Author Topic: Kacamatanya Allah: Tahukah Allah akan masa depannya sendiri? Dapatkah diubah?  (Read 1524 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 09, 2018, 08:51:03 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
kalo jawaban saya:

kacamatanya Allah enggak mungkin mampu di comprehend oleh kacamatanya akalbudi manusia..


so... why repot?

dan sangat bahaya misleading..
karena upaya-upaya untuk mencoba semakin menyamai / mendekati komprehensifitas kacamata Allah, bisa menjadi batu sandungan iman manusia, yang mudah tergelincir untuk memegahkan diri karena merasa sudah mampu paham kacamata Allah..

mending kita akui saja secara objektif dan jujur, bahwa semua diskursus kita (dgn asumsi semua member disini adalah manusia), --> ya adalah kacamata manusia --> hence INTERPRETASI MANUSIA atas Firman Tuhan.

kalo sy liat sih mayoritas member sudah berani jujur dan dengan rendah hati mengakuinya..
hanya memang masih ada beberapa gelintir manusia yang masih pengecut dan belum berani untuk mengakui "versi interpretasi-nya" dan malah MENYETARAKAN DIRI dengan Tuhan serta merasa "sudah paham cara pikir tuhan"... dan memang yang model gini biasanya berisik dan ribut...

bisa jadi, inilah potensi batu sandungan iman yang telah difirmankan oleh tuhan, kan?

salam
June 09, 2018, 09:57:47 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
ibarat Bapa yang memenuhi permintaan anaknya meskipun Bapanya tahu anaknya pasti akan mengalami sesuatu yang negatif :)

saya pikir begitulah kenapa kok Allah tetap mau menciptakan manusia meskipun Dia tahu akan disakiti oleh manusia

kalo soal dapatkah Allah maksa untuk tidak mencipta?
sama aja kita tanya ke pelukis : dapatkah dia tidak melukis? :)
kalo sudah passionnya melukis, dalam segala keadaan dia akan melukis
karena dia kita sebut Pencipta, ya Dia akan lakukan yang Dia mau, yaitu mencipta
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 16, 2018, 01:15:27 PM
Reply #12
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: Katolik

Pertanyaan yg jauh lebih berbobot harusnya seperti ini:
Baiklah Allah Mahatau terhadap masa depan manusia. Tapi tahukah Allah akan apa yg akan dilakukan dirinya sendiri?

Perhatikan dua point kronologi ini:
1. Allah pada zaman dahulu kala sebetulnya tau bahwa Dia akan mencipta. Dia akan dbikin susah sama umat manusia.
2. Dia tetap menciptakan jagat raya ini

Mari kita terima kedua premis tersebut bernilai benar. Anggap Tuhan tahu apa yang Dia sendiri akan lakukan.

Pertanyaanku apakah Allah tetap menciptakan jagat raya ini berarti dia 'tunduk' kepada keMahatahuannya sendiri atau dengan kata lain Dia menjalani takdirNya sendiri? Dapatkah Dia melawan kemahatahuannya atau dengan kata lain mengubah masa depannya? Maksudku Dia pada akhirnya tidak jadi mencipta.

Perlu kuberitahu aku bukan mendiskreditkan Tuhan. Aku percaya kepada Kekristenan. Aku cuma ingin bertanya kepada para master di sini.

Premis2 di atas menuntunku kepada kesimpulan Tuhan Maha Tahu terhadap segala sesuatu hanya berlaku kepada manusia saja. Untuk tahu segala sesuatu tentang dirinya sendiri (terutama apa yg akan Dia lakukan) aku tidak mampu menjawabnya. Karena pertanyaan
mirip paradox di atas yg telah kusampaikan di atas.

Karena itu aku minta petunjuknya kepada para master di sini. Jadi apakah Tuhan tau dan dapat mengubah masa depannya sendiri? Atau Dia belum tahu masa depannya sendiri?
UPDATE:
sederhananya gini: Anggap Allah punya semacam komputer yg akan menampilkan masa depanNYA sendiri. misalkan masa depannya yg tampil di monitor adalah Allah mecipta jagat ini. Pertanyaannya: Dapatkah Allah maksa utk tidak mencipta? Kalo menurutku sendiri sih kayaknya utk masa depan diriNYA sendiri kayaknya Allah tidak MahaTau. Dia Maha Tahu utk masa depan manusia. Tapi mungkin Dia tidak mahatahu utk diriNya sendiri?

Jelas Allah tahu akan masa depan-Nya sendiri karena segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya.
Jadi Allah bukanlah manusia yang terikat ruang dan waktu dan segala keterbatasan.
Sebaliknya Allah itu tidak terbatas yang menciptakan ruang dan waktu dan menetapkan serta mengetahui apa yang terjadi pada ruang dan waktu tersebut.

Allah bukan manusia yang terikat ketetapan Allah(takdir). Allah menentukan apa yang akan dilakukan-Nya berdasarkan kehendak-Nya tanpa intervensi dari siapapun juga. Kemahatahuan Allah telah ditetapkan diri-Nya sendiri dalam pikiran-Nya yang merupakan satu kesatuan pribadi Allah Yang Esa.

