Author Topic: Lagi, Original Sin  (Read 8716 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 12, 2019, 08:51:51 AM
Reply #330
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1390
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
@888

Maksudmu ayat yg terkutip itu tidak fair,
Atau FT itu tak berlaku utk org2 yg sdr sebutkan,
Atau apa dasar sdr, bw pendosa bisa menghasilkan yg suci?

Ayat2 itu antara lain,
Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. [Yoh 14:6]
Tidak ada seorangpun yg datang kpd Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Artinya: Tak ada yg benar, seorang pun tak (Rm3.10)
Semua berbuat dosa (Rm.3.23+5.12), semua manusia berdosa (1Rj.8.46)
Tak ada seorangpun yg baik (Lk.18.19), tak ada org yg otomatis nyape kpd Bapa
Tapi kita telah mengakui Yesus ialah Tuhan atas org hidup dan Tuhan atas org mati

Salam Damai!

NB: Utk penulis Alkitab
Mis.: Apakah dia bisa menyetel mimpinya?
Apakah inspirasi bisa ditarik sendiri? Dan bisikan?
« Last Edit: February 12, 2019, 08:55:25 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
February 13, 2019, 02:27:07 PM
Reply #331
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1390
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen

Setiap kata ber-gbr
Setiap gbr ber-kata2
Dan kata itu bergema


Sederhananya kronologi itu:
Setelah kau declare ia “maren”
Maka aku menjadi “maren” bagimu

Sepahitnya:
Jika aku mengatakan kau "gila"
Dan kau tidak mau menerimanya
Maka "gila" itu mantul ke jidat-ku

Semanisnya:
Jika kau mengatakan "salam damai"
Dan ternyata aku tak mau menerima
Maka "damai" itu mantul ke hati-mu

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
February 19, 2019, 01:18:37 PM
Reply #332
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1390
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tetapi yg saya permasalahkan adalah: adanya pemikiran, bukan karena membunuh, maka manusia itu berdosa,
tetapi dikatakan.. karena manusia sudah jatuh kedalam dosa, maka semua manusia menjadi pembunuh,
sebab semua manusia yg sudah jatuh kedalam dosa, akan “cenderung” untuk membunuh.
Ya!
Apa masih belum bisa kau pahami ke-dua responku kemarinan, Bro!
Membunuh dlm hal ini tidak hrs meniadakan dgn cara berdarah-darah
Membunuh bisa saja  membunuh karakter,  mematikan usaha pesaing
Membasmi macem2, sebab bumi ini pun telah termebar akibat dosa, dll

Salam Damai!
« Last Edit: February 19, 2019, 05:18:23 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
February 21, 2019, 03:49:07 PM
Reply #333
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Ya!
Apa masih belum bisa kau pahami ke-dua responku kemarinan, Bro!
Membunuh dlm hal ini tidak hrs meniadakan dgn cara berdarah-darah
Membunuh bisa saja  membunuh karakter,  mematikan usaha pesaing
Membasmi macem2, sebab bumi ini pun telah termebar akibat dosa, dll

Salam Damai!

Baiklah saudara ku.. dari pada kita membicarakan hal2 yg melahirkan debat kusir tidak Alkitabiah, mari kita kembali pada topik disini.

Saudara ku .. coba anda renungkan FT dalam Lukas 1:6 .. keduanya adalah BENAR dihadapkan Allah dan hidup MENURUT segala perintah dan ketetapan Tuhan, DENGAN  TIDAK  BERCACAT.

Nah, bagaimana saudara menjelaskan tentang “dosa asali” ini terhadap kasus Zakaria dan Elisabeth, jika saudara memahami.. bahwa semua manusia telah “berbuat dosa atau telah menjadi pembunuh”.==> perhatikan kalimat terakhir ..Dengan Tidak Bercacat.. artinya: sempurna.

