Author Topic: 100% tuhan 100% manusia  (Read 17700 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 22, 2018, 01:59:57 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1095
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Apa maksud kalimat bold sih ya ?

Kalimat bold itu menuntun ke pengertian :
selain pribadi ManusiaNya .... ada juga pribadi bla3xNya.

Berangkat dari ungu, menuntun ke kesimpulan :
si "Nya" disitu punya lebih dari satu pribadi.

Akibatnya timbul pertanyaan :
Pribadi kedua itu punya berapa pribadi ?
dwinatur dalam satu pribadi
sepenuhnya pribadi manusia & sepenuhnya pribadi Allah dalam satu pribadi
Quote
Kalimat apa itu sih ? Tidak bisa dimengerti, cNc.

Pertama,
apa itu substansi ? jelaskan... misal kayak gini :
1. substansi dolphin adalah ...
2. substansi tenggiri adalah ...
3. substansi aquatic animal adalah ...
4. substansi burung adalah ....
5. substansi kucing adalah ...
6. substansi hewan (whatever hewan) adalah ...
7. substansi orang/manusia (whatever orang) adalah ....

Coret yang salah dari ketujuh point tsb,
lalu di-isi itu (... titik2nya) apa apa aja itu substansinya thdp yang bener.

Kedua,
kosakata "nya" itu ngerujuk kemana ?
sosok bayi yang baru ngbrojol oak-oek ? ---> incarnated Jesus (kosong, alam kita)
sosok BUKAN bayi yg baru ngbrojol oak-oek ---> non-incarnated Jesus (isi, bukan alam kita)
 Idem. Kalimat yang tidak bisa di mengerti  :D
3 pribadi berbeda : Bapa, Yesus, ROH KUDUS
Substansinya, Allah Esa
Bayi Yesus (pribadi manusia)
Substansinya Allah Esa
Quote
Oke.... si "Ini" disitu adalah penentu taon/bln/tgl/jam kiamat.
Pertanyaannya : si "Ini" itu kapan menentukan bhw taonX/blnY/tglZ,jamBla3x kiamat ?
hanya Allah Esa (substansi) yg tahu
April 23, 2018, 05:57:44 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12122
    • fossil coral cantik
dwinatur dalam satu pribadi
sepenuhnya pribadi manusia & sepenuhnya pribadi Allah dalam satu pribadi
itu permainan kata2, joged kanan kiri depan belakang atas bawah ---> Nanti bilang natur, nanti bilang pribadi, nanti bilang sifat, nanti bilang substansi, nanti bilang hakikat, nanti bilang alami, nanti bilang apa lagi tau  :D.

Quote
Substansinya, Allah Esa
Ya sebutkan, substansi Allah Esa itu apa apa aja.
Tapi sebelum kesono, jelaskan dulu penggunaan kosakata [substansi] itu kayak gimana maksudnya....

1. substansi dolphin adalah ...
2. substansi tenggiri adalah ...
3. substansi aquatic animal adalah ...
4. substansi burung adalah ....
5. substansi kucing adalah ...
6. substansi hewan (whatever hewan) adalah ...
7. substansi orang/manusia (whatever orang) adalah ....

Coret yang tidak ada.
Taroh kata misal dirimu ambil yg nomor 6 dan 7, isi itu titik titiknya apa apa aja.
Biar ketauan itu perbedaannya.

Setelah itu baru masuk ke oranye. Misal dimulai dgn kalimat :
"nahh... kalo substansi no 6 adalah bla3x (yg kamu isi titik2nya) , dan substansi no 7 adalah blo3x (yg kamu isi titik2nya) maka substansi Allah Esa itu laen lagi ... yakni ble3x.

Quote
A. Bayi Yesus (pribadi manusia)
B. Substansinya Allah Esa
Apa sih ?

cNc : A. Bayi Yesus (pribadi manusia)
oda : barusan dirimu bilang bayi tsb mempunyai dua pribadi, pribadi manusia dan pribadi Allah.

cNc : Substansinya Allah Esa
kosakata "nya" ngerujuk ke A ---> so, [substansi si bayi, Allah Esa].

oda : apa sih maksudmu menggunakan kosakata [Esa] ?
Ini menuntun ke pemikiran : jadi di pov-mu itu kayak gini "kalo Allah Esa adalah blu3x - kalo Allah Tidak_Esa adalah ble3x"

Quote
hanya Allah Esa (substansi) yg tahu
Any material that possesses physical properties is called a substance. ... The meaning of the noun substance has evolved over time, yet it has always been related to something sound and solid — from the Latin root substare, which means "to stand firm," to the Middle English definition as an "essential nature." https://www.vocabulary.com/dictionary/substance

Sekali lagi, secara versi KATA ORANG yang kamu ikutin itu APA ?

