Author Topic: konsep trinitas  (Read 2912 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 21, 2018, 11:38:24 AM
Reply #50
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Saya lanjut sdikit.

Quote
Kamu bilang Allah itu esa, tp bagaimana esanya Allah tidak seorangpun yg pernah lihat atau bisa mengerti,
Manusia hanya 'menjelaskan scr konseptual' ttg keesaan Allah, itupun sesuai batasan akal budinya.

Ke-esa-an Allah di pikiran manusia hanyalah konsep.
Allah berfirman 'Aku Esa', maka firman itu ditangkap otak manusia, diolah sesuai batasan akal budinya, lalu scr konseptual manusia menginterpretasikan sendiri 'bagaimana rules/aturan/terms keesaan Allah', pdhl orang itu tidak pernah melihat Allah. Dia hanya mendengar saja.

Kadang rules/aturan/terms konseptual yg diciptakan pikiran manusia utk mjelaskan keesaan Allah inilah yg menghambat orang memahami sudut pandang keesaan dalam Kekristenan.

Rules itu dibatasi oleh logika seseorang, logikanya dibatasi oleh gambaran terdekat yg ia miliki pd arti kata 'esa/satu'.
Umumnya gambaran tsb bertitik tolak pd barang jasmani yg satu 'buah' yg jika dibagi akan jadi 'setengah'.

Krn ia hanya punya gambaran jasmaniah spt itu, tentu ia lebih menerima/meyakini ajaran lain yg mudah masuk dg konsepnya tsb.
Ajaran yg pokoknya satu ya satu, satunya itu spt satu unit, dia harus muncul hanya dalam satu wujud, kl warnanya putih maka harus selalu putih, bersuara hanya dalam satu frekuensi, berbicara tidak boleh mengindikasikan variasi atau pembagian, jika lebih dari satu maka pasti bukan satu dan yg tiga tidak mungkin satu,

Padahal mereka tidak pernah melihat yg 'satu' itu dan mungkin ajaran yg mreka yakini pun mngatakan 'yang Satu itu tidak terpahami'.

Krn titik tolaknya berbeda, mreka kmudian menyamakan konsep Kekristenan spt konsep dewa-dewi pagan yg politheisme.

Why? Krn logika mreka memerintahkan demikian.
Inilah jg yg terjadi pd penganut Kristen-unitarian/non-trinitarian.

Contoh yg kami berikan misalnya bicara ttg sesuatu yg bukan materi jasmaniah, misalnya emosi.
Emosi manusia hanya 1, namun ekspresinya macam-macam, tidak bisa dibagi-bagi (spt contoh cinta atau kehilangan anak), variasinya banyak.

Kami tidak mengharapkan orang pindah iman krn iman datang dari ROH KUDUS, kami cukup senang bila seseorang dapat melihat bhw definisi esa yg dipahami adalah berbeda.
« Last Edit: May 21, 2018, 11:41:44 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 21, 2018, 12:20:38 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
@siip

anda: Contoh yg kami berikan misalnya bicara ttg sesuatu yg bukan materi jasmaniah, misalnya emosi.
Emosi manusia hanya 1, namun ekspresinya macam-macam, tidak bisa dibagi-bagi (spt contoh cinta atau kehilangan anak), variasinya banyak.

saya: menurut anda, apakah manusia bisa mengalami 2 emosi yang berbeda secara bersamaan? misal senang-sedih, cinta-benci, sabar-marah. jika menurut anda bisa, contoh keadaannya seperti apa?
May 21, 2018, 12:47:08 PM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1367
@ronny_het

anda: Kalau kita meyakini Tuhan yang benar itu ESA...logisnya kebenaran sejati ya cuma ada satu juga bro...
saya: okelah saya tambahkan keterangan keadaannya:
1. si A penuh kasih sayang kepada sesama meyakini konsep ketuhanan unitarianisme
2. si B penuh kasih sayang kepada sesama meyakini konsep ketuhanan trinitarianisme
pertanyaanya: menurut anda, konsep ketuhanan siapa yang benar?
Bro...Terus terang saya ga begitu tertarik untuk mempelajari secara mendalam tentang Teori"/istilah" dunia buatan manusia (istilah Unitrianisme, dll)
Pengetahuan yang saya dapat kebanyakan dari HikmatNya (dengan terlebih dahulu berdoa meminta ROH KUDUS untuk menuntun langsung kepada saya), lalu melalui suara hati Dia menuntun pikiran saya...terkadang secara tanpa sadar tangan saya digiring masuk Google,...buka ayat ini...pasal ini di Alkitab online...saya baca...terus dikasih tahu lewat suara hati...yang kamu baca itu artinya begini..begitu...

