Author Topic: Tidak Yakin Masuk Surga? Ahok Saja Yakin! (Doktrin OSAS)  (Read 8649 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 11, 2018, 11:35:08 PM
Reply #60
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 186
  • Gender: Male
  • King James Bible, Fundamentalis, Militan
    • Baptis Militan
  • Denominasi: Baptis Independen (Anabaptis)
bagaimana dengan nats ini :

Matius 24:9-13
“dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
Alkitab saya yang berasal dari Textus Receptus tidak mengatakan murtad melainkan tersinggung.

KJV
And then shall many be offended, and shall betray one another, and shall hate one another.

Klinkert 1863
Kapan itoe banjak orang nanti djadi sakit-hati, dan serahken satoe sama lain, serta bentji satoe sama lain.

Klinkert 1870
Maka pada masa itoe banjak orang akan kena sjak dan sa'orang menjerahkan sa'orang dan sa'orang bentji akan sa'orang;

Ibr 3 :12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. 13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. 14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

dan

Ibr 10 : 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. 37 Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
Ini sama dengan kasus di Ibrani 6:4-9 yang sudah saya kasih link penjelasan di halaman 1 mengenai orang murtad atau mengundurkan diri atau fall away. Ada 3 tipe orang:
1. Yang percaya
2. Yang ragu-ragu/labil
3. Yang tidak percaya

Mengenai orang murtad ini hanya berlaku di orang tipe 2 karena mereka adalah orang yang sebenarnya masih mencari kebenaran. Mereka masih dalam proses pencerahan oleh ROH KUDUS melalui firman Allah sampai pada satu titik dimana mereka benar-benar menerima Yesus dan menjadi orang tipe 1 atau menolak Yesus dan menjadi orang tipe 3. Jika mereka menolak Yesus setelah diberi pencerahan maka mustahil bagi mereka untuk bisa menerima Yesus lagi seperti yang dikatakan Ibrani 6:4-9. Orang tipe 2 ini juga berlaku bagi orang yang ber-KTP Kristen dan rajin ke gereja.

Mustahil orang tipe 1 bisa murtad mengingat mereka sudah menerima hidup kekal dan sudah dimeteraikan Allah dengan ROH KUDUS sampai kedatangan Yesus yang ke-2 dan Tuhan Yesus Kristus mengatakan:

"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." Yohanes 10:27-29
« Last Edit: July 13, 2018, 12:11:36 AM by Bro Tarigan 7.0 »
Syarat agar selamat hanya percaya. Bukan dibaptis, tobat dari dosa, rajin ibadah, makan roti minum anggur atau perbuatan lainnya (Kisah Rasul 16:30-31). Ini kabar baiknya: mudah masuk surga.

Pelajari doktrin Alkitab secara mendalam di sini:
https://www.youtube.com/channel/UC3xZkWLNo6-AAnzv3ZfnjQQ
July 12, 2018, 05:16:46 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 943
  • Denominasi: Protestan
...
Mengenai orang murtad ini hanya berlaku di orang tipe 2 karena orang yang ragu-ragu adalah orang yang sebenarnya masih mencari kebenaran. Mereka masih dalam proses pencerahan oleh ROH KUDUS melalui firman Allah sampai pada satu titik dimana mereka benar-benar menerima Yesus dan menjadi orang tipe 1 atau menolak Yesus dan menjadi orang tipe 3. Jika mereka menolak Yesus setelah diberi pencerahan maka mustahil bagi mereka untuk bisa menerima Yesus lagi seperti yang dikatakan Ibrani 6:4-9. Orang tipe 2 ini juga berlaku bagi orang yang ber-KTP Kristen dan rajin ke gereja.
Ah nyang bener, bray :

(4) Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS,

(5) dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,


Ga mungkin dong, "yang pernah" dibilang "belum" atau "tidak pernah"! Atau mungkin ada faktor kuantitatifnya, bray! Misalnya, kalo masih dibawah 10 kali mengecap karunia sorgawi atau menerima bagian dalam ROH KUDUS maka bisa dipastikan dia belum memenuhi syarat untuk disebut orang percaya atau Kristen.
 
Atau coba deh cek di Alkitab TR elo, siapa tahu beda lagi maknanya.


Tidak masuk akal jika orang tipe 1 bisa murtad mengingat mereka sudah dimeteraikan Allah dengan ROH KUDUS sampai kedatangan Yesus yang ke-2 dan juga sudah menerima hidup kekal.
Lah, emangnya akal budi bisa menalar atau melogikakan dengan tepat tingkat keimanan ya, bray?

