Author Topic: Mengomentari topik Paulus vs Petrus (rasul2 lainnya)  (Read 4322 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 21, 2018, 05:24:14 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Aku baca2 di internet tentang Paulus vs Petrus. Keduanya adalah rasul dan sekaligus misionaris. Mereka pergi memberitakan Injil ke banyak tempat

Baiklah, jadi menurut aku soal pengalaman Petrus itu gak usah diragukan lagi, dia jauh di atas Paulus. Dia makan, minum, tidur, suka duka dilalui langsung bersama sang Maha Guru, Tuhan Yesus.

[cut]

Tapi menurut aku secara pemahaman ilmu agama/teologi itu Paulus (sepertinya) di atas Petrus.

[cut]



Menarik topik ini sebenarnya.

Benar Patrus punya pengalaman berinteraksi dengan Tuhan Yesus secara fisik lebih banyak dari pada Paulus, bahkan perbandingannya 1:0 sebab Paulus tidak pernah berinteraksi secara fisik dengan Tuhan Yesus.

Benar juga bahwa soal pengetahuan Kitab Suci, Paulus diatas Petrus bahkan diatas rata-rata anak seusianya pada jaman itu (Galatia 1:14). Logikanya ia murid Gamaliel yang merupakan guru Yahudi paling dihormati (Kis 5:34), dan karena ia murid guru paling pintar dan diantara murid Gamaliel dialah yang paling menonjol jadi pengakuannya dapat diterima secara logis jika ada yang meragukan klaimnya. Karena ia yang terpintar dari didikan guru terpintar pada zamannya.

Namun bukan itu yang membuat sesorang berharga dihadapan Allah. Hubungan dengan Kristus secara fisik hanya dialami segelintir orang yang hidup di Galilea dan bertemu dengannya 3 tahun sebelum kematian-Nya, itu sangat sediit sekali padahal mengenal-Nya itu adalah kehendak Allah. Jadi bukan hubungan secara fisik bertemu yang membuat seseorang itu mengenal Allah dengan baik, bahkan Yudas Iskariot yang setiap hari bertemu juga gagal mengenal-Nya. Hubungan dengan Allah tidak diukur dengan tatap muka secara fisik, tetapi secara rohani.

1 Petrus 1:8-9 dikatakan,
"Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu."

Hubungan dengan Kristus tidak dibatasi oleh kontak fisik, tetapi secara rohani. Semua orang tidak pernah melihat Kristus, namun mereka memiliki hubungan pribadi dengan Kristus seperti yang dikatakan dalam Kol 3:3  "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah." Setiap orang beriman memiliki kehidupan bersama Kristus yang tidak dipahami oleh orang dunia. Mereka berdoa dan membaca Alkitab, merasakan jamahan-Nya dan merasakan kasih setia-Nya sehingga Kristus itu nyata ada dan hidup di dalam mereka.

Hubungan inilah yang diteruskan para rasul kepada gereja sampai hari ini. Bukan kontak secara fisik, atau hanya menunggu mendapat pengelihatan seperti Paulus dan beberapa orang lainnya. Tidak sebab Injil yang diberitakan adalah Injil yang didasari atas dasar iman, bukan pengelihatan. Hubungan Kristus dan jemaat-Nya masing-masing terjalin secara rahasia lewat pekerjaan ROH KUDUS.

Demikian juga dalam pengetahuan akan Kitab Suci, tidak harus didapat dari sekolah agama seperti Paulus, sebab Petrus yang hanya rakyat biasa yang profesinya nelayan, ia ternyata menerima pernyataan pengetahuan Firman Allah. Sebab pernah dikatakan oleh Yesus, dalam Luk 8:10 "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah." dan juga dalam Luk 24:45 dikatakan, "Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci." Sebab itu kita mengenal Firman Allah berupa logos dan rhema. Logos kita pelajari lewat proses belajar mengajar, dan rhema kita terima dari ROH KUDUS (Yoh 16:13).

Baik Petrus maupun Paulus walau dari luas terlihat memiliki latar pendidikan dan pengalaman berbeda namun dalam hal pengetahuan mereka memiliki persamaan. Jika anda baca surat yang ditulis Petrus maupun Paulus terlihat kaitannya bahwa mereka mengajarkan hal-hal yang serupa, saling menjelaskan dan melengkapi dengan gaya bahasa berebda. Itulah tandanya bahwa Allah itu esa, bahwa Roh Allah itu bekerja baik dalam diri Petrus maupun Paulus.

