Author Topic: Devosi GRII  (Read 22993 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 03, 2019, 04:54:03 AM
Reply #820
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1103

Minggu, 3 November 2019

Ia sekarang berdoa. [Kisah Para Rasul 9:11]

Doa langsung diperhatikan di surga. Saat Saulus mulai berdoa, Tuhan mendengarnya. Inilah penghiburan bagi jiwa yang tertekan namun terus berdoa. Sering kali seorang yang malang dan patah hatinya menekuk lutut, tapi hanya bisa mengungkapkan ratapannya dalam bahasa desahan dan air mata; sekalipun demikian erangan itu telah membuat semua kecapi di surga melantunkan musik; air mata itu sudah ditangkap Allah dan disimpan dalam kirbat surgawi. "Air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu," [Mazmur 56:9] menyiratkan bahwa air mata itu ditangkap begitu ia tercurah. Si pemohon, yang ketakutannya menghalangi ucapannya, akan dipahami dengan baik oleh Yang Mahatinggi. Dia mungkin melihat ke atas dengan mata yang basah; namun "doa adalah air mata yang jatuh." [1] Air mata adalah permata surga, desahan adalah bagian dari musik istana TUHAN, dan jumlahnya dihitung dengan "alunan teragung yang menjangkau Sang Mulia Yang Mahatinggi." [2] Jangan pikir doamu, betapa lemah atau gemetaran, akan diabaikan. Tangga Yakub itu luhur, tapi doa kita akan bersandar pada Malaikat perjanjian dan naik putaran tangga yang gemerlapan. Allah kita tidak hanya mendengar doa tapi juga suka mendengar doa. "Teriak orang yang tertindas tidaklah dilupakan-Nya." [Mazmur 9:13] Benar, Dia tidak mengindahkan penampilan yang agung dan kata-kata yang angkuh; Dia tidak memedulikan kebesaran dan kemegahan raja-raja; Dia tidak mendengarkan sembulan musik perang; Dia tidak memperhatikan kemenangan dan kesombongan manusia; namun di mana pun ada hati yang besar kesedihannya, atau bibir yang gemetar penuh penderitaan, atau rintihan yang dalam, atau desahan penyesalan, hati TUHAN terbuka; Dia mencatatnya dalam ingatan-Nya; Dia menaruh doa kita, seperti daun mawar di antara halaman-halaman buku kenangan-Nya, dan ketika akhirnya jilid itu dibuka, dari dalamnya bermunculan keharuman yang berharga.

        "Iman tidak meminta tanda dari langit,
        Untuk menunjukkan naiknya doa-doa yang diterima,
        Imam kita berada di tempat kudus-Nya,
        Dan menjawab dari takhta kemurahan."

____________________
[1] Prayer is the soul's sincere desire. James Mont­gom­e­ry, 1818. Lirik lagu: Prayer is the burden of a sigh, The falling of a tear.
[2] Ibid. Lirik lagu: Prayer the sublimest strains that reach the Majesty on high.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




November 04, 2019, 06:03:03 AM
Reply #821
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1104

Senin, 4 November 2019

Justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. [2 Korintus 12:9]

