Author Topic: 100% tuhan 100% manusia  (Read 9918 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 19, 2018, 11:22:23 PM
Reply #20
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik
Yesus 100% manusia 100% Allah

Sebelumnya silahkan baca dulu : http://www.imankatolik.or.id/credopararasul.html, https://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Syahadat_Nicea , Matius 1:18-25, Lukas  1:26-38

Berdasarkani Injil Matius 1:18-25 , Lukas  1:26-38 serta Syahadat panjang dan Syahadat Pendek :
Setelah Maria mendapat kabar baik dari malaikat Gabriel(Jibril ) tentang dirinya yang akan mengandung mesias / al-masih, maka masuklah ROH KUDUS kedalam rahim Maria, lalu dengan  karya ROH KUDUS ini terjadilah pembuahan dalam rahim Maria tanpa benih lelaki (bisa jadi tanpa benih perempuan juga), dimana dalam rahim Maria ini terjadilah pembelahan sel yang makin lama semakin berkembang menjadi embrio lalu menjadi bayi Yesus (ROH KUDUS menyebabkan Maria mengandung seperti yang disebutkan dalam Syahadat panjang dan Syahadat Pendek) setelah itu lahirlah Yesus.

Jadi tubuh manusia Yesus itu manusia seutuhnya karena berasal dari sel-sel Maria, darah daging Maria tetapi Roh yang ada pada Yesus bukanlah Roh manusia tetapi ROH KUDUS = Roh Yesus = Roh Allah

Disinilah Yesus bisa dikatakan 100% manusia karena tubuh Yesus sama dengan tubuh manusia yang fana dan bisa dikatakan 100% Tuhan karena Roh Yesus adalah ROH KUDUS = Roh Yesus = Roh Allah

Jadi Yesus itu  ilahi sebelum menjadi manusia, ilahi ketika dikandung dan dilahirkan Maria, ilahi ketika disalibkan, bangkit dan naik ke Surga.
Mengenai tubuh Yesus, tubuhnya sama seperti manusia biasa sehingga bisa disunat pada hari ke 8, merasa lapar dan haus, bisa terluka dan bisa disalibkan, tetapi setelah kebangkitan tubuh manusia Yesus bertransformasi menjadi tubuh kemuliaan sehingga tidak terikat ruang, waktu dan dapat naik ke Surga.

Kenosis

Mungkin yang membingungkan adalah bila Yesus ilahi sekalipun tubuhnya tubuh manusia biasa, mengapa Yesus terlihat tidak berdaya seperti manusia biasa ?
Hal ini terjadi karena Allah yang bermanifestasi dalam ROH KUDUS ketika berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus berkomitmen membatasi diri-Nya, tidak mencampuri kodrat keilahian dan kemanusiaan-Nya.

Komitmen membatasi diri-Nya inilah yang disebut dengan istilah mengosongkan diri-Nya sendiri/ Kenosis seperti yang dijelaskan dalam Filipi 2:5-8

Filipi 2:5-8
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Jadi pada waktu Allah yang bermanifestasi dalam ROH KUDUS ketika berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus berkomitmen membatasi diri-Nya, tidak mencampuri kodrat keilahian dan kemanusiaan-Nya (kenosis), maka Yesus yang merupakan inkarnasi Allah mengalami kelemahan manusia tetapi tidak dalam hal dosa

Kenosis ini terjadi sebelum inkarnasi Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus
Jadi akibat peristiwa kenosis ini Roh Yesus yang pada hakikatnya ROH KUDUS/ Roh Allah seolah- olah terikat pada keterbatasan tubuh manusia Yesus yang menjadikan Yesus seperti manusia biasa.

Ibrani 4:14-15
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.


1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
April 19, 2018, 11:26:23 PM
Reply #21
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik
Apakah ketika Allah berinkarnasi surga kosong?
Kita harus mengenal konsep Allah dulu sebelum menjawab pertanyaan ini. Bila anda percaya dengan ungkapan  Allah ada dimana-mana tetapi tetap satu, juga ungkapan Allah meliputi segala sesuatu tetapi tetap satu, maka akan lebih mudah memahami konsep Trinitas.
Dalam Trinitas Allah Yang Satu secara hakikat terdiri dari tiga substansi/pribadi yang bisa saling berinteraksi satu sama lain. Jadi ketiga pribadi itu masing- masing memiliki kehendak. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah Allah yang satu itu bukanlah Allah yang terbelah menjadi tiga Tuhan Yang berbeda melainkan hanya satu Allah.  Ketiga pribadi itu terjadi karena Allah tidak dibatasi ruang dan waktu serta segala sesuatu yang bersifat fisik.

