Author Topic: Jodoh dari Tuhan  (Read 1239 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 14, 2017, 06:15:29 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Shalom. Saya baru saja terpanggil untuk mengikuti Yesus Kristus. Saya sadar bahwa saya menjadi prinadi yang lebih baik saat bersama Kristus . Tetapi belakangan ini saya sedang mengalami pergumulan hati yang luar biasa.
Sebelumnya, saya akan bercerita sedikit bagaimana saya bisa mengenal Kristen. Dari kecil latar belakang keluarga saya ada keluarga Budhis. Tetapi saya selalu bersekolah di sekolah Katolik. Kehidupan keagamaan saya tidaklah mendalam. Dan saya selalu mendapat pacar atau dekat dengan orang yang non Budhis. Orangtua saya memberika kebebasan untuk saya memilih dan mengikuti keyakinan pasangan saya kelak. Mantan pacar saya yang terakhir ini adalah seorang Kristen dan berasal dari keluarga Kristen. Keluarga mereka dulunya juga keluarga budhis, tetapi saat mantan pacar saya sd, mereka sekeluarga menjadi keluarga Kristen. Awal sebelum pacaran, saya sudah katakan padanya bahwa saya mau mengikuti dia ke Kristen. Tetapi dengan kondisi dimana keluarga saya masih budhis karena saya tidak biaa dan tidak berhak untuk memaksa mereka soal keyakinan. Awalnya dia dan keluarganya setuju setuju saja, karena mereka berkata bahwa kelak saya yang akan menjalani rumah tangga dengannya. Saya pun mulai ke gereja, walaupun tidak bersama dengan keluarganya . Ketika memasuki bulan ke 7 masa pacaran kami, mantan pacar saya memutuskan mengakhiri hubungan kami. Alasannya karena keluarganya tidak menyetujui hubungan ini. Dan alasan keluarganya adalah bahwa keluarga sama bukan merupakan keluarga Kristen. Awalnya saya tidak terima, karena saya sudah katakan dari awal mengenai keluarga saya. Keluarga mereka berkata bahwa kelak yang menikah bukan hanya 2 orang tetapi 2 keluarga. Ya, saya akui itu memang benar, tapi saya masih belum bisa menerima keputusan karena dari awal saya sudah menjelaskan kondisi saya dan keluarga saya. Pasca putus, saya sangat terpuruk, tetapi 1 hal yang saya sadari, saya terpanggil untuk mengikuti Yesus Kristus. Panggilan ini bukan semata mata karena saya hanya mengikuti mantan pacar saya. Saya bear-benar terpanggil dan merasa lebih tenang menjdi seorang Kristiani. Keluarga sayapun ikut mendukung. Pasca putus, orangtua saya ikut ke gereja mendampingi saya dan turut mendoakan saya. Saya sangat terharu akan hal itu. Saat ini, saya telah menerima dan pasrahkan semuanya kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang mengatur hidup saya. Saya merasa bahwa sebenarnya mantan pacar saya adalah jodoh dari Tuhan, karena ia telah membimbing saya menjadi seorang Kristiani sampai saat ini. Tapi yang ingin saya tanyakan, apakah ada yang pernah mengalami hal serupa dan merasakan bahwa jodoh tersebut tertunda untuk sementara waktu ? Mohon bimbingan dan sarannya. Maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenan dan menyinggung dalam sharing ini. Terima Kasih
« Last Edit: November 14, 2017, 07:06:54 AM by Laurachennnn »
November 14, 2017, 11:02:34 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9606
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
sabar aja, jalani dan doakan

ada aja yang kejadian kayak kamu tentunya :)
November 24, 2017, 10:49:23 AM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
Saya pikir saya setuju dengan anda
November 24, 2017, 12:09:47 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2326
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pasca putus, saya sangat terpuruk, tetapi 1 hal yang saya sadari, saya terpanggil untuk mengikuti Yesus Kristus. Panggilan ini bukan semata mata karena saya hanya mengikuti mantan pacar saya. Saya bear-benar terpanggil dan merasa lebih tenang menjdi seorang Kristiani.
 

