Author Topic: Mohon Penjelasan dan bantu pemahaman....  (Read 1298 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 22, 2018, 05:49:32 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Saya seorang suku chinese dan beragama buddha,saya mengenal seorang wanita (janda anak 1) suku Kristen,perkenalan kami sudah cukup lama. Saya jatuh hati pada karakter dan juga cara berpikirnya,dan saya katakan saya menyukai dia,Selang beberapa bulan kami pacaran. Saya putuskan untuk menikahi dia dan tentu saja dengan seijin orang tua saya. Saya utarakan kepadanya dan dia bersedia, dan dalam kasus ini. Orang tua saya tidak mempermasalahkan saya yang masuk Kristen atau dia yang masuk china. Dan setelah pemikiran bersama, kami putuskan saya yang mengalah...

Kondisi dia bisa menjadi janda anak 1 adalah suami terdahulunya suka miras,judi dan KDRT. Mereka menikah secara gereja dan belum di adat. Dan dia berpisah dengan cara lari saat ada kesempatan dengan dibantu kakakiparnya. Dan kembali ke rumah orang tuanya.

Pertanyaan saya adalah :

 1. Wajibkah saya membeli marga ??
 2. Apa Sajakah adat yang harus saya Ikuti ??
 3. Kuatkah pernikahan itu mata gereja,adat dan hukum ???
 4. Bagaimana saya menghadapi keluarganya ?? Secara saya tidak mengetahui adat batak


Tolong di bantu dan Terima kasih...
January 22, 2018, 09:16:27 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: protestan
Saya seorang suku chinese dan beragama buddha,saya mengenal seorang wanita (janda anak 1) suku Kristen,perkenalan kami sudah cukup lama. Saya jatuh hati pada karakter dan juga cara berpikirnya,dan saya katakan saya menyukai dia,Selang beberapa bulan kami pacaran. Saya putuskan untuk menikahi dia dan tentu saja dengan seijin orang tua saya. Saya utarakan kepadanya dan dia bersedia, dan dalam kasus ini. Orang tua saya tidak mempermasalahkan saya yang masuk Kristen atau dia yang masuk china. Dan setelah pemikiran bersama, kami putuskan saya yang mengalah...

Kondisi dia bisa menjadi janda anak 1 adalah suami terdahulunya suka miras,judi dan KDRT. Mereka menikah secara gereja dan belum di adat. Dan dia berpisah dengan cara lari saat ada kesempatan dengan dibantu kakakiparnya. Dan kembali ke rumah orang tuanya.

Pertanyaan saya adalah :

 1. Wajibkah saya membeli marga ??
 2. Apa Sajakah adat yang harus saya Ikuti ??
 3. Kuatkah pernikahan itu mata gereja,adat dan hukum ???
 4. Bagaimana saya menghadapi keluarganya ?? Secara saya tidak mengetahui adat batak


Tolong di bantu dan Terima kasih...

1. Tidak wajib
2. kalo mw di adatkan berarti harus beli marga
3. gereja dan hukum sah, tapi secara adat belum sah
4. kembali lagi kepada kalian mw hidup biasa2 aja atw sodara mw hidup layaknya orang batak yg sudat di adatkan
January 22, 2018, 10:40:09 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4503
1. waduh saya baru tahu ada praktek beli marga  :rolleye0014:

2. kalau adat mah menurut saya simple saja, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung
kalau hendak menikah dengan orang batak, ya mending tanya langsung dengan mereka
so pasti jelas mereka yang lebih tahu

3. nah ini yang berat, mesti bantuan senior2 kaya om siip
karena Kristen tidak menerima perceraian tapi hukum negara menerimanya

4. idem no 2

ngomong2 gak ada istilah masuk china, hahaha
yang ada menikah dengan adat china atau adat budha
good luck ya buat rencana pernikahannya
 
January 22, 2018, 08:06:35 PM
Reply #3
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Untuk kekeluargaan yang lebih harmonis...

Beli marga atau tidak ?

Karena saya lihat...kekeluargaan batak itu sangat harmonis..,
January 22, 2018, 09:44:18 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Saya seorang suku chinese dan beragama buddha,saya mengenal seorang wanita (janda anak 1) suku Kristen,perkenalan kami sudah cukup lama.
Suku Kristen?
Mungkin maksud @Bekangho, Suku Batak?

Quote
Saya jatuh hati pada karakter dan juga cara berpikirnya,dan saya katakan saya menyukai dia,Selang beberapa bulan kami pacaran. Saya putuskan untuk menikahi dia dan tentu saja dengan seijin orang tua saya.
Hmmm... menurutku, @Bekangho dapat kredit poin, jantan dan hormat pada Orang Tua. Apresiasi.