Sifat Allah yang tidak dibatasi ruang, waktu dan materi inilah yang memungkinkan kita memahami konsep Allah ada dimana-mana , Allah meliputi segala sesuatu tetapi tetap satu

Jadi berdasarkan konsep ini Allah yang bermanifestasi sebagai Bapa tetap ada di Surga. Allah yang bermanifestasi sebagai Putra berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus. Allah yang bermanifestasi sebagai ROH KUDUS memasuki hati manusia dan mengkuduskannya

Inilah bukti ketiga pribadi Allah bisa hadir sekaligus
Matius 3:16-17
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."


Demikianlah penjelasan saya. Semoga membantu.
Silahkan lihat juga : http://www.sarapanpagi.org/manusia-sekaligus-tuhan-vt9532.html
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
April 20, 2018, 01:44:55 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Jadi tubuh manusia Yesus itu manusia seutuhnya karena berasal dari sel-sel Maria, darah daging Maria tetapi Roh yang ada pada Yesus bukanlah Roh manusia tetapi ROH KUDUS = Roh Yesus = Roh Allah

Disinilah Yesus bisa dikatakan 100% manusia karena tubuh Yesus sama dengan tubuh manusia yang fana dan bisa dikatakan 100% Tuhan karena Roh Yesus adalah ROH KUDUS = Roh Yesus = Roh Allah
Nggak ada kecerewetan dari saya thdp bold. Keterima  :D.

So...
1. bayi tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah
2. balita tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah
3. anak remaja tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah
4. orang dewasa tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah

Kecerewetan saya disini ada di perihal "power".
Maha/Invulnerable --VS-- Tidak_Maha/Vulnerable.

Orang bilang (X) :
KARENA Yesus ber-roh Allah,
MAKA walopun Dia bertubuh manusia - Yesus itu Maha/Invulnerable.
1. bayi Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
2. balita Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
3. remaja Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
4. dewasa Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
5. resurrected Jesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain

Sementara saya kebalikannya (Y) :
KARENA Yesus bertubuh manusia
MAKA walopun Dia berroh Allah - Yesus itu Tidak_Maha/Vulnerable.
1. bayi Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
2. balita Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
3. remaja Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
4. dewasa Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
5. resurrected Jesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain


Quote
Mengenai tubuh Yesus, tubuhnya sama seperti manusia biasa sehingga bisa disunat pada hari ke 8, merasa lapar dan haus, bisa terluka dan bisa disalibkan
Menurut (X) bold itu karena :
1. bayi itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.
2. balita itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.
3. remaja itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.
4. dewasa itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.

versi saya (Y) konsisten/tetep : (nggak bawa2 perihal kehendak)
KARENA Yesus bertubuh manusia MAKA walopun Dia berroh Allah :
1. bayi Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
2. balita Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
3. remaja Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
4. dewasa Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain

walopun info terbaca resurrected Jesus makan ikan, berdaging-bertulang
5. resurrected Jesus tidak merasa lapar/haus - tidak bisa disakiti/dilukai/di-efeki oleh "alam" (nggak makan2 akan merasa laper, nggak minum2 akan merasa haus).

Quote
tetapi setelah kebangkitan tubuh manusia Yesus bertransformasi menjadi tubuh kemuliaan  sehingga tidak terikat ruang, waktu dan dapat naik ke Surga.
Nah itu bold. Kembali ke default, Roh / Tubuh Roh. Dengan default kayak begini, ya apa saja yang dikehendaki bisa terwujud. Me-materialize-kan Roh-nya, so pasti bisa .... me-dematerialize-kan nya kembali ke default - ya so pasti juga bisa.

Versi saya : (Y-5)
KARENA Yesus tidak bertubuh manusia anymore, MAKA ijo.