Syarat utama untuk melayani Allah dengan kesuksesan besar, dan untuk melakukan pekerjaan Allah dengan baik dan penuh kemenangan, adalah kesadaran akan kelemahan diri kita sendiri. Ketika pejuang Allah bergerak maju dalam perang, kuat dalam tenaganya sendiri, ketika dia menyombong, "Aku tahu aku akan menang, tangan kananku sendiri dan pedang penaklukku akan mengantarkanku kepada kemenangan," kekalahan sudah di depan mata. Allah tidak maju bersama dengan manusia yang maju dalam kekuatannya sendiri. Ia yang menganggap dirinya akan menang ternyata salah perhitungan, karena "bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, Firman Tuhan semesta alam." [Zakharia 4:6] Mereka yang maju perang, mengumbar kegagahannya, akan pulang dengan spanduk kebodohannya yang terseret dalam debu dan pakaian bajanya yang ternodai aib. Mereka yang melayani Allah harus melayani-Nya dengan cara-Nya, dan dalam kekuatan-Nya, atau Dia tidak akan pernah menerima pelayanan mereka. Segala yang dikerjakan manusia, tanpa pertolongan ilahi, tidak akan diakui Allah. Buah dunia belaka Dia campakkan; Dia hanya menuai jagung yang benihnya ditabur dari surga, diairi oleh anugerah, dan dimatangkan oleh mentari kasih ilahi. Allah akan mengosongkan segala yang engkau punya sebelum Dia menaruh milik-Nya ke dalam engkau; Dia akan membersihkan lumbungmu sebelum Dia akan memenuhinya dengan gandum yang terbaik. Sungai Allah penuh air; tapi tidak satu tetes pun mengalir dari mata air duniawi. Allah dalam perang-Nya tidak menggunakan kekuatan selain kekuatan yang Dia sendiri berikan. Apakah engkau meratapi kelemahan dirimu? Teguhkanlah hatimu, karena memang harus ada kesadaran akan kelemahan diri sebelum Tuhan memberimu kemenangan. Kehampaanmu hanyalah persiapan agar dirimu diisi, dan hatimu yang muram hanyalah persiapan agar dirimu diangkat.

        "Saat aku lemah, maka kuatlah aku,
        Anugerah adalah perisaiku dan Kristuslah nyanyianku."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



November 05, 2019, 05:48:05 AM
Reply #822
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1105

Selasa, 5 November 2019

Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil. [Yesaya 54:17]

Hari ini penting dalam sejarah Inggris karena dua pembebasan yang Allah berikan kepada kami. Pada hari ini rencana kaum Paus menghancurkan Rumah Parlemen terkuak, 1605.

        "Ketika untuk raja-raja kita mereka bersiap
        di dalam gua-gua sebuah jebakan berapi,
        Dia menembakkan dari surga sinar yang tajam,
        dan pengkhianatan yang gelap itu dibawa kepada terang. "

Kedua, hari ini adalah peringatan akan mendaratnya Raja William III, di Torbay, yang olehnya harapan akan kekuasaan kepausan dibatalkan, dan kebebasan beragama terjamin, 1688.

Hari ini patut dirayakan, bukan dengan pesta pora anak muda, tapi dengan kidung orang-orang kudus. Bapa-bapa Puritan dengan sungguh-sungguh menjadikan ini momen istimewa untuk bersyukur. Masih tersimpan catatan khotbah-khotbah tahunan Matthew Henry untuk hari ini. Perasaan Protestan kita, dan cinta kita akan kebebasan, harusnya membuat kita memandang perayaan ini dengan rasa syukur yang kudus. Hendaklah hati dan bibir kita berseru, "Dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kau lakukan pada zaman mereka, pada zaman purbakala." [Mazmur 44:1] Engkau sudah membuat bangsa ini rumah Injil; dan ketika musuh bangkit melawannya, Engkau melindunginya. Bantu kami mempersembahkan lagu yang berulang kali untuk penyelamatan-Mu yang berulang kali. Berikan kami lebih banyak lagi kebencian terhadap Antikristus, dan percepatlah hari kepunahan total mereka. Hingga saat itu tiba dan selamanya, kami percaya akan janji, "Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil." [Yesaya 54:17] Tidakkah ini seharusnya diletakkan pada hati setiap orang yang mencintai injil Yesus pada hari ini, permohonan agar doktrin palsu dijungkirbalikkan dan perluasan kebenaran ilahi? Tidakkah sudah seharusnya kita menyelidiki hati kita sendiri, dan menghalau segala pembenaran diri yang sia-sia dari kepausan yang mungkin terkandung di dalamnya?
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



November 06, 2019, 05:29:29 AM
Reply #823
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1106

Rabu, 6 November 2019

Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus. [Yesaya 44:3] [1]

