Author Topic: PERSETUBUHAN ADALAH BUAH DOSA  (Read 6762 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 13, 2017, 08:27:21 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2215
Tidak perlulah menggunakan kosa kata provokatif model preman. Mari berdialog dengan tetap menjungjung kesopanan.

Persetubuhan sebagaimana yg kita ketahui seperti sekarang  ini di mana daging menyatu dengan daging adalah buah dosa, manusia tidak mengenal birahi sebelum manusia berdosa (Kejadian 3:16).  Sehingga bagaimana dapat terjadinya perkembang biakan manusia  diluar apa yg dapat kita bayangkan sekarang ini.

Adam dan Hawa sebelum berada di dunia kita sekarang ini, berada di dunia yang lain, yaitu Firdaus. Ketika adam dan Hawa masih di Firdaus mereka tergolong bukan orang-orang dunia, tetapi warga negara Firdaus Kerajaan Allah. Dan TUHAN kita sendiri Berfirman bahwa soal kawin adalah soal atau urusan orang2 dunia.

Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan (Lukas 20:34)


tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu  dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (Luk 20:35)

Persetubuhan sama sekali bukan dosa mas tetapi adalah kebutuhan biologis manusia sesuai kodratnya sebagai ciptaan Tuhan.

Ayat Kitab Kejadian yg anda kutip itu adalah hukuman atas dosa bukan larangan akan persetubuhan.

Anda mungkin seorang klerus yang selibat makanya jangan menjadikan diri anda sebagai ukuran kebenaran Tuhan.

Paham ?
« Last Edit: September 13, 2017, 09:18:06 AM by jamu »
September 13, 2017, 09:09:03 AM
Reply #21
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
saya percaya proses berkembangbiaknya manusia tdk melalui persetubuhan.

Jadi melalui apa yang anda ketahui?
(Kloning? Atau tulang rusuk manusia?)
Atau mau lihat dari hewan? Membelah diri?
Tolong berikan contohnya dulu..

Tapi dasar (logis) apa yang anda bawa untuk hal tersebut?
September 13, 2017, 09:47:57 AM
Reply #22
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Injil menuliskan
tetapi sejak semula tidaklah demikian. (Matius 19:9)

Sejak semula tidaklah demikian firman Yesus. Yg artinya sejak awal manusia tidak berkembangbiak dengan cara kawin.

Yg ini saya disagree,
Tuhan menciptakan Adam dan Hawa dg alat kelamin, dg hormon testosteron dan estrogen, dg sperma dan sel telur.
Maka sudah alamiah bagi manusia utk kawin dan mlakukan pengembang-biakan dg hubungan seksual.

Hubungan seksual dalam kerangka pernikahan kudus adalah kudus, dia bukan produk dosa.

Saya pikir mengenai ini sudah sangat jelas shg saya tidak akan memperpanjang debatnya.

Kl dalam hatimu tetap meyakini hubungan seksual adl produk dosa, ya jadilah sbgmn kyakinanmu.

Quote
Terkait dengan doktrin Gereja Katolik tentang ketakberdosaan Bunda Maria, maka hanya Bunda Maria dibebaskan dari melahirkan dengan kesakitan., sebab Maria tanpa noda, dan Maria tak melakukan persetubuhan manusiawi. Mereka yang tanpa salah tak mengenal sakit melahirkan pula sakit sakaratulmaut. Akan tetapi jika Orangtua Pertama tetap tak berdosa dan menjadi anak-anak Allah, maka mereka akan melahirkan tanpa sakit beranak sebab itu pantas, mereka mengandung tanpa nafsu birahi

(Dalam konteks ajaran gereja katolik roma), Bunda Maria tidak berdosa bukan krn ia tidak berhubungan seks dg Yusuf, mlainkan krn Ia dipilih Tuhan dari semula dan diberikan karunia tsb.

Jadi krn Maria terpilih dan dibebaskan dari original sin (skali lagi dlm kerangkan ajaran GKR), maka Ia layak utk mengandung dari ROH KUDUS dan melahirkan Yesus Kristus tanpa perlu persetubuhan, bukan krn tidak berhubungan seks dg Yusuf maka Maria jadi bebas dari dosa asal.

Jd kasus Bunda Maria itu unik, khas, tidak bisa disamakan dg manusia manapun (dalam kerangka ajaran GKR).

