Author Topic: Kacamatanya Allah: Tahukah Allah akan masa depannya sendiri? Dapatkah diubah?  (Read 1876 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 08, 2018, 02:01:38 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 340
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Ingat pertanyaan terkenal ini (salah satu dari sekian banyak pertanyaan kaum skeptis):
"Dapatkah Allah menciptakan sebuah, katakanlah sebuah batu yang sangat besar, terlalu besar sampai diriNya sendiri tidak mampu mengangkatnya?"

Ini disebut paradox karena baik mampu atau tidaknya mencipta atau mengangkat tetap pada akhirnya menunjukkan ketidakMahaKuasaan Allah.

1. Jika Allah mampu mencipta batu tersebut yang membuat Dia tidak mampu mengangkatnya maka Dia tidak Maha Kuasa karena ternyata ada batas kemampuan/tenagaNya.
2. Jika tidak mampu mencipta batu tersebut berarti dia juga tidak MahaKuasa karena tidak mampu menciptakan batu yang seperti itu.

Menurut ak, itu contoh yang kurang baik. Karena itu sama aja dengan bertanya misalnya:
"Dapatkah Allah membikin segitiga dengan empat sisi?"
"Dapatkah Allah (maaf) menghabisi diriNya sendiri?"
dan lain sebagainya.

Itu disebut paradox. Karena saling bertentangan.

Pertanyaan yg jauh lebih berbobot harusnya seperti ini:
Baiklah Allah Mahatau terhadap masa depan manusia. Tapi tahukah Allah akan apa yg akan dilakukan dirinya sendiri?

Perhatikan dua point kronologi ini:
1. Allah pada zaman dahulu kala sebetulnya tau bahwa Dia akan mencipta. Dia akan dbikin susah sama umat manusia.
2. Dia tetap menciptakan jagat raya ini

Mari kita terima kedua premis tersebut bernilai benar. Anggap Tuhan tahu apa yang Dia sendiri akan lakukan.

Pertanyaanku apakah Allah tetap menciptakan jagat raya ini berarti dia 'tunduk' kepada keMahatahuannya sendiri atau dengan kata lain Dia menjalani takdirNya sendiri? Dapatkah Dia melawan kemahatahuannya atau dengan kata lain mengubah masa depannya? Maksudku Dia pada akhirnya tidak jadi mencipta.

Perlu kuberitahu aku bukan mendiskreditkan Tuhan. Aku percaya kepada Kekristenan. Aku cuma ingin bertanya kepada para master di sini.

Premis2 di atas menuntunku kepada kesimpulan Tuhan Maha Tahu terhadap segala sesuatu hanya berlaku kepada manusia saja. Untuk tahu segala sesuatu tentang dirinya sendiri (terutama apa yg akan Dia lakukan) aku tidak mampu menjawabnya. Karena pertanyaan
mirip paradox di atas yg telah kusampaikan di atas.

Karena itu aku minta petunjuknya kepada para master di sini. Jadi apakah Tuhan tau dan dapat mengubah masa depannya sendiri? Atau Dia belum tahu masa depannya sendiri?
UPDATE:
sederhananya gini: Anggap Allah punya semacam komputer yg akan menampilkan masa depanNYA sendiri. misalkan masa depannya yg tampil di monitor adalah Allah mecipta jagat ini. Pertanyaannya: Dapatkah Allah maksa utk tidak mencipta? Kalo menurutku sendiri sih kayaknya utk masa depan diriNYA sendiri kayaknya Allah tidak MahaTau. Dia Maha Tahu utk masa depan manusia. Tapi mungkin Dia tidak mahatahu utk diriNya sendiri?
« Last Edit: June 08, 2018, 10:41:52 PM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
June 08, 2018, 02:12:30 PM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6347
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Saya meminjam bahasa dari Pak Yusak Tjipto,
Allah bisa mengetahui segala sesuatu, Ia bisa juga 'tidak mau tau'.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 08, 2018, 04:39:47 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12238
    • fossil coral cantik
Ingat pertanyaan terkenal ini (salah satu dari sekian banyak pertanyaan kaum skeptis):
"Dapatkah Allah menciptakan sebuah, katakanlah sebuah batu yang sangat besar, terlalu besar sampai diriNya sendiri tidak mampu mengangkatnya?"
Kalo saya jawabnya "dapat", tapi dengan cara Allah pakai akal, lewat proses.

Pointnya lewat pertanyaan spt sbb dulu :
Dapatkah Allah yg infinite itu meng-finite-kan DiriNya sendiri ?

Sekali jawaban thdp ungu : [YA, Allah dapat meng-finite-kan DiriNya sendiri]
maka pertanyaan di quote atas logically jawabannya : [YA dapat].

Quote
Ini disebut paradox karena baik mampu atau tidaknya mencipta atau mengangkat tetap pada akhirnya menunjukkan ketidakMahaKuasaan Allah.
Nah... apabila jawaban dari pertanyaan ungu [tidak dapat], maka jawaban [tidak dapat] sudah masuk ke kategori bold.