Saat seorang percaya jatuh ke dalam keadaan yang sedih dan terpuruk, sering kali ia mencoba untuk mengangkat kembali dirinya dengan cara menghukum dirinya sendiri dengan ketakutan yang muram dan gelap. Itu bukan cara untuk bangkit dari keterpurukan, itu hanya melanjutkan keterpurukan itu. Bagaikan merantai sayap elang agar ia dapat terbang, demikianlah keraguan meningkatkan kasih karunia kita. Bukan hukum, melainkan injillah yang pertama menyelamatkan jiwa yang mencari; dan bukanlah perbudakan hukum, melainkan kemerdekaan injillah yang dapat memulihkan orang percaya setelah dia terpuruk. Ketakutan seorang budak tidak membawa seorang penyeleweng kembali kepada Allah, tetapi rayuan kasih yang manis menarik dia ke pelukan Yesus. Apakah engkau haus akan Allah yang hidup pagi ini, dan tidak bahagia karena engkau tidak mendapatkan-Nya sebagai sukacita hatimu? Apakah engkau sudah kehilangan sukacita agamamu, dan apakah ini doamu, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" [Mazmur 51:12]? Apakah engkau menyadari juga gersangnya dirimu, seperti tanah yang kering; bahwa engkau tidak berbuah bagi Allah, yang mana Allah berhak atasnya; bahwa engkau tidak terlalu berguna dalam Gereja, atau dalam dunia ini, seperti yang diharapkan hatimu? Maka ini tepatnya janji yang engkau perlukan, "Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus." Engkau akan menerima anugerah yang sangat engkau perlukan, dan engkau akan mendapatinya sebanyak yang engkau perlukan. Air menyegarkan orang yang haus: engkau akan disegarkan; hasratmu akan dipuaskan. Air membangunkan hidup sayuran yang tertidur: hidupmu akan dibangunkan oleh anugerah yang baru. Air membesarkan tunas dan mematangkan buah; engkau akan memiliki anugerah yang membuatmu berbuah; engkau akan dibuat berbuah dalam jalan Allah. Apapun kualitas baik yang ada dalam anugerah ilahi, engkau akan menikmatinya sepenuhnya. Engkau akan menerima semua kekayaan anugerah ilahi dengan berlimpah; engkau akan sampai basah kuyup dengan anugerah itu: dan terkadang padang rumput dibanjiri oleh ledakan air sungai, dan ladang-ladang itu berubah menjadi kolam air, begitu pula engkau — tanah yang haus akan menjadi sumber-sumber air.
____________________
[1] Dalam KJV, I will pour water upon him that is thirsty. Aku akan mencurahkan air kepada dia yang haus.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


November 07, 2019, 07:15:39 AM
Reply #824
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1107

Kamis, 7 November 2019

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku. [Yesaya 49:16]

