Author Topic: Kemana "Roh" Manusia pergi ketika ia mati?  (Read 3479 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 13, 2019, 10:27:12 PM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Jika dikaitkan dengan Orang kaya dan Lazarus yang miskin (Luk 16:19-31), di mana diceritakan, Lazarus mati dan dibawa ke pangkuan Abraham, dan orang kaya mati dan dibawa ke alam maut. Lalu ada komunikasi antara orang kaya dan Abraham.
Pertanyaannya, mungkinkah orang yang sudah mati bertanya-jawab?
tidak mungkin ada komunikasi antara orang yang sudah mati..
oleh karena itu, intepretasiku terhadap perumpamaan Lazarus dan Orang Kaya adalah:
Lazarus dan Orang Kaya bukanlah orang mati, tapi orang orang yang hidup yang berada di dua tempat yang berbeda.
dalam Perumpamaan itu:
1. Lazarus dan Bapa Abraham hidup bahagia di Surga
2. Orang Kaya tersiksa di Neraka..
Artinya, menurut penangkapan @Simatupang@123, perumpamaan yang diceritakan Yesus Kristus pada Luk 16:19-31 itu, di mana diberitahukan ada interaksi antara orang kaya dan Abraham, itu adalah kebohongan? Bahwa orang kaya tidak benar berinteraksi dengan Abraham?
Atau, Luk 16:19-31 itu tidak benar diceritakan Yesus Kristus?

Kalo @Simatupang mengartikan orang kaya dan Lazarus pada Luk 16:19-31 itu sebagai orang hidup, lantas, ayat 22 mencatat bahwa orang miskin (Lazarus) mati, dan ayat 23 mencatat orang kaya itu mati, tidak @Simatupang@123 percayai? Ayat 22 menceritakan Lazarus mati dan dibawa ke pangkuan Abraham. Ayat 23 menceritakan orang kaya mati dan dikubur ke alam maut. Kedua ayat itu tidak @Simatupang@123 percayai?

Jika dicertikan bahwa Abraham memangku Lazarus dan mereka hidup di sorga, dan orang kaya tersiksa di neraka, bagaimana mungkin? Keadaan itu belum akhir zaman, bukan? Terbukti dari pada ayat 28, si orang kaya mengatakan bahwa masih ada saudaranya di rumah ayahnya. Jika keadaan itu sudah akhir zaman, tentu tidak ada lagi orang yang tinggal di dunia, semua sudah dituai, seperti menuai gandum dan memisahkan lalang. Semua sudah digiring, seperti menggiring domba terpisah dari kambing. Penetapan orang ke sorga atau neraka, pada akhir zaman, bukan?
Nah, kalo @Simatupang@123 mengartikan Lazarus dan Abraham pada kisah itu sudah di sorga, dan si orang kaya sudah di neraka, bersediakah @Simatupang@123 mengungkapkan dasar pemahaman tentang itu?

Menurut pemahamanku, pada kisah itu, baik Abraham dan Lazarus belum di sorga, dan si orang kaya belum di neraka, karena belum penghakiman terakhir. Pada masa penghakiman terakhirlah penetapan orang masuk sorga atau neraka. Itu yang diceritakan di bagian Injil diumpamakan seprti mengelompokkan domba satu kelompok, dan kambing satu kelompok. Domba dimasukkan ke Kerajaan yang disediakan sejak dunia dijadikan, dan kambing dienyahkan ke api kekal yang menyala-nyala untuk Iblis dan malaikatnya.
Perumpamaan lain, peristiwa penetapan orang ke neraka atau sorga diumpamakan seperti penuai menuai, memisahkan lalang dari gandum. Selanjutnya, lalang dibakar, dan gandum dimasukkan ke lumbung.

Jadi, perumpamaan Luk 16:19-31 tidak kupahami sebagai peristiwa penghakiman terakhir, melainkan peristiwa kematian Lazarus yang miskin dengan seorang kaya. Maka, jika @Simatupang@123 memahaminya sebagai penempatan orang kaya ke neraka, dan Lazarus ke sorga, sangat kuharap @Simatupang@123 berkenan menguraikan pemahaman.

