Author Topic: Perbedaan pribadi2 Allah (BAPA,ANAK dan ROH KUDUS) ?  (Read 4699 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 22, 2017, 10:18:07 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Quote ini adalah respon terhadap quote jesuit sebelumnya terkait pembicaraan soal pribadi-pribadi Allah (Bapa,Anak, dan ROH KUDUS)  :D
Pemahaman anda mengenai aspek pribadi Allah Tritunggal menurut saya bersifat "quasi persona" yaitu pribadi yang fiktif dan tidak aktif turun kedunia.

Anda percaya bahwa yang inkarnasi itu adalah hakekat Allah Anak  sedangkan saya percaya bahwa yang inkarnasi dan turun kedunia adalah pribadi Anak Allah yang hakekatnya adalah Allah lalu bertambah menjadi hakekat manusia setelah inkarnasi.

Jadi ketika pribadi Allah Anak inkarnasi maka pribadi Allah Bapa tetap di Surga.

Demikian juga Anda kelihatannya berpandangan bahwa yang turun kedunia itu hanya hakekat ROH KUDUS sedangkan saya percaya yang turun pada saat Pentakosta itu adalah pribadi Allah ROH KUDUS yang hakekatnya adalah Roh,sedangkan pribadi Bapa dan Anak ada di Surga.

Demikianlah pemahaman teologis saya brur,kalau menurut anda tidak Alkitabiah mohon ditanggapi apanya yang keliru menurut anda secara Alkitabiah.
Naah... :D

Berangkat dari quote di atas..

Kelihatan sepertinya pribadi2 (Bapa,Anak,dan ROH KUDUS) Allah itu berbeda antara satu dan lainnya..

Pertanyaannya:

Pribadi-pribadi Allah itu apa saja ya yang membedakanya ?

1. Pribadi Bapa ?
-
-
Etc

2. Pribadi Anak?
-
-
Etc

3.Pribadi ROH KUDUS ?
-
-
Etc

Silahkan.. :D
July 29, 2017, 12:52:05 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4605
  • Gender: Male
Bagaimana anda mendifinisikan kata pribadi (persona) tersebut? Jika anda salah memahami kata pribadi (persona) maka anda akan mendapati pemahaman yang tidak selaras yang ujung-unjungnya melahirkan teori komposisi yang tidak sejalan dengan Allah yang mengenalkan dirinya dalam keseluruhan Alkitab.
July 29, 2017, 01:08:10 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2213
Bagaimana anda mendifinisikan kata pribadi (persona) tersebut? Jika anda salah memahami kata pribadi (persona) maka anda akan mendapati pemahaman yang tidak selaras yang ujung-unjungnya melahirkan teori komposisi yang tidak sejalan dengan Allah yang mengenalkan dirinya dalam keseluruhan Alkitab.

Allah bersifat pribadi. Akan tetapi, ketika kita menggunakan istilah "pribadi" Allah, kita bukan mengatakan bahwa Allah adalah manusia. Maksud kita adalah bahwa Allah mempunyai "sifat" atau "kepribadian" dan bahwa Ia adalah oknum rasional yang sadar-diri.

Pakar teologi mengartikan pribadi sebagi "Oknum individu yang mempunyai pikiran, emosi, dan kehendak."

Cukup jelas bahwa Allah mempunyai akal (Mazmur 139:17), emosi (Mazmur 78:41), dan kehendak (1 Korintus 1:1).

Jadi, memang benar jika dikatakan Allah adalah pribadi.

July 29, 2017, 09:16:58 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4605
  • Gender: Male
Allah bersifat pribadi. Akan tetapi, ketika kita menggunakan istilah "pribadi" Allah, kita bukan mengatakan bahwa Allah adalah manusia. Maksud kita adalah bahwa Allah mempunyai "sifat" atau "kepribadian" dan bahwa Ia adalah oknum rasional yang sadar-diri.

