Author Topic: Devosi GRII  (Read 19951 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 17, 2019, 05:35:59 AM
Reply #690
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0617

Senin, 17 Juni 2019

Tolonglah kiranya, TUHAN [Maz 12:1]

Doa ini sendiri istimewa, karena isinya singkat, namun tepat, padat, dan menguatkan. Daud berduka akan sedikitnya orang yang setia, kemudian menumpahkan isi hatinya dalam permohonan—ketika ciptaan gagal menolong, dia berlari kepada Sang Pencipta. Dia merasakan kelemahannya dengan sangat nyata, jika tidak, dia tak mungkin menangis meminta tolong; namun di saat yang sama, dia mendesak dirinya demi memajukan kebenaran; sebab kata "tolonglah" tak akan berlaku, jika kita sendiri tak melakukan apapun. Tersedia banyak keterusterangan, kejelasan pemahaman, dan kejelasan ucapan dalam permohonan tiga kata ini; melimpah, lebih nyata daripada ucapan bertele-tele seorang profesor. Pemazmur berlari langsung pada Allahnya, dengan doa penuh hormat; dia tahu apa yang dia cari, dan kemana mencarinya. Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa dengan sikap yang berkenan itu.

Banyak masa dimana doa seperti ini dipakai. Dalam penderitaan dalam pemeliharaan [Allah], doa ini sesuai bagi orang percaya yang berada dalam pengujian, ketika ia melihat semua penolongnya gagal. Para murid, yang sulit mengerti doktrin bisa mendapat pertolongan dengan berseru "Tolonglah kiranya, TUHAN," kepada ROH KUDUS, Guru yang Agung. Para ksatria rohani, dalam konflik batiniah boleh datang menghadap takhta Sorga untuk bala bantuan, dan ini akan menjadi contoh permohonan mereka. Untuk para pekerja dalam pekerjaan sorgawi boleh mendapat rahmat pada saat ada kebutuhan. Para pendosa yang mengembara, dalam keraguan dan kegelisahan, boleh menyatakan permohonan yang penuh beban, bahkan, dalam semua kasus ini, dalam setiap waktu dan tempat, doa ini akan melayani jiwa-jiwa yang melarat. "Tolonglah kiranya, TUHAN," akan melengkapi kita dalam hidup dan mati, penderitaan atau kesukaran, sukacita atau dukacita. Di dalam Dia kita menemukan pertolongan, biarlah kita tak lalai untuk merintih pada-Nya.

Jawaban doa ini pasti, jika kita dengan tulus menyerahkannya pada Yesus. Karakter TUHAN menjamin kita bahwa Dia tak akan meninggalkan umat-Nya; peran-Nya sebagai Bapa dan Suami menjamin pertolongan-Nya; memberikan Yesus adalah janji akan setiap hal yang baik, dan janji-Nya tetap berdiri teguh, "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." [Yes 41:13]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.







June 18, 2019, 05:23:29 AM
Reply #691
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0618

Selasa, 18 Juni 2019

Penebusmu. [Yesaya 54:5]

Yesus, sang Penebus, adalah sungguh milik kita dan milik kita selamanya. Seluruh jabatan Kristus berlaku untuk kita. Dia adalah Raja untuk kita, Imam untuk kita, dan Nabi untuk kita. Kapan saja kita membaca gelar baru Sang Penebus, mari kita menempatkan gelar itu sebagai hak milik kita. Tongkat Sang Gembala, gada Sang Bapa, pedang Sang Kapten, serban Sang Imam, semua adalah milik kita. Yesus tidak memiliki kehormatan yang Dia tidak peruntukkan untuk meninggikan kedudukan kita, Dia tidak menggunakan hak istimewa yang tidak dipakai untuk pembelaan kita. Kesempurnaan Ketuhanan-Nya adalah gudang harta kita yang tak pernah gagal, tak pernah habis.