Versi kontra_saya : (bawa2 perihal kehendak)
KARENA Yesus ber-roh Allah, MAKA walopun Dia bertubuh manusia
1. bayi Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
2. balita Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
3. remaja Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
4. dewasa Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
5. resurrected Jesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya

:)
salam.
« Last Edit: April 20, 2018, 01:52:08 AM by odading »
April 20, 2018, 02:21:53 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Kenosis

Allah yang bermanifestasi dalam ROH KUDUS ketika berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus berkomitmen membatasi diri-Nya, tidak mencampuri kodrat keilahian dan kemanusiaan-Nya.

Komitmen membatasi diri-Nya inilah yang disebut dengan istilah mengosongkan diri-Nya sendiri/ Kenosis seperti yang dijelaskan dalam Filipi 2:5-8

Jadi pada waktu Allah yang bermanifestasi dalam ROH KUDUS ketika berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus berkomitmen membatasi diri-Nya, tidak mencampuri kodrat keilahian dan kemanusiaan-Nya (kenosis), maka Yesus yang merupakan inkarnasi Allah mengalami kelemahan manusia tetapi tidak dalam hal dosa

Kenosis ini terjadi sebelum inkarnasi Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus
Saya gak tau wiltu80 itu Kristen versi apa ....  anyway, apapun itu versi Kristen wiltu - logika yg kamu sampaikan spt diatas idem dgn logika saya yg nonK.  :happy0062:

Hanya saja yg dibawah ini saya tidak sependapat :

Quote
Jadi akibat peristiwa kenosis ini Roh Yesus yang pada hakikatnya ROH KUDUS/ Roh Allah seolah- olah terikat pada keterbatasan tubuh manusia Yesus yang menjadikan Yesus seperti manusia biasa.
Versi saya : itu BUKAN seolah-olah, melainkan ya realitanya demikian. Sejak bayi s/d matinya Yesus, ya Dia ini sama dgn orang2 lain.... yakni : terikat waktu, terbatas, vulnerable, tidak maha, nggak makan2 akan lapar, dlsb.

Menurut saya, dgn menggunakan kosakata [seolah-olah], maka itu jadinya kayak versi X... versi kontra saya.
Bayi Yesus baru ngbrojol seolah olah tidak ngerti ketika ada orang ngajuin pertanyaan "hai bayi.... 1234567 dikali 1234567 berapa hayooo....". Secara pov versi X, bayi baru ngbrojol ini jelas2 ngerti pertanyaan orang tsb dan tau hasilnya berapa (bahkan tau nama orang yg bertanya - dan tau kalo itu adalah misalnya pamannya yang baru kemarin bercerai bla3x), namun bayi baru ngbrojol ini memilih diam atopun planga-plongo, seolah olah DiriNya tidak ngerti/tidak tau. Demikian pula ketika dewasa, dewasa ini memilih utk beraksi seolah-olah DiriNya kesakitan ketika dipecuti. Dimana realitanya (versi X) adalah : [KARENA Yesus ber-roh Allah, MAKA walopun bertubuh manusia - Yesus itu Maha/Invulnerable].

:)
salam.
April 20, 2018, 05:38:39 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 524
@witu80

anda: Disinilah Yesus bisa dikatakan 100% manusia karena tubuh Yesus sama dengan tubuh manusia yang fana dan bisa dikatakan 100% Tuhan karena Roh Yesus adalah ROH KUDUS = Roh Yesus = Roh Allah
saya: itu artinya yesus secara keseluruhan 50% manusia (tubuhnya) 50% tuhan (rohnya)
sama seperti anda mencampur minyak 1 liter dan air 1 liter jika dibuat prosentase maka campuran tersebut terdiri dari 50% minyak 50% air bukan 100% minyak 100% air

anda: Kita harus mengenal konsep Allah dulu sebelum menjawab pertanyaan ini. Bila anda percaya dengan ungkapan  Allah ada dimana-mana tetapi tetap satu, juga ungkapan Allah meliputi segala sesuatu tetapi tetap satu
saya: jadi roh tuhan yang ada di dalam tubuh yesus, apakah: keseluruhan tuhan atau sebagian tuhan?
April 21, 2018, 12:53:36 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1090
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Nggak ada kecerewetan dari saya thdp bold. Keterima  :D.

So...
1. bayi tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah
2. balita tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah
3. anak remaja tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah
4. orang dewasa tsb bertubuh manusia dan ber-roh Allah

Kecerewetan saya disini ada di perihal "power".
Maha/Invulnerable --VS-- Tidak_Maha/Vulnerable.