Maksudku, berdasar kisah itu, ternyata ada kehidupan setelah kematian fisik
Sepakat Setuju, Kehidupan setelah Kematian adalah Ajaran Firman Tuhan..
salah satu Inti Pengharapan Kristen adalah: adanya Kehidupan Setelah Kematian.., yaitu adanya Kebangkitan pada saat kedatangan Yesus yang ke 2 kali.
dimana manusia akan mendapatkan upahnya masing masing.
yang dibenarkan Masuk surga
yang tidak mau dibenarkan masuk neraka.
Nah, kisah seprti itu kupahami, terjadi pada akhir zaman, atau penghakiman terakhir. Sementara, pada Luk 16:19-31 itu belum akhir zaman, karena menurut si orang kaya, masih ada saudara-saudaranya tinggal di rumah ayahnya.  Jadi, si orang kaya itu belum di neraka, dan Lazarus serta Abraham belum di sorga.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 13, 2019, 10:28:26 PM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Dengan kata lain, kematian fisik bukan menghilangkan kehidupan, melainkan mengalihkan kehidupan dari hidup fisik, menjadi hidup dalam dunia roh.
menurutku ini adalah Intepretasi yang sangat dipaksakan.
atau tidak punya dasar sama sekali..
tidak diajarkan oleh Nabi Nabi dan Rasul Rasul.
apakah dunia roh itu.. ? sependek yang kuketahui tidak ada itu dunia roh.. (dunia yang ditempati orang orang mati yang berkeliaran). dunia roh adalah dunia tempat makhluk hidup tinggal dan hidup.. bukan tempat orang orang mati.
Boleh saja @Simatupang@123 menyatakan bahwa itu sebagai interpretasi yang dipaksakan. Agar menjadi diskusi yang menarik, berikan argumentasi mengapa menyatakan hal itu sebagai pemaksaan interpretasi.
Dari @Sotardugur Parreva, dasarnya sudah terungkap di Luk 16:19-31 itu. Bahwa kondisi itu belum penghakiman terakhir. Baik Abraham, Lazarus, dan si orang kaya sudah mati fisik, ternyata Abraham masih dapat berinteraksi dengan si orang kaya, walaupun mereka dipisahkan jurang yang tidak terseberangi.
Eh, itu kusisipkan yang merah, setujukah @Simatupang@123 dengan penyisipan itu?
Menurut pendapatku, dunia roh itu, seperti yang disebut oleh sastrawan, dekat tidak bersentuhan, jauh tidak berjarak dengan kehidupan manusia. Mencermati 1 Yoh 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, kutangkap bahwa hidup kita ini dikelilingi roh, baik roh yang berasal dari Allah, tetapi juga berupa nabi palsu. Pada posisi seperti itu pula kumaknai bahwa antara hidup manusia dengan dunia roh, adalah dekat tidak bersentuhan, jauh tidak berjarak. Maka, jika diperkenalkan Sola Scriptura (menggereja hanya berdasar Alkitab/yang tertulis/Scriptura semata saja), yang nyata-nyata tidak tercatat di Alkitab, dan Yesus Kristus tidak menulis, meninggalkan, mengirimkan, atau mendiktekan Alkitab, sangat layak untuk menolak ajaran itu.

