Author Topic: Wahyu 7:9-17 ?  (Read 1148 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 15, 2017, 01:19:19 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Jadi yg benar yg mana , diri sendiri atau observer?
Observer donk.

Quote
Alkitab mengatakan tdk ada observer yg valid
Maap.... saya yang salah karena lupa men-detailkan maksud saya pada penggunaan kosakata "observer".
Maksud saya disitu adalah Allah. Observer-nya itu Allah, adhi.

Quote
Yang ijo itu pernyataan Allah
Ya. Saya tulis yang ijo itu datengnya dari pihak observer. Allah dalam hal ini.

Quote
perbuatan melayani siang dan malam itu adl perbuatan Allah sendiri yg dimanifestasikan lewat ybs shg dg itu ybs akan memuliakan Allah
Jangan aneh aneh lah, adhi.

Allah tidak melayani diri sendiri siang dan malam, adhi.

Sehingga kumpulan besar itu jadi bisa berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya adalah akibat dari Allah memverifikasi bhw individu2 didalam kumpulan besar tsb telah mencuci jubah mereka.

Dan mengenai perihal mencuci ....
ayat tidak menulis baju putih adalah hasil cucian Allah ataupun Allah mencuci.

Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Jadi atuh jangan

dibikin menjadi :
Allah ini adalah Allah yang keluar dari kesusahan yang besar,
dan Allah telah mencuci jubahnya sendiri dan membuatnya putih didalam darah Anak Domba


ataupun dibikin secara kombinasi :
Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar;
dan Allah telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih didalam darah Anak Domba


Quote
perbuatan melayani siang dan malam itu adl perbuatan Allah sendiri yg dimanifestasikan lewat ybs shg dg itu ybs akan memuliakan Allah
Ya... dgn demikian ybs itu robot/mesin.
So, siang malam Allah melayani diri sendiri, BUKAN si ybs.
Keliatannya aja si ybs yang melayani Allah... padahal Allah itu sendiri yang melayani DiriNya sendiri siang malam.
« Last Edit: December 15, 2017, 01:28:26 AM by odading »
December 15, 2017, 08:22:56 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 935
Quote
Nah itu. Jadi ada verifikasi dari pihak observer, ungu.
Perihal [menang] itu spt yang terbaca di Wahyu 7:14, yakni si A telah mencuci jubah nya ---> parafrase ungu jadinya sbb : Hai A, kamu telah mencuci jubahmu

Allah bukan observer tapi yang menganugerahkan keselamatan, anugerah ini pasti jadi ketika diberikan kepada A maka tidak ada kemungkinan anugerah itu hilang atau berubah bentuk, jadi sejak diberikannya Allah tdk perlu meragukan pekerjaanNya dg cara mengobservasi terus.
Kalau paraphrase spt : “ Hai A , kamu telah melakukan seluruh hukum taurat dari Ku ……
Masih saudara dg paraphrase di atas.
Maka selamat itu adl pencapaian bukan lagi anugerah ----> bukan iman Kristen.
Dikatakan anugerah artinya “ mencuci jubahmu itu” adalah suatu pekerjaan yg tdk mungkin bisa dilakukan umatnya krn upayanya sendiri, dan verifikasi diri membawa seseorang untuk rendah hati mengakui bahwa itu adalah suatu pekerjaan yg hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri.

Yes26:12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami

Why19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Fil2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya

Dan kalau sdr Odading telah menangkap yang di bawah ini dg baik mk paling tidak pertanyaan sdr dalam thread ini telah terjawab:

Kita ambil contoh A saat ini berumur 59 th ,misl saat ini adl masa kesesakan yg besar , A mati th 2035, Allah menyatakan pada A pada 1 Jan 2001 “Hai A kamu menang sejak saat ini namamu tdk akan Aku hapus dr kitab kehidupan (Why3:4-5), juga kematian kedua tidak akan berkuasa atas mu (Why2:11), sejak saat itu Allah menunjukkan kepada Yohanes bhw A itu sampai dg matib fisiknya melayani Allah siang dan malam.

Quote
Ya. Yang saya tulis "observer" itu tentu maksudnya adalah Allah.
Telah saya jelaskan di atas.


Quote
Bukan orang lain. Melainkan observer itu Allah. Setelah Dia observe kehidupan si anu yg hidup di masa kesusahan besar, Allah me-maklumat apakah ybs telah mencuci jubah-nya ato kagak.
Allah menganugerahkan keselamatan bukan observes, telah dijelaskan di atas.


