Author Topic: PERSETUBUHAN ADALAH BUAH DOSA  (Read 6224 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 14, 2017, 11:17:46 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3594
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
http://corproject.com/127-pope-benedict-xvis-god-is-love-10-years-later/

Saya baca artikel di atas yg menceritakan pandangan Pope Benedict XVI ttg eros.
Pandangan ini disebut selaras dg Theology of Body dari Pope John Paul II.


Thanks Brother, saya malahan baru mengetahui tentang pandangan Pope Benedict XVI yg selaras dengan pengajaran JP II. Saya termasuk pengagum Pope Benedict dan tidak pernah mau melewatan khotbah beliau setiap ada tanyangan siarang langsung dari vatican.

Jd eros dan sexual desire itu sendiri adalah ciptaan Allah yang menggambarkan scr terbatas kebahagiaan sorgawi kelak. Masuknya dosa membuat eros intoxicated dan undisciplined, namun eros bisa purified shg kembali pada rencana Allah yg semula.


Memang yg mendorong untuk penyatuan kedua insan adalah sexual desire namun adanya dosa menjadikannya menyimpang dari yg seharusnya.  Saya lebih senang membaca pengajaran kedua Paus tsb daripada membuat suatu kesimpulan sendiri, pemahaman saya akan threat ini justru awalnya datang oleh pertanyaan besar saya ttg mengapa Allah tidak menghendaki Yesus dilahirkan melalui suatu percampuran, pasti ada yg salah dari hal tsb. Karena itu kedatangan Yesus untuk memperbaharui kembali apa yg sudah dirusak oleh iblis termasuk di dalamnya adalah kemuliaan persatuan antara pria dan wanita yg merupakan gambaran Allah.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 14, 2017, 11:34:45 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3594
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Aliran buxxxa (yang menjauhi keduniawian)

Setuju. Selibat tidaklah semua orang

Dalam cinta/kasih memang di dalam Firman Tuhan memang ada beberapa kata kasih, yg setahu saya eros (erotis) juga termasuk didalamnya toh..
Ga ada yang salah sih untuk hub persetubuhan menurut saya di dalam dunia ini..(selama hubungan itu telah dipersatukan oleh Tuhan / sah maksud saya)

Ini bukan soal salah benarnya suatu persetubuhan. Saya bicara tentang tingkatan atau kadar kekudusan dalam suatu persetubuhan. rasa2nya sulit sekali bagi manusia mencapai tingkat tsb dan bisa jadi mustahil, karena persetubuhan membawa di dalamnya hasrat hewani, hasrat daging yg justru ditentang Allah, dan itu telah mencemari persatuan kudus antara pria dan wanita sebagamana seharusnya, sebagaimana sejak semula ditetapkan. Eros yg awalnya suci telah direduksi menjadi 'seks' murni yg lepas sama sekali dari fungsi aslinya sbg suatu daya menuju  cinta agape.

Kecuali Tuhan menyingkapkan sesuatu dari awal untuk persetubuhan tidak dibenarkan.

Mengenai buah dosa atau bukan, bisa jadi sih..(melihat hawa terbentuk begitu saja dari tulang rusuk adam, tanpa adanya persetubuhan dan adam lahir dr penciptaanNya ) Cuman ga mesti juga kita jadinya terlalu mikirin apa pengganti dari persetubuhan jadinya..