Akhirnya pertanyaan ini berakhir pada pertanyaan Dapatkah Allah mengubah masa depannya?
Jawabannya Allah tidak akan mengubah masa depan-Nya walaupun Dia berkuasa melakukannya karena Allah itu Maha Penjaga Komitmen, Maha Menepati janji sehingga tidak akan melanggar apa yang telah ditetapkan-Nya seperti yang tertulis dalam Bilangan 23:19

Bilangan 23:19
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Semoga bisa menjawab pertanyaan revoltzer. Semoga juga Tuhan memberkati kita semua. Amin
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
June 25, 2018, 05:15:35 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1775
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Ingat pertanyaan terkenal ini (salah satu dari sekian banyak pertanyaan kaum skeptis):
"Dapatkah Allah menciptakan sebuah, katakanlah sebuah batu yang sangat besar, terlalu besar sampai diriNya sendiri tidak mampu mengangkatnya?"

Ini disebut paradox karena baik mampu atau tidaknya mencipta atau mengangkat tetap pada akhirnya menunjukkan ketidakMahaKuasaan Allah.

1. Jika Allah mampu mencipta batu tersebut yang membuat Dia tidak mampu mengangkatnya maka Dia tidak Maha Kuasa karena ternyata ada batas kemampuan/tenagaNya.
2. Jika tidak mampu mencipta batu tersebut berarti dia juga tidak MahaKuasa karena tidak mampu menciptakan batu yang seperti itu.

Menurut ak, itu contoh yang kurang baik. Karena itu sama aja dengan bertanya misalnya:
"Dapatkah Allah membikin segitiga dengan empat sisi?"
"Dapatkah Allah (maaf) menghabisi diriNya sendiri?"
dan lain sebagainya.

Itu disebut paradox. Karena saling bertentangan.

Pertanyaan yg jauh lebih berbobot harusnya seperti ini:
Baiklah Allah Mahatau terhadap masa depan manusia. Tapi tahukah Allah akan apa yg akan dilakukan dirinya sendiri?

Perhatikan dua point kronologi ini:
1. Allah pada zaman dahulu kala sebetulnya tau bahwa Dia akan mencipta. Dia akan dbikin susah sama umat manusia.
2. Dia tetap menciptakan jagat raya ini

Mari kita terima kedua premis tersebut bernilai benar. Anggap Tuhan tahu apa yang Dia sendiri akan lakukan.

Pertanyaanku apakah Allah tetap menciptakan jagat raya ini berarti dia 'tunduk' kepada keMahatahuannya sendiri atau dengan kata lain Dia menjalani takdirNya sendiri? Dapatkah Dia melawan kemahatahuannya atau dengan kata lain mengubah masa depannya? Maksudku Dia pada akhirnya tidak jadi mencipta.

Perlu kuberitahu aku bukan mendiskreditkan Tuhan. Aku percaya kepada Kekristenan. Aku cuma ingin bertanya kepada para master di sini.

Premis2 di atas menuntunku kepada kesimpulan Tuhan Maha Tahu terhadap segala sesuatu hanya berlaku kepada manusia saja. Untuk tahu segala sesuatu tentang dirinya sendiri (terutama apa yg akan Dia lakukan) aku tidak mampu menjawabnya. Karena pertanyaan
mirip paradox di atas yg telah kusampaikan di atas.

Karena itu aku minta petunjuknya kepada para master di sini. Jadi apakah Tuhan tau dan dapat mengubah masa depannya sendiri? Atau Dia belum tahu masa depannya sendiri?
UPDATE:
sederhananya gini: Anggap Allah punya semacam komputer yg akan menampilkan masa depanNYA sendiri. misalkan masa depannya yg tampil di monitor adalah Allah mecipta jagat ini. Pertanyaannya: Dapatkah Allah maksa utk tidak mencipta? Kalo menurutku sendiri sih kayaknya utk masa depan diriNYA sendiri kayaknya Allah tidak MahaTau. Dia Maha Tahu utk masa depan manusia. Tapi mungkin Dia tidak mahatahu utk diriNya sendiri?

Jika mengacu pada keyakinan mayoritas Kristen (yg sebenarnya tidak saya imani) , maka jawabannya adalah :

ALLAH TIDAK PUNYA MASA DEPAN
« Last Edit: June 25, 2018, 05:19:31 PM by wilefhas62 »
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 25, 2018, 09:55:03 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12122
    • fossil coral cantik
Jika mengacu pada keyakinan mayoritas Kristen (yg sebenarnya tidak saya imani) , maka jawabannya adalah :

ALLAH TIDAK PUNYA MASA DEPAN
wkwkwk.... sampe sakit perut saya ngebacanya gara2 ketawa terus stlh ngebaca tulisan wilef  ;D
June 26, 2018, 09:53:24 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1775
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
wkwkwk.... sampe sakit perut saya ngebacanya gara2 ketawa terus stlh ngebaca tulisan wilef  ;D