Kalo menurut kata orang pada artikel diatas,
pov Middle English-nya : [essential nature].
Berangkat dari sini, penjabarannya jadi bisa berupa :
essential nature manusia adalah ....
essential nature dolphin adalah ....
essential nature tenggiri adalah ...
essential nature kucing adalah ...
essential nature burung adalah ...
dll dll dll

Itu dulu di isi titik-titiknya.

Baru selanjutnya dirimu ajukan :
Naaah, kalo essential nature Allah Esa adalah ....

Begitu loh maksud saya, cNc.
April 23, 2018, 07:16:02 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1095
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
itu permainan kata2, joged kanan kiri depan belakang atas bawah ---> Nanti bilang natur, nanti bilang pribadi, nanti bilang sifat, nanti bilang substansi, nanti bilang hakikat, nanti bilang alami, nanti bilang apa lagi tau  :D.
Quote
hakikat/substansi Allah Esa, dgn segala kemahaanNya
Quote
Ya sebutkan, substansi Allah Esa itu apa apa aja.
Tapi sebelum kesono, jelaskan dulu penggunaan kosakata [substansi] itu kayak gimana maksudnya....

1. substansi dolphin adalah ...
2. substansi tenggiri adalah ...
3. substansi aquatic animal adalah ...
4. substansi burung adalah ....
5. substansi kucing adalah ...
6. substansi hewan (whatever hewan) adalah ...
7. substansi orang/manusia (whatever orang) adalah ....

Coret yang tidak ada.
Taroh kata misal dirimu ambil yg nomor 6 dan 7, isi itu titik titiknya apa apa aja.
Biar ketauan itu perbedaannya.

Setelah itu baru masuk ke oranye. Misal dimulai dgn kalimat :
"nahh... kalo substansi no 6 adalah bla3x (yg kamu isi titik2nya) , dan substansi no 7 adalah blo3x (yg kamu isi titik2nya) maka substansi Allah Esa itu laen lagi ... yakni ble3x.
yg urutan daftarmu itu, tdk dapat kupersamakan dgn substansi konsep trinitas. Mengapa? ... sebab :
1. trinitas pribadi yg unik, dmana
2. ada 3 pribadi berbeda, btw hakikat/substansi ketiganya Allah Esa dgn kemahaanNya
Quote
Apa sih ?

cNc : A. Bayi Yesus (pribadi manusia)
oda : barusan dirimu bilang bayi tsb mempunyai dua pribadi, pribadi manusia dan pribadi Allah.

cNc : Substansinya Allah Esa
kosakata "nya" ngerujuk ke A ---> so, [substansi si bayi, Allah Esa].

oda : apa sih maksudmu menggunakan kosakata [Esa] ?
Ini menuntun ke pemikiran : jadi di pov-mu itu kayak gini "kalo Allah Esa adalah blu3x - kalo Allah Tidak_Esa adalah ble3x"
 Any material that possesses physical properties is called a substance. ... The meaning of the noun substance has evolved over time, yet it has always been related to something sound and solid — from the Latin root substare, which means "to stand firm," to the Middle English definition as an "essential nature." https://www.vocabulary.com/dictionary/substance

Sekali lagi, secara versi KATA ORANG yang kamu ikutin itu APA ?

Kalo menurut kata orang pada artikel diatas,
pov Middle English-nya : [essential nature].
Berangkat dari sini, penjabarannya jadi bisa berupa :
essential nature manusia adalah ....
essential nature dolphin adalah ....
essential nature tenggiri adalah ...
essential nature kucing adalah ...
essential nature burung adalah ...
dll dll dll

Itu dulu di isi titik-titiknya.

Baru selanjutnya dirimu ajukan :
Naaah, kalo essential nature Allah Esa adalah ....

