Author Topic: APAKAH YUDAS BERJASA?  (Read 386 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 27, 2018, 09:22:01 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3677
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Tanya:
Karena Yudas mengkhianati Yesus, maka Yesus dihukum mati. Apakah bisa dikatakan bahwa Yudas berjasa? Seandainya Yudas sadar dan tidak jadi mengkhianati Yesus, apakah penebusan kita akan gagal?

Sandra Hariyanto, Surabaya


Pertama, kita harus menyadari bahwa Allah adalah Sang Pencipta dan sesudah mencipta, Allah tidak tinggal diam tetapi terus berkarya dalam sejarah. Dia-lah yang mengatur terjadinya peristiwa-peristiwa. Semua ini kita sebut sebagai Penyelenggaraan Ilahi. Allah adalah Tuhan atas sejarah. Dalam penyelenggaraan-Nya, Allah mampu menggunakan tindakan-tindakan manusia untuk maksud dan rencana-Nya. Contoh yang jelas nampak dari kata-kata Josef kepada saudara-saudaranya: “Meskipun kamu bermaksud mencelakakan aku, Allah memaksudkan hal itu untuk kebaikan, untuk mencapai tujuan-Nya yang sekarang, keselamatan banyak orang” (Kej 50:19-21). Nabi Yesaya menegaskan Penyelenggaraan Ilahi terjadi dimana-mana. Misalnya: Allah menggunakan bangsa-bangsa asing untuk menghukum Israel (Yes 10:5-6; bdk juga Yer 25:9 dan 43:10).

Paulus juga mengajarkan tentang Penyelenggaran Ilahi bahwa Allah ikut bekerja dalam segala sesuatu (bdk. Rom 8:28-30; Ef 1:3-6). “Tanpa Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa” (Yoh 15:4-5). Allah adalah awal dan tujuan akhir serta pendukung alam semesta dengan hukum alam sebab-akibatnya (bdk 1 Kor 4:7; Fil 2:13). Segala sesuatu tergantung pada Allah sebagai sebab pertama dan universal. Juga kebaikan moral yang ada dalam setiap keputusan dan tindakan tergantung pada rahmat Allah.

Kedua, dalam Penyelenggaraan Ilahi-Nya, kebebasan manusia dan hukum alam (sebab-akibat) tetap berfungsi dan dihargai oleh Allah. Artinya, Penyelenggaraan Ilahi tidak melangkahi atau membatalkan tapi malah mendukung kebebasan manusia dan hukum alam. Manusia tetap menikmati kebebasannya dan tetap bisa bertindak secara bebas dalam konteks Penyelenggaraan Ilahi. Inilah misteri kuasa Allah yang tak terbatas dalam pergaulanNya dengan kehendak bebas manusia sebagai ciptaan. Kemampuan Ilahi inilah yang tidak bisa ditiru atau dimiliki oleh ciptaan manapun.

Tetap harus ditegaskan bahwa Allah Sang Kebaikan itu pasti tidak menghendaki, merencanakan dan menyetujui perbuatan jahat. Kehendak saudara-saudara Yosef untuk membunuh, menjual Yosef, pasti bukan berasal dari Allah. Sikap Pilatus yang ingin menyenangkan orang Yahudi bukanlah kehendak Allah. Demikian pula, pengkhianatan Yudas juga tidak dikehendaki oleh Allah. Namun demikian, dengan kemahakuasaan-Nya, Allah bisa menggunakan kejadian-kejadian itu, bahkan yang jahat sekalipun, untuk pelaksanaan rencana-Nya. Jika Yudas, Pilatus dan lain-lainnya berubah sikap, maka, wafat, kebangkitan Yesus dan penebusan kita akan diusahakan dengan sarana dan kejadian karena kemahakuasaan Allah.

Ketiga, baik saudara-saudara Yosef maupun Pilatus dan Yudas, masing-masing mempunyai kebebasan dan dengan menggunakan kebebasannya masing-masing telah memilih berbuat dosa. Mereka masing-masing tetap harus bertanggungjawab atas pilihan bebas mereka. Jadi, Yudas bukanlah pahlawan, tetapi tetap pengkhianat. Dia tidak berjasa apapun. Pilihan kejahatan yang dilakukan saudara-saudara Yosef tetap harus mereka pertanggung-jawabkan di hadapan Allah.