Ada yg bilang:
Jgn kawin karena cinta
Tapi kawinlah dengan cinta

Pasca putus kita hrs belajar kasih Kristus
Sebab selalu ada 3 pergumulan belajar cinta:
Cinta-karena, cinta-jikalau, dan cinta-walaupun

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 24, 2017, 11:32:11 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3677
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Shalom. Saya baru saja terpanggil untuk mengikuti Yesus Kristus. Saya sadar bahwa saya menjadi prinadi yang lebih baik saat bersama Kristus . Tetapi belakangan ini saya sedang mengalami pergumulan hati yang luar biasa.
Sebelumnya, saya akan bercerita sedikit bagaimana saya bisa mengenal Kristen. Dari kecil latar belakang keluarga saya ada keluarga Budhis. Tetapi saya selalu bersekolah di sekolah Katolik. Kehidupan keagamaan saya tidaklah mendalam. Dan saya selalu mendapat pacar atau dekat dengan orang yang non Budhis. Orangtua saya memberika kebebasan untuk saya memilih dan mengikuti keyakinan pasangan saya kelak. Mantan pacar saya yang terakhir ini adalah seorang Kristen dan berasal dari keluarga Kristen. Keluarga mereka dulunya juga keluarga budhis, tetapi saat mantan pacar saya sd, mereka sekeluarga menjadi keluarga Kristen. Awal sebelum pacaran, saya sudah katakan padanya bahwa saya mau mengikuti dia ke Kristen. Tetapi dengan kondisi dimana keluarga saya masih budhis karena saya tidak biaa dan tidak berhak untuk memaksa mereka soal keyakinan. Awalnya dia dan keluarganya setuju setuju saja, karena mereka berkata bahwa kelak saya yang akan menjalani rumah tangga dengannya. Saya pun mulai ke gereja, walaupun tidak bersama dengan keluarganya . Ketika memasuki bulan ke 7 masa pacaran kami, mantan pacar saya memutuskan mengakhiri hubungan kami. Alasannya karena keluarganya tidak menyetujui hubungan ini. Dan alasan keluarganya adalah bahwa keluarga sama bukan merupakan keluarga Kristen. Awalnya saya tidak terima, karena saya sudah katakan dari awal mengenai keluarga saya. Keluarga mereka berkata bahwa kelak yang menikah bukan hanya 2 orang tetapi 2 keluarga. Ya, saya akui itu memang benar, tapi saya masih belum bisa menerima keputusan karena dari awal saya sudah menjelaskan kondisi saya dan keluarga saya. Pasca putus, saya sangat terpuruk, tetapi 1 hal yang saya sadari, saya terpanggil untuk mengikuti Yesus Kristus. Panggilan ini bukan semata mata karena saya hanya mengikuti mantan pacar saya. Saya bear-benar terpanggil dan merasa lebih tenang menjdi seorang Kristiani. Keluarga sayapun ikut mendukung. Pasca putus, orangtua saya ikut ke gereja mendampingi saya dan turut mendoakan saya. Saya sangat terharu akan hal itu. Saat ini, saya telah menerima dan pasrahkan semuanya kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang mengatur hidup saya. Saya merasa bahwa sebenarnya mantan pacar saya adalah jodoh dari Tuhan, karena ia telah membimbing saya menjadi seorang Kristiani sampai saat ini. Tapi yang ingin saya tanyakan, apakah ada yang pernah mengalami hal serupa dan merasakan bahwa jodoh tersebut tertunda untuk sementara waktu ? Mohon bimbingan dan sarannya. Maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenan dan menyinggung dalam sharing ini. Terima Kasih

Jodoh bukan ditangan TUHAN. Jodoh adalah pilihan kita sendiri,  Kita bebas memilih seturut kehendak kita, dan pada akhirnya TUHAN lah yang akan memberkati hubungan tersebut dalam suatu ikatan perkawinan.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
November 27, 2017, 07:27:27 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2326
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pilihan manusia kerap mengecewakan
Mungkin manusia Adam tak punya pilihan
Tapi mereka diberkati utk berkuasa di bumi

Yg perlu direnungkan:
Apa sesungguhnya tujuan perkawinan itu?
Mula2 manusia itu satu, dijadikan dua
Lalu disuruh menjadi satu lagi

Salam Damai!
« Last Edit: November 27, 2017, 07:32:54 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 29, 2017, 10:13:08 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2326
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pasca putus, saya terpanggil untuk mengikuti Yesus Kristus.

Apa sesungguhnya tujuan berrumah tangga itu?
Salah satunya menurutku adalah sekolah cinta
Cinta-karena, cinta-jikalau, dan cinta-walaupun

Selain itu, aku setuju dgn pepatah preman Kristen ini
Katanya: “Waktu aku singel rasanya kurang lengkap
Setelah aku jadi dobel, eehhh, rasanya malah lenyap!”

