Author Topic: Devosi GRII  (Read 32633 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 28, 2019, 05:00:09 AM
Reply #730
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0728

Minggu, 28 Juli 2019

Aku bodoh dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. [Mazmur 73:22]

Ingat, ini adalah pengakuan seseorang yang berkenan di hati Allah [1 Sam 13:14]; dan saat menceritakan kehidupan batinnya, dia menuliskan, “Aku bodoh dan tidak mengerti”. Kata “bodoh,” di sini bermakna lebih banyak daripada makna dalam bahasa sehari-hari. Daud, dalam ayat Mazmur sebelumnya menulis “Aku cemburu kepada pembual-pembual [orang bodoh], kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik” [Maz 73:3] yang menunjukkan bahwa kebodohan yang dimaksud ada dosa di dalamnya. Dia menempatkan dirinya rendah seperti yang “bodoh”, dan menambahkan sebuah kata yang memberi kekuatan pada kata itu; “Aku begitu bodoh [So foolish was I, KJV].” Seberapa bodohnya dia sampai tidak bisa mengatakannya. Ini kebodohan yang berdosa, kebodohan yang tidak dapat dimaafkan karena kelemahan, tapi harus dihukum karena kebusukan dan ketidakpedulian yang disengaja. Dia telah iri hati pada kemakmuran orang fasik, dan melupakan bagaimana mereka akan berakhir secara mengerikan. Dan apakah kita lebih baik dari Daud sehingga kita menyebut diri kita bijaksana! Apakah kita mengakui bahwa kita telah mencapai kesempurnaan, atau telah dihukum terlalu banyak sehingga tongkat penghukuman telah mengambil semua kesengajaan kita ke luar? Ah, ini adalah kesombongan! Jika Daud saja bodoh, betapa bodohnya kita dalam menilai diri ketika kita melihat diri sendiri! Lihatlah ke belakang, hai orang percaya: pikirkan Anda yang meragukan Allah ketika Dia telah begitu setia kepada Anda—pikirkan jeritan bodoh Anda “Janganlah demikian, ayahku” [Kej 48:18], ketika Dia menyilangkan tangan-Nya di dalam penderitaan untuk memberikan Anda berkat yang lebih besar; pikirkan sudah berapa kali Anda telah melihat pemeliharaan-Nya dalam kegelapan, menyalahartikan kelonggaran-Nya, dan mengerang, “Segala perkara ini melawan aku” [Kejadian 42:36], saat semuanya bekerja sama untuk kebaikan Anda! Pikirkan betapa seringnya Anda memilih dosa karena kenikmatannya, padahal, kenikmatan itu adalah akar dari kepahitan pada diri Anda! Tentunya jika kita tahu hati kita sendiri, kita harus mengaku bersalah atas tuduhan melakukan kebodohan yang berdosa; dan setelah sadar akan “kebodohan” ini, kita harus menjadikan ketetapan hati Daud ini milik kita—Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku.” [Maz 73:24]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


           
July 29, 2019, 05:31:36 AM
Reply #731
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0729

Senin, 29 Juli 2019

Tetapi aku tetap di dekat-Mu. [Mazmur 73:23]