Terima kasih utk diskusinya.
Tuhan Yesus memberkati.
« Last Edit: September 13, 2017, 09:52:17 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 13, 2017, 12:29:29 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9072
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
saya percaya proses berkembangbiaknya manusia tdk melalui persetubuhan.

okay broh,
kalo penafsiran anda seperti itu....

but sy ngga setuju dengan penafsiran tersebut

sy percaya hubungan intim itu Tuhan ciptakan untuk manusia dapat menikmatinya dalam kekudusan
hanya saja manusia suka menyalahgunakannya

thx
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 13, 2017, 01:35:06 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4635
  • Gender: Male
-cut-

Persetubuhan sebagaimana yg kita ketahui seperti sekarang  ini di mana daging menyatu dengan daging adalah buah dosa, manusia tidak mengenal birahi sebelum manusia berdosa (Kejadian 3:16).  Sehingga bagaimana dapat terjadinya perkembang biakan manusia  diluar apa yg dapat kita bayangkan sekarang ini.

Adam dan Hawa sebelum berada di dunia kita sekarang ini, berada di dunia yang lain, yaitu Firdaus. Ketika adam dan Hawa masih di Firdaus mereka tergolong bukan orang-orang dunia, tetapi warga negara Firdaus Kerajaan Allah. Dan TUHAN kita sendiri Berfirman bahwa soal kawin adalah soal atau urusan orang2 dunia.

Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan (Lukas 20:34)


tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu  dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (Luk 20:35)

Pandangan yang cukup ekstrim!

Kata תשׁוקה (teshuwqah) dalam Kejadian 3:16 yang diterjemahkan "birani" adalah kata yang unik. Kata itu juga terdapat dalam Kejadian 4:7, "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." Dan kita semua tahu itu bukan soal nafsu seksual. Hanya ada tiga kali kata itu dipakai dalam Alkitab. Terakhir dipakai dalam Kidung Agung 7:10, "Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju." Berbeda dengan kata עגב (‘agab) yang artinya nafsu seksual atau berahi dalam arti sebenarnya, misalkan dalam Yehezkiel 23:16, "Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka."

Dalam Kejadian 3:16, saat Hawa jatuh dalam dosa, dan ia menerima akibat dosa selain kematian adalah rasa sakit saat bersalin dan ketergantungannya pada laki-laki dan laki-laki akan berkuasa atasnya. Sejak ribuan tahun kita melihat bahwa wanita memang merasakan sakit bersalin secara alami dan secara alami juga mereka akan selalu merasa membutuhkan laki-laki dan rela berada di bawah kekuasaan laki-laki. Kita tidak dapat menjadikan kata 'teshuwqah' sebagai nafsu seksual, sebab baik pria maupun wanita memiliki nafsu seksual yang sama, bukan hanya wanita terhadap laki-laki.

Dorongan seksual itu adalah bagian dari tubuh daging, tercipta dari hormon yang dilepaskan oleh tubuh. Saat kita dibangkitkan pada akhir zaman, kita akan mengenakan tubuh kemuliaan yang berbeda dengan tubuh daging yang sekarang kita miliki ini. Tubuh kemuliaan tersebut tidak lemah terhadap dosa dan kemungkinan juga tidak memiliki hormon yang berkaitan dengan seksualitas berdasarkan ayat-ayat yang kamu telah bagikan tersebut.

Saat ini kita semua tahu kita mengenakan tubuh daging yang sama dengan tubuh Adam dan Hawa. Sebab kita bukan diciptakan oleh Allah tetapi kita dilahirkan dari Adam dan Hawa. Sehingga apa yang ada pada Adam dan Hawa secara biologis juga ada pada kita keturunannya. Hormon seksualitas bukan muncul saat keluar dari Taman Allah di Eden, tetapi telah dimiliki oleh Adam dan Hawa sejak mereka diciptakan Allah. Karena itu juga maka Allah mengenalkan kepada Adam dan Hawa pernikahan di Taman Allah dan memiliki kelamin. Kejadian 2:24, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." dan lagi dikatakan Allah, "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi."

bersambung dibawahnya...
« Last Edit: September 13, 2017, 01:48:09 PM by Krispus »
September 13, 2017, 01:35:16 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4635
  • Gender: Male
sambungan dari atasnya...

