Author Topic: Natur kemanusiaan Allah terhitung sejak inkarnasi melekat selamanya ?  (Read 2305 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 22, 2017, 12:14:07 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Saat manusia mati (termasuk Yesus), maka Nafas Hidup manusia itu akan pergi meninggalkan daging dan kembali kepada Allah.

Nah .. Nafas Hidup manusia yang berasal dari Adam, akan kembali kepada Allah., dan Nafas Hidup Yesus yang berasal dari ROH KUDUS akan kembali kepada "Kemuliaan Asalnya", yaitu .. Ke-Allahan., Karena itulah .. Sejak Kebangkitan Yesus, sekali lagi .. Sejak Kebangkitan Yesus, sekali lagi Sejak Kebangkitan Yesus .. barulah Yesus itu mengenakan Natur Ke-Allahan-Nya, inilah yang dimaksutkan dengan Miaphisit (Nature Tunggal).

Jadi, yang dimaksutkan dengan Natur Tunggal itu (Mia Phisit ), adalah :

1. Sekalipun Yesus itu memiliki Hakikat Ilahi yang melebur dengan Hakikat Manusia, maka pada saat Inkarnasi atau hidup di dunia ini, maka Natur Tungga Manusia-Nya yang Eksis.(Ketidak Kekalan, sebab tunduk pada kematian).
2. Setelah menang melawan maut dan Bangkit dari Kematian, maka sejak kebangkitan-Nya,  maka Natur Ilahi-Nya yang Eksis ( Kekekalan ).

Kembali ketopik, jadi .. setiap manusia dan termasuk Yesus, maka pada saat mengalami kematian .. Nafas Hidup yang dikatakan sebagai Roh Allah dalam tubuh manusia itu, akan kembali kepada Allah.==> Karena itulah FT katakan .. Ia yang mati dalam KEADAANNYA  SEBAGAI  MANUSIA, sekali lagi .. DALAM  KEADAANYA  SEBAGAI  MANUSIA, sekali lagi ..DALAM KEADAANNYA  SEBAGAI  MANUSIA, dibangkitkan MENURUT  ROH.


Salam ..
Jes..
Menurut saya:
.roh manusia adalah ciptaan Allah...
dengan mengatakan Yesus mengandung roh manusia
Maka artinya kamu mengatakan Yesus adalah ciptaan Allah.

Kejadian 1:2, 19 (TB)  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.


Manusia ( baik percaya atau tidak percaya ), terdiri dari : Tubuh + Jiwa / Roh Manusia + Roh ( Nafas Hidup yang diwarisi dari Adam melalui keturunan laki-laki ).

Manusia Yesus, terdiri dari :
Tubuh + Jiwa / Roh Manusia + Roh  ( Nafas Hidup yang berasal dari ROH KUDUS ).


Salam ..

Apa yang km yakini dengan penjabaranmu itu berbeda dengan yang saya yakini :

Yang saya yakini adalah

Manusia biasa : tubuh manusia+jiwa manusia+roh manusia.

Sedangkan

manusia Yesus : tubuh manusia+jiwa manusia+ROH KUDUS

gitu jes.. :D
« Last Edit: July 22, 2017, 01:03:38 PM by Reformation »
July 22, 2017, 02:35:11 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Maaf, sebelum saya menjawab pertanyaan2 anda tersebut diatas, tolong anda jelaskan kembali kepada saya, dengan cara yang sederhana, apa perbedaan Hakikat/Substansi dengan Pribadi, berdasarkan "Pengertian Bahasa Indonesia", sebab kita berdiskusi disini menggunakan bahasa indonesia.

Saya kopipastekan lagi penjelasan yg pernah saya brikan :

Soal Pribadi Yesus dan Pribadi Bapa

Saya sudah menjelaskan dengan panjang lebar tentang substansi Yesus yang sehakekat dengan Bapa di atas. Sekarang diskusi kita berlanjut kepada 'pribadi'.