Quote
Nope. Orang tidak pantes memaklumat dirinya sendiri. Harus dari pihak observer (Allah dalam hal ini) lah maklumatnya.
Bukan memaklumatkan, tidak perlu ada org yg harus mengakui keselamatan kita, kita sendirilah yg perlu yakin krn Allah tidak memberikan tanda secara literal pada tubuh kita atau memberi laporan literal kepada kita ttg keselamatan itu , mk adalah bijak kalau kita waspada untuk selalu menguji diri.


Quote
Saya nggak ngomongin perihal perbuatan nilai 100 (bernilai baik) atopun perbuatan nilai 40 (bernilai jelek), adhi.

Mao itu perbuatan baik kek perbuatan jahat kek nggak ada hubungannya - karena pointnya disini adalah :
setelah observasi, akhirnya observer memaklumat "Oke... si anu telah mencuci bajunya"

So... mohon jangan dibikin jadi aneh2 berupa :
Si observer nyuci baju si anu, lalu si observer bilang "oke ... si anu telah mencuci bajunya".
Observer itu kan bukan budak. Aer, sabun, papan gilesan disiapin buat si anu nyuci baju.
Si anu cape, bisa minta tolong ke si observer.

Adalah orang abnormal pabila si anu tereak
A. "eh observer lu sekalian cuci-in baju gue - jangan cuma nyediain segala aer sabun papan gilesan donk".

Sehingga setelah si observer selesai nyuci-in baju si anu, si anu bilang
B. "itu bukan hasil cucian gue, melainkan hasil cucian si observer".

Taroh kata nggak ada A, tau2 nongol yang B ... tinggal di jawab aja pertanyaan sbb ini :
Nah... elu ngapain ? NONTONIN si observer nyuci ?  :D

Bukan aneh2 kok, sejak awal Allah telah sediakan hukum yg beratus2 unt dilakukan , apakah betul orang bisa melakukan ? inilah point nya , ternyata kan tdk ada yg bisa , hukum yg jauh2 lebih sederhana saja spt “tidak makan buah pohon kehidupan dg sengaja” saja tidak dapat memenuhi ( terbukti dg diusir dr Eden ) bagaimana bisa memenuhi yg beratus2 ?, jadi kesadaran akan inilah yg membawa manusia untuk mengakui bhw keselamatan itu hanya oleh anugerah Allah, ---> kalau anugerah Allah lalu apa yg harus dipenuhi?, atau apa masih bisa mencuci dlm parable di atas ?.


bersambung
December 15, 2017, 08:32:26 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 935
Quote
Jangan aneh aneh lah, adhi.

Allah tidak melayani diri sendiri siang dan malam, adhi.

Sehingga kumpulan besar itu jadi bisa berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya adalah akibat dari Allah memverifikasi bhw individu2 didalam kumpulan besar tsb telah mencuci jubah mereka.

Dan mengenai perihal mencuci ....
ayat tidak menulis baju putih adalah hasil cucian Allah ataupun Allah mencuci.

Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Jadi atuh jangan

dibikin menjadi :
Allah ini adalah Allah yang keluar dari kesusahan yang besar,
dan Allah telah mencuci jubahnya sendiri dan membuatnya putih didalam darah Anak Domba


ataupun dibikin secara kombinasi :
Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar;
dan Allah telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih didalam darah Anak Domba
Telah terjelaskan di atas.


Quote
Ya... dgn demikian ybs itu robot/mesin.
So, siang malam Allah melayani diri sendiri, BUKAN si ybs.
Keliatannya aja si ybs yang melayani Allah... padahal Allah itu sendiri yang melayani DiriNya sendiri siang malam.

Tidak , Pribadi milikNya yg zero state yg dikirim ke bumi untuk merantau guna pertumbuhan, mk pribadi zero state ini tdk akan bisa melakukan sesuatu yg bernilai baik dimata Allah.

