Author Topic: Devosi GRII  (Read 18771 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 07, 2019, 01:37:50 PM
Reply #680
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0607

Jumat, 7 Juni 2019

Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan. [Maz 97:10]

Engkau memiliki alasan yang baik untuk “membenci kejahatan,” hanya dengan memikirkan kerusakan apa yang telah dikerjakannya terhadap engkau. Oh, keburukan sedunia sudah dibawa dosa ke dalam hatimu! Dosa membutakan engkau sehingga engkau tidak dapat melihat keindahan Sang Juruselamat; dosa membuat engkau tuli sehingga engkau tidak dapat mendengar undangan lembut Sang Penebus. Dosa mengarahkan kakimu ke dalam jalan kematian, dan menuangkan racun ke dalam setiap sumber keberadaan engkau; dosa mencemarkan hatimu, dan membuatnya “lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu.” [Yeremia 17:9] Oh, makhluk apakah engkau, saat kejahatan menyelimuti, sebelum anugerah ilahi menyela! Engkau menjadi pewaris murka sama seperti yang lain, engkau "menuruti kebanyakan orang melakukan kejahatan." [Keluaran 23:2] Begitulah kita semua; tetapi Paulus mengingatkan kita, "tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita." [1 Korintus 6:11] Kita memiliki alasan baik, memang, untuk membenci kejahatan bila kita melihat ke belakang dan menjejaki kerjanya yang mematikan. Kejahatan tersebut akan merusak kita, sehingga jiwa kita bisa hilang kalau saja cinta kasih Mahakuasa tidak turut campur untuk menebus kita. Bahkan sekarang kejahatan adalah musuh yang aktif, yang berjaga-jaga terus untuk menyakiti kita, dan menarik kita untuk dimusnahkan. Oleh karena itu “bencilah kejahatan,” O orang-orang Kristen, kecuali engkau menginginkan masalah. Jika engkau mau menaburi jalanmu dengan duri-duri, dan menanam jeruju pada bantal kematian, maka abaikan “bencilah kejahatan:” tetapi jika engkau mau hidup bahagia, dan mati dengan damai, maka berjalanlah di dalam kekudusan, membenci kejahatan, sampai pada akhirnya. Jika engkau benar-benar mengasihi sang Penyelamat, dan mau memuliakan-Nya, maka “bencilah kejahatan.” Kita tahu bahwa dalam orang Kristen cinta akan kejahatan tidak ada obatnya selain hubungan yang berlimpah dengan Tuhan Yesus. Berdiam lama dengan Dia, maka mustahil bagimu untuk berdamai dengan dosa.

        “Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu,
        Dan buat hati kami tak bercacat;
        Janganlah segala kejahatan berkuasa atasku, Tuhan,
        Namun jagalah hatiku tetap tulus ikhlas.” [1]

____________________
[1] Sekiranya Hidupku Tentu untuk Berpegang Pada Ketetapan-Mu (O That The Lord Would Guide My Ways)
Issac Watts, 1719
‘Evan’ atau ‘Eva’ William H. Havergal, 1847

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





June 09, 2019, 04:51:30 PM
Reply #681
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0608

Sabtu, 8 Juni 2019

Banyak orang yang tewas karena mati terbunuh, sebab pertempuran itu adalah dari pada Allah. [1 Taw 5:22]

