Author Topic: 100% tuhan 100% manusia  (Read 16546 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

August 10, 2018, 06:29:20 PM
Reply #480
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12110
    • fossil coral cantik
Yang eksis itu Kuasa-Nya alias TUHAN bro....
kosakata "nya" sbg kata-ganti milik, itu ngerujuk ke something eksis ataukah ngerujuk ke nothing tidak eksis, vbn ?

kekuatan-nya.
Q : kekuatan siapa ?
A : kekuatan dari sesuatu ---> sesuatu tsb memiliki kekuatan.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.

Quote
bukan Allahnya (Bapa-Nya).
Demikian juga kosakata "nya" di quote atas.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.

allah-nya
Q : allah siapa ?
A : allah dari sesuatu ---> sesuatu itu memiliki allah.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.

bapa-nya
Q : bapa siapa ?
A : bapa dari sesuatu ---> sesuatu itu memiliki bapa.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.




Quote
Allah (Bapa) tidak pernah eksis
Yang eksis itu Kuasa-Nya


KALO
maksud vbn kosakata "nya" disitu ngerujuk ke Allah (Bapa) ...
---> Kuasa-Nya,

MAKA
nggak bisa itu vbn katakan "Allah (Bapa) tidak pernah eksis", vbn. Karena Allah (Bapa) HARUS eksis, maka baru-lah bisa dilanjutkan sehubungan dgn "APA"-Nya. Dimana dalam hal ini : Kuasa-Nya = Kuasa Allah (Bapa).

Laen cerita kalo yg vbn maksudkan "tidak pernah eksis" itu = incomprehensible.
Sesuatu eksis namun incomprehensible.

So,
Allah (Bapa) = something (eksis)
Allah (Bapa) incomprehensible.
manifestasi Kuasa-Nya comprehensible.

Yang eksis itu Kuasa-Nya alias TUHAN bro....
Jadi, apakah bener penangkepan saya bhw maksud vbn : kosakata "nya" di quote atas ngerujuk ke Allah (Bapa) ?
Ini dulu, please CMIIW.

Barulah setelah dpt jawaban dr vbn, saya lanjut mengenai hal ini :
TUHAN (Kuasa Allah) itu sudah menjadi satu pribadi sendiri yang mandiri
« Last Edit: August 10, 2018, 06:41:50 PM by odading »
August 10, 2018, 06:58:22 PM
Reply #481
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12183
  • tidak menyimpan kepahitan
kosakata "nya" sbg kata-ganti milik, itu ngerujuk ke something eksis ataukah ngerujuk ke nothing tidak eksis, vbn ?

kekuatan-nya.
Q : kekuatan siapa ?
A : kekuatan dari sesuatu ---> sesuatu tsb memiliki kekuatan.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.
 Demikian juga kosakata "nya" di quote atas.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.

allah-nya
Q : allah siapa ?
A : allah dari sesuatu ---> sesuatu itu memiliki allah.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.

bapa-nya
Q : bapa siapa ?
A : bapa dari sesuatu ---> sesuatu itu memiliki bapa.
Kosakata "nya" sbg kata-ganti milik tsb HARUS ngerujuk ke something, vbn.




"Nya" dalam kata Kuasa-Nya adalah untuk menunjuk kepasa sesuatu (something) yang tidak eksis namun ada dalam arti tidak terlihat Rupa-Nya dan tidak terdengar suara-Nya.

Manusia bisa tahu adanya sesuatu (something) itu adalah dikarenakan dikasih tahu oleh TUHAN yang berbicara kepada manusia.
Tanpa TUHAN memberitahukan-Nya bahwa Allah (Bapa) itu ada maka manusia tidak pernah akan tahu adanya Allah (Bapa).

KALO
maksud vbn kosakata "nya" disitu ngerujuk ke Allah (Bapa) ...
---> Kuasa-Nya,

MAKA
nggak bisa itu vbn katakan "Allah (Bapa) tidak pernah eksis", vbn. Karena Allah (Bapa) HARUS eksis, maka baru-lah bisa dilanjutkan sehubungan dgn "APA"-Nya. Dimana dalam hal ini : Kuasa-Nya = Kuasa Allah (Bapa).

Laen cerita kalo yg vbn maksudkan "tidak pernah eksis" itu = incomprehensible.
Sesuatu eksis namun incomprehensible.

So,
Allah (Bapa) = something (eksis)
Allah (Bapa) incomprehensible.
manifestasi Kuasa-Nya comprehensible.
 Jadi, apakah bener penangkepan saya bhw maksud vbn : kosakata "nya" di quote atas ngerujuk ke Allah (Bapa) ?
Ini dulu, please CMIIW.

