Author Topic: Devosi GRII  (Read 32733 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 17, 2020, 01:05:00 PM
Reply #980
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0417

Jumat, 17 April 2020

Kamu sudah datang kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. [Ibrani 12:24]

Pembaca, sudahkah engkau datang kepada darah pemercikan? Pertanyaannya bukan apakah engkau sudah datang kepada pengetahuan akan doktrin, atau kepada ketaatan dalam upacara ibadah, atau kepada bentuk pengalaman tertentu, tetapi sudahkah engkau datang kepada darah Yesus? Darah Yesus adalah kehidupan dari segala kesalehan yang terpenting. Apabila engkau telah sungguh datang pada Yesus, kami tahu bagaimana engkau datang—ROH KUDUS dengan manis membawamu ke sana. Engkau datang pada darah pemercikan bukan karena jasamu sendiri. Bersalah, terhilang, dan tak berdaya, engkau datang untuk mengambil darah itu, dan hanya darah itu, sebagai pengharapan kekalmu. Engkau datang kepada salib Kristus, dengan hati yang gemetar dan terluka; dan oh! betapa suara yang berharga bagimu ketika engkau mendengar suara dari darah Yesus! Tetesan darah-Nya bagaikan musik surgawi bagi anak-anak bumi yang menyesali kesalahannya. Kita penuh dosa, tetapi Sang Juruselamat menyuruh kita mengarahkan mata ke arah-Nya, dan saat kita menatap luka-luka-Nya yang mengalir, setiap tetes darah, selagi jatuh, berseru, "Sudah selesai; Aku telah mengakhiri dosa; Aku telah membawa masuk pembenaran kekal." Oh! bahasa yang manis dari darah Yesus yang mahal! Jika engkau pernah datang kepada darah itu, engkau akan terus datang kembali kepadanya. Hidupmu akan mempunyai "mata yang tertuju kepada Yesus." [Ibrani 12:2] Seluruh tingkah lakumu akan menjadi seperti ini — "Datanglah kepada-Nya." [1 Petrus 2:4] Bukan kepada Dia yang pernah kudatangi, tapi kepada Dia yang selalu kudatangi. Jika engkau pernah datang kepada darah pemercikan, engkau akan merasakan kebutuhan untuk datang ke sana setiap hari. Dia yang tidak ingin dibasuh di dalamnya setiap hari, tidak pernah dibasuh di dalamnya sama sekali. Orang percaya selalu merasa darah pemercikan itu sukacitanya dan hak istimewa, bahwa ternyata ada pancuran yang masih terbuka. Pengalaman masa lalu adalah makanan yang menimbulkan keraguan bagi umat Kristen; hanyalah datang kepada Kristus yang dapat memberi kita sukacita dan penghiburan. Pagi ini, marilah kita percikkan lagi ambang pintu kita dengan darah, dan setelah itu merayakan dengan Sang Anak Domba, yakin bahwa malaikat pemusnah pasti melewati kita. [Keluaran 12:23]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.






April 18, 2020, 04:08:28 PM
Reply #981
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0418

Sabtu, 18 April 2020

Perempuan itu mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela. [Yosua 2:21]

Rahab mempercayakan keselamatan dirinya berdasarkan janji dari pengintai itu, yang ia pandang sebagai wakil dari Allah Israel. Imannya sederhana dan teguh, tetapi sangat taat. Mengikatkan tali kirmizi pada jendela adalah tindakan yang sepele, tetapi ia tidak berani beresiko dengan melalaikannya. Ke mari, jiwaku, adakah di sini sebuah pelajaran untukmu? Sudahkah engkau memperhatikan segala kehendak Tuhan-mu, meskipun beberapa perintah-Nya kelihatan tidak penting? Sudahkah engkau menurut cara-Nya, menjalankan dua peraturan berikut, baptisan orang-orang percaya dan Perjamuan Tuhan? Mengabaikan hal-hal itu berarti membantah dengan ketidaktaatan, tanpa kasih, di dalam hatimu. Mulai sekarang hendaklah tidak bercacat dalam segala hal, bahkan sampai mengikatkan sebuah benang, jikalau itu perintah.