Begitu loh maksud saya, cNc.
tidak ada hal di dunia ini secara hakiki/ substansinya sama dgn pribadi unik trinitas,  maka pasti anda kecewa krn tidak bisa ku isi titik2mu

dalam hal Anak Manusia :
A.  berkali2 Allah menyatakan hakikat/substansi diriNya Esa, kekal (tersurat)
B.  belakangan Allah yg sama pula menjadi manusia menyatakan diriNya disalib, mati/tidak kekal (tersurat)
atas dasar A & B tsb d atas tinggal digabung aza A + B dalam satu pribadi (tersirat)

April 24, 2018, 04:48:29 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12122
    • fossil coral cantik
yg urutan daftarmu itu, tdk dapat kupersamakan dgn substansi konsep trinitas.
Tetep aja, kelogisan dari seseorang bilang : "substansi Trinitas adalah X", maka orang itu harus sudah duluan punya definisi apa itu substansi dan apa itu Trinitas.

Quote
Mengapa? ... sebab :
1. trinitas pribadi yg unik, dmana
2. ada 3 pribadi berbeda, btw hakikat/substansi ketiganya Allah Esa dgn kemahaanNya
Seperti yang udah saya ajukan.... jangan ajukan perihal substansi thdp Trinitas, cNc. Jabarkan saja dulu itu bbrp point yang saya ajukan di post sebelumnya terkait substansi.

Quote
tidak ada hal di dunia ini secara hakiki/ substansinya sama dgn pribadi unik trinitas, maka pasti anda kecewa krn tidak bisa ku isi titik2mu
Saya tidak duluan minta penjelasan Substansi Trinitas, cNc.

Yang saya minta, jelaskan itu apa apa aja Substansi dari point2 yang saya ajukan.
Itu semua ada di dunia. Dolphin ada, Tenggiri ada, Orang ada, Burung ada, Kucing ada  :D.

Versi saya sendiri jelas sudah keliatan dari post2 saya sebelumnya :
A. Natur/Substansi manusia ---> berdaging, berkelamin, vulnerable, tidak-Maha.
B. Natur/Substansi Allah ---> tidak berdaging, tidak berkelamin, invulnerable, Maha.
A dan B itu saling me-negasi. So, either it's A or it's B.

Quote
dalam hal Anak Manusia :
A.  berkali2 Allah menyatakan hakikat/substansi diriNya Esa, kekal (tersurat)
B.  belakangan Allah yg sama pula menjadi manusia menyatakan diriNya disalib, mati/tidak kekal (tersurat)
atas dasar A & B tsb d atas tinggal digabung aza A + B dalam satu pribadi (tersirat)
Makanya itu bold karena dirimu nurutin apa kata orang, cNc.

Pertama :
Tidak memerlukan pengetahuan event future terkait mati di salib, cNc.
Logika sudah adalah duluan diketika bayi tsb baru ngbrojol, karena itu orang maka BAYI tsb pasti vulnerable.

Kedua :
Firman itu telah menjadi manusia
Taroh kata informasi terbaca itu terdengar di event realita, dimana kisah dari Yoh 1 tsb disampaikan diketika bayi terkait baru ngbrojol (pengisahnya ada disitu) ... maka kalimat "Firman itu telah menjadi manusia" ---> ini secara acting, yang mengisahkan berkata demikian sambil memegang bayi tsb. Dengan kata lain, kosakata [manusia] yg digunakan ke si pengisah ngerujuk ke bayi yang baru ngbrojol tsb.

Nah... bagaimana pula itu dirimu menegasi dari apa kata si pengisah ? Yakni berupa :
"eh pengisah, bayi ini TIDAK menjadi manusia saja - melainkan menjadi manusia+Allah".

Giliran ditanya oleh pengisah :
kok elo jadi nyampe ke pemikiran demikian ?

Dirimu menjawab :
Lah... elo sendiri kan bilang bayi ini tadinya Allah.
Allah itu kan so pasti kekal,  invulnerable.
So, TENTU bayi ini selain tidak-kekal (vulnerable) juga at the same time kekal (invulnerable) donk.

