Author Topic: Dualisme sakral dan sekular  (Read 1584 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 15, 2017, 10:12:45 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3452

Dikotomi sakral-sekuler ini muncul dari ketakutan orang Kristen terhadap bahaya mengkompromikan iman Kristen dengan kehidupan masa kini dan budaya sekelilingnya. Orang-orang Kristen ini kuatir firman Allah yang melampaui semua keyakinan dan cara hidup masyarakat itu akan dibungkamkan oleh hal-hal “duniawi” tersebut.

Mengapa dualisme sakral dan sekular itu salah dan tidak dapat diterima oleh orang Kristen ?

Adakah wawasan Alkitab itu untuk menjadi landasan bagi kita untuk menghargai setiap aktifitas budaya ?

Apakah hubungan orang Kristen dan kebudayaan ?

Bagaimana memperbaiki konsep dualisme ?

Mandat apa saja yang diberikan oleh Tuhan bagi gereja

Ternyata banyak yang masih menjadi pertanyaan bagi orang Kristen mengenai masalah ini.

July 15, 2017, 04:10:56 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Susahnya karena masih banyak yang mau mengikuti : "Kehendak-ku" bukan "Kehendak-Nya".
Gampang kok, jika kita semua mau belajar dengan kerendahan hati dan mau fokus hanya kepada Sifat2-Nya dan Kehendak-Nya, maka hal dualisme itu bisa diatasi. Cuma masalahnya : Mau ga kita mengesampingkan Ego kita ?
Makanya berulang kali Yesus mengajar kita untuk : MAU MENYANGKAL DIRI, ya...artinya seperti itulah.

Tuhan memberkati....
July 15, 2017, 04:23:30 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Singkatnya begini :
Mana  bisa kalau kita mau mempelajari Ajaran2 yang datang dari "Atas"(Surga) dengan memakai secara dominan Pendekatan2, latar belakang pemikiran dari "Bawah"(Dunia). Jika terjadi kontradiksi maka yang "Bawah" harus menyesuaikan dengan yang di "atas".
Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu sifat2 ajaran dari "Atas" yaitu : Melintasi ruang, Waktu, Universal (Alfa dan Omega). Hendaknya Pendekatan2 yang dipakai juga difokuskan pada sifat2 itu.

Tuhan memberkati...
July 15, 2017, 07:22:53 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Dikotomi sakral-sekuler ini muncul dari ketakutan orang Kristen terhadap bahaya mengkompromikan iman Kristen dengan kehidupan masa kini dan budaya sekelilingnya. Orang-orang Kristen ini kuatir firman Allah yang melampaui semua keyakinan dan cara hidup masyarakat itu akan dibungkamkan oleh hal-hal “duniawi” tersebut.

Mengapa dualisme sakral dan sekular itu salah dan tidak dapat diterima oleh orang Kristen ?

Adakah wawasan Alkitab itu untuk menjadi landasan bagi kita untuk menghargai setiap aktifitas budaya ?

Apakah hubungan orang Kristen dan kebudayaan ?

Bagaimana memperbaiki konsep dualisme ?

Mandat apa saja yang diberikan oleh Tuhan bagi gereja

Ternyata banyak yang masih menjadi pertanyaan bagi orang Kristen mengenai masalah ini.



Ini soal ulangan agama atau apa om?

Jawabnya simple, tidak semua orang Kristen atau gereja menerima dan menolak pemisahan saklar dan sekuler. Masing-masing gereja punya peran dan tugasnya sendiri-sendiri dari Allah. Jadi ada yang melebur dalam budaya, mewarnai budaya sekitarnya. Ada yang menciptakan budaya sendiri dan hidup eksklusif. Ada juga yang selektif memilah-milah budaya sekitar. Masing-masing gereja punya tanggungjawabnya sendiri-sendiri tidak ada yang dipertentangkan, kecuali anda menganut paham satu tubuh itu artinya semua mata atau samua kaki atau semua tangan, atau semua telinga.

Paulus dan Barnabas punya pandangan berbeda tentang Matius, apakah Barnabas salah saat menentang Paulus? Ternyata pada masa tua Paulus, si Matius telah menjadi orang yang indah yang membantu pelayanannya. Sebab Paulus punya tugas berbeda dengan Barnabas dan masing-masing pada jalannya sendiri-sendiri.