Quote
Saya utarakan kepadanya dan dia bersedia, dan dalam kasus ini. Orang tua saya tidak mempermasalahkan saya yang masuk Kristen atau dia yang masuk china.
Kalo @Bekangho dari Budha masuk Kristen, masih berterima di akalku. Kalo dia masuk China, maksudnya, dia diadatkan menurut adat China, sehingga dipandang berdarah China, begitu?

Quote
Dan setelah pemikiran bersama, kami putuskan saya yang mengalah...
Maksud @Bekangho dengan mengalah, @Bekangho pindah agama dari Budha menjadi Kristen? Bagus itu. Semakin banyak orang yang mengaku dan menerima Yesus Kristus itu Tuhan dan Juruselamat, semakin banyak orang yang diselamatkan di dunia yang akan datang.

Quote
Kondisi dia bisa menjadi janda anak 1 adalah suami terdahulunya suka miras,judi dan KDRT. Mereka menikah secara gereja dan belum di adat. Dan dia berpisah dengan cara lari saat ada kesempatan dengan dibantu kakakiparnya. Dan kembali ke rumah orang tuanya.
Wow, tanpa niat menakut-nakuti, poin itu merupakan bibit masalah.
Jika tadinya mereka melangkah ke pernikahan, di kelompok pengikut Kristus, patut di duga, mereka pernah saling cinta (lepas dari kadarnya cinta banget ato hanya sekedar). Dan sependek pengetahuanku, di perkawinan pengikut Kristus, selalu dibacakan Mat 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Quote
Pertanyaan saya adalah :
 1. Wajibkah saya membeli marga ??
 2. Apa Sajakah adat yang harus saya Ikuti ??
 3. Kuatkah pernikahan itu mata gereja,adat dan hukum ???
 4. Bagaimana saya menghadapi keluarganya ?? Secara saya tidak mengetahui adat batak
Tolong di bantu dan Terima kasih...
1. Tidak wajib.
Namun, apabila kalian ingin menjalani hidup rumah tangga yang diakui di kebatakan, maka kelihatannya, @Bekangho menerima marga Batak cukup bagus. Catatan, meskipun prinsip penyematan marga itu mirip dengan membeli, artinya @Bekangho mengeluarkan dana untuk 'menyembah' para raja Batak di kalangan tertentu (marga-marga pihak yang mengawini saudara perempuan ayah istrimu), itu bukan diistilahkan dengan membeli. Justru, menurut Adat Batak, perempuanlah yang dibeli untuk dijadikan ratu di rumah, menjadi istri seorang lelaki yang bukan semarga dengannya. Okeh, ini dibahas di lain kesempatan saja.
2. Tergantung pada keinginan dan kemampuan kalian.
3. Belum dapat kupastikan. Mungkin ada kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus menguatkan pernikahan seperti yang telah @Bekangho tempuh, sebaiknya tanyakan kumpulan di mana kalian menerima janji perkawinan. Sementara di mata hukum, tergantung dari perkawinan pertama istrimu itu, apakah dicatatkan di Kantor Pencatatan Sipil atau tidak. Bila tadinya tercatat, maka perceraian mereka sebelum kalian kawin, harus dikuatkan oleh putusan pengadilan. Bila tidak tercatat, lhah, di mata negara, mereka dipandang belum kawin.
4. Lhoh, apakah perkawinan kalian tidak diketahui pihak keluarga perempuan itu, atau pihak marga suaminya yang dulu?

