Author Topic: Allah yang jatuh cinta kepada materi  (Read 931 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 05, 2018, 06:55:38 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Berkaitan dengan topik dari bro Clay tentang solidaritas, dan juga pertanyaan saya yang sebenarnya sudah lama ada, maka saya coba merumuskan pertanyaan-pertanyaan saya ini.

1. Apakah benar bahwa Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Allah dipahami sebagai roh, dan roh tentu saja tidak berwujud, sekalipun terkadang dapat mewujud. Dalam Alkitab, Allah menyatakan dirinya sebagai "Aku ada" kepada Musa, dan akhirnya mengambil wujud sebagai Manusia melalui Yesus Kristus. Dari kata "solider" yang berkaitan dengan makna "padat" atau "solid", sangat tampak bahwa Sesuatu yang bersifat immaterial ini (sepertinya) ingin "memadat" dalam wujud materi.


2. Mengapa kira-kira Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Tentu saja ini pertanyaan yang mustahil dijawab karena siapakah yang dapat memahami Allah selain Roh-Nya sendiri? Namun sebagai manusia, paling tidak saya berusaha menduga-duga, mengapa demikian. Apakah yang begitu menarik pada materi yang berwujud sehingga Allah harus "memadatkan" diri-Nya? 

Silakan.

Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
May 06, 2018, 10:06:34 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4615
  • Gender: Male
Berkaitan dengan topik dari bro Clay tentang solidaritas, dan juga pertanyaan saya yang sebenarnya sudah lama ada, maka saya coba merumuskan pertanyaan-pertanyaan saya ini.

1. Apakah benar bahwa Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Allah dipahami sebagai roh, dan roh tentu saja tidak berwujud, sekalipun terkadang dapat mewujud. Dalam Alkitab, Allah menyatakan dirinya sebagai "Aku ada" kepada Musa, dan akhirnya mengambil wujud sebagai Manusia melalui Yesus Kristus. Dari kata "solider" yang berkaitan dengan makna "padat" atau "solid", sangat tampak bahwa Sesuatu yang bersifat immaterial ini (sepertinya) ingin "memadat" dalam wujud materi.


2. Mengapa kira-kira Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Tentu saja ini pertanyaan yang mustahil dijawab karena siapakah yang dapat memahami Allah selain Roh-Nya sendiri? Namun sebagai manusia, paling tidak saya berusaha menduga-duga, mengapa demikian. Apakah yang begitu menarik pada materi yang berwujud sehingga Allah harus "memadatkan" diri-Nya? 

Silakan.



Apakah Allah mencintai materi yang berwujud? Jawabnya Allah adalah kasih, dan Ia mengasihi bukan karena ada sesuatunya dengan apa yang dicintai sebagai alasan untuk mencintai, sebab memang Ia adalah kasih dan semua perbuatannya adalah karena kasih. Bukan saja kasih kepada manusia.

Mazmur 104
21  Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah.
22  Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya;
23  manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang.
24  Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
25  Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang  kecil dan besar.
26  Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.
27  Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.
28  Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
29  Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
30  Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.


Ingatkah akan burung pipit lima ekor seharga dua duit kata Tuhan Yesus? Dalam Matius 2:26 dikatakan, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"

Allah juga menunjukan kasihNya kepada orang jahat. Matius 5:45 menulis, "Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar." Bahkan kepada Iblis sekalipun, Allah tidak dapat menyangkali diri-Nya untuk tidak menunjukan kasih-Nya (topik ini sudah pernah saya coba dibahas namun ternyata sulit dipahami disini). Kita harus tahu bahwa Allah itu kasih (bukan Allah itu punya kasih) dan jika kita belajar mengenal kasih-Nya maka kita akan tahu bahwa segala yang diperbuat-Nya adalah kasih. Demikian juga dengan inkarnasi Allah menjadi manusia, itu didorong atas dasar diri-Nya sendiri, bukan karena manusianya atau obyek yang dikasihi-Nya.

1 Yohanes 4:8, "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."

Jika kita mengenal Allah, maka kita akan tahu bahwa Allah adalah kasih, bukan punya kasih.

Bersambung dibawahnya...

« Last Edit: May 06, 2018, 10:13:09 PM by Krispus »
May 06, 2018, 10:06:45 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4615
  • Gender: Male
Sambungan dari atasnya...

Tentang manusia, mengapa terlihat spesial? Sebab sejak semula dalam Kejadian 1 sudah ditulis bahwa kita diciptakan Allah segambar dan serupa dengan-Nya, kita adalah wujud Allah dalam materi yang berwujud. Karena itu kita disebut juga dalam kitab suci sebagai allah-allah. Kita adalah citra-Nya, gambar-Nya, anak-Nya. Untuk membuat kita mengenal kasih-Nya kita ditempatkan dalam keluarga, dalam hubungan ayah dan anak, agar kita memahami tentang kasih yang dicurahkan kepada kita.