“Tetapi,”—Seakan-akan, tanpa memedulikan segala kebodohan dan ketidakpedulian yang baru saja Daud akui pada Allah, sungguh suatu kebenaran dan kepastian bahwa Daud telah diselamatkan dan diterima, dan berkat untuk tetap berada di dalam hadirat Allah tidak diragukan lagi adalah miliknya. Sambil tersadar akan kondisinya yang terlihang, dan kelicikan dan kejahatan naturnya, ia tetap, dalam peluapan imannya yang mulia, bernyanyi “tetapi aku tetap di dekat-Mu.” Hai orang percaya, Anda didorong memasuki pengakuan dan sambutan Asaf, berusaha di dalam roh yang seperti itu untuk mengatakan “tetapi, karena aku milik Kristus, aku tetap di dekat Allah!” Ini berarti tetap berada di dalam pikiran-Nya, Ia terus memikirkanku demi kebaikanku. Terus di hadapan mata-Nya; mata Tuhan tidak pernah tertidur, tetapi terus-menerus mengawasi kesejahteraan kita. Terus-menerus dalam tangan-Nya, sehingga tidak ada yang dapat merenggutku. Terus-menerus di dalam hati-Nya, dikenakan sebagai pengingat, bahkan seperti imam besar yang menyandang nama kedua belas suku pada dadanya selamanya. Engkau selalu memikirkanku, Oh Allah. Hati kasih sayang-Mu selalu merindukanku. Engkau selalu memberikan pemeliharaan untuk kebaikanku. Engkau telah menetapkanku seperti materai pada tangan-Mu, cinta-Mu sekuat maut, air yang banyak tidak dapat memuaskannya; tidak juga ada banjir yang dapat menenggelamkannya. Anugerah yang menakjubkan! Engkau telah melihatku di dalam Kristus, dan meskipun dibenci dalam diriku sendiri, Engkau melihatku memakai pakaian Kristus, dan dicuci dalam darah-Nya, maka dengan demikian aku berdiri diterima di hadirat-Nya. Demikian aku tetap di dalam perkenanan-Nya—“tetap di dekat-Mu”. Inilah penghiburan dari jiwa yang telah diuji dan ditindas; tertekan oleh badai di dalam— lihatlah ketenangan di luar. “Tetapi” – Oh katakanlah di dalam hatimu, dan ambillah damai yang diberikannya. “Tetapi aku tetap di dekat-Mu”.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


July 30, 2019, 05:35:09 AM
Reply #732
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0730

Selasa, 30 Juli 2019

Lalu menangislah ia tersedu-sedu. [Markus 14:72]

Beberapa orang berpikir bahwa selama Petrus hidup, air matanya mulai memancur kapanpun ia mengingat penyangkalannya terhadap Tuhan-nya. Tidak mustahil memang seperti itu, sebab dosanya sungguh besar, dan kasih karunia telah mengerjakan karya yang sempurna di dalam dirinya. Pengalaman yang sama ini lazim dialami semua keluarga yang tertebus sesuai dengan derajat Roh Allah menghapus hati alami mereka yang berupa batu. [Yeh 11:19] Marilah kita, seperti Petrus, ingat akan janji kita yang penuh kebanggaan: “Meskipun semua orang meninggalkan Engkau, tetapi aku tidak akan.” Kita memakan perkataan kita sendiri dengan ramuan pahit pertobatan. Ketika kita berpikir mengenai apa yang kita janjikan dan apa yang telah terjadi, kita akan menangis dengan hujan kesedihan. Petrus memikirkan penyangkalan terhadap Tuhan-nya. Tempat di mana dia melakukannya, penyebab kecil yang membawa dia kepada dosa yang keji, sumpah-sumpah dan hujatan yang ia pakai untuk meyakinkan kebohongannya, dan pengerasan hati yang mengerikan mendorong dia untuk melakukannya lagi dan lagi. Bisakah kita, ketika kita diingatkan akan dosa-dosa kita, dan keberdosaan yang berlebihan, tetap bersikap dingin dan keras kepala? Akankah kita tidak membuat rumah kita menjadi Bokhim [Hak 2:5], dan berseru kepada Tuhan untuk pembaruan jaminan dari kasih yang mengampuni? Biarlah kita tidak pernah memiliki mata yang kering terhadap dosa, supaya kita tidak memiliki lidah yang kering di api neraka. Petrus juga berpikir tentang pandangan kasih dari Gurunya. Tuhan menindaklanjuti suara peringatan ayam yang berkokok dengan raut wajah yang memperlihatkan kesedihan, belas kasihan, dan kasih. Pandangan sekilas itu tidak pernah hilang dari benak Petrus selama dia hidup. Itu jauh lebih manjur daripada sepuluh ribu khotbah yang diberikan tanpa Roh. Rasul yang menyesal pasti bersedih ketika dia mengingat akan pengampunan penuh Sang Juruselamat, yang memulihkannya kepada kondisi yang semula. Memikirkan bahwa kita telah melukai Tuhan yang baik dan murah hati, merupakan alasan yang lebih dari cukup untuk menjadi peratap yang terus-menerus. Tuhan, pukul batu karang hati kami, dan buatlah air mengalir.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