Ilustrasi sederhana:
Bumi sementara ini adl tempat hidup makhluk2 sementara pula / tdk ber roh / wadah/ cangkang, kalau kemudian suatu hari wadah ini di isi oleh Allah seorang pribadi roh manusia (Zak12:1), maka bagaimana mungkin pribadi ybs dpt berpindah menuju alam kekal dimana Allah berada / Sorga dg upaya sendiri ( parable di atas sbg mencuci jubah sendiri ) ? (Yes64:6, Rom3:10-12), maka jawabnya ya :hanya kalau Allah membawanya ke sorga inilah yang dasar pengertian selamat = anugerah Allah saja .
Apa yang akan dibawa Allah ke sorga kalau Allah gak naroh duluan ?, nah inilah dasar pengertian bgs pilihan.
Jadi haruslah Allah yg naroh dan Allah pula yg membawa kembali.

Yes64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

Rom3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak

December 15, 2017, 08:07:47 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Allah bukan observer tapi yang menganugerahkan keselamatan

Proverbs 15:3
The LORD is watching everywhere, keeping his eye on both the evil and the good.

Proverbs 5:21
For the ways of a man are before the eyes of the LORD, And He watches all his paths.

Jeremiah 16:17
"For My eyes are on all their ways; they are not hidden from My face, nor is their iniquity concealed from My eyes


Abaikan penggunaan kosakata "observer" yg dari saya - ganti saja ke kosakata "bla3x" dimana "bla3x" itu ada didalam maksud spt yang terbaca di beberapa ayat diatas.

Quote
anugerah ini pasti jadi ketika diberikan kepada A maka tidak ada kemungkinan anugerah itu hilang atau berubah bentuk
Anugerahnya itu adalah "berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya". Anugerah itu diberikan KARENA menurut Dia, emang iya individu2 di kumpulan besar tsb telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Quote
jadi sejak diberikannya Allah tdk perlu meragukan pekerjaanNya dg cara mengobservasi TERUS.
Ya... tidak ada saya maksudkan bahwa itu TERUS menerus s/d selamanya kok.
Silahkan baca lagi ayat diatas deh, adhi.


Quote
Kalau
paraphrase spt : “ Hai A , kamu telah melakukan seluruh hukum taurat dari Ku ……
Nggak ada pake KALAU, adhi. Kita liat aja itu ayat di topik ini bunyinya begimana :

mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

So... bedakan itu antara ungu dengan oranye, adhi.

Ungu eksplisit.
Oranye, orang ngeraba-raba... nebak nebak kira2 begimana itu "mencuci jubah" yang di pov Allah.

Quote
Maka
selamat itu adl pencapaian bukan lagi anugerah
Well.. [maka] versimu kayak di quote atas itu kan karena [kalau] nya versi adhi yang udah nggak sesuai lagi dgn ayat yang di topik ini.

Quote
Dikatakan anugerah artinya “ mencuci jubahmu itu” adalah suatu pekerjaan yg tdk mungkin bisa dilakukan umatnya krn upayanya sendiri
akh... tidak ada saya bilang KARENA upayanya sendiri, adhi. Coba deh dibaca lagi itu ilustrasi nyuci dari saya. Sabun, aer, papan gilesan itu bukan hasil upaya sendiri.
Bahkan kalo cape minta tolong, ditolongin.

Quote
dan verifikasi diri membawa seseorang untuk rendah hati mengakui bahwa itu adalah suatu pekerjaan yg hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri.
That's the point. BOLD.

But the green words itself is NOTHING, karena verifikasi "ya bener rendah hati" ---> ini ada di pihak Allah, bukan di si pengucap kalimat ijo.

So... pengertian dari kalimat ijo ada di perihal "rendah hati" ...
BUKAN literally Allah bekerja sendirian, orangnya nonton aja - gak kerja apa apa.


Quote
Fil2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya

Kalimat ayat diatas nggak didalam pengertian :
Allah bekerja sendirian (orangnya gak ngapa2in).
Allah melayani Allah.
DiriNya melayani DiriNya sendiri.

Quote
Allah menganugerahkan keselamatan bukan observes, telah dijelaskan di atas.
Abaikan kosakata "observer" yang telah saya gunakan. Baca aja itu ayat2  yg saya kopas, maka seyogyanya adhi nangkep yang saya maksudkan.

Allah menganugerahkan keselamatan ---> ini eventnya ada di kalimat sbb kan adhi : mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya

Q :
Begimana itu ceritanya individu2 di kumpulan besar tsb jadi bisa berdiri di hadapan takhta Allah ?

