Author Topic: Bermain logika: Kehendak Bebas vs Predestinasi Tuhan  (Read 1110 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 22, 2018, 11:45:14 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 340
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Pertama aku mau bilang kalo aku percaya sama yg namanya nasib, takdir, final destination ups.. maksudku predestination.

Logikaku simple aja:
1. Tuhan itu omniscient (Maha Tau), omnipotent (Maha Kuasa), omnipresent (Maha hadir), dll segala macam Maha Segalanya.
2. Omniscient, omnipotent dan omnipresent menandakan Tuhan tau akan masa depan.
3. Manusia adalah ciptaan Tuhan

Maka aku tarik kesimpulan:
Mau kek gimana bebasnya pun kehendak bebas yg kamu miliki, kalo memang kamu sudah diketahui oleh Tuhan takdirmu misalnya mati ditabrak mobil maka tetap kmu akan mati ditabrak mobil. Kmu tidak akan bisa mengubah cara matimu.

Mengatakan bahwa Tuhan masih belum tau cara mati si Budi berhubung karena kehendak bebasnya bisa mengubah takdir itu sama saja menyatakan Tuhan tidak Maha Kuasa.

Perlu kutegaskan di sini aku bukan menentang Kekristenan aku cuma menyatakan bahwa aku percaya takdir.

Dan aku tidak mengajak teman2 utk percaya sama takdir, aku cuma ingin berargumen saja.
« Last Edit: May 22, 2018, 11:47:46 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
May 22, 2018, 12:17:34 PM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6347
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
https://manusia-biasa-saja.blogspot.co.id/2014/04/nasiiib-oh-nasib.html

It's ok Bro, stiap orang punya pandangan sendiri-sendiri bdsk pengalaman mreka.
Di atas salah satu alternatif penjelasan dari sudut pandang berbeda.

Jikapun Bro tetap myakini takdir sbg penentuan yg tidak bisa diubah, fine Bro, asalkan Bro myakini sesuai Firman Tuhan bhw Allah mentakdirkan Bro utk kebaikan, keselamatan, masa depan penuh harapan dan kemuliaan.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 23, 2018, 08:22:03 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 915
  • Denominasi: Kristen
Pertama aku mau bilang kalo aku percaya sama yg namanya nasib, takdir, final destination ups.. maksudku predestination.

Logikaku simple aja:
1. Tuhan itu omniscient (Maha Tau), omnipotent (Maha Kuasa), omnipresent (Maha hadir), dll segala macam Maha Segalanya.
2. Omniscient, omnipotent dan omnipresent menandakan Tuhan tau akan masa depan.
3. Manusia adalah ciptaan Tuhan

Maka aku tarik kesimpulan:
Mau kek gimana bebasnya pun kehendak bebas yg kamu miliki, kalo memang kamu sudah diketahui oleh Tuhan takdirmu misalnya mati ditabrak mobil maka tetap kmu akan mati ditabrak mobil. Kmu tidak akan bisa mengubah cara matimu.

Mengatakan bahwa Tuhan masih belum tau cara mati si Budi berhubung karena kehendak bebasnya bisa mengubah takdir itu sama saja menyatakan Tuhan tidak Maha Kuasa.

Perlu kutegaskan di sini aku bukan menentang Kekristenan aku cuma menyatakan bahwa aku percaya takdir.

Dan aku tidak mengajak teman2 utk percaya sama takdir, aku cuma ingin berargumen saja.
Masbro,
anda tdk bisa membedakan ke Mahatahuan Allah dgn Takdir.
Kemahatahuan Allah dilihat manusia sbg takdir, padahal dua hal yg sangat berbeda,
Allah Mahatahu,namun Allah tdk menentukan apa yg akan terjadi pada anda
May 23, 2018, 09:06:12 AM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 340
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Masbro,
anda tdk bisa membedakan ke Mahatahuan Allah dgn Takdir.
Kemahatahuan Allah dilihat manusia sbg takdir, padahal dua hal yg sangat berbeda,
Allah Mahatahu,namun Allah tdk menentukan apa yg akan terjadi pada anda
Allah tidak menentukan tapi Allah tau apa yang akan kamu pilih. Allah tahu misalnya hari ini kamu akan menggunakan baju kaos warna merah, kamu akan lupa membawa hp, kamu akan pulang ke rumah pada pkl. 21.15 dan kamu akan masuk kamar tidur pada pkl. 23.10.

Menurut pendapatku: tergantung dari cara kamu memandangnya, itu boleh dikatakan takdir, boleh juga tidak.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
May 23, 2018, 09:19:18 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 915
  • Denominasi: Kristen
Allah tidak menentukan tapi Allah tau apa yang akan kamu pilih. Allah tahu misalnya hari ini kamu akan menggunakan baju kaos warna merah, kamu akan lupa membawa hp, kamu akan pulang ke rumah pada pkl. 21.15 dan kamu akan masuk kamar tidur pada pkl. 23.10.

Menurut pendapatku: tergantung dari cara kamu memandangnya, itu boleh dikatakan takdir, boleh juga tidak.
Cara pandang manusia dibandingkan dgn Allah bagai bumi dgn langit.
Yesaya 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Kemahatahuan Allah membuat semuanya terbuka, seolah semua sdh ditetapkan/ditakdirkan.
Ibrani 4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.