Kristus disebut "Adam Terakhir" menunjukan bahwa Adam pertama yang di taman Eden tersebut bukan mengenakan tubuh yang sempurna, melainkan tubuh daging yang sama seperti binatang. Ketika yang sempurna itu datang maka semua orang yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus, akan juga mengenakan tubuh kemuliaan yang sama yang dikenakan Kristus ketika Ia dibangkitkan oleh Allah Bapa. Jadi pada saat kebangkitan kita tidak mengenakan tubuh seperti Adam di taman Eden tetapi mengenakan tubuh kemuliaan seperti yang dikenakan Adam Terakhir.

1 Korintus 15
47  Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
48  Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
49  Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.


Jadi tidak benar bahwa Adam dan Hawa tidak mengenal pernikahan dan tidak mengenal hubungan seksual, sebab dagingnya dan daging kita adalah sama, hormonnya dan hormon kita sama, berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani sama seperti binatang yang diciptakan dari debu tanah. Pengkhotbah 3:18 berkata, Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: "Allah hendak menguji mereka dan memperlihatkan kepada mereka bahwa mereka hanyalah binatang."

Manusia walau sama seperti binatang dalam dagingnya, namun kita menerima Roh dari Allah sehingga kita disebut segambar dan serupa dengan-Nya sedangkan binatang tidak menerima Roh Allah dalam diri mereka. Karena Roh yang diberikan dalam manusia tersebut maka kita berbeda dengan binatang. Kita dikenalkan Allah dengan pribadi Allah lewat hukum-hukum Allah tentang bagaimana menjadi sama seperti Allah sehingga kita pantas disebut anak-anak Allah. Sedangkan kehadiran Adam Terakhir yaitu Tuhan Yesus Kristus bukanlah rencana susulan, tetapi sejak dari pertama sebelum diciptakan-Nya Adam dan Hawa, telah dirancangkan tentang tubuh kemuliaan yang tidak sama dengan tubuh daging yang bersifat jasmani seperti binatang. Namun untuk benar-benar serupa dengan Allah, kita harus belajar bagaimana menjadi serupa dengan Allah lewat Yesus Kristus.

Jika anda beranggapan bahwa pernikahan (satu daging) yang Allah telah tetapkan di Taman Allah tersebut tidak berkaitan dengan beranak cucu dan tidak berhubungan dengan hubungan seksual dan kehamilan, maka anda salah besar dalam memahami Kitab Suci. Akibat dosa yang diderita wanita adalah sakit saat bersalin dan keinginannya terhadap kehadiran pria disampingnya. Jika anda wanita anda akan paham hal ini, jika anda pria tanyakan istri atau ibu kamu agar paham. Bukan seks yang diingikan oleh wanita terhadap pria sehingga ia rela dikuasai oleh pria.
« Last Edit: September 13, 2017, 01:52:19 PM by Krispus »
September 13, 2017, 01:46:31 PM
Reply #26
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Pandangan yang cukup ekstrim!

Kata תשׁוקה (teshuwqah) dalam Kejadian 3:16 yang diterjemahkan "birani" adalah kata yang unik. Kata itu juga terdapat dalam Kejadian 4:7, "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." Dan kita semua tahu itu bukan soal nafsu seksual. Hanya ada tiga kali kata itu dipakai dalam Alkitab. Terakhir dipakai dalam Kidung Agung 7:10, "Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju." Berbeda dengan kata עגב (‘agab) yang artinya nafsu seksual atau berahi dalam arti sebenarnya, misalkan dalam Yehezkiel 23:16, "Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka."

Dalam Kejadian 3:16, saat Hawa jatuh dalam dosa, dan ia menerima akibat dosa selain kematian adalah rasa sakit saat bersalin dan ketergantungannya pada laki-laki dan laki-laki akan berkuasa atasnya. Sejak ribuan tahun kita melihat bahwa wanita memang merasakan sakit bersalin secara alami dan secara alami juga mereka akan selalu merasa membutuhkan laki-laki dan rela berada di bawah kekuasaan laki-laki. Kita tidak dapat menjadikan kata 'teshuwqah' sebagai nafsu seksual, sebab baik pria maupun wanita memiliki nafsu seksual yang sama, bukan hanya wanita terhadap laki-laki.

Dorongan seksual itu adalah bagian dari tubuh daging, tercipta dari hormon yang dilepaskan oleh tubuh. Saat kita dibangkitkan pada akhir zaman, kita akan mengenakan tubuh kemuliaan yang berbeda dengan tubuh daging yang sekarang kita miliki ini. Tubuh kemuliaan tersebut tidak lemah terhadap dosa dan kemungkinan juga tidak memiliki hormon yang berkaitan dengan seksualitas berdasarkan ayat-ayat yang kamu telah bagikan tersebut.

