Author Topic: Raja Saul: Tuhan (tidak) Selalu Memilih Orang yang Tepat?  (Read 2497 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 17, 2018, 01:31:45 PM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 794
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Bukan salah TUHAN memilih Saul. Tetapi TUHAN pun tidak bisa memaksa orang yang ia pilih untuk taat kepada-Nya. Karena dia mengaruniakan kepada manusia "Kehendak Bebas." Tuhan jg memilih Daud, tetapi Daud jg bersalah jatuh dalam dosa, meskipun akhirnya bertobat. Salomo di pilih Allah namun ia pun pada akhirnya menyembah berhala.

 :afro:
Ada kehendak bebas manusia yang bisa menolak pemberian cuma cuma dari Allah.
Allah tidak memaksa manusia untuk percaya tetapi Allah menginginkannya.

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
July 17, 2018, 03:49:06 PM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 803
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yes!  :afro:
Kehendak bebas itulah bukti kasih-Nya yg begitu besar.
Segala ke-Maha-an-Nya (99?) demi kasih-Nya kpd kita.

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 18, 2018, 10:27:39 AM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2213
Sebenarnya bagaimana kriteria pemilihan Tuhan? Kalau dari kebiasaan aku misalnya memilih spek android itu melihat prosesor, memori, ukuran dan ketajaman layarnya dan lain-lain. Tentu aku pilih yg bermutu baik dan juga pas di kantong. Tapi ada beberapa kasus Tuhan kayak salah dan juga kayak menyesal memilih orang.

Aku membaca Saul itu mulai dijauhi Tuhan ketika muncul tabiat aslinya yaitu merasa tindakannya benar, kurang menghargai Tuhan. Disuruh menghabisi tapi tidak menghabisi.

Dilihat dari feeling aku sih, Saul adalah tipe orang yg merasa lebih pintar. Ketika disuruh 'atasan', dia kayak 'mengajari' atasannya, tidak selalu patuh 100%. Ibarat bos suruh supirnya "supir kamu antar aku ke sini ya", tapi supir menjawab "aduh bos, gini bos bukannya aku gak mau, tapi gimana kalo besok aja, sekarang di situ lagi ada bla bla bla"..

Mungkin aja Tuhan sambil menunggu kesiapan Daud maka Dia memilih Saul. Ya mungkin2 aja, postur dan tampang Saul cukup 'garang' sebagai raja, walaupun tabiatnya kurang baik. Mungkin2 aja..

Siapapaun yang dipilih Tuhan tidak ada jaminan bahwa dia tidak berdosa termasuk nabi dan rasul.
July 19, 2018, 01:44:26 PM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 803
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
:afro:
Allah tidak memaksa manusia untuk percaya tetapi Allah menginginkannya.

Analoginya:
Aku mencintai dia
Dia menolak cintaku
Aku merasa kehilangan

Allah mencintai aku
Aku menolak cinta-Nya
Allah tidak kekurangan apa2
Sebab demikian besar kasih-Nya
Dan segalanya di bawah kuasa-Nya

Mengapa Allah menginginkan kita mencintai-Nya?
Tak lain tak bukan agar kita tak pernah kehilangan apa2
Itu jika kita percaya dijadikan menurut gambar dan rupa Allah

Jadi
Jika kita tak percaya, yg rugi bukan Allah,
Tapi kita yg rugi membuang cinta Allah
Allah tidak memaksa kita utk percaya

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)