SAMBUNGIN
« Last Edit: May 27, 2019, 05:23:56 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 13, 2019, 10:52:14 PM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Pada kisah Luk 16:19-31 itu, si orang kaya hidup di alam maut, dan Lazarus hidup di pangkuan Abraham. Dikisahkan, orang kaya bertanya jawab dengan Abraham yang adalah leluhur rohani orang percaya.
perumpamaan Orka dan Lazarus, sebenarnya bukanlah ajaran secara khusus membahas detail apa yang terjadi setelah kematian.. hanya menggunakan perumpamaan itu. untuk menyusun suatu Doktrin.. menurutku tidaklah kuat.
kalau saudara saudara sekalian di Forum Kristen ini, ingin mengetahui secara Khusus mengenai Surga dan Neraka.. tidak cukup hanya menggunakan Perumpamaan untuk menyusun Doktrin.. ada banyak sekali, Tuhan menyediakan dengan Limpahnya di dalam Firman Tuhan. sumber yang cukup yang membuat kita mengerti kebenaran ini.
@Simatupang@123 atau siapa saja boleh menerima catatan Alkitab atau menolaknya. Detil atau tidak detil secara khusus untuk membahas keterjadian setelah kematian, menurut pemahamanku, Luk 16:19-31 diceritakan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus. Jika dicermati dari Luk 16:19-31, dapat diketahui bahwa Luk 16:19-31 itu keluar dari mulut Yesus Kristus. Bagaimana pula ada orang mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi tidak percaya pada perkataan Yesus Kristus?
Kalo cerita yang diceritakan langsung oleh Yesus Kristus @Simatupang@123 pandang tidak kuat, justru memperlihatkan kadar kepengikutan @Simatupang@123 kepada Tuhan Yesus Kristus. Walaupun ajaran Sola Scripturatidak tercatat di Alkitab, justru @Simatupang mengklaim Yesus Kristus adalah Sola Scripturist sejati karena berkata, “Ada tertulis…” Padahal, dalam frase “Ada tertulis…” terkandung makna ada yang tidak tertulis, menunjukkan bahwa @Simatupang@123 lebih percaya kepada pencetus Sola Scriptura, daripada kepada Yesus Kristus yang menceritakan Luk 16:19-31.
@Sotardugur Parreva setuju bahwa Luk 16:19-31 bukan menceritakan tentang sorga dan neraka. Justru, kalo memandang Luk 16:19-31 adalah cerita tentang sorga dan neraka, itu merupakan pemaksaan interpretasi. Mengingat Alkitab bukan ditulis oleh Yesus Kristus, tidak diwariskan Yesus Kristus, tidak didiktekan Yesus Kristus untuk dicatat oleh rasul, dan juga tidak dikirimkan Yesus Kristus kepada rasul/penerus rasul,  ditambah lagi dengan tercatatnya ayat yang menyatakan masih banyak yang harus dikatakan Yesus Kristus kepada rasul namun belum dikatakan karena rasul belum sanggup menanggung, maka, menurut pendapatku, pernyataan kecukupan Alkitab (Firman Tuhan Tertulis) merupakan pelampauan yang tertulis. Kupahami, justru penyertaan Yesus Kristus kepada rasul yang diberi kewenangangan mengajarkan segala yang diperintahkanNya yang senantiasa sampai kepada akhir zaman, adalah ungkapan ketidakcukupan Firman Tuhan Tertulis sebagai landasan hidup menggereja. Jika Firman Allah Tertulis sudah cukup, Yesus Kritus sudah meninggalkan Scriptura untuk para rasul. Kenyataannya, bagian Scriptura yang sudah digunakan ketika itu (hukum Taurat dan kitab para nabi), dinyatakan berlaku sampai zaman Yohanes.