Kemanusiaan Yesus, yang mana Dia telah menjadi manusia demi kita, adalah milik kita dalam segala kesempurnaannya. Kepada kita Tuhan yang penuh rahmat menyampaikan kebajikan yang tak bernoda dari karakter yang tanpa cacat; kepada kita Dia memberikan khasiat yang berfaedah dari hidup yang berbakti; Dia menganugerahi kita pahala atas pengabdian yang taat dan pelayanan yang tak habis-habisnya. Rajutan hidup-Nya yang tanpa cacat menjadi jubah kita; kebajikan karakter-Nya yang berkilau menjadi dandanan dan permata kita; dan kelembutan supramanusia kematian-Nya menjadi kebanggaan dan kemuliaan kita. Dia mewariskan kita palungan, agar kita mempelajari bagaimana Tuhan turun kepada manusia; dan Salib-Nya untuk mengajar kita bagaimana manusia naik kepada Tuhan. Semua pemikiran-Nya, emosi-Nya, perbuatan-Nya, ucapan-Nya, mukjizat-Nya, dan syafaat-Nya, adalah untuk kita. Dia menapaki jalan penderitaan demi kita, dan seluruh buah pekerjaan hidup-Nya dijadikan-Nya warisan surgawi kita. Dia adalah milik kita sampai sekarang; dan Dia tidak malu mengakui bahwa diri-Nya adalah "Tuhan kita Yesus Kristus," walau Dialah yang penuh berkat dan satu-satunya yang Maha Kuasa, Raja segala raja, dan Tuhan segala tuan. Kristus di manapun dan dalam hal apapun, adalah Kristus kita, untuk dinikmati selama-lamanya secara melimpah ruah. O jiwaku, dengan kuasa ROH KUDUS! serukan nama-Nya pagi ini, "Penebusmu."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 19, 2019, 05:49:00 AM
Reply #692
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0619

Rabu, 19 Juni 2019

Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS. [Kis 2:4]

Melimpahlah berkat hari ini jika kita semua dipenuhi oleh ROH KUDUS. Efek dari pemenuhan kudus bagi jiwa kita ini tak mungkin terlalu tinggi. Hidup, penghiburan, terang, kemurnian, kuasa, kedamaian; dan banyak lagi berkah berharga yang tak terpisahkan dari kehadiran ROH KUDUS yang lembut. Sebagai Minyak kudus, Dia mengurapi kepala orang percaya, memisahkan dan membawanya ke dalam keimaman orang-orang kudus, dan memberinya rahmat untuk menjalankan jabatannya. Sebagai satu-satunya Air hidup yang memurnikan kita dari kuasa dosa dan menyucikan kita menuju kekudusan, ROH KUDUS memampukan kita untuk menginginkan kehendak Allah dan melaksanakannya. Sebagai Terang, Dia menunjukkan keadaan kita yang terhilang, dan sekarang Dia mengungkapkan Tuhan Yesus kepada kita dan di dalam kita, memandu kita di jalan kebenaran. Diterangi oleh sinar sorgawi-Nya, kita tidak lagi berada dalam kegelapan namun dalam cahaya Tuhan. Sebagai Api, Dia memurnikan kita dari karat, selayaknya memurnikan logam mulia dan mengobarkan natur kudus kita. Dialah api pengorbanan yang menyanggupkan kita mempersembahkan seluruh jiwa kita sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan. Sebagai Embun surgawi, Dia melenyapkan hidup kita yang gersang dan membuatnya menjadi subur. O, jikalau Dia akan meneteskan embun itu pagi ini! Embun pagi surgawi itu akan mengawali hari dengan manisnya. Sebagai Merpati, dengan sayap kedamaian dan kasih, Dia menaungi jemaat-Nya dan segenap orang percaya, dan sebagai Penghibur, Dia menghalau segala kekhawatiran dan keraguan yang mencemarkan kedamaian umat terkasih-Nya. Penghibur turun kepada umat terpilih layaknya turun kepada Tuhan di Sungai Yordan, dan menjadi saksi pengesahan status anak [Tuhan] bagi orang percaya, dan mengerjakan suatu ikatan seperti orang tua-anak, sehingga mereka dapat berseru, "Abba, Bapa". Sebagai Angin, Dia memberikan nafas hidup kepada manusia; ke mana pun Angin itu berhembus, Dia melakukan pekerjaan yang menghidupkan, yang olehnya ciptaan rohani digerakkan dan ditopang. Alangkah baiknya, jika kita merasakan kehadiran-Nya hari ini, dan setiap hari.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 20, 2019, 07:33:23 AM
Reply #693
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0620

Kamis, 20 Juni 2019

Sebab sesungguhnya, Aku memberi perintah, dan Aku mengiraikan [mengayak] kaum Israel di antara segala bangsa, seperti orang mengiraikan ayak [gandum], dan sebiji batu kecil pun tidak akan jatuh ke tanah. [Amos 9:9]

