Author Topic: Apakah Tuhan pernah mati?  (Read 13964 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 02, 2018, 12:44:37 PM
Reply #440
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 957
  • Denominasi: Protestan
Begini Oda .. setiap mahluk (kata Alkitab pl(, punya kemuliaan masing2, sehingga kemuliaan malaikat, dibedakan dgn manusia.

Nah.. Tuhan adalah Tuhan, malaikat adalah malaikat, manusia adalah manusia, setan adalah setan, binatang adalah binatang.

Saat setan inkarnasi jadi binatang, maka setan itu tidak bisa disebut setan lagi, karena sudah menjadi binatang.

Saat kepompong sudah jadi kupu2, maka kupu2 itu tidak dapat disebut lagi kepompong, walaupun kupu2 itu berasal dari kepompong.

Saat pisang sudah menjadi kotoran, maka kotoran itu, tidak bisa disebut lagi pisang.
Ah nggak gitu juga kok, bray.

Ketika Allah dalam Perjanjian Lama "berwujud" :

1) Malaikat, yang mengunjungi Abraham (Kejadian 18:1-3; 32: 28-30);
2) “Manusia” Panglima Balatentara (Hakim 13: 28);
3) Sebagai “semak” terbakar (Kel 3 -4)

Allah tetaplah Allah kok...


Demikian juga “logos”, saat logos itu menjadi “manusia”, maka logos itu tidak dapat disebut lagi dengan logos, karena logos itu sudah menjadi manusia.

Sederhana banget kan ..
Ya gak sesederhana itu, bray :

(1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

(2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

So, Sang Logos itu adalah ALLAH. Dari mulanya BERSAMA-SAMA dengan ALLAH.
jadi pas inkarnasi pun, Sang Logos itu TETAPLAH ALLAH dan BERSAMA-SAMA dengan ALLAH.



Betewe, kok elo pikir setan bisa inkarnasi jadi binatang?
Ajaran rasul mana, bray?
« Last Edit: December 02, 2018, 01:27:14 PM by viruskasih »
December 03, 2018, 09:10:40 AM
Reply #441
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Ya. Saya juga sependapat dgn diatas, namun bukan perihal itu yang saya maksudkan.

Kalo pak Raden (beralatkelamin pria khas pak Raden punya) saat ini di Bogor.
Maka pak Raden (sosok yang sama, beralatkelamin pria khas pak Raden punya) saat ini nggak ada di Jakarta.

berangkat dengan persamaan diatas :
Kalo Yesus (beralatkelamin pria khas Yesus punya) saat ini (25 Desember 1 AD) ada di Bethlehem
Maka Yesus (sosok yang sama, beralatkelamin pria khas Yesus punya) saat ini (25 Desember 1 AD) nggak ada di timbuktu


Nah...
pertanyaannya, Kalo_Maka_ yg ungu masuk ato kagak ?

gak ngerti aku pertanyaannya bro..
coba disederhanakan dulu..


 :)
salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
December 03, 2018, 11:46:23 AM
Reply #442
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Ah nggak gitu juga kok, bray.

Ketika Allah dalam Perjanjian Lama "berwujud" :

1) Malaikat, yang mengunjungi Abraham (Kejadian 18:1-3; 32: 28-30);
2) “Manusia” Panglima Balatentara (Hakim 13: 28);
3) Sebagai “semak” terbakar (Kel 3 -4)

Allah tetaplah Allah kok...
Pemahaman anda “sangat keliru”, sebab tidak ada seorangpun yg pernah melihat “wujut” Allah, kecuali anak yg berada dipangkuan bapa, yaitu Yesus Kristus.

Quote from:
Ya gak sesederhana itu, bray :

(1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

(2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

So, Sang Logos itu adalah ALLAH. Dari mulanya BERSAMA-SAMA dengan ALLAH.
jadi pas inkarnasi pun, Sang Logos itu TETAPLAH ALLAH dan BERSAMA-SAMA dengan ALLAH.
Kalau waktu Allah inkarnasi, tetap juga disebut Allah, maka pertanyaannya: ngapain Allah itu capek2 pakai inkarnasi2 an, karena toh disebut Allah juga, kok jadi be..o banget Allah itu..

Kenapa Allah tidak langsung turun kebumi (tanpa inkarnasi), untuk beritakan Firman-Nya., ==> ada yg simpel kok dibuat repot..
« Last Edit: December 03, 2018, 11:52:49 AM by Pencerah888 »
December 03, 2018, 12:07:45 PM
Reply #443
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Kenapa Allah tidak langsung turun kebumi (tanpa inkarnasi), untuk beritakan Firman-Nya., ==> ada yg simpel kok dibuat repot..

