Author Topic: Devosi GRII  (Read 32635 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 01, 2019, 04:33:27 AM
Reply #760
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0901

Minggu, 1 September 2019

Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. [Mazmur 73:24]

Sang Pemazmur merasakan kebutuhannya terhadap tuntunan ilahi. Ia baru saja menemukan kebebalan dari hatinya sendiri, dan agar ia tidak secara terus-menerus diserongkan olehnya, ia memutuskan bahwa nasehat Tuhan harus untuk selanjutnya menuntun dia. Suatu kesadaran terhadap kebebalan diri kita adalah langkah yang besar menuju kebijaksanaan, ketika ia menuntun kita untuk bersandar kepada kebijaksanaan dari Tuhan. Orang buta bersandar kepada lengan kawannya dan sampai ke rumah dengan selamat, seperti demikian juga kita menyerahkan diri kita secara implisit terhadap tuntunan ilahi, tidak ragu-ragu; yakin bahwa walaupun kita tidak dapat melihat, namun selalu aman bagi kita untuk bergantung kepada Tuhan yang melihat segala sesuatu. "Engkau [akan]" [“Thou shalt”] adalah ekspresi berkat keyakinan. Ia yakin bahwa Allah tidak akan menolak tugas yang remeh. Ada perkataan bagi engkau, oh umat percaya; beristirahatlah di dalamnya. Yakinlah bahwa Allahmu akan menjadi penasehat dan temanmu; Ia akan membimbing engkau; Ia akan mengarahkan segala jalanmu. Dalam Firman-Nya yang tertulis, jaminan ini sebagian terpenuhi, karena kitab suci adalah nasehat-Nya kepada engkau. Betapa bahagianya kita memiliki Firman Tuhan yang selalu menuntun kita! Apakah jadinya seorang pelaut tanpa kompasnya? Apakah jadinya seorang Kristen tanpa Alkitab? Alkitab adalah sebuah bagan yang tidak akan salah, sebuah peta di mana setiap dangkalan dideskripsikan, dan setiap saluran dari pasir hisap kehancuran sampai tempat perlindungan dari keselamatan dipetakan dan ditandai oleh Yang mengetahui segalanya. Terpujilah Engkau, Oh Tuhan, bahwa kami dapat percaya kepada Engkau untuk menuntun kami sekarang, dan menuntun kami bahkan sampai akhirnya! Setelah bimbingan sepanjang hidup ini, Sang Pemazmur menantikan resepsi ilahi pada akhirnya —“dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan”. Adalah sebuah pemikiran bagi engkau, umat percaya! Tuhan sendiri akan menerima engkau kepada kemuliaan —engkau! Berkelana, berdosa, dan menyimpang, namun pada akhirnya Ia akan membawa engkau selamat kepada kemuliaan! Ini adalah bagianmu; hiduplah baginya hari ini, dan jika kebimbangan mengelilingi engkau, pergilah langsung kepada singgasana dengan kekuatan nats ini.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

September 02, 2019, 07:28:40 AM
Reply #761
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0901

Minggu, 1 September 2019

Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. [Mazmur 73:24]