July 31, 2019, 05:01:29 AM
Reply #733
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0731

Rabu, 31 Juli 2019

Aku di dalam mereka. [Yohanes 17:23]

Jika memang demikian persatuan yang terjadi antara jiwa-jiwa kita dan pribadi Allah, betapa dalam dan lebarnya saluran persekutuan kita! Ini bukanlah pipa sempit yang mana sungai yang melaluinya adalah seperti benang, melainkan sebuah kanal dengan kedalaman dan lebar yang menakjubkan, seiring panjangnya yang menakjubkan, volume air kehidupan mantap bergulir membanjirinya. Lihatlah, Dia menempatkan di depan kita sebuah pintu yang terbuka, janganlah kita lamban untuk memasukinya. Kota persekutuan ini memiliki banyak pintu gerbang mutiara, setiap beberapa gerbang satu mutiara, dan setiap gerbang dibuka sepenuhnya sehingga kita dapat masuk, dengan keyakinan akan disambut. Jika saja ada satu celah kecil yang dapat digunakan untuk berbicara dengan Yesus, meluncurkan kata-kata persekutuan melewati pintu yang sempit itu, sudah merupakan suatu hak istimewa yang besar; betapa diberkatinya kita boleh memiliki pintu masuk yang sebegitu besarnya! Seandainya Tuhan Yesus jauh dari kita, dengan banyak laut berbadai di antaranya, kita seharusnya rindu untuk mengirim seorang utusan kepada-Nya untuk membawakan-Nya kasih kita, dan untuk membawakan kita kabar dari rumah Bapa; tetapi lihatlah kebaikan-Nya, Dia telah membangun rumah-Nya di sebelah kita, bahkan, Dia menginap bersama kita, berkemah suci di dalam hati kita yang rendah dan miskin, sehingga Dia dapat memiliki pergaulan abadi dengan kita. Oh betapa bodohnya kita, jika kita tidak hidup di dalam kebiasaan persekutuan dengan-Nya. Ketika jalan begitu panjang, berbahaya, dan sulit, kita tidak perlu heran jika teman-teman jarang bertemu satu sama lain, tetapi ketika mereka hidup bersama, mungkinkah Yonatan melupakan Daud? Seorang istri mungkin saja taat berhari-hari tanpa berkomunikasi dengan suaminya ketika suaminya dalam perjalanan, tetapi tidak pernah bisa tahan terpisah dari suaminya jika dia tahu bahwa suaminya ada di dalam salah satu kamar dalam rumahnya. Mengapa, hai orang percaya, engkau tidak duduk di perjamuan anggur-Nya? Carilah Allah Anda, sebab Dia dekat; peluklah Dia, sebab Dia Saudara Anda. Genggamlah Dia erat-erat, sebab Dia adalah Suami Anda; dan masukkan Dia ke hati Anda, sebab Dia adalah bagian dari daging Anda sendiri.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


August 01, 2019, 05:34:17 AM
Reply #734
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0801

Kamis, 1 Agustus 2019

Biarkanlah aku pergi ke ladang, dan memungut bulir-bulir jelai. [Rut 2:2]