Tindakan Rahab mengajarkan suatu hal yang lebih serius lagi. Sudahkah aku percaya secara mutlak dalam darah Yesus yang mahal itu? Sudahkah aku mengikat tali kirmizi dengan simpul Gordian di jendelaku, sehingga kepercayaanku tidak akan pernah bisa dilepas? Atau dapatkah aku melihat ke arah Laut Mati dosa-dosaku, ataukah Yerusalem harapanku, tanpa melihat darah itu, dan melihat segala sesuatunya dalam kaitannya dengan kekuatan yang terpuji dari darah itu? Orang lewat bisa melihat sebuah tali yang warnanya mencolok, jika tali itu tergantung di jendela: tidak masalah bagiku jika kehidupanku membuat pengaruh dari pendamaian tampak mencolok bagi semua yang melihatnya. Untuk apa malu? Biarlah para manusia maupun setan menatapnya sesuka mereka, darah itu adalah kebanggaanku dan nyanyianku. Jiwaku, ada Seorang yang akan melihat tali kirmizi itu, bahkan ketika oleh karena lemahnya iman engkau tidak dapat melihatnya sendiri; TUHAN, Sang Pembalas, akan melihatnya dan melewatkan engkau. Tembok Yerikho luluh lantak: rumah Rahab ada pada tembok itu, tetap berdiri tak bergerak; kodratku dibangun dari tembok kemanusiaan, tapi ketika kehancuran menghantam ras manusia, aku akan tetap aman. Jiwaku, ikatlah lagi tali kirmizi di jendela itu, dan beristirahatlah dalam damai.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




April 19, 2020, 10:48:51 AM
Reply #982
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0419

Minggu, 19 April 2020

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. [Matius 27:51]

Mujizat yang luar biasa terjadi ketika sebuah tabir yang sangat kuat dan tebal itu robek; tetapi maknanya bukanlah pertunjukan kuasa saja—banyak pelajaran bagi kita di sini. Hukum tata cara yang lama telah disingkirkan, dan seperti pakaian yang usang, robek dan dikesampingkan. Ketika Yesus mati, semua pengorbanan telah tuntas, karena semuanya telah terpenuhi di dalam Dia, dan oleh karena itu tempat persembahan mereka ditandai dengan sebuah tanda kerusakan yang jelas. Robekan itu juga memperlihatkan segala hal yang tersembunyi dari sistem lama: tutup pendamaian sekarang dapat dilihat, dan kemuliaan Allah bersinar di atasnya. Melalui kematian Tuhan Yesus, kita memiliki wahyu yang jelas dari Allah, karena Dia "tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya." [2 Korintus 3:13] Hidup dan kekekalan sekarang dinyatakan, dan hal-hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan, sekarang nyata dalam Dia. Dengan demikian, perayaan tahunan untuk penghapusan dosa dihapuskan. Darah penghapus dosa yang dulunya setahun sekali dipercikkan di dalam tabir, sekarang dipersembahkan satu kali untuk selamanya oleh Imam Besar agung, oleh karena itulah tempat ritual simbolik tersebut diadakan telah dihancurkan. Darah lembu jantan atau kambing sekarang tidak lagi diperlukan, karena Yesus telah masuk ke dalam tabir dengan darah milik-Nya sendiri. Karena itu, akses kepada Allah sekarang diizinkan, dan akses itu merupakan hak istimewa bagi setiap orang yang percaya di dalam Yesus Kristus. Bukan robekan kecil yang melaluinya kita bisa mengintip tutup pendamaian, tetapi robekan yang terjadi membelah dari atas sampai ke bawah. Kita dapat datang dengan berani kepada takhta kasih karunia surgawi. Kelirukah kita jika mengatakan bahwa terbukanya Tempat Maha Kudus dengan cara yang menakjubkan saat Tuhan kita berseru terakhir kalinya ini adalah tipologi dari terbukanya pintu gerbang surga bagi semua orang suci melalui jasa dari penderitaan dan kematian Tuhan? Tuhan kita yang mengalirkan darah memiliki kunci surga; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup [Wahyu 3:7]; marilah kita masuk bersama Dia ke dalam tempat surgawi, dan duduk bersama Dia di sana hingga musuh-musuh kita bersama dijadikan tumpuan kaki-Nya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