Barulah setelah dpt jawaban dr vbn, saya lanjut mengenai hal ini :
Bagaimana gak bisa saya katakan bahwa Allah (Bapa) gak ada, wong faktanya seperti itu....  :D
August 10, 2018, 07:33:57 PM
Reply #482
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Yah, kita berbeda pemahaman.
Yang kupahami dan kuimani, suara yang terdengar ketika Yesus Kristus keluar dari air setelah dibaptis Yohanes Pembaptis (Mat 3:17), dan yang terdengar dari dalam awan di gunung yang tinggi (Mat 17:5) itu suara Allah (Bapa).
Jika sdr. mengatakan bahwa suara yg terdengar itu adalah suara Allah (Bapa), maka sebenarnya sdr. sedang melakukan keyakinan sendiri yang tanpa dasar.
Sebab Kitab Suci tidak menyatakan bahwa suara yang terdengar itu adalah suara Allah (Bapa). Itu yang pertama. Kedua, sdr. tidak menangkap firman yang disampaikan oleh Yesus Kristus (TUHAN) sendiri yang menyatakan:
Yoh. 5:37   Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,
Yang pertama @sizxbn itu, berkenankah @sizxbn memberitahu mengapa menuding @Sotardugur Parreva melakukan keyakinan sendiri yang tanpa dasar?
FYI, @Sotardugur Parreva membaca Mat 3:16-17 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.". Itulah dasar @Sotardugur Parreva menyimpulkan bahwa suara yang terdengar dari sorga itu adalah suara Allah (Bapa). Simpulan itu kutarik memang berdasar pemahaman bahwa yang baru saja dibaptis oleh Yohanes Pembaptis itu adalah perkembangan wujud dari bayi yang dilahirkan Maria di kandang domba Betlehem, di mana Maria diperintah oleh Allah melalui malaikat Gabriel agar menamai Anak itu Yesus (bdk. Luk 1:31).
Nah, nalarku menyimpulkan, karena kelahiran Yesus Kristus melalui Maria sudah diberitahukan oleh Malaikat Gabriel, di mana Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria melahirkan Anak Allah Yang Maha Tinggi (bdk. Luk 1:32), dan Dia pula yang dibaptis oleh Yohanes Pembaptis yang diiringi oleh terdengarnya suara dari sorga, memberitahukan bahwa Yesus adalah AnakNya yang dikasihi, maka kusimpulkan, suara dari sorga itu adalah suara Allah (Bapa).
@Sotardugur Parreva jadi ingin tahu, apa landasan pemahaman @sizxbn menyatakan bahwa @Sotardugur Parreva menyimpulkan suara yang terdengar seketika setelah Yesus keluar dari baptisan Yohanes adalah suara Allah (Bapa), @sizxbn simpulkan @Sotardugur Parreva sedang melakukan keyakinan sendiri yang tanpa dasar?
Jangan-jangan @sizxbn yang menyatakan sesuatu tanpa dasar, tetapi menuding partisipan lain menyimpulkan sesuatu tanpa dasar?

Lalu, poin dua @sizxbn itu, tentang Yoh 5:37 itu, menurut @sizxbn, kapan Allah (Bapa) bersaksi mengenai Yesus Kristus selain pada saat pembaptisan Yesus oleh Yohanes, dan ketika Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus ke gunung tinggi pada Mat 17:5 itu?
Yoh 5:37 itu terjadi ketika Yesus Kristus sudah melayani jemaatNya, sementara Mat 3:17 (terdengarnya suara dari sorga(kumaknai sebagai kesaksian Allah)) adalah pada saat Yesus hendak memulai pelayanan kepada jemaatNya. Kuduga, para pendengar suara dari sorga (Mat 3:17) itu tidak ada yang juga mendengar Yoh 5:37 selain Matias dan Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus. Kedua orang ini diceritakan selalu mengikut Yesus sejak Yesus dibaptis oleh Yohanes sampai Yesus naik ke sorga (Kis 1:22), namun mereka bukan bagian dari 12 rasul, sampai Matias menggantikan kerasulan Yudas Iskariot. Kutangkap, Yoh 5:37 itu dikatakan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang berusaha membunuh-Nya. Itu dikatakan bukan kepada pengikut Kristus.

Jadi memunculkan simpulan di benak @Sotardugur Parreva, bahwa @sizxbnlah yang tidak menangkap firman, tetapi nekat menuding @Sotardugur Parreva tidak menangkap firman.

Ngomong-ngomong, lantas bagaimana @sizxbn membedakan Allah (Bapa) dengan TUHAN (Kuasa Allah) pada kasus suara yang terdengar dari sorga pada Mat 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan?
Berbeda dengan yang kuimani.
Jadi, @Sotardugur Parreva akan berupaya melupakannya. :D
Salam damai.
Caranya dengarkan apa yang difirmankan oleh Yesus Kristus (TUHAN) itu.... jangan pake keyakinan sendiri. :wink:
Cermati postingku di atas, jika ada yang ingin @sizxbn pertanyakan lebih lanjut, silahkan, semoga dapat kujawab.

