Author Topic: PERSETUBUHAN ADALAH BUAH DOSA  (Read 6757 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 13, 2017, 06:55:13 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Mereka keduanya telanjang,   manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.(Kejadian 2:25)

Pada awalnya manusia diciptakan telanjang dan ketelanjangan tidak membangkitkan rasa malu. Sebab manusia pertama lelaki dan perempuan memiliki pandangan yang murni akan ketelanjangan. Lelaki dan perempuan adalah subyek dan memperlakukan yang lain sebagai subyek. Satu-satunya reaksi yang muncul ketika sebuah subyek berjumpa dengan subyek yg lain adalah rasa kagum penuh hormat. Reaksi kagum penuh hormat itu sudah mengandung sebuah hasrat yang bergerak ke arah kesatuan antar keduanya. Selama proses itu berlangsung keduannya memiliki cara pandang yang melimpah dengan sebuah kejujuran, sebuah kekaguman penuh hormat, sebuah keinginan memberikan diri secara penuh kepad subyek yang lain. [/b].
....

Ketika Adam dan Hawa untuk pertama kali jatuh ke dalam dosa, mereka mengalami suatu pengalaman asing. Mereka mengalami suatu kebingungan akan apa yang mereka rasakan. Mereka tidak lagi memandang satu dengan yang lain dengan pandangan yang sama lagi. Timbul untuk pertama kalinya perasaan yang selama ini tidak dirasakan oleh manusia yaitu rasa malu. Rasa malu akan ketelanjangan ini sebenarnya adalah ungakapan rasa malu akan adanya kekacauan dalam kehendak hatinya yang sudah dikuasai oleh nafsu.

Dosa melahirkan Birahi"...engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." (Kejadian 3:16)

Ketelanjangan segera harus mereka tutupi karena ada kekuatiran yang mendasar kalau-kalau itu akan menjadi pintu bagi pihak lain untuk tidak lagi memperlakukan dirinya sebagai subyek, melainkan sebagai obyek. Lelaki dan wanita saling memandang dengan pandangan ingin menguasai, mengambil sesuatu dari lawan jenisnya bagi dirinya sendiri (demi kepuasan diri, demi kepuasan daging). Pada akirnya persetubuhan terjadi bukan oleh cara pandang yang melimpah dengan sebuah kejujuran, sebuah kekaguman penuh hormat, sebuah keinginan memberikan diri secara penuh kepad subyek yang lain. Tetapi terjadi oleh keinginan menguasai satu dengan yg lain, mengambil bagi dirinya sendiri kenikmatan daging. Patner hanya menjadi obyek pemuasan hasrat semata. Keluhuran persetubuhan telah diturunkan derajatnya setingkat animalia. Mulai saat itulah manusia dikuasai oleh, instinct, naluri, dorongan sesaat belaka. Dosa membuat struktur "penguasaan diri"  digoncangkan pada dasar terdalamnya.

Dalam sebuah perkawinan, seorang suami bisa merasa bahwa istri adalah ancaman bagi dirinya, dan seorang istri bsa memandang suaminya sebagai ancaman. Gema dari kenyataan ini masih terdengar baik dalam hubungan suami istri yang sah  maupun hubungan lelaki dan perempuan., maupun dalam hubungan antar sahabat. Kita mendengar: “Dia hanya memakai saya.” Dan bagi Yohanes Paulus II, lawan kata dari “mencintai,” bukanlah “membenci,” melainkan “menggunakan.”

Jika sebelumnya manusia memandang satu dengan yg lain dengan pandangan penuh kekaguman dan rasa hormat dengan meletakan manusia yg lain sebagai subyek. Namun kali ini pandangan itu berubah. Mereka tidak lagi memandang satu dengan yg lain dengan pandangan subyek dengan subyek, melainkan subyek dengan obyek.

Ini gema yang sudah dikumandangkan sejak pasangan manusia pertama itu berdosa, sejak mereka tahu akan ketelanjangan mereka. Mereka mulai menutupi ketelanjangan mereka, karena sejak itu mereka tahu ketelanjangan itu bisa menjadi pintu bagi pihak lain untuk memperlakukan dirinya tidak lagi sebagai subyek melainkan sebagai obyek yang bisa dipakai dan dibuang begitu saja.

