Author Topic: Devosi GRII  (Read 25175 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 13, 2019, 06:33:46 AM
Reply #860
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1213

Jumat, 13 Desember 2019

Garam tidak terbatas. [Ezra 7:22]

Garam digunakan untuk setiap persembahan bakaran untuk Tuhan, dan berdasarkan sifatnya yang mengawetkan dan memurnikan itu, garam adalah lencana ucapan syukur atas anugerah ilahi yang ada di dalam jiwa. Layak kita perhatikan bahwa, ketika Artahsasta memberikan garam kepada imam Ezra, ia tidak membatasi jumlahnya, dan kita pun bisa cukup yakin bahwa ketika sang Raja di atas segala raja memberikan anugerah kepada imam-imam-Nya yang setia, persediaannya tidak akan dibatasi oleh Dia. Kita sering serba kurang di dalam diri kita sendiri, tapi tidak pernah kekurangan di dalam Tuhan. Ia yang mengumpulkan banyak manna akan mendapatkan dirinya menemukan sebanyak yang ia harapkan. Di Yerusalem tidak ada kelaparan yang mengharuskan penduduknya makan roti dan minum air yang sudah diukur terlebih dahulu. Beberapa hal dalam ekonomi anugerah memang diukur; misalnya cuka dan racun diberikan kepada kita dengan dosis yang begitu tepat sehingga kita tidak akan mendapatkan terlalu banyak setetes pun, tetapi untuk garam anugerah tidak diberi batas, "Mintalah yang engkau kehendaki dan yang engkau minta akan diberikan kepadamu." Orang tua perlu mengunci lemari buah, dan botol permen, tapi tempat garam tidak perlu dikunci dan digembok, karena hampir tidak ada anak kecil yang rakus akan garam. Seseorang bisa memiliki terlalu banyak uang, atau terlalu banyak harga diri, tetapi ia tidak bisa memiliki terlalu banyak anugerah. Ketika Yesyurun menjadi gemuk dalam kedagingannya, ia menendang ke belakang melawan Allah [Ulangan 32:15], tetapi kita tidak perlu takut seseorang terlalu kenyang dalam anugerah: terlalu banyak anugerah adalah hal yang mustahil. Makin banyak harta menimbulkan makin banyak urusan, tetapi makin banyak anugerah menghasilkan makin banyak sukacita. Hikmat yang meningkat merupakan kesedihan yang meningkat [Pengkhotbah 1:18], tetapi limpahnya ROH KUDUS adalah penuhnya sukacita. Orang percaya, pergilah menghadap ke takhta untuk mendapatkan garam surgawi yang tidak terbatas. Garam itu akan membumbui kesusahanmu, yang rasanya hambar tanpa garam; itu akan mengawetkan hatimu yang akan membusuk jika garam tidak ada, dan garam itu akan membunuh dosa-dosamu seperti garam membunuh reptil. Engkau perlu banyak; mintalah banyak-banyak, dan milikilah banyak-banyak.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 14, 2019, 06:04:31 AM
Reply #861
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1214

Sabtu, 14 Desember 2019

Mereka berjalan makin lama makin kuat. [Mazmur 84:7]

Mereka pergi dari satu kekuatan ke kekuatan selanjutnya. [1] Ada beberapa versi terjemahan perkataan ini, tetapi semuanya mengandung makna kemajuan.