Kenapa @oda? ;D

ketika saya diskusi dengan beberapa org Kristen termasuk yg ada di FK, mereka mengatakan bhw Allah bekerja di Luar Waktu, karena waktu adalah ciptaan Allah.

hampir semua teolog/ org Kristen dan ilmuan  menganut teori ini (kecuali wilef) :rolleye0014:  :ashamed0002:

jadi jika konsisten dan sadar akan keyakinan yg seperti itu,
maka kesimpulannya :

Allah tidak punya masa lalu, masa kini, dan masa depan : :ashamed0002:

Jadi apa yg mau dilihat? Apa yg mau diubah?

kayaknya banyak  orang Kristen  ketika  yg mengimani sesuatu, nggak ngerti konsekuensi dari yg diimaninya ;D :cheesy: :tongue: :ashamed0002:
« Last Edit: June 26, 2018, 05:19:29 PM by wilefhas62 »
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 26, 2018, 07:17:00 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12122
    • fossil coral cantik
Kenapa @oda? ;D

ketika saya diskusi dengan beberapa org Kristen termasuk yg ada di FK, mereka mengatakan bhw Allah bekerja di Luar Waktu, karena waktu adalah ciptaan Allah.
Dari yg pernah saya baca baca.... situs ReasonableFaith sepertinya tidak berpendapat spt bold.

Kalo gak salah, secara simple-nya RF bilang kayak gini :
Sebelum the Creation, Allah diluar waktu
At the Creation s/d seterusnya, Allah bersama dgn waktu.



Quote
Secara
hampir semua teolog/ org Kristen dan ilmuan  menganut teori ini (kecuali wilef)
hampir semua namun tidak semua. Kecuali wilef, dan ada juga "wilef wilef" lainnya  :D.

Quote
jadi jika konsisten dan sadar akan keyakinan yg seperti itu,
maka kesimpulannya :

Allah tidak punya masa lalu, masa kini, dan masa depan
Ya... kekonsistenan "Allah diluar waktu" nyampenya ke biru.

Entah di thread mana saya lupa, duluuuu banget saya pernah secara "intense" mengajukan pendapat saya bhw [Time is just an illusion] - namun semua member di thread tsb tidak sependapat karena patokannya mereka adalah [Time is an existence]  :char11:
June 27, 2018, 02:41:40 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1775
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Dari yg pernah saya baca baca.... situs ReasonableFaith sepertinya tidak berpendapat spt bold.

Kalo gak salah, secara simple-nya RF bilang kayak gini :
Sebelum the Creation, Allah diluar waktu

berarti Allah tdk punya masa lalu karena waktu baru ada setelah penciptaan.

dan yg pasti, dalam segala eksistensinya Allah tdk membutuhkan waktu,
buktinya Allah tetap eksis sebelum adanya waktu.

Quote from:  
At the Creation s/d seterusnya, Allah bersama dgn waktu.[/i]

ya, hidup bersama waktu, termasuk hidup bersama seluruh ciptaannya yaitu bumi, langit dan seluruh alam semesta.

namun Allah tidak hidup didalam waktu tetapi tetap hidup diluar waktu

jadi Allah tidaK punya masa kini maupun masa depan, karena Allah tdk hidup dlm waktu

 
Quote from:  
hampir semua namun tidak semua. Kecuali wilef, dan ada juga "wilef wilef" lainnya  :D.
 Ya... kekonsistenan "Allah diluar waktu" nyampenya ke biru.

oda termasuk yg mana nih ;D

Quote from:  
Entah di thread mana saya lupa, duluuuu banget saya pernah secara "intense" mengajukan pendapat saya bhw [Time is just an illusion] - namun semua member di thread tsb tidak sependapat karena patokannya mereka adalah [Time is an existence]  :char11:

itu kayaknya diskusi sekitar 2 atw 3 thn lalu
saya termasuk yg tdk setuju bhw [Time is just an illusion]

salam

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 27, 2018, 05:59:57 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12122
    • fossil coral cantik
oda termasuk yg mana nih ;D
Nggak dimana mana... saya aneh sendirian, wilef.

Quote
itu kayaknya diskusi sekitar 2 atw 3 thn lalu
saya termasuk yg tdk setuju bhw [Time is just an illusion]
Nah itu. Karena saya sendiri berpendapat spt bold, akibat selanjutnya ya saya jadi aneh sendirian  :char11:.

oda :
Waktu bukan a thing, melainkan referensi/konsep dikarenakan adanya yang hidup dan "hidup", ada Memory dan ada Mind. Mungkin bisa dikatakan bhw [waktu] itu similar dgn [angka], konsep.

So,
di pov saya nggak ada itu kalimat [Allah itu diluar waktu], [Allah itu didalam waktu] .... yang ada [Allah itu hidup]   :D
June 28, 2018, 09:55:09 AM
Reply #19
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Ada istilah Allah yang transenden dan Allah yang imanen.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)