Author Topic: Kacamatanya Allah: Tahukah Allah akan masa depannya sendiri? Dapatkah diubah?  (Read 947 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 28, 2018, 04:06:05 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1758
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Nggak dimana mana... saya aneh sendirian, wilef.
 Nah itu. Karena saya sendiri berpendapat spt bold, akibat selanjutnya ya saya jadi aneh sendirian  :char11:.

gpp oda :afro:

dari pade ikutan rame2, tapi kagak ngerti konsekuensi dari yg diimani :char11:
yang penting selalu terbuka ruang untuk diskusi

Quote from:  
oda :
Waktu bukan a thing, melainkan referensi/konsep dikarenakan adanya yang hidup dan "hidup", ada Memory dan ada Mind. Mungkin bisa dikatakan bhw [waktu] itu similar dgn [angka], konsep.

So,
di pov saya nggak ada itu kalimat [Allah itu diluar waktu], [Allah itu didalam waktu] .... yang ada [Allah itu hidup]   :D

Allah itu sdh PASTI Allah yg HIDUP
namun pertanyaannya apakah Allah hidup dlm waktu?

BTe
Awalnya org meyakini waktu itu ada bersama-sama dengan "keberadaan Allah"

namun setelah paham "penciptaan" muncul,
lalu org bertanya : apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta?

berarti ada satu masa belum penciptaan bhw Allah itu nganggur.

Nah untuk mengeliminasi kemungkinan ini,
maka muncullah paham baru yg menyatakan bhw Waktu diciptakan Allah saat penciptaan.

paham ini  didukung oleh teori  keilmuan yg mengatakan , bhw waktu baru ada saat big bang


REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 29, 2018, 02:39:12 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Allah itu sdh PASTI Allah yg HIDUP
namun pertanyaannya apakah Allah hidup dlm waktu?
Kalo secara dari pov versi saya, pertanyaan tsb udah duluan nggak valid, wilef.

Kan versi saya nggak ada itu [Waktu as a thing - outside matter].
So, tidak menjawab pertanyaan bold - melainkan "nyrempet" :
yang hidup menyebabkan "adanya" pake tanda petik  "waktu" pake tanda petik.
Pake tanda petik, karena disitu tidak saya maksudkan "keberadaan  (outside) a thing yg namanya waktu".

"waktu" "keberadaan"nya inside Mind, konsep.
(makanya saya meng-similar-kan dgn angka.... [1,2,3... dst] itu konsep, inside Mind)

Quote
BTe
Awalnya org meyakini waktu itu ada bersama-sama dengan "keberadaan Allah"
versi saya :
"waktu" itu "ada" bersama sama dgn sesuatu yang hidup dan yang "hidup".

So... ya, "waktu" bersama sama dgn keberadaan Allah, karena Allah hidup.
"waktu" juga bersama sama dgn keberadaan manusia, karena manusia hidup.

Perbedaan [hidup] tanpa tanda petik ---VS--- ["hidup"] dgn tanda petik...
yg dgn tanda petik itu rujukan-nya ke benda, misal bumi berotasi - dan ini cuma bisa ada di pov observer manusia, karena benda itu sendiri kan tidak mempunyai conscious mind  :D.


Quote
namun setelah paham "penciptaan" muncul,
lalu org bertanya : apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta?
Pertanyaan bold, oleh versi saya - kalimatnya secara lebih jauh lagi... yakni berupa : apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta our known universe's history ?

Dan tentu tetep aja gak ada yang bisa tau.
However, oleh saya - saya berpendapat jawabannya adalah :
Allah mencipta another "kehidupan" (universe) before mencipta our known universe.
Dan ini udah sempet saya bikin threadnya dimana point topik dari thread tsb "cycle".

Quote
berarti ada satu masa belum penciptaan bhw Allah itu nganggur.
Nah... dgn berpatokan versi yg kayak saya buat diatas, kesimpulan yg spt kalimat diatas nggak nyampe.
(kan versi si oda : "keep Him busy"  :char11:)

Quote
Nah untuk mengeliminasi kemungkinan ini,
maka muncullah paham baru yg menyatakan bhw Waktu diciptakan Allah saat penciptaan.
versi saya :
hidup/kehidupan (which is known by us) diciptakan Allah.
hidup/kehidupan ini menyebabkan adanya "waktu".
So... ya... indirectly, Allah menciptakan "waktu".