Terjemahan versi kita sudah cukup untuk pagi ini. "Mereka pergi dari satu kekuatan ke kekuatan selanjutnya." Artinya, mereka semakin kuat. Biasanya, ketika kita berjalan, kita yang kuat lama-lama menjadi lemah; kita berangkat dengan segar dan dalam keadaan yang baik, tetapi seiring dengan jalan yang semakin sulit dan matahari yang terik, kita duduk di pinggir jalan, dan kemudian melanjutkan perjalanan kita yang melelahkan. Tetapi musafir Kristen yang memperoleh persediaan anugerah yang segar, tetap bertenaga seperti saat ia memulai perjalanan, walaupun telah bertahun-tahun melalui perjalanan dan pergumulan. Ia mungkin tidak terlalu lincah dan gesit, dan juga mungkin ia tidak terlalu bersemangat dan giat seperti sebelumnya, tetapi ia jauh lebih kuat dalam segala hal yang dapat disebut kekuatan sejati, dan terus berjalan, andaikata lebih lambat pun, dengan lebih yakin. Beberapa veteran yang beruban pun masih sangat kuat dalam memegang teguh kebenaran, dan giat dalam menyebarkan kebenaran, seperti ketika mereka masih muda; tetapi, sayang, harus diakui justru sering terjadi yang sebaliknya, banyak orang yang kasihnya mendingin dan kejahatannya semakin melimpah, tetapi hal ini adalah dosa mereka sendiri dan bukan kesalahan dari janji yang sampai sekarang masih tetap setia: "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." [Yesaya 40:30-31] Roh ketakutan duduk dan gelisah sendiri akan masa depannya. "Aduh!" katanya, "kita pergi dari satu kesusahan ke kesusahan selanjutnya." Memang benar, wahai engkau yang kecil imannya, tetapi engkau pergi dari satu kekuatan ke kekuatan selanjutnya juga. Engkau tidak akan pernah menemukan suatu masalah yang tidak dibalut dengan anugerah yang cukup di tengah-tengahnya. Allah akan memberikan kekuatan seorang manusia yang matang dengan beban yang dipikul oleh bahu yang dewasa.
____________________
[1] Dalam KJV, They go from strength to strength.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 15, 2019, 04:24:01 AM
Reply #862
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1215

Minggu, 15 Desember 2019

Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. [Rut 1:14]

Mereka berdua sayang kepada Naomi, dan mereka berangkat bersama Naomi yang kembali ke tanah Yudea. Tapi masa pencobaan datang; Naomi dengan tidak egois menyatakan kepada mereka berdua tentang ujian yang akan menghadang mereka, dan menawarkan mereka apakah mereka ingin kembali kepada teman-teman Moab mereka demi kemudahan dan kenyamanan mereka. Awalnya mereka berdua menyatakan bahwa mereka akan hidup di tengah-tengah umat Tuhan; tapi setelah berpikir lebih lanjut, Orpa dengan penuh kesedihan dan dengan ciuman yang penuh hormat meninggalkan ibu mertuanya, dan orang-orangnya, dan Allahnya, dan kembali kepada teman-temannya yang menyembah berhala, sementara Rut dengan sepenuh hati menyerahkan dirinya kepada Allah ibu mertuanya. Mencintai jalan Tuhan ketika segalanya berjalan baik, merupakan hal yang cukup berbeda dengan tetap berpegang erat kepada jalan Tuhan di dalam segala putus asa dan kesulitan. Ciuman yang kelihatan itu murahan dan gampang dilakukan, tetapi berpegang erat pada Tuhan secara nyata, yang harus kelihatan dari keputusan yang suci untuk memilih kebenaran dan kekudusan, bukan merupakan perkara yang mudah. Bagaimana dengan kita, apakah hati kita mengarah kepada Yesus, apakah korban hari raya itu terikat dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah [Mazmur 118:27]? Sudahkah kita memperhitungkan harganya, dan apakah kita sungguh-sungguh siap mengalami segala kehilangan duniawi demi Tuan kita? Kita akan mendapatkan kompensasi yang melimpah, sebab harta Mesir tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan. Orpa tidak lagi disebut-sebut; dalam kenyamanan gemilang dan kenikmatan berhala hidupnya meleleh ke dalam suramnya maut; tapi Rut hidup dalam sejarah dan dalam surga, sebab anugerah menempatkan dia dalam jalur silsilah luhur yang melahirkan Raja atas segala raja [Matius 1:5]. Diberkatilah di antara semua perempuan yaitu mereka yang demi Kristus dapat merelakan segalanya; tetapi terlupalah, dan bahkan lebih buruk dari itu, mereka yang pada saat pencobaan melanggar hati nurani dan berpaling kepada dunia. Oh semoga pagi ini kita tidak puas dengan bentuk pengabdian yang mungkin tidak lebih baik daripada ciuman Orpa, tetapi semoga ROH KUDUS mengerjakan di dalam kita yaitu keteguhan dari seluruh hati kita untuk terus berpegang kepada Yesus, Tuhan kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 16, 2019, 06:14:15 AM
Reply #863
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1216