2Kor 10:13-14 bercerita tentang daerah kerja masing-masing rasul. Juga dalam 1Kor 3:5-6 disebutkan tentang masing-masing hamba Allah memiliki jalan pelayanan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan budaya, politik dan dunia kerja, masing-masing gereja punya jalan mereka masing-masing yang ditunjuk oleh Allah.

July 16, 2017, 07:45:11 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3452
Susahnya karena masih banyak yang mau mengikuti : "Kehendak-ku" bukan "Kehendak-Nya".
Gampang kok, jika kita semua mau belajar dengan kerendahan hati dan mau fokus hanya kepada Sifat2-Nya dan Kehendak-Nya, maka hal dualisme itu bisa diatasi. Cuma masalahnya : Mau ga kita mengesampingkan Ego kita ?
Makanya berulang kali Yesus mengajar kita untuk : MAU MENYANGKAL DIRI, ya...artinya seperti itulah.

Tuhan memberkati....

Benar brur,Padahal tidak seharusnya demikian karena gereja sendiri berada dalam dunia dan tentunya ia harus menggunakan bahasa dan struktur pikiran budaya dunia. Orang Kristen tidak perlu menarik diri dunia lantas hanya bergelut di bidang yang disebut rohani saja, tetapi ia harus masuk  ke dalam dunia dan ikut serta dalam proses pemulihan dunia sekuler yang masih bisa ditolong.

Mandat agung Penginjilan bukan satu-satunya mandat yang diberikan kepada kita, melainkan Allah juga menugaskan manusia untuk menginvestasikan hidup dan pekerjaan kita sebagai wujud tanggung jawab kita kepada-Nya yaitu memelihara dan memanfaatkan seluruh sumber alam ini dengan bijaksana.


July 16, 2017, 07:47:13 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3452
Singkatnya begini :
Mana  bisa kalau kita mau mempelajari Ajaran2 yang datang dari "Atas"(Surga) dengan memakai secara dominan Pendekatan2, latar belakang pemikiran dari "Bawah"(Dunia). Jika terjadi kontradiksi maka yang "Bawah" harus menyesuaikan dengan yang di "atas".
Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu sifat2 ajaran dari "Atas" yaitu : Melintasi ruang, Waktu, Universal (Alfa dan Omega). Hendaknya Pendekatan2 yang dipakai juga difokuskan pada sifat2 itu.

Tuhan memberkati...


“Tujuan utama hidup manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia selama-lamanya.” Memuliakan Allah dan mengasihi Dia tidak hanya terbatas pada aktivitas rohani melainkan diungkapkan melalui segala sesuatu yang kita lakukan, yaitu melakukannya dengan segenap hati untuk Tuhan.

Talenta kita adalah anugerah dari Tuhan yang kita pakai untuk mengerjakan segala sesuatu di dunia ini dengan motivasi bahwa yang kita lakukan adalah untuk menyatakan keagungan Tuhan.

Dengan demikian, seorang guru sekolah umum atau wartawan atau seniman atau dokter atau ilmuwan atau politikus tidak harus berkecil hati dan merasa diri rendah karena tidak melayani Tuhan di dalam satu gedung yang disebut gereja. Ketika kita ingin mengembangkan kualitas hidup manusia karena telah diberi akal budi oleh Tuhan dan melakukannya dengan segenap hati, ini merupakan ungkapan pengabdian kepada Allah dan hal itu sebenarnya sudah merupakan suatu ibadah (Kol 3:22- 4:1).
July 16, 2017, 07:50:02 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3452
Ini soal ulangan agama atau apa om?

Jawabnya simple, tidak semua orang Kristen atau gereja menerima dan menolak pemisahan saklar dan sekuler. Masing-masing gereja punya peran dan tugasnya sendiri-sendiri dari Allah. Jadi ada yang melebur dalam budaya, mewarnai budaya sekitarnya. Ada yang menciptakan budaya sendiri dan hidup eksklusif. Ada juga yang selektif memilah-milah budaya sekitar. Masing-masing gereja punya tanggungjawabnya sendiri-sendiri tidak ada yang dipertentangkan, kecuali anda menganut paham satu tubuh itu artinya semua mata atau samua kaki atau semua tangan, atau semua telinga.