Dalam percakapan popular, dalam kolom-kolom konsultasi sex di banyak majalah, dalam Tanya jawab dengan pakar sex seperti dokter Naek L. Tobing, hampir bisa dipastikan selalu ada keluhan entah dari pihak suami atau istri tentang pasangannya: “Dia ingin menggunakan tubuh saya sepuas-puasanya, dan saya tidak mampu mengimbanginya. Lebih parah lagi , banyak kolom dalam majalah populer, Cosmopolitan atau Men’s Health, misalnya mengumandangkan justru logika yang sama bagaimana mencapai kepuasan dengan memanfaatkan pasangan.

Lelaki mengatakan “Aku mencintaimu” agar ia bisa menikmati sex dari tubuh perempuan. Sedangkan perempuan akan rela menyediakan tubuhnya untuk dinikmati oleh tubuh lelaki dengan harapan akan mendengar dari laki-laki ucapan “Aku mencintaimu.” Inilah rangkaian logika “saling memakai dan memanfaatkan,” bukan lagi logika “saling member diri.”






Lebih lengkapnya silahkan masuk pada threat ini: http://forumkristen.com/index.php?topic=54083.msg1057176#msg1057176
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2017, 06:59:19 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
ya sama saja.... intinya dr artikel tersebut adalah ujung2nya perlu persetubuhan untuk melahirkan keturunan

tapi lagi2 saya ngga setuju dengan artikel tersebut

manusia itu udah jelas, lebih tinggi dari segala tumbuhan dan hewan
manusia itu ditentukan Allah untuk menguasai bumi ini, termasuk tumbuhan dan hewan didalamnya

lha ini kok malah nurun2in derajat manusia jadi setara hewan dan tumbuhan?
sampai2 dikatakan "manusia tidak bertindak seperti tanaman dan binatang"
too far, ngga perlu manusia bertindak seperti tanaman atau binatang
karena manusia adalah manusia, ciptaan Allah yang sempurna, masterpieceNya Allah

hewan dan tumbuhan berkembang biak disaat mereka emang lagi ingin berkembang biak
mereka melakukannya tanpa peduli keadaan sekitar
mau di tengah2 umum juga ngga peduli, yang penting tersalurkan

manusia jelas lebih tinggi derajatnya, karena walau ingin berkembang biak/bersetubuh sekalipun, manusia bisa mengendalikannya

Saya tidak menangkapnya demikian. Yg saya tangkap dari tulisan tersebut  adalah tindakan2 manusia terkadang bahkan lebih rendah dari hewan dalam hal persetubuhan. Itu yg dimaksud. Manusia dalam persetubuhan yang cabul dan memalukan, yang bahkan tak dikenal binatang, meski binatang tak memiliki akal budi dan jiwa rohani.

Contoh percabulan2 manusia yg mungkin dibawah moral yg hewan pun tidak melakukan adalah misalnya Phedopilia, sex dengan binatang, sex dengan sesama jenis dll

Yg ditulis penulis itu adalah demikian:

 Pernahkah kita melihat seekor binatang jantan dan betina saling menghampiri satu sama lain untuk sekedar berpelukan dan mengumbar hawa nafsu? Tidak. Dari dekat maupun jauh, mereka terbang, merayap, melompat ataupun berlari, mereka pergi, apabila saatnya tiba, untuk melakukan ritus perkawinan. Pun tidak pernah mereka menghindar dengan berhenti pada mencari kenikmatan, akan tetapi mereka bertindak lebih jauh, ke konsekwensi serius dan suci akan adanya keturunan.

Yg dia maksud adalah bahwa perkawinan hewan terjadi hanya dan demi melanjutkan keturunan semata. Bukan sarana mengumbar hawa nafsu. Demikian yg saya tangkap
« Last Edit: September 13, 2017, 07:09:28 PM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2017, 09:16:56 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Pandangan yang cukup ekstrim!

OK

Dorongan seksual itu adalah bagian dari tubuh daging, tercipta dari hormon yang dilepaskan oleh tubuh. Saat kita dibangkitkan pada akhir zaman, kita akan mengenakan tubuh kemuliaan yang berbeda dengan tubuh daging yang sekarang kita miliki ini. Tubuh kemuliaan tersebut tidak lemah terhadap dosa dan kemungkinan juga tidak memiliki hormon yang berkaitan dengan seksualitas berdasarkan ayat-ayat yang kamu telah bagikan tersebut.


Saat ini kita semua tahu kita mengenakan tubuh daging yang sama dengan tubuh Adam dan Hawa. Sebab kita bukan diciptakan oleh Allah tetapi kita dilahirkan dari Adam dan Hawa. Sehingga apa yang ada pada Adam dan Hawa secara biologis juga ada pada kita keturunannya. Hormon seksualitas bukan muncul saat keluar dari Taman Allah di Eden, tetapi telah dimiliki oleh Adam dan Hawa sejak mereka diciptakan Allah. Karena itu juga maka Allah mengenalkan kepada Adam dan Hawa pernikahan di Taman Allah dan memiliki kelamin. Kejadian 2:24, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." dan lagi dikatakan Allah, "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi."

bersambung dibawahnya...