Prajurit, yang berjuang di bawah panji-panji Tuhan Yesus, amati ayat ini dengan sukacita yang kudus, karena seperti terjadi di hari-hari lalu terjadilah juga sekarang, jika perang berasal dari Allah maka kemenangan adalah pasti. Anak-anak Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye hampir tidak bisa mengumpulkan empat puluh lima ribu prajurit, namun dalam perang mereka dengan Hagri, mereka membunuh "manusia, seratus ribu jiwa," [1 Taw 5:21] "sebab mereka telah berseru kepada Allah dalam pertempuran itu. Maka Ia mengabulkan permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya." [1 Taw 5:20] Tuhan menyelamatkan tidak berdasarkan jumlah yang banyak atau sedikit; adalah keputusan kita untuk maju dalam nama TUHAN walaupun kita hanya segelintir orang, karena Tuhan semesta alam beserta kita sebagai Kapten kita. Mereka tidak mengabaikan perisai, dan pedang, dan busur, tapi tidak juga mereka menaruh kepercayaan mereka pada senjata-senjata tersebut; kita harus menggunakan segala cara yang patut, tapi keyakinan kita harus bersandar pada Tuhan saja, karena Ia adalah pedang dan perisai umat-Nya. Alasan utama keberhasilan mereka yang luar biasa terletak pada kenyataan bahwa "pertempuran itu adalah dari pada Allah." [1 Taw 5:22] Kekasih, dalam pertempuran melawan dosa dari luar maupun dari dalam, dengan kesalahan doktrinal atau praktis, dengan roh-roh jahat di tempat-tempat tinggi atau tempat-tempat rendah, dengan setan dan sekutu setan, engkau melaksanakan perang TUHAN, dan kecuali Ia sendiri dapat dikalahkan, engkau tidak perlu takut kalah. Jangan takut akan jumlah yang lebih besar, jangan ciut karena kesulitan atau kemustahilan, jangan mundur karena luka atau kematian, pukul dengan pedang Roh bermata dua, dan yang terbunuh akan terbaring di timbunan. Pertempuran itu adalah milik Tuhan dan Dia akan menyerahkan musuh-musuhnya ke dalam tangan kita. Dengan kaki teguh, tangan yang kuat, jantung yang gigih, dan semangat menyala, bergegaslah ke area perang, dan tentara kejahatan akan diterbangkan seperti sekam diterbangkan badai.

        Berdiri! berdiri bagi Yesus!
        Perselisihan tidak akan lama;
        Hari ini suara pertempuran,
        Hari berikutnya lagu kemenangan:
        Kepada dia yang menang,
        Adalah mahkota kehidupan;
        Dia dengan Raja Kemuliaan
        Akan memerintah selamanya. [1]

____________________
[1] Berdiri! Berdiri Bagi Yesus (Stand Up! Stand Up for Jesus!)
George Duffield, 1858
George J. Webb, 1830

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



June 09, 2019, 04:52:12 PM
Reply #682
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

   Minggu, 9 Juni 2019

Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. [Maz 126:3]

Beberapa orang Kristen sayangnya cenderung melihat pada sisi gelap dari segala sesuatu, dan memilih untuk menetap pada apa yang telah mereka lewati dari pada apa yang telah Tuhan lakukan bagi mereka. Mintalah kesan mereka tentang kehidupan Kristen, dan mereka akan menjelaskan konflik mereka yang terus-menerus, penderitaan yang mendalam, kemalangan yang menyedihkan mereka, dan keberdosaan hati mereka, namun dengan hampir tidak ada kesan atas belas kasihan dan pertolongan dari Tuhan yang telah bersedia lakukan untuk mereka. Tetapi seorang Kristen yang jiwanya dalam keadaan sehat, akan datang dengan gembira, dan berkata, "Aku akan berbicara, bukan tentang diriku, tetapi untuk kehormatan Tuhan. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku: Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. [Maz 40:3-4] Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita." [Mazmur 126:3] Intisari pengalaman seperti inilah yang terbaik yang bisa diberikan setiap anak Tuhan. Memang benar bahwa kita mengalami pencobaan, tetapi juga benar bahwa kita diselamatkan dari pencobaan. Memang benar bahwa kita memiliki kerusakan, dan dengan sedih kita mengetahuinya, tapi benar juga bahwa kita memiliki Juruselamat yang serba cukup, yang mengatasi kerusakan ini, dan membebaskan kita dari kuasa kejahatan. Saat melihat ke belakang, adalah salah untuk menyangkal bahwa kita pernah berada di Rawa Keputusasaan, dan telah merangkak di sepanjang Lembah Penghinaan, tetapi sama jahatnya untuk melupakan bahwa kita telah melewati pencobaan dengan aman dan menguntungkan; kita tidak tetap di dalamnya, berkat Penolong Mahakuasa dan Pemimpin, yang telah "mengeluarkan kita sehingga bebas [ke tempat yang kaya, KJV]" [Maz 66:12] Semakin dalam kesulitan kita, semakin lantang terima kasih kita kepada Tuhan, yang telah memimpin kita melalui segalanya, dan melindungi kita sampai sekarang. Kesedihan kita tidak dapat mengotori melodi pujian kita, kita menganggap mereka menjadi bagian bass dari lagu hidup kita, "Tuhan telah melakukan perkara besar pada kita, maka kita bersukacita." [Maz 126:3]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.