Ya, memang hrs lenyap, jika hrs menjadi satu daging
Itu sebab menjadi tambah besar dan bertambah banyak
Bertambah agung, bertambah bijaksana dan berpengertian
Dimulai dr cinta-karena, cinta-jikalau, hingga cinta-walaupun

Jika tak rela lenyap menjadi satu daging dgn cinta-walaupun
Bagaimana mungkin kita bisa menjadi satu roh dlm kasih Kristus
Sebab hanya yg mengikatkan diri pd Tuhan, menjadi satu roh dgn Dia
[1Kor.6.17]

Salam Damai!
« Last Edit: November 29, 2017, 01:08:25 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 04, 2017, 02:18:43 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2326
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Keluarga mereka berkata bahwa kelak yang menikah bukan hanya 2 orang tetapi 2 keluarga.
Ya, saya akui itu memang benar, tapi saya masih belum bisa menerima keputusan
karena dari awal saya sudah menjelaskan kondisi saya dan keluarga saya.


Kutipan dr Bang Toga ini mungkin dr pengalamannya
Mungkin bisa melapangkan hati yg belum mengalami

Tanpa Luka Cinta Bukanlah Cinta
TAK ADA gading yg tak retak, tak ada kekasih yg tak pernah buat palak. Pecinta sejati pun tak selalu bisa menyediakan semua yg kau inginkan, tak selalu berhasil menghindarkanmu dari luka, bahkan kadang tak bisa mencegah dirinya menjadi sumbernya. Tapi jika dia tak menyayangimu seperti yg kau mau, bukan berarti dia tak mencintaimu dgn segala yg dia punya, dgn semua yg dia bisa.

Tak sadar, kita kadang menjadi seperti bos-bos yg menyebalkan itu; menilai sesuatu hanya dari hasil, sama sekali tak memperhitungkan upaya dan perjuangan anak buah. Cinta, semestinya juga bukan semata soal hasil akhir, tetapi lebih kpd pergulatan hari demi hari, antara tangis dan tawa, antara hari yg gurih dan malam yg perih, desah yg legit, kesah yg pahit, tentang tawa yg tak selalu bisa berderai.

Aku tak bisa menjanjikanmu cinta yg berakhir bahagia,
karena cintaku adalah perjuangan tanpa akhir.


Kalian begitu dekat, sehingga denyut nadinya adalah detak jantungmu, rambutmu leluasa menggelombang sampai ke dahinya, ketika matanya terpejam kaulah yg jatuh tertidur. Akankah kau biarkan ada yg lain sedekat itu pula dgn-mu? Pun jika kau biarkan, akankah dia bisa mencapaimu sudut-sudut jiwamu, sebagaimana dia pernah dulu? Jangan-jangan orang “baru” itu bahkan tidak tahu di sebelah mana pintu menuju hatimu).

Akankah kau paksa hela napasmu mengenali bau tubuh lain? Bisakah kau pastikan akan ada bibir lain yg bisa menghapus tuntas bekas bibirnya di bibirmu? (Kata orang, ga selalu mudah loh mencari kontur bibir yg benar-benar fit dgn bibirmu. Bisa malah seperti mencari kepingan puzzle yg tercecer).

Pasti lebih mudah membuka mata melihat perjuangannya mencintaimu, dgn segala ketidaksempurnaannya, menerima dan mencintai ketidaksempurnaanmu. Dia membiarkanmu menjadi dirimu sendiri, saat kau sendiri mulai berpikir utk menjadi orang lain.
Maka mencintainya, hari demi hari, adalah mencintai dirimu sendiri. Menyadari perihnya akan membuatmu menangis, kebahagianmu membuatnya tertawa.
(bersambung)
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 04, 2017, 02:21:48 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2326
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
(sambungan)
DI HADAPANNYA, dlm setiap momen yg kalian punya, ekspresikan segala yg kau rasakan, proyeksikan semua yg kau impikan. Biar menyeruak, seperti pusaran debu diterbangkan angin. Bukankah salju pun membiarkan dirinya meleleh di gerbang musim semi, tanpa pernah sempat memperkenalkan dirinya pd kuncup dan kelopak bunga.

Bertengkarlah dgnnya. Berteriaklah dlm bara amarahmu. Di kali lain, cicipi pula pedas kata-katanya, karena hubungan jangka panjang, mustahil bisa selamat dari hal-hal seperti itu. (Tapi kalau dia sudah main tangan, berhentilah membaca ini, dan cari segera kantor polsek terdekat).