Nah, di dalam "substansi" manusia terdiri dari banyak "pribadi". Dengan demikian, jika kita mengistilahkan kata "pribadi" maka kita tentunya tidak dapat menyamakan satu orang dengan orang yang lainnya. Mengapa?

Karena tentunya pribadi saya berbeda dengan pribadi brur,dan pribadi anda tentunya  berbeda dengan pribadi saudara kembar Anda misalnya meskipun dilahirkan oleh ibu yang sama. Dengan demikian setiap pribadi itu adalah unik.

Di dalam Alkitab, jelas membedakan antara Pribadi Yesus dengan Pribadi Bapa. Bahasa Yunani yang dipakai untuk kata “pribadi” adalah hypostases dan pengertian kata ini dijabarkan lebih mendalam daripada pengertian bahasa Indonesia atau Inggris seperti yang kita mengerti.

Kita mengerti kata ‘pribadi’ sebagai seseorang individual yang memiliki kesadaran, kehendak bebas, perasaan dan emosi. Tetapi ketika istilah kata ‘hypostases’ diberikan kepada Allah maka pengertian tersebut tidak saja seperti yang kita mengerti tetapi ditambah dengan pengertian antar pribadi-pribadi ke-Allahan tersebut “selalu saling ber-relasi”.

Apakah maksud “selalu saling ber-relasi”? Masing-masing Pribadi tersebut sadar akan Pribadi lainnya, berkomunikasi dengan Pribadi lainnya, saling mengasihi, sehati dan menghormati lainnya.

Masing-masing Pribadi tersebut memiliki peran/posisi yang berbeda di dalam keAllahan walaupun peran/posisi tersebut dapat tumpang-tindih. Misalnya Alkitab menyatakan bahwa:

Bapa mengirim sang Anak (1 Yoh. 4:10, Yoh. 6:44, Yoh. 8:18) tetapi Alkitab tidak mencatat sang Anak mengirim Bapa.

Inilah kasih itu, bukan bahwa kita telah mengasihi Allah, tetapi ia mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai korban pendamaian bagi dosa-dosa kita.(1 Yoh. 4:10)

Sang Anak datang untuk melakukan kehendak Bapa-Nya (Yoh. 6:38)  sebab aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendakku, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.

Ia menanggung dosa kita dalam tubuhnya pada tiang, agar kita dibebaskan dari dosa dan hidup untuk keadilbenaran. Dan ”karena bilur-bilurnya kamu disembuhkan”. (1 Pet. 2:24) 
         
Bapa dan Anak mengirimkan ROH KUDUS. ROH KUDUS tidak mengirim Bapa ataupun Anak (Yoh. 14:26, Yoh. 15:26)

Oleh darah Yesus kita memperoleh penebusan, bukan oleh darah Bapa atau ROH KUDUS. (Efesus 1:7)

Bersambung
July 22, 2017, 02:35:37 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Sambungan

Pemahaman Substansi atau hakekat

Pemahaman tentang istilah "substansi" dari cara kita memahami diri kita sendiri. Substansi (biasa diterjemahkan sebagai hakekat, kodrat ataupun essensi) dari kita adalah "manusia". Tentunya, substansi sebagai manusia yang dicipta oleh Allah adalah sama bagi semua manusia lainnya; terbatas dalam ruang, waktu dan fana. Dengan demikian, jika ada 'sesuatu' yang mengklaim sebagai manusia, tetapi tidak terbatas dalam ruang (misalnya tembus tembok) maka 'sesuatu itu' bukanlah manusia, bukan?

Substansi manusia hanya dapat diperoleh melalui proses 'kelahiran'. Dengan demikian, kita tidak pernah mendengar istilah "ibu saya menciptakan saya" melainkan "ibu saya melahirkan saya". Apakah artinya? Sangat berbeda!

Istilahmencipta dan melahirkan sangat jauh berbeda bagai langit dan bumi.