Saya tidak paham tentang biologi dan atau juga tentang hormon yg mendorong nafsu sexual timbul misalnya. Saya malah beranggapan hormon tsb awalnya tidak mendorong pada timbulnya nafsu kedagingan. Namun hadirnya dosa yg meruntuhkan fungsi awal hormon tsb. Di dalam kejadian Allah berfirman kamu akan birahi.. artinya bahwa sebelum manusia berdosa, manusia belum mengenal dan mengalami sensasi birahi. Dosalah yang mendatangkan sensasi tsb, sehingga manusia kehilangan keluhurannya oleh karena menjadi budak dari birahi. Keluhuran cinta mengalami degradasi menjadi sebatas pemenuhan nafsu daging semata. Bukan lagi sebagai suatu ungkapan cinta yang luhur sebagaimana yg dikehendaki oleh Allah sejak semula. Manusia telah memandang dengan pandangan yg berbeda, satu dengan yg lain setelah hadirnya virus dosa. Pada akirnya persetubuhan terjadi bukan oleh cara pandang yang melimpah dengan sebuah kejujuran, sebuah kekaguman penuh hormat, sebuah keinginan memberikan diri secara penuh kepad subyek yang lain. Tetapi terjadi oleh keinginan menguasai satu dengan yg lain, mengambil bagi dirinya sendiri kenikmatan daging. Patner hanya menjadi obyek pemuasan hasrat semata. Keluhuran persetubuhan telah diturunkan derajatnya setingkat animalia. Mulai saat itulah manusia dikuasai oleh, instinct, naluri, dorongan sesaat belaka. Dosa membuat struktur "penguasaan diri"  digoncangkan pada dasar terdalamnya.
« Last Edit: September 13, 2017, 09:19:52 PM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2017, 09:41:56 PM
Reply #33
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Mungkin saya share yang saya dapat
1. Untuk kita yang hidup didunia ini..siapa yang telah menjadi pasangan hidup kita adalah yang kudus dr Allah.
2. Dan selama kita hidup didunia ini (kesampingkan dulu adam dan hawa di taman eden) apakah kita bisa lewati namanya kedagingan kita akan hawa nafsu?
Pastilah tidak (kalau manusianya normal/bukan selibat)
Jadi pasangan kita itu sebagai penjaga kita agar tidak jatuh dalam dosa dari perempuan2 asing/jahat.

Amsal 6:28 (TB)  Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?

Dapatkah orang hidup didunia ini dengan tidak jatuh dalam dosa?

Salam,
September 13, 2017, 09:55:51 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Mungkin saya share yang saya dapat
1. Untuk kita yang hidup didunia ini..siapa yang telah menjadi pasangan hidup kita adalah yang kudus dr Allah.
2. Dan selama kita hidup didunia ini (kesampingkan dulu adam dan hawa di taman eden) apakah kita bisa lewati namanya kedagingan kita akan hawa nafsu?
Pastilah tidak (kalau manusianya normal/bukan selibat)
Jadi pasangan kita itu sebagai penjaga kita agar tidak jatuh dalam dosa dari perempuan2 asing/jahat.

Amsal 6:28 (TB)  Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?

Dapatkah orang hidup didunia ini dengan tidak jatuh dalam dosa?

Salam,

Dosa telah merusak semuanya. Segalanya berubah setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Keguncangan hadir dalam diri manusia. Iblis telah merusak manusia sebab manusia telah diciptakan tanpa dosa, namun iblis menghantar mereka pada pengetahuan dan gagasan melalui kenikmatan nafsu birahi, mengenyahkan Allah, dalam diri makhluk terkasih-Nya Hawa memulai dosa sendirian. Ia menyelesaikannya bersama pendampingnya. Itulah sebabnya mengapa hukuman yang lebih berat ditimpakan pada perempuan. Karena dia, manusia menjadi suka memberontak terhadap Allah dan menjadi mengenal percabulan dan kematian. Karena dia, manusia tak lagi dapat menguasai ketiga kekuasaannya: kekuasaan atas roh, sebab ia membiarkan roh tidak taat kepada Allah; kekuasaan atas moral, sebab ia membiarkan hawa nafsu menguasainya; kekuasaan atas daging, sebab ia memerosotkannya ke tingkat naluri binatang.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2017, 10:04:23 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika

Dapatkah orang hidup didunia ini dengan tidak jatuh dalam dosa?