April 20, 2020, 07:54:15 AM
Reply #983
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0420

Senin, 20 April 2020

Supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yang berkuasa atas maut. [Ibrani 2:14]

Hai anak Allah, maut telah kehilangan sengatnya, karena kuasa Iblis atasnya sudah dihancurkan. Maka jangan lagi takut akan kematian. Mintalah anugerah dari Allah ROH KUDUS, sehingga dengan pengetahuan yang intim dan keyakinan yang teguh akan kematian Penebusmu, engkau dapat dikuatkan pada saat yang mengerikan itu. Dengan hidup dekat salib Kalvari, engkau akan memikirkan kematian dengan senang, dan menyambutnya dengan sangat bersukaria ketika kematian datang. Mati di dalam Tuhan merupakan hal yang manis: tidur di dalam Yesus merupakan suatu berkat kovenan. Maut bukan lagi pembuangan, melainkan kepulangan dari pembuangan, yaitu perjalanan pulang menuju banyak rumah besar tempat orang-orang yang terkasih sudah tinggal. Kelihatannya jaraknya jauh antara roh-roh yang dimuliakan di surga dengan orang-orang suci yang bergiat di bumi; tetapi sebenarnya tidak. Kita tidaklah jauh dari rumah—dalam sekejap kita akan dibawa ke sana. Layar sudah terkembang; jiwa melesat ke kedalaman laut. Berapa lamakah pelayarannya akan berlangsung? Berapa banyak angin yang meletihkan harus memukul layar sampai layar itu digulung di pelabuhan yang tenang? Berapa lama jiwa akan dihempas ombak sebelum ia tiba pada lautan yang tak mengenal badai? Dengarkan jawabannya, "Beralih dari tubuh, menetap pada Tuhan." [2 Korintus 5:8] Kapalmu itu baru saja berangkat, tetapi ia sudah sampai pada pelabuhannya. Baru saja layarnya dikembangkan, dan kapal sudah sampai di sana. Seperti kapal pada zaman dahulu, di atas danau Galilea, angin ribut menghantam, tetapi Yesus berkata, "Diam, tenanglah," [Markus 4:39] dan dengan segera kapal itu mendarat. Jangan berpikir bahwa di antara saat kematian itu terjadi dan kekalnya kemuliaan terdapat periode yang panjang. Ketika mata tertutup di bumi, mata terbuka di surga. Kuda berapi itu bahkan tidak sebentar pun berada di atas jalan [1]. Maka, wahai anak Allah, apa yang engkau takutkan dari maut, setelah melihat bahwa kutuk dan sengat dari maut telah dihancurkan melalui kematian Tuhanmu? dan sekarang, itu hanyalah tangga Yakub yang dasarnya berada di kuburan gelap, tetapi puncaknya mencapai kemuliaan kekal.
____________________
[1] Dalam 2 Raja-raja 2:11-12, kereta berapi dan kuda berapi memisahkan Elisa dan Elia, Elia lalu naik ke sorga dalam angin badai, setelahnya Elisa langsung tidak melihatnya lagi.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





April 21, 2020, 06:48:23 AM
Reply #984
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0421

Selasa, 21 April 2020

Tetapi aku tahu: Penebusku hidup. [Ayub 19:25]