Jadi bukan materi berwujud inilah yang dicintai Allah sebab ditakan dalam 2 Petrus 3:10, "Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap." Langit dan bumi yang sekarang ini akan dilenyapkan oleh Allah dan digantikan yang baru. Demikian juga tubuh materi kita akan digantikan dengan tubuh yang baru yang tidak terdiri dari tubuh daging lagi. Seperti tubuh kebangkitan yang dikenakan oleh Tuhan Yesus Kristus, tubuh yang tidak dibatasi dimensi ruang. Tentang tubuh kebangkitan kita tidak memiliki informasi yang lebih detil lagi. Hal ini dapat dipahami sebab Allah tidak mengasihi materi yang berwujud, tatapi roh yang ditempatkan-Nya dalam tubuh daging ini.

1 Samuel 16:7, "Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi (tubuh dagingnya), sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata (materi berwujdu), tetapi TUHAN melihat hati (manusia batiniah)."


Tentang pertanyaan kedua, "mengapa Allah jatuh cinta kepada materi berwujud" saya tidak menjawabnya sebab pertanyaan pertama saya tidak membenarkan pendapat tersebut.
« Last Edit: May 06, 2018, 10:18:13 PM by Krispus »
May 07, 2018, 09:42:59 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8932
  • Gender: Male
  • You are free to choose
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
memang aneh ya
entah kenapa Allah itu seperti "tergila2 jatuh cinta" kepada manusia dan "sulit move on" dari manusia :)

berikut tulisan saya soal hal ini, smoga bisa menambah wawasan :

http://berbagi-sharing.blogspot.co.id/2017/06/the-creator-love-story.html
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
May 07, 2018, 11:27:31 AM
Reply #4
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6290
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Waaaa Henhen, blognya asikkkk,
Slamat ya Bro, puji Tuhan.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 07, 2018, 12:04:57 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8932
  • Gender: Male
  • You are free to choose
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Selamat? kayak lagi ulang tahun aja nih ;D ;D
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
May 09, 2018, 12:00:02 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4615
  • Gender: Male
memang aneh ya
entah kenapa Allah itu seperti "tergila2 jatuh cinta" kepada manusia dan "sulit move on" dari manusia :)

berikut tulisan saya soal hal ini, smoga bisa menambah wawasan :

http://berbagi-sharing.blogspot.co.id/2017/06/the-creator-love-story.html


 :afro:
May 10, 2018, 09:25:34 PM
Reply #7
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 57
  • Denominasi: Protestan
Berkaitan dengan topik dari bro Clay tentang solidaritas, dan juga pertanyaan saya yang sebenarnya sudah lama ada, maka saya coba merumuskan pertanyaan-pertanyaan saya ini.

1. Apakah benar bahwa Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Allah dipahami sebagai roh, dan roh tentu saja tidak berwujud, sekalipun terkadang dapat mewujud. Dalam Alkitab, Allah menyatakan dirinya sebagai "Aku ada" kepada Musa, dan akhirnya mengambil wujud sebagai Manusia melalui Yesus Kristus. Dari kata "solider" yang berkaitan dengan makna "padat" atau "solid", sangat tampak bahwa Sesuatu yang bersifat immaterial ini (sepertinya) ingin "memadat" dalam wujud materi.


2. Mengapa kira-kira Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Tentu saja ini pertanyaan yang mustahil dijawab karena siapakah yang dapat memahami Allah selain Roh-Nya sendiri? Namun sebagai manusia, paling tidak saya berusaha menduga-duga, mengapa demikian. Apakah yang begitu menarik pada materi yang berwujud sehingga Allah harus "memadatkan" diri-Nya? 

Silakan.

SAYA SAMASEKALI TIDAK MELIHAT ALLAH DALAM ALKITAB JATUH CINTA KEPADA MATERI HANYA KARENA DI DALAM KRISTUS YESUS IA MENJADI MANUSIA, KARENA TUJUANNYA SBB:

Kej 1:27  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Kej 3:7  Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Kej 3:8  Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
Kej 3:9  Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
Kej 3:10  Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
PADA SAAT ITU MANUSIA TIDAK LAGI BISA BERKOMUNIKASI LANGSUNG DENGAN ALLAH KARENA ROHNYA MATI SEHINGGA MEREKA DIUSIR DARI TAMAN EDEN

Kej 3:15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Kej 3:16  Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
Kej 3:17  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
Kej 3:18  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
Kej 3:19  dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Yoh 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
INILAH ALASANNYA MENGAPA YESUS DATANG KE DUNIA YAITU UNTUK MEMULIHKAN HUBUNGAN ANTARA ALLAH DENGAN MANUSIA DENGAN MENGHIDUPKAN KEMBALI ROHNYA SEBAGAIMANA YANG YESUS NYATAKAN DALAM Yoh.3:5-7






May 10, 2018, 09:56:34 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3594
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
"Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk  kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu." (Yesaya 64:8)


Allah menjadikan segala sesuatu baik adanya, segala sesuatu sempurna adanya.

