Author Topic: Penggolongan Kekristenan berdasarkan Yakin/Kurang Yakin masuk Surga  (Read 1148 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 17, 2018, 04:50:34 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
Nah, bener kan apa yang saya katakan di awal.
Banyak sekali yang susah percaya apa adanya yang tertulis di alkitab.
Sudah sangat amat jelas sekali ditulis manusia dibenarkan oleh iman, bukan perbuatan, tapi masih aja dipaksain harus ada perbuatan.

Sampe bilang yang percaya "Allah yang membenarkan orang durhaka" itu kayak setan. Padahal alkitab menulis yang percaya itu adalah Abraham.

Ini ayatnya:
4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."


Memang pada akhirnya ketika iman itu menghasilkan perbuatan baik, dikatakan iman itu menjadi sempurna. Tapi Abraham dibenarkan jauh sebelum ia menghasilkan perbuatan baik. Dan bahkan jelas tertulis dengan sangat tegas, perbuatan itu sama sekali BUKAN dasar dari pembenaran oleh Allah. 'Berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya'

Tapi orang yang gak percaya akan terus maksa menjadikan perbuatan sebagai syarat.
kalo bukan syarat...
kalo dibilang gini elo setuju gak..

"Perbuatan BERKORELASI dengan Keselamatan"

nurut elo setuju gak?
May 17, 2018, 05:21:08 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
lohhhhh cuma copas tanpa komen masih meradang aja

lagi ah :

Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

;D ;D
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
May 17, 2018, 06:09:45 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
lohhhhh cuma copas tanpa komen masih meradang aja

lagi ah :

Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

;D ;D
Misalnya anak lu nanya sama elu, 'Pa, saya dan pacar saya sudah saling mencinta, boleh gak tidur bersama?'

Elu jawab dengan copas tanpa komen "Pergilah, dan perbuatlah demikian!". Lalu anak lu bunting duluan, masa depan ancur gara2 bapaknya kasih nasehat sesat tapi ngotot dengan bodohnya bilang cuman copas alkitab tanpa komen kok.

Jadi sekedar renungan buat lu aja.

Nah copasan elu dari dua bagian alkitab ini saya setuju banget. Tapi diantaranya sya tambahin satu ayat ya.

Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?
Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

Oke Hen?   ;D ;D
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
May 17, 2018, 06:13:20 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
kalo bukan syarat...
kalo dibilang gini elo setuju gak..

"Perbuatan BERKORELASI dengan Keselamatan"

nurut elo setuju gak?
Bukannya ayatnya sudah jelas? Kenapa bikin istilah lagi KORELASI?
Coba jelasin lebih detail dong.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
May 18, 2018, 12:44:51 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 582
saya rasa ini masalah sudut pandang saja

1. yakin selamat --> berbuat baik
2. berbuat baik --> yakin selamat

yang manapun yang anda yakini (1 atau 2) saya rasa kita semua sepakat bahwa surga untuk orang beriman yang berbuat baik dan orang beriman yang berbuat baik berhak masuk surga
« Last Edit: May 18, 2018, 12:52:58 PM by rama noor »
May 18, 2018, 07:17:40 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
dr thread ini udah jelas kan kliatan "golongannya" ;D

soal percayanya kurang lebih sama

hanya "titik berat"nya aja yang beda :)
dan beberapa orang "sangat sensitif" kalo ada orang berusaha mengalihkan fokus "titik beratnya" itu :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
May 18, 2018, 09:19:59 AM
Reply #26
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Yang aku tangkap dari pembicaraan kalian selama ini dan setelah membaca banyak artikel Kristen adalah bahwa gereja nomor 2 dan 3 di atas mempercayai manusia masih mampu mengubah anugrah Allah. Menurut teologi Arminian: perbuatan memilih Yesus adalah kemampuan/kehendak bebas manusia utk memilih selamat. Jadi walaupun berdosa, manusia masih tidak terlalu jauh dari kesempurnaan yg di awal. Manusia masih mampu secara sadar memilih yg benar.  Namun manusia yg selamat itu "beresiko" juga menjadi tidak selamat. Kemungkinan untuk lalai menjaga keselamatan itu sangat2 kecil namun ada kemungkinan tersebut. Perbuatannya yang sangat lalai dan buruk beresiko menyebabkan kondisi dari selamat menjadi tidak selamat.

Sementara teologi Reformed mempercayai Anugrah Allah adalah tetap sampai akhir. Salah satu yg dipercayai Reformed adalah OSAS (Once Saved, Always Saved) --> paling pede masuk Surga.

