Author Topic: Sampai dimana kita "berserah pada Tuhan'?  (Read 641 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 25, 2018, 02:24:47 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 4
  • Denominasi: Protestan
Firman Tuhan memang meminta kita untuk berserah pada kehendakNya, karena sebagai orang percaya kita meyakini rencanaNya selalu indah dan pertolonganNya tak pernah terlambat.
Saya tergelitik menulis topik ini karena banyak saya saksikan di sekitar saya istri-istri yang menjadi korban KDRT suami berkali-kali (sampai harus lapor polisi, divisum dll) tapi toh tetap bertahan dengan berbagai alasan.
Saya ingin mendapat pencerahan dari forum ini. Sebenarnya sampai sejauh mana batasan dari berserah itu? Apakah jika ada istri yang memutuskan untuk berpisah karena merasa keselamatannya terancam, maka itu berarti dia kurang berserah dan lemah imannya? Apakah segala kepiluan dan kesedihan itu Tuhan lah perancangnya?
Terima kasih jika ada yang berkenan merespon. Tuhan Yesus memberkati.
May 26, 2018, 10:24:24 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 799
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Firman Tuhan memang meminta kita untuk berserah pada kehendakNya, karena sebagai orang percaya kita meyakini rencanaNya selalu indah dan pertolonganNya tak pernah terlambat.
Saya tergelitik menulis topik ini karena banyak saya saksikan di sekitar saya istri-istri yang menjadi korban KDRT suami berkali-kali (sampai harus lapor polisi, divisum dll) tapi toh tetap bertahan dengan berbagai alasan.
Saya ingin mendapat pencerahan dari forum ini. Sebenarnya sampai sejauh mana batasan dari berserah itu? Apakah jika ada istri yang memutuskan untuk berpisah karena merasa keselamatannya terancam, maka itu berarti dia kurang berserah dan lemah imannya? Apakah segala kepiluan dan kesedihan itu Tuhan lah perancangnya?
Terima kasih jika ada yang berkenan merespon. Tuhan Yesus memberkati.

Kalau sdh sampai mengancam  keselamatan fisik itu sdh masuk tindakan kriminal..jadi bukan berarti dia kurang berserah.
Mat 7 : 12
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
May 26, 2018, 10:32:36 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9114
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Kalau sampai sudah terjadi KDRT

dalam Kekristenan diperbolehkan berpisah sementara
tapi tujuannya bukan bercerai
supaya "cooling down"
supaya masing2 bisa introspeksi diri dan mengusahakan perdamaian lagi kedepannya
« Last Edit: May 26, 2018, 10:34:49 AM by HenHen »
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
May 29, 2018, 02:51:17 PM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 303
  • Denominasi: Katolik
Kita memang harus berserah pada kehendakNya seumur hidup kita sampai maut memisahkah.
Tetapi mempertahankan suami yang sering melakukan KDRT berkali- kali yang bisa melukai dan mengancam jiwa istri serta anak-anaknya bukan sesuatu yang bijaksana. Dan berpisah dengan suami yang demikian bukan berarti menentang kehendak Tuhan.

Untuk suami yang demikian yang tidak tidak mau berubah memang sebaiknya berpisah sementara, tetapi untuk KDRT yang sangat parah yang membahayakan keselamatan istri dan anak-anaknya , pilihan yang paling tepat adalah berpisah/ bercerai secara resmi melalui pengadilan agama sehingga istri dan anak- anaknya mendapat perlindungan hukum dari negara yang bisa menjebloskan suami kedalam penjara ketika melakukan kejahatan kepada istri dan anak- anaknya.
Tetapi harap diingat bahwa setelah bercerai dengan sang suami , istri tidak boleh menikahi lelaki lain kecuali mantan suami tersebut telah meninggal.

Hal ini bisa menjadi sesuatu yang positif, dimana mantan suami merasa kehilangan istri serta anak- anaknya yang akan memicu sang mantan suami instrospeksi diri, menyesal dan bertobat sehingga timbullah perasaan sayang dan ingin melindungi istri dan anak- anaknya dari mantan suami tersebut.
Setelah diyakini bahwa mantan suami tersebut telah bertobat dan berubah, maka mantan suami tersebut bisa rujuk kembali dengan mantan istrinya dengan kualitas hubungan yang jauh lebih baik.

Tetapi bila setelah rujuk si suami kembali berulah dengan sering melakukan KDRT kembali bahkan lebih parah dari sebelumnya. Bercerailah secara resmi dengan suami tersebut, tidak perlu rujuk kembali karena orang tersebut tidak pantas dipertahankan dan tidak pantas dipercaya.

Bila dikemudian hari istri tertarik dengan lelaki lain, si istri baru boleh menikahi lelaki tersebut bila mantan suami tersebut telah meninggal dunia.

Demikianlah pendapat saya.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
June 13, 2018, 03:39:55 PM
Reply #4
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 246
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Yah masa berserah sampai mati disiksa ? Tinggalkan saja rumah tsb.
dan jika masih dikejar kejar laporkan polisi, RT/RW dan lingkungan.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)