Yg ilahi menjadi materi

Semua itu terjadi sejak manusia dengan suka rela menanggalkan "jubah" rahmat yg dikaruniakan TUHAN kepada dirinya dan menggantikannya dengan  "Jubah" dosa dan mewariskan jubah itu kepada seluruh keturunannya. Allah menciptakan segala hal dalam kesempurnaan dan harmoni, namun dosa menghancurkan harmoni alam. Tidak ada ciptaan yg memakan ciptaan lainnya namun sejak dosa beranak pinak, manusia dan hewan pun memangsa/ mengkonsumsi mahkluk hidup lainya.

Allah menciptakan singa tanpa kebuasan dan ular tanpa racun, sekarang singa buas dan ular beracun.  Apa yg telah dirusak oleh manusia kelak akan diperbaharui semua oleh TUHAN seperti yg difirmankan Nabi Yesaya.

Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput  , singa akan makan jerami seperti lembu  dan ular  akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku m  yang kudus," Firman Tuhan. (Yesaya 65:25)

Banyak dari kita yang berpikir dengan cara manusia. Manusia lebih suka membinasakan, menghancurkan tidak memelihara.

Dalam diskusi panjang saya tentang doktrin Maria di forum ini, seringkali saya mendapatkan pernyataan : "Jika Maria menolak, Allah akan memilih wanita lain." Pernyataan spekulatif ini jauh dari kebenaran Alkitab di mana Maria menerima perutusan sebagai Bunda Allah. Pernyataan diatas bahwa Allah dapat memilih wanita lain jika Maria menolak, adalah pemikiran manusia. Sebab jika kita melihat kepada Alkitab, cara kerja Allah tidaklah demikian. Ini bisa kita lihat ketika Adam dan Hawa berdosa. Allah tidak membinasakan keduanya dan kemudian menciptakan manusia baru dan alam baru.Sebab dalam terang kebijaksanaan Ilahi Allah telah mampu melihat menembus dimensi waktu, dan Ia telah mempersiapkan segala sesuatunya. Apa yg dirusak oleh orangtua pertama kita, diperbaharui oleh-Nya dan dengan Diri-Nya Dia memperbaharui itu semua. Tidak dengan jalan merusak ciptaan-Nya dan membangun lagi yg baru tetapi dengan cara masuk dalam dimensi waktu, mengambil bentuk materi SABDA YANG MENJADI DAGING. Yang lahir dari seorang perempuan ciptaan-Nya yg sempurna tak bernoda Maria .
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
May 11, 2018, 10:08:15 AM
Reply #9
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6290
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Saya pikir mgkn sejak semula desain Tuhan tidak sama dg kondisi riil saat ini.

Tuhan mciptakan manusia (Adam) sbg ciptaan spiritual, shg yg spiritual ini bisa berhubungan/bersekutu dg Dia.
Walaupun Adam diciptakan dengan tubuh jasmaniah, tp tubuh ini pun spiritual.
Makanya sblm jatuh dalam dosa, Adam bisa bersekutu sehari-hari dengan Tuhan.

Itulah desain Tuhan.
Kelak ketika dunia ini sudah berakhir dan diciptakan dunia baru, kita semua manusia tetap akan bertubuh namun tubuh kita kembali spiritual (tubuh kemuliaan), kita bisa berjalan bersama Tuhan dan bersekutu dg Dia selama-lamanya di sorga maupun bumi baru.

Tubuh kitapun spiritual lagi.

-------

Saat manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan kemuliaan ilahi dan lama-kelamaan manusia (bukan hanya dari sisi tubuh jasmani) menjadi daging dan bersifat kedagingan. Inilah yg mgkn disebut 'materi'.

Utk bisa berhubungan/bersekutu dg manusia materi ini maka Tuhan menjadi manusia.

Jd Ia sangat mengasihi kita, bukan mengasihi kita-yang-materi, tp mengasihi kita. Ia menjadi spt 'kita-yang-materi' krn begitu besarnya Ia mengasihi kita.

Ia 'downgrade' bgitu banyak, yg transenden jadi imanen, yg imanen pun downgrade sampai level tertentu hingga Ia bisa bersekutu dg kita yg 'kedagingan'.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)