Senin, 16 Desember 2019

Marilah kepada-Ku. [Matius 11:28]

Teriakan agama Kristen adalah kata yang lembut, "Marilah." Hukum Yahudi dengan keras berkata, "Pergilah, perhatikan langkah-langkahmu pada jalan sempit yang harus engkau jalani. Langgar perintah itu, maka engkau akan binasa; patuhi, dan engkau akan hidup." Hukum tersebut adalah sistem yang menakutkan, yang menyetir manusia seperti menggunakan cambuk; injil memikat dengan pita-pita kasih. Yesus adalah Gembala yang baik yang berjalan di depan domba-domba-Nya, yang meminta mereka mengikuti-Nya, dan selalu memimpin mereka maju dengan kata yang manis ini, "Marilah." Hukum mengusir, injil memikat. Hukum memperlihatkan jarak yang terdapat di antara Allah dan manusia; injil menjembatani jurang yang mengerikan itu, dan membawa pendosa menyebranginya.

Sejak saat pertama kehidupan rohanimu hingga engkau diantar kepada kemuliaan, bahasa Kristus untuk engkau adalah, "Marilah, marilah kepada-Ku." Seperti seorang ibu mengajukan jarinya pada anaknya yang kecil dan membujuknya berjalan dengan berkata, "Marilah," begitu pula Yesus. Ia akan selalu berada di depan engkau, meminta engkau untuk mengikuti-Nya seperti tentara yang mengikuti kaptennya. Ia akan selalu berjalan di hadapan engkau untuk meratakan jalanmu, dan membersihkan jalanmu, dan engkau akan mendengar suara-Nya yang hidup memanggil engkau untuk mengikuti Dia sepanjang hidupmu; sementara itu dalam jam kematianmu yang khidmat, Ia mengantar engkau ke dalam dunia surgawi dengan perkataan manis ini — "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku." [Matius 25:34]

Bahkan, lebih jauh, bukan saja ini adalah pekikan Kristus kepadamu, tetapi, jika engkau adalah seorang percaya, ini adalah pekikmu kepada Kristus — "Mari! mari datanglah!" Engkau akan merindukan kedatangan kedua-Nya; engkau akan berkata, "Marilah datang segera, datanglah Tuhan Yesus." [Wahyu 22:20] Engkau akan sangat mengharapkan persekutuan yang lebih dekat dan akrab dengan-Nya. Sama halnya dengan suara-Nya kepadamu, "Marilah," tanggapan engkau kepada-Nya adalah, "Marilah datang, Tuhan, dan tinggallah padaku. Marilah, dan isilah takhta hatiku hanya oleh diri-Mu; memerintahlah di dalamnya tanpa penghalang, dan kuduskanlah diriku seluruhnya untuk pelayanan-Mu."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 17, 2019, 04:47:44 AM
Reply #864
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1217

Selasa, 17 Desember 2019

Aku teringat kepada kasihmu. [Yeremia 2:2] [1]