Orang-orang Kristen yang tertunduk dan mempunyai masalah, sekarang datanglah dan panenlah di ladang janji yang luas. Ini adalah kelimpahan dari janji-janji yang berharga, yang secara tepat memenuhi keinginanmu. Ambil perkataan ini: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya” [Yes 42:3]. Tidakkah itu sesuai dengan perkaramu? Sehelai buluh, yang tak berdaya, yang tidak berharga, dan lemah, sehelai buluh yang patah terkulai, yang mana tak ada musik dapat datang; sendirinya lebih lemah daripada kelemahan; sehelai buluh, dan sehelai buluh itu pun patah terkulai, meskipun demikian, Dia tidak akan mematahkanmu; tetapi sebaliknya, akan memulihkan dan menguatkanmu. Kamu seperti sumbu yang pudar nyalanya: tak ada terang, tak ada kehangatan, yang dapat datang darimu; tapi Dia tidak akan memadamkanmu; Dia akan menghembuskan napas manis belas kasihan-Nya sampai Dia menyulutmu menjadi kobaran api. Akankah kamu memungut bulir-bulir jelai yang lain? “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” [Mat 11:28] Kata-kata yang begitu halus! Hatimu lembut dan Tuan mengetahui hal tersebut, dan oleh karena itu Dia berbicara begitu lembut kepadamu. Tidakkah kamu akan menuruti Dia, dan datang kepada-Nya bahkan sekarang? Ambil bulir-bulir jelai yang lain: “Janganlah takut, hai si cacing Yakub, Akulah yang menolong engkau, demikianlah Firman Tuhan, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel”. [Yes 41:14] Bagaimana kamu dapat menjadi takut dengan jaminan yang mengagumkan seperti ini? Kamu mungkin mengumpulkan sepuluh ribu bulir-bulir emas seperti ini! “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup.” [Yes 44:22] Atau ini, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” [Yes 1:18] Atau ini, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata,“Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.” [Wahyu 22:17] Ladang tuan kita sangat kaya; lihatlah tangan-tangan yang penuh. Lihat, bulir-bulir jelai tergeletak di depanmu, hai orang yang kurang percaya! Kumpulkanlah bulir-bulir itu, buatlah menjadi kepunyaanmu, sebab Yesus menyuruhmu mengambilnya. Jangan takut, percaya saja! Genggamlah janji-janji manis ini, tebah mereka keluar dengan perenungan dan makanlah dari bulir-bulir itu dengan sukacita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



August 02, 2019, 05:37:38 AM
Reply #735
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0802

Jumat, 2 Agustus 2019

Yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya. [Ef 1:11]

Kepercayaan kita tentang hikmat Tuhan mengharuskan dan memastikan bahwa Dia sudah memiliki tujuan dan rencana yang tetap dalam karya keselamatan. Apa yang akan terjadi dengan penciptaan tanpa rancangan-Nya? Apakah masih ada ikan di laut, atau burung-burung di udara, kalau mereka terbentuk berdasarkan kebetulan saja? Sebenarnya, di setiap tulang, sendi, dan otot, urat, otot kelenjar dan pembuluh darah, engkau menemukan kehadiran Allah yang bekerja dalam segala sesuatu sesuai dengan rancangan dari hikmat yang tak terbatas. Dan akankah Allah hadir dalam ciptaan, memerintah semuanya, tetapi tidak dalam anugrah-Nya? Akankah ciptaan yang baru mempunyai serpihan kejeniusan kehendak bebas yang memimpin mereka padahal keputusan ilahi mengatur ciptaan lama? Lihatlah Sang Pemelihara! Siapa yang tidak tahu bahwa seekor burung pipitpun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu? Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya [Mat 10:29-30]. Allah menimbang pegunungan kesedihan kita dalam timbangan, dan bukit-bukit kemalangan kita dalam neraca. Dan akankah ada pemeliharaan Allah tanpa anugrah-Nya? Mungkinkah cangkang diperintah oleh Hikmat tetapi isinya dibiarkan dalam kebetulan belaka? Tidak; Dia tahu dari awal sampai akhir. Dia melihat segala sesuatu di tempat yang sudah ditentukan, bukan hanya batu penjuru yang diletakkan-Nya di atas batu hitam, dalam darah Anak-Nya yang terkasih, tetapi Dia memperhatikan segalanya di posisi yang sudah diatur, setiap batu yang terpilih yang sudah diambil dari penggalian alam, dan dipoles dengan anugrah-Nya; Dia melihat keseluruhan dari segala sudut, dari kereta penopang sampai atap, dari dasar sampai bubungannya. Dia memiliki pengetahuan yang jelas untuk setiap batu yang akan diletakkan di ruang yang sudah dipersiapkan, dan seberapa luaskah bangunannya, dan ketika batu yang paling atas akan diletakkan, orang bersorak: "Bagus! Bagus sekali batu itu!" [Zak 4:7]. Dan pada akhirnya, akan terlihat jelas bahwa tiap benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipilih, TUHAN melakukannya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya sendiri; dan bahwa di setiap bagian pekerjaan anugrah, Dia telah mencapai maksud-Nya, dan memuliakan nama-Nya sendiri.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