Sang Pemazmur merasakan kebutuhannya terhadap tuntunan ilahi. Ia baru saja menemukan kebebalan dari hatinya sendiri, dan agar ia tidak secara terus-menerus diserongkan olehnya, ia memutuskan bahwa nasehat Tuhan harus untuk selanjutnya menuntun dia. Suatu kesadaran terhadap kebebalan diri kita adalah langkah yang besar menuju kebijaksanaan, ketika ia menuntun kita untuk bersandar kepada kebijaksanaan dari Tuhan. Orang buta bersandar kepada lengan kawannya dan sampai ke rumah dengan selamat, seperti demikian juga kita menyerahkan diri kita secara implisit terhadap tuntunan ilahi, tidak ragu-ragu; yakin bahwa walaupun kita tidak dapat melihat, namun selalu aman bagi kita untuk bergantung kepada Tuhan yang melihat segala sesuatu. "Engkau [akan]" [“Thou shalt”] adalah ekspresi berkat keyakinan. Ia yakin bahwa Allah tidak akan menolak tugas yang remeh. Ada perkataan bagi engkau, oh umat percaya; beristirahatlah di dalamnya. Yakinlah bahwa Allahmu akan menjadi penasehat dan temanmu; Ia akan membimbing engkau; Ia akan mengarahkan segala jalanmu. Dalam Firman-Nya yang tertulis, jaminan ini sebagian terpenuhi, karena kitab suci adalah nasehat-Nya kepada engkau. Betapa bahagianya kita memiliki Firman Tuhan yang selalu menuntun kita! Apakah jadinya seorang pelaut tanpa kompasnya? Apakah jadinya seorang Kristen tanpa Alkitab? Alkitab adalah sebuah bagan yang tidak akan salah, sebuah peta di mana setiap dangkalan dideskripsikan, dan setiap saluran dari pasir hisap kehancuran sampai tempat perlindungan dari keselamatan dipetakan dan ditandai oleh Yang mengetahui segalanya. Terpujilah Engkau, Oh Tuhan, bahwa kami dapat percaya kepada Engkau untuk menuntun kami sekarang, dan menuntun kami bahkan sampai akhirnya! Setelah bimbingan sepanjang hidup ini, Sang Pemazmur menantikan resepsi ilahi pada akhirnya —“dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan”. Adalah sebuah pemikiran bagi engkau, umat percaya! Tuhan sendiri akan menerima engkau kepada kemuliaan —engkau! Berkelana, berdosa, dan menyimpang, namun pada akhirnya Ia akan membawa engkau selamat kepada kemuliaan! Ini adalah bagianmu; hiduplah baginya hari ini, dan jika kebimbangan mengelilingi engkau, pergilah langsung kepada singgasana dengan kekuatan nats ini.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



September 03, 2019, 06:17:06 AM
Reply #762
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0903

Selasa, 3 September 2019

Jantung hatiku. [Kidung Agung 1:7]

Adalah baik jika kita bisa, tanpa “jikalau” atau “tetapi”, mengatakan kepada Tuhan Yesus — “jantung hatiku.” Banyak yang hanya dapat berkata tentang Yesus bahwa mereka berharap mereka mencintai Dia; mereka percaya mereka mencintai Dia; tetapi hanya pengalaman yang miskin dan dangkal yang akan puas untuk diam di sana. Tidak seorang pun seharusnya memberi jiwanya istirahat sampai ia merasa cukup yakin tentang hal yang begitu penting dan vital ini. Kita tidak seharusnya puas dengan pengharapan yang dangkal bahwa Yesus mencintai kita, maupun oleh kepercayaan kosong bahwa kita mencintai Dia. Orang kudus zaman dahulu pada umumnya tidak berbicara dengan “tetapi,” dan “jikalau,” dan “berharap,” dan “percaya,” namun mereka berkata secara positif dan gamblang. “Aku tahu kepada siapa aku percaya,” [2 Tim 1:12] kata Paulus. “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup,” [Ayub 19:25] kata Ayub. Perolehlah pengetahuan yang positif mengenai cintamu kepada Yesus, dan janganlah puas sampai engkau bisa berbicara tentang ketertarikanmu kepada-Nya sebagai realitas, yang mana engkau sudah memastikannya ketika engkau sudah menerima kesaksian ROH KUDUS dan meterai-Nya pada jiwamu melalui iman.