Nah... kalo saya si pengisah, akan jawab kayak gini :
Itu logika amburadol ! Kalimat gue "Firman ITU telah menjadi manusia INI" (sambil pegang kepala bayi) itu sendiri sudah sedang menunjukkan bhw [dari yang tadinya kekal ITU telah menjadi orang yang tidak kekal INI] (sambil pegang kepala bayi). Begimana pula itu elu me-negasi apa yang gue sampaikan ? Dimana elu bilang : "orang ini (sambil pegang kepala bayi) kekal at the same time tidak kekal ?". Bayi ini tidak kekal (vulnerable), TITIK. Elu tebas kepala bayi ini (sambil pegang kepala bayi) maka bayi ini terluka, keluar darah. Tidak akan ada itu event dimana pas elu tebas, bayi ini terluka keluar darah at the same time tidak terluka tidak keluar darah. Masih mending elo bilang : "bayi ini TETEP kekal" ---> So, pas elo tebas kepala orang ini - bayi ini tidak akan terluka, tidak akan keluar darah.

Nah... semoga cNc nangkep sekarang  :D.
Semoga cNc nangkep bahwa si pengisah secara gak langsung sedang memberi tau bhw [dari yang tadinya Immortal menjadi Mortal, dari yang tadinya invulnerable menjadi vulnerable, dari yang tadinya Allah menjadi manusia]. Begimana pula dirimu masih nekad bilang : "akh... bayi tsb mortal at the same time immortal, bayi tsb vulnerable at the same time invulnerable, bayi tsb tau X at the same time tidak tau X, bayi tsb bukan menjadi manusia saja but at the same time menjadi Alllah" ?
« Last Edit: April 24, 2018, 04:56:18 PM by odading »
April 25, 2018, 12:08:48 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1095
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Tetep aja, kelogisan dari seseorang bilang : "substansi Trinitas adalah X", maka orang itu harus sudah duluan punya definisi apa itu substansi dan apa itu Trinitas.
Seperti yang udah saya ajukan.... jangan ajukan perihal substansi thdp Trinitas, cNc. Jabarkan saja dulu itu bbrp point yang saya ajukan di post sebelumnya terkait substansi.
 Saya tidak duluan minta penjelasan Substansi Trinitas, cNc.

Yang saya minta, jelaskan itu apa apa aja Substansi dari point2 yang saya ajukan.
Itu semua ada di dunia. Dolphin ada, Tenggiri ada, Orang ada, Burung ada, Kucing ada  :D.

Versi saya sendiri jelas sudah keliatan dari post2 saya sebelumnya :
A. Natur/Substansi manusia ---> berdaging, berkelamin, vulnerable, tidak-Maha.
B. Natur/Substansi Allah ---> tidak berdaging, tidak berkelamin, invulnerable, Maha.
A dan B itu saling me-negasi. So, either it's A or it's B.
Substansi/hakiki/hakekat Allah esa, cuman satu doank gk nambah/kurang, dgn segala sifat kemahaanNya
sebaliknya manusia dgn segala sifat manusianya
Quote
Makanya itu bold karena dirimu nurutin apa kata orang, cNc.


Pertama :
Tidak memerlukan pengetahuan event future terkait mati di salib, cNc.
Logika sudah adalah duluan diketika bayi tsb baru ngbrojol, karena itu orang maka BAYI tsb pasti vulnerable.
defsubstansi/hakikat
Kedua :
Firman itu telah menjadi manusia
Taroh kata informasi terbaca itu terdengar di event realita, dimana kisah dari Yoh 1 tsb disampaikan diketika bayi terkait baru ngbrojol (pengisahnya ada disitu) ... maka kalimat "Firman itu telah menjadi manusia" ---> ini secara acting, yang mengisahkan berkata demikian sambil memegang bayi tsb. Dengan kata lain, kosakata [manusia] yg digunakan ke si pengisah ngerujuk ke bayi yang baru ngbrojol tsb.

Nah... bagaimana pula itu dirimu menegasi dari apa kata si pengisah ? Yakni berupa :
"eh pengisah, bayi ini TIDAK menjadi manusia saja - melainkan menjadi manusia+Allah".

Giliran ditanya oleh pengisah :
kok elo jadi nyampe ke pemikiran demikian ?