Setiap iraian datang dari perintah dan izin ilahi. Iblis harus meminta izin sebelum dia bisa mengulurkan jarinya pada Ayub. Bahkan, pengiraian [pengayakan] kita adalah pekerjaan Sorga, seperti yang tertulis “Aku mengiraikan kaum Israel." Iblis bersusah payah mencoba memegang pengayak, dan menghancurkan gandum; namun tangan Sang Tuan mengubah pengayakan itu sehingga malah memurnikan gandum melalui proses yang sama, yang tadinya dimaksudkan jahat oleh sang musuh. Wahai engkau, gandum yang berharga namun telah banyak diayak di mimbar Tuhan, berbahagialah oleh kenyataan bahwa pecut dan pengayak dipakai demi kemuliaan-Nya, dan demi faedah kita yang kekal.

Tuhan Yesus tentunya akan menggunakan kipas di tangan-Nya dan memisahkan yang berharga dari yang busuk. Tidak seluruh bangsa Israel adalah Israel sejati; tidak semua tumpukan gandum dalam lumbung layak untuk menjadi pangan, karena itulah pengayakan harus dilakukan. Dalam ayakan, bobot yang sejati sajalah yang bertahan. Sekam dan dedak yang tak berisi harus diterbangkan angin, sehingga hanya gandum padat yang tertinggal.

Amatilah kesejahteraan penuh gandum Tuhan; bahkan biji terkecil pun terjamin pemeliharaannya. Tuhan sendirilah yang mengirai, dan karenanya, ini adalah pekerjaan yang keras dan susah; Dia mengirai di semua tempat; "di antara segala bangsa"; Dia mengirainya dengan cara terbaik, "seperti orang mengiraikan ayak" [seperti mengayak gandum dalam nyiru]; namun, terlepas dari segalanya, tak akan ada sebutir biji pun jatuh ke tanah, sekecil, seringan, bahkan selayu apapun itu. Setiap orang percaya berharga di mata Tuhan, seorang gembala tak akan kehilangan satu pun dombanya, sebagaimana seorang ahli permata dengan permatanya, maupun seorang ibu dengan anaknya, seseorang dengan organ tubuhnya, apalagi Tuhan dengan orang tebusan-Nya. Sebagaimanapun kecilnya kita, jika kita milik Tuhan, kita dapat bersukacita karena kita dipelihara dalam Yesus Kristus.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



June 21, 2019, 05:19:14 AM
Reply #694
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0621

Jumat, 21 Juni 2019

Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia. [Maz 45:2]

Seluruh kepribadian Yesus adalah seperti permata, dan pada sepanjang hidup-Nya [kita melihat] bekas cap dari Stempel itu. Dia sempurna adanya; tidak hanya di beberapa bagian, tapi Maha Mulia secara keseluruhan. Karakter-Nya bukanlah campuran warna yang adil dan membingungkan, atau tumpukan batu mulia diletakkan sembarangan satu di atas yang lain; ia adalah gambaran keindahan dan kemuliaan. Dalam Dia, semua "baik adanya" berada di tempat yang tepat, dan membantu dalam menghiasi satu sama lain. Tidak ada satu sifat pribadi-Nya yang mulia menarik perhatian dengan cara mengorbankan orang lain; melainkan, Dia sendiri sempurna dan sungguh indah.

Oh, Yesus! Kekuasaan-Mu, anugerah-Mu, keadilan-Mu, kelembutan-Mu, kebenaran-Mu, keagungan-Mu, dan kekekalan-Mu membuat Seorang itu, atau lebih tepatnya Tuhan-manusia seperti itu, seperti yang tidak pernah dilihat surga maupun bumi sebelumnya. Masa bayi-Mu, kekekalan-Mu, penderitaan-Mu, kemenangan-Mu, kematian-Mu, dan keabadian-Mu, semua dirangkai menjadi permadani indah, tanpa kerut atau sobekan. Engkau musik tanpa kejanggalan; Engkau banyak, namun tidak terbagi; Engkau segala sesuatu, namun tidak berbeda-beda. Seperti semua warna berbaur menjadi satu pelangi berkilauan, sehingga segala kemuliaan surga dan bumi bertemu di dalam Engkau, dan bersatu begitu ajaib, bahwa tak satupun yang sama seperti Engkau dalam segala hal; bahkan jika semua kebajikan yang paling baik disatukan menjadi sebuah ikatan pun, hal itu tidak bisa menyaingi Engkau, Engkau cermin segala kesempurnaan. Engkau telah diurapi dengan minyak suci kemenyan dan cendana, yang Tuhan telah sediakan untuk engkau sendiri; dan sebagai wewangian, Engkau bagaikan minyak wangi kudus, sehingga wewangian yang lain tidak dapat menyamainya, walaupun dengan kepintaran seorang ahli obat; setiap rempah-rempah memiliki keharuman, tetapi campurannya istimewa.