August 03, 2019, 05:24:53 AM
Reply #736
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0803

Sabtu, 3 Agustus 2019

Anak Domba itu adalah lampunya. [Wahyu 21:23]

Dengan tenang, renungkanlah Anak Domba sebagai cahaya surga. Terang dalam Alkitab adalah lencana sukacita. Sukacita orang-orang suci di surga terdiri dari ini: Yesus memilih kita, mencintai kita, membeli kita, membersihkan kita, mengenakan kita pakaian, menjaga kita, memuliakan kita: kita di sini semata-mata melalui Tuhan Yesus. Setiap pemikiran bagi mereka seperti sekumpulan anggur Eskol. Terang juga adalah penyebab keindahan. Tidak ada keindahan yang tersisa ketika terang lenyap. Tanpa terang tidak ada kilauan cahaya dari batu safir, tidak ada sinar damai yang keluar dari mutiara; dan dengan demikian segala keindahan orang-orang suci di atas berasal dari Yesus. Seperti halnya planet, mereka mencerminkan cahaya dari Surya Kebenaran; mereka hidup sebagai sinar yang keluar dari matahari yang di pusat. Jika Ia undur, mereka harus mati; jika kemuliaan-Nya terselumbung, kemuliaan mereka juga harus berakhir. Terang juga adalah lencana pengetahuan. Di surga, pengertian kita akan sempurna, namun Tuhan Yesus sendirilah yang akan menjadi sumbernya. Takdir gelap, yang tidak pernah dipahami sebelumnya, akan kemudian terlihat jelas, dan segala yang membingungkan kita sekarang akan terpampang jelas kepada kita dalam terang Anak Domba. Oh! penyingkapan macam apa itu dan betapa mulianya Tuhan Maha Pengasih! Terang juga berarti perwujudan. Terang berwujud. Di dunia ini, kita belum terlihat sebagaimana kita seharusnya. Umat Tuhan adalah umat yang tersembunyi, tetapi ketika Kristus menerima umat-Nya di surga, Dia akan menjamah mereka dengan tongkat kasih-Nya sendiri, mengubah mereka menjadi gambar dari perwujudan kemuliaan-Nya. Mereka tadinya miskin dan sengsara, namun perubahan macam apa ini! Mereka ternodai oleh dosa, tetapi hanya dengan satu sentuhan jari-Nya, dan mereka menjadi terang seperti matahari, dan jernih seperti kristal. Oh! Perwujudan macam apa ini! Semuanya ini keluar dari Anak Domba Allah yang ditinggikan. Dan, bila mungkin ada kemegahan yang berkilau, Yesuslah yang menjadi pusat dan jiwa dari itu semua. Oh! Kalau saja kita hadir dan melihat Dia dalam terang-Nya, Raja segala raja, dan Tuan di atas segala tuan!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


August 04, 2019, 01:19:19 PM
Reply #737
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0804

Minggu, 4 Agustus 2019

Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat. [Daniel 11:32]