Persetubuhan yg ada sekarang adalah akibat dosa, yg seharusnya mungkin tidak demikian. Itu pemahaman saya. Dan saya tertarik dengan penjelasan model perkembangbiakan bunga. Alitab tidak menjelaskan seperti apakah manusia sebelum dosa? Saya memikirkan bahwa manusia adalah suatu mahkluk yg berbeda dari yg sekarang ini. Kita memiliki suatu selubung, yg melindungi diri kita. Dan selubung itu retak dan hancur ketika dosa masuk ke dalam dunia, dan ini yg membuat munculnya pandangan baru antara adam dan hawa tentang  ketelanjangan.
« Last Edit: September 14, 2017, 11:41:51 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 14, 2017, 11:53:20 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3594
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
"Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Ketika Yesus berbicara tentang 'Kawin dan tidak kawin" dia menambahkan kaliamt diatas diakhir  firman-Nya. Saya tidak menemukan penekanan yg sama bunyinya seperti kalimat diatas, pada Firman yg lain, selain Firmannya ttg kawin atau tidak kawin. Menurut tafsiran saya yg bodoh ini, penekanan yg Yesus lakukan tersbut disebabkan karena hal yg Ia ajarkan tidak dapat dipahami oleh kebanyakan orang, sebuah gambaran yg sulit dimengerti oleh manusia. Karena itu ketika saya ditanya: Kalau perkembangbiakan tidak melalui persetubuhan, penyatuan daging dengan daging, lantas seperti apa? Maka saya akan menjawab saya juga tidak tahu, seperti apa. Karena hal ini sulit dimengerti, tetapi saya kok yakin bahwa persetubuhan itu buah dari dosa, sebab sejak semula tidak demikian kehendak Allah. Karenanya ada suatu sample ttg perkembangbiakan model bunga, saya seolah mendapat jawaban... "jangan2 memang benar seperti ini model perkembangbiakan manusia yg sejatinya jika tidak ada dosa."

Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti." (Matius 19:12)
« Last Edit: September 14, 2017, 12:10:53 PM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 14, 2017, 12:27:41 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2213
"Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Ketika Yesus berbicara tentang 'Kawin dan tidak kawin" dia menambahkan kaliamt diatas diakhir  firman-Nya. Saya tidak menemukan penekanan yg sama bunyinya seperti kalimat diatas, pada Firman yg lain, selain Firmannya ttg kawin atau tidak kawin. Menurut tafsiran saya yg bodoh ini, penekanan yg Yesus lakukan tersbut disebabkan karena hal yg Ia ajarkan tidak dapat dipahami oleh kebanyakan orang, sebuah gambaran yg sulit dimengerti oleh manusia. Karena itu ketika saya ditanya: Kalau perkembangbiakan tidak melalui persetubuhan, penyatuan daging dengan daging, lantas seperti apa? Maka saya akan menjawab saya juga tidak tahu, seperti apa. Karena hal ini sulit dimengerti, tetapi saya kok yakin bahwa persetubuhan itu buah dari dosa, sebab sejak semula tidak demikian kehendak Allah. Karenanya ada suatu sample ttg perkembangbiakan model bunga, saya seolah mendapat jawaban... "jangan2 memang benar seperti ini model perkembangbiakan manusia yg sejatinya jika tidak ada dosa."

Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti." (Matius 19:12)

Kalau tidak ada persetubuhan sekarang andapun tidak mungkin eksis didunia ini dengan menghina kodrat manusia yang diciptakan Allah itu.

Makanya anda harus mengucap syukur akan mekanisme kelahiran manusia ciptaan Tuhan itu kalau nyadar diri.

September 14, 2017, 01:40:07 PM
Reply #44
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Persetubuhan yg ada sekarang adalah akibat dosa, yg seharusnya mungkin tidak demikian. Itu pemahaman saya. Dan saya tertarik dengan penjelasan model perkembangbiakan bunga. Alitab tidak menjelaskan seperti apakah manusia sebelum dosa? Saya memikirkan bahwa manusia adalah suatu mahkluk yg berbeda dari yg sekarang ini. Kita memiliki suatu selubung, yg melindungi diri kita. Dan selubung itu retak dan hancur ketika dosa masuk ke dalam dunia, dan ini yg membuat munculnya pandangan baru antara adam dan hawa tentang  ketelanjangan.

Menjadi pertanyaannya apakah Allah tidak tahu manusia akan jatuh kedalam dosa?
Kalau Allah yg maha tahu, berarti hubungan persetubuhan manusia nantinya sudah diketahui dari awal oleh Tuhan.