Tentunya sebagian dari keheranan yang berpusat pada kata “Lihat,” digemparkan oleh ratapan ketidakpercayaan dari kalimat sebelumnya. Sion berkata, "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." [Yesaya 49:14] Betapa mengejutkannya pikiran Ilahi pada ketidakpercayaan yang jahat ini. Apa lagi yang bisa lebih mengherankan daripada ketidakpercayaan dan ketakutan yang tak beralasan dari umat yang kepadanya Allah berkenan? Kata-kata teguran Tuhan yang penuh kasih ini seharusnya membuat kita tersipu; Ia berseru, “Bagaimana mungkin Aku melupakanmu, ketika Aku sudah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku? Betapa beraninya engkau meragukan Aku yang selalu mengingatmu, padahal tanda peringatan itu sudah ditetapkan di dalam daging-Ku sendiri?” Oh ketidakpercayaan, betapa aneh nan ajaib engkau! Kita tidak tahu mana yang lebih mengherankan, kesetiaan Allah atau ketidakpercayaan umat-Nya. Ia memenuhi janji-Nya seribu kali, dan masih saja dalam ujian selanjutnya kita lagi-lagi meragukan-Nya. Ia tidak pernah gagal ataupun mengecewakan; Ia tidak pernah merupakan sumur yang kering; Ia tidak pernah merupakan matahari yang terbenam, meteor yang lewat saja, atau uap yang meleleh; tapi tetap saja kita selalu dipenuhi dengan keraguan, dianiaya kesangsian, dan terganggu oleh ketakutan, seakan-akan Allah kita sekadar fatamorgana gurun. “Lihat,” adalah kata yang dimaksudkan untuk memancing kekaguman. Di sini tentunya kita memiliki tema kekaguman. Langit dan bumi pun takjub bahwa pemberontak-pemberontak bisa mendapatkan kedekatan dengan hati kasih-Nya yang tidak terhingga sampai-sampai ditulis di telapak tangan-Nya. “Aku sudah melukiskan engkau.” Tidak dikatakan, “namamu.” Namamu tentunya ada, tetapi itu belum semua: “Aku sudah melukiskan engkau.” Lihatlah betapa penuhnya perkataan itu! Aku sudah melukiskan dirimu, gambaranmu, kejadianmu, situasi-situasimu, dosa-dosamu, godaan-godaanmu, kelemahan-kelemahanmu, kebutuhan-kebutuhanmu, perbuatan-perbuatanmu; Aku sudah melukiskan engkau, semuanya tentang engkau, apapun mengenai engkau; Aku sudah menaruh engkau seluruhnya di sana. Akankah engkau mengatakan lagi bahwa Allah sudah melupakan engkau ketika Ia sudah melukiskan engkau di telapak tangan-Nya sendiri?
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



November 08, 2019, 05:58:03 AM
Reply #825
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1108

Jumat, 8 November 2019

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. [Kolose 2:6]

Kehidupan iman diwakili oleh menerima—sebuah perbuatan yang artinya sangat berlainan dengan layak atau pantas. Perbuatan itu hanyalah menerima hadiah. Seperti bumi minum air hujan, seperti laut menerima aliran sungai-sungai, seperti malam mendapat cahaya dari bintang-bintang, kita pun, tanpa memberikan apapun, menerima anugerah Allah dengan cuma-cuma. Orang-orang kudus, menurut kodratnya, bukanlah sumur, ataupun aliran sungai, mereka sekadar penampungan air yang kepadanya air hidup mengalir; mereka adalah wadah kosong yang kepadanya Allah mencurahkan keselamatan-Nya. Konsep menerima memiliki makna penyataan, yaitu menjadikan suatu hal sebuah realitas. Seseorang tidak bisa menerima sebuah bayangan; kita menerima sesuatu yang substansial: begitu juga dengan kehidupan iman, Kristus menjadi realitas bagi kita. Ketika kita tidak beriman, Yesus hanyalah sebuah nama bagi kita—seorang yang hidup pada zaman dahulu, begitu kunonya sehingga kehidupan-Nya hanyalah sebuah sejarah bagi kita sekarang! Dengan perbuatan iman Yesus menjadi Seorang yang nyata di dalam kesadaran hati kita. Tetapi menerima juga bermakna mengenggam atau memiliki. Hal yang aku terima menjadi milikku: aku memperuntukkan bagiku hal yang sudah diberikan. Ketika aku menerima Yesus, Ia menjadi Juruselamatku, sungguh milikku sehingga hidup maupun maut tidak bisa merenggut Dia dariku. Semua ini adalah menerima Kristus—menerima-Nya sebagai hadiah cuma-cuma dari Allah; merealisasikan-Nya di dalam hatiku, dan menjadikan-Nya milikku.

