Author Topic: Apakah Alkitab tidak sempurna dan tidak cukup bagi keselamatan ?  (Read 1931 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 13, 2017, 04:28:58 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10968
Bukan cuma revolusi sosial tau juga perubahan dalam bergereja.
Kalau pengertian anda revolusi sosial itu bagaimana? Bisa dijelaskan?

haha...
bener kan tebakan gw dari dulu dulu.....

semangat ala salesman MLM yang tidak pernah padam...
wkwkwk
November 13, 2017, 04:30:45 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
haha...
bener kan tebakan gw dari dulu dulu.....

semangat ala salesman MLM yang tidak pernah padam...
wkwkwk
bilang aja lu asal njeplak, gak ngerti tapi sok tau...
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
November 16, 2017, 12:02:28 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3806
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ijinkan menanggapi hal yang menarik perhatianku, ya?
Ilustrasi ente salah.
Ente mengira perubahannya pada bahan membuat kue saja.

GIni lho,

Awal kekritenan Rasul mengabarkan injil, barang siapa percaya percaya Kristus akan selamat.
Kemudian rasul-rasul juga mengajarkan siapa Kristus itu melalui tulisan dan lisan.
Setelah beratus tahun kemudian ajaran-ajaran ini dikanon menjadi alkitab.
Kupikir, pengkanonan Alkitab tidak menghilangkan kompetensi "Mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus". Dan juga, pengkanonan Alktab tidak menhentikan "Penyertaan Yesus Kristus kepada para rasul yang dilakukan senantiasa sampai kepada akhir zaman".

Quote
Kemudian terjadi penyelewengan, Kekristenan menjadi:
Keselamatan adalah melalui gereja.
Hanya gereja yang berwengang menafsir alkitab dan membuat peraturan.
Untuk selamat harus tunduk kepada ajaran gereja yaitu tertulis yaitu alkitab.
Kupikir, dikatakan "Keselamatan adalah melalui Gereja" karena Gereja atau jemaat Kristus adalah "Tubuh Kristus". Selaku "Tubuh Kristus", maka Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja/jemaat menyampaikan keselamatan melalui "Tubuh Kristus", menurutku, masih dalam alur logika.

Tentang hanya Gereja yang berwenang menafsir Alkitab dan membuat peraturan, kupikir perlu mengemukakan, apa dasar pernyataan itu. Tentang aturan, kupikir, dengan nalar sehat sudah berterima bahwa suatu organisasi menentukan aturan yang diterapkan oleh organisasi tersebut, wajar.

Belum pernah kuketahui bahwa ada pembatasan kewenangan menafsir Alkitab. Namun, apabila di tengah jemaat ada dua tafsiran yang berbeda atas nats Alkitab yang sama, maka Gereja akan mengeluarkan tafsiran menurut Gereja. Istilahnya, tafsiran resmi atas ayat Alkitab adalah yang dikeluarkan Gereja. Tentang orang per orang hendak menafsirkan bagaimana, silahkan.

Quote
Makanya timbul reformasi, yaitu mengembalikan:
Keselamatan hanyalah oleh iman kepada Kristus.
Segalanya tentang iman kepada Kristus hanya didapat melalui alkitab (karena rasul-rasul sudah tidak ada, jadi tidak ada ajaran lisan lagi).
Apakah ini yang dimaksudkan dengan 95 tesis Martin Luther?
Atau, reformasi yang mana yang muncul seperti itu?

Quote
Itulah sudut pandang Protestan.
Protestan yang mana?

Quote
Ente kagak ngerti-ngerti karena cuma bisa mikir: dulu lisan plus tulisan, sekarang tulisan saja. Terus ngamuk-ngamuk minta bukti.
Untuk ini, @Sotardugur Parreva No Comment. :coolsmiley:

Quote
Semoga kali ini ngerti.
Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)