Author Topic: Jodoh dari Tuhan  (Read 1237 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 15, 2018, 01:33:32 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12880
    • fossil coral cantik
untuk pernikahan beda agama dilarang saya temukan di kisah raja salomo.

1 Raja-raja 11:2, 10 (TB) 
padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka."
Betul. Logis apabila ayat diatas menuntun ke konklusi bold.

Tapi saya masih mencoba ngliat lagi secara laen :

1. ayat diatas, karena didalam kisah ayat tsb kalimat ungu itu directly dari Tuhan yg ditujukan spesifik kepada Israel di masa tsb - maka bisa dikatakan itu larangan yang mengandung "nubuat". So, kalimat ungu itu ada didalam kepastian.

2. However, setelah membaca ayat 9 dan 10 - kalimat ungu jadinya ada di dalam probabilitas.

TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN

3. Kesimpulan :
(a). "jangan menikah dengan yg beda agama" adalah anjuran.
(b). apabila anjuran ini diabaikan, maka point yang utama pada anjuran di (a) adalah : AGAR jangan sampai (menaikan probabilitas) si yang Kristen ini jadi mengikuti allah-allah lain.

tapi ketiga point saya diatas berlaku ya hanya pada ayat diatas.
Saya gak tau apakah point saya tsb bisa "masuk" ato kagak apabila Geniousle mengajukan ayat2 lain yang berkisar soal perkawinan.


saya mengira Kekristenan (dan islam) sangat straight terhadap aturan mesti seagama kalau agama buddha tidak begitu harus seagama menurut saya..
(hindu saya ga tahu..)
Apabila perihal "sangat straight" tidak ada di aturan agama Buddha atopun Hindu, (imo) tetep aja masih bisa tergantung dari individu.

Misal si cuplis (Buddha) ngotot si meylan (Hindu) mesti masuk Buddha, baru cuplis mau menikahi meylan. Atopun vice-versa, si meylan ngotot si cuplis mesti masuk Hindu - baru dah meylan mau dinikahi cuplis. Belon lagi taroh kata nggak ada kengototan di pihak cuplis-meylan, mungkin2 aja pihak ortu mereka ngotot si meylan mesti masuk Hindu atopun si cuplis mesti masuk Buddha. Hehehe...  :cheesy:

bersambung
January 15, 2018, 01:33:55 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12880
    • fossil coral cantik
saya teringat  cerita simson yg ambil gadis filistin (bangsa lain ga bersunat)

Hakim-hakim 14:4 (TB)
Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel.

dari cerita diatas opini saya berbeda keyakinan rada danger juga deh.. hahaha
menurut versi pengertian saya berangkat dari baca ayat diatas, ini mirip yang saya tulis di point-1 pada post sebelumnya.

Dari kisah Samson pada ayat diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa keinginan Samson mengambil cewe Filistin tsb dateng dari Tuhan (kalimat merah pada ayat diatas) --- whatever Tuhan punya reason. (dalam hal Samson, reasonnya adalah yg ungu). But the point is still there, yakni oranye.

Akibatnya bisa ada argumen kayak gini :
dari mana seorang Kristen bisa tau bahwa keinginannya menikahi seseorang nonKristen itu dari pada Tuhan asalnya ?

Hal yang similar, keluar juga sebagai argumen di 1 Korintus 7:16
Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?

Quote
dari cerita Samson di ayat diatas opini saya berbeda keyakinan rada danger juga deh.. hahaha
Sekali lagi saya nggak against mengenai kalimatmu diatas. Sependapat malah. Secara logic, saya "nyadar" bahwa memang betul pernikahan beda agama itu "berbahaya" ---> YAKNI : didalam perihal menaikan probabilitas.

Saya tetep berpendapat bahwa tidak ada ayat yang bisa menuntun ke kesimpulan bahwa "pernikahan beda agama dilarang".

Apabila semisal ada orang baca suatu kalimat ayat, lalu ybs nyampe ke kesimpulan "pernikahan beda agama sebaiknya tidak dilakukan", maka TANPA saya mengharuskan diri ngebaca ayat yang orang ybs baca utk nge-cek apakah bener/kagak kesimpulan tsb  - logically saya setuju dengan ijo.

:)
salam.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)