Istilah mencipta artinya apa yang saya cipta tidaklah sama substansinya dengan saya. Sebaliknya, istilah melahirkan memiliki arti apa yang saya lahirkanmemiliki substansi yang sama dengan saya. Untuk lebih jelasnya, sebagai berikut:

Jika 'ibu saya melahirkan saya' maka berarti saya miliki substansi yang sama dengan ibu saya yaitu manusia. Sebaliknya, jika "ibu saya menciptakan donat" maka donat-donat hasil ciptaan ibu saya tidak memiliki substansi yang sama dengan ibu saya. Oleh sebab itu, kita tidak pernah mendengar istilah "ibu saya melahirkan donat-donat".
Nah, oleh sebab itu jika kita kaji sejarah yang terjadi di Konsili Nicea 325 yaitu perdebatan antara Arius yang mengajarkan bahwa Yesus dicipta versus Athanasius yang meyakini Yesus dilahirkan atau diperanakkan dari Bapa menjadi jelas

Kita lihat sekilas kredo itu sebagai berikut:

Kami percaya kepada satu Allah... Dan kepada satu Tuhan Kristus Yesus, Anak Allah, yang diperanakkan dari Bapa, satu-satunya yang diperanakkan, yaitu dari substansi sang Bapa...

Jadi sekarang menjadi jelas mengapa kredo itu menyatakan "Tuhan Kristus Yesus, Anak Allah, yang diperanakkan dari Bapa, satu-satunya yang diperanakkan yaitu dari substansi sang Bapa". Artinya, karena Tuhan Yesus diperanakkan atau dilahirkan oleh Bapa maka Yesus memiliki substansi yang sama dengan Bapa yaitu Allah!. Sebaliknya, jika Yesus dicipta, maka berarti Yesus tidak memiliki satu substansi  dengan Bapa.

Yesus memiliki satu substansi dengan Bapa karena Dia adalah Anak Allah yang sedang berinkarnasi itu brur.

Nah sekarang saya menantikan jawaban atas pertanyaan saya brur.

July 31, 2017, 12:16:20 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Bro siip.. :)

Mohon kiranya diperjelas apa itu natur kemanusiaan-Nya yang dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya..?

Saya berharap ada penggalian lebih dalam atas quote bro siip..
namun belum ada penjelasan apa2 dari yang  bersangkutan selain copy paste link bahasa inggris.. :D (saya tidak fasih bahasa inggris) --> just little2 i can.. :D

----------------------------------
maka dari itu bila ada yang mau mencoba memberi jawaban atas pertanyaan yang mengganjal dibenak saya tersebut (karena.quote bro siip) dengan penjelasan yang sederhana saya persilahkan..

Gbu.. :D


Sama seperti Siip dan Jesuit_MD, natur Anak Manusia baru ada setelah Firman tersebut inkarnasi menjadi manusia. Natur manusia Yesus bukan dari kekal namun sampai kepada kekalan. Tuhan Yesus dibangkitkan Allah Bapa dalam natur manusia untuk menerima kehidupan kekal dalam keadaan-Nya sebagai Allah. Sehingga di dalam kekekalan Tuhan Yesus tetap adalah Anak Allah dan juga Anak Manusia, Ia adalah Allah dan juga Ia adalah manusia sama seperti kita jika kita juga bersama-sama dibangkitkan Kristus.

Mengapa bukan sejak kekal? Sebab jelas kita semua tahu bahwa Yesus itu adalah Firman sedangkan manusia adalah ciptaan Allah yang terdiri dari tubuh daging, jiwa dan roh yang dari Allah. Firman itu tidak memiliki tubuh daging, jiwa dan roh dari Allah sejak kekal. Jika Firman itu memiliki natur manusia sejak kekal, maka Adam bukanlah manusia pertama.

Dalam pembicaraan anda dengan Jesuit_MD disini http://forumkristen.com/index.php?topic=61958.msg1208337#msg1208337 saya ingin sedikit memberi gambaran tentang apa itu jiwa.