Mari perhatikan bahwa Kristus senang memikirkan Gereja-Nya, dan memandang keindahannya. Seperti burung yang sering kembali ke sarangnya, dan seperti seorang musafir bergegas pulang ke rumahnya, begitu pula pikiran terus-menerus mengejar objek pilihannya. Kita tidak dapat merasa terlalu sering jika memandangi wajah yang kita kasihi; kita selalu ingin hal-hal yang berharga ada dalam pandangan kita. Begitu pula Tuhan Yesus kita. Dari segala kekekalan "kesenangan-Nya adalah anak-anak manusia;" [Amsal 8:31] pikiran-Nya bergulir menuju waktu di saat umat pilihan-Nya dilahirkan ke dalam dunia; Ia melihat mereka pada cermin rencana-Nya. "Dalam kitab-Mu," kata-Nya, "semua [anggota tubuhku] tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya." (Maz 139:16) Ketika di atas alas bumi Ia menaruh daratan [1 Samuel 2:8], Ia berada di sana, dan Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel." [Ulangan 32:8] Berkali-kali sebelum inkarnasi-Nya, Ia turun ke bumi dalam wujud mirip seorang manusia; di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre (Kej 18), di sungai Yabok (Kej 32:24-30), di bawah tembok Yerikho (Yos 5:13), dan di dalam api perapian di Babel (Dan 3:19, 25), Anak Manusia mengunjungi umat-Nya. Karena jiwa-Nya bersuka atas mereka, Ia tidak dapat bersantai jauh dari mereka, karena hati-Nya merindukan umat-Nya. Tak pernah mereka tidak hadir di hati-Nya, karena Ia telah menuliskan nama-nama mereka di atas telapak tangan-Nya, dan mengukirkan di sisi-Nya. Seperti baju zirah yang bertuliskan nama-nama suku Israel merupakan perhiasan paling cemerlang yang dikenakan oleh imam besar, begitu pula nama-nama umat pilihan Kristus adalah permata yang paling berharga bagi-Nya, yang berkilauan di hati-Nya. Kita mungkin sering lupa merenungkan kesempurnaan Tuhan kita, tetapi Ia tidak pernah berhenti mengingat kita. Marilah kita tegur diri kita atas kelalaian di masa lampau, dan berdoa demi anugerah untuk selalu dengan mesra mengingat akan Dia. Tuhan, lukiskanlah di bola mata jiwaku gambar Anak-Mu.
____________________
[1] Dalam KJV, I remember thee, Aku ingat akan engkau.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 18, 2019, 10:33:19 AM
Reply #865
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1218

Rabu, 18 Desember 2019

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu. [Yoel 2:13]

Mengoyakkan pakaian dan tanda-tanda emosi agamawi yang tampak dari luar, mudah untuk dilakukan dan seringkali munafik; tetapi merasakan pertobatan sejati adalah hal yang jauh lebih sulit, dan alhasil jauh lebih tidak lazim. Orang akan taat pada peraturan upacara yang paling rumit dan rinci — sebab hal-hal itu menyenangkan daging — tetapi agama yang sejati terlalu merendahkan hati, begitu menyelidiki hati, terlalu teliti bagi selera manusia daging; mereka lebih suka pamer, yang lemah, dan yang duniawi. Ketaatan lahiriah nyaman untuk sementara; mata dan telinga disenangkan; keangkuhan diri dipuaskan, dan pembenaran diri ditinggikan: tetapi semuanya pada akhirnya menyesatkan, karena dalam saat kematian, dan pada hari penghakiman, jiwa kita membutuhkan sandaran yang lebih substansial daripada sekedar upacara dan ritual keagamaan. Tanpa kesalehan vital, semua agama sungguh sia-sia; demikian pula tanpa hati yang tulus, setiap bentuk ibadah adalah tiruan yang khusyuk dan penghinaan yang lancang kepada Yang Mahabesar di sorga.

Mengoyakkan hati dikerjakan secara ilahi dan dirasakan secara khidmat. Mengoyakkan hati merupakan kesedihan rahasia yang dialami secara pribadi, bukan sekedar merupakan bentuk, tetapi sebagai pekerjaan ROH KUDUS yang mendalam, yang menggerakkan jiwa dalam setiap orang percaya. Mengoyakkan hati bukan hal yang tinggal dibicarakan dan dipercayai saja, melainkan harus dengan tajam dan peka dirasakan setiap anak yang hidup dari Allah yang hidup. Mengoyakkan hati merendahkan diri kita secara dahsyat, dan menghapuskan dosa secara menyeluruh; tetapi juga merupakan persiapan yang manis untuk penghiburan yang penuh rahmat, yang tidak dapat diterima roh-roh yang sombong dan memegahkan diri; mengoyakkan hati juga membedakan secara jelas umat yang dipilih Allah, sebab tindakan ini hanya ada pada mereka.