Setiap orang percaya mengerti bahwa pengenalan akan Tuhan adalah bentuk pengetahuan yang terbaik dan tertinggi; dan pengetahuan rohani ini adalah sumber kekuatan orang Kristen. Ini memperkuat imannya. Orang percaya terus-menerus disebut di dalam Alkitab sebagai orang yang mendapat pencerahan dan diajar oleh Tuhan; mereka disebut "beroleh pengurapan dari Yang Kudus," [1Yoh 2:20] dan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran [Yoh 16:13] adalah jabatan khusus dari ROH KUDUS, dan semuanya ini demi pertumbuhan dan pembinaan iman mereka. Pengetahuan memperkuat kasih, sekaligus iman. Pengetahuan membuka pintu, dan melalui pintu itu kita melihat Juruselamat kita. Atau, dengan perumpamaan lain, pengetahuan melukiskan wajah Yesus, dan ketika kita melihat wajah-Nya, kita mencintai Dia, kita tidak mampu mengasihi Kristus yang kita tidak kenal sama sekali. Jika kita tahu sedikit saja kesempurnaan Yesus, apa yang sudah Dia lakukan bagi kita, dan apa yang sedang Dia lakukan, kita tidak mampu mencintai Dia dengan sepenuh hati; namun semakin kita mengenal-Nya, semakin kita mencintai-Nya. Pengetahuan juga memperkuat pengharapan. Bagaimana kita bisa mengharapkan sesuatu jika kita tidak tahu bahwa itu ada? Bisa saja harapan adalah teleskop, tapi sampai kita menerima instruksi, kebodohan kita merupakan penghalang di depan lensa teleskop, sehingga kita tidak dapat melihat apapun; pengetahuan menyingkirkan obyek penghalang itu, dan ketika kita melihat melalui lensa yang terang itu, kita memahami kemuliaan yang akan dinyatakan, dan menantikannya dengan keyakinan penuh sukacita. Pengetahuan memberi kita alasan untuk bersabar. Bagaimana kita bisa bersabar kecuali kita mengenal sesuatu mengenai simpati Kristus, dan mengerti kebaikan yang akan datang dari didikan keras yang berasal dari Bapa kita di surga? Tidak ada satupun karunia pada orang Kristen yang, dalam kuasa Allah, tidak akan dibina dan disempurnakan oleh pengetahuan kudus. Maka, betapa pentingnya, kita tumbuh tidak hanya dalam anugrah, namun dalam "pengetahuan" tentang Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


August 05, 2019, 06:37:34 AM
Reply #738
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0805

Senin, 5 Agustus 2019

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. [Roma 8:28]

Terhadap beberapa hal, seorang percaya sepenuhnya yakin. Ia tahu, misalnya, bahwa Allah duduk di buritan kapal ketika kapal paling tergoncang. Ia percaya bahwa ada tangan yang tidak terlihat selalu mengendalikan kemudi dunia, dan kemanapun takdir membawa, TUHAN mengemudikannya. Pengetahuan yang menenangkan itu menyiapkan dia menghadapi segalanya. Ia meninjau amukan air dan melihat Roh Yesus melangkahi ombak-ombak, dan ia mendengar suara yang berkata, "Aku ini, jangan takut!" [Mat 14:27] Ia juga mengetahui Allah senantiasa bijak, dan, mengetahui ini, ia percaya tidak bisa ada kecelakaan, tidak ada kesalahan; tidak ada yang mungkin terjadi jika seharusnya tidak terjadi. Dia dapat berkata, "Jika aku harus kehilangan segala yang aku miliki, maka lebih baik aku kehilangan daripada memiliki, jika itu memang kehendak Allah: bencana yang terburuk adalah hal terbijak dan hal terbaik yang mungkin menimpa aku, jika memang itu yang diperintahkan Allah." "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." [Rom 8:28] Orang Kristen tidak hanya berpegang pada hal ini sebagai teori, tetapi ia mengetahui hal itu sebagai fakta. Segalanya telah bekerja untuk kebaikan hingga kini; campuran obat beracun dalam porsi yang pas telah menyembuhkan kita; potongan tajam pisau bedah telah membersihkan keangkuhan daging dan memudahkan penyembuhannya. Setiap peristiwa hingga kini telah menghasilkan suatu hasil yang paling diberkati secara ilahi; maka, dengan percaya bahwa Allah menguasai segalanya, bahwa Ia memerintah dengan bijak, dan Ia memunculkan kebaikan dari kejahatan, hati seorang percaya ditenangkan, dan dia dimungkinkan untuk bertemu dengan setiap pencobaan dengan tenang. Orang percaya dapat berdoa dalam roh kepasrahan yang sejati, "Kirim aku sesuai dengan kehendak Engkau, Allahku, asalkan itu berasal dari-Mu; tidak terhidang bagian yang rusak di meja-Mu untuk setiap anak-Mu."

