Author Topic: Raja Saul: Tuhan (tidak) Selalu Memilih Orang yang Tepat?  (Read 2098 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 16, 2018, 09:40:03 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2213
Bukan salah TUHAN memilih Saul. Tetapi TUHAN pun tidak bisa memaksa orang yang ia pilih untuk taat kepada-Nya. Karena dia mengaruniakan kepada manusia "Kehendak Bebas." Tuhan jg memilih Daud, tetapi Daud jg bersalah jatuh dalam dosa, meskipun akhirnya bertobat. Salomo di pilih Allah namun ia pun pada akhirnya menyembah berhala.

Jangan kacaukan dengan Tuhan memilih siapa yang akan selamat ya karena ada banyak maksud dan tujuan Tuhan didalam memilih.

April 24, 2018, 08:44:23 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
dari perintah pertama maka dapat disimpulkan segala hal yang membelakangi, sifat memberontat, membelot, menduakan Allah maka Allah tidak berkenan.
Betul. Dan itu adanya di Freewill kan, Ada.

Quote
Allah kelihatan mau memilih, mengurapi, menetapkan sekalipun hal itu tidak benar dimata-Nya semua karena rencana dan ketetetapan yang IA buat.
Dengan demikian, seseorang yang ungu itu TIDAK menyebabkan oranye, tetapi justru sebaliknya ... karena oranye maka akibatnya ungu.

Dengan kata lain, karena orang terkait tsb udah duluan tidak dikenan Allah (tidak dipilih sebelum bumi jadi) - akibatnya orang tsb membelakangi, sifat memberontat, membelot, menduakan Allah s/d matinya.

Dilain sisi,
orang yang dikenan Allah (dipilih sblm bumi jadi) - mengakibatkan orang ini tidak akan membelakangi, sifat memberontat, membelot, menduakan Allah s/d matinya.

Kesimpulan dari kalimat Ada yg sbb
Quote
Saul tidak dipilih oleh Tuhan (PL dlm artinya belum inkarnasi) karena dari awal sudah ditolak sama Tuhan
adalah :
Karena Saul tidak dikenan Allah (tidak dipilih sblm bumi jadi) - akibatnya Saul tidak dipilih oleh Tuhan.

:)
salam.
April 24, 2018, 08:55:35 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Bukan salah TUHAN memilih Saul. Tetapi TUHAN pun tidak bisa memaksa orang yang ia pilih untuk taat kepada-Nya. Karena dia mengaruniakan kepada manusia "Kehendak Bebas."
IMO, supaya nantinya nggak jadi salah kaprah - secara versi saya kalimat bold di quote atas jadi kayak gini :
TUHAN tidak memaksa orang yang ia pilih untuk taat kepada-Nya.

Quote
Tuhan jg memilih Daud, tetapi Daud jg bersalah jatuh dalam dosa, meskipun akhirnya bertobat.
Ya sependapat. Dengan demikian keliatan bhw itu adalah pilihan. Kalimat "bertobatlah" bukan kalimat illogical. Bukan ibarat situasi : thdp orang buta dikatakan "lihatlah".
April 24, 2018, 09:02:06 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Jangan kacaukan dengan Tuhan memilih siapa yang akan selamat ya karena ada banyak maksud dan tujuan Tuhan didalam memilih.
Tetep aja, kosakata [memilih] itu melibatkan [ada perihal X yg diliat Tuhan] makanya seseorang dipilih akan selamat, jamu.

April 28, 2018, 01:55:04 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1090
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Tuhan gak salah milih
yg dipilih gak tahu diri, maka bersedihlah Tuhan
May 04, 2018, 09:20:59 AM
Reply #15
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik
Sebenarnya bagaimana kriteria pemilihan Tuhan? Kalau dari kebiasaan aku misalnya memilih spek android itu melihat prosesor, memori, ukuran dan ketajaman layarnya dan lain-lain. Tentu aku pilih yg bermutu baik dan juga pas di kantong. Tapi ada beberapa kasus Tuhan kayak salah dan juga kayak menyesal memilih orang.

Aku membaca Saul itu mulai dijauhi Tuhan ketika muncul tabiat aslinya yaitu merasa tindakannya benar, kurang menghargai Tuhan. Disuruh menghabisi tapi tidak menghabisi.

Dilihat dari feeling aku sih, Saul adalah tipe orang yg merasa lebih pintar. Ketika disuruh 'atasan', dia kayak 'mengajari' atasannya, tidak selalu patuh 100%. Ibarat bos suruh supirnya "supir kamu antar aku ke sini ya", tapi supir menjawab "aduh bos, gini bos bukannya aku gak mau, tapi gimana kalo besok aja, sekarang di situ lagi ada bla bla bla"..