Cinta sejati kepada Kristus sudah pasti adalah pekerjaan ROH KUDUS, dan harus dikerjakan di dalam hati oleh ROH KUDUS. Dia adalah penggerak [efficient cause]-nya; namun alasan logis mengapa kita mencintai Yesus berada pada Yesus sendiri. Mengapa kita mencintai Yesus? Karena Ia terlebih dahulu mencintai kita. Mengapa kita mencintai Yesus? Karena Ia “memberikan diri-Nya untuk kita.” Kita memiliki hidup melalui kematian-Nya; kita memiliki damai melalui darah-Nya. Walaupun Ia kaya, oleh karena kita Ia menjadi miskin. Mengapa kita mencintai Yesus? Karena kesempurnaan pribadi-Nya. Kita dipenuhi perasaan akan keanggunan-Nya! kagum terhadap kharisma-Nya! ternganga akan kesempurnaan-Nya yang tidak terbatas! Kehebatan-Nya, kebaikan-Nya, keindahan-Nya, dalam suatu sinar yang gilang gemilang, bergabung untuk memesona jiwa hingga membuatnya terpikat dan berseru, “segala sesuatu padanya menarik.” [Kidung Agung 5:16] Ini cinta penuh berkat — sebuah cinta yang mengikat hati dengan rantai yang lebih lembut daripada sutra, namun lebih kokoh daripada batu permata!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 04, 2019, 05:18:09 PM
Reply #763
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0904

Rabu, 4 September 2019

Aku mau, jadilah engkau tahir. [Markus 1:41]

Kegelapan purbakala mendengar deklarasi Sang Maha Kuasa, “jadilah terang,” dan langsung ada terang, dan perkataan Tuhan Yesus sama agungnya dengan firman masa lampau yang berkuasa itu. Penebusan, seperti Penciptaan, mempunyai kata-kata yang perkasa. Yesus berkata dan terjadilah. Penyakit kusta tidak tunduk kepada pengobatan manusia, namun ia langsung lari menghadapi perkataan Tuhan “Aku mau.” Penyakit ini tidak menampakkan tanda-tanda harapan atau kesembuhan, alam tidak berkontribusi apapun terhadap penyembuhannya sendiri, namun tanpa bantuan luar perkataan itu menghasilkan seluruh karya itu tepat di tempatnya dan selama-lamanya. Si pendosa berada dalam keadaan yang lebih menyedihkan daripada si kusta, hendaklah ia mencontoh teladan ini dan pergi kepada Yesus, “sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya.” [Markus 1:40] Hendaklah ia menjalankan iman sekecil apa pun yang ia punyai, meskipun tidak jauh dari “Tuhan, kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku;” [Markus 1:40] dan tidak perlu diragukan lagi hasil daripada pengajuan permohonan ini. Yesus menyembuhkan semua yang datang, dan tidak mengusir seorang pun. Ketika membaca narasi di mana teks pagi kita muncul, hendaklah kita perhatikan dengan seksama bahwa Yesus menyentuh si kusta. Orang yang najis ini sudah melanggar aturan hukum seremonial dan mendesak masuk ke dalam rumah, namun Yesus jangankan menegurnya, Ia malah menerobos hukum itu sendiri untuk menemui dia. Ia mengadakan pertukaran dengan si kusta, sebab ketika Ia membersihkannya, melalui sentuhan itu Ia terjangkit kenajisan kaum Lewi. Seperti itu pula Yesus Kristus dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, walaupun dalam diri-Nya Ia tidak mengenal dosa, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah [2 Korintus 5:21]. Oh semoga para pendosa yang malang itu mau pergi kepada Yesus, percaya dalam kuasa karya substitusi-Nya yang diberkati, agar mereka segera mengetahui kuasa sentuhan rahmat-Nya itu. Tangan yang melipatgandakan roti itu, yang menyelamatkan Petrus yang hampir tenggelam, yang menopang orang kudus yang teraniaya, yang memahkotai orang-orang percaya, tangan yang sama itulah yang akan menyentuh setiap pendosa yang mencari, dan dalam sekejap membuatnya tahir. Kasih Yesus adalah sumber keselamatan. Dia mencintai, memperhatikan, menyentuh kita, dan kita hidup.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



September 05, 2019, 05:19:12 AM
Reply #764
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0905

Kamis, 5 September 2019

Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar. [Mazmur 120:5]