Orang bilang (X) :
KARENA Yesus ber-roh Allah,
MAKA walopun Dia bertubuh manusia - Yesus itu Maha/Invulnerable.
1. bayi Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
2. balita Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
3. remaja Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
4. dewasa Yesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
5. resurrected Jesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
terkesan ROH KUDUS minjem tubuh manusia Yesus
padahal Yesus sendiri seutuhnya ROH KUDUS/Allah inkarnasi

pribadi ManusiaNya, layaknya manusia pd umumnya,  termasuk tdk tahu hari kiamat
sedangkan
sifat substansi (Allah Esa), kontras dgn pribadi manusia pd umumnya, & Allah Esa (substansi)  inilah yg menentukan kapan hari kiamat itu dieksekusi
Quote
Sementara saya kebalikannya (Y) :
KARENA Yesus bertubuh manusia
MAKA walopun Dia berroh Allah - Yesus itu Tidak_Maha/Vulnerable.
1. bayi Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
2. balita Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
3. remaja Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
4. dewasa Yesus tidak tau kapan kiamat - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
5. resurrected Jesus tau kapan kiamat - tidak bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
pribadi inkarnasi, Ya
lalu bagaimana dgn subtansinya pribadi inkarnasi (Allah Esa)  ?
Quote
Menurut (X) bold itu karena :
1. bayi itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.
2. balita itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.
3. remaja itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.
4. dewasa itu berkehendak utk merasa lapar/haus, memilih utk menjadi bisa terluka diketika dilukai.

versi saya (Y) konsisten/tetep : (nggak bawa2 perihal kehendak)
KARENA Yesus bertubuh manusia MAKA walopun Dia berroh Allah :
1. bayi Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
2. balita Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
3. remaja Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain
4. dewasa Yesus merasa lapar/haus - bisa disakiti/dilukai oleh manusia lain

walopun info terbaca resurrected Jesus makan ikan, berdaging-bertulang
5. resurrected Jesus tidak merasa lapar/haus - tidak bisa disakiti/dilukai/di-efeki oleh "alam" (nggak makan2 akan merasa laper, nggak minum2 akan merasa haus).
 Nah itu bold. Kembali ke default, Roh / Tubuh Roh. Dengan default kayak begini, ya apa saja yang dikehendaki bisa terwujud. Me-materialize-kan Roh-nya, so pasti bisa .... me-dematerialize-kan nya kembali ke default - ya so pasti juga bisa.

Versi saya : (Y-5)
KARENA Yesus tidak bertubuh manusia anymore, MAKA ijo.

Versi kontra_saya : (bawa2 perihal kehendak)
KARENA Yesus ber-roh Allah, MAKA walopun Dia bertubuh manusia
1. bayi Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
2. balita Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
3. remaja Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
4. dewasa Yesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya
5. resurrected Jesus bisa memilih utk melakukan aksi me-dematerialize-kan dirinya

:)
salam.
tidak ada aksi milah milih dlm pribadi sepenuhnya Allah sekaligus sepenuhnya manusia
« Last Edit: April 21, 2018, 12:56:23 AM by cNc »
April 21, 2018, 01:14:53 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1090
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Versi saya : itu BUKAN seolah-olah, melainkan ya realitanya demikian. Sejak bayi s/d matinya Yesus, ya Dia ini sama dgn orang2 lain.... yakni : terikat waktu, terbatas, vulnerable, tidak maha, nggak makan2 akan lapar, dlsb.
dalam hal ini saya sepakat dgn anda, Yesus sbg Anak Manusia berada dlm batasan2  inkarnasi
tetapi jgn kesampingkan/lupakan bahwa pribadi inkarnasi ini substansinya Allah Esa
April 21, 2018, 12:19:51 PM
Reply #27
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik
Saya gak tau wiltu80 itu Kristen versi apa ....  anyway, apapun itu versi Kristen wiltu - logika yg kamu sampaikan spt diatas idem dgn logika saya yg nonK.  :happy0062:

Hanya saja yg dibawah ini saya tidak sependapat :
Quote
Jadi akibat peristiwa kenosis ini Roh Yesus yang pada hakikatnya ROH KUDUS/ Roh Allah seolah- olah terikat pada keterbatasan tubuh manusia Yesus yang menjadikan Yesus seperti manusia biasa.