Jadi jika ada orang Kristen pindah ke agama non-Kristen, elo bisa memastikan kalo dia dari awalnya emang bukanlah sungguh-sungguh orang Kristen alias bukan orang Kristen sejati alias ragu-ragu alias tidak percaya.

Apakah seperti itu?
« Last Edit: July 13, 2018, 12:35:54 AM by viruskasih »
July 12, 2018, 05:41:10 AM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 943
  • Denominasi: Protestan
Siapa yang bilang HARUS diartikan diangkat?
...
Lho, bukannya kalo dari sisi elo, emang HARUS diartikan diangkat, bray? CMIIW

Sebab, kalo itu diartikan "dipotong", ya OSAS otomatis gugur.
(Ini kalo hanya berdasarkan ayat itu aza ye).

Itu juga kalo "setiap ranting pada-Ku", didefiniskan sebagai setiap orang Kristen.


Elu itu yang cuma ngotot pokoknya HARUS diartikan dipotong, tapi kasih penjelasan apa-apa.
Kan bisa dibaca di ayat selanjutnya, bray :

(6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Kalo mau dibuang, ya mesti dipotong dulu kan? Atau mesti diangkat juga?
« Last Edit: July 12, 2018, 06:20:37 AM by viruskasih »
July 12, 2018, 08:41:12 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Lho, bukannya kalo dari sisi elo, emang HARUS diartikan diangkat, bray? CMIIW

Sebab, kalo itu diartikan "dipotong", ya OSAS otomatis gugur.
(Ini kalo hanya berdasarkan ayat itu aza ye).

Itu juga kalo "setiap ranting pada-Ku", didefiniskan sebagai setiap orang Kristen.
Maksudnya dari sisi saya  mengharuskan itu gimana?
Saya punya interpretasi. Dan saya jelaskan pendapat saya berdasarkan interpretasi saya.
Kalau punya interpretasi lain, silakan jelaskan. Bukankah begitu yang namanya diskusi. Gak perlu nyerang orangnya mengatakan 'saya mengharuskan'.
Quote
Kan bisa dibaca di ayat selanjutnya, bray :

(6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Kalo mau dibuang, ya mesti dipotong dulu kan? Atau mesti diangkat juga?
Ayat 2, itu adalah ranting yang melekat pada DIA. Yang berbuah dibersihkan, yang tidak berbuah diangkat supaya berbuah.

Ayat 6 adalah ranting yang di luar DIA. Ranting itu tidak akan bisa berbuah dan akhirnya menjadi kering dan dibakar.

tambahan:
Dari keseluruhan alkitab, tidak pernah kata airo ini berarti "cuts off".
Kalaupun ada yang bermakna "remove", itu berkonotasi mengangkat kemudian memindahkan ke tempat lain. Tapi kata ini tidak pernah dipakai dalam konteks seperti memotong ranting dari pohon.
« Last Edit: July 12, 2018, 08:44:44 AM by alephtav »
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 12, 2018, 08:41:29 AM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
mana ada banyak ahli bahasa?
dari sebelah mana u dapet kesimpulan najis kek gt?
"sometimes argued" itu kamu bilang banyak?
emang bodoh beneran gak bisa baca Inggris? ;D ;D ;D
itu diatas yang kamu copas sudah membuktikan kalau sesuai context artinya ya begitu

kalo kamu bilang banyak ahli bahasa berpendapat demikian? buktinya?
wong versi terjemahan mereka hasilnya dipotong smua kok
banyak dari gundulmu?
wkwkwkwk
ini kan salah satu argumen fallacy yang gak dibangun diatas referensi yang benar
jadinya menyesatkan, sesuai gayamu

yang kamu copas itu justru meneguhkan pendapat saya, disitu jelas2 bilang kalo mau sesuai context tanpa preassumption ya artinya removed ;D ;D
kan udah dibold di merah gt masih pura2 gak ngerti juga

coba copasin lagi, gw rasa kalo gak ngerti juga elu emang udah buta doktrin broh

The Greek verb αἴρω (airw) can mean “lift up” as well as “take away,” and it is sometimes argued that here it is a reference to the gardener “lifting up” (i.e., propping up) a weak branch so that it bears fruit again. In Johannine usage the word occurs in the sense of “lift up” in 8:59 and 5:8-12, but in the sense of “remove” it is found in 11:39, 11:48, 16:22, and 17:15. In context (theological presuppositions aside for the moment) the meaning “remove” does seem more natural and less forced