Kupikir, mengingat Luk 16:19-31 itu dikisahkan oleh Tuhan Yesus Kristus, dicatat di Injil, maka itu mustahil bertentangan dengan Injil, dan tidak merendahkan pengorbanan Yesus Kristus. Mustahil Yesus Kristus menyampaikan kisah yang merendahkan pengorbananNya.
Ajaran yang mengatakan orang mati tidaklah mati..
secara tidak langsung, ajaran itu menolak pengorbanan Yesus.
pengorbanan Yesus tidak perlu bagi penganut ajaran ini.. mengapa.. ?? karena tanpa kematian Yesuspun, penganut Jiwa yang kekal percaya Jiwa itu akan tetap kekal sekalipun Yesus tidak mati diatas kayu salib.
Tidak perlu kematian Kristus untuk hidup Kekal,,, inilah ajaran terselubung di balik doktrin kekekalan Jiwa.
Bah, kelihatannya Simatupang@123 menuding Yesus Kristus mengajarkan agar orang-orang menolak pengorbanan Kristus.
Yesus Kristus sendiri menceritakan orang kaya yang mati dan dikubur di alam maut berbincang-bincang dengan Abraham yang memangku Lazarus yang juga sudah mati, @Simatupang@123 sebut menolak pengorbanan Yesus?
Bah, darimana pula simpulan @Simatupang@123 itu, yang menyatakan bahwa ada orang yang tidak memerlukan pengorbanan Yesus Kristus? Coba pelihara kehormatanmu, kemukakan latar pikir simpulanmu itu ditarik.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 27, 2019, 03:49:42 PM
Reply #73
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 9
Semua manusia mempunyai 2 tubuh. Tubuh lahiriah atau jasmani yaitu tubuh yang kelihatan dan tubuh rohani yaitu tubuh yang tidak kelihatan. Tubuh yang kelihatan adalah daging dan tubuh yang tidak kelihatan adalah roh. Daging manusia tidak kekal tapi roh manusia kekal. Roh manusia yang tidak percaya kepada Yesus atau percaya kepada Yesus tetapi tidak berbuah akan dilemparkan ke tempat hukuman yang kekal (neraka). Sebaliknya roh manusia yang beriman kepada Yesus dan yang menghasilkan buah pertobatan/buah roh akan masuk ke tempat dimana Allah berada (sorga/bumi yang baru).
May 27, 2019, 05:25:12 PM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2689
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Semua manusia mempunyai 2 tubuh. Tubuh lahiriah atau jasmani yaitu tubuh yang kelihatan dan tubuh rohani yaitu tubuh yang tidak kelihatan. Tubuh yang kelihatan adalah daging dan tubuh yang tidak kelihatan adalah roh. Daging manusia tidak kekal tapi roh manusia kekal. Roh manusia yang tidak percaya kepada Yesus atau percaya kepada Yesus tetapi tidak berbuah akan dilemparkan ke tempat hukuman yang kekal (neraka). Sebaliknya roh manusia yang beriman kepada Yesus dan yang menghasilkan buah pertobatan/buah roh akan masuk ke tempat dimana Allah berada (sorga/bumi yang baru).

menurutku paham yang bro anut ini tidak diajarkan di dalam Firman Tuhan.

boleh disertakan rujukan di dalam Firman Tuhan yang menjadi dasar dari paham yang bro anut ini.. ?
yaitu roh manusia yang  disiksa di neraka, dan roh manusia yang masuk dalam sorga... ???

roh manusia bukanlah makhluk hidup,..
roh manusia tidak bisa merasakan siksa neraka dan nikmat surga..
roh manusia juga tidak dapat memutuskan untuk memilih benar atau salah.

1. Manusia itulah, yaitu anda sendiri yang dapat memutuskan untuk memilih benar atau salah.
2. andalah dan bukan roh anda yang memberi pertanggungjawaban di hadapan Tuhan atas segala sesuatu yang dilakukan di dunia ini, apakah itu benar atau salah.
3. dan andalah yang akan di bakar di api neraka, bila tidak mau menerima Jasa Keselamatan dari Tuhan atau anda sendirilah yang akan masuk sorga bila percaya kepada Jasa Kemurahan Tuhan..

sebelumnya saya ucapakan selamat bergabung dan salam kenal.


God Bless.
« Last Edit: May 28, 2019, 12:10:49 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 28, 2019, 04:21:24 PM
Reply #75
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 9
Roh manusia selalu berada didalam tubuh. Menurut Paulus dalam 1 Kor 15:35 dst setiap manusia punya 2 tubuh, tubuh duniawi atau alamiah dan tubuh rohani. Roh manusia yang masih berada di dunia berada didalam tubuh duniawi. Roh manusia yang telah meninggal dunia berada didalam tubuh rohani. Tubuh rohani dari manusia yang namanya tertulis di kitab kehidupan akan mendiami Firdaus. Tubuh rohani dari manusia yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan akan berada dalam alam maut/alam orang mati. Tubuh rohani manusia di Firdaus disebut juga tubuh sorgawi, sebab mereka akan masuk sorga.
June 27, 2019, 06:00:14 PM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2689
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Roh manusia selalu berada didalam tubuh.

yups,, betul sekali broh.. setuju dan sepaham..
itulah mengapa manusia di sebut sebagai Makhluk Hidup, disebabkan oleh Roh berada di dalam Tubuh.
kalau Roh berpisah dari tubuh itu artinya sama dengan mati.