        "Oh, simetri kudus! Oh, hubungan luar biasa
        Dari sekian banyak kesempurnaan, untuk membuat satu kesempurnaan!
        Oh, musik surgawi, di mana semua bagian bertemu
        Dalam satu alunan manis, untuk membuat suatu manis yang sempurna!"

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



June 22, 2019, 05:37:37 AM
Reply #695
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0622

Sabtu, 22 Juni 2019

Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan. [Zak 6:13]

Kristus sendiri yang membangun bait rohani, dan Ia telah membangunnya di atas gunung kasih sayang-Nya yang tidak pernah berubah, anugerah mahakuasa-Nya, dan kebenaran-Nya yang mutlak. Tapi seperti dalam bait Salomo, begitu pula dalam hal ini, bahan bangunan harus disiapkan. Di sana terdapat "Pohon aras Libanon," tetapi pohon-pohon itu bukan untuk rangka bangunan; mereka tidak ditebang, dan dibentuk, dan dibuat menjadi papan-papan kayu aras, yang keindahan wanginya menyenangkan pelataran rumah TUHAN di dalam Firdaus. Ada pula batu-batu kasar masih dalam tambang, yang harus dipahat dan dibentuk. Semua ini adalah karya Kristus sendiri. Setiap orang percaya sedang dipersiapkan, dan dipoles, dan dibuat siap sedia untuk posisinya dalam bait; tetapi tangan Kristus sendiri yang melakukan persiapan. Penderitaan tidak dapat menyucikan, kecuali seperti yang digunakan oleh Dia untuk tujuan ini [menyucikan]. Doa dan usaha kita tidak bisa membuat kita siap akan surga, selain dari tangan Yesus, yang membuat hati kita benar.

Seperti dalam pembangunan bait Salomo, "tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu," [1 Raj 6:7] karena semua telah disiapkan dengan sempurna tepat pada tempatnya secara terperinci—begitu juga dengan bait yang Yesus bangun; persiapan itu telah dilakukan seluruhnya di bumi. Ketika kita mencapai surga, kita tidak dikuduskan lagi, tidak dibentuk oleh kesusahan lagi, tidak diasah dengan penderitaan lagi. Kita justru dibuat pantas [untuk tinggal di surga] selama berada di sini—segala yang Kristus lakukan sebelumnya; sehingga ketika Ia telah menyelesaikannya, kita akan diangkut dengan tangan kasih-Nya melintasi sungai maut, dan dibawa ke Yerusalem surgawi, untuk berdiam sebagai pilar-pilar abadi dalam bait Tuhan kita.

        "Di bawah mata dan pemeliharaan-Nya,
        bangunan besar akan bangkit,
        Agung, kuat dan adil,
        Dan bersinar di atas langit." [1]

____________________
[1] "Penyelesaian Bait Rohani", Dr. Watts

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





June 23, 2019, 05:05:35 AM
Reply #696
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0623

Minggu, 23 Juni 2019

Efraim menjadi roti bundar yang tidak dibalik. [Hosea 7:8]

Sebuah roti yang tidak dibalik adalah mentah di satu sisi; begitu juga Efraim, dalam banyak hal, tidak tersentuh oleh anugerah ilahi: meskipun taat dalam beberapa hal, masih ada sangat banyak pemberontakan. Jiwaku, aku tuntut engkau, lihat apakah [pemberontakan] ada pada engkau. Apakah engkau bersikap menyeluruh di dalam hal-hal mengenai Allah? Sudahkah karunia menjadi pusat kehidupanmu sehingga dapat merasakan pekerjaan ilahi di dalam segala kekuatanmu, tindakanmu, perkataanmu, dan pikiranmu? Untuk disucikan, roh, jiwa dan tubuh, harus menjadi tujuan dan doamu; dan meskipun pengudusan tidak sempurna pada dirimu, tetapi [pengudusan] memiliki tindakan yang universal; tidak boleh terlihat adanya kekudusan dalam satu tempat dan dosa yang berkuasa di tempat lain, karena kalau begitu, engkau juga akan seperti roti yang tidak dibalik.