Quote
paham ini  didukung oleh teori  keilmuan yg mengatakan , bhw waktu baru ada saat big bang
Teori BigBang saya kurang paham. Namun (imo) apabila mksdnya BigBang itu [matter and time once existed simultaneously] maka yang menjadi pertanyaan :
A. bergeraknya matter itu dikarenakan waktu ?
ataukah
B. waktu dikarenakan bergeraknya matter ?

Sudah bisa diduga, saya akan menjawab yang B, dimana waktu = "waktu" (not a thing outside).
Yang B : bergeraknya matter ("hidup") independent while "waktu" dependent.

Sementara kalo jawab A, maka
Yang A : waktu independent - bergeraknya matter dependent, dimana waktu = a thing outside.
So, apabila tidak ada waktu - maka matter tidak bisa bergerak. (tidak bisa "hidup").

Kembali ke yang B, taroh kata saya menempatkan waktu = a thing outside...
tetep aja yang B : bergeraknya matter independent while waktu dependent,
karena kalo matter tidak bergerak, maka waktu tidak eksis.



Kelogisan (di pov saya) selanjutnya terkait penciptaan....

yang A :
Allah perlu menciptakan waktu,
karena kalo waktu tidak diciptakan maka matter yang Allah ciptakan itu gak bisa "hidup".

yang B :
Allah tidak perlu menciptakan waktu,
karena toh cukup menciptakan hidup/kehidupan/"hidup" otomatis menyebabkan adanya "waktu".

Kesimpulan versi oda sementara :
His time is not our time but our time is His time


Kalo menurut wilef sendiri begimana ?
« Last Edit: June 29, 2018, 02:58:44 AM by odading »
June 29, 2018, 03:18:17 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Ada istilah Allah yang transenden dan Allah yang imanen.
Siip... barusan saya ngubek2 internet utk cari tau maksud kalimat diatas....  :char11:

berikut adalah kutipan dari situs Reasonable Faith :
Quote
Kevin Harris:
You used another word earlier – transcendent. That the universe has a transcendent cause. What do we mean by the word transcendent?

Dr. Craig:
What I mean here is that the cause of the universe is not part of the universe.
The opposite of being transcendent is being immanent.
If something is immanent, that means it is within something – that is immanent spelled “immanent” not “imminent” as in “an imminent event” which means a pending event or something about to happen. This is immanent and that means it is within something.

But transcendent would be something that doesn't exist as a part of the universe or within the universe. It is beyond the universe.


https://www.reasonablefaith.org/media/reasonable-faith-podcast/the-existence-of-god-overview/

Sayangnya saya belon ketemu aplikasinya kayak gimana terkait [Immanent - Transcendent] pada Allah.
June 29, 2018, 09:32:57 AM
Reply #23
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6238
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Yg selama ini kita alami adalah Allah yg imanen,
Kita kan ada dalam universe dan ada dalam waktu, maka kita memahami sepihak bhw Allah hidup dalam universe dan dalam waktu.
Bgitu juga Allah yg berinteraksi dg kita pastilah akan menggunakan bahasa/term/konsep dan kerangka kita, maka Allah pun berbicara dan bekerja di dalam hidup kita dalam kerangka batasan universe dan waktu.

Namun bgitu di sisi seberang, Allah yg mencipta universe dan time tentunya tidak dibatasi jg oleh universe dan time, hanya saja ketika berurusan dg kita, Ia yg transenden menjadi imanen.

Makanya kl kita ditanya, wajar dan logis bhw kita menjelaskan dalam batasan hubungan manusia dan Allah yg imanen.

Dalam hal ini di dalam teologi gereja timur, mereka berusaha menjelaskan Allah sbg essense yg transenden (yg tidak dapat dipahami) dan Allah sbg energies (yang dapat dialami, dirasakan dan relevan) dalam hidup manusia. Kembali pd bahasan Trinitas di thread lainnya.
« Last Edit: June 29, 2018, 09:35:29 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 29, 2018, 05:50:23 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1758
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Kalo secara dari pov versi saya, pertanyaan tsb udah duluan nggak valid, wilef.