Hakikat dari penghiburan Ayub terletak pada akhiran yang pendek "-ku" — "Penebusku," dan dalam kenyataan bahwa Penebus itu hidup. Oh! berpegang pada Kristus yang hidup. Kita harus memiliki Dia terlebih dahulu sebelum dapat menikmati Dia. Apalah arti emas di dalam tambang itu bagiku? Orang-orang menjadi pengemis di Peru, dan meminta-minta sepotong roti di California [1]. Adalah emas di dalam kantongku yang akan memuaskan kebutuhanku, dengan membeli roti yang kubutuhkan. Maka dari itu, seorang Penebus yang tidak menebus aku, seorang Pembalas yang tidak akan pernah membela darahku, apalah gunanya? Janganlah berpuas diri hingga melalui iman engkau bisa berkata "Ya, kuserahkan diriku kepada Tuhanku yang hidup; dan Dia milikku." Mungkin engkau memegang Dia dengan tangan yang lemah; engkau setengah berpikir agak berlebih-lebihan untuk berkata bahwa, "Dia hidup sebagai Penebusku," tetapi, ingatlah jika engkau memiliki iman sebesar biji sesawi saja, iman yang kecil itu memberi engkau hak untuk mengatakannya. Namun, di sini juga ada perkataan yang lain, sebagai ungkapan keyakinan Ayub yang kuat, "aku tahu." Mengatakan, "aku harap, aku percaya" memang menghibur; dan ada ribuan pengikut Yesus yang berhenti di sana. Namun, untuk mendapatkan inti penghiburan, engkau harus berkata, "aku tahu." "Kalau," "tapi," dan "mungkin," merupakan kata-kata yang pasti membunuh kedamaian dan kenyamanan. Keraguan adalah hal yang suram dalam masa duka. Seperti tawon, keraguan menyengat jiwa! Apabila aku curiga bahwa Kristus bukan millikku, ada cuka yang bercampur empedu maut; tetapi jika aku tahu bahwa Yesus hidup untukku, maka kegelapan tidaklah gelap: bahkan malam hari adalah terang di sekitarku. Jika Ayub, di dalam zaman sebelum datangnya dan munculnya Kristus saja, bisa berkata, "aku tahu," pastilah kita dapat berbicara dengan lebih yakin. Jangan sampai keyakinan kita sekedar dugaan. Pastikan bahwa bukti-bukti yang kita miliki benar adanya, kalau tidak kita akan membangun di atas sebuah pengharapan yang tidak nyata; dan kemudian janganlah kita puas dengan hanya fondasi, karena dari ruangan di tingkat ataslah kita mendapat pemandangan terluas. Penebus yang hidup, yang sungguh milikku, adalah sukacita yang tak terungkapkan.
____________________
[1] Pada masa Spurgeon hidup, terjadi penemuan emas di California (California Gold Rush 1848–1855) dan Peru merupakan salah satu tempat asal penambang emas yang datang ke California.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



April 22, 2020, 12:38:24 PM
Reply #985
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0422

Rabu, 22 April 2020

Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri. [Kisah Para Rasul 5:31]

Yesus, Tuhan kita, yang pernah disalibkan, mati, dan dikuburkan, sekarang duduk di atas takhta kemuliaan. Tempat tertinggi yang berada di surga itu adalah milik-Nya tanpa persengketaan. Manis rasanya mengingat bahwa peninggian Kristus di surga adalah peninggian sebagai wakil. Dia ditinggikan di sebelah kanan Bapa, dan meskipun sebagai TUHAN Dia memiliki kemuliaan yang agung, yang tidak dapat dimiliki oleh ciptaan yang terbatas, tetapi sebagai Perantara, kehormatan yang dikenakan Yesus di surga merupakan warisan bagi semua orang suci. Adalah menyenangkan untuk merenungkan betapa dekat persatuan Kristus dengan umat-Nya. Kita sebenarnya adalah satu dengan Dia; kita adalah anggota dari tubuh-Nya [Efesus 5:30]; dan peninggian diri-Nya adalah peninggian diri kita. Dia akan memberi kita duduk di takhta-Nya, sebagaimana Dia telah menang, dan kita ditempatkan bersama dengan Bapa-Nya di takhta-Nya; Dia memiliki mahkota, dan Dia juga akan memberikan kita mahkota; Dia memiliki takhta, tetapi Dia tidak puas memiliki takhta itu sendiri, sebab di sebelah kanan-Nya harus ada permaisuri-Nya, yang didandani dengan "emas dari Ofir" [Mazmur 45:9]. Dia tidak dapat dipermuliakan tanpa permaisuri-Nya. Tengadahlah, hai orang percaya, kepada Yesus sekarang; biarlah mata imanmu melihat Dia dengan banyak mahkota di kepala-Nya; dan ingatlah bahwa engkau suatu hari nanti akan menjadi seperti Dia, ketika engkau akan melihat Dia sebagaimana diri-Nya; engkau tidak akan menjadi sehebat Dia, tidak akan menjadi begitu ilahi, walaupun demikian engkau, dalam ukuran tertentu, akan berbagian dalam kemuliaan yang sama, dan menikmati kebahagiaan yang sama dan kehormatan yang sama dengan yang Ia miliki. Puaslah untuk hidup tak dikenal sementara waktu, dan menjalani perjalanan yang melelahkan lewat ladang-ladang kemiskinan, atau ke atas bukit-bukit penderitaan; karena dengan segera engkau akan memerintah bersama Kristus, karena Ia "telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita [Wahyu 5:10], dan kita akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya [Wahyu 22:5]." Oh!, indahnya pemikiran ini bagi anak-anak Allah! Sekarang kita memiliki Kristus sebagai wakil kita yang mulia di pelataran istana surga, dan Ia akan datang segera dan menyambut kita kepada diri-Nya, untuk bersama dengan-Nya di sana, melihat kemuliaan-Nya, dan mendapat bagian dalam sukacita-Nya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