Eros menuju agape.. Menurut saya mungkin2 saja sih.  Mengingat bila sesuatu terjadi kepada pasangan pastilah kita sebagai pasangan yang pertama melakukan segala sesuatu munhkin sampai mengorbankan diri (agape)

September 14, 2017, 01:51:06 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4615
  • Gender: Male
Saya tidak paham tentang biologi dan atau juga tentang hormon yg mendorong nafsu sexual timbul misalnya.

Anda sebaiknya melengkapi diri dengan pengetahuan biologi manusia agar anda paham bahwa dorongan seksual itu muncul dari hormon manusia yang biasa disebut dengan istilah libido.

Secara umum dapat anda baca di ensiklopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Hormone
Secara umum tentang libodo dapat dibaca disini https://en.wikipedia.org/wiki/Libido

Quote
Saya malah beranggapan hormon tsb awalnya tidak mendorong pada timbulnya nafsu kedagingan. Namun hadirnya dosa yg meruntuhkan fungsi awal hormon tsb.

Anda membuat kesimpulan akan sesuatu hal diluar apa yang anda pahami (menurut pengakuan anda sendiri) dan menurut saya itu kebiasaan yang kurang baik. Sebab pandangan anda akan jadi lemah karena ketidak tahuan anda tesebut.

Dorongan seksual bukan hanya menarik untuk dipahami oleh rohaniwan tetapi juga oleh kedokteran. Secara umum dalam ensiklopedia dorongan seksual terbagi menjadi tiga bagian, baca disini https://en.wikipedia.org/wiki/Sexual_desire

1. Lobido yang berkaitan dengan hormon yang ada dalam tubuh kita sendiri secara alami
2. Ketertarikan seksual yang juga berkaitan dengan hormon manusia - LGBT ada di area ini -
3. Hawa nafsu yang merupakan bagian dari dosa, baca disini https://en.wikipedia.org/wiki/Lust

Seperti yang sudah saya jelaskan disini http://forumkristen.com/index.php?topic=62158.msg1213063#msg1213063
Kata Ibrani תשׁוקה (teshuwqah) berbeda dengan kata עגב (‘agab). Kejadian 3:16, "kamu akan berahi" memakai kata teshuwgah bukan 'agab. Dimana pemahamannya adalah "menginginkan sesuatu untuk dimiliki" berbeda dengan 'agab yang dimaksudkan adalah "hawa nafsu" yang banyak dipakai untuk mengambarkan keinginan kuat seseorang untuk berhubungan seksual. Kejadian 3:16 tidak membahas tentang seksualitas.

Quote
Di dalam kejadian Allah berfirman kamu akan birahi.. artinya bahwa sebelum manusia berdosa, manusia belum mengenal dan mengalami sensasi birahi. Dosalah yang mendatangkan sensasi tsb, sehingga manusia kehilangan keluhurannya oleh karena menjadi budak dari birahi. Keluhuran cinta mengalami degradasi menjadi sebatas pemenuhan nafsu daging semata. Bukan lagi sebagai suatu ungkapan cinta yang luhur sebagaimana yg dikehendaki oleh Allah sejak semula. Manusia telah memandang dengan pandangan yg berbeda, satu dengan yg lain setelah hadirnya virus dosa.


Anda tidak dapat menyatakan bahwa Hawa baru timbul nafsu seksualnya kepada Adam setelah jatuh dalam dosa, sebab itu bias sains. Karena sejak semula Allah telah menciptakan jenis kelamin bukan tanpa tujuan. Kenikmatan seksual atau istilah anda sensasi seksual adalah salah satu anugrah Allah bagi manusia agar mereka mau bersetubuh sehingga melahirkan anak-anak dan memenuhi bumi. Hubungan seksual hanya terjadi jika Allah yang mempersatukan daging mereka artinya hanya terjadi dalam pernikahan kudus dihadapan Allah. Demikian sejak semula Allah telah menetapkannya bahwa pria dan wanita akan menyatukan tubuhnya dan mereka tidak boleh diceraikan manusia.

Bagaimana kemudian hal tersebut menjadi dosa? Dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Definisi ini jangan dilupakan atau jangan buat definisi dosa baru.