June 10, 2019, 01:17:07 PM
Reply #683
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0610

Senin, 10 Juni 2019

Kita hidup untuk Tuhan. [Roma 14:8]

Jika Allah menghendaki, setiap kita mungkin langsung masuk surga tepat di saat kita menjadi orang Kristen. Kita bertahan di sini bukanlah suatu persiapan yang harus bagi kekekalan kita. Adalah mungkin bagi manusia untuk dibawa ke surga, dan ditemukan layak untuk mengambil warisan orang-orang kudus dalam terang, meskipun ia baru saja percaya pada Yesus. Memang benar pengudusan kita adalah proses yang panjang dan terus berlangsung, dan kita tidak mungkin disempurnakan sampai kita meninggalkan tubuh kita dan masuk ke dalam tabir; tetapi meskipun begitu, jika Tuhan menghendaki demikian, Ia bisa saja mengubah kita dari ketidaksempurnaan menjadi sempurna, dan langsung membawa kita ke surga. Lalu, mengapa kita di sini? Akankah Tuhan menjauhkan anak-anak-Nya dari Firdaus sekejap lebih lama daripada yang diperlukan? Mengapa laskar Allah yang hidup masih berada di medan pertempuran padahal satu serangan bisa memberikan mereka kemenangan? Mengapakah anak-anak-Nya masih berkeliaran ke sana kemari melewati sebuah labirin, padahal sepatah kata dari bibir-Nya akan membawa mereka ke pusat harapan mereka di surga? Jawabannya adalah—mereka di sini supaya mereka dapat “hidup untuk Tuhan,” [Rom 14:8] dan dapat membawa orang-orang lain mengetahui kasih-Nya. Kita masih berada di bumi sebagai penabur untuk menabur benih yang baik; sebagai pembajak untuk memecah tanah kosong; sebagai pewarta kabar keselamatan. Kita di sini sebagai “garam dunia” [Mat 5:13], untuk menjadi berkat bagi dunia. Kita di sini untuk memuliakan Kristus dalam keseharian kita. Kita di sini sebagai pekerja-Nya, dan sebagai “teman-teman sekerja” [2 Kor 6:1]. Mari kita melihat hidup kita memenuhi tujuannya. Mari kita hidup sungguh-sungguh, bermakna, kudus, hingga “terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia” [Ef 1:6]. Sementara itu, kita rindu untuk bersama-sama dengan Dia, dan setiap hari bernyanyi—

        “Hatiku bersama-Nya di atas takhta-Nya,
        Dan sungai pun sulit menundanya;
        Setiap saat mendengarkan ucapan,
        ‘Bangunlah, dan marilah.’ [Kid 2:10]” [1]

____________________
[1] Lyra Clestis: Hymns on Heaven

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 11, 2019, 07:33:39 AM
Reply #684
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0611

Selasa, 11 Juni 2019

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. [1Yoh 4:19]