April 23, 2020, 06:26:10 AM
Reply #986
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0423

Kamis, 23 April 2020

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. [Roma 8:37]

Kita datang kepada Kristus untuk pengampunan, tetapi sering kali kita kemudian berpaling kepada Taurat untuk mendapat kuasa untuk memerangi dosa-dosa kita. Demikianlah Paulus menegur kita, "Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? [Galatia 3:1] Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? [Galatia 3:2-3]" Bawalah dosa-dosamu kepada salib Kristus, karena manusia lama hanya bisa disalibkan di sana: kita disalibkan bersama Dia. Satu-satunya senjata untuk memerangi dosa adalah tombak yang menusuk rusuk Yesus. Contohnya seperti ini—engkau mau mengatasi sifat pemarah; bagaimanakah engkau melakukannya? Sangat mungkin engkau tidak pernah mencoba cara yang benar, yaitu pergi kepada Yesus dengan sifat itu. Bagaimana aku memperoleh keselamatan? Aku datang kepada Yesus sebagai diriku sendiri, dan percaya kepada Dia untuk menyelamatkanku. Begitu juga caranya aku harus mematikan sifat pemarahku. Aku bisa mematikannya hanya melalui cara itu. Aku harus datang kepada salib dengan membawanya, dan berkata pada Yesus, "Tuhan, aku mempercayai Engkau untuk melepaskanku dari sifat ini." Inilah satu-satunya jalan untuk memberi pukulan maut kepada sifat itu. Engkau sedang iri hati? Engkau merasa dunia menjeratmu? Engkau dapat berjuang melawan kejahatan ini selama engkau mau, tetapi jika ini dosa yang menetap di dalam dirimu, engkau tidak akan pernah terlepas darinya dengan cara apapun, kecuali oleh darah Yesus. Bawalah kepada Kristus. Katakan pada-Nya, "Tuhan, aku percaya pada-Mu, dan nama-Mu adalah Yesus, karena Engkau menyelamatkan umat-Mu dari dosa mereka [Matius 1:21]: Tuhan, ini salah satu dosaku; selamatkanlah aku darinya!" Peraturan-peraturan tidaklah berguna tanpa Kristus sebagai cara untuk mematikan dosa. Doa-doamu, penyesalan-penyesalanmu, dan air matamu—semuanya itu bila dikumpulkan bersama—tidak ada artinya tanpa Dia. "Tiada orang selain Yesus dapat menolong para pendosa yang tak berdaya;" demikian pula orang-orang suci yang tak berdaya. Jika engkau orang yang menang, engkau harus menjadi orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihimu. Mahkota daun [1] kita harus tumbuh diantara pohon-pohon zaitun milik-Nya di Getsemani.
____________________
[1] Mahkota daun pada kepala tentara Kekaisaran Romawi merupakan simbol dari pemenang.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




April 24, 2020, 06:18:37 AM
Reply #987
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0424

Jumat, 24 April 2020

Berdasarkan semuanya ini kami mengikat perjanjian yang teguh. [Nehemia 9:38]