1 Yohanes 3:4,
"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah."

Dosa Adam dan Hawa adalah melanggar hukum Allah yaitu makan buah larangan, bukan karena melakukan hubungan seksual dangan sensasi. Juga dosa itu bukan hukuman Allah tetap sesuatu yang menyebabkan manusia dihukum. Tidak benar jika anda beranggapan Hawa jatuh dalam dosa lalu ia dihukum Allah dengan dosa baru yaitu diberi dorongan seksual dan kenikmatannya bagai diberi virus oleh Tuhan. Ini bukan pandangan seorang yang mengenal Allah. Dorongan seksual itu telah ada sejak manusia diciptakan Allah dalam bentuk laki-laki dan perempuan, ini berkaitan dengan fungsi reproduksi dan hormon, semuanya bekerja saling berkaitan dan berjalin indah dalam fungsi-fungsi tubuh kita.

Jatuh dalam dosa seksual bukan gara-gara Tuhan yang memberikan virus dorongan seksual dan kenikmatannya dalam tubuh kita, tetapi semua murni keputusan kita untuk mentaati hukum Allah atau melanggar perintah Allah. Anda jangan suka cari kambing hitam.

bersambung dibawahnya...

« Last Edit: September 14, 2017, 02:03:59 PM by Krispus »
September 14, 2017, 01:51:14 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4615
  • Gender: Male
sambungan dari atasnya...

Lalu apa sebenarnya yang disabdakan Allah kepada Hawa dan Adam dalam Kejadian 3:16 tersebut? Wanita diberi kodrat oleh Allah selalu mendambakan kehadiran laki-laki dalam hidupnya, karean itu juga ia menerima kodrat bahwa laki-laki akan berkuasa atau menjadi pemimpinnya. 1 Timotius 2:14 berkata, "Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa." Wanita tidak dapat menjadi pemimpin laki-laki dan ia harus tunduk pada laki-laki dan dimanapun wanita berada akan selalu dalam hatinya membutuhkan kehadiran laki-laki.

Anda harus perhatikan baik-baik, Allah tidak mengutuk Hawa dan Adam, hanya Ular Tua itu dan tanah yaitu bumi ini. Jadi apa yang disabdakan Allah adalah tentang hal yang lebih besar dari soal seksual. Paulus berkata hubungan Adam dan Hawa ini adalah tentang Kristus dengan jemaat-Nya, Efesus 5:31-32. Dimana laki-laki akan bekerja keras sampai berpeluh untuk menghidupi keluarganya, demikian Kristus datang untuk menderita di dunia dan mati disalibkan untuk memberi hidup kepada gereja-Nya. Sedangkan gereja-Nya akan selalu membutuhkan kehadiran Kristus dan akan menyerahkan dirinya untuk dikuasai oleh Kristus sebagai kelapa gereja. Itulah maksudnya Kejadian 3:16-19.

Quote
Pada akirnya persetubuhan terjadi bukan oleh cara pandang yang melimpah dengan sebuah kejujuran, sebuah kekaguman penuh hormat, sebuah keinginan memberikan diri secara penuh kepad subyek yang lain. Tetapi terjadi oleh keinginan menguasai satu dengan yg lain, mengambil bagi dirinya sendiri kenikmatan daging. Patner hanya menjadi obyek pemuasan hasrat semata. Keluhuran persetubuhan telah diturunkan derajatnya setingkat animalia. Mulai saat itulah manusia dikuasai oleh, instinct, naluri, dorongan sesaat belaka. Dosa membuat struktur "penguasaan diri"  digoncangkan pada dasar terdalamnya.

Konsep berhubungan badan tanpa kenikmatan selama saya membaca Alkitab tidak tergambar ada hubungan seperti itu. Menikmati kenikmatan seksual itu bukan dosa di dalam pernikahan yang kudus, yaitu saat Allah yang mempersatukan daging mereka. Namun kenikmatan itu menjadi dosa saat dinikmati diluar pernikahan kudus.