Tidak ada terang di planet ini kecuali yang keluar dari matahari; demikian tidak ada kasih yang sejati kepada Yesus dalam hati, kecuali yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Dari mata air kasih Tuhan yang meluap dan tidak terbatas ini, terpancarlah seluruh kasih kita kepada Tuhan. Selamanya adalah suatu kebenaran yang agung dan pasti, bahwa kita mengasihi Dia hanya karena Dia lebih dahulu mengasihi kita. Kasih kita kepada-Nya murni adalah buah dari kasih-Nya kepada kita. Kekaguman yang dingin, ketika mempelajari pekerjaan Tuhan, dapat dimiliki siapa saja, tetapi cinta yang hangat hanya bisa disulut di dalam hati oleh Roh Allah. Betapa ajaibnya bahwa kita pun dimampukan untuk mengasihi Yesus! Betapa mengagumkannya, bahwa ketika kita memberontak melawan-Nya, Dia tetap, dengan pertunjukan kasih yang menakjubkan, berusaha untuk menarik kita kembali. Tidak! Tidak pernah kita mempunyai sebutir cinta terhadap Tuhan, kecuali itu telah ditaburkan di dalam kita dari benih kasih-Nya yang manis kepada kita. Memang, induk dari kasih adalah kasih Allah yang dicurahkan ke dalam hati [kita]: tetapi sesudah kasih itu lahir secara ilahi, kasih harus dipelihara secara ilahi. Kasih itu eksotis; ia bukanlah tanaman yang akan berkembang secara alamiah pada tanah manusia, ia harus disirami dari atas. Kasih kepada Yesus bagai sebuah bunga yang sifatnya begitu lembut, jika ia hanya mendapatkan makanan dari batu karang hati kita, ia akan segera layu. Sebagaimana kasih datang dari surga, demikian pula ia harus diberi makan roti surgawi. Ia tidak dapat bertahan dalam padang gurun, kecuali ia diberi makan manna dari tempat tinggi. Kasih harus diberi makan kasih. Jiwa dan kehidupan dari kasih kita kepada Allah adalah kasih Allah kepada kita.

        “Aku mengasihi Engkau, Tuhan, tetapi bukan dengan kasihku,
        karena aku tidak mempunyai apa-apa untuk diberi;
        Aku mengasihi Engkau, Tuhan, tetapi semua kasihku adalah milik-Mu,
        karena oleh kasih-Mu aku hidup.
        Aku tidak ada apa-apanya, dan bersukacita
        saat dikosongkan, dan hilang, dan ditelan di dalam Engkau.” [1]

____________________
[1] I love my Lord, but with no love of mine - Madame Guyon

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





June 12, 2019, 07:49:03 AM
Reply #685
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0612

Rabu, 12 Juni 2019

Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; [Dan 5:27]

Adalah baik untuk sering menimbang diri kita dengan timbangan Firman Allah. Engkau akan menemukan sebuah latihan kekudusan ketika membaca mazmur Daud, dan, selagi engkau merenungkan setiap ayat tanyakan kepada dirimu sendiri, "Bisakah aku berkata begini? Sudahkah aku merasa seperti Daud merasa? Pernahkah hatiku hancur karena dosa, seperti yang dialami Daud ketika dia menuliskan mazmur-mazmur penyesalannya? Sudahkah jiwaku penuh dengan keyakinan sejati dalam saat kesusahan seperti halnya Daud ketika bernyanyi mengenai rahmat Allah dalam gua Adulam, atau dalam kubu-kubu En-Gedi? Apakah aku mengangkat piala keselamatan dan menyerukan nama Tuhan? [Maz 116:13]" Maka berpalinglah kepada kehidupan Kristus, dan sembari engkau membacanya, tanyakan dirimu sejauh apa engkau menjadi serupa dengan Dia. Berusaha untuk melihat apakah engkau punya kelembutan, kerendahan hati, semangat yang penuh kasih yang Dia senantiasa tanamkan dan tunjukkan. Kemudian, ambillah, surat-surat rasul, dan perhatikan apakah engkau bisa sejalan dengan rasul dalam apa yang ia katakan tentang pengalamannya. Apakah engkau pernah berseru seperti yang ia serukan—"Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" [Ro 7:24] Pernahkah engkau merasakan perendahan diri seperti dia? Pernahkah engkau melihat dirimu sebagai orang yang paling berdosa, dan yang terkecil di antara semua orang suci? Sudahkah engkau memahami sesuatu dari perenungannya? Bisakah engkau bersama-sama rasul berkata, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" [Fil 1:21]? Karena itu, jika kita membaca Firman Allah sebagai penguji kondisi rohani kita, kita akan memiliki alasan bagus untuk sering-sering berhenti dan berkata, "Tuhan, aku merasa aku belum pernah mencapai ini, o bawalah aku ke sini! berikan aku penyesalan, seperti yang kubaca ini. Berikan aku iman yang nyata; berikan aku kobaran yang lebih hangat; bakar aku dengan kasih yang lebih berapi-api; berikan aku karunia kelemahlembutan; buat aku semakin mirip Yesus. Jangan biarkan aku 'didapati terlalu ringan,' ketika ditimbang pada timbangan tempat suci, kalau-kalau aku didapati terlalu ringan pada timbangan penghakiman." "Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita." [1Kor 11:31]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 13, 2019, 04:16:51 PM
Reply #686
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0613