Salam damai.
« Last Edit: September 02, 2018, 11:52:15 AM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
August 10, 2018, 10:34:01 PM
Reply #483
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12110
    • fossil coral cantik

"Nya" dalam kata Kuasa-Nya adalah untuk menunjuk kepasa sesuatu (something) yang tidak eksis namun ada dalam arti tidak terlihat Rupa-Nya dan tidak terdengar suara-Nya.
Kalimat bold itu kalimat aneh, vbn.

Something ---> ini ya [BUKAN nothing].
tidak eksis ---> ini [nothing].

Quote
tidak eksis namun ada dalam arti tidak terlihat Rupa-Nya dan tidak terdengar suara-Nya
Well, point-nya bukan itu yg saya maksudkan, melainkan :
kosakata "nya" disitu HARUS something (which of course exist, walo misalnya cuma di imajinasi).

Tidak pernah diliat Rupa-Nya
Tidak pernah didengar Swara-Nya
Tidaklah bisa menjadi ["nya" disitu tidak pernah eksis], karena ["nya" disitu HARUS eksis] terkait kalimat vbn yg berupa [Kuasa-Nya], vbn.

Quote
Bagaimana gak bisa saya katakan bahwa Allah (Bapa) gak ada, wong faktanya seperti itu....
Sekali lagi, point-nya PEMILIK Rupa/Swara/Kuasa/dlsb itu HARUS eksis walopun gak ada yang pernah denger suara-Nya ataupun gak ada yang pernah ngliat muka-Nya, vbn.

Quote
Manusia bisa tahu adanya sesuatu (something) itu adalah dikarenakan dikasih tahu oleh TUHAN Yahweh yang berbicara kepada manusia.

Tanpa TUHAN Yahweh memberitahukan-Nya bahwa Allah (Bapa) itu ada maka manusia tidak pernah akan tahu adanya Allah (Bapa).
Lah ya itu, artinya [Allah (Bapa) eksis].
Begimana pula itu jadinya vbn bilang [Allah (Bapa) tidak pernah eksis] ?


Quote
Bagaimana gak bisa saya katakan bahwa Allah (Bapa) gak ada, wong faktanya seperti itu....  :D
ya.... jadi terkait "fakta", vbn ngajuin kayak gini :
KARENA Allah (Bapa) tidak terlihat muka-Nya (fakta)
dan
KARENA Allah (Bapa) tidak terdengar swara-Nya (fakta)

MAKA kesimpulan vbn
tidak pernah ada itu Allah (Bapa)
« Last Edit: August 10, 2018, 10:44:06 PM by odading »
August 10, 2018, 11:00:21 PM
Reply #484
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12110
    • fossil coral cantik
Jika sdr. mengatakan bahwa suara yg terdengar itu adalah suara Allah (Bapa), maka sebenarnya sdr. sedang melakukan keyakinan sendiri yang tanpa dasar.
Sebab Kitab Suci tidak menyatakan bahwa suara yang terdengar itu adalah suara Allah (Bapa). Itu yang pertama. Kedua, sdr. tidak menangkap firman yang disampaikan oleh Yesus Kristus (TUHAN) sendiri yang menyatakan:

Yoh. 5:37Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,
Menurut saya, vbn nggak nge-respond sesuai dgn yang sotar ajukan.

Sikon :
Yahweh (setelah inkarnasi) ada di bumi dan baru saja di baptis (versi vbn, dimana Yahweh adalah nama dari Kuasa Allah).

Ujug2 ada terdengar swara tanpa wujud :
Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya lah Aku berkenan

Nah,
sementara jelas menurut versi vbn kosakata "anak" itu ngerujuk ke Yahweh yg baru saja dibaptis tsb .... lalu, ngerujuk ke siapa kosakata "Ku/Aku" di kalimat tsb ? Dengan kata lain, siapa pemilik swara tsb ? or, siapa pemilik "anak" ?

Dulu banget (lupa entah dimana) saya pernah ngajuin jawabannya :
kosakata "Ku/Aku" disitu ngerujuk ke Allah (Ibu) alias RK   ;D  :char11:  :cheesy:
« Last Edit: August 10, 2018, 11:17:44 PM by odading »
August 11, 2018, 06:32:11 AM
Reply #485
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12183
  • tidak menyimpan kepahitan
Menurut saya, vbn nggak nge-respond sesuai dgn yang sotar ajukan.

Sikon :
Yahweh (setelah inkarnasi) ada di bumi dan baru saja di baptis (versi vbn, dimana Yahweh adalah nama dari Kuasa Allah).