A :
KARENA mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

simple kaaaan  :happy0062:

bersambung
« Last Edit: December 15, 2017, 08:22:08 PM by odading »
December 15, 2017, 08:08:02 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Quote
Bukan memaklumatkan, tidak perlu ada org yg harus mengakui keselamatan kita
Kan udah dikasih tau, yang saya maksud itu emang BUKAN orang. Allah yang verifikasi bahwa "Ya... si anu telah mencuci jubahnya". Bukan si anu yang verifikasi "Allah... kan gue udah mencuci jubah gue"

Quote
kita sendirilah yg perlu yakin krn Allah tidak memberikan tanda secara literal pada tubuh kita
Loh... kan Allah udah berkata langsung bahwa pembaca beragama Kristen adalah orang2 yang dipilih SBJ.

Quote
atau memberi laporan literal kepada kita ttg keselamatan itu , mk adalah bijak kalau kita waspada untuk selalu menguji diri.
Apa akibat yang akan terjadi pada diri ybs yg adalah orang yg Dia pilih SBJ pada akhirnya apabila ybs tidak waspada ?

Quote
Bukan aneh2 kok, sejak awal Allah telah sediakan hukum yg beratus2 unt dilakukan
Sehingga ratusan, itu manusia yang bikin kan adhi. Idea manusia. Namun disampaikannya secara berupa "ini Allah yang kasih tau ke gue".

Quote
apakah betul orang bisa melakukan ?
Well... mungkin yang perlu duluan diajukan pertanyaannya adalah : apa betul Allah mengutamakan hal hal seperti sbb ini pada seorang imam ?
Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli.

Quote
inilah point nya , ternyata kan tdk ada yg bisa
Lah... nggak bisa-nya itu ya karena nggak minta bantuan ke Allah, adhi.

Quote
jadi kesadaran akan inilah yg membawa manusia untuk mengakui bhw keselamatan itu hanya oleh anugerah Allah
Tidak ada yang bilang bahwa [bisa berdirinya mereka di hadapan takhta Allah] itu BUKAN anugerah, adhi.

However, anugerah itu didapat KARENA mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Quote
kalau anugerah Allah lalu apa yg harus dipenuhi?
Kan ayatnya sendiri udah kasi tau... bahwa
kumpulan besar tsb berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya - dimana Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi DAN Anak Domba akan menuntun mereka ke mata air kehidupan

itu semua didapet KARENA
mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Quote
atau apa masih bisa mencuci dlm parable di atas ?
kok adhi nyangkal ayat yah ?

Ayat menyatakan :
mereka telah mencuci jubah mereka

adhi nge-jengek :
apa masih bisa mereka mencuci ?

oda :
Bisa. Mereka kan bisa minta tolong pada Allah sehingga jadinya bisa


ibarat pengumuman menyatakan :
cuplis lulus ujian

orang lain ngenye :
apa masih bisa cuplis lulus ujian ?

 :D
« Last Edit: December 15, 2017, 08:15:37 PM by odading »
December 16, 2017, 07:26:47 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 935

Proverbs 15:3
The LORD is watching everywhere, keeping his eye on both the evil and the good.

Proverbs 5:21
For the ways of a man are before the eyes of the LORD, And He watches all his paths.

Jeremiah 16:17
"For My eyes are on all their ways; they are not hidden from My face, nor is their iniquity concealed from My eyes


Abaikan penggunaan kosakata "observer" yg dari saya - ganti saja ke kosakata "bla3x" dimana "bla3x" itu ada didalam maksud spt yang terbaca di beberapa ayat diatas.


Kan yg saya bicarakan di depan adl ttg “menang” atau “org yg selamat” oleh krn pernyataan Allah sendiri , dimana pada org ybs sejak di nyatakan menang , di beri garansi pula bhw: tdk akan di hapus dr kitab kehidupan dan kematian kedua (lautan api) tidak berkuasa lagi, dimana artinya sejak dinyatakan “menang “  nama ybs itu kalau di periksa di kitab kehidupan kapanpun juga pasti ada dan pasti sejak saat itu digaransi gak bakal masuk neraka ( di gereja Sardis ada orang yg masih hidup secara fisik tapi telah menyandang predikat “menang”  ini Why3:4).