Tentang teguran Paulus terhadap Petrus, menunjukan bahkan seorang rasul sekalipun tidak terlepas dari kelalaian, karena itu hendaklah kita saling menguatkan, menasihati dan menghibur satu dengan yang lain. Karena yang memberi nasihat belum tentu ia lebih superior dari yang menarima nasihat karena kita sama-sama murid Kristus.
November 22, 2018, 02:09:53 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1271
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
November 24, 2018, 11:30:26 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3452
Soal ajaran Kristologi memang Paulus kampiunnya karena Dia menguasai Kitab Suci dan ilmu filsafat Barat,makanya Paulus dipakai Tuhan untuk bangsa non Yahudi.
November 14, 2019, 03:27:00 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Tuhan Yesus Kristus tidak memilih seseorang berdasarkan kemampuan orang itu. Yang tidak bisa bicara saja dibuat Tuhan berbicara.

Damaikan hati dan jangan menggunakan hoaks sebagai referensi diskusi.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
November 20, 2019, 01:00:02 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kukomentari yang menurutku menarik dikomentari.
...
Bagaimana dengan Paulus? Paulus cuma mengklaim mendapat penglihatan Yesus dan mendapat pengutusan dalam penglihatan tersebut. Yang satu bertemu langsung, yg satu lagi cuma lewat penglihatan (bisa jadi Paulus pernah bertemu Yesus secara fisik tapi tidak ada bukti di Alkitab). Paulus cuma mantan 'kriminal', orang yg pernah menganiya umat Kristen, bandingkan dengan Petrus yg adalah murid sejatinya Yesus sejak mulanya. Paulus mesti belajar banyak sesudah ia bertobat. Sedangkan Petrus secara start sudah cukup mengerti Kekristenan.
Pemilihan Paulus menjadi rasul oleh Tuhan Yesus Kristus disaksikan oleh teman seperjalannya ketika Paulus berencana mengejar para pengikut jalan Tuhan di Damsyik untuk dibawa ke Yerusalem. Teman seperjalanannya lebih dari satu orang. Kis 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
Selain disaksikan oleh teman seperjalannya, Ananias (yang adalah murid Tuhan) di Damsyik diberitahu Tuhan tentang pemilihan Saulus yang kemudian menjadi bernama Paulus. Kis 9:11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

...
Aku bukan memandang secara bias atau memihak.
Menurut pendapatku, karena setiap orang itu unik, maka tiap orang memiliki unsur subyektivitas yang mau tidak mau, suka tidak suka, menuntun orang itu menilai secara subyektif, walaupun mengaku obyektif.

Bahkan rasul yg tidak menulis Alkitab pun jangan2 lebih jago dalam hal menggembalakan daripada Paulus dan Petrus.
Perjanjian Baru mustahil salah ditulis karena diinspirasi oleh ROH KUDUS. Yang tertulis di Perjanjian Baru itulah kenyataannya dan jadi dasar hidup menggereja, bahwa jika ada rasul yang tidak dicatat menulisakan tulisan tentang kasih Yesus Kristus, memang demikianlah kenyataannya. Mustahil rasul yang begitu lebih jago daripada rasul yang dicatat. Anda sebagai seorang Protestan mengingkari prinsip Sola Scriptura.

Mereka konon katanya mati semua dengan cara yg sadis (kecuali Yohanes yg mati normal karena tua) demi Yesus. Jadi kita sangat menghargai perjuangan para Rasul. Mereka tidak utk diperbandingkan, tidak juga utk disembah tapi menurut aku semangat mereka dalam memberitakan Injil luar biasa patut kita teladani.
Setuju.
Para rasul itu, juga penerus rasul, patut diteladani dan dihormati, karena berkat jasa merekalah pengikut Kristus mengenal Yesus Kristus, jadi, mereka bukan disembah.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
November 20, 2019, 09:13:16 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: revoltzer on June 08, 2018, 02:43:43 PM
Baiklah, jadi menurut aku soal pengalaman Petrus itu gak usah diragukan lagi, dia jauh di atas Paulus.
Ini statement sudah keliru karena Paulus adalah ahli Alkitab murid Gamaliel Guru yang sangat terkenal dimasa itu sedangkan Petrus kerjanya keliru melulu sehingga pernah dihardik Iblis oleh Tuhan Yesus.

Pengalaman tidak bisa dijadikan ukuran tetapi pengetahuan akan kebenaran.
@jamu, apakah Anda mengerti dengan tulisan Anda?
@revoltzer menulis bahwa pengalaman Petrus bersama Tuhan Yesus Kristus tidak perlu diragukan. Sementara @jamu menuliskan bahwa tulisan @revoltzer itu keliru. @jamu menilai kekeliruan pernyataan @revoltzer itu berdasar keterkenalan Gamaliel guru Paulus. Tahukah @jamu bahwa Gamaliel itu Guru Agama Yahudi? Bagaimana @jamu membandingkan murid Yesus dengan murid Gamaliel? Membandingkan Kekristenan dengan keyahudian?