Roti yang tidak dibalik akan segera gosong di sisi yang paling dekat api, dan meskipun tidak ada orang yang bisa memiliki banyak kepercayaan, ada beberapa orang yang terlihat terbakar dengan semangat fanatik oleh sebagian kebenaran yang mereka terima, atau terbakar hangus seperti abu oleh kemunafikan angkuh orang Farisi dengan pertunjukan-pertunjukan agama yang sesuai dengan selera humor mereka. Tidak adanya kesalehan sering kali ditandai dengan penampilan yang terlihat seakan-akan lebih kudus. Orang yang kudus di depan umum adalah setan dalam kehidupan pribadi. Dia menggunakan bedak pada siang hari dan menggunakan abu asap pada malam hari. Roti yang dibakar hanya pada sebelah sisi, sebelahnya lagi masih adonan.

Jika aku seperti itu, O Tuhan, ubahkan aku! Arahkan sifat kemunafikanku kepada api kasih-Mu dan biarkan kemunafikan itu merasakan cahaya kudus, dan biarkan sisi gosongku menjadi dingin sedikit sementara aku belajar akan kelemahan dan butuhnya kehangatan ketika aku dijauhkan dari api surgawi. Jangan biarkan aku ditemukan mendua hati, tetapi seorang yang sepenuhnya dibawah pengaruh kuat kuasa anugerah; karena aku tahu jika aku dibiarkan seperti roti yang tidak dibalik, dan kedua sisiku tidak menerima anugerah, aku akan selamanya berada di dalam api pembakaran kekal.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 24, 2019, 05:32:18 AM
Reply #697
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0624

Senin, 24 Juni 2019

Berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang menyusui Engkau." Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." [Lukas 11:27-28]

Beberapa orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu Tuhan kita adalah hak yang sangat istimewa, karena mereka menyangka bahwa ia memiliki keuntungan untuk melihat isi hati-Nya yang mana kita tidak dapat melihatnya. Mungkin ada hal yang masuk akal pada anggapan tersebut, tapi tidak banyak. Kita tidak tahu apakah Maria tahu lebih banyak daripada orang lain; apa yang dia tahu disimpan di dalam hatinya; tapi tidak terbaca dari tulisan Penginjil bahwa Maria adalah seorang percaya yang diajar lebih baik daripada murid-murid Kristus. Segala yang dia tahu dapat kita ketahui. Apakah engkau bertanya-tanya mengapa begitu? Berikut adalah ayat yang membuktikannya: "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." [Maz 25:14] Ingat kata sang Penguasa—"Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." [Yoh 15:15] Maka bersyukurlah Pewahyu Ilahi ini memberitahukan isi hati-Nya pada kita, bahwa Ia tidak menyembunyikan apa pun yang menguntungkan kita; jaminan-Nya adalah, "Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu." [Yoh 14:2] Bukankah Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, dan bukan kepada dunia? [Yoh 14:22] Tentu saja, oleh karena itu kita tidak akan sembarangan berteriak, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau," [Luk 11:27] tapi dengan cerdas kita memuji Tuhan bahwa, setelah mendengar Firman Tuhan dan menyimpannya, pertama-tama kita mempunyai persekutuan dengan Juruselamat sebaik yang Perawan itu punyai, dan yang kedua, mengenali rahasia hati-Nya senyata yang kita anggap Maria dapatkan. Betapa bahagianya jiwa, diberikan hak istimewa semacam itu!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




June 25, 2019, 05:46:23 AM
Reply #698
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0625

Selasa, 25 Juni 2019

Naiklah ke atas gunung yang tinggi! [Yesaya 40:9]