 Versi saya : itu BUKAN seolah-olah, melainkan ya realitanya demikian. Sejak bayi s/d matinya Yesus, ya Dia ini sama dgn orang2 lain.... yakni : terikat waktu, terbatas, vulnerable, tidak maha, nggak makan2 akan lapar, dlsb.

Menurut saya, dgn menggunakan kosakata [seolah-olah], maka itu jadinya kayak versi X... versi kontra saya.
Bayi Yesus baru ngbrojol seolah olah tidak ngerti ketika ada orang ngajuin pertanyaan "hai bayi.... 1234567 dikali 1234567 berapa hayooo....". Secara pov versi X, bayi baru ngbrojol ini jelas2 ngerti pertanyaan orang tsb dan tau hasilnya berapa (bahkan tau nama orang yg bertanya - dan tau kalo itu adalah misalnya pamannya yang baru kemarin bercerai bla3x), namun bayi baru ngbrojol ini memilih diam atopun planga-plongo, seolah olah DiriNya tidak ngerti/tidak tau. Demikian pula ketika dewasa, dewasa ini memilih utk beraksi seolah-olah DiriNya kesakitan ketika dipecuti. Dimana realitanya (versi X) adalah : [KARENA Yesus ber-roh Allah, MAKA walopun bertubuh manusia - Yesus itu Maha/Invulnerable].

:)
salam.

Quote
Versi saya : itu BUKAN seolah-olah, melainkan ya realitanya demikian. Sejak bayi s/d matinya Yesus, ya Dia ini sama dgn orang2 lain.... yakni : terikat waktu, terbatas, vulnerable, tidak maha, nggak makan2 akan lapar, dlsb.
dalam hal ini saya sepakat dgn anda, Yesus sbg Anak Manusia berada dlm batasan2  inkarnasi
tetapi jgn kesampingkan/lupakan bahwa pribadi inkarnasi ini substansinya Allah Esa


Memang harus diakui apa yang Saudara Odading katakan lebih tepat dari yang saya katakan bahwa akibat peristiwa kenosis ini Roh Yesus yang pada hakikatnya ROH KUDUS/ Roh Allah terikat pada keterbatasan tubuh manusia Yesus yang menjadikan Yesus seperti manusia biasa tanpa kata seolah-olah.
Karena Yesus tidak pura- pura menjadi manusia tetapi benar-benar menjadi manusia ketika berinkarnasi, tidak seperti keyakinan monofisit bahwa Yesus hanya berkodrat ilahi tanpa kodrat manusia.
Hal ini diamini juga oleh saudara Cnc. Terimakasih atas koreksinya saudara Odading.

Tetapi harap dibedakan antara tubuh Yesus ketika sebelum kebangkitan dengan tubuh Yesus setelah kebangkitan.
- Sebelum kebangkitan, tubuh Yesus dari bayi, dewasa, ketika disalibkan, ketika wafat sama seperti tubuh manusia biasa pada umumnya sehingga bisa terluka dan mengalami kematian walaupun Roh yang ada pada Yesus bukan roh manusia tetapi Roh Allah=ROH KUDUS= Roh Yesus.
Hal ini terjadi karena Allah berkomitmen membatasi diriNya pada peristiwa kenosis sehingga menaklukan Roh-Nya pada tubuh jasmaniNya akibatnya Allah yang berinkarnasi dalam diri Yesus ini menjadi sama dengan manusia yang lain. Jadi pada saat ini walaupun roh yang ada pada diri Yesus adalah Roh Allah=ROH KUDUS akibat  peristiwa kenosis terikat pada tubuh jasmaninya seperti roh manusia yang terikat pada tubuhnya.

- Sesudah kebangkitan, tubuh Yesus tidak lagi seperti tubuh manusia yang fana, tetapi tubuhNya bertransformasi menjadi tubuh kemuliaan. Jadi walaupun tubuh kemuliaan Yesus ini bisa makan dan minum. Hal tersebut bukanlah hal yang penting lagi untuk kelangsungan hidup tubuh-Nya. Pada saat ini Roh yang ada dalam diri Yesus  yaitu Roh Allah=ROH KUDUS menguasai tubuh-Nya sehingga tubuh kemuliaan Yesus ini tidak terikat ruang, waktu dan dapat naik ke Surga. Jadi pada saat itu tubuh kemuliaan Yesus takluk sepenuhnya pada Roh-Nya.