Jbu..
February 21, 2019, 06:33:22 PM
Reply #334
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1390
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Saudara ku .. coba anda renungkan FT dalam Lukas 1:6 .. keduanya adalah BENAR dihadapkan (dihadapan) Allah
dan hidup MENURUT segala perintah dan ketetapan Tuhan, DENGAN  TIDAK  BERCACAT.
Mungkin kebenaran itu kebenaran Taurat, kasihilah sesamamu benciilah musuhmu
Dan tidak mustahil ia khilaf di belakang, artinya, itu bukan karena kehendaknya
Tapi karna daging telah dikuasai dosa dan diri-nya tak kuasa melepaskannya

Benar saja tidak cukup, sebab benar itu hendaklah baik
Benar dan baik pun kurang keknya, jika tak memerdekakan
Sampai sekarang org Yahudi merasa benar saja sesuai Taurat


Nah, bagaimana saudara menjelaskan tentang “dosa asali” ini terhadap kasus Zakaria dan Elisabeth, jika saudara memahami.. bahwa semua manusia telah “berbuat dosa atau telah menjadi pembunuh”.==> perhatikan kalimat terakhir ..Dengan Tidak Bercacat.. artinya: sempurna.
Semua yg asing adalah musuh baginya
Sebab itu ia tak percaya kpd Gabariel
Dan sebab itu juga, maka ia jadi bisu

Banyak yg sulit kita cari2 dosa-nya
Salah satunya adalah apa dosa Biliam
Tapi percalah apa yg dikata Yesus saja

Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. [Yoh 14:6] 
Tak ada seorangpun yg datang kpd Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Begitulah renunganku
Bagaimana, Bro! Akur?
Apa ragu pd kata-Nya?

Salam Damai!
« Last Edit: February 21, 2019, 06:35:55 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
February 22, 2019, 01:27:20 PM
Reply #335
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
..cut...

Kita bebas menafsirkan arti “benar” pada kalimat diayat tersebut, tetapi agar manusia “tidak keliru” dalam kebebasan untuk menafsirkan ayat tersebut, maka penulis kitab sudah “memberikan penegasan” tentang “arti benar itu”, dengan perkataan “TIDAK BERCACAT”, artinya .. sempurna.

Jadi, ayat tersebut dapat juga dituliskan secara ringkas.. Zakharia dan Isterinya hidup “sempurna” dimata Tuhan. Artinya: Jika mereka hidup tanpa cacat dimata Tuhan, maka artinya mereka “tidak terkena dosa asali”, seperti pemahaman anda.

Nah, jika kita ikuti pemahaman anda tentang dosa asali itu, maka lahir pertanyaan besar: Bagaimana tentang Henokh, Bagaimana  tentang Elia, jika mereka mewarisi dosa asali itu, kok bisa dosa diangkat Tuhan ke surga ?

Kemudian yg terpenting adalah: Bagaimana tentang Yesus ?

Lalu timbul pertanyaan anda, apakah pendosa bisa melahirkan yg Kudus ? Maka jawabnya tidak, sehingga dgn pertanyaan anda tersebut, sebenarnya anda telah memahami, bahwa dosa asali seperti pemahaman anda itu tidak ada, tetapi “daging” kita telah melakukan dosa didalam “daging Adam”, namun ..”Jiwa” kita tidak ikut melakukan dosa yg diperbuat Adam tersebut, sebab jiwa kita belum dilahirkan.

Itulah sebabnya Paulus mengatakan, daging ku selalu berbuat dosa, tetapi roh ku (jiwa) senantiasa memuliakan Allah.

Jadi apa yg di wariskan atas pelanggaran yg dilakukan Adam tsb ?

Yg diwariskan oleh Adam tersebut, bukan dosa (dosa berdasarkan Alkitab memiliki pengertian: pelanggaran terhadap hukum Allah), tetapi yg diwariskan oleh Adam itu adalah “Akibat dari dosa atau Upah dosa, yaitu maut”.

Karena Adam melanggar hukum Allah, maka Adam jatuh kedalam maut dan maut itulah yg diwariskan Adam sampai akhir jaman., inilah yg dimaksut perkataan pada peristiwa di taman eden.. Perintah Allah .. jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu “mati”. Mati dalam perkataan Allah itulah yg disebut “maut”.