Salam,

Dua sarana yang paling umum digunakan oleh Setan untuk menaklukkan jiwa-jiwa adalah nafsu seksual dan kerakusan. Dia selalu mulai dari hal-hal materiil. Begitu dia telah melucuti dan menundukkan sisi materiil, dia menyerang sisi spirituil.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2017, 10:31:15 PM
Reply #36
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Dua sarana yang paling umum digunakan oleh Setan untuk menaklukkan jiwa-jiwa adalah nafsu seksual dan kerakusan. Dia selalu mulai dari hal-hal materiil. Begitu dia telah melucuti dan menundukkan sisi materiil, dia menyerang sisi spirituil.

Kalau yang saya tangkap dr bro..
Ada mengarah ke Salah satu aliran sebelah ya bro?

Atau mengarah ke selibat..?

Atau setiap hubungan perkawinan yg terjadi, harus terjadi pembuahan seperti bunga & hewan yg bro sharekan linknya..?
September 14, 2017, 08:32:49 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Kalau yang saya tangkap dr bro..
Ada mengarah ke Salah satu aliran sebelah ya bro?

Aliran  mana yg anda maksud?

Atau mengarah ke selibat..?

Selibat itu hanya bagi mereka yg berkehendak demikian. Berapa sih prosentase orang2 yang memilih jalan hidup selibat demi kerajaan Allah?

Atau setiap hubungan perkawinan yg terjadi, harus terjadi pembuahan seperti bunga & hewan yg bro sharekan linknya..?

Tidak demikian maksudnya, itu hanyalah suatu gambaran cara manusia berkembang biak jika tidak jatuh ke dalam dosa, namun kebenara dari gambaran tsb  kita tidak tahu, meski demikian perkembangbiakan dengan cara tsb dimiliki juga oleh mahkluk ciptaan TUHAN lainnya.  Ketika membuat suatu perenungan ttg ini, dengan juga membaca pengajaran dari Paus Yohanes Paulus II, saya memahami bahwa sejak sebelum dosa, segalanya dalam ciptaan diatur oleh dan didasarkan pada cinta, suatu cinta yang kudus, murni, berkuasa dan sempurna. Dan Allah memberikannya sebagai perintah pertama-Nya kepada manusia: 'Beranakcuculah dan bertambah banyaklah.'  Cinta, seperti sebagaimana sekarang, prokreasi anak-anak yang sekarang, masih belum ada pada waktu itu. Tidak ada kebencian ataupun dahaga menjijikkan akan sensualias. Laki-laki mencintai perempuan dan perempuan mencintai laki-laki, secara alamiah, bukan alamiah seturut alam sebagaimana kita memahaminya sekarang yg coba dijelaskan oleh ilmu biologi, melainkan adikodrati.

Kekudusan Cinta yang tak terbalut Birahi.

Saat itu cinta keduanya lelaki dan perempuan bagai cinta dari Dua orang yang bersaudara. Cinta dua orang saudara lelaki dan perempuan adalah cinta yang saling memberikan diri, suatu cinta dalam tingkatan yg lebih kudus  dan kendati demikian adalah suami dan istri, yang mencintai dan saling menatap satu sama lain dengan mata yang tak berdosa dari pasangan kembar dalam satu buaian.

Laki-laki merasakan cinta seorang bapa kepada istrinya 'tulang dari tulangnya dan daging dari dagingnya',  seorang anak bagi bapanya adalah sangat berharga; dan perempuan mengalami sukacita menjadi seorang anak perempuan, yang dilindungi oleh cinta yang sangat tinggi tingkatnya, sebab dia merasakan bahwa dia memiliki dalam dirinya sesuatu dari laki-laki mengagumkan yang mencintainya, dengan semangat ketakberdosaan dan bak malaikat. Ada kekudusan dalam cinta kedua insan tersebut.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 14, 2017, 10:50:25 AM
Reply #38
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
http://corproject.com/127-pope-benedict-xvis-god-is-love-10-years-later/

Saya baca artikel di atas yg menceritakan pandangan Pope Benedict XVI ttg eros.
Pandangan ini disebut selaras dg Theology of Body dari Pope John Paul II.

Quote
Christianity does not “blow the whistle” on erotic love. It seeks to rescue it from degradation, to “heal it and restore its true grandeur,” says Benedict. The “contemporary way of exalting the body is deceptive. Eros, reduced to pure ‘sex’, has become a commodity, a mere ‘thing’ to be bought and sold, or rather, man himself becomes a commodity. This is hardly man’s great ‘yes’ to the body.”