« Last Edit: April 21, 2018, 12:59:55 PM by Wiltu80 »
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
April 21, 2018, 12:30:04 PM
Reply #28
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik
@witu80

anda: Disinilah Yesus bisa dikatakan 100% manusia karena tubuh Yesus sama dengan tubuh manusia yang fana dan bisa dikatakan 100% Tuhan karena Roh Yesus adalah ROH KUDUS = Roh Yesus = Roh Allah
saya: itu artinya yesus secara keseluruhan 50% manusia (tubuhnya) 50% tuhan (rohnya)
sama seperti anda mencampur minyak 1 liter dan air 1 liter jika dibuat prosentase maka campuran tersebut terdiri dari 50% minyak 50% air bukan 100% minyak 100% air

anda: Kita harus mengenal konsep Allah dulu sebelum menjawab pertanyaan ini. Bila anda percaya dengan ungkapan  Allah ada dimana-mana tetapi tetap satu, juga ungkapan Allah meliputi segala sesuatu tetapi tetap satu
saya: jadi roh tuhan yang ada di dalam tubuh yesus, apakah: keseluruhan tuhan atau sebagian tuhan?

Untuk hal ini, kita harus mengetahui sifat Allah yang maha hadir. Misalkan dikatakan Allah hadir dimana- mana bukan berarti Allah terpecah- pecah menjadi tuhan- tuhan yang berdiri sendiri, melainkan hanya satu Allah. Tetapi karena Allah ini tidak dibatasi ruang dan waktu, Allah tidak kesulitan menanggapi setiap doa dan permintaan manusia pada saat yang sama di tempat yang berbeda- beda.

Mengacu pada hal ini, maka walaupun Roh Yesus adalah ROH KUDUS = Roh Allah tetaplah Roh Yesus ini 100% Allah karena Allah tetap satu dan tidak terbagi-bagi.
« Last Edit: April 21, 2018, 12:35:21 PM by Wiltu80 »
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
April 22, 2018, 01:36:50 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
pribadi ManusiaNya, layaknya manusia pd umumnya,  termasuk tdk tahu hari kiamat
Apa maksud kalimat bold sih ya ?

Kalimat bold itu menuntun ke pengertian :
selain pribadi ManusiaNya .... ada juga pribadi bla3xNya.

Berangkat dari ungu, menuntun ke kesimpulan :
si "Nya" disitu punya lebih dari satu pribadi.

Akibatnya timbul pertanyaan :
Pribadi kedua itu punya berapa pribadi ?

Quote
pribadi inkarnasi, Ya
lalu bagaimana dgn subtansinya pribadi inkarnasi (Allah Esa)  ?
Kalimat apa itu sih ? Tidak bisa dimengerti, cNc.

Pertama,
apa itu substansi ? jelaskan... misal kayak gini :
1. substansi dolphin adalah ...
2. substansi tenggiri adalah ...
3. substansi aquatic animal adalah ...
4. substansi burung adalah ....
5. substansi kucing adalah ...
6. substansi hewan (whatever hewan) adalah ...
7. substansi orang/manusia (whatever orang) adalah ....

Coret yang salah dari ketujuh point tsb,
lalu di-isi itu (... titik2nya) apa apa aja itu substansinya thdp yang bener.

Kedua,
kosakata "nya" itu ngerujuk kemana ?
sosok bayi yang baru ngbrojol oak-oek ? ---> incarnated Jesus (kosong, alam kita)
sosok BUKAN bayi yg baru ngbrojol oak-oek ---> non-incarnated Jesus (isi, bukan alam kita)

Quote
sifat substansi (Allah Esa), kontras dgn pribadi manusia pd umumnya, & Allah Esa (substansi)  inilah yg menentukan kapan hari kiamat itu dieksekusi
Idem. Kalimat yang tidak bisa di mengerti  :D

Oke.... si "Ini" disitu adalah penentu taon/bln/tgl/jam kiamat.
Pertanyaannya : si "Ini" itu kapan menentukan bhw taonX/blnY/tglZ,jamBla3x kiamat ?

« Last Edit: April 22, 2018, 01:41:41 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)