Mengapa dosa tidak dapat diwaris kan ?

Seperti kata Alkitab, dosa adalah “Pelanggaran terhadap hukum Allah”, jadi “TIDAK MUNGKIN” pelanggaran itu dapat diwariskan, namun “akibat” dari pelanggaran itu yg diwariskan pada keturunannya.

Contoh sederhana: Si A melakukan pembunuhan, sehingga si A di penjara, nah karena yg melakukan “pelanggaran” hukum adalah si A, maka cuma si A yg dipenjara, dan anak atau keturunan si A tidak ikut dipenjara, TETAPI akibat dari pelanggaran hukum yg dilakukan oleh si A tersebut, maka anak dan keturunannya, akan di sebut atau di cap atau dikenali “sbg anak pembunuh”.

Nah, cap “sbg anak pembunuh” itu, bukan karena si anak dan keturunannya melakukan pembunuhan, tetapi karena “akibat atau upah” atas perbuatan si A.

Jadi saudara ku, bukan dosa itu yg diwariskan oleh Adam, tetapi akibat dari dosa itulah yg diwariskan sampai kini, yaitu “maut”.


Jbu
February 22, 2019, 02:30:42 PM
Reply #336
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1390
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kita bebas menafsirkan arti “benar” pada kalimat diayat tersebut, tetapi agar manusia “tidak keliru” dalam kebebasan untuk menafsirkan ayat tersebut, maka penulis kitab sudah “memberikan penegasan” tentang “arti benar itu”, dengan perkataan “TIDAK BERCACAT”, artinya .. sempurna.
Ya! Kita bebas!
Bebas berpikir dan menafsir
Satu2 saja dibahas biar fokus

"Benar" beda dgn "Baik" beda dgn "Memerdekakan"
Dia TDK BERCACAT sesuai hukum Taurat; Sempurna
Org spt ini banyak di Israel, pernah dialog dgn Yesus

Artinya, jika benar yg sempurna spt itu telah cukup
Maka Yesus bukan jalan dan kebenaran dan hidup
Semua hrs meneladani Zakaria yg sempurna itu
Entah sebab tegar tengkuknya ia menjadi bisu.

Salam Damai!
« Last Edit: February 22, 2019, 02:40:07 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
February 22, 2019, 03:26:05 PM
Reply #337
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Ya! Kita bebas!
Bebas berpikir dan menafsir
Satu2 saja dibahas biar fokus

"Benar" beda dgn "Baik" beda dgn "Memerdekakan"
Dia TDK BERCACAT sesuai hukum Taurat; Sempurna
Org spt ini banyak di Israel, pernah dialog dgn Yesus

Artinya, jika benar yg sempurna spt itu telah cukup
Maka Yesus bukan jalan dan kebenaran dan hidup
Semua hrs meneladani Zakaria yg sempurna itu
Entah sebab tegar tengkuknya ia menjadi bisu.

Salam Damai!

Nah saudara ku, permasalahan “penafsiran” anda, bahwa Zakharia itu “tegar tengkuknya” adalah permasalahan yg berbeda, sebab yg kita bicarakan disini adalah “permasalahan dosa asali tersebut”.

Yang perlu anda ketahui adalah, sampai “detik” Gabriel berbicara pada Zakharia, maka sampai detik saat itu “Zakharia tidak bercacat”, namun .. disaat Gabriel menghampiri Zakharia tersebut, lahirlah “cacat” Zakharia tersebut, apa cacatnya.. Zakharia sempat goyah iman percayanya, sebab Ia dan Isterinya itu telah “sangat tua sekali”, sehingga berdasarkan akal pikirannya, apa yg dikatakan Gabriel adalah sesuatu yg mustahil terjadi.

Jadi saudara ku, saya sajikan peristiwa Zakharia itu, bukan untuk bermaksut membicarakan tentang “kesempurnaan yg dimilikinya”, tetapi untuk “membuktikan” pada anda, bahwa Bukan dosa yg diwariskan, tetapi Akibat dosa itu yg diwariskan.