Sedang ay yg sdr Odading kutip di atas itu berlaku sebelum ybs dinyatakan menang oleh Allah atau ketika ybs masih dalam masa pemurnian /ibarat perjalanan di padang gurun selama 40 th dimana banyak diantaranya yg mati di masa itu atau “kalah”, dank arena bangsa pilihan sudah beralih dari literal ke arti rohani maka tidak ada satu orangpun yg tahu apakah dia pilihan atau tdk oleh krn inilah mk setiap org yg waspada dan rendah hati berusaha tahu betulkah dia pilihan ?, mk cara verifikasi diri itulah yg dia lakukan.


Quote
Anugerahnya itu adalah "berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya". Anugerah itu diberikan KARENA menurut Dia, emang iya individu2 di kumpulan besar tsb telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.


Itu salah satu ekspresi dari yg menang atau menerima anugerah keselamatan dr Allah , semua itu point nya menunjukkan kepada Yohanes bhw mereka yg menang ( dinyatakan dg telah mencuci jubahnya) itu sejak saat dinyatakan menang masih pula hidup didunia ini krn melayani Allah siang dan malam.



Quote
That's the point. BOLD.

But the green words itself is NOTHING, karena verifikasi "ya bener rendah hati" ---> ini ada di pihak Allah, bukan di si pengucap kalimat ijo.

So... pengertian dari kalimat ijo ada di perihal "rendah hati" ...
BUKAN literally Allah bekerja sendirian, orangnya nonton aja - gak kerja apa apa.

Makanya saya sertakan beberapa ayat di depan untuk menjelaskan bagaimana proses selamat pada diri manusia  milikNya ini, saya coba kutib lagi dan ada pula yg saya tambahkan sbb:

Why19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Di katakan di karuniakan artinya tdk muncul dr diri sendiri bahkan inisiatip pun tidak.
 
Fil2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya
Ini mengkonfirmasi :
Yes26:12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
Segala sesuatu ini termasuk mencuci jubah yg sdr tanyakan di atas.
 
Ef2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Kata lain : “mencuci jubah “ itu bukan pula hasil usaha mu , tetapi pemberian Allah. 



Quote
Kalimat ayat diatas nggak didalam pengertian :
Allah bekerja sendirian (orangnya gak ngapa2in).
Allah melayani Allah.
DiriNya melayani DiriNya sendiri.
Seperti penjelasan di atas.


Quote
Abaikan kosakata "observer" yang telah saya gunakan. Baca aja itu ayat2  yg saya kopas, maka seyogyanya adhi nangkep yang saya maksudkan.

Allah menganugerahkan keselamatan ---> ini eventnya ada di kalimat sbb kan adhi : mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya

Q :
Begimana itu ceritanya individu2 di kumpulan besar tsb jadi bisa berdiri di hadapan takhta Allah ?

A :
KARENA mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

simple kaaaan  :happy0062:

Iya simple sih, hanya “ mencuci jubah” itu bukan kerjanya , tapi kerjaNya .
Manusia gak ngerti apa2 , mau di sediain air sabun , gilesan , juga gak ngerti untuk apa ,apalagi minta tolong !!!, mau di beri hukum yg very simple sampai very complicated juga gak bisa memenuhi.








bersambung
December 16, 2017, 07:31:34 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 935
sambungan

Quote
Loh... kan Allah udah berkata langsung bahwa pembaca beragama Kristen adalah orang2 yang dipilih SBJ.

Kalau yg menyamar jadi malaikat terang juga termasuk?,  selama tanda secara literal tdk ada bagaimana kita bisa yakin ttg jati diri kita ?, verifikasi kan ?.


Quote
Apa akibat yang akan terjadi pada diri ybs yg adalah orang yg Dia pilih SBJ pada akhirnya apabila ybs tidak waspada ?
Bagaimana kita bukan termasuk salah satu dari yang dibawah ini ?, kalau ada satu sinyal bahwa kita bukan termasuk di dalam itu bukankah ada sukacita yg tak terlukiskan selama kita hidup ?, penting gak sih sukacita itu?, atau gelap2an aja mau termasuk didalamnya atau tdk se bodo amat ?.

Mat7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (termasuk upaya mencuci jubah )
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!




Quote
Sehingga ratusan, itu manusia yang bikin kan adhi. Idea manusia. Namun disampaikannya secara berupa "ini Allah yang kasih tau ke gue".
Itu FT, ada disana karena Allah mau itu ada ,dari situ milikNya bisa belajar dan akhirnya mengerti.