Keselamatan bisa digambarkan sebagai seorang buta menerima penglihatan, seorang tuli menerima pendengaran, seorang mati menerima hidup; tetapi kita bukan saja menerima berkat-berkat ini, kita sudah menerima Kristus Yesus sendiri. Sungguh benar kalau Ia memberikan kita hidup dari kematian. Ia memberikan kita pengampunan dosa; Ia memberikan pembenaran. Semua ini adalah hal-hal yang berharga, tetapi kita tidak boleh puas dengan hal-hal tersebut; kita sudah menerima Kristus sendiri. Putra Allah sudah dicurahkan kepada kita, dan kita sudah menerima Dia, dan menjadikannya milik kita. Betapa mulianya Yesus, bahkan surga pun tidak bisa memuat-Nya!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



November 09, 2019, 05:29:54 AM
Reply #826
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1109

Sabtu, 9 November 2019

Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. [Kolose 2:6]

Jika kita sudah menerima Kristus itu sendiri di dalam hati kita yang terdalam, hidup baru kita akan menunjukkan hubungan yang erat dengan-Nya melalui perjalanan iman di dalam Dia. Berjalan merupakan tindakan. Agama kita bukan untuk disembunyikan di dalam kamar kita; kita harus membawanya menjadi tindakan sesuai dengan kepercayaan kita. Jikalau seseorang berjalan di dalam Kristus, maka ia akan berbuat apa yang Kristus akan perbuat; karena dengan Kristus ada di dalam dirinya, harapannya, kasihnya, sukacitanya, dan hidupnya, dia memancarkan sinar dari gambar Yesus; dan orang-orang akan berkomentar tentang dia, “Dia seperti Tuannya, dia hidup seperti Yesus Kristus.” Berjalan menunjukkan kemajuan. “Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”; lanjutlah dari anugerah ke anugerah selanjutnya, berlarilah ke depan sampai engkau mencapai pengetahuan setinggi mungkin mengenai Dia kekasih kita. Berjalan berarti berkelanjutan. Haruslah ada kepatuhan yang terus-menerus di dalam Kristus. Berapa banyak orang Kristen berpikir bahwa pada pagi dan malam hari mereka harus datang ke dalam hadirat Yesus, tapi sepanjang hari memberikan hati mereka kepada dunia: tetapi ini adalah cara hidup yang buruk; kita harus selalu bersama Dia, menapak langkah-langkah-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Berjalan juga berarti kebiasaan. Ketika berbicara tentang perjalanan dan perbincangan seseorang, yang kita maksudkan adalah kebiasaannya, yakni karakter dan arah hidupnya. Nah, kalau kita kadang-kadang menikmati Kristus, tetapi lalu melupakan-Nya, kadang-kadang menyebut-Nya milik kita, tetapi segera kehilangan pegangan kita, itu tidak disebut kebiasaan; kita tidak berjalan di dalam-Nya. Kita harus turut bersama-Nya, melekat dengan-Nya, tidak pernah melepaskan-Nya, melainkan hidup dan berada bersama Dia. [Kis 17:28] ”Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”; setia seperti saat engkau memulai, dan, seperti pada mulanya Kristus Yesus adalah kepercayaan imanmu, sumber hidupmu, prinsip perbuatanmu, dan sukacita rohmu, hendaklah Dia tetap sama hingga akhir hidupmu, sama saat engkau berjalan dalam lembah kekelaman, dan masuk ke dalam sukacita dan istirahat yang tetap bagi umat Allah. Oh ROH KUDUS, mampukan kami menaati perintah sorgawi ini.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




November 10, 2019, 04:41:17 AM
Reply #827
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1110

Minggu, 10 November 2019

Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu. [Ulangan 33:27]