Dalam pengalaman kita, kita berkali-kali memperbarui janji kita dengan Allah, secara benar, dan bermanfaat. Setelah dipulihkan dari sakit, seperti Hizkia, ketika kita memperoleh tahun-tahun yang baru yang ditambahkan kepada hidup kita, kita memang pantas melakukannya. Setelah dibebaskan dari masalah apapun, ketika sukacita bertunas kembali, marilah kita kunjungi kembali kaki salib, dan perbarui pengudusan diri kita. Lebih utama lagi, marilah kita melakukannya setelah berbuat dosa apapun yang mendukakan ROH KUDUS, atau mempermalukan nama Allah; ketika itu marilah kita melihat darah yang menjadikan kita lebih putih dari salju [Yesaya 1:18], dan persembahkan diri kita kembali kepada Tuhan. Hendaklah tidak hanya masalah-masalah kita yang meneguhkan pengabdian kita kepada Allah, tetapi kemakmuran kita pun seharusnya demikian. Saat kita mengalami suatu kejadian yang layak disebut "mahkota rahmat," [1] maka tentu saja, jika Ia telah memahkotai kita, kita pun seharusnya memahkotai Allah kita; mari kita keluarkan lagi semua perhiasan sebagai tanda kerajaan ilahi yang tersimpan dalam lemari perhiasan di dalam hati kita, dan persilakan Allah duduk di atas takhta cinta kasih kita, berhiaskan pakaian kerajaan. Kalau saja kita mau belajar mendapat sesuatu yang berguna di dalam kemakmuran kita, kita seharusnya tidak memerlukan penderitaan terlalu banyak. Kalau saja kita mau mengumpulkan segala yang baik yang bisa kita dapatkan dari sebuah ciuman, kita tidak usah sering-sering terluka oleh karena rotan. Apakah belakangan ini kita sempat menerima berkat yang tidak begitu terduga? Apakah Tuhan menegakkan kaki kita di tempat yang lapang [Mazmur 31:8]? Dapatkah kita bernyanyi atas rahmat yang berlipat ganda? Maka, inilah hari untuk meletakkan tangan kita pada tanduk-tanduk mezbah, dan mengatakan, "Ikatlah diriku di sini, ya Allahku; ikatlah diriku di sini dengan tali, bahkan untuk selama-lamanya.'' [Mazmur 118:27] Sebanyak kita membutuhkan pemenuhan janji-janji baru dari Allah, marilah kita persembahkan doa-doa baru agar nazar-nazar lamamu tidak gagal ditepati. Marilah kita pagi hari ini bersama-Nya mengikat perjanjian yang teguh, oleh sebab penderitaan Yesus yang bulan lalu telah kita renungkan dengan rasa syukur.
____________________
[1] crowning mercies, sebutan pada kemenangan besar pada Perang Saudara Inggris: The dimensions of this mercy are above my thoughts. It is, for aught I know, a crowning mercy.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





April 25, 2020, 06:45:58 AM
Reply #988
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0425

Sabtu, 25 April 2020

Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! [Kidung Agung 2:10]

Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, Dia berbicara kepadaku! Cuaca cerah menunjukkan senyumnya di atas muka bumi, dan Dia tidak akan membiarkan rohaniku tertidur sementara alam di sekitarku terbangun dari istirahat musim dinginnya. Dia meminta kepadaku, “Bangunlah,” dan Ia mempunyai alasan yang baik untuk melakukannya sebab aku sudah lama terbaring di antara periuk-periuk dunia. Dia bangkit, dan aku bangkit di dalam Dia, mengapa aku harus melekat kepada debu [Mazmur 119:25]? Dimulai dari cinta, keinginan, tujuan, dan cita-cita pada tingkat yang rendah, aku hendak bangkit menuju kepada-Nya. Dia memanggilku dengan panggilan manis ini: “Manisku,” dan menyebutku jelita; ini alasan yang meyakinkan bahwa aku harus bangkit. Jika Ia telah sedemikian meninggikan aku, dan menganggap aku begitu indahnya, bagaimana aku dapat berlama-lama tinggal di tenda-tenda Kedar [1] dan mencari rekan yang menyenangkan diri di antara umat manusia? Dia memintaku: “Marilah.” Semakin menjauh dari segala sesuatu yang egois, rendah diri, duniawi, dan berdosa, Dia memanggilku; ya, dari dunia agamawi lahiriah yang tidak mengenal-Nya, dan yang tidak peduli akan misteri hidup yang lebih tinggi, Dia memanggilku. “Marilah,” tidak mengandung perkataan yang kasar, karena apakah yang dapat menahanku di gurun kesia-siaan dan dosa ini? Oh Tuhanku, aku ingin datang ke sana, tetapi aku tertahan di antara semak duri, dan tidak dapat melarikan diri dari mereka sesuai harapanku. Bila mungkin, aku ingin tidak memiliki mata, telinga, dan hati untuk berdosa. Engkau telah memanggilku datang kepada-Mu dengan berkata “Marilah,” dan ini adalah panggilan yang sungguh merdu. Datang kepada Tuhan berarti pulang dari pengasingan, berarti sampai tanah yang aman dari amukan badai, berarti beristirahat setelah kerja yang panjang, berarti tiba di tujuan hasratku dan puncak keinginanku. Namun Tuhan, bagaimana sebutir batu bisa bangkit, bagaimana segumpal tanah liat dapat keluar dari sebuah lubang yang mengerikan? Oh bangkitkanlah aku, tarik aku. Anugerah-Mu dapat melakukannya. Kirimkan ROH KUDUS untuk menyalakan api suci cinta kasih di dalam hatiku, dan aku dapat terus bangkit sampai aku meninggalkan kehidupan dan waktu di belakangku, dan sungguh-sungguh datang kepada-Mu.
____________________
[1] Bani Kedar berasal dari anak Ismael [Kejadian 25:13] dan merupakan orang-orang yang membenci perdamaian [Mazmur 120:5-7]