Kenapa tak dari Awal Allah bikin robot saja yang tak mungkin berkhianat.
Kok repot ya. He he he he. Begitu ya.

Mau ? Yah kita gak ada deh, apalagi sampai berdebat.
Hidup hanya sementara.
December 03, 2018, 12:10:47 PM
Reply #444
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Kenapa tak dari Awal Allah bikin robot saja yang tak mungkin berkhianat.
Kok repot ya. He he he he. Begitu ya.

Mau ? Yah kita gak ada deh, apalagi sampai berdebat.

Bener.. tapi, anda baca dulu dong dari dialog sebelumnya, maka timbul pertanyaan itu..hahaha..

JBu
December 04, 2018, 12:38:35 AM
Reply #445
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
gak ngerti aku pertanyaannya bro..
coba disederhanakan dulu..
Sederhana-nya :

sima saat ini (tgl 4 Des 2018 jam 1.30 pagi) sedang ada di kota Jakarta....
apakah sima at the same time (tgl 4 Des 2018 jam 1.30 pagi) juga sedang ada di Bogor ?

jawaban diatas seyogyanya berupa :
TIDAK.
Ketika sima (tgl 4 Des  2018 jam 1.30 pagi) sedang ada di Jakarta....
sima TIDAK at the same time (tgl 4 Des 2018 jam 1.30 pagi) juga sedang ada di Bogor.


Ungu itu sudah didahului oleh logika :
KALO seseorang sedang ada di lokasi X...
MAKA orang tsb TIDAK sedang ada di lokasi Y.


Nah sekarang pertanyaannya :
apakah logika oranye "masuk" untuk di aplikasikan ke [sosok bergender laki-laki bernama Yesus] yg sedang ada di palungan di kota Bethlehem ?
December 04, 2018, 01:05:14 AM
Reply #446
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
Begini Oda .. setiap mahluk (kata Alkitab pl(, punya kemuliaan masing2, sehingga kemuliaan malaikat, dibedakan dgn manusia.

Nah.. Tuhan adalah Tuhan, malaikat adalah malaikat, manusia adalah manusia, setan adalah setan, binatang adalah binatang.

Saat setan inkarnasi jadi binatang, maka setan itu tidak bisa disebut setan lagi, karena sudah menjadi binatang.

Saat kepompong sudah jadi kupu2, maka kupu2 itu tidak dapat disebut lagi kepompong, walaupun kupu2 itu berasal dari kepompong.

Saat pisang sudah menjadi kotoran, maka kotoran itu, tidak bisa disebut lagi pisang.
Saya sependapat dgn yang 888 sampaikan diatas.

However......
Quote
Demikian juga “logos”,

saat logos itu menjadi “manusia”,
maka logos itu tidak dapat disebut lagi dengan logos,
karena logos itu sudah menjadi manusia.
however, ada ketidak-konsistenan pada kalimat 888 di quote atas.

Quote
saat pisang sudah menjadi kotoran
maka kotoran itu tidak bisa disebut lagi pisang
Saya revisi kalimat 888 di quote atas secara spt sbb :

saat pisang sudah menjadi kotoran
maka kotoran itu tidak bisa disebut BUKAN lagi pisang

kekonsistenan dari kalimat diatas adalah :
saat The Logos sudah menjadi manusia
maka manusia itu BUKAN lagi The Logos


ketidakkonsistenan kalimat 888 terkait The Logos :
saat logos itu menjadi “manusia”,
maka logos itu tidak dapat disebut lagi dengan logos,


Logika yang masuk (terkait The Logos versi saya) adalah sbb :
saat The Logos (Allah) menjadi manusia
maka manusia itu boleh/bisa/sah sah aja DISEBUT The Logos (Allah)


However, kalo yg saya tangkep di versi HU terkait The Logos ... kayak gini :
saat The Logos (Allah) menjadi manusia-Allah
maka manusia-Allah itu adalah The Logos.

So....
The Logos TIDAK menjadi manusia (saja)...
melainkan, The Logos menjadi manusia-Allah
December 04, 2018, 02:34:18 AM
Reply #447
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik

Allah tetaplah Allah kok...

Ya gak sesederhana itu, bray :

(1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

(2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

So, Sang Logos itu adalah ALLAH. Dari mulanya BERSAMA-SAMA dengan ALLAH.
jadi pas inkarnasi pun, Sang Logos itu TETAPLAH ALLAH dan BERSAMA-SAMA dengan ALLAH.
Nah saya sependapat dengan quote viruskasih diatas  :happy0062:.