Kamis, 13 Juni 2019

Dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma. [Wah 22:17]

Yesus berkata, "ambil dengan cuma-cuma." Dia tidak ingin ada bayaran atau persiapan. Dia tidak mencari izin masuk dari kesalehan emosi kita. Jika engkau tidak merasa baik, asalkan engkau bersedia, engkau diundang; oleh karena itu datanglah! Engkau tidak percaya dan tidak ada pertobatan,—datang kepada-Nya, dan Dia akan memberikannya kepada engkau. Datang sebagai dirimu sendiri, dan ambil secara "Cuma-cuma," tanpa uang dan tanpa harga. Dia memberikan diri-Nya untuk orang-orang yang tidak mampu. Pancuran air minum yang berada di sudut-sudut jalan kita [di Inggris] adalah fasilitas yang berharga; dan sulit untuk kita bayangkan ada seorang yang begitu bodohnya hingga ia meraba-raba dompetnya, ketika ia berdiri di depan salah satu pancuran air, dan berteriak, "Aku tidak bisa minum karena aku tidak memiliki lima poundsterling di kantongku." Seberapapun malangnya orang itu, di sana ada pancuran air, dan ia dapat meminum air tersebut begitu saja. Pelancong yang haus, ketika mereka lewat, apakah mereka mengenakan fustian atau broadcloth, tidak mencari surat perintah untuk meminumnya; adanya pancuran air di sana adalah "surat perintah" mereka untuk meminumnya secara cuma-cuma. Kemurahan dari kawan-kawan baik telah menjadi kristal yang menyegarkan dan kita menerimanya, dan tidak mempertanyakannya. Mungkin satu-satunya orang yang harus pergi dengan haus melalui jalan di mana ada pancuran air minum, adalah wanita dan pria angkuh yang berada di kereta angkutan mereka. Mereka sangat haus, tetapi berpikir tidak mau kelihatan begitu vulgar untuk turun dan minum. Ini akan merendahkan derajat mereka, mereka pikir, untuk minum di pancuran air umum: sehingga mereka naik kereta dengan dengan bibir yang kering. Oh, betapa banyaknya orang yang kaya dalam perbuatan baiknya sendiri dan karena itu tidak dapat datang kepada Kristus! "Aku tidak akan diselamatkan," kata mereka, "dengan cara yang sama seperti pelacur atau pendusta itu." Apa! ke surga dengan cara yang sama dengan pembersih cerobong asap. Apa tidak ada jalan lain menuju kemuliaan selain jalan yang mengantar sang pencuri ke sana? Aku tidak mau diselamatkan dengan cara itu. Orang congkak semacam itu akan tetap tanpa air kehidupan; tetapi, "Barangsiapa yang mau, hendaklah ia MENGAMBIL AIR KEHIDUPAN DENGAN CUMA-CUMA." [Wah 22:17]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 14, 2019, 01:49:49 PM
Reply #687
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0614

