Author Topic: Allah yang jatuh cinta kepada materi  (Read 1092 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 22, 2018, 04:48:54 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9072
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Kalo menurut Kitab Suci banyak broh...

Ibr 12:1  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

saksi disitu kata dasarnya adalah μάρτυς

https://www.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?t=kjv&strongs=g3144

Itu saja di abad pertama. Kalo dihitung sampai abad 21 bisa jadi awan badai bro...

puji Tuhan kalo begitu :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
May 30, 2018, 01:53:05 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Tidak ada istilah memadatkan didalam Alkitab melainkan Allah inkarnasi menjadi manusia.

Roh tetaplah Roh tidak bisa menjadi padat bung !
Karnal alias daging kan padat?
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
May 30, 2018, 10:19:39 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2215
Karnal alias daging kan padat?

Yang ditanya proses menjadi padat (memadatkan) itu apa ayatnya ?

Tolong logikanya dipakai ya !

June 11, 2018, 12:47:15 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Yang ditanya proses menjadi padat (memadatkan) itu apa ayatnya ?

Tolong logikanya dipakai ya !
Sebenarnya sih saya sedang tidak membahas ayat apapun, tapi kalau anda maunya kelihatan sebagai ayatollah, ya ini saya kasih,

Yoh 1:14  και ο λογος  σαρξ εγενετο

Logos itu menjadi daging.

Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
June 11, 2018, 07:51:03 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
Yang ditanya proses menjadi padat (memadatkan) itu apa ayatnya ?

Tolong logikanya dipakai ya !

solascripturamu itu apa ayatnya?

tolong logikanya dipakai ya !

ahahaha....
June 12, 2018, 01:06:44 PM
Reply #25
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 299
  • Denominasi: Katolik
Berkaitan dengan topik dari bro Clay tentang solidaritas, dan juga pertanyaan saya yang sebenarnya sudah lama ada, maka saya coba merumuskan pertanyaan-pertanyaan saya ini.

1. Apakah benar bahwa Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Allah dipahami sebagai roh, dan roh tentu saja tidak berwujud, sekalipun terkadang dapat mewujud. Dalam Alkitab, Allah menyatakan dirinya sebagai "Aku ada" kepada Musa, dan akhirnya mengambil wujud sebagai Manusia melalui Yesus Kristus. Dari kata "solider" yang berkaitan dengan makna "padat" atau "solid", sangat tampak bahwa Sesuatu yang bersifat immaterial ini (sepertinya) ingin "memadat" dalam wujud materi.


2. Mengapa kira-kira Allah (sepertinya) jatuh cinta (atau katakanlah mencintai) materi yang berwujud?

Tentu saja ini pertanyaan yang mustahil dijawab karena siapakah yang dapat memahami Allah selain Roh-Nya sendiri? Namun sebagai manusia, paling tidak saya berusaha menduga-duga, mengapa demikian. Apakah yang begitu menarik pada materi yang berwujud sehingga Allah harus "memadatkan" diri-Nya? 

Silakan.

1. Allah memang jatuh cinta kepada materi khususnya manusia yang terdiri dari roh dan tubuh. Kalau Allah tidak mencintai manusia buat apa Allah repot- repot berinkarnasi menjadi manusia dan wafat di kayu salib dengan maksud menebus dosa manusia. Sebelumnya Allah juga mengirimkan para nabi kepada manusia untuk memalingkan manusia dari kesesatan kepada kebenaran.
Ini semua adalah bukti bahwa Allah benar- benar mencintai manusia.

2.Allah mencintai materi yang berwujud khususnya manusia karena manusia adalah ciptaan yang dibuat dengan citra Allah yang tidak dimiliki ciptaan lain sehingga manusia dianugrahi akal budi, kehendak bebas yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karena diciptakan dengan citra Allah inilah maka manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang bisa berakhir di Surga atau neraka.
Sedangkan mahluk lain karena tidak diciptakan menurut citra Allah tidak dituntut pertanggungjawaban oleh Allah.
Selain itu manusia akan mengalami kebangkitan badan yang berarti tubuh manusia tetap berharga di hadapan Allah. Bila tubuh manusia tidak berharga hanya roh manusia yang berharga, maka tidak diperlukan kebangkitan badan.

Thanks bro-bro atas masukannya. Pertanyaan saya berkaitan dengan topik ini, jika benar bahwa Allah jatuh cinta kepada materi, atau bahwa dunia materi adalah perwujudan kasih Allah, apakah dapat dikatakan bahwa Allah sebenarnya membutuhkan dunia materi?