Yg terpenting adalah, bagaimana kamu dan dia bisa kembali merasakan cinta mengobati semua luka, terpadukan lagi, terhubungkan kembali, dan setiap kali itu terjadi, kalian mestinya telah naik satu level, semakin esensial, semakin terbiasa dgn kehadirannya, semakin tak bisa tanpa keberadaannya.
Seperti kehidupan itu sendiri, cinta adalah pergulatan yg pd titik tertentu akan memeras kelenjar air matamu, meremukkan hatimu yg ringkih, membuatmu terjebak dlm malam-malam panjang, saat mata tak bisa dipaksa pejam.

Tetapi tetaplah di situ, bergulat bersama pengertian, kedamaian, pertentangan, kekhilafan, bara api, perih tanpa suara, dan cinta yg menggenapinya.

Karena cinta adalah tentang menyatukan yg pecah, merekatkan yg terpisah, memulihkan luka, mengenali duka, mengakrabi lara, mengerti nestapa. Juga tentang menyediakan bahu menampung air mata. Inilah penyatuan kembali, kesadaran yg datang perlahan, bahwa di balik semua kekalutan itu, kalian sesungguhnya telah menulis kitab sejarah keindahan yg begitu tebal, perjalanan yg begitu panjang sehingga luka itu terlihat hanya berupa titik-titik yg tak penting.

Demi semua kegamangan dlm ketidakpastian yg menyelimuti setiap hari yg tiba, inilah hidupmu, ketakutanmu, egomu, mimpimu, esokmu, sejarahmu. Dan utk itu semua, serela-relanya, kau akan mempertaruhkan segalanya. Ini cinta yg telah kau pilih. Biarlah bersamanya datang segala perih, tak karenanya hati menyerpih. Tak ada luka yg tak bisa pulih.

Tanpa luka, cinta bukanlah cinta. Tanpa tangisan, bagaimana sebuah kisah cinta bisa jadi legenda? Karena bahagia bukan saja tentang riuh tawa, tetapi juga tetes air mata, ketika kita menggunakannya membasuh luka, menenggelamkan duka. Dahsyatnya lara yg bisa kau lewati, adalah ukuran besarnya hati yg kau miliki, dan agungnya cinta yg di sana menjadi penghuni.

Sumber:
https://nesia.wordpress.com/2015/09/30/tanpa-luka-cinta-bukanlah-cinta/

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 11, 2017, 10:16:40 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2326
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tanpa luka, cinta bukanlah cinta
Satu lagi kutipanku yg menurutku bagus
Bagus utk direnungkan sambil belajar Yesus
Sbb:

Quote
https://nesia.wordpress.com/2010/01/21/karena-cinta-dan-benci-datang-dari-tempat-yang-sama/

Maka ketika diri kita–satu-satunya orang yang kita cintai itu–tersakiti,
pelakunya harus merasakan sakit yang sama, plus bonusnya tentu saja,
sekalipun ia adalah seseorang yg, once upon a time, disebut sbg yg tercinta.

Yang lebih kacaunya,
seringkali tak ada siapapun yg menyakiti kita sebenarnya, kecuali diri kita sendiri,
tapi kita harus menemukan seorang terdakwa untuk penderitaan itu,
dan orang itu adalah dia, yg “once upon a time” itu!

Tuhan konon menyimpan sebuah janji rahasia di langit sana:
bw tak ada balasan bagi cinta sejati, kecuali cinta sejati pula.


Persoalannya, yg mana cinta sejati itu,
Apakah yg masuk akal atau yg tak?
Berikut contoh yg masuk dan tak:

1.   Cinta yg masuk akal
Mencintai orang yg mencintai kita,
Ini lah cinta yg masuk akal sehat,
Cinta dua arah ber-harap2 nikmat.
Ada kalkulasi adil agar cinta stabil.

2.   Benci yg masuk akal
Membenci orang yg membenci kita,
Ini lah benci yg masuk akal sehat,
Benci dua arah ber-harap2 kualat.
Ada kalkulasi gigi ganti gigi, adil.

3.   Cinta yg tak masuk akal
Mengasihi orang yg membenci kita,
Inilah cinta yang tidak masuk akal,
Cinta yang mencar ke segala arah,
Meneladani kasih Allah, damai.

4.   Benci yg tak masuk akal
Membenci orang yg mencintai kita,
Ini benci yg tak masuk akal sehat,
Benci yang menular ke segala arah,
Mengadopsi dengki Iblis, gusar.

Hanya satu cinta teladan illahi
Cinta sejati itu melampaui akal
Maka cinta itu tak bisa dijengkal

Jika kita telah belajar Yesus:
Maka tumben mencintai Pencipta
Tanpa mencintai segala ciptaan-Nya
Hanya penjilat yg tega setumben itu.

Salam Damai!
« Last Edit: December 11, 2017, 10:21:05 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)