Kan versi saya nggak ada itu [Waktu as a thing - outside matter].
So, tidak menjawab pertanyaan bold - melainkan "nyrempet" :
yang hidup menyebabkan "adanya" pake tanda petik  "waktu" pake tanda petik.
Pake tanda petik, karena disitu tidak saya maksudkan "keberadaan  (outside) a thing yg namanya waktu".

"waktu" "keberadaan"nya inside Mind, konsep.
(makanya saya meng-similar-kan dgn angka.... [1,2,3... dst] itu konsep, inside Mind)
Apa dasarnya menyimpulkan waktu adalah konsep ?

Quote from:  
versi saya :
"waktu" itu "ada" bersama sama dgn sesuatu yang hidup dan yang "hidup

So... ya, "waktu" bersama sama dgn keberadaan Allah, karena Allah hidup.
"waktu" juga bersama sama dgn keberadaan manusia, karena manusia hidup. ".

Apa pengertian “ bersama-sama” ?

Apakah waktu menjadi subjektive, ? setiap ciptaan memiliki waktunya sendiri2?

ini tdk sesuai dengan  faktanya, bhw  oda dan wilef hidup dlm waktu yg bersamaan.

lalu, apakah waktu akan hilang jika “sesuatu” itu mati?

Quote from:  

Perbedaan [hidup] tanpa tanda petik ---VS--- ["hidup"] dgn tanda petik...
yg dgn tanda petik itu rujukan-nya ke benda, misal bumi berotasi - dan ini cuma bisa ada di pov observer manusia, karena benda itu sendiri kan tidak mempunyai conscious mind  :D.
".

ini menjadi membingungkan, karena pengertian oda ttg hidup jadinya tdk jelas.

Bumi berputar adalah sebuah peristiwa yg tdk ada kaitannya terhadap kesadaran atw pengetahuan
Pada saat manusia blm mengetahui bhw bumi berputar mengelilingi matahari, bukan berarti bumi tdk berputar mengelilingi matahari.
Hanya peristiwanya belum masuk kedalam kesadaran atw pengetahuan.

Quote from:  

Pertanyaan bold, oleh versi saya - kalimatnya secara lebih jauh lagi... yakni berupa : apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta our known universe's history ?

Dan tentu tetep aja gak ada yang bisa tau.
However, oleh saya - saya berpendapat jawabannya adalah :
Allah mencipta another "kehidupan" (universe) before mencipta our known universe.
Dan ini udah sempet saya bikin threadnya dimana point topik dari thread tsb "cycle".

Jawaban ini bagi wilef sangat spekulatif
karena waktu adalah dari – tak berhingga s/d tak berhingga,
maka dgn mengasumsikan penciptaan “our known universe” adalah titik nol.

Maka  akan muncul pertanyaan,
seberapa banyak another universe yg dicipta sebelum ttitik nol dan berapa yg dicipta sejak titik nol tersebut.

Quote from:  
Nah... dgn berpatokan versi yg kayak saya buat diatas, kesimpulan yg spt kalimat diatas nggak nyampe .
(kan versi si oda : "keep Him busy"  :char11:)

Apakah versi oda :
sejak Allah ada, (katrena Allah hidup), maka waktu sdh ada
 sejak Allah ada, Allah langsung mencipta, shg  Allah selalu sibuk?

Quote from:  
versi saya :
hidup/kehidupan (which is known by us) diciptakan Allah.
hidup/kehidupan ini menyebabkan adanya "waktu".
So... ya... indirectly, Allah menciptakan "waktu".

Ok
Namun kembali lagi,
pada saat sebelum mencipta kehidupan, Allah sendiri sdh hidup, berarti sdh ada waktu (ini menurut oda lho) anggap saja ini tA

lalu pada saat Allah mencipta, maka terciptalah waktu. Karena Allah mencipta berkali-kali , maka terciptalah waktu berkali2, misalnya t1, t2, dst
apakah tA sama dengan t1, td dst atw berbeda?

Bersambung
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 29, 2018, 05:51:34 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1758
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Sambungan

 Teori BigBang saya kurang paham. Namun (imo) apabila mksdnya BigBang itu [matter and time once existed simultaneously] maka yang menjadi pertanyaan :
A. bergeraknya matter itu dikarenakan waktu ?
ataukah
B. waktu dikarenakan bergeraknya matter ?