Sebagai seorang Kristen engkau harus hidup di tengah-tengah dunia yang tidak ber-Allah, maka percuma saja engkau berteriak, “Celakalah aku.” Yesus tidak berdoa supaya engkau di ambil keluar dari dunia, dan apa yang tidak Ia doakan, tidak perlu engkau dambakan. Jauh lebih baik untuk menghadapi kesulitan dalam kekuatan Tuhan, dan memuliakan Dia di dalamnya. Musuh senantiasa berjaga-jaga untuk menemukan ketidakkonsistenan dalam tingkah lakumu; maka itu jadilah sangat suci. Ingatlah bahwa semua mata melihat engkau, dan engkau diharapkan lebih daripada orang lain. Berusahalah untuk tidak memberi kesempatan bagi engkau untuk dipersalahkan. Biarlah kebaikanmu menjadi satu-satunya kesalahan yang dapat mereka temukan padamu. Seperti Daniel, pojokkanlah mereka untuk berkata mengenai engkau, “Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!” [Daniel 6:5] Berusahalah untuk menjadi berguna dan juga konsisten. Mungkin engkau berpikir, “Jika aku berada dalam keadaan yang lebih menguntungkan, aku akan dapat melayani Tuhan, namun aku tidak dapat berbuat kebaikan apapun dalam keadaanku sekarang”; namun semakin buruk orang-orang yang di tengah-tengahnya engkau tinggal, mereka semakin perlu teguranmu; jika mereka bengkok, semakin perlu engkau menjadikan mereka lurus; dan jika mereka menjadi busuk, semakin perlulah engkau untuk memalingkan hati mereka yang angkuh kepada kebenaran. Di manakah seorang dokter harus berada selain di tempat yang banyak orang sakit? Di manakah kehormatan diraih seorang prajurit selain dalam api peperangan yang terpanas? Dan ketika lelahlah usaha dan dosa yang menemui engkau dalam segala kesempatan, ingatlah bahwa semua orang kudus telah menanggung ujian yang sama. Mereka saja tidak diangkut di atas ranjang bulu angsa menuju sorga, engkau tidak seharusnya berharap dapat bepergian dengan lebih mudah daripada mereka. Mereka harus mempertaruhkan nyawanya di tempat-tempat tinggi di padang, [Hakim-hakim 5:18] dan engkau tidak akan dimahkotai sampai engkau juga sudah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. [2 Timotius 2:3] Maka itu, “berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” [1 Korintus 16:13]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 06, 2019, 05:25:04 AM
Reply #765
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0906

Jumat, 6 September 2019

Di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. [Filipi 2:15]

Kita menggunakkan terang untuk menunjukkan bukti. Seorang Kristen harus sedemikian bercahaya dalam hidupnya, sehingga seorang manusia tidak dapat hidup dengannya selama satu minggu tanpa mengetahui Injil. Perbincangannya harus sedemikian sehingga semua yang berada di sekitar dirinya dapat melihat dengan jelas siapa dirinya dan Siapa yang ia layani, dan melihat gambar Kristus terefleksi dalam tindakannya sehari-hari. Terang dimaksudkan sebagai penuntun. Kita harus menolong mereka di sekitar kita yang berada dalam kegelapan. Kita harus menunjukkan jalan menuju Sang Juruselamat kepada pada pendosa, dan menuju tempat peristirahatan ilahi kepada yang letih lesu. Orang-orang kadangkala membaca Alkitabnya, tanpa berhasil memahaminya; kita harus siap seperti Filipus, untuk mengajar si penanya tentang makna dari Firman Tuhan, jalan keselamatan, dan hidup yang saleh. Terang juga dipakai sebagai peringatan. Di atas bebatuan dan beting sebuah mercusuar pasti didirikan. Orang-orang Kristen hendaklah menyadari akan banyaknya cahaya palsu dinyalakan dimana-mana dalam dunia ini, maka terang yang benar diperlukan. Si penghancur dari Iblis selalu bepergian mencobai orang-orang fasik supaya berdosa atas nama kenikmatan; mereka memegang cahaya yang salah, hendaklah kita taruh terang yang sesungguhnya pada setiap bebatuan yang berbahaya, untuk menunjukkan setiap dosa, dan menjelaskan akibat dari setiap dosa, agar kita tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa [Kis 20:26], bersinar sebagai terang di dalam dunia. Terang juga memiliki pengaruh yang sangat menceriakan, begitu pula orang-orang Kristen. Seorang Kristen harus menjadi penghibur dengan perkataan kebaikan pada bibirnya, dan simpati dalam hatinya; ia harus membawa sinar mentari ke mana pun ia pergi, dan menyebar sukacita kepada sekitarnya.