Pakar teologi mengartikan pribadi sebagi "Oknum individu yang mempunyai pikiran, emosi, dan kehendak."

Cukup jelas bahwa Allah mempunyai akal (Mazmur 139:17), emosi (Mazmur 78:41), dan kehendak (1 Korintus 1:1).

Jadi, memang benar jika dikatakan Allah adalah pribadi.



Jadi anda mendifinisikan pribadi (persona) itu adalah sifat??? Jadi bagi kamu Allah punya 3 sifat????
July 29, 2017, 09:25:35 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Bagaimana anda mendifinisikan kata pribadi (persona) tersebut? Jika anda salah memahami kata pribadi (persona) maka anda akan mendapati pemahaman yang tidak selaras yang ujung-unjungnya melahirkan teori komposisi yang tidak sejalan dengan Allah yang mengenalkan dirinya dalam keseluruhan Alkitab.
Pus.. :D
silahkan kamu jawab pertanyaan tread ini dari sudut pandang kamu pribadi sebagai seorang Kristen.

Dah itu aja pointnya ya pus.. :tuzki41:
July 30, 2017, 06:21:02 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2213
Jadi anda mendifinisikan pribadi (persona) itu adalah sifat??? Jadi bagi kamu Allah punya 3 sifat????

Suatu yg bersifat pribadi itu memang bercirikan memiliki pikiran, emosi, dan kehendak."

Kalau sifat atau atribut Tuhan itu berjibun banyaknya seperti Mahakuasa,Maha Hadir,Mahatahu dlsb.

July 31, 2017, 11:01:46 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4605
  • Gender: Male
Suatu yg bersifat pribadi itu memang bercirikan memiliki pikiran, emosi, dan kehendak."

Kalau sifat atau atribut Tuhan itu berjibun banyaknya seperti Mahakuasa,Maha Hadir,Mahatahu dlsb.


Saya mengulangi apa yang anda tulis,

Allah bersifat pribadi. Akan tetapi, ketika kita menggunakan istilah "pribadi" Allah, kita bukan mengatakan bahwa Allah -cut-

Maksud kita adalah bahwa Allah mempunyai "sifat" atau "kepribadian" dan bahwa Ia adalah oknum rasional yang sadar-diri.

Pakar teologi mengartikan pribadi sebagi "Oknum individu yang mempunyai pikiran, emosi, dan kehendak."

-cut-


Jadi Allah memiliki tiga sifat??? Memiliki pikiran, emosi dan kehendak yang berbeda???

Mohon dijelaskan.
July 31, 2017, 11:05:58 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4605
  • Gender: Male
Pus.. :D
silahkan kamu jawab pertanyaan tread ini dari sudut pandang kamu pribadi sebagai seorang Kristen.

Dah itu aja pointnya ya pus.. :tuzki41:

Pertanyaan anda tidak dapat saya jawab selama anda tidak mendefinisikan apa itu pribadi (persona). Seperti sama halnya dengan pernyataan, "Johny punya banyak kaki tangan" kita harus sepakat dahulu bahwa 'kaki tangan" yang dimaksud adalah "antek-antek" bukan kaki dan tangan fisik. Demikian juga dengan pertanyaan anda, kita harus jelas dulu apa yang dimaksudkan dengan pribadi (persona) jika anda menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi.
July 31, 2017, 12:16:54 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Pertanyaan anda tidak dapat saya jawab selama anda tidak mendefinisikan apa itu pribadi (persona). Seperti sama halnya dengan pernyataan, "Johny punya banyak kaki tangan" kita harus sepakat dahulu bahwa 'kaki tangan" yang dimaksud adalah "antek-antek" bukan kaki dan tangan fisik. Demikian juga dengan pertanyaan anda, kita harus jelas dulu apa yang dimaksudkan dengan pribadi (persona) jika anda menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi.
Saya kira pertanyaannya sudah cukup.jelas dan karena belum ada juga yang berani mengisinya maka pendapat pribadiku berkata "mungkin saja karena ragu-ragu". :D

July 31, 2017, 12:55:32 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4605
  • Gender: Male
Saya kira pertanyaannya sudah cukup.jelas dan karena belum ada juga yang berani mengisinya maka pendapat pribadiku berkata "mungkin saja karena ragu-ragu". :D

Anda begitu ingin tahu apa yang saya pikirkan...  :D :D :D baiklah...