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
January 25, 2018, 11:17:34 PM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Suku Kristen?
Mungkin maksud @Bekangho, Suku Batak?
Hmmm... menurutku, @Bekangho dapat kredit poin, jantan dan hormat pada Orang Tua. Apresiasi.
Kalo @Bekangho dari Budha masuk Kristen, masih berterima di akalku. Kalo dia masuk China, maksudnya, dia diadatkan menurut adat China, sehingga dipandang berdarah China, begitu?
Maksud @Bekangho dengan mengalah, @Bekangho pindah agama dari Budha menjadi Kristen? Bagus itu. Semakin banyak orang yang mengaku dan menerima Yesus Kristus itu Tuhan dan Juruselamat, semakin banyak orang yang diselamatkan di dunia yang akan datang.
Wow, tanpa niat menakut-nakuti, poin itu merupakan bibit masalah.
Jika tadinya mereka melangkah ke pernikahan, di kelompok pengikut Kristus, patut di duga, mereka pernah saling cinta (lepas dari kadarnya cinta banget ato hanya sekedar). Dan sependek pengetahuanku, di perkawinan pengikut Kristus, selalu dibacakan Mat 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
1. Tidak wajib.
Namun, apabila kalian ingin menjalani hidup rumah tangga yang diakui di kebatakan, maka kelihatannya, @Bekangho menerima marga Batak cukup bagus. Catatan, meskipun prinsip penyematan marga itu mirip dengan membeli, artinya @Bekangho mengeluarkan dana untuk 'menyembah' para raja Batak di kalangan tertentu (marga-marga pihak yang mengawini saudara perempuan ayah istrimu), itu bukan diistilahkan dengan membeli. Justru, menurut Adat Batak, perempuanlah yang dibeli untuk dijadikan ratu di rumah, menjadi istri seorang lelaki yang bukan semarga dengannya. Okeh, ini dibahas di lain kesempatan saja.
2. Tergantung pada keinginan dan kemampuan kalian.
3. Belum dapat kupastikan. Mungkin ada kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus menguatkan pernikahan seperti yang telah @Bekangho tempuh, sebaiknya tanyakan kumpulan di mana kalian menerima janji perkawinan. Sementara di mata hukum, tergantung dari perkawinan pertama istrimu itu, apakah dicatatkan di Kantor Pencatatan Sipil atau tidak. Bila tadinya tercatat, maka perceraian mereka sebelum kalian kawin, harus dikuatkan oleh putusan pengadilan. Bila tidak tercatat, lhah, di mata negara, mereka dipandang belum kawin.
4. Lhoh, apakah perkawinan kalian tidak diketahui pihak keluarga perempuan itu, atau pihak marga suaminya yang dulu?

Salam damai.

Terlepas dari itu semua...
Saya menyanyangi dia dan juga keluarga saya menerima dia...

Tidak adakah solusi untuk saya ?
January 25, 2018, 11:51:41 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Terlepas dari itu semua...
Saya menyanyangi dia dan juga keluarga saya menerima dia...

Tidak adakah solusi untuk saya ?
Sambil mempelajari segala hal yang terkait dengan itu, kawini saja.
Tapi, perhitungkan resikonya. Maksudku, ya sudah kusampaikan.
Perhitungkan kelompok yang menikahkannya dulu itu.
Perhitungkan apakah perkawinan mereka tadinya sudah atau belum dicatatkan di Kantor Pencatatan Sipil.

Jika ditinjau dari segi kewarganegaraan, kupikir, yang utama ya kedua hal itu, tercatat di negara, tercatat di kelompok keimanan. Kalau tidak salah, Kantor Pencatatan Sipil sekarang ini sudah tidak mau mencatatkan perkawinan beda kepercayaan.

Nah, jika sudah tercatat di Kantor Pencatatan Sipil, yang lain-lain itu, apalagi adat, bisa menyusul. Sependek yang kutangkap selama ini, upacara adat perkawinan Batak, hanya seremonial saja. Justru sikap, perbuatan, dan perkataan di tengah mayarakatlah yang utama. Meski seorang Batak dikucilkan dari pergaulan adat, jika diadapat menerima dan diterima di lingkungan sosial domisilinya yang heterogen, dia akan langgeng. Perjalanan hidup akan memperbaiki segala sesuatunya.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
January 26, 2018, 05:52:21 AM
Reply #7
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Sambil mempelajari segala hal yang terkait dengan itu, kawini saja.
Tapi, perhitungkan resikonya. Maksudku, ya sudah kusampaikan.
Perhitungkan kelompok yang menikahkannya dulu itu.
Perhitungkan apakah perkawinan mereka tadinya sudah atau belum dicatatkan di Kantor Pencatatan Sipil.

Jika ditinjau dari segi kewarganegaraan, kupikir, yang utama ya kedua hal itu, tercatat di negara, tercatat di kelompok keimanan. Kalau tidak salah, Kantor Pencatatan Sipil sekarang ini sudah tidak mau mencatatkan perkawinan beda kepercayaan.

Nah, jika sudah tercatat di Kantor Pencatatan Sipil, yang lain-lain itu, apalagi adat, bisa menyusul. Sependek yang kutangkap selama ini, upacara adat perkawinan Batak, hanya seremonial saja. Justru sikap, perbuatan, dan perkataan di tengah mayarakatlah yang utama. Meski seorang Batak dikucilkan dari pergaulan adat, jika diadapat menerima dan diterima di lingkungan sosial domisilinya yang heterogen, dia akan langgeng. Perjalanan hidup akan memperbaiki segala sesuatunya.