Quote
1. Jika Allah mampu mencipta batu tersebut yang membuat Dia tidak mampu mengangkatnya maka Dia tidak Maha Kuasa karena ternyata ada batas kemampuan/tenagaNya.
2. Jika tidak mampu mencipta batu tersebut berarti dia juga tidak MahaKuasa karena tidak mampu menciptakan batu yang seperti itu.
Oleh karena itu oleh saya : ungu dulu yg tak ajukan  :D.

Quote
Menurut ak, itu contoh yang kurang baik. Karena itu sama aja dengan bertanya misalnya:
A. "Dapatkah Allah membikin segitiga dengan empat sisi?"
B. "Dapatkah Allah (maaf) menghabisi diriNya sendiri?"
dan lain sebagainya.

Itu disebut paradox. Karena saling bertentangan.
IMO, yang A itu, kalimatnya udah duluan paradox - karena kosakata [segitiga] itu ya KARENA mempunyai tiga sisi.

Pada asumsi jawaban pertanyaan ungu "ya", maka jawaban pertanyaan B "dapat" ...
dgn kelanjutan "tapi Dia tidak berkehendak melakukannya".

Quote
Pertanyaanku apakah Allah tetap menciptakan jagat raya ini berarti dia 'tunduk' kepada keMahatahuannya sendiri atau dengan kata lain Dia menjalani takdirNya sendiri?
IMO, keMahaTahuan Allah SBJ mengenai future bukan menjadikan "mao gak mao Allah ngikutin pengetahuanNya mengenai informasi dari future tsb" --- melainkan justru future yang diketahui Allah tsb ditetapkan Allah untuk terjadi. Dengan kata lain, the future YANG diketahui Allah SBJ tsb belon tentu terjadi apabila tidak Allah tetapkan.

Berangkat dari orange - mengaitkan masukkan yg dari siip :
Quote
Allah bisa mengetahui segala sesuatu, Ia bisa juga 'tidak mau tau'.
IMO, sikon perihal "tidak mau tau" ini bisa berupa :
X. kalo the future yang diketahui Allah SBJ tsb tidak Dia tetapkan, maka posibilitas the future itu terjadi ato kagak fifty fifty
Y. Tidak semua about the future Allah berkehendak mengetahuinya SBJ.

Quote
Dapatkah Dia melawan kemahatahuannya atau dengan kata lain mengubah masa depannya?
Dapat.

Quote
Maksudku Dia pada akhirnya tidak jadi mencipta.
Ya dapat.

bersambung
June 08, 2018, 04:39:58 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12238
    • fossil coral cantik
Quote
Perlu kuberitahu aku bukan mendiskreditkan Tuhan. Aku percaya kepada Kekristenan. Aku cuma ingin bertanya kepada para master di sini.
IMO, gak ada sangkut pautnya perihal bold. Toh yg lagi dibicarin ini diperihal logika pemikiran masing2.  :happy0062:

Quote
Premis2 di atas menuntunku kepada kesimpulan Tuhan Maha Tahu terhadap segala sesuatu hanya berlaku kepada manusia saja. Untuk tahu segala sesuatu tentang dirinya sendiri (terutama apa yg akan Dia lakukan) aku tidak mampu menjawabnya.
IMO, Tuhan PASTI TAU segala sesuatu tentang DiriNya sendiri.
Dia pasti tau segala If_Then (which will be infinitely complicated di pov manusia) nya begimana, dan apabila [Then]nya tidak Dia tetapkan, maka [then] itu sendiri mungkin terjadi mungkin tidak terjadi.

Misal...
Berangkat dari pengetahuanNya SBJ about the future, menuntun ke kesimpulan :
If gue mencipta Then gue menjadi repot

Apabila Dia nggak mau [then]nya kayak begitu, namun Dia kekeuh pada [if]nya, maka Dia bisa mengubah itu [Then]nya sehingga nantinya Dia gak menjadi repot. Ataupun mencari akal di [if]nya, mencipta yang kayak begimana agar [then gue menjadi repot] tidak terpenuhi.

Dilain sisi, kalo [then gue menjadi repot] itu Dia tetapkan, so ya otomatis Dia tau nanti DiriNya akan repot  wong itu kan emang jadi KehendakNya Dia sendiri utk menjadi repot.  :char11:

Quote
Jadi apakah Tuhan tau dan dapat mengubah masa depannya sendiri?
IMO, dalam hal yg lagi dibicarakan ini , kosakata [tau] itu bisa didalam dua model :
1. "TAU" karena emang dibikin sendiri kayak demikian
2. TAU karena melalui proses informasi

contoh nomor-1,
taroh kata manusia "maha" mampu - membuat Law dibenaknya kayak gini :
If gue bla3x then gue jadi blu3x
Nah... apabila itu dia tetapkan demikian, ya aplikasinya terjadi demikian.

contoh nomor-2
wanita setelah by information tau bhw punya bayi menyebabkan dirinya repot.
So... "If gue punya bayi Then gue akan repot".
Nah... manusia nggak bisa merubah [then]nya pabila [if]nya demikian.