Manusia pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah. Manusia secara fisik dan roh. Namun pembagian manusia juga disebutkan oleh rasul Paulus dalam 1 Tes 5:23 sekali dalam Alkitab tetapi menjadi polemik saat rasul Paulus menuliskan pesan, "semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna." Disini menempatkan jiwa dan roh sebagai dua bagian terpisah. Lalu apakah jiwa itu jika itu juga bukan termasuk roh?

Ada pandangan yang menyatakan jiwa adalah bagian dari tubuh agar dapat hidup. Sedangkan roh adalah Roh Allah yang "dititipkan" dalam tubuh manusia. Ada juga yang menyatakan bahwa roh tersebut adalah roh manusia, pribadi sebenarnya manusia itu sendiri yang kekal, diri kita yang sebenarnya tanpa tubuh (dan jiwa). Pembandingnya adalah binatang yang juga hidup seperti manusia, punya tubuh dan jiwa tidak punya roh.

Ada juga yang berpandangan jiwa adalah bagian dari roh (bukan tubuh), merupakan kesatuan. Jiwa yang juga kadang diterjemahkan pikiran dan nafas merupakan manifestasi dari keberadaan roh manusia itu sendiri. Hal ini terlihat dalam tulisan Injil tentang jiwa-jiwa yang diselamatkan, bukan memakai istilah roh-roh yang diselamatkan walau yang dimaksudkan sama.

Mana yang benar saya tidak dapat menyebutkannya. Saat ini saya beranggapan jiwa adalah bagian atau manifestasi dari roh manusia, merupakan manusia batiniah, manusia rohani. Dulu saya menerima pengajaran bahwa jiwa adalah bagian dari tubuh dan hilang begitu saja saat seorang mati. Namun saya tidak berusaha membela atau menyangga jika ada yang menyalahkan atau membenarkan sabab masih belum lengkap pengertian tentang jiwa bagi saya.

Lalu bagaimana dengan Anak Manusia? Ada manusia lahiriah yaitu tubuh-Nya dan ada manusia batiniah yaitu Roh yang ada di dalam tubuh-Nya. Lalu dimana jiwa melekat, pada tubuh-Nya atau pada Roh-Nya? Saya tidak dapat menjawab saat ini. Suatu hari kelak saya berharap semoga Allah menyatakan hal itu kepada saya. Namun demikian bukan berarti saya tidak punya pertimbangan. Saat ini saya beranggapan sama seperti manusia pada umumnya, Yesus adalah Firman yang inkarnasi lewat rahim Ibunda Maria dalam wujud Roh Yesus yang didalamnya juga meliputi jiwa seorang Yesus sebagai seorang Anak Manusia.
« Last Edit: July 31, 2017, 12:22:08 PM by Krispus »
July 31, 2017, 12:39:30 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Sama seperti Siip dan Jesuit_MD, natur Anak Manusia baru ada setelah Firman tersebut inkarnasi menjadi manusia. Natur manusia Yesus bukan dari kekal namun sampai kepada kekalan. Tuhan Yesus dibangkitkan Allah Bapa dalam natur manusia untuk menerima kehidupan kekal dalam keadaan-Nya sebagai Allah. Sehingga di dalam kekekalan Tuhan Yesus tetap adalah Anak Allah dan juga Anak Manusia, Ia adalah Allah dan juga Ia adalah manusia sama seperti kita jika kita juga bersama-sama dibangkitkan Kristus.

Mengapa bukan sejak kekal? Sebab jelas kita semua tahu bahwa Yesus itu adalah Firman sedangkan manusia adalah ciptaan Allah yang terdiri dari tubuh daging, jiwa dan roh yang dari Allah. Firman itu tidak memiliki tubuh daging, jiwa dan roh dari Allah sejak kekal. Jika Firman itu memiliki natur manusia sejak kekal, maka Adam bukanlah manusia pertama.