kalau menurutku, Roh manusia bukanlah makhluk hidup,
tapi Roh adalah Nafas yang Mahakuasa yang dapat membuat benda mati menjadi benda hidup.

setiap makhluk hidup memiliki Roh,,
1. Kuman Kuman dan Bakteri
2. Serangga
3. Tumbuh tumbuhan..
4. Binatang
5. Manusia/Makhluk Inteligence setingkat manusia di planet lain..
6. Malaikat Malaikat dan Setan Setan.
7. para Serafim..
10. dan setiap makhluk hidup di alam semesta ini, apakah itu di darat, laut, udara, atau di planet lain, atau di galaksi lain, dimanapun setiap makhluk hidup berada, disudut manapun di alam semesta ini, kalau makhluk tersebut hidup, pastilah memiliki Roh.. yaitu Nafas yang Mahakuasa yang membuat segala Makhluk menjadi Hidup.

Quote
Menurut Paulus dalam 1 Kor 15:35 dst setiap manusia punya 2 tubuh, tubuh duniawi atau alamiah dan tubuh rohani.

di kutemukan Tidak Kutemukan di dalam 1 Kor 15:35 bahwa manusia punya dua tubuh, tidak tersurat dan tidak tersirat..

tapi tidak semuanya statement diatas kusangkal, saya setuju bila keduanya digabungkan.
yaitu: Manusia bisa menjadi makhluk Rohaniawan di dalam tubuh Daging..

sebab Rohani dan tidak Rohani tidak di pengaruhi oleh Tubuh, tapi response kita kepada Kasih Karununia Tuhan.

sebab setan setanpun, di dalam tubuh kemuliaan-Nya dapat menjadi para pemberontak..
setan setan, bukanlah para makhluk yang rohaniawan, sekalipun memiliki tubuh yang lebih mulia dari manusia.

tapi manusia sekalipun di dalam tubuh daging, dapat menjadi para rohaniawan..
banyak contohnya: Yesus Kristus, 12 Rasul, Para Nabi, dan Orang Orang Saleh.
kita tidak perlu menunggu sampai kita sampai di surga, supaya kita menjadi para rohaniawan.
surga tidak dapat mengubah tabiat, di dunia inilah tabiat kita dibentuk, apakah jadi rohaniawan pengikut Jejak Yesus Kristus, atau menjadi Pemberontak mengikuti setan setan.

 
Quote
Roh manusia yang masih berada di dunia berada didalam tubuh duniawi. Roh manusia yang telah meninggal dunia berada didalam tubuh rohani.

mohon maaf yang sebesar besarnya, tapi bagaimanapun harus jujur kukatakan:
bahwa tulisan brother tersebut diatas, bukanlah ajaran Firman Tuhan, bukan ajaran para Nabi, bukan ajaran Para Rasul, dan bukan ajaran Yesus Kristus.

Firman Tuhan mencatat:
apabila Makhluk Hidup mati, Manusia mati, rohnya akan kembali kepada Tuhan, bukan kepada tubuh rohani..
Pengkhotbah 12:7
dan Debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.


salam
TYM
« Last Edit: July 25, 2019, 05:21:29 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
July 25, 2019, 03:44:57 PM
Reply #77
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Roh manusia selalu berada didalam tubuh. Menurut Paulus dalam 1 Kor 15:35 dst setiap manusia punya 2 tubuh, tubuh duniawi atau alamiah dan tubuh rohani. Roh manusia yang masih berada di dunia berada didalam tubuh duniawi. Roh manusia yang telah meninggal dunia berada didalam tubuh rohani. Tubuh rohani dari manusia yang namanya tertulis di kitab kehidupan akan mendiami Firdaus. Tubuh rohani dari manusia yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan akan berada dalam alam maut/alam orang mati. Tubuh rohani manusia di Firdaus disebut juga tubuh sorgawi, sebab mereka akan masuk sorga.
Terima kasih.

Maka kayaknya @Issog sudah mengetahui atau setidaknya, menduga-suga, jawaban atas pertanyaan judul, ke mana "Roh" manusia pergi ketika ia mati?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)