Dirimu menjawab :
Lah... elo sendiri kan bilang bayi ini tadinya Allah.
Allah itu kan so pasti kekal,  invulnerable.
So, TENTU bayi ini selain tidak-kekal (vulnerable) juga at the same time kekal (invulnerable) donk.
ngikuti kata org bgmna, wong tertulis Allah Esa(kekal), & namanya kekal, being timeless dlm artian tidak dibatasi waktu-tempat
Allah Esa yg sama pula menjadi manusia (dibatasi waktu-tempat, dapat mati). bdk dgn peran fungsi Bapa, Anak, ROH KUDUS yg adalah Allah Esa
Quote
Nah... kalo saya si pengisah, akan jawab kayak gini :
Itu logika amburadol ! Kalimat gue "Firman ITU telah menjadi manusia INI" (sambil pegang kepala bayi) itu sendiri sudah sedang menunjukkan bhw [dari yang tadinya kekal ITU telah menjadi orang yang tidak kekal INI] (sambil pegang kepala bayi). Begimana pula itu elu me-negasi apa yang gue sampaikan ? Dimana elu bilang : "orang ini (sambil pegang kepala bayi) kekal at the same time tidak kekal ?". Bayi ini tidak kekal (vulnerable), TITIK. Elu tebas kepala bayi ini (sambil pegang kepala bayi) maka bayi ini terluka, keluar darah. Tidak akan ada itu event dimana pas elu tebas, bayi ini terluka keluar darah at the same time tidak terluka tidak keluar darah. Masih mending elo bilang : "bayi ini TETEP kekal" ---> So, pas elo tebas kepala orang ini - bayi ini tidak akan terluka, tidak akan keluar darah.

Nah... semoga cNc nangkep sekarang  :D.
Semoga cNc nangkep bahwa si pengisah secara gak langsung sedang memberi tau bhw [dari yang tadinya Immortal menjadi Mortal, dari yang tadinya invulnerable menjadi vulnerable, dari yang tadinya Allah menjadi manusia]. Begimana pula dirimu masih nekad bilang : "akh... bayi tsb mortal at the same time immortal, bayi tsb vulnerable at the same time invulnerable, bayi tsb tau X at the same time tidak tau X, bayi tsb bukan menjadi manusia saja but at the same time menjadi Alllah" ?
idem
April 27, 2018, 10:38:34 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 586
jika: yesus 100% tuhan dan 100% manusia
maka:
tubuhnya 100% manusia dan 100% tuhan
rohnya 100% manusia dan 100% tuhan

apakah anda sepakat?
April 28, 2018, 01:33:32 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12122
    • fossil coral cantik
Substansi/hakiki/hakekat Allah esa, cuman satu doank gk nambah/kurang
, dgn segala sifat kemahaanNya
wew... apanya yang gak nambah. Dirimu sendiri bilang : hakekat Allah yang tadinya cuma Allah itu blakangan NAMBAH selamanya, yakni nambah hakekat manusia.

Quote
sebaliknya manusia dgn segala sifat manusianya
Nah ya itu. Dirimu nambahin ke bayi terkait ---> [bayi ini mempunyai dua sifat yang saling me-negasi at the same time].

Quote
ngikuti kata org bgmna, wong tertulis Allah Esa(kekal), & namanya kekal, being timeless dlm artian tidak dibatasi waktu-tempat
Aneh.... argumenmu di kalimat atas itu kok dipake ya ?  :rolleye0014:

Disini perihal Allah itu Esa/kekal, tidak memerlukan informasi terbaca.
Ada orang yang gak baca Alkitab, bisa udah duluan nyampe ke pendapat bhw Allah itu Esa/kekal.
So, point dari yang terbaca adalah [Allah menjadi manusia] ---> berangkat dari sini, kelogisannya adalah [sewaktu menjadi manusia itu, Allah ini (yg menjadi manusia ini) TIDAK-Kekal] !!

Dirimu sambil memegang kepala bayi tersebut, apa yang dirimu bilang ?
a. Allah INI kekal
b. Allah INI tidak kekal
c. Allah INI kekal at the same time tidak kekal

JELAS dirimu njawab yang C, makanya pembicaraan di perihal ini gak selesai2  :D.
Demikian juga dengan rama, saya rasa dia kayak saya : [Incarnated Jesus mempunyai dua sifat yang saling me-negasi] ---> ini nggak masuk akal.