coba yang biru itu dibaca lagi berulang2 biar jelas ;D ;D ;D
wkwkkwwk
aduh ampun dah

sampai sini saja leph
saya rasa saya sudah cukup menjelaskan
dan saya sudah cukup membuktikan kamu itu memang layak dipanggil tuhan

wkwkwkwkwk ;D ;D ;D
Si penulis notes itu jujur, mengatakan ada argumen tentang menafsirkan kata ini sebagai 'lift up'.
Dia dengan netral juga menyatakan, apabila diterjemahkan sebagai 'cuts off', maka akan ada kontradiksi dengan ayat-ayat lain. Kemudian dia juga menuliskan beberapa alternatif penafsiran.

The Greek verb αἴρω (airw) can mean “lift up” as well as “take away,” and it is sometimes argued that here it is a reference to the gardener “lifting up” (i.e., propping up) a weak branch so that it bears fruit again. In Johannine usage the word occurs in the sense of “lift up” in 8:59 and 5:8-12, but in the sense of “remove” it is found in 11:39, 11:48, 16:22, and 17:15. In context (theological presuppositions aside for the moment) the meaning “remove” does seem more natural and less forced (particularly in light of v. 6, where worthless branches are described as being “thrown out” – an image that seems incompatible with restoration). One option, therefore, would be to understand the branches which are taken away (v. 2) and thrown out (v. 6) as believers who forfeit their salvation because of unfruitfulness. However, many see this interpretation as encountering problems with the Johannine teaching on the security of the believer, especially John 10:28-29. This leaves two basic ways of understanding Jesus’ statements about removal of branches in 15:2 and 15:6: (1) These statements may refer to an unfaithful (disobedient) Christian, who is judged at the judgment seat of Christ “through fire” (cf. 1 Cor 3:11-15). In this case the “removal” of 15:2 may refer (in an extreme case) to the physical death of a disobedient Christian. (2) These statements may refer to someone who was never a genuine believer in the first place (e.g., Judas and the Jews who withdrew after Jesus’ difficult teaching in 6:66), in which case 15:6 refers to eternal judgment. In either instance it is clear that 15:6 refers to the fires of judgment

Dibaca semua ya, jangan cuma dipotong seenak perut.

Jadi si penulis notes itu netral, berusaha menyajikan semua kemungkinan.

Lain halnya dengan si mulut besar Henhen yang sok maha benar.
Ngotot pokoknya artinya HARUS dipotong. Kalau gak nurutin si mulut besar Henhen, artinya itu mau jadi Tuhan. Kalau berani-berani menanyakan lebih jauh maksud dari perikop ini berarti berniat membuat alkitab sendiri. Demikianlah pendapat mulut besar si Henhen yang sok benar. Karena Henhen sudah bersabda di blog-nya. Berani membantah pendapat Henhen berarti strawman.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 13, 2018, 12:32:29 AM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 943
  • Denominasi: Protestan
...
Kalau punya interpretasi lain, silakan jelaskan. Bukankah begitu yang namanya diskusi. Gak perlu nyerang orangnya mengatakan 'saya mengharuskan'.Ayat 2, itu adalah ranting yang melekat pada DIA. Yang berbuah dibersihkan, yang tidak berbuah diangkat supaya berbuah.
Nah, poinnya di situ, bray.

Okelah elo ga ngotot artinya HARUS "diangkat' TETAPI elo (HARUS, mau ga mau) ngotot artinya HARUS tidak sama dengan "dipotong" (dan yang similar dengannya).

Sebab kalo elo sepakat artinya adalah "dipotong" maka berdasarkan ayat itu saja maka OSAS otomatis gugur.
Menurut gue, ayat ini salah satu ayat yang krusial untuk doktrin OSAS.

Sekali lagi, CMIIW.


Ayat 6 adalah ranting yang di luar DIA.
Ah nyang bener, bray :

(5a) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya (ranting-ranting pada-Ku).

(5b) Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

(6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jadi ayat (5b) & (6) itu adalah rumusan sebab - akibat yang saling bertolak belakang. 

Betewe, "kamu" di situ kan merujuk kepada 11 rasul yang notabene adalah "ranting-ranting pada-Ku".
Ga mungkin dong 11 rasul dari awal sudah dirujuk sebagai "ranting di luar Dia".