Quote
Well... mungkin yang perlu duluan diajukan pertanyaannya adalah : apa betul Allah mengutamakan hal hal seperti sbb ini pada seorang imam ?
Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli.
Dari belajar akhirnya milikNya akan berkata : sangat ribet , lebih nyata lagi pada hukum yg beratus2 itu dimana satu gagal saja efeknya sama dg gagal semua alias binasa , lalu yg belajar akan mengangkat satu pertanyaan ; untuk apa segitu ratus padahal satu yg simple saja gak bisa ? dari terang tuntunanNya akhirnya sampai : oh ternyata supaya saya tahu bhw selamat yg harus memenuhi suatu standard yg extraimpossible itu tujuannya membawa saya untuk menyadari bhw tdk mungkin saya akan selamat dg segala upaya saya, hanya belaskasihan Dia lah yg memungkinkan itu, kl saja Hukum yg diberi hanya satu saja bagaimana saya bisa menyadari impossible ?.
Singkat kata : membawa saya mengamini bahwa : Selamat = anugerah Allah saja .
Sudah jelaskah dg “ mencuci jubah”?.


Quote
Lah... nggak bisa-nya itu ya karena nggak minta bantuan ke Allah, adhi.
Mau minta bantuan?, kalau mau minta bantuan paling tidak telah tahu apa yg sedang dia kerjakan shg minta bantuan, kalau ngerti saja enggak bagaimana bisa minta bantuan ?.


Rom8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya



Quote
Tidak ada yang bilang bahwa [bisa berdirinya mereka di hadapan takhta Allah] itu BUKAN anugerah, adhi.

However, anugerah itu didapat KARENA mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Telah dijelaskan di depan.



Quote
Kan ayatnya sendiri udah kasi tau... bahwa
kumpulan besar tsb berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya - dimana Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi DAN Anak Domba akan menuntun mereka ke mata air kehidupan

itu semua didapet KARENA
mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Pekerjaan siapakah sebenarnya mencuci jubah itu ? Yes26:12.




Quote
kok adhi nyangkal ayat yah ?

Ayat menyatakan :
mereka telah mencuci jubah mereka

adhi nge-jengek :
apa masih bisa mereka mencuci ?

oda :
Bisa. Mereka kan bisa minta tolong pada Allah sehingga jadinya bisa


ibarat pengumuman menyatakan :
cuplis lulus ujian

orang lain ngenye :
apa masih bisa cuplis lulus ujian ?

 :D

Enggak menyangkal , hanya meluruskan saja.




Salam.

« Last Edit: December 16, 2017, 07:47:48 AM by Adhi Darma Wijaya »
December 16, 2017, 02:22:59 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Ikut berpendapat ya....

Menurut pendapat saya, Why.7 (khususnya) ayat 9-17 terjadinya di langit. Artinya masih di dalam Alam Raya ini. Sebab, penglihatan yang diperlihatkan kepada Yohanes itu merupakan "moment" pasca kehidupan orang2 ybs melalui Roh..... Artinya, terjadinya itu masih di Alam Raya ini.

Salam.
« Last Edit: December 16, 2017, 02:26:57 PM by sizxbn »
December 16, 2017, 07:04:43 PM
Reply #18
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
Wahyu 7:
(9) Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

(14) Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.


Dari ayat 14, bisa diketahui bahwa kumpulan besar yang penulis lihat di ayat 9 tsb adalah [orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar].

Selain itu, bisa diduga bahwa event yang penulis liat di ayat 9 tsb terjadi BUKAN di bumi (sorga ?) dimana kumpulan besar tsb adalah orang2 yang mati pada masa kesusahan besar.

Lanjut... masuk ke ayat 17 :
(17) Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Nah... pertanyaannya :
1. dimanakah itu terjadi event [Yesus menggembalakan kumpulan besar tsb dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan] ? di bumi ? di sorga ?
2. apa maksud dari kalimat merah ? terutama kalimat [mata air kehidupan]

:)
salam.

1. Event tersebut terjadi di alam roh/langit ketiga (langit 1 =langit burung2; langit 2=langit bintang2; langit 3 =alam Roh) dan bukan Sorga (sorga=kerajaan Allah, Yesus bilang byk tempat di Sorga/ Rumah Bapa sbg reward untuk anak Tuhan). Memang istilah2 ini rancu tapi kita harus mencoba membedakan dan mengerti spy tidak bingung.