Dalam pembicaraan anda dengan Jesuit_MD disini http://forumkristen.com/index.php?topic=61958.msg1208337#msg1208337 saya ingin sedikit memberi gambaran tentang apa itu jiwa.

Manusia pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah. Manusia secara fisik dan roh. Namun pembagian manusia juga disebutkan oleh rasul Paulus dalam 1 Tes 5:23 sekali dalam Alkitab tetapi menjadi polemik saat rasul Paulus menuliskan pesan, "semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna." Disini menempatkan jiwa dan roh sebagai dua bagian terpisah. Lalu apakah jiwa itu jika itu juga bukan termasuk roh?

Ada pandangan yang menyatakan jiwa adalah bagian dari tubuh agar dapat hidup. Sedangkan roh adalah Roh Allah yang "dititipkan" dalam tubuh manusia. Ada juga yang menyatakan bahwa roh tersebut adalah roh manusia, pribadi sebenarnya manusia itu sendiri yang kekal, diri kita yang sebenarnya tanpa tubuh (dan jiwa). Pembandingnya adalah binatang yang juga hidup seperti manusia, punya tubuh dan jiwa tidak punya roh.

Ada juga yang berpandangan jiwa adalah bagian dari roh (bukan tubuh), merupakan kesatuan. Jiwa yang juga kadang diterjemahkan pikiran dan nafas merupakan manifestasi dari keberadaan roh manusia itu sendiri. Hal ini terlihat dalam tulisan Injil tentang jiwa-jiwa yang diselamatkan, bukan memakai istilah roh-roh yang diselamatkan walau yang dimaksudkan sama.

Mana yang benar saya tidak dapat menyebutkannya. Saat ini saya beranggapan jiwa adalah bagian atau manifestasi dari roh manusia, merupakan manusia batiniah, manusia rohani. Dulu saya menerima pengajaran bahwa jiwa adalah bagian dari tubuh dan hilang begitu saja saat seorang mati. Namun saya tidak berusaha membela atau menyangga jika ada yang menyalahkan atau membenarkan sabab masih belum lengkap pengertian tentang jiwa bagi saya.

Lalu bagaimana dengan Anak Manusia? Ada manusia lahiriah yaitu tubuh-Nya dan ada manusia batiniah yaitu Roh yang ada di dalam tubuh-Nya. Lalu dimana jiwa melekat, pada tubuh-Nya atau pada Roh-Nya? Saya tidak dapat menjawab saat ini. Suatu hari kelak saya berharap semoga Allah menyatakan hal itu kepada saya. Namun demikian bukan berarti saya tidak punya pertimbangan. Saat ini saya beranggapan sama seperti manusia pada umumnya, Yesus adalah Firman yang inkarnasi lewat rahim Ibunda Maria dalam wujud Roh Yesus yang didalamnya juga meliputi jiwa seorang Yesus sebagai seorang Anak Manusia.

Puuus.. :D

dan sampai dipenghujung penjelasanmu diatas tidak saya temukan apa itu natur kemanusiaan-Nya yang dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya..?

 :D
July 31, 2017, 02:03:07 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Puuus.. :D

dan sampai dipenghujung penjelasanmu diatas tidak saya temukan apa itu natur kemanusiaan-Nya yang dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya..?

 :D

Apa itu natur? Natur dalam bahasa Indonesia dan Inggris memiliki arti yang sama, yaitu fisik alami. Jika dikaitkan dengan manusia, maka arti natur adalah karakter atau kepribadian bawaan atau alami seseorang.

Apakah Yesus memiliki kepribadian sebagai manusia? Ya sebagai manusia Yesus memiliki kepribadian seorang manusia. Dari mana munculnya kepribadian ini? Jika dilihat dari ilmu kedokteran kepribadian seseorang terbentuk dari genetika, yang diturunkan orang tuanya. Artinya dari dari ROH KUDUS dan genetika Ibunda Maria. Maka kepribadian Yesus sebagai manusia muncul dalam tubuh daging Yesus sejak ia dilahirkan sebagai manusia.