Sudah bisa diduga, saya akan menjawab yang B, dimana waktu = "waktu" (not a thing outside).
Yang B : bergeraknya matter ("hidup") independent while "waktu" dependent.

Sementara kalo jawab A, maka
Yang A : waktu independent - bergeraknya matter dependent, dimana waktu = a thing outside.
So, apabila tidak ada waktu - maka matter tidak bisa bergerak. (tidak bisa "hidup").

Secara keilmuan, dan filsafat, jawabannya adalah bukan A atw B
Namun C : untuk dapat bergerak, dibutuhkan waktu (ini agak condong ke A)

Quote from:  

Kembali ke yang B, taroh kata saya menempatkan waktu = a thing outside...
tetep aja yang B : bergeraknya matter independent while waktu dependent,
karena kalo matter tidak bergerak, maka waktu tidak eksis.

secara ilmiah adalah kebalikannya oda,
kalaupun seluruh alam semesta berhenti bergerak, waktu akan tetap “ada”
namun jika waktu tdk eksis, maka seluruh rangkaian proses di alam semesta akan terhenti.

Quote from:  


Kelogisan (di pov saya) selanjutnya terkait penciptaan....

yang A :
Allah perlu menciptakan waktu,
karena kalo waktu tidak diciptakan maka matter yang Allah ciptakan itu gak bisa "hidup".

yang B :
Allah tidak perlu menciptakan waktu,
karena toh cukup menciptakan hidup/kehidupan/"hidup" otomatis menyebabkan adanya "waktu".

Kesimpulan versi oda sementara :
His time is not our time but our time is His time


Kalo menurut wilef sendiri begimana ?

Agar sebuah proses bisa terjadi, mutlah dibutuhkan waktu.

Hanya pertanyaannya, apakah waktu dicipta, dan kapan diciptanya?

IMHO,
waktu dan ruang kosong  tdk dicipta,
tapi sdh ada sejak kekekalan dan merupakan dampak dari eksistensi Allah.

Namun ini menyisakan pertanyaan yg tdk bisa saya jawab
Apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta?
wilef hanya meyakini satu universe yg dicipta Allah dan batas2nya blm bisa diketahui

salam
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 30, 2018, 04:20:25 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Secara keilmuan, dan filsafat, jawabannya adalah bukan A atw B
Namun C : untuk dapat bergerak, dibutuhkan waktu (ini agak condong ke A)
Ya... itu dah bold yang saya maksud di point-A, wilef.

Quote
secara ilmiah adalah kebalikannya oda,
kalaupun seluruh alam semesta berhenti bergerak, waktu akan tetap “ada”

namun jika waktu tdk eksis, maka seluruh rangkaian proses di alam semesta akan terhenti.
Iya... idem dgn yg saya maksudkan pada point-A.

So yang A :
Waktu independent - hidup dependent.

Quote
Agar sebuah proses bisa terjadi, mutlah dibutuhkan waktu.

Hanya pertanyaannya, apakah waktu dicipta, dan kapan diciptanya?
Berangkat dari point-A, taroh kata Waktu diciptakan, maka ini adalah necessity. Allah tidak bisa menciptakan Hidup/Kehidupan apabila Dia tidak menciptakan Waktu. Dilain sisi, Allah bisa menciptakan Waktu tanpa menciptakan Hidup/Kehidupan.

Taroh kata Waktu dan Hidup itu simultan pertama kali eksis-nya,
namun secara logic, [Waktu precedes Hidup].



Quote
IMHO,
waktu dan ruang kosong  tdk dicipta,
tapi sdh ada sejak kekekalan dan merupakan DAMPAK dari eksistensi Allah.
Lah kalo yg kayak diatas atuh mirip dengan pendapat saya donk  :D.

Dan karena versi saya berupa [eksistensi Allah = Hidup]
maka berangkat dari kalimat biru jadinya berupa : [Hidup precedes Waktu].

Konsisten dgn ungu, maka Hidup/Kehidupan (eksistensi) yg Allah ciptakan precedes Waktu, dimana kosakata "waktu" di ijo beda dgn kosakata "waktu" di ungu. His time is not our time but our time is His time.