Karena bukan dosa yg diwariskan, maka Henokh bisa diangkat Allah ke surga, maka Elia juga bisa diangkat Allah ke surga, maka Yesus bisa tidak terkena dosa., Tetapi Jika dosa itu diwariskan, maka sudah pasti Henokh dan Elia tidak dapat diangkat ke surga, dan jika dosa diwariskan, maka sudah pasti Yesus juga ikut mewarisi dosa. Sebab Hukum Allah itu berlaku, Tanpa pengecualian.


Jadi saudara ku, “dosa dan akibat dosa”, adalah 2 hal yg berbeda, dosa itu adalah pelanggaran dan akibat dosa itu adalah maut, jadi .. bukan pelanggaran yg diwariskan oleh Adam, tetapi maut sbg akibat dari pelanggaran itulah yg diwariskan oleh Adam.


Jbu
February 22, 2019, 04:26:04 PM
Reply #338
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1390
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Nah saudara ku, permasalahan “penafsiran” anda, bahwa Zakharia itu “tegar tengkuknya” adalah permasalahan yg berbeda,
sebab yg kita bicarakan disini adalah “permasalahan dosa asali tersebut”.
Ok! Tegar tengguk menjelaskan TAK BERCACAT
Goyim dianggap bukan sesama manusia
Maka Gabriel tak bisa dia terima

Dirinya lebih benar dr yg benar
Walau sebagai imam tentu tau
Apa saja urutan kedatangan-Nya

Tegar tengkuk adalah bentukan, alam yg mendisain itu
Turun temurun bangsa Israel sudah memang begitu
Bisa dibilang sudah terpatri asalnya dr "p.pasir"
Semua ada asalnya

Termasuk dosa, ada asalnya, penyebabnya, akibatnya
Mungkin kita pernah amati bayi mimpi bersedu-sedan
Tentu dia belum pernah bersalah melakukan dosa apa2

Coba kita tafsirkan itu saja
Gerangan apa ada pd-nya

Dr mana asal air-matanya
Mengapa hrs mengalir, dll

Lihat juga bayi dikala nangis karna lapar
Nangisnya pun tambah kuat jika asi terlambat
Ini pun kuhitung sbg teknik, insting memberontak

Mengpa apa ada insting memberontak spt itu,
Kurasa tak lain dan tak bukan adalah
Demi mempertahankan hidup

Salam Damai!

Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
February 23, 2019, 05:20:28 PM
Reply #339
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
@ maren kitatau..

Maaf saudara ku, saya kurang memahami maksut penjelasan2 anda, dan yang saya tangkap adalah, saudara menguraikan “tegar tengkuk” itu suatu bukti adanya “dosa waris”, apakah demikian ??

Saudara ku, supaya kita tidak debat kusir, mari kita ulang, pembahasan tentang dosa asali ini, berdasarkan “pemahaman dasar nya dahulu”, jadi kita tidak lari kebatang tubuhnya, karena jika kita memiliki “pengertian dasar” yg berbeda, maka disaat kita bicara “kerangka atau batang tubuh”, kita pasti akan dibawa pada debat kusir yg tidak berujung.

sebab.. jika dasar pemahaman anda A, maka pastilah semua pemahaman lanjutan anda adalah berdasarkan A tersebut, demikian juga jika dasar pemahaman saya B, maka pastilah pemahaman lanjutan saya akan berdasarkan B tersebut, sehingga tidak akan ada titik temunya, karena itu.. kita harus samakan dahulu pemahaman dasar tentang “dosa asali” tsb.

Berdasarkan Alkitab: Dosa adalah Pelanggaran terhadap Hukum Allah., dan asali memiliki pengertian “asal atau berasal”, sehingga dosa asali, memiliki pengertian:
(1). Pelanggaran terhadap Hukum Allah yg berasal dari Adam.
(2). Pelanggaran terhadap hukum Allah yg dilakukan pertama sekali.

Nah, dalam pengertian dosa asali diatas, kita dapat melihat, dari ke dua pengertian tsb, maka yg menjadi “inti” dari pemahaman tersebut adalah, “kalimat pelanggaran”, artinya: suatu perbuatan yg menyimpang, atau yg tidak sesuai, atau yg bertentangan dgn suatu ketetapan atau hukum, dll.