Salam Damai Bro Rama...
Tuhan memberkati...

May 21, 2018, 01:11:37 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
@ronyy_het

anda: Bro...Terus terang saya ga begitu tertarik untuk mempelajari secara mendalam tentang Teori"/istilah" dunia buatan manusia (istilah Unitrianisme, dll)
saya: jika anda ingin menjawab yang no 2 (si B penuh kasih sayang kepada sesama meyakini konsep ketuhanan trinitarianisme) juga tidak apa-apa

santai saja bro saya bukan tipe orang alergi terhadap keyakinan orang lain selama orang tersebut konsisten dengan apa yang diyakini dan saling menghargai menghormati

saya bertukar pikiran dengan banyak penganut keyakinan bukan untuk mengatakan "kamu salah saya benar" tapi agar kita saling memahami menghargai

dan memang sudah sewajarnya jika suatu penganut keyakinan yakin dengan apa yang diyakininya. karena jika tidak yakin bisa terjadi: senin menganut keyakinan A, selasa menganut keyakinan B, rabu menganut keyakinan C kan konyol jadinya hehe
May 21, 2018, 01:19:36 PM
Reply #54
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
@siip

anda: Contoh yg kami berikan misalnya bicara ttg sesuatu yg bukan materi jasmaniah, misalnya emosi.
Emosi manusia hanya 1, namun ekspresinya macam-macam, tidak bisa dibagi-bagi (spt contoh cinta atau kehilangan anak), variasinya banyak.

saya: menurut anda, apakah manusia bisa mengalami 2 emosi yang berbeda secara bersamaan? misal senang-sedih, cinta-benci, sabar-marah. jika menurut anda bisa, contoh keadaannya seperti apa?


Bisa dong.
Hebat kan emosi kita itu.

Emosi adalah sesuatu yg nyata, namun kita tidak bisa merumuskan emosi seolah benda jasmani.
Tidak ada kuantifikasi, rumus dan hitungan baku utk emosi.

Itulah inti dari ilustrasi soal emosi.

Begitu juga substansi/esensi dari keilahian bukan sesuatu yg dikuantifikasi, dirumuskan dan dihitung seolah fisika.

So kalo ingin belajar memahami konsep keesaan Allah dalam Kekristenan, jangan gunakan paradigma materi jasmani fisik.

Kl tetap mengacu keilahian seolah benda yg dapat dihitung dan dirumuskan, tidak akan pernah nyambung.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 21, 2018, 01:48:25 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
rama & siip,

Karena saya juga sama sama nonK kayak rama, maap saya nyamber post-nya siip ya...


Dalam konteks inilah kita tidak dapat membagi-bagi substance/essence,
Tiga pribadi tidak menjadikan substance terbagi 3 seolah masing-masing 33,3333% krn God's substance/essence bukanlah barang fisik jasmaniah.
Kita tidak bisa mencari contoh pembagian berdasarkan barang fisik jasmaniah.
Kalo saya mencoba perihal [substansi] itu di ilustrasi kue martabak. Infinite kue martabak dibagi dua, substansi di kedua belah tsb tetep. Dibagi berapapun, substansi each part nya tetep (ada kacang, coklat, wijen, susu, tepung, dlsb)  :D.

Pada asumsi Theophany di PL = correct,
maka ilustrasi saya tsb kepakenya hanya di event Theophany (mendadak dalam keadaan dewasa, berkesadaran penuh). Kembali ke ilustrasi martabak : kalo dibuka/diliat/dirasakan itu martabak maka ya tetep aja itu ada/berasa kacang, coklat, wijen, susu, tepung, dlsb.

Nah, bedanya saya dgn Kekristenan, thdp Incarnated Jesus....

versi saya :
Taroh kata event Inkarnasi itu sendiri = Theophany, maka di pov saya, sikon Theophany di PL berbeda dgn sikon Theophany Inkarnasi. Setidaknya di awal keberadaan Yesus (yakni sewaktu sbg bayi) substansinya tidak sama sebelum Yesus inkarnasi.
Kembali ke ilustrasi martabak, kalo dibuka/diliat/dirasakan itu martabak maka isinya/rasanya nggak sekomplit spt yang di event Theophany PL.

versi Kekristenan (yg saya tangkep sendiri) :
Theophany di PL idem blekplek dgn Yesus inkarnasi dimulai sejak sbg bayi.
Both event, [Yesus (Theophany di PL) dan Yesus (bayi)] berkesadaran penuh.
Kembali ke ilustrasi martabak : kalo dibuka/diliat/dirasakan itu martabak maka ya tetep aja itu ada/berasa kacang, coklat, wijen, susu, tepung, dlsb.