Inilah misteri kebebasan manusia. Allah menciptakan manusia dengan menganugerahinya kebebasan. Kebebasan adalah salah satu unsur yang membuat manusia secitra dengan Allah. Karena itu, manusia dipanggil untuk menggunakan kebebasannya secara positif untuk menanggapi rencana keselamatan Allah. Dengan demikian, manusia menjadi mitra Allah dalam Penyelenggaraan Ilahi-Nya dan karena itu manusia menjadi semakin menyerupai DIA.

Oleh: Romo Petrus Maria Handoko CM
« Last Edit: April 27, 2018, 09:24:46 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
May 01, 2018, 01:17:03 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 305
  • Denominasi: Katolik
Yudas tidak berjasa sama sekali karena dia sendiri yang memilih berhianat
Penghianatan Yudas ini karena Yudas kecewa dengan Yesus, dimana sebagai orang Yahudi Yudas memandang mesias dengan cara pandang Yahudi. Mereka memandang mesias sebagai orang yang gagah perkasa, keturunan orang terpandang, pemimpin perang yang akan menaklukan Romawi dan mengembalikan kejayaan bani Israel seperti jaman Raja Daud dan jaman Raja Salomo (Sulaiman).
Tetapi Yesus tidak pernah menggerakkan perlawanan terhadap Romawi.

Murid- murid Yesus yang lain sebagai orang Yahudi awalnya memandang mesias dari sudut pandang Yahudi juga, tapi setelah mendapat pengajaran dan penjelasan Yesus mereka memilih untuk percaya pada perkataan Yesus, sedangkan Yudas masih tetap mempertahankan pandangannya.
Sepertinya Yudas berharap di suatu saat Yesus beraksi seperti mesias yang dipikirkannya, tetapi semakin lama mengikuti Yesus semakin terlihat bahwa Yesus semakin jauh dari konsep mesias yang diidamkannya. Kenyataan ini semakin memperdalam benih- benih kekecewaan Yudas terhadap Yesus.
Benih- benih kekecewaan inilah yang kemudian dimanfaatkan iblis untuk menggoda dan menyesatkan Yudas sehingga Yudas kehilangan iman terhadap Yesus yang puncaknya pada saat Yudas memilih menghianati Yesus.

Hal ini telah diketahui Yesus ( bukan dientukan ) bahwa salah satu dari 12 murid yaitu Yudas akan menghianati-Nya, tetapi Yesus tetap memilih Yudas seperti disebutkan dalam Yohanes 6:70-71

Yohanes 6:70-71
6:70 Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis."
6:71 Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu


Dengan penentuan Yudas sebagai murid, semakin jelas bahwa penghianatan Yudas di kemudian hari adalah pilihannya sendiri bukan ditentukan Yesus karena Yesus banyak memberi pengajaran dan penjelasan kepada murid- murid-Nya termasuk Yudas, tetapi Yudas memilih menjadi orang yang kurang percaya.
Disini Allah tidak mencampuri hati dan kehendak bebas manusia untuk percaya, kurang percaya atau tidak percaya kepada Yesus.
Ada bagian dari manusia yang telah ditentukan oleh Allah dan ada bagian dari manusia yang diberi kewewenangan kehendak bebas dimana Tuhan tidak mengintervensi. Kewewenangan kehendak bebas pada manusia diantaranya mencakup pilihan berbuat baik/ jahat, pilihan beriman/ tidak beriman.
Dan bila itu tugas rahasia Yesus kepada Yudas, Yesus tidak akan menyebut Yudas iblis.

Pengetahuan Yesus (bukan penetapan) tentang orang yang akan menghianati- Nya berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci bisa dilihat di Matius 26:17-25, Lukas 22:2-6, Yohanes 13:1-2, Yohanes 13:10-11,  Yohanes 13:21-30,

Demkiahlah tambahan dari saya .
http://www.sarapanpagi.org/yudas-iskariot-disesatkantuhan-vt9498.html
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)