        Roh murah hati tinggallah dalamku;
        Aku pun akan menjadi murah hati,
        Dan dengan tutur kata yang menolong dan menyembuhkan
        Akan menyingkapkan kehidupan-Mu dalamku,
        Dan dengan perbuatan yang berani dan lemah lembut
        Akan berbicara demi Kristus Penyelamatku.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

September 07, 2019, 05:37:03 AM
Reply #766
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0907

Sabtu, 7 September 2019

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya, sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. [Markus 2:4]

Iman itu penuh dengan inovasi. Rumah itu penuh, orang banyak memblokir pintu, namun iman menemukan sebuah cara untuk mencapai Tuhan dan menaruh orang lumpuh itu di depan-Nya. Jikalau kita tidak dapat membawa orang berdosa ke tempat Yesus berada melalui cara biasa, kita harus menggunakan cara-cara yang luar biasa. Kelihatannya, berdasarkan Lukas 5:19, sebuah atap harus dilepaskan, yang akan mengakibatkan debu dan membahayakan mereka yang ada di bawah, namun ketika situasi sangat mendesak kita tidak boleh sungkan untuk mengambil resiko dan mengguncang sedikit tata krama. Yesus di sana untuk menyembuhkan, maka apapun yang mungkin terjadi, iman berusaha setuntasnya agar orang tanggung jawabnya yang miskin dan lumpuh itu dosanya diampuni. Oh kiranya kita dapat memiliki iman yang lebih berani di dalam kita! Apakah kita tidak dapat, pembaca yang terkasih, mencarinya pagi ini untuk diri kita sendiri dan rekan sekerja kita, dan tidak inginkah kita mencoba pada hari ini melakukan sedikit perbuatan yang gagah berani demi kasih akan jiwa-jiwa dan kemuliaan Tuhan?

Dunia ini terus berinovasi, para jenius melayani banyak tujuan daripada keinginan manusia: apakah iman tidak dapat berinovasi juga, dan melalui beberapa cara baru mencapai mereka yang terbuang, yang terbaring hampir binasa di sekitar kita? Kehadiran Yesuslah yang memicu keberanian yang penuh kemenangan kepada empat orang yang membawa orang lumpuh itu: apakah Tuhan tidak di antara kita sekarang? Apakah kita sudah melihat wajahnya bagi diri kita pagi ini? Apakah kita merasakan kuasa kesembuhannya dalam jiwa kita sendiri? Jika demikian, maka melalui pintu, melalui jendela, atau melalui atap, marilah kita, menghancurkan segala hambatan, bekerja untuk membawa jiwa-jiwa yang miskin kepada Yesus. Semua cara adalah baik dan pantas jika iman dan kasih sungguh-sungguh bertujuan untuk memenangkan jiwa-jiwa. Jika lapar akan roti dapat mendobrak dinding batu, tentulah lapar akan jiwa tidak dapat dihadang dalam usahanya. Oh Tuhan, buatlah kami cepat untuk memberikan ide cara untuk meraih orang kepunyaan-Mu yang miskin dan berpenyakit dosa, dan berani untuk membawa mereka keluar dari segala bahaya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