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



April 26, 2020, 05:53:41 AM
Reply #989
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0426

Minggu, 26 April 2020

Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. [1 Korintus 11:24]

Ternyata orang Kristen tampaknya bisa lupa akan Kristus! Mungkin sebetulnya kita tidak memerlukan anjuran yang penuh kasih ini, kalau saja tidak ada anggapan mengerikan bahwa ingatan kita ternyata dapat mengkhianati kita. Ini juga bukan anggapan kosong: sungguh sayang! sering sekali peristiwa ini kita alami sendiri, bukan lagi hanya sebagai kemungkinan, tetapi sayangnya inilah faktanya. Sepertinya hampir tidak mungkin kita yang telah ditebus oleh darah Sang Anak Domba yang mati, dan dikasihi dengan kasih abadi oleh Anak Allah yang kekal, dapat melupakan Sang Juruselamat yang murah hati itu; tetapi, walaupun mengejutkan di telinga, memang demikian adanya! kita tidak dapat menyangkal tindak kriminal ini karena sudah demikian jelas terlihat mata. Melupakan Dia yang tidak pernah melupakan kita! Melupakan Dia yang telah mencurahkan darah-Nya karena dosa-dosa kita! Melupakan Dia yang mengasihi kita bahkan hingga mati! Memangnya mungkin? Ya, bukan saja mungkin, tetapi hati nurani sendiri mengaku bahwa hal tersebut memang adalah kesalahan kita yang terlalu menyedihkan, yaitu kita memperlakukan Dia seperti seorang pengelana yang hanya menginap semalam. Dia yang seharusnya kita jadikan penghuni tetap dalam ingatan kita ternyata hanya kita anggap seorang tamu. Salib yang orang kira di sana ingatan dapat tinggal, dan tidak mungkin disusupi kelalaian, ternyata dinajiskan oleh kaki-kaki pelupa. Tidakkah hati nuranimu mengakuinya? Tidakkah kaudapati dirimu melupakan Yesus? Ciptaan-ciptaan mencuri hatimu, dan engkau melalaikan Dia yang seharusnya menjadi objek kasih sayangmu. Urusan-urusan bumi memenuhi perhatianmu padahal harusnya engkau mengarahkan pandangan matamu terus-menerus kepada salib. Inilah gejolak dunia yang tak henti-hentinya, daya tarik hal-hal duniawi yang tidak habis-habis merebut jiwa dari Kristus. Jika ingatan terlalu mempertahankan rumput yang beracun, mawar dari Saron menjadi layu karenanya. Baiklah kita bertugas untuk mengikatkan bunga forget-me-not surgawi di sekeliling hati kita demi Yesus Kekasih kita, dan, hal lain yang kita lalaikan, marilah kita berpegang teguh kepada-Nya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)