Kepribadian Anak Manusia bukan kepribadian Allah.

Filipi 2:6-8
6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Tuhan Yesus yang datang kedunia sebagai manusia, disebutkan Ibrani 2:7 menjadi lebih rendah dari malaikat yang artinya Ia bukan lagi Allah setelah Ia meninggalkan segala ke-Allahan-Nya. Dalam rupa manusia, Tuhan Yesus memberikan teladan karakter seorang manusia yang dapat dituruti setiap orang. Ibrani 4:15 menjelaskan bahwa sama seperti kita Ia juga bergumul dalam dagingnya untuk menundukan karakter manusia-Nya agar dapat hidup menurut kehendak Allah dalam tubuh daging.

Pergumulan inilah yang membuat seakan tampak Allah punya dua karakter atau kepribadian. Padahal ini adalah pergumulan karakter manusia Yesus dalam diri Yesus. Saat Tuhan Yesus dibangkitkan, maka Allah mengembalikan segala kemuliaan-Nya sebagai Allah. Sejak saat itu, kepribadian Allah manunggal dalam kepribadian manusia Yesus.

Semoga paham...
« Last Edit: July 31, 2017, 02:11:29 PM by Krispus »
July 31, 2017, 02:10:50 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Apa itu natur? Natur dalam bahasa Indonesia dan Inggris memiliki arti yang sama, yaitu fisik alami. Jika dikaitkan dengan manusia, maka arti natur adalah karakter atau kepribadian bawaan atau alami seseorang.

Apakah Yesus memiliki kepribadian sebagai manusia? Ya sebagai manusia Yesus memiliki kepribadian seorang manusia. Dari mana munculnya kepribadian ini? Secara jika dilihat dari ilmu kedokteran kepribadian seseorang terbentuk dari genetika, yang diturunkan orang tuanya. Artinya dari dari ROH KUDUS dan genetika Ibunda Maria. Maka kepribadian Yesus sebagai manusia muncul dalam tubuh daging Yesus sejak ia dilahirkan sebagai manusia.

Kepribadian Anak Manusia bukan kepribadian Allah.

Filipi 2:6-8
6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Tuhan Yesus yang datang kedunia sebagai manusia, disebutkan Ibrani 2:7 menjadi lebih rendah dari malaikat yang artinya Ia bukan lagi Allah setelah Ia meninggalkan segala ke-Allahan-Nya. Dalam rupa manusia, Tuhan Yesus memberikan teladan karakter seorang manusia yang dapat dituruti setiap orang. Ibrani 4:15 menjelaskan bahwa sama seperti kita Ia juga bergumul dalam dagingnya untuk menundukan karakter manusia-Nya agar dapat hidup menurut kehendak Allah dalam tubuh daging.

Pergumulan inilah yang membuat seakan tampak Allah punya dua karakter atau kepribadian. Padahal ini adalah pergumulan karakter manusia Yesus dalam diri Yesus. Saat Tuhan Yesus dibangkitkan, maka Allah mengembalikan segala kemuliaan-Nya sebagai Allah. Sejak saat itu, kepribadian Allah manunggal dalam kepribadian manusia Yesus.

Semoga paham...
Fokis sajalah puus.. :D
ya puuss.... maka dari itu timbul pertanyaan puuss.. :D

apa itu natur kemanusiaan-Nya yang dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya..?

Jika kamu setuju oleh pernyataan itu silahkan dijelaskan..

Jika kamu tidak setuju case close puss..
July 31, 2017, 02:20:48 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Fokis sajalah puus.. :D
ya puuss.... maka dari itu timbul pertanyaan puuss.. :D

apa itu natur kemanusiaan-Nya yang dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya..?