Quote
Namun ini menyisakan pertanyaan yg tdk bisa saya jawab
Apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta?
wilef hanya meyakini satu universe yg dicipta Allah dan batas2nya blm bisa diketahui
Kalo versi saya, saya selalu menempatkan kosakata "known" pada bold, wilef. Our observable/known (currently) Universe. Berangkat dari sini, kalimat pertanyaannya jadinya lebih spesifik : Apa yg dilakukan Allah sebelum mencipta the Universe which we know now ?



Quote
Apa dasarnya menyimpulkan waktu adalah konsep ?
Karena menurut versi saya, "Waktu" ada-nya di Mind. Dan utk menjelaskannya saya mencoba mengajukan perihal [bilangan, angka2].

Angka (di pov versi saya) = konsep.
Adanya di Mind. Makanya angka itu "infinite".
Sampai seberapapun bisa bisa aja dan itu tetep angka.
Secara arrow sign, bilangan positif berupa [---->] sementara yg negatif berupa [<---- ].

Demikian pula Waktu = konsep.
Adanya di Mind. Makanya Waktu itu "infinite".
Sampai seberapapun bisa bisa aja dan itu tetep Waktu.
Secara arrow sign, future berupa [---->] sementara yg past berupa[<---- ].
Taroh kata our known Universe once created itu titik NOL,
maka infinite past adalah sebelum penciptaan - infinite future setelah penciptaan.

Again, paparan diatas itu adalah versi saya dimana "waktu" = konsep (ada di Mind kita).

Kalo "Waktu" itu BUKAN konsep melainkan a thing outside dan diciptakan,
maka nggak akan ada itu "infinite past", karena definitely Waktu baru eksis di point BigBang 13.8 billion years ago. Dengan kata lain, umur our known universe = umur Waktu. There is no [<----] sign, but [|---- ] sign.

But then the question now :
Apakah our known Universe will go to the future infinitely ? Dengan kata lain, apakah our known [Universe & Waktu] sejak eksis pertama kali akan selamanya eksis ? Sign-nya [ |---> ]


bersambung
« Last Edit: June 30, 2018, 04:25:39 PM by odading »
June 30, 2018, 04:20:38 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Quote
Apa pengertian “ bersama-sama” ?
Saya rasa jawabannya adalah idem dgn jawaban wilef diketika thdp kalimat wilef yg sbb
Quote
waktu dan ruang kosong  tdk dicipta,
tapi sdh ada sejak kekekalan dan merupakan dampak dari eksistensi Allah
saya ajukan pertanyaan :
Apakah kalimat bold biru itu maksud wilef adalah [Allah ada bersama sama dgn Waktu] ?

Quote
Apakah waktu menjadi subjektive, ? setiap ciptaan memiliki waktunya sendiri2 ?
Ya... bold.  Mohon jangan lupa, jawaban saya disini ada di versi [waktu = konsep in Mind (inside)].

Quote
ini tdk sesuai dengan  faktanya, bhw  oda dan wilef hidup DALAM waktu yg bersamaan
Karena kalo secara dari pov versi wilef [waktu = a thing outside hidup/kehidupan], makanya wilef bilang bold.

Secara versi saya, kalimatnya jadi kayak gini :
oda dan wilef hidup di universe yg sama, di bumi yang sama dgn matahari yg sama.

Quote
lalu, apakah waktu akan hilang jika “sesuatu” itu mati?
YA.
Secara kalimat lain : [waktu tidak ada apabila tidak ada yang hidup] ---> ini konsisten dgn tulisan wilef yg bold biru di atas.



Quote
ini menjadi membingungkan, karena pengertian oda ttg hidup jadinya tdk jelas.
Bumi berputar adalah sebuah peristiwa yg tdk ada kaitannya terhadap kesadaran atw pengetahuan
Betul bold. Namun apabila ada observer manusia, maka bumi yg bergerak itu bisa dikatakan "hidup" (makanya pake tanda petik, karena bumi kan benda).