Quote
Lebih tepatnya jika kita membuat ilustasi pembagian yg bersifat non-jasmaniah, misalnya cinta atau kesedihan.
Jika seorang mencintai ketiga anaknya, apakah cinta itu terbagi 33% per anak?
Jika seorang kehilangan anak pertama dan kesedihannya 100%, apakah kehilangan anak ke-2 dalam waktu yg sama menjadikan kehilangan atas anak pertama jadi 50%.
No no no.
Cinta/Kesedihan itu sendiri tidak bisa dibagi.
Namun diketika ada event [saya lebih mencintai si bla drpd si blu] ataupun [saya lebih sedih thdp event X drpd event Y] menurut siip (yg saya pandang sbg seorang yg ahli dalam psikolog) itu gimana ya ?

:)
salam.
May 21, 2018, 01:54:08 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
Bisa dong.
Ya sependapat.

Seseorang bisa ada didalam kondisi :
mencintai at the same time membenci seseorang.
Makanya ada lagu berjudul "Benci Tapi Rindu"  :char11:



May 21, 2018, 01:59:45 PM
Reply #57
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
@Odading,

Inkarnasi Yesus Kristus tidak sama dg Theofani.

Di dalam inkarnasi, dari awal mulanya 1 hakikat (substansi) kemudian mengenakan hakikat kedua shg Dia menjadi 2 hakikat 1 Pribadi.

Namun nanti kita melebar ke topik yg berbeda.

Skali lagi Oda, soal substansi ilahi tidak bisa diilustrasikan dg materi jasmani.

Makanya ilustrasi martabakmu akan bubar ketika bicara soal inkarnasi (2 substansi dimana salah satunya substansi ilahi).
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 21, 2018, 02:07:18 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
Begitu juga substansi/esensi dari keilahian bukan sesuatu yg dikuantifikasi, dirumuskan dan dihitung seolah fisika.
Problemnya di saya, kronologi pengertian saya kayak begini siip... sbb :

1. informasi bla3x terkait sesuatu (sebut saja X) diketahui.
2. thdp informasi bla3x diberikan vocabnya, yakni substansi.
3. Dengan demikian, definisi substansi dari X adalah bla3x.

Quote
substansi/esensi dari keilahian
Akibatnya timbul pertanyaan :
A. Apa apa aja itu definisi substansi dari keIlahian ?
B. Apa apa aja itu definisi substansi dari keTidakIlahian ?
Definisi mana yang didapet duluan ? yang A atokah yang B ?

:)
salam.
May 21, 2018, 02:22:25 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
@Odading,

Inkarnasi Yesus Kristus tidak sama dg Theofani.
Oke. Jadi saya salah mengenai kesimpulan saya sendiri mengenai pov Kekristenan thdp Inkarnasi VS Theophany.

Quote
Di dalam inkarnasi, dari awal mulanya 1 hakikat (substansi) kemudian mengenakan hakikat kedua shg Dia menjadi 2 hakikat 1 Pribadi.
Tidakkah event Theophany juga bisa dikatakan spt kalimat di quote atas, siip ?

Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah

Di event tsb, Abraham bilang biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali;, sayangnya tidak ada informasi apakah terjadi event tamu makan ato kagak.

Quote
Namun nanti kita melebar ke topik yg berbeda.
Ya betul. Semoga si pemilik warung nggak cerewet. Hehehe...  :D.

Quote
Skali lagi Oda, soal

substansi ilahi :
tidak bisa diilustrasikan dg materi jasmani
Terus terang, saya nggak bisa menentukan apakah ungu adalah definisi dari substansi ilahi.

Anyway, sebenernya yang saya ingin ketahui ada di sikon kayak sbb :
ketika siip bilang perihal "emosi" ---> siip mengajukan secara ungu.
Namun perihal "emosi" itu sendiri kita bisa definisikan secara berupa : cinta, benci, dlsb.

Kronologinya :
Informasi bla, ble, blu diketahui.
informasi bla, ble, blu dinamakan X, Y, Z.
X, Y, Z dinamakan emosi.
Emosi (which are X, Y, Z) tidak bisa diilustrasikan dg materi jasmani

Oleh karena itu saya mengajukan pertanyaan spt A dan B di post sebelumnya.

Quote
Makanya ilustrasi martabakmu akan bubar ketika bicara soal inkarnasi (2 substansi dimana salah satunya substansi ilahi).
Apakah kalo menurut siip, ilustrasi martabak saya juga bubar (tidak bisa dipake) pada event Theophany ?

:)
salam.
« Last Edit: May 21, 2018, 02:25:41 PM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)