2. Maksud kalimat merah, menurut saya sudah jelas bhw dlm konteks ini Tuhan memberi reward dan memberi kehidupan kekal bg mereka yg rela mati demi namaNya dan setia dalam masa kesusahan besar. Yesus sendiri yg akan memberi penghiburan, membawa ke mata air kehidupan.
December 16, 2017, 07:46:52 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Ikut berpendapat ya....

Menurut pendapat saya, Why.7 (khususnya) ayat 9-17 terjadinya di langit.
Artinya masih di dalam Alam Raya ini.
Bold, maksudnya di universe tapi bukan di bumi.

Misal nih,
kita kan di bumi ada di galaksi Bima Sakti.
Nah.... perihal nanti dimana event "Anak Domba menggembalakan dan menuntun kumpulan besar ke mata air kehidupan" ---> ini terjadi di planet X yang ada di galaksi Entahlah.

Quote
Sebab, penglihatan yang diperlihatkan kepada Yohanes itu merupakan "moment" pasca kehidupan orang2 ybs melalui Roh..... Artinya, terjadinya itu masih di Alam Raya ini.
Kalo secara penangkepan saya, penulis nggak mendapatkan penglihatan dimana terjadi event spt ungu, melainkan ungu itu diketahui penulis berupa info kalimat saja.

So... taroh kata si penulis didalam visi tsb "hadir" di alam roh, maka setting alam roh tsb ya spt yang di deskripsikan di ayat.

Kalo dibikin tayangan felm, maka alur dan tayangannya kayak gini..... (misal)

si cuplis sedang ada didalam kamar tidurnya, di planet bumi.
tiba2 entah gimana si cuplis kayak kesurupan ato kayak kebanyakan shabu2 ---> si cuplis mendapati dirinya ada di suatu tempat yang menakjubkan baginya.

Di tempat tsb cuplis berjumpa dgn sosok... dan dari sosok tsb dikasih tau bhw cuplis sedang berada di planet X di galaksi Entahlah. Lalu oleh sosok tsb cuplis dibawa masuk ke suatu ruangan, di ruangan tsb cuplis ngliat ada satu takhta - ada anak domba, ada 24 takhta mengelilingi satu takhta tsb, ada 24 tua tua, ada unyu2 bersayap disekelilingnya, dan ada boanyak banget orang2 (kumpulan besar) berbaju putih pegang daun palem.

Kebetulan cuplis berdirinya deket sama pak Raden... salah satu tua2 dari ke 24 tua2 tsb.
Pak Raden kasih tau bahwa kumpulan besar tsb adalah orang2 yang telah mencuci jubah mereka.

1. "mereka tidak AKAN menderita lapar dan dahaga lagi, cuplis" kata pak Raden ke si cuplis.

Selanjutnya pak Raden bilang bhw
2. kumpulan besar tsb AKAN digembalakan dan dituntun ke mata air kehidupan oleh Anak Domba.


wuuuuut ! ... sayang sekali..... tiba2 saja cuplis nyadar dan mendapatkan dirinya kembali ada di kamar tidurnya.


Nah...

berangkat dari nomor-1 :
A. state kumpulan besar saat diliat cuplis tsb SUDAH tidak bisa menderita lapar dan dahaga lagi WALOPUN info dari pak Raden "mereka tidak AKAN menderita lapar lagi"

B. state kumpulan besar saat diliat cuplis tsb MASIH bisa menderita lapar dan dahaga.
Sesuai dgn info nomor-1 dari pak Raden ... yakni maksudnya NANTI, setelah mereka minum air kehidupan.

Yang A ? atokah yang B ya ?


berangkat dari nomor-2 :
Sesuai dgn info pak Raden di nomor-2, tentunya saat cuplis ngliat kumpulan besar tsb - mereka BELUM digembalakan dan dituntun ke mata air kehidupan oleh Anak Domba.

C. Lokasi mata air kehidupan dimana kesanalah kumpulan besar akan dituntun Anak Domba itu dimana ? Apakah masih tetep di planet X galaksi Entahlah ? Ataukah balik ke planet bumi di galaksi Bimasakti ? Ataukah malah di planet yang laen lagi dan di galaksi yang laen lagi ?

Nah, itu pertanyaannya :)
« Last Edit: December 16, 2017, 07:50:22 PM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)