Nah... pemaparan saya yang [then gue menjadi repot] pada Allah diatas, itu gambaran yang ada di model nomor-2 ... which is by information dimana Allah bisa mengubah [then]nya, bisa let loose [then]nya  (oranye di post sebelumnya), bisa Dia tetapkan [then]nya.

Tapi yang nomor-1 itu sendiri juga possible dimana Allah itu sendiri yang bikin "Law"
[If gue mencipta Then gue menjadi repot]
Otomatis fokusnya disini ada di [if], menciptanya akan kayak begimana agar [then]nya terpenuhi.

Quote
Atau Dia belum tahu masa depannya sendiri?
IMO, jawabannya : X dan Y dan oranye di post sebelumnya + ilustrasi di nomor-1 dan nomor-2 di post ini.

Kesimpulan :
WILL Allah berperan even about Himself :D.
« Last Edit: June 08, 2018, 04:45:47 PM by odading »
June 08, 2018, 05:16:28 PM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 340
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Aku belum sempat membaca lengkap seluruh reply oda yg panjang itu, aku mau post ini salah satu komentar di quora
"If GOD is actually the creator of time and space and hence IT is beyond the physical laws which binds our universe, then surely IT is not from this universe and possibly is bound by some different fundamental laws with numerous dimensions...."
(https://www.quora.com/Can-an-omniscient-God-who-knows-the-future-find-the-omnipotence-to-change-his-future-mind)

Menurutku ada benarnya juga, kita hidup di (anggap aja lah) tiga dimensi, dimensinya Tuhan beda. Waktu mungkin hanyalah imajinasi manusia. Mungkin aja konsep waktu itu tidak ada dalam dimensinya Tuhan.. hmm...  :mad0261:
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
June 08, 2018, 06:28:55 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12238
    • fossil coral cantik
Aku belum sempat membaca lengkap seluruh reply oda yg panjang itu, aku mau post ini salah satu komentar di quora
"If GOD is actually the creator of time and space and hence IT is beyond the physical laws which binds our universe, then surely IT is not from this universe and possibly is bound by some different fundamental laws with numerous dimensions...."
(https://www.quora.com/Can-an-omniscient-God-who-knows-the-future-find-the-omnipotence-to-change-his-future-mind)
Dari link yang sama :

Rationally, God cannot be both omnipotent and omniscient, by the popular definition of omniscience. That is, if he knows all future thoughts and deeds for all eternity, he cannot be omnipotent, because he has no power over his own thoughts and actions.

Kalimat bold itu menurut saya mirip pertanyaan revoltzer yg sbb :
Quote
Pertanyaanku apakah Allah tetap menciptakan jagat raya ini berarti dia 'tunduk' kepada keMahatahuannya sendiri atau dengan kata lain Dia menjalani takdirNya sendiri?

Saya sependapat pada yg oranye apabila dirujuk ke definisi tertentu di perihal MahaTau.
So... yg berdiri sendiri itu ya cuma Maha Kuasa ---> which can be Maha Bisa. It's about ability yang tidak sertamerta artinya pasti diaplikasikan. Bisa tau segalanya - Bisa ada dimana mana.

Model argumen versi saya :
Kalo manusia bisa bikin alat yang merekam kejadian2 yg telah terjadi -
Kenapa Allah nggak bisa bikin alat yang merekam kejadian2 yg akan terjadi ?

berangkat dari argumen tsb :
SBJ Allah punya "tool" terpisah yang merekam segala kejadian2 yg akan terjadi setelah BJ.
Didalam rekaman itu sendiri, ada DiriNya juga disitu.
SBJ, Allah bisa leluasa utk ngliat di PART mana dari rekaman tsb, dan bisa leluasa pula meng-edit, nge-delete ataupun mengganti PART yang Dia kehendaki.  :char11:


Quote
Menurutku ada benarnya juga, kita hidup di (anggap aja lah) tiga dimensi, dimensinya Tuhan beda. Waktu mungkin hanyalah imajinasi manusia. Mungkin aja konsep waktu itu tidak ada dalam dimensinya Tuhan..
Saya salah satu model orang yang gak percaya adanya physical time. IMO, waktu hanyalah konsep dari sesuatu yg bergerak/hidup. Time is an illusion :D
June 08, 2018, 08:45:02 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1437
  • Gender: Female
  • Denominasi: Pentakosta
Pra-pengetahuan Allah berdasarkan keputusan-Nya.
Keputusan-Nya berdasarkan rencana-Nya
Rencana-Nya berdasarkan kehendak-Nya
If you believe what you like in the gospels, and reject what you don't like,
it is not the gospel you believe, but yourself.
~ St.Agustine ~
June 08, 2018, 09:56:16 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 597
Tuhan maha tahu

jika Tuhan ingin merubah masa depan, Tuhan tahu
jika Tuhan tidak ingin merubah masa depan, Tuhan tahu
June 08, 2018, 10:43:29 PM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 340
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
terimakasih semua yg mau berpartisipasi. Aku baru saja mengupdate post no. 1. lihat tanda tulisan UPDATE. silakan diskusi trims Gbu.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
June 09, 2018, 04:31:06 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 597
@revoltzer

anda: Dapatkah Allah maksa utk tidak mencipta?
saya: dapat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)