Jumat, 14 Juni 2019

Dan bergembiralah karena TUHAN. [Maz 37:4]

Pengajaran kata-kata ini tampak sangat mengejutkan bagi mereka yang asing dengan ketuhanan vital, tetapi untuk orang yang sungguh-sungguh percaya kata-kata ini hanya mengulang kembali kebenaran yang sudah dikenal. Kehidupan seorang yang percaya di sini digambarkan sebagai kesukaan dalam Allah, dan dengan demikian kita mendapat peresmian akan fakta yang agung ini, bahwa agama yang benar berlimpah dengan kebahagiaan dan sukacita. Orang yang tak bertuhan, bahkan seorang profesor pun tidak pernah memandang agama sebagai hal yang menggembirakan; bagi mereka agama adalah pelayanan, kewajiban, atau kebutuhan, tetapi tidak pernah menyenangkan atau menyukakan. Andaikata mereka menganut suatu agama, itu karena mereka mendapat keuntungan dari agama, atau mereka takut untuk tidak menganut agama apapun. Bagi banyak orang, ide "kenikmatan" dalam beragama adalah aneh, dalam bahasa mereka, "kekudusan" dan "kenikmatan" adalah dua kata yang berjarak paling jauh. Tetapi orang percaya yang mengenal Kristus, mengerti bahwa kenikmatan dan iman dipersatukan dengan berkat, sehingga gerbang-gerbang neraka tidak dapat menang untuk memisahkan keduanya. Mereka yang mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, menemukan bahwa cara-Nya itu menyenangkan, dan seluruh jalan-Nya adalah damai. Kesukacitaan, kesenangan berlimpah, dan berkat yang meluap, ditemukan oleh orang-orang kudus di dalam Tuhan, yang melayani Dia walaupun tidak biasa [non-konvensional], mereka akan mengikuti-Nya meski seluruh dunia mengusir nama-Nya yang dianggap jahat. Kita takut akan Tuhan bukan karena paksaan; iman kita tidak terbelenggu, profesi kita bukanlah perhambaan, kita tidak diseret ke arah kesucian, ataupun didorong karena kewajiban. Tidak, kesalehan kita adalah kesenangan bagi kita, harapan kita adalah kebahagiaan kita, tugas kita adalah kegembiraan bagi kita. Kegembiraan dan agama yang benar bersatu seperti akar dan bunga; tidak terpisahkan seperti kebenaran dan kepastian; keduanya, sebenarnya, adalah dua permata berharga yang berkilauan yang berdampingan dipasang di atas emas.

        "Ketika kami merasakan kasih-Mu,
        Sukacita ilahi kami tumbuh,
        Tak terkatakan seperti yang di atas,
        Dan surga dimulai di bawah."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



June 15, 2019, 06:18:47 AM
Reply #688
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0615

Sabtu, 15 Juni 2019

Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku." [Kej 21:6]

Sangat jauh melebihi kekuatan alam, dan bahkan bertentangan dengan hukum-hukum alam, bahwa Sara yang lanjut usia dianugerahkan anak laki-laki; dan sebegitu melampaui semua aturan yang wajar jugalah bahwa aku, yang rendah, tak berdaya, seorang pendosa yang akan binasa, mendapatkan kasih karunia untuk boleh "mengandung" Roh Tuhan Yesus yang berdiam di dalam jiwaku. Aku, yang pernah putus asa, aku juga mungkin, [memiliki] natur yang kering, dan layu, dan tandus, dan dikutuk seperti teriakan padang gurun, aku bahkan telah dijadikan agar menghasilkan buah demi kekudusan. Mungkin mulutku dipenuhi dengan tawa gembira, karena luar biasalah anugerah menakjubkan yang kuterima dari Tuhan, karena aku telah bertemu Yesus, benih yang dijanjikan, dan Dia adalah milikku selamanya. Hari ini aku akan mengangkat mazmur kemenangan kepada Tuhan yang telah mengingat kita dalam kerendahan kita, sebab "hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu." [1 Sam 2:1]