Damaikan hatimu, jangan menggunakan hoaks sebagai referensi diskusi.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
November 20, 2019, 10:59:34 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
...
Tentang teguran Paulus terhadap Petrus, menunjukan bahkan seorang rasul sekalipun tidak terlepas dari kelalaian, karena itu hendaklah kita saling menguatkan, menasihati dan menghibur satu dengan yang lain. Karena yang memberi nasihat belum tentu ia lebih superior dari yang menarima nasihat karena kita sama-sama murid Kristus.
Berdasarkan Gal 2:11-14 Paulus bertentangan dengan Petrus sebagai berikut:
Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

Itu adalah bagian dari Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia. Agak aneh menurutku, seorang rasul menulis surat kepada jemaat tentang "kekurangan" rasul lain. Seolah Paulus bermegah menemukan kesalahan Kefas, dan menceritakannya kepada jemaat Galatia melalui surat.
Mencermati bagian surat tersebut, kutangkap:
Paulus menyatakan bahwa dia berterang-terangan kepada Kefas atas kesalahan Kefas.
Kesalahan Kefas menurut Paulus ialah: Sebelum kalangan Yakobus datang ke tempat berkumpulnya murid-murid Kristus, Kefas duduk semeja dengan murid Kristus yang tidak bersunat. Ketika kalangan Yakobus datang, selanjutnya Kefas mengundurkan diri dan menjau dari kaum tidak bersunat. Paulus menduga Kefas mengundurkan diri dari kaum tidak bersunat karena Kefas takut kepada kaum bersunat.
Orang-orang Yahudi lainpun ikut-ikutan meninggalkan kaum tidak bersunat.
Menurut Paulus, dia berkata kepada Kefas: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"
Sepenangkapanku, bagian dari Surat Paulus kepada jemaat di Galatia itu, belum tentu menggambarkan hal yang sebenarnya terjadi. Maksudku, belum tentu Paulus berterang-terangan mengucapkan seperti itu kepada Kefas, yang dipandangnya sebagai soko guru jemaat. Gal 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
November 28, 2019, 12:29:29 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3392
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Agak aneh menurutku, seorang rasul menulis surat kepada jemaat tentang "kekurangan" rasul lain. Seolah Paulus bermegah menemukan kesalahan Kefas, dan menceritakannya kepada jemaat Galatia melalui surat.
Re: Mengomentari topik Paulus vs Petrus (rasul2 lainnya)
Mengomentari judul topik ini pun aku kurang sreg pd kata “vs”
Itu membandingkan eksistensi, mempertentangkannya
Lalu memperbesar eksistensi dan pertentangannya
Kemudian silap dikit bisa konslet plus-minusnya

Jadi dr pd mengomentari topik Paulus vs Petrus
Lebih baik judulnya mengomentari Paulus dan Petrus
Atau lebih baik lagi membuat topik Paulus dan Matias
Kali tak jumpa, tapi sama2 jadi rasul setelah kenaikan-Nya
Matias diangkat oleh Petrus dan Paulus diangkat oleh Yesus
Tapi tujuannya mungkin sama2 utk menggantikan Yudas Iskariot
Atau bagaimana dan apa komentar2 kita memuliakan nama-Nya?

Alkitab Hari Ini - 28 November 2019
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur
kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. – [Ibrani 13:15]

Salam Damai!
« Last Edit: November 28, 2019, 12:38:09 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 01, 2019, 09:05:01 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on November 20, 2019, 10:59:34 PM
Agak aneh menurutku, seorang rasul menulis surat kepada jemaat tentang "kekurangan" rasul lain. Seolah Paulus bermegah menemukan kesalahan Kefas, dan menceritakannya kepada jemaat Galatia melalui surat.
Re: Mengomentari topik Paulus vs Petrus (rasul2 lainnya)
Mengomentari judul topik ini pun aku kurang sreg pd kata “vs”
Itu membandingkan eksistensi, mempertentangkannya
Lalu memperbesar eksistensi dan pertentangannya
Kemudian silap dikit bisa konslet plus-minusnya
Ya. Analisis @Maren Kitatau pada poin ini berterima di benakku. Namun, TS sudah mengemukakannya seperti judul, menggunakan vs. Menurut pendapatku, para pembaca yang memperhatikan trit ini harus mengikuti keinginan TS, agar hasrat TS atas trit ini terpuaskan. Pihak yang berkompeten mengubah judul trit ini adalah TS dan atau Moderator/Administrator.