May 23, 2018, 09:25:45 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 340
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Allah tahu misalnya hari ini kamu akan menggunakan baju kaos merah dan kamu akan tetap pada akhirnya menggunakan kaos merah kecuali jika Allah karena alasan tertentu meng-interupsi kehendak bebasmu dan mendesak kamu hingga pada akhirnya kamu yg uda mau pakai kaos merah tiba2 berubah pikiran menjadi memakai baju batik. Dalam hal ini keinginan Tuhan mengalahkan kehendak bebasmu dan Allah sendiri yg mengubah takdir, bukan kehendak bebasmu.

Tidak berdasar Alkitab, menurut pendapatku aja. Bebas utk disanggah.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
May 23, 2018, 09:29:53 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 915
  • Denominasi: Kristen
Allah tahu misalnya hari ini kamu akan menggunakan baju kaos merah dan kamu akan tetap pada akhirnya menggunakan kaos merah kecuali jika Allah karena alasan tertentu meng-interupsi kehendak bebasmu dan mendesak kamu hingga pada akhirnya kamu yg uda mau pakai kaos merah tiba2 berubah pikiran menjadi memakai baju batik. Dalam hal ini keinginan Tuhan mengalahkan kehendak bebasmu dan Allah sendiri yg mengubah takdir, bukan kehendak bebasmu.

Tidak berdasar Alkitab, menurut pendapatku aja. Bebas utk disanggah.
Apapun pilihanmu, berapa kalipun kamu ganti pilihan, tdk ada yg tersembunyi bagi Allah,
Itu yg kamu pikir sbg takdir
May 23, 2018, 10:06:17 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 915
Pertama aku mau bilang kalo aku percaya sama yg namanya nasib, takdir, final destination ups.. maksudku predestination.

Logikaku simple aja:
1. Tuhan itu omniscient (Maha Tau), omnipotent (Maha Kuasa), omnipresent (Maha hadir), dll segala macam Maha Segalanya.
2. Omniscient, omnipotent dan omnipresent menandakan Tuhan tau akan masa depan.
3. Manusia adalah ciptaan Tuhan

Maka aku tarik kesimpulan:
Mau kek gimana bebasnya pun kehendak bebas yg kamu miliki, kalo memang kamu sudah diketahui oleh Tuhan takdirmu misalnya mati ditabrak mobil maka tetap kmu akan mati ditabrak mobil. Kmu tidak akan bisa mengubah cara matimu.

Mengatakan bahwa Tuhan masih belum tau cara mati si Budi berhubung karena kehendak bebasnya bisa mengubah takdir itu sama saja menyatakan Tuhan tidak Maha Kuasa.

Perlu kutegaskan di sini aku bukan menentang Kekristenan aku cuma menyatakan bahwa aku percaya takdir.

Dan aku tidak mengajak teman2 utk percaya sama takdir, aku cuma ingin berargumen saja.

Quote
Maka aku tarik kesimpulan:
Mau kek gimana bebasnya pun kehendak bebas yg kamu miliki, kalo memang kamu sudah diketahui oleh Tuhan takdirmu misalnya mati ditabrak mobil maka tetap kmu akan mati ditabrak mobil. Kmu tidak akan bisa mengubah cara matimu.

Tuhan tahu lebih dahulu tentang apa polah tingkah seseorang sepanjang riwayat hidupnya , kehendak bebas ybs itulah yang membentuk hasil akhir akan adanya riwayat itu kan ?, dan itu telah diketahui sebelumnya krn Tuhan Maha Tahu, kalau itu yang sdr revoltzer katakan sbg takdir , jwbnya: ya.

Sama juga spt kelinci x , nantinya akan dimakan harimau y atau ular z , Tuhanpun juga telah tahu.

Tetapi semua itu ada dalam satu batasan alam sementara ini , jadi semuanya sbg makhluk jasmaniah yang menjalani keniscayaan hidup di alam sementara dan setelah mati fisiknya kodratnya mengharuskan selesai (kodrat alam sementara).



Quote
Mengatakan bahwa Tuhan masih belum tau cara mati si Budi berhubung karena kehendak bebasnya bisa mengubah takdir itu sama saja menyatakan Tuhan tidak Maha Kuasa.

Tuhan maha tahu jadi tahu persis apapun hasil akhir sejak dari awal termasuk untuk Budi,( Budi akan menggoreskan apapun sepanjang hidupnya telah diketahui sejak awal ), mungkin masalahnya tidak cukup sederhana ketika didalam Budi ada Budi’s spirit yang mana kodrat alam sementara hanya pasti akan membawanya (Budi’s spirit = B’s) terpisah total dengan Tuhan/ tidak akan bisa kembali kea lam kekal dimana B’s berada sebelum lahir di bumi ini , dan sebenarnya pertanyaan penting disini kok bisa B’s tiba2 ada di tubuh Budi ? , pasti Tuhan yang menempatkannya kalau Tuhan yang menempatkannya masak sih akan dibiarkan hilang secara kodrati alam sementara?, jadi pastilah Tuhan ikut campur dalam hidupnya supaya tercapai tujuanNya sejak sebelum dunia fisik ini dijadikan , apa itu ?.