Terkait yg bold, detail lebih jauhnya (versi saya) :
Sang Logos (genderless) itu TETAPLAH ALLAH (genderless) dan BERSAMA-SAMA dengan ALLAH (genderless). Ada dimana mana spiritually. Bisa ada dimana mana physically. The Logos.

Nah... yg saya cerewetin itu adalah yang sosok bergender laki-laki (beralatkelamin pria) ---> ini spesies manusia ? ataukah spesies jenis laen yang BUKAN spesies manusia melainkan spesies manusia-Allah di pov versi HU, ya viruskasih?

Dengan kata laen :
A. The Logos menjadi spesies manusia
B. The Logos menjadi spesies manusia-Allah

Yang A atokah yang B yang di pov versi HU ?

Quote
Ketika Allah dalam Perjanjian Lama "berwujud" :

1) Malaikat, yang mengunjungi Abraham (Kejadian 18:1-3; 32: 28-30);
2) “Manusia” Panglima Balatentara (Hakim 13: 28);
3) Sebagai “semak” terbakar (Kel 3 -4)
Ini kayaknya ada di perihal Theophany.
Saya sempet mengemukakan pendapat ke rama terkait Theophany dimana menurut saya event Theophany berbeda dengan event inkarnasi. So, sulit utk diajukan pertanyaan di perihal spesies.

Saya kutip ulang yang bold :
Quote
Sang Logos itu TETAPLAH ALLAH dan BERSAMA-SAMA dengan ALLAH
Kalimat diatas, secara pov penangkapan saya, itu saya "masupin" secara [spesies "Allah", genderless]. Ijo diatas.

Akibatnya bisa timbul pertanyaan :
begimana dengan The Logos yang berinkarnasi in a form of human male (ber-gender laki-laki) ?

otomatis secara versi saya jawabannya adalah :
[The Logos (ber-gender laki laki) TIDAK TETAPLAH Allah] ---> dimana kalimat yg bold itu sendiri udah duluan menunjukkan bhw The Logos (bergender laki2) is not The Logos (genderless) anymore.
The Logos (bergender laki2) ---> spesies human, mempunyai alat kelamin.
The Logos (genderless) ---> spesies "Allah", genderless.

The Logos (genderless) eternal.
The Logos (bergender laki2) has a beginning, mulai eksis pd tgl 25 Des 1 AD.

Begitu yg menurut saya "masuk" logikanya.
Oleh karena itu agar mudahnya, thdp The Logos (genderless) saya gunakan personal pronoun SHE.
Sementara The Logos (bergender laki2) ya otomatis personal pronoun-nya He. Jadinya kayak gini :
SHE has no beginning - He (SHE in a human male form) has a beginning.

Setelah inkarnasi (versi oda) :
SHE The Logos, genderless is God genderless ,
at the same time SHE is human (bergender laki2)
SHE sbg Allah, infinite, OMNI, has no beginning, genderless, exist before time
SHE sbg human, finite, TIDAK-OMNI, has a beginning, beralat-kelamin-pria, exist in time
SHE 100% God (genderless) at the same time 100% human (beralat kelamin laki2)

Dan saya gak ketemu begimana itu ceritanya jadi kayak gini :
He (beralat kelamin laki2) adalah Allah sekaligus manusia (100% Allah 100% manusia).
He (beralat kelamin laki2) exist before time, has no beginning, OMNI, infinite.

Karena dgn demikian logika kesimpulan selanjutnya :
Ada sosok beralat-kelamin-pria before time  :cheesy:
« Last Edit: December 04, 2018, 02:37:03 AM by odading »
December 04, 2018, 03:41:55 AM
Reply #448
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
Kalau waktu Allah inkarnasi, tetap juga disebut Allah
yang incarnated God boleh/sah sah aja untuk DISEBUT God, 888.

Logikanya kan begini :
[Sebelum Allah inkarnasi] ---> kosakata "Allah" dikalimat tsb BUKAN SEBUTAN,
melainkan emang ngerujuk ke "spesies" Allah, genderless.

Demikian pula kalimat :
[sewaktu Allah inkarnasi] ---> kosakata "Allah" dikalimat ini BUKAN SEBUTAN,
melainkan emang ngerujuk ke "spesies" Allah, genderless.

However laen cerita ketika kalimatnya :
[The incarnated God] ---> kosakata "God" disini udah nggak bisa berdiri sendiri anymore, karena kalimat ini kesatuan, ngerujuk ke hal spesifik ... yakni ya itu dah... [incarnated God].

[The torn paper] ---> itu ya tetep aja paper, walo dalam keadaan robek.... dgn demikian gak masuk itu untuk dikalimatkan kayak gini : ["The torn paper nggak bisa DISEBUT paper anymore...., Kalo waktu papernya robek DISEBUT paper Maka bla3x..."], karena walo kertasnya itu robek, kertas itu ya ADALAH kertas.