Saat ini kita semua tahu kita mengenakan tubuh daging yang sama dengan tubuh Adam dan Hawa. Sebab kita bukan diciptakan oleh Allah tetapi kita dilahirkan dari Adam dan Hawa. Sehingga apa yang ada pada Adam dan Hawa secara biologis juga ada pada kita keturunannya. Hormon seksualitas bukan muncul saat keluar dari Taman Allah di Eden, tetapi telah dimiliki oleh Adam dan Hawa sejak mereka diciptakan Allah. Karena itu juga maka Allah mengenalkan kepada Adam dan Hawa pernikahan di Taman Allah. Kejadian 2:24, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

bersambung dibawahnya...

I Agree
September 13, 2017, 06:31:23 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Jadi melalui apa yang anda ketahui?
(Kloning? Atau tulang rusuk manusia?)
Atau mau lihat dari hewan? Membelah diri?
Tolong berikan contohnya dulu..

Tapi dasar (logis) apa yang anda bawa untuk hal tersebut?

Saya pernah membaca penjelasan yg menarik di sebuah grup Katolik : https://web.facebook.com/groups/1385339768460563/permalink/1793337520994117/

Mohon tanggapan rekan2 semua. Bagaimana dengan pandangan tsb?
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2017, 06:49:12 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9072
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Saya pernah membaca penjelasan yg menarik di sebuah grup Katolik : https://web.facebook.com/groups/1385339768460563/permalink/1793337520994117/

Mohon tanggapan rekan2 semua. Bagaimana dengan pandangan tsb?

ya sama saja.... intinya dr artikel tersebut adalah ujung2nya perlu persetubuhan untuk melahirkan keturunan

tapi lagi2 saya ngga setuju dengan artikel tersebut

manusia itu udah jelas, lebih tinggi dari segala tumbuhan dan hewan
manusia itu ditentukan Allah untuk menguasai bumi ini, termasuk tumbuhan dan hewan didalamnya

lha ini kok malah nurun2in derajat manusia jadi setara hewan dan tumbuhan?
sampai2 dikatakan "manusia tidak bertindak seperti tanaman dan binatang"
too far, ngga perlu manusia bertindak seperti tanaman atau binatang karena manusia adalah manusia, ciptaan Allah yang sempurna, masterpieceNya Allah

hewan dan tumbuhan berkembang biak disaat mereka emang lagi ingin berkembang biak
mereka melakukannya tanpa peduli keadaan sekitar
mau di tengah2 umum juga ngga peduli, yang penting tersalurkan

manusia jelas lebih tinggi derajatnya, karena walau ingin berkembang biak/bersetubuh sekalipun, manusia bisa mengendalikannya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 13, 2017, 06:54:10 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Yg ini saya disagree,
Tuhan menciptakan Adam dan Hawa dg alat kelamin, dg hormon testosteron dan estrogen, dg sperma dan sel telur.
Maka sudah alamiah bagi manusia utk kawin dan mlakukan pengembang-biakan dg hubungan seksual.

Hubungan seksual dalam kerangka pernikahan kudus adalah kudus, dia bukan produk dosa.

Saya pikir mengenai ini sudah sangat jelas shg saya tidak akan memperpanjang debatnya.

Kl dalam hatimu tetap meyakini hubungan seksual adl produk dosa, ya jadilah sbgmn kyakinanmu.


Terima kasih utk diskusinya.
Tuhan Yesus memberkati.

sy percaya hubungan intim itu Tuhan ciptakan untuk manusia dapat menikmatinya dalam kekudusan
hanya saja manusia suka menyalahgunakannya

thx

Saya hanya beranggapan bahwa persetubuhan bukanlah sesuatu yg kudus meski itu dilakukan dengan pasangan kita sendiri. Persetubuhan adalan karya setan atas dunia. Manusia pertama telah tertipu dengan mengganti cinta yg kudus yg sejak semula ditanamkan dalam diri manusia kepada tingkat nafsu hewani. Itu baru anggapan saya yg masih blm dapat saya jelaskan scr teologis. Namun saya membaca pengajaran Paus Yohanes Paulus II tentang Sex dalam ajaran theologi Tubuh. Sebagian dari ajaran Paus Yohanes Paulus II pernah saya share di grup ini dalam sebuah threat: DOSA MENYEBABKAN KETELANJANGAN PERLU DITUTUPI

Lanjut dibawah...
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)