Quote
Perlu kutegaskan di sini aku bukan menentang Kekristenan aku cuma menyatakan bahwa aku percaya takdir.
Nggak masalah itu ok.

Hanya pengertiannya bukan masuk berlian ----> keluar berlian (alam sementara tak berfungsi), tapi masuk bahan baku ---->  Keluar bisa “menang”=berlian bisa “kalah”= sampah( diproses Tuhan di alam sementara ini ) , kalau gak ada yang masuk -------> Gak ada hasil “menang” atau “kalah” , kalau masuknya sampah ------> pasti dibakar.



Salam.
May 23, 2018, 12:49:00 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4653
  • Gender: Male
Pertama aku mau bilang kalo aku percaya sama yg namanya nasib, takdir, final destination ups.. maksudku predestination.

Logikaku simple aja:
1. Tuhan itu omniscient (Maha Tau), omnipotent (Maha Kuasa), omnipresent (Maha hadir), dll segala macam Maha Segalanya.
2. Omniscient, omnipotent dan omnipresent menandakan Tuhan tau akan masa depan.
3. Manusia adalah ciptaan Tuhan

Maka aku tarik kesimpulan:
Mau kek gimana bebasnya pun kehendak bebas yg kamu miliki, kalo memang kamu sudah diketahui oleh Tuhan takdirmu misalnya mati ditabrak mobil maka tetap kmu akan mati ditabrak mobil. Kmu tidak akan bisa mengubah cara matimu.

Mengatakan bahwa Tuhan masih belum tau cara mati si Budi berhubung karena kehendak bebasnya bisa mengubah takdir itu sama saja menyatakan Tuhan tidak Maha Kuasa.

Perlu kutegaskan di sini aku bukan menentang Kekristenan aku cuma menyatakan bahwa aku percaya takdir.

Dan aku tidak mengajak teman2 utk percaya sama takdir, aku cuma ingin berargumen saja.

Takdir artinya adalah keputusan Tuhan atau apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan atas hidup seseorang.
Dalam bahasa Indonesia kata takdir bisa dibaca disini https://kbbi.web.id/takdir

Sedangkan apa yang kamu ungkapkan yang saya baca dalam diskusi diatas adalah Tuhan tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari atas hidupmu dan tidak selalu Allah ikut campur. Ini adalah kehendak bebas manusia, bukan takdir.


Kemudian anda menjelaskan:

Allah tahu misalnya hari ini kamu akan menggunakan baju kaos merah dan kamu akan tetap pada akhirnya menggunakan kaos merah kecuali jika Allah karena alasan tertentu meng-interupsi kehendak bebasmu dan mendesak kamu hingga pada akhirnya kamu yg uda mau pakai kaos merah tiba2 berubah pikiran menjadi memakai baju batik. Dalam hal ini keinginan Tuhan mengalahkan kehendak bebasmu dan Allah sendiri yg mengubah takdir, bukan kehendak bebasmu.

Tidak berdasar Alkitab, menurut pendapatku aja. Bebas utk disanggah.

Kecuali yang kamu sebutkan itu baru namanya takdir.

Tatapi apakah kita tahu bahwa keputusan kita hari ini adalah kehendak bebas kita atau interupsi kehendak Allah? Tidak seorangpun tahu apa yang terjadi dalam hidup kita apakah itu ditakdirkan atau kebebasan kita sepenuhnya. Apakah Allah menginterupsi hidup kita atau tidak. Ketidak tahuan inilah yang menjadi batasan manusia dalam memahami kehendak Allah.

Pengkhotbah 8:17 berkata, "maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya."

Karena kita tidak tahu tenang semua hal ini, maka dari itu kita menerima hukum-hukum Allah dan pengajaran dari-Nya agar kita hidup menurut apa yang telah ditunjukan kepada kita. Karena ketidak tahuan inilah maka kita menerima iman yang diwartakan oleh Tuhan Yesus Kristus sehingga kita memiliki pengharapan akan hidup yang lebih baik di dalam belas kasihan Allah. Jika anda suka merenungkan takdir dan kehendak bebas, ada baiknya anda membaca kitab Pengkotbah sebab disanalah raja Salomo merenungkan semua hal tersebut.

Pengkotbah 12:13-14 menulis kesimpulan akhir perenungan raja Salomo dalam memahami takdir dan kehendak bebas yang diberikan Allah dengan kalimat, "Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat."
May 29, 2018, 01:38:04 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
Tapi menurut saya, ada beberapa "Proyek" besar dari Allah sudah berupa "Ketetapan"(Plot plotnya udah direncanakan-Nya)...walaupun disitu ada peran manusia juga di dalamnya...Allah yang memilih para "Pemeran" manusia" nya ? For example : Rancangan Penebusan/Keselamatan. (Tertulis kalimat Yesus : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat...tidak tahu atau tidak sadar/dipilih/ga bisa ngelak)

Salam Damai...
Tuhan memberkati...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)