Manunggalnya Allah dan manusia dalam diri Yesus setelah Ia dibangkitkan Allah Bapa adalah gambaran manusia sempurna. Kepribadian manusia yang ditelan oleh kepribadian Allah, sama seperti kepribadian kita dibentuk oleh ROH KUDUS untuk menjadi serupa dengan Kristus, yang kelak akan manunggal dengan Kristus.

Quote
Jika kamu setuju oleh pernyataan itu silahkan dijelaskan..

Jika kamu tidak setuju case close puss..


Sudah saya jelaskan apakah terlalu sulit bahasa yang saya pakai???

Coba baca lagi postingan saya pertama http://forumkristen.com/index.php?topic=61958.msg1209896#msg1209896

Disana saya menuliskan demikian,

"Sama seperti Siip dan Jesuit_MD, natur Anak Manusia baru ada setelah Firman tersebut inkarnasi menjadi manusia. Natur manusia Yesus bukan dari kekal namun sampai kepada kekalan. Tuhan Yesus dibangkitkan Allah Bapa dalam natur manusia untuk menerima kehidupan kekal dalam keadaan-Nya sebagai Allah. Sehingga di dalam kekekalan Tuhan Yesus tetap adalah Anak Allah dan juga Anak Manusia, Ia adalah Allah dan juga Ia adalah manusia sama seperti kita jika kita juga bersama-sama dibangkitkan Kristus.

Mengapa bukan sejak kekal? Sebab jelas kita semua tahu bahwa Yesus itu adalah Firman sedangkan manusia adalah ciptaan Allah yang terdiri dari tubuh daging, jiwa dan roh yang dari Allah. Firman itu tidak memiliki tubuh daging, jiwa dan roh dari Allah sejak kekal. Jika Firman itu memiliki natur manusia sejak kekal, maka Adam bukanlah manusia pertama."
July 31, 2017, 06:35:18 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Manunggalnya Allah dan manusia dalam diri Yesus setelah Ia dibangkitkan Allah Bapa adalah gambaran manusia sempurna. Kepribadian manusia yang ditelan oleh kepribadian Allah, sama seperti kepribadian kita dibentuk oleh ROH KUDUS untuk menjadi serupa dengan Kristus, yang kelak akan manunggal dengan Kristus.

Sudah saya jelaskan apakah terlalu sulit bahasa yang saya pakai???

Coba baca lagi postingan saya pertama http://forumkristen.com/index.php?topic=61958.msg1209896#msg1209896

Disana saya menuliskan demikian,

"Sama seperti Siip dan Jesuit_MD, natur Anak Manusia baru ada setelah Firman tersebut inkarnasi menjadi manusia. Natur manusia Yesus bukan dari kekal namun sampai kepada kekalan. Tuhan Yesus dibangkitkan Allah Bapa dalam natur manusia untuk menerima kehidupan kekal dalam keadaan-Nya sebagai Allah. Sehingga di dalam kekekalan Tuhan Yesus tetap adalah Anak Allah dan juga Anak Manusia, Ia adalah Allah dan juga Ia adalah manusia sama seperti kita jika kita juga bersama-sama dibangkitkan Kristus.

Mengapa bukan sejak kekal? Sebab jelas kita semua tahu bahwa Yesus itu adalah Firman sedangkan manusia adalah ciptaan Allah yang terdiri dari tubuh daging, jiwa dan roh yang dari Allah. Firman itu tidak memiliki tubuh daging, jiwa dan roh dari Allah sejak kekal. Jika Firman itu memiliki natur manusia sejak kekal, maka Adam bukanlah manusia pertama."

Begini ya pus..
sepertinya saya harus jelasin sedikit latar pikir saya dapat timbul pertanyaan..
...

Manusia hakikatnya adalah manusia.

Allah sebelum inkarnasi --> hakikatNya Allah.

Allah saat inkarnasi menjadi manusia ---> hakikat Allah mengenakan hakikat manusia.

Kemudian kita lihat ya pus..