Quote
Pada saat manusia blm mengetahui bhw bumi berputar mengelilingi matahari, bukan berarti bumi tdk berputar mengelilingi matahari.
Saya nggak sedang didalam pendefinisian ke perihal yg lebih spesifik, wilef. Anggep aja di T setelah BigBang, maka ada matter yang "hidup" disitu. "Hidup" = bergerak.

Quote
Jawaban ini bagi wilef sangat spekulatif
karena waktu adalah dari – tak berhingga s/d tak berhingga,
maka dgn mengasumsikan penciptaan “our known universe” adalah titik nol.
Iya... memang so pasti spekulatif.
Tapi saya memilih spekulatif, ketimbang menempatkan [Allah bengong total sendirian sebelum menciptakan our known Universe]  :D.



Quote
Maka  akan muncul pertanyaan,
seberapa banyak another universe yg dicipta sebelum ttitik nol dan berapa yg dicipta sejak titik nol tersebut.
Jawabnya : Unknown atau juga bisa dikatakan infinite  :D.

Berangkat dari jawaban versi saya tsb, kekonsistenannya :
in the future (entah kapan), there is no more a Universe which we know now

Quote
Apakah versi oda :
sejak Allah ada, (katrena Allah hidup), maka waktu sdh ada
sejak Allah ada, Allah langsung mencipta, shg  Allah selalu sibuk?
Kalo secara pov versi saya, nggak bisa saya aplikasikan kosakata [sejak] dan [langsung], wilef ... melainkan [selama].

Kalo saya mengaplikasikan kosakata [sejak] dan [langsung],
maka keberadaan Allah itu (di pov versi saya) jadinya finite...
---> as soon as He existed, He create something.

Thread saya yg dulu mengenai [infinite cycle], point-nya adalah :
Allah nggak bengong sendirian at all sebelum menciptakan our known universe.

:)
salam.
« Last Edit: June 30, 2018, 04:31:27 PM by odading »
June 30, 2018, 05:10:04 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Yg selama ini kita alami adalah Allah yg imanen,
Kita kan ada dalam universe dan ada dalam waktu, maka kita memahami sepihak bhw Allah hidup dalam universe dan dalam waktu.
Bgitu juga Allah yg berinteraksi dg kita pastilah akan menggunakan bahasa/term/konsep dan kerangka kita, maka Allah pun berbicara dan bekerja di dalam hidup kita dalam kerangka batasan universe dan waktu.

Namun bgitu di sisi seberang, Allah yg mencipta universe dan time tentunya tidak dibatasi jg oleh universe dan time, hanya saja ketika berurusan dg kita, Ia yg transenden menjadi imanen.

Makanya kl kita ditanya, wajar dan logis bhw kita menjelaskan dalam batasan hubungan manusia dan Allah yg imanen.

Dalam hal ini di dalam teologi gereja timur, mereka berusaha menjelaskan Allah sbg essense yg transenden (yg tidak dapat dipahami) dan Allah sbg energies (yang dapat dialami, dirasakan dan relevan) dalam hidup manusia. Kembali pd bahasan Trinitas di thread lainnya.
Makasih siip atas penjelasannya  :afro:
July 01, 2018, 10:06:43 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10146
Yg selama ini kita alami adalah Allah yg imanen,
Kita kan ada dalam universe dan ada dalam waktu, maka kita memahami sepihak bhw Allah hidup dalam universe dan dalam waktu.
Bgitu juga Allah yg berinteraksi dg kita pastilah akan menggunakan bahasa/term/konsep dan kerangka kita, maka Allah pun berbicara dan bekerja di dalam hidup kita dalam kerangka batasan universe dan waktu.

Namun bgitu di sisi seberang, Allah yg mencipta universe dan time tentunya tidak dibatasi jg oleh universe dan time, hanya saja ketika berurusan dg kita, Ia yg transenden menjadi imanen.

Makanya kl kita ditanya, wajar dan logis bhw kita menjelaskan dalam batasan hubungan manusia dan Allah yg imanen.

Dalam hal ini di dalam teologi gereja timur, mereka berusaha menjelaskan Allah sbg essense yg transenden (yg tidak dapat dipahami) dan Allah sbg energies (yang dapat dialami, dirasakan dan relevan) dalam hidup manusia. Kembali pd bahasan Trinitas di thread lainnya.
jadi inget filem interstellar
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)