"Tempat perlindungan" bisa diartikan sebagai “gedung”, atau “tempat tinggal,” yang memberikan ide bahwa Allah adalah tempat tinggal kita, rumah kita. Ada rasa penuh dan manis pada perumpamaan ini, karena hal yang sangat dekat dengan hati kita adalah rumah kita, meskipun itu sebuah gubuk yang sederhana, ataupun loteng yang sempit; dan yang jauh lebih dekat adalah Allah kita yang terpuji, yang di dalam-Nya kita hidup, kita bergerak, kita ada [Kis 17:28]. Di rumahlah kita merasa aman: kita menutup dunia luar dan berdiam dalam rasa aman yang tentram. Demikian pula ketika kita bersama Allah, kita “tidak takut bahaya.” [Mazmur 23:4] Ia adalah perlindungan dan pengungsian kita, tempat berlindung kita yang kekal. Di rumah, kita beristirahat; di situlah kita memperoleh peristirahatan sehabis lelah dan keringat dari bekerja seharian. Dan demikianlah hati kita memperoleh peristirahatan di dalam Allah, ketika, di tengah lelahnya konflik hidup, kita berpaling kepada-Nya, dan jiwa kita berdiam dengan tentram. Di rumah, juga, hati kita menjadi lega kita tidak khawatir disalahpahami, ataupun kata-kata kita disalahartikan. Demikian ketika kita bersama Allah, kita bisa berelasi secara bebas dengan-Nya, meletakkan keinginan-keinginan kita yang tersembunyi; karena jikalau “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,” [Mazmur 25:14] [1] maka segala rahasia orang-orang yang takut akan Dia pastilah, dan haruslah, ada pada TUHAN mereka. Rumah, juga, adalah tempat kebahagiaan kita yang sesungguhnya dan semurninya: dan di dalam Allah-lah hati kita memperoleh kesukaan yang terdalam. Kita memperoleh sukacita di dalam Dia yang melebihi sukacita apapun. Demi rumah pula kita bekerja dan berusaha. Memikirkan akan rumah memberi kita kekuatan untuk menanggung beban sehari-hari, dan membangunkan jari-jari kita untuk menyelesaikan tugas; dan dalam pengertian ini kita juga bisa mengatakan bahwa Allah adalah rumah kita. Kasih kepada-Nya menguatkan kita. Kita memikirkan Dia dalam pribadi Putera-Nya yang tercinta; dan sekilas saja wajah Penebus yang menderita sudah memaksa kita untuk berusaha demi tujuan-Nya. Kita merasa harus bekerja, karena kita memiliki saudara-saudara yang masih harus diselamatkan, dan kita memiliki hati Bapa untuk kita bahagiakan dengan memulangkan anak-anak-Nya yang tersesat; kita akan memenuhi keluarga sakral yang di antaranya kita berada dengan kegirangan kudus. Berbahagialah mereka yang memiliki Allah Yakub sebagai tempat perlindungan mereka!
____________________
[1] Dalam KJV, The secret of the LORD is with them that fear him: Rahasia TUHAN ada bersama orang yang takut akan Dia.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



November 11, 2019, 06:22:36 AM
Reply #828
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1111

Senin, 11 November 2019

Di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. [Ulangan 33:27]

Allah — Allah yang kekal — adalah tumpuan kita setiap waktu, dan terutama saat kita tenggelam ke suatu masalah yang dalam. Ada saat seorang Kristen tenggelam begitu rendah dalam kehinaan. Di bawah kesadaran akan dirinya yang berdosa besar, ia menjadi rendah hati di hadapan Allah sampai-sampai ia hampir tidak tahu lagi bagaimana berdoa, karena ia tampak, dalam pandangan dirinya sendiri, begitu tidak berarti. Wahai engkau anak Allah, ingatlah ketika engkau sedang terpuruk dan hancur, “di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.” Dosa mungkin menarik engkau begitu rendahnya, tetapi penebusan mulia Kristus tetap di bawah segalanya. Engkau mungkin sudah terpuruk sangat dalam, tetapi engkau tidak mungkin terpuruk sampai yang “terdalam;” dan hingga yang terdalam itulah Ia pergi menyelamatkan. Lagi-lagi, seorang Kristen terkadang tenggelam sangat rendah di dalam ujian yang menyakitkan dari luar. Setiap topangan duniawi sudah patah. Jadi bagaimana? Tetap, di bawah dia adalah “lengan-lengan yang kekal.” Ia tidak mungkin jatuh terlalu dalam di dalam kesulitan dan penderitaan tanpa janji anugerah Allah yang kekal kasih setia-Nya terus melingkupinya. Seorang Kristen mungkin tenggelam dalam permasalahan dari dalam melalui konflik yang sengit, tetapi walaupun demikian ia tidak mungkin bisa direndahkan sampai berada di luar jangkauan “lengan-lengan yang kekal” — lengan-lengan tersebut ada di bawah dia; dan, selama keadaannya seperti itu, semua usaha Iblis untuk mencelakakan dia tidak berhasil.