Allah hanya punya satu pribadi, satu sifat, bukan punya tiga pribadi dengan tiga sifat. Kehendak, pikiran dan sikap Allah Bapa, Putra Tunggal Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus dan ROH KUDUS adalah satu dan sama.

Saat seorang membendakan Allah, maka biasanya mereka akan mengimajinasikan tiga Allah dan menanyakaan mengapa Allah di bumi disalibkan mati namun Allah di Sorga tidak ikut mati? Mengapa Allah berdoa kepada Allah? Mengapa Allah perlu mengutus Allah masuk dalam tubuh manusia? Mengapa Allah dalam perjanjian lama mudah marah dan Allah yang datang sebagai manusia baiknya bukan main? Lalu menyimpulkan kalau begitu ada tiga pribadi (persona) biar gampang.

Saat Musa bertanya tentang nama Allah, apa jawab-Nya? Jika boleh diterjemahakan dengan gaya bahasa sehari-hari, "Aku ya Aku, tidak ada yang lain lagi buat apa kamu tanya nama seakan ada banyak untuk dibedakan."

Allah itu esa, hendaknya dipahami benar-benar esa diluar kebendaan.

Yesus pernah menyatakan "Allah itu Roh" saat kita diajar bagaimana menyembah Allah Bapa. Jika Allah adalah Roh, maka Allah bukanlah Allah secara fisik (kebendaan) yang dapat dihitung dalam bilangan. Jadi tidak benar yang mengatkaan Allah itu 3 menjadi 1, sebab siapakah Roh Allah, siapakah Firman Allah dan siapakah Allah Bapa itu? Walau disebut dalam sebutan berbeda tetapi Allah hanya ada satu dan Allah adalah Roh bukan kebendaan.

Inkarnasi, Firman Allah yang menjadi Anak Manusia adalah kejadian luar biasa membuat Allah yang adalah Roh hadir dihadapan kita ditengah-tengah kita dalam wujud Anak Manusia, yang bersifat kebendaan. Kitab Filipi 2:6-9 disebutkan bahwa Tuhan Yesus meninggalkan ke-Allahan-Nya untuk menjadi sama seperti manusia dalam waktu yang singkat kata Ibrani 2:7. Disinilah maka kita melihat wujud Allah dalam diri Anak Manusia.

Apakah artinya Allah kemudian menjadi dua? Sekali lagi maka kita harus ingat bahwa Allah itu Roh dan bagaimana kita dapat menjelaskan berapa banyak roh yang dapat tinggal dalam diri seorang manusia? Bagaimana ROH KUDUS bisa ada didalam manusia juga sekaligus diluar manusia dan juga pada dalam diri banyak orang sekaligus di tempat yang sangat jauh? Dunia roh berbeda dengan dunia jasmani, apalagi tentang substansi Allah, jika Allah dapat dianggap sebagai sebuah substansi. Itu diluar hukum alam (fisik) yang dipahami manusia. Kita dikurung selama ini oleh otak kita yang dibatasi oleh hukum alam (fisik).

Jika kita sadar bahwa Allah itu esa, maka kita tidak akan terjebak membendakan Allah menjadi tiga dan menganggap masing-masing punya pribadi (persona) yang berbeda-beda. Punya tiga sifat, punya tiga kehendak, pikiran dan sikap yang bisa berbeda-beda tergantung pribadi (persona) masing-masing Allah.

Yakobus 2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Tetapi manusia tidak gemetar dihadapan hadirat-Nya. Tidak ada takut akan Allah lagi di jaman modern yang semua dibendakan (duniawikan).
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)