Paulus dan Barnabas punya pandangan berbeda tentang Matius, apakah Barnabas salah saat menentang Paulus? Ternyata pada masa tua Paulus, si Matius telah menjadi orang yang indah yang membantu pelayanannya. Sebab Paulus punya tugas berbeda dengan Barnabas dan masing-masing pada jalannya sendiri-sendiri.

2Kor 10:13-14 bercerita tentang daerah kerja masing-masing rasul. Juga dalam 1Kor 3:5-6 disebutkan tentang masing-masing hamba Allah memiliki jalan pelayanan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan budaya, politik dan dunia kerja, masing-masing gereja punya jalan mereka masing-masing yang ditunjuk oleh Allah.

Pengkotak-kotakan atau pemisahan sakral dan sekular seperti yang biasa dilakukan adalah suatu sikap yang keliru.

Reaksi-reaksi untuk melawan kompromi ini muncul dalam bidang politik, sosial maupun teologi. Pada masa awal Gereja, Tertulianus menolak keterlibatan orang Kristen dalam pemerintahan, militer, dan kegiatan sosial lainnya. Ketika Gereja abad pertengahan bersatu dengan negara, ia dianggap telah mengorbankan kesuciannya, sehingga muncullah gerakan-gerakan pembaharu dan kaum separatis, seperti: ordo Fransiskus, Waldensius, dan lainnya. Pada masa paska Reformasi, muncullah golongan Anabaptis yang menolak partisipasi dalam banyak urusan pemerintahan karena melihat hal tersebut dapat mengakibatkan kompromi dalam bidang sosial dan moral.

Dalam bidang teologis, kita dapat melihat sejarah bidat sebagai sejarah identifikasi iman terhadap ide-ide agama dan filsafat yang berlaku di masyarakat. Misalnya, bidat-bidat Kristologi pada empat atau lima abad pertama sejarah Gereja timbul dari penerimaan ide-ide Gnostik dan Platonis ke dalam teologi Kristen.

Deisme tumbuh dari ide-ide Pencerahan. Teologi liberalisme abad ke-19 timbul dari identifikasi Kekristenan dengan filsafat Idealis dan Romantis. Selain itu, kita juga melihat ketegangan hubungan teologi dengan sains, seperti kosmologi, biologi, dan psikologi. Karena itu kita tidak perlu heran jika sebagian orang Kristen bereaksi terhadap pengidentifikasian yang salah ini dengan cara mengisolasi Kekristenan sama sekali dari pengaruh sekuler.
July 17, 2017, 01:56:59 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Pengkotak-kotakan atau pemisahan sakral dan sekular seperti yang biasa dilakukan adalah suatu sikap yang keliru.

 -cut-

Apakah anda merasa sudah benar sendiri?

Seperti yang saya katakan, setiap gereja punya ladangnya masing-masing dan kepada mereka dipercayakan bagian mereka masing-masing. Apa urusan kamu menyatakan keliru atau tidak keliru bagian pekerjaan orang lain? Apakah karena terlalu menganggur sehingga pekerjaan orang lain dihakimi juga.

Baca ulang tanggapan saya sebelumnya. Tidak ada yang disebut benar atau salah, masing-masing punya porsinya sendiri-sendiri dalam menyikami dunia sekuler. Alkitab saja diterjemahkan dalam range terjemahan yang berbeda-beda karena tidak semua orang sama. Apa jadinya jika kita hanya punya terjemahan interlinier saja?

Apa yang hendak anda diskusikan adalah tentang peran gereja di masyarakat dan itu tidak sama kadarnya masing-masing walau dasarnya sama.
July 17, 2017, 02:27:16 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Pengkotak-kotakan atau pemisahan sakral dan sekular seperti yang biasa dilakukan adalah suatu sikap yang keliru.

Reaksi-reaksi untuk melawan kompromi ini muncul dalam bidang politik, sosial maupun teologi. Pada masa awal Gereja, Tertulianus menolak keterlibatan orang Kristen dalam pemerintahan, militer, dan kegiatan sosial lainnya. Ketika Gereja abad pertengahan bersatu dengan negara, ia dianggap telah mengorbankan kesuciannya, sehingga muncullah gerakan-gerakan pembaharu dan kaum separatis, seperti: ordo Fransiskus, Waldensius, dan lainnya. Pada masa paska Reformasi, muncullah golongan Anabaptis yang menolak partisipasi dalam banyak urusan pemerintahan karena melihat hal tersebut dapat mengakibatkan kompromi dalam bidang sosial dan moral.