Namun karena problemnya disini adalah :
God ---> genderless
Incarnated God ---> beralat-kelamin-pria

maka logikanya yg masuk itu :
yang beralat-kelamin-pria itu boleh/sah sah aja DISEBUT God.
However, yang beralat-kelamin-pria itu nggak masuk utk dikatakan ADALAH God, karena God tidak beralat-kelamin.

Quote
maka pertanyaannya: ngapain Allah itu capek2 pakai inkarnasi2 an, karena toh disebut Allah juga
Sekali lagi, God nggak masuk utk dikalimatkan "DISEBUT God", Allah ya ADALAH Allah.... sedangkan Incarnated God sah sah aja untuk DISEBUT God. Sementara [torn paper] justru nggak masuk untuk dikalimatkan [DISEBUT kertas], karena kertas yg robek itu ya ADALAH kertas.

Mohon dimengerti, maksud saya disini (terkait di perihal yg sedang dibicarakan) agar jelas antara DISEBUT --vs-- ADALAH.

Ilustrasi :
Professor adalah professor.

KARENA Cuplis paling pinter di kelas,
MAKA cuplis (sah sah aja) DISEBUT "professor" oleh teman2nya.

Yet, Cuplis BUKAN professor.
Nggak pas utk dikalimatkan "Cuplis ADALAH professor".
« Last Edit: December 04, 2018, 03:46:09 AM by odading »
December 04, 2018, 09:02:46 AM
Reply #449
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Sederhana-nya :

sima saat ini (tgl 4 Des 2018 jam 1.30 pagi) sedang ada di kota Jakarta....
apakah sima at the same time (tgl 4 Des 2018 jam 1.30 pagi) juga sedang ada di Bogor ?

jawaban diatas seyogyanya berupa :
TIDAK.
Ketika sima (tgl 4 Des  2018 jam 1.30 pagi) sedang ada di Jakarta....
sima TIDAK at the same time (tgl 4 Des 2018 jam 1.30 pagi) juga sedang ada di Bogor.


Ungu itu sudah didahului oleh logika :
KALO seseorang sedang ada di lokasi X...
MAKA orang tsb TIDAK sedang ada di lokasi Y.


Nah sekarang pertanyaannya :
apakah logika oranye "masuk" untuk di aplikasikan ke [sosok bergender laki-laki bernama Yesus] yg sedang ada di palungan di kota Bethlehem ?

oh begitu maksudnya..
syukurlah bro, pertanyaannya sudah disederhanakan, sehingga dapat kutangkap..

ya betul sekali..
itulah yang dialami oleh Tuhan kita Yesus Kristus..

terlalu banyak yang dikorbankan Tuhan bagi manusia. terlalu banyak dan terlalu besar, sehingga mustahil bagi pikiran fana ini untuk memahami sungguh betapa besar Kasih yang dinyatakan oleh Tuhan Allah bagi manusia.

yang Tidak terbatas menjadi terbatas.
yang Mahahadir menjadi tidak Mahamadir.
yang Mahatahu menjadi tidak mahatahu.

sebelum Inkarnasi Tuhan Yesus adalah Mahahadir, artinya hadir dimana mana, saat ini ada di Jakarta pada saat yang sama dapat hadir di Alaska, atau pada saat yang sama dapat Hadir di Planet atau Galaksi yang lain.
Tapi setelah Inkarnasi menjadi Manusia..

1. Tuhan Allah tidak Mahahadir lagi. Bayi Yesus yang Lahir di Betlehem, tetaplah di Betlehem, tidak dapat hadir di Jakarta.

2. dan Tuhan Allah Yang Mahatahu itu tidak menjadi Mahatahu lagi, semuanya dari KOSONG. membaca, menulis, cara makan yang benar, belajar Berjalan, semuanya di ajari oleh tangan Ayah dan Ibu-Nya.


sungguh ajaib Kasih Allah bagi kita... bahkan di zaman Kekekalan sekalipun.. Pikiran yang sudah di upgrade dengan Tubuh Kemuliaan pun tidak akan pernah sanggup untuk memahami dengan sempurna Kasih Yang Mahabesar yang dinyatakan Allah bagi kita, melalui Pengorbanan Yesus..

berikut adalah Buku yang aku sangat rekomendasikan untuk di baca oleh bro @odading dan teman teman yang lain. Isinya sangat bagus, penulisnya adalah seorang yang aku yakini di Inspirasi oleh ROH KUDUS. semoga informasi dari buku tersebut, membantu kita mengenal dengan lebih baik Tuhan kita Yesus Kristus, https://m.egwwritings.org/id/book/13842.2


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)