Atau elo punya opini lain ?


tambahan:
Dari keseluruhan alkitab, tidak pernah kata airo ini berarti "cuts off".
Tapi yang similiar dengan itu banyak loh,

- untuk berpindah dari tempatnya
- untuk mengambil sesuatu yang melekat pada apa pun
- untuk menghapusnya
- untuk dibawa pergi, membawa pergi dengan satu
- untuk apa yang diambil
- ia mengambil jauh dari yang lain apa itu atau apa yang berkomitmen padanya, untuk mengambil dengan paksa
- untuk mengambil dan berlaku untuk penggunaan apa pun
- untuk mengambil dari antara yang hidup, baik dengan kematian alami atau dengan kekerasan


Kalaupun ada yang bermakna "remove", itu berkonotasi mengangkat kemudian memindahkan ke tempat lain. Tapi kata ini tidak pernah dipakai dalam konteks seperti memotong ranting dari pohon.
Kalo dalam konteks budidaya pohon anggur, bisa tidak, bray ?

Sebab dari awal perikop Yoh 15:18 tersebut, Yesus Kristus sendiri sudah menggunakan konteks pohon anggur.
« Last Edit: July 13, 2018, 12:37:51 AM by viruskasih »
July 13, 2018, 08:36:34 AM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1790
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
OSAS tergantung cara pandang terhadap "BERIMAN" sejati

jika ada org yg kita anggap MURTAD, penganut OSAS dgn entengnya tinggal berkata :

OH, ITU BUKAN IMAN sejati, KARENA KALAU IMAN sejati TIDAK MUNGKIN MURTAD

yakinlah,

tidak ada satupun manusia yg mampu menentukan apakah seseorang BERIMAN sejati atau tidak.

jadi jika ada org yg ngaku dirinya sdh OSAS,

itu sdh mengambil peran YESUS sebagai HAKIM di hari penghakiman.

dan kepada org yang berani mengatakan bhw dirinya sdh pada kondisi OSAS,

saya hanya MENGINGATKAN

Alkitab mencatat :

orang yang merasa bhw dirinya sdh LAYAK dihadapan YESUS, ternyata oleh YESUS dinyatakan TIDAK LAYAK

sebaliknya

porang yang merasa dirinya TIDAK LAYAK dihadapan YESUS, ternyata oleh YESUS dinyatakan LAYAK.



saya sarankan

bersikaplah secara rendah hati dan santun ketika berhadapan dengan YESUS :D :D

pilih mana, sniff atau snaff :D

salam

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
July 13, 2018, 08:56:25 AM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Nah, poinnya di situ, bray.

Okelah elo ga ngotot artinya HARUS "diangkat' TETAPI elo (HARUS, mau ga mau) ngotot artinya HARUS tidak sama dengan "dipotong" (dan yang similar dengannya).

Sebab kalo elo sepakat artinya adalah "dipotong" maka berdasarkan ayat itu saja maka OSAS otomatis gugur.
Menurut gue, ayat ini salah satu ayat yang krusial untuk doktrin OSAS.

Sekali lagi, CMIIW.
Saya kurang nangkep maksud anda.
Kenapa saya harus dibahas, saya mengharuskan atau tidak?
Apa relevansinya?
Quote
Ah nyang bener, bray :

(5a) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya (ranting-ranting pada-Ku).

(5b) Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

(6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jadi ayat (5b) & (6) itu adalah rumusan sebab - akibat yang saling bertolak belakang. 

Betewe, "kamu" di situ kan merujuk kepada 11 rasul yang notabene adalah "ranting-ranting pada-Ku".
Ga mungkin dong 11 rasul dari awal sudah dirujuk sebagai "ranting di luar Dia".

Atau elo punya opini lain ?

Di ayat 5 Yesus menyatakan bahwa bila seseorang tidak di dalam Dia (di luar Dia), dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ayat 6 lebih jelas lagi: "Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku..."
Quote
Tapi yang similiar dengan itu banyak loh,

- untuk berpindah dari tempatnya
- untuk mengambil sesuatu yang melekat pada apa pun
- untuk menghapusnya
- untuk dibawa pergi, membawa pergi dengan satu
- untuk apa yang diambil
- ia mengambil jauh dari yang lain apa itu atau apa yang berkomitmen padanya, untuk mengambil dengan paksa
- untuk mengambil dan berlaku untuk penggunaan apa pun
- untuk mengambil dari antara yang hidup, baik dengan kematian alami atau dengan kekerasan
Dari kesemuanya itu tidak ada yang dalam konteks seperti memangkas (cuts off) ranting dari sebuah pohon. Kata ini selalu berkonotasi 'mengangkat'.
Pemakaiannya bisa bermacam-macam seperti:
- Mengangkat (sesuatu) untuk meninggikan
- Mengangkat (sesuatu) untuk menanggungnya
- Mengangkat untuk memindahkan
- Mengangkat untuk memisahkan
- Mengangkat untuk menggendong/menahan
- dll.
Tapi sekali lagi, tidak pernah untuk konteks memangkas pohon.