Mungkin aja Tuhan sambil menunggu kesiapan Daud maka Dia memilih Saul. Ya mungkin2 aja, postur dan tampang Saul cukup 'garang' sebagai raja, walaupun tabiatnya kurang baik. Mungkin2 aja..

Hal ini bukan berarti Tuhan tidak bisa memilih orang yang tepat. Tuhan tahu segala sesuatu baik di masa lampau, masa sekarang dan masa depan.
Tetapi Tuhan memang sering memilih orang yang lemah dan orang berdosa untuk mewujudkan rencana-Nya.
Tuhan memberi kesempatan kepada orang yang lemah dan orang berdosa untuk mewujudkan rencana-Nya.

Dan Raja Saul memang dipilih dan diberi kesempatan oleh Allah untuk mewujudkan rencana-Nya tetapi bukan berarti Saul ditakdirkan menjadi orang yang melawan kehendak Allah. Itu adalah kesalahan Saul sendiri sebagai manusia bukan ditakdirkan Allah. Jadi baik Saul patuh atau membangkang kepada Allah, rencana Allah tetaplah berjalan.

Allah sering menggunakan orang lemah untuk  mewujudkan rencana-Nya
1 korintus 1:25-29
1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
1:26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
1:29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Kesalahan Saul adalah kesalahan pribadi dia sendiri bukan ditakdirkan Allah
Matius 26:41
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Demikianlah tulisan saya. Semoga bisa menjawab pernyataan tersebut.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
May 20, 2018, 11:59:32 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1138
Yesus awalnya memilih Yudas  :D.

Ngambil Mazmur 41 secara nubuatan, maka nubuatan itu menggambarkan penyesalan :
sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Saul ditolak.
Yudas nggak diketahui ditolak ato kagak.

Kisah Saul dan Yudas menggambarkan bahwa orang yang sudah Tuhan pilih tetep possible membelot. Nggak beda jauh kemiripannya dengan pasutri, salah satu pasangan tetep possible membelot  :char11:.
Kalau Yudas Bro...itu suatu Ketetapan Tuhan yang harus digenapi untuk Penebusan Dosa manusia. Menurut saya dia tidak bisa ngelak (walaupun saya masih bingung juga kenapa justru yang dipilih dia yang nota bene adalah murid Yesus sendiri)...mungkin grand design Allah...harus ada  peran pengkhianat(dari pihak dalam), jadi Yudas yang apes kena sialnya....hehehe

Salam Damai Bro Oda...
Tuhan memberkati...
May 20, 2018, 12:11:53 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1138
Yang pasti karena Tuhan adalah Juri/Hakim yang Agung maka Dia pasti tidak akan salah pilih,dan pasti akan terjadi...Pilih untuk apa : Dimenangkan, diselamatkan atau dibinasakan ?...bukan seperti Ahmad Dhani, juri Indonesian Idol yang bisa salah milih jagoan...wkwkwkw

GBU ALL...
May 20, 2018, 12:14:59 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 524
@ronny_het

anda: Yang pasti karena Tuhan adalah Juri/Hakim yang Agung maka Dia pasti tidak akan salah pilih,dan pasti akan terjadi...Pilih untuk apa : Dimenangkan, diselamatkan atau dibinasakan
saya: apakah status Dimenangkan, diselamatkan atau dibinasakan sepanjang orang tersebut hidup, tetap atau bisa berubah?
May 20, 2018, 12:47:49 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1138
@ronny_het

anda: Yang pasti karena Tuhan adalah Juri/Hakim yang Agung maka Dia pasti tidak akan salah pilih,dan pasti akan terjadi...Pilih untuk apa : Dimenangkan, diselamatkan atau dibinasakan
saya: apakah status Dimenangkan, diselamatkan atau dibinasakan sepanjang orang tersebut hidup, tetap atau bisa berubah?
Apa yang Bro lakukan seandainya saya katakan tidak bisa dirubah ?
Untuk Bro ketahui...sebenarnya ajaran Yesus untuk semua manusia (Tuhan mengasihi semua kita manusia secara merata, dan DIA tidak menginginkan adanya, apalagi pertikaian SARA/SARA yang menciptakan manusia sendiri).
Kita semua manusia yang masing" harus introspeksi diri dan mau memahami Kehendak Tuhan...bukan Kehendak kita yang kita paksakan ke Tuhan....Idealnya singkatnya kita semua manusia yang mengikuti Kehendak Tuhan...bukan Kehendak Tuhan yang mengikuti kehendak kita....Mudah"an bro bisa paham...

Salam Damai Bro Rama...
Tuhan memberkati...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)