Kepastian akan tumpuan inilah penghiburan bagi setiap pekerja yang lelah tetapi sungguh-sungguh dalam melayani Allah. Ini berarti sebuah janji akan kekuatan setiap hari, kasih karunia akan setiap kebutuhan, dan tenaga untuk setiap tugas. Dan, lebih jauh lagi, ketika maut datang, janji tersebut akan tetap bertahan dengan kokoh. Ketika kita berdiri di tengah-tengah sungai Yordan, kita akan bisa berkata bersama Daud, “Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” [Mazmur 23:4] Kita akan turun ke kubur, tetapi kita tidak akan lebih rendah lagi, karena lengan-lengan yang kekal mencegah kita jatuh lebih jauh lagi. Sepanjang hidup, dan di penghujungnya, kita akan ditopang “lengan-lengan yang kekal” — lengan-lengan yang takkan letih ataupun hilang kekuatan, karena “Allah kekal tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu.” [Yesaya 40:28]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


November 12, 2019, 06:22:52 AM
Reply #829
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1112

Selasa, 12 November 2019

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu. [1 Petrus 1:7]

Iman yang belum diuji bisa saja merupakan iman yang benar, tetapi tentunya itu adalah iman yang kecil, dan hampir pasti akan tetap kerdil selama tidak diuji. Iman tidak berbuah sebaik ketika segala sesuatu melawan iman itu: badai adalah pelatih iman, dan petir adalah penerang iman. Ketika ketenangan menguasai laut, kembangkan layar sesukamu, kapal tetap tidak bergerak ke pelabuhan, karena di samudera yang terlelap kapal juga tertidur. Biarkan angin bertiup, dan biarkan air terangkat, kemudian, meski kapal bergoncang, dan geladak kapal didera ombak, dan tiangnya berderak ditekan layar yang terkembang, itulah saatnya kapal itu bergerak menuju daratan tujuannya. Tidak ada bunga yang memiliki warna biru seindah bunga-bunga yang tumbuh di kaki sungai es yang beku; tidak ada bintang yang bersinar seterang bintang-bintang yang bercahaya di langit kutub; tidak ada air semanis air di tengah gurun pasir; dan tidak ada iman yang seberharga iman yang hidup dan menang dalam kesulitan. Iman yang teruji menghasilkan pengalaman. Engkau tidak mungkin percaya kelemahanmu kalau engkau belum pernah didesak melewati sungai-sungai; dan engkau tidak akan mengerti kemahakuasaan Allah kalau engkau belum pernah ditopang di tengah-tengah luapan air. Iman semakin kuat dalam keteguhannya, keyakinannya, dan intensitasnya, seiring iman itu dilatih di dalam kesukaran. Baik iman maupun ujian iman, keduanya berharga.

Tetapi, jangan sampai hal ini mengecilkan hati mereka yang masih baru di dalam iman. Engkau akan mengalami cukup ujian tanpa perlu mencari-carinya; bagian sepenuhnya akan diukurkan kepadamu pada waktunya. Sementara itu, kalau engkau tidak bisa mengklaim hasil dari pengalaman yang panjang, bersyukurlah kepada Allah atas anugerah yang engkau miliki; pujilah Dia atas seukuran keyakinan kudus yang telah engkau peroleh: berjalanlah berdasarkan kaidah itu, dan engkau akan mendapatkan berkat Allah yang lebih dan lebih lagi, sampai imanmu memindahkan gunung-gunung dan mengalahkan kemustahilan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)