Ibrani 2:7 (TB)  Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Filipi 2:7-8 (TB) 
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Dua ayat di atas itu menurut saya menjelaskan
-Time frame- keadaan Allah saat inkarnasi menjadi manusia yaitu saat hakikat Allah mengenakan hakikat manusia.dimana ditegaskan Allah telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat dan juga dikatakan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Nah..menurut pandangan saya..
point2 itu semua dapat dialami Allah karena Allah sedang inkarnasi menjadi manusia yaitu saat Allah mengenakan hakikat manusia saja.

Sehingga dapat disimpulkan hakikat manusia tidaklah dikenakan selamaNya.

 :D hihihi..
Nah berangkat dari perihal tersebut puuss..

Maka timbullah pertanyaan puus.. :tuzki41: :monkeys19: :onion-head54: :monkeys19:

Bagaimana dapat dikatakan natur kemanusiaan-Nya dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya ?

Kalo benar demikian... :D

apa itu natur kemanusiaan-Nya yang dikenakan sejak inkarnasi bukan sejak kekal yang kemudian dikenakan selamanya..?

 :D begitu puuss.. nyambung kaann.. :coolsmiley: :monkeys19:
« Last Edit: July 31, 2017, 10:38:33 PM by Reformation »
August 01, 2017, 01:36:17 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Begini ya pus..
sepertinya saya harus jelasin sedikit latar pikir saya dapat timbul pertanyaan..

...

 :afro: sebagainya demikian

Quote
Manusia hakikatnya adalah manusia.

Allah sebelum inkarnasi --> hakikatNya Allah.

Allah saat inkarnasi menjadi manusia ---> hakikat Allah mengenakan hakikat manusia.

Kemudian kita lihat ya pus..

Ibrani 2:7 (TB)  Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Filipi 2:7-8 (TB) 
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Dua ayat di atas itu menurut saya menjelaskan
-Time frame- keadaan Allah saat inkarnasi menjadi manusia yaitu saat hakikat Allah mengenakan hakikat manusia.dimana ditegaskan Allah telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat dan juga dikatakan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Nah..menurut pandangan saya..
point2 itu semua dapat dialami Allah karena Allah sedang inkarnasi menjadi manusia yaitu saat Allah mengenakan hakikat manusia saja.

Sehingga dapat disimpulkan hakikat manusia tidaklah dikenakan selamaNya.

Bagaiaman cara anda menyimpulkan masih misteri  :D  Ayatnya tidak nyambung...  ;D

Anda perlu banyak belajar lagi kelihatannya. Coba anda pahami bagaimana Yesus dibangkitkan dan bagimana kelak kita juga akan dibangkitkan-Nya. Bukankah Yesus dibangkitkan dalam tubuh manusia dan kita juga akan dibangkitkan dalam tubuh manusia.

Lukas 24:39
"Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Gereja menyebut itu tubuh kemuliaaan atau tubuh rohani (1Kor 15:35-50), yaitu tubuh manusia yang akan dibangkitkan Kristus sama seperti tubuh yang dikenakan Kristus (Rom 8:29). Ini bukan tubuh Allah, sebab Allah tidak memiliki tubuh daging dan bertulang (Yoh 4:23-24).

Kisah 1:11 dikatakan,
"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Saat Yesus naik ke sorga, Ia mengenakan tubuh yang berdaging dan tulang, demikian saat Ia kelak kembali dalam keadaan "utuh" sebagai manusia dewasa yang juga tidak mengalami perubahan tetap berdaging dan tulang. Sebab keadaan-Nya setelah dibangkitkan adalah keadaan yang kekal.

Demikian iman kita,

20  Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
21  Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
22  Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
23  Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Kita juga akan dibangkitkan dalam keadaan yang sama, dengan tubuh yang berdaging dan tulang dalam kekelaan. Bukan tubuh dosa yang sekarang ini, tetapi dengan tubuh rohani yaitu tubuh kemuliaan sama seperti yang dimiliki oleh Kristus saat Ia dibangkitkan Allah.

bersambung dibawahnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)