In order to restore erotic love’s true grandeur, we must experience the purification of eros by agape. As this happens – that is, as we allow erotic love to be informed and transformed by divine love – eros is able “to provide not just fleeting pleasure, but a certain foretaste of the pinnacle of our existence, of that beatitude for which our whole being yearns,” Benedict states.

What joy! Sexual love in God’s plan is so glorious that it is meant to provide a small foretaste of the eternal joys that await us in heaven. But beware the counterfeits. “An intoxicated and undisciplined eros,” as Benedict observes, “is not an ascent in ‘ecstasy’ towards the Divine, but a fall, a degradation of man.”


Jd eros dan sexual desire itu sendiri adalah ciptaan Allah yang menggambarkan scr terbatas kebahagiaan sorgawi kelak. Masuknya dosa membuat eros intoxicated dan undisciplined, namun eros bisa purified shg kembali pada rencana Allah yg semula.

Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 14, 2017, 10:52:06 AM
Reply #39
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Aliran  mana yg anda maksud?

Selibat itu hanya bagi mereka yg berkehendak demikian. Berapa sih prosentase orang2 yang memilih jalan hidup selibat demi kerajaan Allah?

Tidak demikian maksudnya, itu hanyalah suatu gambaran cara manusia berkembang biak jika tidak jatuh ke dalam dosa, namun kebenara dari gambaran tsb  kita tidak tahu, meski demikian perkembangbiakan dengan cara tsb dimiliki juga oleh mahkluk ciptaan TUHAN lainnya.  Ketika membuat suatu perenungan ttg ini, dengan juga membaca pengajaran dari Paus Yohanes Paulus II, saya memahami bahwa sejak sebelum dosa, segalanya dalam ciptaan diatur oleh dan didasarkan pada cinta, suatu cinta yang kudus, murni, berkuasa dan sempurna. Dan Allah memberikannya sebagai perintah pertama-Nya kepada manusia: 'Beranakcuculah dan bertambah banyaklah.'  Cinta, seperti sebagaimana sekarang, prokreasi anak-anak yang sekarang, masih belum ada pada waktu itu. Tidak ada kebencian ataupun dahaga menjijikkan akan sensualias. Laki-laki mencintai perempuan dan perempuan mencintai laki-laki, secara alamiah, bukan alamiah seturut alam sebagaimana kita memahaminya sekarang yg coba dijelaskan oleh ilmu biologi, melainkan adikodrati.

Kekudusan Cinta yang tak terbalut Birahi.

Saat itu cinta keduanya lelaki dan perempuan bagai cinta dari Dua orang yang bersaudara. Cinta dua orang saudara lelaki dan perempuan adalah cinta yang saling memberikan diri, suatu cinta dalam tingkatan yg lebih kudus  dan kendati demikian adalah suami dan istri, yang mencintai dan saling menatap satu sama lain dengan mata yang tak berdosa dari pasangan kembar dalam satu buaian.

Laki-laki merasakan cinta seorang bapa kepada istrinya 'tulang dari tulangnya dan daging dari dagingnya',  seorang anak bagi bapanya adalah sangat berharga; dan perempuan mengalami sukacita menjadi seorang anak perempuan, yang dilindungi oleh cinta yang sangat tinggi tingkatnya, sebab dia merasakan bahwa dia memiliki dalam dirinya sesuatu dari laki-laki mengagumkan yang mencintainya, dengan semangat ketakberdosaan dan bak malaikat. Ada kekudusan dalam cinta kedua insan tersebut.

Aliran buxxxa (yang menjauhi keduniawian)

Setuju. Selibat tidaklah semua orang

Dalam cinta/kasih memang di dalam Firman Tuhan memang ada beberapa kata kasih, yg setahu saya eros (erotis) juga termasuk didalamnya toh..
Ga ada yang salah sih untuk hub persetubuhan menurut saya di dalam dunia ini..(selama hubungan itu telah dipersatukan oleh Tuhan / sah maksud saya)

Kecuali Tuhan menyingkapkan sesuatu dari awal untuk persetubuhan tidak dibenarkan.

Mengenai buah dosa atau bukan, bisa jadi sih..(melihat hawa terbentuk begitu saja dari tulang rusuk adam, tanpa adanya persetubuhan dan adam lahir dr penciptaanNya ) Cuman ga mesti juga kita jadinya terlalu mikirin apa pengganti dari persetubuhan jadinya..

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)