Aku akan membuat semua orang yang mendengar tentang pembebasanku yang besar dari neraka, dan bahwa aku mendapat kunjungan yang penuh berkat dari tempat tinggi, tertawa gembira bersamaku. Aku akan mengejutkan keluargaku dengan damaiku yang berlimpah; aku akan menyenangkan teman-temanku dengan kebahagiaan yang terus meningkat padaku; aku akan membangun jemaat dengan pengakuan syukurku; dan bahkan membuat dunia terkesan dengan kegembiraan percakapan sehari-hariku. Bunyan memberitahu kita bahwa Rahmat [Mercy] tertawa dalam tidurnya, maka tak heran kalau dia bermimpi tentang Yesus; sukacitaku tidak akan berhenti kalah besar dibanding sukacitanya Rahmat jikalau Kekasihku adalah pokok pikiranku sehari-hari. Tuhan Yesus adalah laut sukacita yang dalam: jiwaku akan menyelam di dalamnya, akan ditelan dalam kesukaan persekutuan dengan-Nya. Sara memandang Ishak anaknya, dan tertawa dengan begitu riangnya, dan semua teman-temannya tertawa bersamanya; maka engkau, jiwaku, lihatlah pada Yesus, dan tawarkan langit dan bumi untuk turut bergabung dalam sukacitamu yang tak terkatakan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 16, 2019, 04:54:08 AM
Reply #689
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0616

Minggu, 16 Juni 2019

Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa. [Yoh 10:28]

Orang Kristen seharusnya tidak pernah menganggap atau berbicara enteng tentang ketidakpercayaan. Jika anak Tuhan meragukan cinta-Nya, kebenaran-Nya, kesetiaan-Nya, akan sangat menyedihkan bagi-Nya. Bagaimana kita bisa menyedihkan Dia dengan meragukan kasih karunia-Nya yang ditegakkan-Nya? Orang Kristen! engkau dilupakan atau dibiarkan binasa, adalah hal yang bertentangan dengan setiap janji Firman Allah yang berharga. Jika benar adanya, bagaimana Dia bisa dengan yakin mengatakan, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." [Yes 49:15] Berapa nilai dari janji tersebut—"Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan bergoyang, Firman Tuhan, yang mengasihani engkau." [Yes 54:10] Di mana kebenaran perkataan Kristus—"dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku." [Yoh 10:28] Dimana doktrin kasih karunia? Semua itu akan disangkal jika saja satu anak Tuhan binasa. Di mana ketulusan TUHAN, kehormatan, kekuasaan, kasih karunia, janji, dan sumpah-Nya, jika salah satu dari mereka yang untuknya Kristus telah mati, dan telah menempatkan kepercayaan mereka kepada-Nya, namun tetap saja dibuang? Usir rasa takut ketidakpercayaan itu, yang sebenarnya menghina Allah. Terjagalah [Yes 52:1], kebaskan dirimu dari debu [Yes 52:2], dan kenakan pakaian kehormatanmu [Yes 52:1]. Ingat, meragukan Firman-Nya adalah dosa, padahal dalam Firman-Nya Ia telah berjanji kepadamu, bahwa engkau tidak akan binasa. Biarkan hidup yang kekal dalam dirimu menyatakan dirinya dalam sukacita yang pasti.

        "Injil membawa rohku naik:
        Allah yang setia dan tidak berubah
        Meletakkan dasar pengharapanku,
        Dalam sumpah, dan janji-janji, dan darah." [1]

____________________
[1] How Oft Have Sin And Satan Strove
Author: Isaac Watts

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)