Either bayi di kandang ini mempunyai alat kelamin OR tidak punya alat kelamin.
Either bayi ini berdaging-bertulang OR tidak berdaging - tidak bertulang
Either bayi ini MahaTau OR tidak-MahaTau
Either bayi ini tau hasil 1234567 dikali 1234567 OR tidak tau
Either bayi ini dapat berkata2 bak orang dewasa OR tidak dapat berkata2 bak orang dewasa
Either bayi ini vulnerable (dapat mati, mortal) OR invulnerable (tidak dapat mati, immortal)
Either bayi ini terbatas (finite) OR infinite (tidak terbatas)

Dan dirimu selalu bermain kata kata, menunjukkan bhw versi-mu :
bayi ini mempunyai alat kelamin at the same time gak punya alat kelamin
bayi ini berdaging-bertulang at the same time tidak berdaging - tidak bertulang
bayi ini MahaTau at the same time tidak-MahaTau
bayi ini tau hasil 1234567 dikali 1234567 at the same time tidak tau
bayi ini dapat berkata2 bak orang dewasa at the same time tidak dapat berkata2 bak orang dewasa
bayi ini vulnerable (dapat mati, mortal) at the same time invulnerable (tidak dapat mati, immortal)
bayi ini terbatas (finite) at the same time infinite (tidak terbatas)

dimana cNc ber-argumen :
Karena bayi ini mempunyai dua natur, sebagai Allah dan sebagai manusia

MAKA
sebagai manusia, bayi ini punya alat kelamin
sebagai Allah, bayi ini tidak punya alat kelamin

sebagai manusia, bayi ini CUMA satu yang tidak dia ketahui, yakni kapan kiamat
sebagai Allah, bayi ini tau segalanya tanpa kurang satupun

sebagai manusia, bayi ini dapat mati (vulnerable, mortal)
sebagai Allah, bayi ini tidak dapat mati (invulnerable, immortal)

sebagai manusia, bayi ini tidak dapat berkata-kata bak orang dewasa
sebagai Allah, bayi ini dapat berkata-kata bak orang dewasa

sebagai manusia bayi ini terbatas (finite)
sebagai Allah, bayi ini tidak terbatas (infinite)

Quote
Allah Esa yg sama pula menjadi manusia (dibatasi waktu-tempat, dapat mati).
Idih. Itu versi saya yang bilang bhw :
sambil megang kepala bayi tsb saya bilang "Allah ini tidak kekal, bisa mati, TITIK"

Sementara dirimu bilang :
sambil megang kepala bayi tsb dirimu bilang "Allah INI kekal at the same time tidak kekal - Allah INI tidak dapat mati at the same time dapat mati"

Quote
bdk dgn peran fungsi Bapa, Anak, ROH KUDUS yg adalah Allah Esa
walah, atuh jangan lari2 kesana dulu doooonk (fungsi). Wong diatas aja dirimu masih belon bisa membedakan antara yang masuk akal dengan yg gak masuk akal kooook   :D.
« Last Edit: April 28, 2018, 01:46:37 AM by odading »
April 28, 2018, 01:45:37 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1095
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
pemahaman sirkular
A. pribadi : Bapa bukan Yesus bukan ROH KUDUS
B. ketiganya A,  Allah Esa

pribadi : Yesus menjalani kodrat manusia seutuhnya,  pribadi Bapa & RK sebaliknya
waktunya bersamaan krn B
May 05, 2018, 10:59:34 PM
Reply #38
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 186
  • Gender: Male
  • King James Bible, Fundamentalis, Militan
    • Baptis Militan
  • Denominasi: Baptis Independen (Anabaptis)
jika: yesus 100% tuhan dan 100% manusia
maka:
tubuhnya 100% manusia dan 100% tuhan
rohnya 100% manusia dan 100% tuhan

apakah anda sepakat?
Sebelum mati, tubuhya 100% manusia dan rohnya 100% Allah.
Syarat agar selamat hanya percaya. Bukan dibaptis, tobat dari dosa, rajin ibadah, makan roti minum anggur atau perbuatan lainnya (Kisah Rasul 16:30-31). Ini kabar baiknya: mudah masuk surga.

Pelajari doktrin Alkitab secara mendalam di sini:
https://www.youtube.com/channel/UC3xZkWLNo6-AAnzv3ZfnjQQ
May 05, 2018, 11:59:30 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 586
@bro tarigan

anda: Sebelum mati, tubuhya 100% manusia dan rohnya 100% Allah.
saya: itu artinya secara keseluruhan Yesus sebelum mati 50% manuisa (tubuhnya) 50% Allah (rohnya). apakah anda sepakat?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)