Selain itu, menurut dugaanku (dan semoga salah), TS memang ingin membandingkan keunggulan atau keutamaan Paulus dari Petrus. Menurut dugaanku lagi, TS cemburu kepada kerasulan Petrus, karena kerasulan Petrus dapat ditelusuri dari yang ada sekarang sampai kepada Petrus, sementara terusan kerasulan Paulus seperti terhenti, tidak jelas siapa yang meneruskan kerasulannya pada masa ini. Sementara di sisi lain, tulisan Paulus sangat dominan dari sisi jumlah di Perjanjian Baru dibandingkan dengan tulisan Petrus.
Karena itu, kuduga, TS ingin menunjukkan keutamaan Paulus dari Petrus, dan berupaya menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus.
Kenapa sampai TS ingin menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus, belum kuketahui. Betapa bermanfaat jika TS mengutarakan secara terbuka, tujuannya menulis trit ini. Dengan diungkapkannya, maka dugaan-dugaan pembaca akan tereliminir.

Jadi dr pd mengomentari topik Paulus vs Petrus
Lebih baik judulnya mengomentari Paulus dan Petrus
Atau lebih baik lagi membuat topik Paulus dan Matias
Kali tak jumpa, tapi sama2 jadi rasul setelah kenaikan-Nya
Menurut pendapatku, jika Anda hendak membangun trit topik seperti itu, Anda merdeka memulainya. Jika trit ini hendak dirubah, TS, atau Moderator, atau Administratorlah yang memiliki kompetensi mengubahnya.

Matias diangkat oleh Petrus dan Paulus diangkat oleh Yesus
Tapi tujuannya mungkin sama2 utk menggantikan Yudas Iskariot
Atau bagaimana dan apa komentar2 kita memuliakan nama-Nya?
Menurut pamahamanku, yang mengangkat Matias menjadi rasul menggantikan kerasulan Yudas Iskariot ialah rasul-rasul lainnya, bukan hanya (sola) Petrus. Tujuan pengangkatan Matias sudah jelas dikemukakan para rasul kepada jemaat, yaitu untuk meneruskan jabatan kerasulan Yudas Iskariot. KPR 1:20-21 Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
Pengangkatan Paulus, yang tadinya bernama Saulus, dikatakan Tuhan Yesus Kristus di KPR 9:15 Tetapi Firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Dari ayat tersebut, kutangkap, pengangkatan Paulus tidak ada kaitannya dengan Yudas Iskariot.

Salam Damai!
Damai seharusnya tidak dengan pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
December 04, 2019, 10:48:39 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3392
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Menurut pendapatku, para pembaca yang memperhatikan trit ini harus
mengikuti keinginan TS, agar hasrat TS atas trit ini terpuaskan.
"harus", berarti tidak ada jalan lain, Bro!
Dan pula kepuasan seharusnya pd kita
Kepuasan di dlm Yesus Kristus


Selain itu, menurut dugaanku (dan semoga salah), TS memang ingin membandingkan keunggulan atau keutamaan Paulus dari Petrus. Menurut dugaanku lagi, TS cemburu kepada kerasulan Petrus, karena kerasulan Petrus dapat ditelusuri dari yang ada sekarang sampai kepada Petrus, sementara terusan kerasulan Paulus seperti terhenti, tidak jelas siapa yang meneruskan kerasulannya pada masa ini. Sementara di sisi lain, tulisan Paulus sangat dominan dari sisi jumlah di Perjanjian Baru dibandingkan dengan tulisan Petrus.
Karena itu, kuduga, TS ingin menunjukkan keutamaan Paulus dari Petrus, dan berupaya menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus.
Kenapa sampai TS ingin menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus, belum kuketahui. Betapa bermanfaat jika TS mengutarakan secara terbuka, tujuannya menulis trit ini. Dengan diungkapkannya, maka dugaan-dugaan pembaca akan tereliminir.
Itulah jenis keharusan yg bersemangat duniawi
Membandingkan eksistensi dgn kriteria manusia


Menurut pamahamanku, yang mengangkat Matias menjadi rasul menggantikan kerasulan Yudas Iskariot ialah rasul-rasul lainnya, bukan hanya (sola) Petrus. Tujuan pengangkatan Matias sudah jelas dikemukakan para rasul kepada jemaat, yaitu untuk meneruskan jabatan kerasulan Yudas Iskariot. KPR 1:20-21 Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
Pengangkatan Paulus, yang tadinya bernama Saulus, dikatakan Tuhan Yesus Kristus di KPR 9:15 Tetapi Firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Dari ayat tersebut, kutangkap, pengangkatan Paulus tidak ada kaitannya dengan Yudas Iskariot.
Semua yg dipilih Allah adalah alat
Baik Petrus pun Paulus dan kita hrs memuliakan-Nya.
Tdk ada keharusan kita utk meng-agul2 eksistensi alat
Allah tidak pilih bulu: muda-tua, baik-jahat, dll, sbg alat

Salam Damai!

« Last Edit: December 05, 2019, 12:12:24 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)