 :D
« Last Edit: May 18, 2018, 09:38:31 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
May 18, 2018, 09:49:07 AM
Reply #27
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6336
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Iman mlahirkan perbuatan, itulah Kekristenan.
Kl beriman pasti berbuat, berbuat pasti tanda iman.
Gak bisa dipisah-pisah.
Dalam definisi iman, disitu terkandung perbuatan sbg tanda iman. Bagi orang beriman, perbuatan adalah wujud dari imannya.

Itu pengertian yg sudah pasti benar dan diterima semua denominasi.

Yg jadi perdebatan, siapa yg energize proses tsb.

Ada yg berpikir Allah sekian persen, manusia sekian persen,
Ada yg berpikir semua dari Allah.

Itu aja sih.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 18, 2018, 09:56:08 AM
Reply #28
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6336
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Menurut teologi Arminian: perbuatan memilih Yesus adalah kemampuan/kehendak bebas manusia utk memilih selamat. Jadi walaupun berdosa, manusia masih tidak terlalu jauh dari kesempurnaan yg di awal. Manusia masih mampu secara sadar memilih yg benar.  Namun manusia yg selamat itu "beresiko" juga menjadi tidak selamat. Kemungkinan untuk lalai menjaga keselamatan itu sangat2 kecil namun ada kemungkinan tersebut. Perbuatannya yang sangat lalai dan buruk beresiko menyebabkan kondisi dari selamat menjadi tidak selamat.

Teologi Arminian gak spt itu Bro,
Yg di atas itu ajaran Semi-Pelagian. Itu ajaran yg salah.

Namun memang ada bbrp pendeta yg berkotbah sdmikian rupa shg terdengar spt di atas.

Arminius itu dibesarkan dalam lingkungan Calvinism. Dia jg kenal ajaran Agustinian.
Jadi teologinya tidak jauh-jauh beda amat dari Calvin dan Agustine.

Kira-kira koreksinya spt ini (saya modif dikit kalimat Bro):

perbuatan memilih Yesus adalah kemampuan/kehendak bebas manusia utk memilih selamat. Jadi walaupun berdosa, manusia masih tidak terlalu jauh dari kesempurnaan yg di awal tidak mampu Manusia masih mampu secara sadar memilih yg benar. Maka Allah memberikan 'pervenient grace' pd manusia. Pervenient grace tsb memampukan manusia memiliki freewill utk menerima/menolak Injil. Tanpa pervenient grace manusia tidak akan mampu memilih kebenaran. Namun manusia yg selamat itu "beresiko" juga menjadi tidak selamat. Kemungkinan untuk lalai menjaga keselamatan itu sangat2 kecil namun ada kemungkinan tersebut. Perbuatannya yang sangat lalai dan buruk beresiko menyebabkan kondisi dari selamat menjadi tidak selamat. Ini dikarenakan sejak manusia diberikan pervenient grace, ia tidak lagi kehilangan freewill-nya.

Jadi memang teologi arminian itu melibatkan interaksi antara 'freewill' dan 'pervenient grace'.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 18, 2018, 10:18:54 AM
Reply #29
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Teologi Arminian gak spt itu Bro,
Yg di atas itu ajaran Semi-Pelagian. Itu ajaran yg salah.

Namun memang ada bbrp pendeta yg berkotbah sdmikian rupa shg terdengar spt di atas.

Arminius itu dibesarkan dalam lingkungan Calvinism. Dia jg kenal ajaran Agustinian.
Jadi teologinya tidak jauh-jauh beda amat dari Calvin dan Agustine.

Kira-kira koreksinya spt ini (saya modif dikit kalimat Bro):

perbuatan memilih Yesus adalah kemampuan/kehendak bebas manusia utk memilih selamat. Jadi walaupun berdosa, manusia masih tidak terlalu jauh dari kesempurnaan yg di awal tidak mampu Manusia masih mampu secara sadar memilih yg benar. Maka Allah memberikan 'pervenient grace' pd manusia. Pervenient grace tsb memampukan manusia memiliki freewill utk menerima/menolak Injil. Tanpa pervenient grace manusia tidak akan mampu memilih kebenaran. Namun manusia yg selamat itu "beresiko" juga menjadi tidak selamat. Kemungkinan untuk lalai menjaga keselamatan itu sangat2 kecil namun ada kemungkinan tersebut. Perbuatannya yang sangat lalai dan buruk beresiko menyebabkan kondisi dari selamat menjadi tidak selamat. Ini dikarenakan sejak manusia diberikan pervenient grace, ia tidak lagi kehilangan freewill-nya.

Jadi memang teologi arminian itu melibatkan interaksi antara 'freewill' dan 'pervenient grace'.
trims bang siip atas koreksinya..  :afro:
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)