Bukan hanya tentang seks, saat manusia makan juga merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan lewat lidah kita yang merasakan berbagai macam rasa. Namun hal itu dapat menjadi dosa jika kita makan dengan rakus dan tidak dengan mengucap syukur. Jadi kita harus sadari bahwa dosa itu pelanggaran hukum Allah dan daging kita memang sejak semula lemah karena daging kita adalah daging dari tubuh jasmani. Namun kelak kita akan menerima tubuh sorgawi yang tidak lagi lemah terhadap hawa nafsu daging. Jika anda memahami postingan saya pertama maka akan lebih mudah memahami apa yang saya jelaskan ini.

Mungkin anda seorang yang belum menikah atau seorang yang telah mengucapkan kaul selibat, jangan kondisi anda mempengaruhi pandangan anda tentang kebenaran. Sebab sejak jaman dahulu sampai sekarang Allah tidak pernah berubah dan Allah tidak mengutuk Hawa dan Adam, apa yang sabdakan Allah adalah tentang hal yang lebih besar dari sekedar meributkan dosa bertambah dosa, sebab itu tentang penyelamatan manusia lewat Yesus Kristus.

Satu lagi yang perlu anda sadari bawah tubuh jasmani Adam dan Hawa di Taman Eden bukanlah tubuh yang sempurna, sebab tubuh itu terdiri dari daging dari debu tanah bersifat jasmani (lihat postingan saya selebumnya sudah saya jelaskan). Jadi bukan karena dosa lalu tubuh sempurna Adam dan Hawa jadi seperti ini. Anda harus tahu akibat dosa adalah maut bukan akibat dosa adalah melahirkan kenikmatan seksual.
« Last Edit: September 14, 2017, 02:06:04 PM by Krispus »
September 14, 2017, 03:43:19 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12023
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Kegigihan CLAY dalam "menafsir" Firman Tuhan mengingatkan saya akan ayat ini:
1 Tim 4:1-3
"Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. Mereka itu melarang orang kawin..."
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 14, 2017, 03:54:48 PM
Reply #48
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6290
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Thanks Brother, 

Sama-sama Brother,
Saya jg diberkati krn membaca tulisan tsb dan itu krn muncul ptanyaan di topik ini.

Quote
Memang yg mendorong untuk penyatuan kedua insan adalah sexual desire namun adanya dosa menjadikannya menyimpang dari yg seharusnya.  Saya lebih senang membaca pengajaran kedua Paus tsb daripada membuat suatu kesimpulan sendiri, pemahaman saya akan threat ini justru awalnya datang oleh pertanyaan besar saya ttg mengapa Allah tidak menghendaki Yesus dilahirkan melalui suatu percampuran, pasti ada yg salah dari hal tsb. Karena itu kedatangan Yesus untuk memperbaharui kembali apa yg sudah dirusak oleh iblis termasuk di dalamnya adalah kemuliaan persatuan antara pria dan wanita yg merupakan gambaran Allah.

Tuhan Yesus harus lahir dari seorang perempuan tanpa campur tangan benih laki-laki krn Ia harus lahir tanpa kutuk.
Adam dikutuk oleh Allah pd saat manusia jatuh dalam dosa, maka semua keturunannya akan menanggung kutuk tsb.

Namun bgitu sejak Kristus menebus manusia, semua keturunan orang percaya tidak lagi hidup dalam kutuk.
Paulus mngatakan bhw anak-anak yg lahir dari orang percaya adalah anak-anak kudus, bukan lagi anak-anak cemar.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 14, 2017, 06:45:31 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3594
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Kegigihan CLAY dalam "menafsir" Firman Tuhan mengingatkan saya akan ayat ini:
1 Tim 4:1-3
"Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. Mereka itu melarang orang kawin..."

Ck ck ck....

Kalau tidak ada persetubuhan sekarang andapun tidak mungkin eksis didunia ini dengan menghina kodrat manusia yang diciptakan Allah itu.

Makanya anda harus mengucap syukur akan mekanisme kelahiran manusia ciptaan Tuhan itu kalau nyadar diri.

Menghina kodrat manusia? Lantas bagaimana dengan TUHAN sendiri yg dilahirkan tanpa persetubuhan?
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)