Allah tidak membutuhkan apapun atau kekurangan apapun. Allah jatuh cinta kepada materi bukan berarti Allah membutuhkan dunia materi  tetapi sebagai perwujudan kasih Allah. Dan Allah berkehendak menciptakan dunia materi sebagai perwujudan kasih-Nya.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
June 12, 2018, 01:33:06 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Allah tidak membutuhkan apapun atau kekurangan apapun. Allah jatuh cinta kepada materi bukan berarti Allah membutuhkan dunia materi  tetapi sebagai perwujudan kasih Allah. Dan Allah berkehendak menciptakan dunia materi sebagai perwujudan kasih-Nya.
Bagaimana dengan kasih? Bukankah kasih membutuhkan obyek dari kasih tersebut, atau dengan kata lain, diperlukan dua belah pihak untuk membuktikan adanya kasih?

Bukankah Allah membutuhkan dunia ini supaya kasih-Nya terwujud?
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
June 12, 2018, 05:03:44 PM
Reply #27
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 299
  • Denominasi: Katolik
Bagaimana dengan kasih? Bukankah kasih membutuhkan obyek dari kasih tersebut, atau dengan kata lain, diperlukan dua belah pihak untuk membuktikan adanya kasih?

Bukankah Allah membutuhkan dunia ini supaya kasih-Nya terwujud?

Allah bukanlah manusia yang membutuhkan segala sesuatu, sebaliknya Allah adalah Maha Pemberi yang mencukupi segala kebutuhan manusia.
Allah bukanlah manusia yang lemah sehingga galau, kesepian, butuh makan, istirahat .
Menyebutkan Allah membutuhkan sesuatu sama saja merendahkan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Kuat dan Maha Pemberi yang secara tidak langsung adalah penghinaan kepada Allah.
Allah sebagai kasih bukan berarti Allah membutuhkan sesuatu untuk dikasihi melainkan menginginkan sesuatu untuk dikasihi.
Jadi walaupun Allah tidak pernah menciptakan sesuatu, Dia tidak pernah kekurangan.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 05, 2018, 07:59:50 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Bagaimana dengan kasih? Bukankah kasih membutuhkan obyek dari kasih tersebut, atau dengan kata lain, diperlukan dua belah pihak untuk membuktikan adanya kasih?

Bukankah Allah membutuhkan dunia ini supaya kasih-Nya terwujud?



Benar, namun bukan kasih manusia yg Allah butuhkan, sebab kasih manusia tidak memiliki TAKARAN yg selevel dengan KASIH Allah. Jika Allah mengasihi maka balasan Kasih yang ia terima haruslah memiliki TAKARAN YG SEMPURNA dengan Kasih Allah yg sempuran. Karena manusia tidak bisa mengasihi Allah dengan sempurna maka manusia TIDAK BISA MEMENUHI KEBUTUHAN ALLAH AKAN KASIH, dan oleh karenanya Allah sesungguhnya tidak membutuhkan manusia. Jika Allah mengasihi Manusia itu karena Allah MEMILIH UTK MENGASIHI, Allah bebas pula utk memilih tidak mengasihi.

Kembali ke soal kasih timbal balik.. dengan demikian Kasih apakah yg bisa diterima Allah yg sesuai dengan TAKARAN kasih Allah? Jawabannya ada pada KASIH TRINITAS... berikut jawaban yg saya copas dari  katolisitas.org

... mengasihi, yaitu memberikan dirinya kepada orang lain dalam persekutuannya dengan sesama. Maka ‘mengasihi’ di sini melibatkan pribadi yang lain, yang menerima kasih tersebut. Kalau hal ini benar untuk manusia pada tingkat natural, maka di tingkat supernatural ada kebenaran yang sama dalam tingkatan yang paling sempurna. Jadi Tuhan tidak mungkin Tuhan yang ‘terisolasi’ sendirian, namun “keluarga Tuhan”, dimana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud, dan dapat menjadi contoh sempurna bagi kita dalam hal mengasihi. Dalam hal ini, hubungan kasih timbal balik antara Allah Bapa dengan Putera-Nya (Sang Sabda) ‘menghembuskan’ ROH KUDUS; dan ROH KUDUS kita kenal sebagai Pribadi Allah yang ketiga.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 07, 2018, 01:17:23 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 863
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Bagaimana dengan kasih?
Bukankah kasih membutuhkan obyek dari kasih tersebut, atau dengan kata lain,
diperlukan dua belah pihak untuk membuktikan adanya kasih?

Bukankah Allah membutuhkan dunia ini
supaya kasih-Nya terwujud?

Ya, kurasa hrs begitu wujud kasih itu, hrs ada dua
Maka dr satu hrs jadi dua lalu jadi satu oleh kasih
Menjadikan sedaging.

Ttg jatuh cinta itu hrs dr atas ke bawah. Itu jatuh.
Mungkinkah pelukis tidak mencintai lukisannya?
Jika mungkin, apa alasannya, jika tak, Mengapa.

Salam Damai!


Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)