Salam damai.

Di catatan sipil mereka tidak ada..karena pernikahan mereka tidak terdaftar di KUA..
Dan di kelompok gerejanya,dia sudah dikeluarkan...karena dulu...dia hamil duluan....

Rencana saya gitu,Mungkin setelah menikah...kami akan tinggal di daerah baru...
Yang tidak mengenal dia...

Terima kasih atas masukanya...
Salam damai...
January 26, 2018, 01:56:34 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Di catatan sipil mereka tidak ada..karena pernikahan mereka tidak terdaftar di KUA..
KUA?
Katamu, mereka dinikahkan oleh kelompok pengikut Kristus. Kenapa terkait KUA?
Sependek pengetahuanku, KUA itu ngurusin urusan-urusan agama Islam, bukan urusan agama Non Islam.
Bagaimana yang sbenarnya? Apakah mereka dinikahkan secara pengikut Kristus ato secara Islam?

Perkawinan dalam suatu agama resmi Indonesia, dicatatkan ke Kantor Pencatatan Sipil, teorinya, agar terdaftar di negara. Jadi setelah pemberkatan nikah di Gereja misalnya, pengantin baru itu akan pergi ke Kantor Pencatatan SIpil untuk mencatatkan perkawinannya, dengan berbekal surat bahwa mereka sudah menikah. Sekarang ini, sudah sering kulihat, bahwa Petugas Pencatat Perkawinan dari Kantor Pencatatan Sipil sudah datang ke acara pemberkatan nikah pengikut Kristus, selanjutnya mencatatkan perkawinan tersebut. Mungkin karena biasanya mereka mendapat 'uang terima kasih' dari pengantin baru.

Quote
Dan di kelompok gerejanya,dia sudah dikeluarkan...karena dulu...dia hamil duluan....
O begitu.
Jika perkawinan terdahulunya sudah tidak tercatat di kumpulan yang menikahkan itu (lepas dari benar ato tidak), menurut pendapatku, sedikit lebih mudah. Artinya, kumaksudkan, urusan kepada kelompok yang menikahkan itu bisa dikatakan sudah tidak ada.

Quote
Rencana saya gitu,Mungkin setelah menikah...kami akan tinggal di daerah baru...
Yang tidak mengenal dia...

Terima kasih atas masukanya...
Salam damai...
Okeh, @Sotardugur Parreva mendukung niat baikmu.
Semoga Tuhan menyinari hidup kalian dengan kasih setia-Nya.

Tentang masukan yang kupandang baik, sepanjang bisa memberi, kenapa tidak?

Terima kasih juga.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
January 27, 2018, 11:41:37 AM
Reply #9
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
KUA?
Katamu, mereka dinikahkan oleh kelompok pengikut Kristus. Kenapa terkait KUA?
Sependek pengetahuanku, KUA itu ngurusin urusan-urusan agama Islam, bukan urusan agama Non Islam.
Bagaimana yang sbenarnya? Apakah mereka dinikahkan secara pengikut Kristus ato secara Islam?

Perkawinan dalam suatu agama resmi Indonesia, dicatatkan ke Kantor Pencatatan Sipil, teorinya, agar terdaftar di negara. Jadi setelah pemberkatan nikah di Gereja misalnya, pengantin baru itu akan pergi ke Kantor Pencatatan SIpil untuk mencatatkan perkawinannya, dengan berbekal surat bahwa mereka sudah menikah. Sekarang ini, sudah sering kulihat, bahwa Petugas Pencatat Perkawinan dari Kantor Pencatatan Sipil sudah datang ke acara pemberkatan nikah pengikut Kristus, selanjutnya mencatatkan perkawinan tersebut. Mungkin karena biasanya mereka mendapat 'uang terima kasih' dari pengantin baru.
O begitu.
Jika perkawinan terdahulunya sudah tidak tercatat di kumpulan yang menikahkan itu (lepas dari benar ato tidak), menurut pendapatku, sedikit lebih mudah. Artinya, kumaksudkan, urusan kepada kelompok yang menikahkan itu bisa dikatakan sudah tidak ada.
Okeh, @Sotardugur Parreva mendukung niat baikmu.
Semoga Tuhan menyinari hidup kalian dengan kasih setia-Nya.

Tentang masukan yang kupandang baik, sepanjang bisa memberi, kenapa tidak?

Terima kasih juga.

Salam damai.

Owh..saya tidak tahu kalau KUA itu khusus untuk orang beragama islam...
Maksud saya catatan sipil...

Terima kasih atas infonya..
Salam damai..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)