Ayat ini menyuruh kita mengoyakkan hati kita, tetapi hati kita secara alami keras seperti batu pualam: kalau begitu, bagaimana mungkin dilakukan? Kita harus membawa hati kita ke Kalvari: suara Juruselamat yang sekarat itu pernah mengoyak batu karang, dan saat ini pun sama berkuasanya. Oh Roh yang terpuji, izinkan kami mendengar tangisan kematian Yesus, agar hati kami terkoyak seperti orang mengoyak pakaiannya waktu meratap.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 19, 2019, 04:34:57 AM
Reply #866
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1219

Kamis, 19 Desember 2019

Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN. [Amsal 16:33]

Jika keputusan undi saja merupakan milik TUHAN, siapakah yang mengatur seluruh hidup kita? Jika pembuangan undi yang sederhana dipimpin oleh-Nya, apalagi peristiwa-peristiwa seluruh kehidupan kita—terutama ketika kita diberitahukan Juruselamat yang mulia: "Rambut kepalamu pun terhitung semuanya: tidak ada seekor burung pipit akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu." [Matius 10:29-30] Hai kawan, kalau engkau selalu ingat akan hal ini, pikiranmu akan mengalami ketentraman kudus. Pikiranmu akan dilegakan dari kegelisahan, sehingga engkau bisa berjalan lebih baik dalam kesabaran, ketenangan, dan keceriaan seperti seharusnya seorang Kristen. Ketika seseorang cemas, ia tidak dapat berdoa dengan iman; dan ketika gelisah dengan dunia, ia tidak bisa melayani Tuannya, sebab pikirannya melayani dirinya sendiri. Jika engkau "mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya," maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. [Matius 6:33] Engkau turut campur dalam urusan Kristus, dan mengabaikan urusanmu sendiri ketika engkau resah dengan nasib dan keadaanmu. Engkau mencoba mengerjakan pekerjaan "pemeliharaan" dan lupa bahwa engkau seharusnya taat. Jadilah bijak dan taat, biarkan Kristus mengurus "pemeliharaan"mu. Marilah amati gudang persediaan Bapa, dan tanyai dirimu apakah Dia akan membiarkanmu kelaparan sementara Dia menumpuk begitu banyak kelimpahan di dalam lumbung-Nya? Lihat hati belas kasihan-Nya; periksalah apakah mungkin hati-Nya ternyata kejam! Lihat hikmat-Nya yang tak terselami; periksa apakah hikmat-Nya mungkin bersalah. Lebih dari segalanya, pandanglah kepada Yesus Kristus Perantaramu, dan tanyakan dirimu, sementara Dia memohon, mungkinkah Bapamu tidak bermurah hati kepadamu? Jikalau burung pipit pun Dia ingat, mungkinkah Dia melupakan salah satu anak-Nya yang paling kecil dan malang? "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah." [Maz 55:22]

        Jiwaku, tenteramlah dalam kerendahanmu,
        bukan harap ataupun hasrat akan hormat atau masyhur;
        Miliki perkenanan dari Kehendak Ilahi,
        jadilah itu muliamu, dan kekayaan itu milikmu.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 20, 2019, 04:41:37 AM
Reply #867
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1220

Jumat, 20 Desember 2019

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal. [Yeremia 31:3]

