Author Topic: Allah yang jatuh cinta kepada materi  (Read 1321 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 06, 2019, 09:37:54 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3003
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Sekedar opiniku saja.

Menurut pendapatku, Allah bukan karena jatuh cinta kepada materi sehingga Dia mengasihi manusia, melainkan karena Dia konsisten, menghormati 'diri'-Nya. Kugunakan tanda petik tunggal untuk diri itu karena Dia nirwujud, tidak berbentuk, Dia adalah Roh. Allah mengasihi manusia karena ada bagian 'diri'-nya diberikan kepada manusia.

Dengan membaca Alkitab, dan mendapat pengajaran dari pihak yang kompeten mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus, diketahui bahwa segala sesuatu selain manusia diciptakan sekali bersabda saja, maka jadilah. Khusus pada manusia (Adam), Dia mencipta dua kali proses. Pertama, Dia mengambil tanah, yang sudah diciptakan saat mencipta bumi, kemudian Dia membentuknya. Kedua, lanjutan dari tanah yang dibentuk itu, Dia meniupkan nafas hidup kepada tanah yang sudah dibentuk itu, maka jadilah manusia.

Allah mengasihi manusia yang dua kali diproses dalam penciptaannya. Menurut pendapatku, Allah menghormati, menghargai, dan mengasihi nafas hidup yang ditiupkan-Nya kepada materi (tanah yang sudah dibentuk itu). Karena manusia itu terdiri dari materi (tanah yang sudah dibentuk oleh Allah) dan nafas hidup yang langsung dari Allah, yang sudah menjadi satu kesatuan, maka Allah mengasihi nafas hidup dan materi sekaligus, wadah dari nafas hidup yang ditiupkan-Nya. Nafas hidup yang dari Allah itu, dikasihi sekaligus dengan materi wadahnya.

Allah konsisten, menghargai, menghormati, mengasihi bagian dari 'diri'-Nya yang ditiupkan kepada manusia. Karena kasih-Nya kepada Manusia, Allah merelakan Anak Tunggal-Nya menjadi manusia, yang juga memiliki materi (daging dan darah), agar manusia tetap hidup. Allah mengatakan roh penurut. Maka nafas hidup manusia yang sudah berada di materi (tubuh manusia) akan jatuh ke dalam dosa, ketika si manusia bersangkutan jatuh ke dalam dosa. Untuk menyelamatkan nafas hidup yang sudah ditiupkan kepada manusia itu pula maka Yesus Kristus berinkarnasi.

Allah mengetahui bahwa tidak semua manusia (materi dengan nafas hidup) berkenan dikasihi. Walau pada proses penciptaan manusia sudah diperintahkan untuk taat, dengan kedatangan Yesus Kristus juga manusia diperintah untuk taat, Allah mengetahui bahwa ada saja manusia yang tidak taat. Maka, neraka disediakan untuk menyiksa secara kekal bagi manusia yang mengeraskan hati tidak taat.

Yang ingin kusampaikan, menurut pendapatku, Allah mengasihi manusia bukan karena jatuh cinta kepada materi, melainkan karena Allah menghormati, menghargai nafas hidup yang ditiupkan-Nya kepada manusia. Namun, dengan konsisten Allah mengetahui bahwa ada nafas hidup itu yang terjerumus oleh sikap dari materi wadahnya. Untuk yang terjerumus itu, Allah merelakan menyiksanya secara kekal di neraka setelah penghakiman terakhir. Hal penyiksaan bagi pembelot, sudah dibertitahukan kepada masnusia, yaitu ketika mencipta Adam dikatakan mati apabila meraba pohon di tengah taman, dan ketika Yesus memberi contoh dan pengajaran.

Begitu di pemahamanku, yang melanglang buana.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)