        "Janganlah jiwaku berkata, 'Bagaimana Allah memelihara aku?'
        Ingat bahwa Yang Maha Kuasa memiliki pelayan di mana-mana.
        Cara-Nya agung, hati-Nya amatlah baik,
        Allah tidak pernah mendahului waktu-Nya, dan tidak pernah terlambat." [1]

____________________
[1] Say Not My Soul, J. J. Lynch, 1948

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


August 06, 2019, 06:26:42 AM
Reply #739
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0806

Selasa, 6 Agustus 2019

“Hai pengawal, masih lama malam ini?” [Yes 21:11]

Musuh-musuh macam apakah yang berkeliaran? Kesesatan seumpama gerombolan besar, dan yang baru timbul setiap jam: terhadap ajaran sesat apakah saya harus berjaga-jaga? Dosa-dosa mengendap-endap dari tempat persembunyiannya ketika kegelapan merajarela; saya sendiri harus naik ke menara jaga, supaya kamu dapat berdoa [1 Pet 4:7]. Pelindung surgawi kita melihat terlebih dahulu semua serangan yang akan ditujukan kepada kita, dan ketika segala kejahatan yang dirancangkan bagi kita adalah dalam kehendak Iblis, Dia berdoa untuk kita supaya iman kita tidak gagal, ketika kita diayak seperti gandum. Teruslah, O Pengawal yang murah hati, memperingatkan kita terlebih dahulu akan musuh-musuh kita, dan demi kota Sion janganlah menahan damai-Mu.

“Hai pengawal, masih lama malam ini?” Cuaca apakah yang sedang datang kepada Jemaat? Apakah awan-awan sedang turun, atau apakah segalanya jelas dan lancar di depan? Kita harus mempedulikan Jemaat Allah dengan kasih yang bergairah; dan ketika pengajaran Kepausan dan ketidaksetiaan dua-duanya mengancam, biarlah kita menyelidiki tanda-tanda zaman dan bersiap perang.

“Hai pengawal, masih lama malam ini?” Bintang-bintang apakah yang terlihat? Janji-janji berharga apakah yang cocok dengan kondisi kita saat ini? Bunyikanlah alarm, berikan kami juga ketenangan. Kristus, bintang utara, selalu tetap di tempatnya, dan semua bintang terjamin dalam tangan kanan Tuhan mereka.

Tetapi pengawal, kapan pagi datang? Mempelai Pria berlambat-lambat. Apakah tidak ada tanda-tanda dari kedatangan-Nya sebagai surya kebenaran? Tidakkah bintang fajar terbit sebagai janji siang datang? Kapankah siang akan datang, dan bayangan melarikan diri? O Yesus, jika Engkau sendiri tidak datang kepada Jemaat-Mu yang menantikan Engkau hari ini, datanglah dalam Roh kepada hati saya yang mengeluh, dan membuatnya bernyanyi demi sukacita.

        “Sekarang seluruh bumi terang dan bergembira
        dengan pagi yang segar;
        Tetapi seluruh hatiku dingin, dan gelap dan sedih:
        Matahari Jiwaku, biarkanlah aku melihat fajar-Mu!
        Datanglah, Yesus, Tuhan,
        O, segeralah datang, menurut Firman-Mu.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)