuhkan, penuh dengan kekayaan, lebih daripada yang bisa kaugunakan sepanjang hidupmu. Di sini engkau bisa bersekutu dengan intim bersama Kristus dan merayakan kasih-Nya; di sini meja dengan makanan yang lengkap untuk engkau hidup selama-lamanya; di dalamnya, ketika engkau capek, bisa menemukan peristirahatan bersama Yesus; dan dari sana engkau bisa melihat ke luar dan memandang surga. Maukah rumah itu? Ah! jika engkau tidak sedang punya rumah, engkau akan berkata, “Tentu saja mau; tapi bolehkah aku memilikinya?” Tentu! ini kunci rumahnya — kunci itu adalah “Datang kepada Yesus.” “Tetapi,” katamu, “Aku terlalu lusuh untuk memiliki rumah seperti itu.” Janganlah kuatir, ada banyak pakaian di dalam. Kalau engkau merasa bersalah dan layak untuk dihukum, datanglah; walaupun rumah itu terlalu baik bagimu, Kristus akan membuat dirimu sendiri cukup baik bagi rumah itu. Dia akan mencuci dan membersihkanmu, dan engkau akan bisa bernyanyi, “kita tinggal di dalam Dia.” Hai orang percaya: sungguh, sungguh bahagianya engkau bisa memiliki tempat tinggal seperti itu! Agunglah hak istimewa yang kaumiliki, karena engkau memiliki “gunung batu, tempat berteduh” [Mazmur 71:3] yang di dalamnya engkau selalu aman. Juga dengan “tinggal di dalam Dia,” engkau tidak saja memiliki rumah yang sempurna dan aman terjaga, tetapi juga rumah yang bertahan selama-lamanya. Walaupun dunia akan meleleh seperti mimpi, rumah kita akan tetap ada, bertahan lebih kuat daripada marmer, lebih kokoh daripada granit, dan berada oleh dirinya sendiri seperti Allah, karena rumah itu adalah Allah sendiri — “Kita tinggal di dalam Allah.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)