Bruce Wilkinson di bukunya Secrets of the Vine juga menyatakan hal ini.
Quote
Kalo dalam konteks budidaya pohon anggur, bisa tidak, bray ?

Sebab dari awal perikop Yoh 15:18 tersebut, Yesus Kristus sendiri sudah menggunakan konteks pohon anggur.
Kalau dalam konteks budidaya pohon anggur kata ini tidak tepat kalau diartikan memangkas. Lebih tepat kalau diartikan mengangkat ranting yang jatuh dan melilitkan ke teralis.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 13, 2018, 09:07:33 AM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
OSAS tergantung cara pandang terhadap "BERIMAN" sejati

jika ada org yg kita anggap MURTAD, penganut OSAS dgn entengnya tinggal berkata :

OH, ITU BUKAN IMAN sejati, KARENA KALAU IMAN sejati TIDAK MUNGKIN MURTAD

yakinlah,

tidak ada satupun manusia yg mampu menentukan apakah seseorang BERIMAN sejati atau tidak.

jadi jika ada org yg ngaku dirinya sdh OSAS,

itu sdh mengambil peran YESUS sebagai HAKIM di hari penghakiman.

dan kepada org yang berani mengatakan bhw dirinya sdh pada kondisi OSAS,

saya hanya MENGINGATKAN

Alkitab mencatat :

orang yang merasa bhw dirinya sdh LAYAK dihadapan YESUS, ternyata oleh YESUS dinyatakan TIDAK LAYAK

sebaliknya

porang yang merasa dirinya TIDAK LAYAK dihadapan YESUS, ternyata oleh YESUS dinyatakan LAYAK.



saya sarankan

bersikaplah secara rendah hati dan santun ketika berhadapan dengan YESUS :D :D

pilih mana, sniff atau snaff :D

salam
Cara pandangnya kurang tepat.
Yang menyelamatkan itu bukan iman, tapi karya Kristus.
Kalau kita percaya karya Kristus, itu namanya beriman.

Justru kalau kita merasa tidak layak, maka kita percaya/beriman kepada darah Kristus sehingga kita bisa dilayakkan untuk datang kepada Allah. Kita yakin dan percaya bahwa darah Kristus melayakkan.

Justru aneh kalau katanya percaya karya Kristus tapi gak yakin dirinya selamat.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 13, 2018, 11:03:51 AM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1790
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Cara pandangnya kurang tepat.
Yang menyelamatkan itu bukan iman, tapi karya Kristus.
Kalau kita percaya karya Kristus, itu namanya beriman.

anda hanya bermain kata2 :char11:
yg anda tuliskan inipun masih kurang tepat,
kalau mau lengkap dan tepat, ya hrs mengutip  seluruh Alkitab :afro:

Quote from:  
Justru kalau kita merasa tidak layak, maka kita percaya/beriman kepada darah Kristus sehingga kita bisa dilayakkan untuk datang kepada Allah. Kita yakin dan percaya bahwa darah Kristus melayakkan.

saya belajar dari pengalaman org lain yg dicontohkan di Alkitab tentang org yg yakin dirinya selamat tapi ditolak, sementara yg merasa dirinya tdk layak malah diterima Yesus.

Quote from:  
Justru aneh kalau katanya percaya karya Kristus tapi gak yakin dirinya selamat.

Saya percaya 100% tentang Karya Kristus.

yang saya tidak percaya itu bukan Karya Kristusnya, tapi diri saya.

kkarena yg menentukan adalah kondisi terahir saya, saat saya mati.

apakah diri saya bisa bertekun sampai ahir hayat saya?
atau dalam pemahaman kaum OSAS

apakah iman yg saya miliki adalah iman sejati

 IMHO, hanya Tuhanlah yg tau,

saya hanya bisa memohon agar selalu dimampukan.

btw, apakah iman anda adalah iman sejati?
tolong dijelaskan

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)