Kadang Tuhan Yesus memberitahukan Jemaat-Nya tentang pikiran kasih-Nya. "Dia tidak merasa cukup hanya dengan mengatakannya di belakang punggung jemaat-Nya, maka dalam kehadiran jemaat-Nya Dia berkata, 'Engkau cantik sekali, manisku.' [Kidung Agung 4:7] Memang ini bukan cara-Nya yang biasa; Dia adalah pengasih yang bijak, dan mengetahui kapan harus menyimpan dan kapan harus menyatakan kemesraan kasih-Nya; tapi ada saat-saat Dia tidak merahasiakannya; saat-saat Dia meletakkan kemesraan kasih-Nya tanpa bisa diragukan lagi pada jiwa-jiwa umat-Nya" (Khotbah-khotbah R. Erskine). ROH KUDUS sering kali berkenan, dengan cara yang begitu anggun, menyaksikan bersama roh kita akan kasih Yesus. Dia menyatakan hal-hal mengenai Kristus kepada kita. Tidak ada suara yang terdengar dari awan-awan, dan tidak ada penglihatan pada malam hari, tetapi kita memiliki kesaksian yang lebih yakin daripada kedua hal tadi. Andaikata malaikat terbang dari surga dan memberitahukan seorang kudus secara pribadi akan kasih Juruselamat kepadanya, hal itu bukanlah bukti yang lebih memuaskan daripada bukti yang ditanam di dalam hati oleh ROH KUDUS sendiri. Tanyakan kepada umat Tuhan yang telah hidup begitu dekat dengan gerbang surga, dan mereka akan memberi tahu engkau bahwa mereka telah mengalami masa-masa di mana kasih Kristus merupakan fakta yang begitu jelas yang pasti, sehingga mereka tidak bisa meragukan kasih Kristus lebih daripada mempertanyakan keberadaan mereka. Ya, orang percaya yang terkasih, engkau dan aku telah melewati saat-saat yang menyegarkan karena kehadiran Tuhan, dan kemudian iman kita telah naik ke puncak-puncak jaminan. Kita telah memiliki keyakinan untuk menaruh kepala kita dekat kepada Tuhan, dan kita tidak lagi mempertanyakan kasih Tuan kita kepada kita lebih daripada Yohanes ketika dia dalam postur yang penuh berkat itu; bahkan, jauh dari itu: sebab pertanyaan yang suram itu, "Tuhan, apakah aku yang akan menyangkal Engkau?" telah dibuang jauh dari kita. Ia telah mencium kita dengan kecupan-Nya [Kidung Agung 1:2], dan membunuh keraguan kita dengan keeratan dekapan-Nya. Kasih-Nya lebih manis daripada anggur bagi jiwa kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 21, 2019, 04:15:11 AM
Reply #868
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1221

Sabtu, 21 Desember 2019

Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal. [2 Samuel 23:5]

Perjanjian ini sumbernya ilahi. "Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal." Kata yang agung itu: Ia! Berhenti, jiwaku. Allah, Bapa yang kekal, telah dengan pasti berjanji denganmu; ya Allah yang memfirmankan adanya bumi dengan sepatah kata; Dia, yang turun dari kemuliaannya, memegang tanganmu dan membuat suatu perjanjian denganmu. Bukankah perjanjian itu merupakan sebuah tindakan, suatu perendahan diri yang menakjubkan yang dapat memesona hati kita selama-lamanya jika saja kita benar-benar memahaminya? "IA menegakkan bagiku suatu perjanjian." Seorang raja tidak berjanji denganku — yang lumayan juga; tapi Pangeran segala raja di bumi, Shaddai, Allah Maha Cukup, TUHAN segala zaman, ELOHIM abadi, "Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal." Dan perhatikan, perjanjian itu berlaku terhadap orang tertentu. "Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal." Di sinilah manisnya janji itu bagi setiap orang percaya. Bukan apa-apa bagiku kalau Ia berjanji dengan dunia; aku ingin tahu apakah Ia membuat janji itu bagiku! Bukan masalah apakah Ia membuat suatu perjanjian atau tidak, yang ingin saya tahu adalah apakah Ia membuat perjanjian denganku. Bahagialah jaminan yang menyatakan bahwa Ia membuat janji denganku! Jika Allah ROH KUDUS memberikan jaminan ini padaku, maka keselamatan-Nya adalah milikku, hati-Nya milikku, dan diri-Nya sendiri milikku — Ia adalah Allahku.