Nah, “perbuatan tersebut” dapat dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok ataupun lembaga, tetapi “perbuatan” tersebut dilakukan oleh mereka sendiri, dan perbuatan tersebut “tidak dapat di turunkan atau diwariskan” kepada pihak manapun, tetapi pihak2 yg lain diluar mereka, dapat melakukan “bentuk pelanggaran yg sama, dgn varian yg berbeda, sebab tidak mungkin varian itu 100% sama”.

Demikian juga halnya terhadap “Adam dan Hawa”, yaitu: Adam dan hawa yg “melakukan perbuatan pelanggaran tersebut”, sehingga seperti penjelasan diatas, maka “tidak mungkin” kita sbg keturunan Adam dan hawa, melakukan “perbuatan yg sama, seperti yg dilakukan mereka”., Tetapi .. sekalipun kita tidak mungkin melakukan perbuatan yg sama, seperti yg dilakukan mereka, NAMUN didalam “daging mereka”, kita sudah ikut bersama-sama melakukan pelanggaran tersebut, sebab kita berasal dari mereka.

Jadi, didalam tubuh Adam, kita semua keturunannya telah ikut melakukan pelanggaran tersebut, sehingga .. bukan pelanggaran itu yg “diwariskan” oleh Adam, sebab Kita sudah “turut serta” secara daging melakukan pelanggaran itu., tetapi “akibat” dari pelanggaran itulah “yg diwariskan oleh Adam”, mengapa ? Pada saat tubuh Adam mati, tidak berarti semua anak2 Adam ikut menjadi mati, dan anak2 Adam yg tidak mati, akibat dari pelanggaran yg dilakukan dalam tubuh Adam, maka anak2 Adam “merasakan atau mewarisi atau mengalami atau menerima” akibat pelanggaran itu, yaitu “maut”.

Pengertian “maut” disana, memiliki 2 pengertian, yaitu: Kematian daging dan Kematian Rohani. (Untuk masalah ini, bisa kita diskusikan secara terpisah).

Jadi jangan keliru saudara ku, Perbuatan yg dilakukan Adam itu, telah kita lakukan bersama secara daging didalam daging Adam, jadi “tidak ada satupun manusia yg mewarisi perbuatan tsb, sebab setiap manusia telah ikut bersama2 dalam melakukan pelanggaran itu, didalam daging Adam”., sebab pengertian “warisan” adalah sesuatu yg Kita terima, tanpa kita turut serta melakukan sesuatu, untuk yg Kita terima tersebut, seperti: hibah atau pemberian, dan sejenisnya.

Nah, walaupun kita melakukan pelanggaran bersama Adam didalam ke daging an Adam, namun “jiwa atau yg dimaksut roh manusia” yg menjadi keturunan2 Adam tersebut, tidak turut melakukan pelanggaran2 ke daging an tersebut, sebab jiwa atau roh manusia yg menjadi keturunan Adam tersebut, BELUM DILAHIRKAN atau belum ada pada saat Adam melakukan pelanggaran itu.

Sehingga, walaupun secara ke daging an, semua manusia telah melakukan pelanggaran terhadap hukum Allah, sehingga “mengakibatkan kematian”, namun Jiwa atau roh manusia yg menjadi keturunan Adam itu, tidak turut melakukan pelanggaran tersebut, sebab belum dilahirkan atau belum ada atau belum terbentuk., karena jiwa manusia itu, terbentuk (BUKAN tercipta) sejak ia dilahirkan hingga mati.

Itulah sebabny, ada beberapa manusia.. walaupun secara “ke daging an” turut melakukan pelanggaran, tetapi setelah dilahirkan, jiwa atau roh manusia itu, BERHASIL mengalahkan “keinginan” daging tsb, sehingga manusia itu “beroleh tempat di hadirat Allah”, seperti: Henokh, Elia dan Yesus.

Bersambung ..

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)