September 08, 2019, 04:37:41 AM
Reply #767
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0908

Minggu, 8 September 2019

Dari pada-Ku engkau mendapat buah. [Hosea 14:8]

Buah kita ditemukan dari Allah kita berhubungan dengan persatuan. Buah dari ranting dapat secara langsung ditelusuri sampai kepada akar. Patahkan hubungannya, maka rantingnya mati, dan tidak ada buah yang dihasilkan. Berdasarkan persatuan kita dengan Kristus kita menghasilkan buah. Setiap himpunan anggur pertama-tama di dalam akar, lalu melalui batang, mengalir melalui pembuluh getah, dan membentuk dirinya secara eksternal sebagai buah, namun awalnya berada di dalam batang; demikian juga setiap perbuatan baik pertama-tama di dalam Kristus, dan kemudian keluar dalam diri kita. Oh orang Kristen, hargailah persatuan yang berharga ini di dalam Kristus; karena ini pastilah sumber dari segala kemampuanmu untuk berbuah lebat yang dapat engkau ketahui. Jikalau engkau tidak tersambung dengan Yesus Kristus, engkau tentunya akan menjadi dahan yang gersang.

Buah kita datang dari Allah berhubungan dengan pemeliharaan rohani. Ketika tetesan embun jatuh dari langit, ketika awan melihat ke bawah dari tempat tinggi, sedang mau meneteskan cairan berharganya, ketika matahari yang terang melembungkan himpunan beri, setiap anugerah surgawi akan berbisik kepada pohon dan berkata, “Dari pada-Ku engkau mendapat buah.” Buah berhutang banyak kepada akar — yang sangat penting untuk membuat buah lebat — namun ia berhutang sangat banyak pula kepada pengaruh eksternal. Betapa banyak kita berhutang kepada kasih karunia dan pemeliharaan Allah! yang di dalamnya Ia menyediakan kita secara terus-menerus penghidupan, pengajaran, penghiburan, kekuatan, atau apapun yang kita perlukan. Kita dapat menjadi berguna dan dapat berbuat baik berkat hal ini.

Buah kita datang dari Allah berhubungan dengan pengurusan yang bijak. Ujung pisau tukang kebun yang tajam mendorong buah yang banyak pada pohon, melalui penipisan gugusan, dan pemangkasan tunas-tunas yang berlebih. Maka demikian pula, hai orang Kristen, pemangkasan yang Tuhan berikan kepada engkau. “Bapakulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” [Yoh 15:2] Oleh karena Allah kita adalah sumber dari segala kasih karunia rohani kita, marilah kita memberikan kepada-Nya segala kemuliaan daripada keselamatan kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 09, 2019, 04:46:39 AM
Reply #768
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0909

Senin, 9 September 2019

Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. [Yeremia 33:3]