Ujug2 ada terdengar swara tanpa wujud :
Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya lah Aku berkenan

Nah,
sementara jelas menurut versi vbn kosakata "anak" itu ngerujuk ke Yahweh yg baru saja dibaptis tsb .... lalu, ngerujuk ke siapa kosakata "Ku/Aku" di kalimat tsb ? Dengan kata lain, siapa pemilik swara tsb ? or, siapa pemilik "anak" ?

Dulu banget (lupa entah dimana) saya pernah ngajuin jawabannya :
kosakata "Ku/Aku" disitu ngerujuk ke Allah (Ibu) alias RK   ;D  :char11:  :cheesy:

Nah, didalam pemahaman seperti bro Oda itulah yg Yesus Kristus katakan... Bahwa orang sesat itu dikarenakan tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa Allah.

Kuasa Allah (TUHAN) dapat menyampaikan apa yang Allah (Bapa) ingin sampaikan kepada manusia.... Namun bukan berarti suara yang didengar itu adalah suara Allah (Bapa), melainkan suara TUHAN..... Paham gak bro?
August 11, 2018, 12:06:51 PM
Reply #486
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 557
@sizxbn

apakah itu berarti menurut anda

anak=kuasa Allah
suara=kuasa Allah
August 11, 2018, 01:28:10 PM
Reply #487
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12183
  • tidak menyimpan kepahitan
@sizxbn

apakah itu berarti menurut anda

anak=kuasa Allah
suara=kuasa Allah
:afro:
August 11, 2018, 05:26:43 PM
Reply #488
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur nimbrung, ya?
Nah, didalam pemahaman seperti bro Oda itulah yg Yesus Kristus katakan... Bahwa orang sesat itu dikarenakan tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa Allah.
Dari tulisan @sizxbn itu kumaknai bahwa @sizxbn mengklaim diri @sizxbn mengerti Alkitab, sedikitnya lebih mengerti dari @odading. Sangat disayangkan, @sizxbn tidak mengemukakan 'sesuatu' yang menunjukkan bahwa @sizxbn mengerti Alkitab. Taruh kata menurut @sizxbn pemahaman @odading terhadap Alkitab salah, bagaimana salahnya, dan bagaimana yang benar?
Menurut pendapatku, jika hanya mengatakan pihak lain salah tanpa menunjukkan di mana salahnya dan tidak menunjukkan hal yang benar, itu hanya ngomong doang. Tidak bermakna. Hampa. Zonk.

Kuasa Allah (TUHAN) dapat menyampaikan apa yang Allah (Bapa) ingin sampaikan kepada manusia.... Namun bukan berarti suara yang didengar itu adalah suara Allah (Bapa), melainkan suara TUHAN..... Paham gak bro?
Taruh kata sebagai Allah, TUHAN dapat melakukan apa saja, termasuk mengeluarkan suara tanpa memperlihatkan wujudNya, tetapi itu bukan menunjukkan bahwa TUHAN itu tidak eksis. Justru dengan terdengarnya suara TUHAN itu menunjukkan eksistensi TUHAN.

Lalu, Reply#482 kenapa tidak @sizxbn tanggapi?

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
August 11, 2018, 06:07:32 PM
Reply #489
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12183
  • tidak menyimpan kepahitan
@Sotardugur nimbrung, ya?Dari tulisan @sizxbn itu kumaknai bahwa @sizxbn mengklaim diri @sizxbn mengerti Alkitab, sedikitnya lebih mengerti dari @odading. Sangat disayangkan, @sizxbn tidak mengemukakan 'sesuatu' yang menunjukkan bahwa @sizxbn mengerti Alkitab. Taruh kata menurut @sizxbn pemahaman @odading terhadap Alkitab salah, bagaimana salahnya, dan bagaimana yang benar?
Menurut pendapatku, jika hanya mengatakan pihak lain salah tanpa menunjukkan di mana salahnya dan tidak menunjukkan hal yang benar, itu hanya ngomong doang. Tidak bermakna. Hampa. Zonk.

Kamu tinggal baca lagi aja apa yang dikatakan oleh sdr. Oda, kemudian baca juga komentar penjelasan saya.
Dari situ kamu dapat mengetahui mana yang salah mana yang benar menurut saya.... gak usah nanya lagi bro. :azn:


Taruh kata sebagai Allah, TUHAN dapat melakukan apa saja, termasuk mengeluarkan suara tanpa memperlihatkan wujudNya, tetapi itu bukan menunjukkan bahwa TUHAN itu tidak eksis. Justru dengan terdengarnya suara TUHAN itu menunjukkan eksistensi TUHAN.

Lalu, Reply#482 kenapa tidak @sizxbn tanggapi?

Salam damai.
Yang bilang TUHAN (Kuasa Allah) tidak eksis siapa?? :rolleye0014:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)