Dalam bidang teologis, kita dapat melihat sejarah bidat sebagai sejarah identifikasi iman terhadap ide-ide agama dan filsafat yang berlaku di masyarakat. Misalnya, bidat-bidat Kristologi pada empat atau lima abad pertama sejarah Gereja timbul dari penerimaan ide-ide Gnostik dan Platonis ke dalam teologi Kristen.

Deisme tumbuh dari ide-ide Pencerahan. Teologi liberalisme abad ke-19 timbul dari identifikasi Kekristenan dengan filsafat Idealis dan Romantis. Selain itu, kita juga melihat ketegangan hubungan teologi dengan sains, seperti kosmologi, biologi, dan psikologi. Karena itu kita tidak perlu heran jika sebagian orang Kristen bereaksi terhadap pengidentifikasian yang salah ini dengan cara mengisolasi Kekristenan sama sekali dari pengaruh sekuler.
Anda merasa ga enak diisolasi oleh Sekuler ? Saya justru merasa "Nyaman" kok dengan diisolasi tersebut (Sekedar pengalaman saya, Di Gereja saya kebanyakan umat paling benci tuh, ketika ada brosur2 Caleg dibagi2kan di lingkungan Gereja pake tameng/Cover Doa Novena). Mau tahu kenapa PKD hanya "Seumur jagung" ? Kebanyakan Kader2nya tuh dicuekin ketika ketemu di Gereja (Bukan masalah berpolitiknya sih, tapi nama Partainya itu lho). Tau sendirilah, berapa persentase Politikus yang murni bekerja dengan memakai Nilai-nilai di Alkitab ? Karena kecenderungan hal tersebut, maka sebaiknya nama Agama jangan dipertaruhkan untuk menjaga Kemuliaan nama Tuhan.
BTW, berpolitik praktis sih boleh boleh aja, syukur2 pakai dasar2 nilai di Alkitab. Tapi khan tidak semua politikus itu sempurna(Gampang terjebak karena banyak kesempatan). Gereja sebaiknya hanya dipergunakan sebagai tempat kita orang2 berdosa untuk belajar Firman Tuhan sambil meminta ampun kepada Tuhan. (Jangan dibuat kotor lagi dengan hal2 lain, karena itu Rumah Tuhan di dunia).

Salam Damai...

Tuhan memberkati...
July 19, 2017, 05:37:28 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11003
Anda merasa ga enak diisolasi oleh Sekuler ? Saya justru merasa "Nyaman" kok dengan diisolasi tersebut (Sekedar pengalaman saya, Di Gereja saya kebanyakan umat paling benci tuh, ketika ada brosur2 Caleg dibagi2kan di lingkungan Gereja pake tameng/Cover Doa Novena). Mau tahu kenapa PKD hanya "Seumur jagung" ? Kebanyakan Kader2nya tuh dicuekin ketika ketemu di Gereja (Bukan masalah berpolitiknya sih, tapi nama Partainya itu lho). Tau sendirilah, berapa persentase Politikus yang murni bekerja dengan memakai Nilai-nilai di Alkitab ? Karena kecenderungan hal tersebut, maka sebaiknya nama Agama jangan dipertaruhkan untuk menjaga Kemuliaan nama Tuhan.
BTW, berpolitik praktis sih boleh boleh aja, syukur2 pakai dasar2 nilai di Alkitab. Tapi khan tidak semua politikus itu sempurna(Gampang terjebak karena banyak kesempatan). Gereja sebaiknya hanya dipergunakan sebagai tempat kita orang2 berdosa untuk belajar Firman Tuhan sambil meminta ampun kepada Tuhan. (Jangan dibuat kotor lagi dengan hal2 lain, karena itu Rumah Tuhan di dunia).

Salam Damai...

Tuhan memberkati...

barangkali mas jamu tertarik dengan pembentukan "Front Pembela Alkitab"?

bisa japri mas aleph...
seragamnya sorban dandaster polkadot ungu mas... cakep, modis, dan tampak saleh...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)