Pengetahuan kita tentang Kristus mirip dengan mendaki salah satu gunung Wales. Engkau dapat melihat [gunung] saat di dasar, tetapi hanya sebagian kecil: gunung itu terlihat hanya setengah dari tinggi sebenarnya. Di perbatasan sebuah lembah kecil, engkau menemukan semua yang langka kecuali anak sungai beriak terbawa arus dibawah kaki gunung. Panjat bukit yang pertama, dan lembah pun semakin panjang dan lebar dibawah kakimu. Semakin tinggi, dan engkau melihat negeri sekitar empat atau lima mil jauhnya, dan engkau akan sangat gembira dengan pemandangan yang meluas. Semakin naik, dan pemandangan semakin luas; sampai akhirnya, ketika engkau berada di puncak, dan melihat ke timur, barat, utara, dan selatan, engkau melihat hampir seluruh Inggris terbentang di hadapan engkau. Di sebelah sana adalah hutan di beberapa negari jauh, mungkin sekitar dua ratus mil jauhnya, dan ada laut, dan ada sungai bersinar dan cerobong asap dari pabrik manufaktur, atau tiang-tiang dari kapal di pelabuhan yang sibuk. Semua hal ini menyenangkan dan menggembirakan engkau, dan engkau berkata, "Aku tidak dapat membayangkan bahwa begitu banyak yang dapat dilihat dari ketinggian ini." Nah, begitu pula kehidupan orang Kristen. Ketika kita pertama percaya dalam Kristus, kita dapat melihat [keindahan-Nya] tetapi hanya sedikit. Semakin tinggi kita mendaki, semakin banyak kita temukan keindahan-Nya. Tetapi siapa yang pernah mencapai puncak? Siapa yang mengenal tinggi dan dalamnya kasih Kristus, yang melampaui segala pengetahuan? [Ef 3:19] Paulus, ketika tua, duduk dengan berambut putih, menggigil dalam penjara bawah tanah di Roma, dapat berkata dengan penekanan lebih baik daripada kita, "Karena aku tahu kepada siapa aku percaya," [2 Tim 1:12] sebab setiap pengalaman sama seperti mendaki bukit, setiap pencobaan sama seperti memanjat puncak lain, dan kematiannya sama seperti mencapai puncak gunung, di mana dia dapat melihat seluruh kesetiaan dan kasih-Nya, yang kepada-Nya seluruh hidupnya sudah diserahkan. Naiklah, hai teman tersayang, ke gunung yang tinggi.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



June 26, 2019, 05:49:07 AM
Reply #699
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0626

Rabu, 26 Juni 2019

Engkau sudah menjadi sama seperti kami? [Yesaya 14:10]

Apakah yang menjadi malapetaka bagi seorang pengajar yang sesat ketika jiwanya yang telanjang menghadap Tuhan? Bagaimana mungkin dia tahan mendengar suara, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kalian orang-orang terkutuk; engkau telah menolak-Ku, dan Aku pun menolak engkau; engkau telah menjadi pelacur dan menyimpang daripada-Ku: Aku telah melenyapkan engkau dari hadapan-Ku selamanya, dan tak akan berbelas kasihan kepadamu." Betapa memalukannya manusia celaka ini pada hari terakhir di hadapan para majelis, ketika kesesatannya terungkap? Lihatlah si pencemooh, dan para pendosa yang tidak pernah beragama, memunculkan dirinya dari lautan api dan mengacungkan telunjuknya kepada dia: "Lihat, itu dia," katanya, "di neraka pun dia akan mengabarkan injil?" "Lihat, itu dia", kata seorang yang lain, "Dia sempat menegurku ketika aku bersumpah serapah, tapi dia sendiri seorang munafik!" "Aha!", kata pendosa lainnya, "sambutlah si pengikut Metodis yang selalu menyanyi mazmur— yang selalu hadir dalam pertemuan ibadah; dia itu yang selalu menyombongkan diri akan keyakinannya mendapatkan hidup kekal, ternyata di sinilah dia!" Terlihat di antara algojo-algojo setan, hal yang paling mereka nantikan adalah saat mereka menyeret jiwa-jiwa orang munafik turun ke dalam kebinasaan. Bunyan menggambarkan hal ini dengan syair yang agung, kokoh namun mengerikan, mengenai jalan menuju neraka. Tujuh setan mengikat manusia celaka itu dengan sembilan tali, menyeretnya menjauhi jalan ke sorga yang dia kira akan dilaluinya, kemudian memaksa mereka masuk melewati pintu belakang neraka. Para guru agama, hati-hati dengan jalan menuju neraka ini! "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman" [2 Kor 13:5]. Perhatikan keadaanmu dengan seksama, lihatlah apakah kamu di dalam Kristus atau tidak. Dalam dunia ini mudah sekali menjadi juri yang lembek saat menilai diri sendiri; akan tetapi O, hendaklah adil dan jujur di sini. Berlakulah adil kepada semua orang, tapi bersikaplah ketat pada dirimu sendiri. Ingatlah, jika kau tidak membangun rumahmu di atas batu karang, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya [Matius 7:24]. O, semoga Tuhan memberimu ketulusan, kesetiaan, dan keteguhan; dan takkan ada satu hari pun, pada hari sejahat apa pun, engkau dibelokkan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)