Perjanjian ini durasinya kekal. Janji yang kekal berarti janji yang tidak ada permulaannya, dan tidak akan, tidak akan pernah berakhir. Di tengah-tengah ketidakpastian hidup, betapa manisnya mengetahui bahwa "dasar yang diletakkan Allah itu teguh," [2 Timotius 2:19] dan memiliki janji dari Allah sendiri, "Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah." [Mazmur 89:34] Seperti Daud yang sekarat, aku akan menyanyikan ini, walaupun seisi rumahku tidak sedemikian di hadapan Allah [1] seperti yang diinginkan hatiku.
____________________
[1] Dalam KJV, bagian awal 2 Samuel 23:5 adalah, Although my house be not so with God; yet he hath made with me an everlasting covenant. Walaupun rumahku tidak demikian di hadapan Allah; Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 22, 2019, 04:25:34 AM
Reply #869
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24403
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1222

Minggu, 22 Desember 2019

Aku akan meneguhkan engkau. [Yesaya 41:10]

Allah memiliki syarat kuat untuk melaksanakan pernyataan ini; sebab Dia dapat melakukan segalanya. Hai orang percaya, kalau engkau belum bisa mengeringkan samudera kemahakuasaan-Nya, dan belum bisa memecah-belah kekuatan mahakuasa gunung-gunung-Nya yang menjulang, engkau tidak pernah perlu takut. Jangan pernah berpikir bahwa kekuatan manusia akan bisa mengalahkan kuasa Allah. Selama alas bumi [1 Samuel 2:8] yang raksasa itu berdiri, engkau sudah mempunyai cukup alasan untuk kuat bertahan dalam imanmu. Allah yang mengarahkan bumi pada orbitnya, yang memberi kobaran api pada matahari, dan menghias benda penerang langit, Allah yang sama itulah yang telah berjanji untuk menyediakan engkau kekuatan setiap harinya. Selama Dia menopang alam semesta, jangan engkau bermimpi bahwa Dia ternyata tidak bisa memenuhi janji-Nya sendiri. Ingat apa yang Ia lakukan di zaman dahulu, zaman generasi-generasi awal. Ingat bagaimana Dia berfirman dan terjadilah; bagaimana Dia menyuruh, dan teguhlah. Akankah Dia yang menciptakan dunia menjadi lelah? Dia menggantungkan dunia pada kehampaan [Ayub 26:7]; mungkinkah Dia yang melakukan ini tidak bisa menunjang anak-anak-Nya? Apakah mungkin Dia tidak setia kepada perkataan-Nya karena kuasa-Nya kurang? Siapa yang meneduhkan badai? Tidakkah Dia berkendara di atas sayap angin [Mazmur 18:10], dan menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Nya [Mazmur 104:3], dan memegang samudera dengan lekuk tangan-Nya [Yesaya 40:12]? Bagaimana mungkin Ia lalai akan engkau? Setelah Dia mencatatkan janji yang begitu setia ini, akankah engkau walau sebentar saja berpuas diri dengan berpikir bahwa Dia berjanji terlalu muluk-muluk, dan kekuatan-Nya tidak cukup untuk memenuhi janji-Nya? Jangan! Engkau tidak boleh ragu lagi.

O Engkau ya Allahku dan kekuatanku, aku percaya bahwa janji-Mu ini akan dipenuhi, karena persediaan anugerah-Mu tidak terbatas dan tidak pernah habis, dan luapan gudang penyimpanan kekuatan-Mu tidak dapat dikosongkan kawan-kawan-Mu maupun dirampok musuh-musuh-Mu.

        "Sekarang yang lemah menjadi kuat,
        Dan jadikan lengan TUHAN lagu mereka."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)