Ada beberapa terjemahan berbeda dari perkataan ini. Satu versi menulisnya, “Aku akan memperlihatkan hal yang besar dan berbenteng.” Yang lainnya, “Besar dan tidak terpahami.” Nah, ada beberapa hal yang tidak terpahami dan spesial dalam pengalaman Kristen: semua perkembangan dari kehidupan rohani tidaklah sama dalam kemudahan pencapaiannya. Ada beberapa karakteristik dan perasaan yang sama dari pertobatan, iman, sukacita, dan pengharapan, yang dinikmati seluruh famili; namun ada realita lebih tinggi mengenai kegairahan, persekutuan erat, dan kesadaran akan persatuan dengan Kristus, yang jauh melebihi tempat tinggal orang percaya pada umumnya. Kita tidak mempunyai baik seluruh keistimewaan Yohanes, yang bersandar dekat kepada Yesus [Yoh 13:23]; maupun Paulus, yang diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga [2 Kor 12:2]. Ada ketinggian dalam pengetahuan yang berdasarkan pengalaman mengenai hal-hal tentang Allah yang mana mata elang dari kecerdasan dan pemikiran filsafat belum pernah melihatnya: hanya Allah yang dapat membawa kita ke sana; namun kereta yang olehnya Ia membawa kita naik, dan kuda berapi yang olehnya kereta itu diseret, adalah doa yang tetap. Doa yang terus-menerus menang bagi Allah yang berbelas kasih, “dalam kegagahannya Ia bergumul dengan Allah. Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya.” [Hosea 12:3-4] Doa yang terus-menerus membawa orang Kristen ke Karmel, dan memungkinkan Ia untuk meliputi langit dengan awan berkat, dan bumi dengan luapan belas kasihan. Doa yang terus-menerus membawa orang Kristen melayang tinggi ke Pisga, dan memperlihatkan orang Kristen warisan yang telah disediakan; doa menaikkan kita ke Tabor dan mentransfigurasi kita, sampai serupa Tuhannya, sebagaimana diri-Nya, demikian pula kita dalam dunia ini. Jikalau engkau mau mencapai sesuatu yang lebih tinggi daripada pengalaman merangkak biasa, pandanglah Batu yang lebih tinggi dari engkau, dan tataplah dengan mata iman melalui jendela dari doa yang mendesak. Ketika engkau membuka jendela pada sisimu, jendela itu tidak akan tersekrup pada sisi lainnya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




September 10, 2019, 04:28:54 PM
Reply #769
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0910

Selasa, 10 September 2019

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit, Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. [Markus 3:13]

Inilah kedaulatan. Jiwa-jiwa yang tidak sabar mungkin rewel dan marah, karena mereka tidak dipanggil kepada tempat yang tertinggi di dalam pelayanan; namun hai pembaca bersukacitalah bahwa Yesus memanggil siapa yang Ia kehendaki. Jikalau Ia membiarkan aku menjadi penjaga pintu rumah-Nya, aku akan dengan senang hati memuji Dia atas anugerah-Nya memperbolehkan aku berbuat sesuatu dalam pelayanan-Nya. Panggilan hamba-hamba Kristus datang dari atas. Yesus berdiri di atas bukit, selalu diatas dunia dalam kesucian, kesungguhan, kasih dan kuasa. Mereka yang Ia panggil harus naik ke atas bukit kepada-Nya, mereka harus berusaha naik kepada tingkat-Nya dengan hidup dalam persekutuan yang terus-menerus dengan-Nya. Mereka mungkin tidak dapat mendaki kehormatan klasik, atau mencapai keunggulan pendidikan, namun mereka harus seperti Musa naik ke dalam bukit Allah dan memiliki keintiman yang akrab dengan Allah yang tidak kelihatan, atau mereka tidak akan pernah diperlengkapi untuk menyerukan Injil perdamaian. Yesus pergi memisahkan diri untuk mengadakan persekutuan yang tinggi dengan Bapa, kita pun harus masuk dalam persekutuan ilahi yang sama jikalau kita hendak memberkati sesama. Tidak heran rasul-rasul dikenakan kuasa ketika mereka baru turun dari bukit di mana Yesus berada. Pagi ini kita harus berupaya untuk naik ke bukit persekutuan, agar di sana kita dapat ditahbiskan untuk perkerjaan yang untuknya kita dikhususkan. Marilah kita tidak melihat wajah manusia hari ini sebelum kita melihat Yesus. Waktu yang dilewati bersama-Nya memiliki bunga [keuntungan] yang penuh berkat. Kita pun akan mengusir setan dan melakukan keajaiban jika kita turun ke dalam dunia menyandang energi ilahi yang hanya dapat diberikan Kristus itu. Percuma pergi ke peperangan Tuhan sebelum kita diperlengkapi dengan senjata-senjata surgawi. Kita harus menemui Yesus, ini sangat perlu. Pada tutup pendamaian kita akan menanti hingga Ia memanifestasikan diri-Nya kepada kita tidak seperti kepada dunia, dan hingga kita dapat berkata dengan jujur, “kita bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.” [2 Pet 1:18]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)