Author Topic: Proses pengampunan dosa: korban, pelaku, para Rasul dan Tuhan.  (Read 1979 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

July 05, 2018, 05:10:10 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Shalom saudara/i yg terkasih..

Sy mau mengajukan banyak pertanyaan tentang proses pengampunan dosa. Pertanyaan sy ada dua bagian:
Bagian 1
Pertimbangkan kasus2 berikut.
Kasus A
1. Ani adalah gadis yang rajin dan baik hati, dia tidak pernah melakukan sesuatu yg jahat atau merugikan orang lain. Secara duniawi dia tidak bersalah, namun kalo menurut Kristen dia tetap punya 'dosa'. (Tolong jangan nyerempet ke dosa warisan atau tipe2 dosa ya, itu di thread lain aja)
2. Ani suatu hari pergi ke pasar naik sepeda motor, dia dibegal oleh pembegal sadis. Uang dan sepeda motornya dirampok, dia juga dilukai.

Kasus B
1. Budi adalah seorang buronan yang dicari polisi, namun selama ini dia mampu menghindari penangkapan polisi. Secara duniawi dia bersalah, apalagi secara rohani.
2. Budi suatu hari pergi ke pasar naik sepeda motor, dia dibegal oleh pembegal sadis. Uang dan sepeda motornya dirampok, dia juga dilukai.

Pertanyaan sy:
1. Pada kasus A : apakah Tuhan 'tersakiti/merugi' melihat Ani dibegal dan dengan demikian punya hak utk mengampuni? jika Tuhan tidak tersakiti sama sekali maka apa sebabnya? Lalu apakah Ani (sebagai korban) memiliki hak utk mengampuni pembegalnya? Jika Ani tidak punya hak maka mengapa? jika dia punya hak maka mengapa? atau apakah baik Ani dan Tuhan, keduanya punya hak mengampuni?
2. Pada kasus B: jawab juga pertanyaan2 yg sama di atas.

Bagian 2.
Perhatikan ayat berikut
"So Jesus said to them again, "Peace to you! As the Father has sent Me, I also send you." And when He had said this, He breathed on them, and said to them, "Receive the Holy Spirit. If you forgive the sins of any, they are forgiven them; if you retain the sins of any, they are retained"" (John 20:21-23)

Pertanyaan sy:
3. Para Rasul setelah percaya Yesus dengan sungguh2 punya dosa atau tidak?
4. Apakah mereka
    4.1. benar2 punya hak/berkuasa mengampuni dosa manusia? atau
    4.2  itu cuma sebatas 'memproklamasikan' bahwa dosa diampuni jika mau percaya Yesus atau
    4.3  Tuhan 'tunduk' kepada para rasul dalam memutuskan itu dosa diampuni atau tidak (dalam artian, jika rasul berkata 'itu diampuni' maka segera Tuhan mengampuni, jika tidak maka dosa orang itu tetap).
yg merupakan penjelasan yg paling tepat? Atau ada penjelasan lain?
5. Jika anda tadi berkeyakinan para rasul diberi hak utk mengampuni dosa, maka apakah hak/kuasa/kemampuan tersebut masih ada sekarang??

Sekian pertanyaan2 sy.. Terima kasih... Semoga pertanyaan ini dapat ditanggapi dengan baik dan bermanfaat utk kita semua.
« Last Edit: July 05, 2018, 05:19:10 PM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
July 05, 2018, 05:43:42 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
sy akan coba menjawab sendiri dengan logikaku sendiri.
sy pake prinsip, manusia itu adalah 'mainannya Tuhan' jadi siapa yg menyakiti mainannya Tuhan maka dia menyakiti atau merugikan Tuhan. Maka itu cuma Tuhan yg punya hak menyatakan dosa pelaku tetap ada atau diampuni. sang korban tidak punya hak sama sekali dalam soal 'rohani', kalo duniawi iya dia berhak.

utk para rasul, juga mereka tdk punya hak.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
July 05, 2018, 10:06:13 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 586
@revoltzer

1. Pada kasus A : apakah Tuhan 'tersakiti/merugi' melihat Ani dibegal dan dengan demikian punya hak utk mengampuni? (Tuhan tidak tersakiti atau merugi)
jika Tuhan tidak tersakiti sama sekali maka apa sebabnya? (karena Tuhan maha kuat maha perkasa jadi tidak ada yang dapat menyakiti Tuhan)
Lalu apakah Ani (sebagai korban) memiliki hak utk mengampuni pembegalnya? (lebih tepatnya hak untuk memaafkan dan tidak menghukum di dunia, sedangkan hak mengampuni hanya dimiliki oleh Tuhan)
Jika Ani tidak punya hak maka mengapa? (karena itu berkaitan dengan keadilan dan karena hanya Tuhan yang maha adil maka hanya Tuhan yang berhak mengampuni)
jika dia punya hak maka mengapa? (ani tidak punya hak mengampuni)
atau apakah baik Ani dan Tuhan, keduanya punya hak mengampuni? (hanya Tuhan yang punya hak mengampuni)

2. Pada kasus B: jawab juga pertanyaan2 yg sama di atas. (jawaban saya sama dengan yang diatas)

Bagian 2.
Perhatikan ayat berikut
"So Jesus said to them again, "Peace to you! As the Father has sent Me, I also send you." And when He had said this, He breathed on them, and said to them, "Receive the Holy Spirit. If you forgive the sins of any, they are forgiven them; if you retain the sins of any, they are retained"" (John 20:21-23)

Pertanyaan sy:
3. Para Rasul setelah percaya Yesus dengan sungguh2 punya dosa atau tidak? hanya Tuhan yang tahu

4. Apakah mereka
    4.1. benar2 punya hak/berkuasa mengampuni dosa manusia? (tidak) atau
    4.2  itu cuma sebatas 'memproklamasikan' bahwa dosa diampuni jika mau percaya Yesus (ya) atau
    4.3  Tuhan 'tunduk' kepada para rasul dalam memutuskan itu dosa diampuni atau tidak (Tidak).

5. Jika anda tadi berkeyakinan para rasul diberi hak utk mengampuni dosa, maka apakah hak/kuasa/kemampuan tersebut masih ada sekarang?? (saya tidak berkeyakinan para rasul diberi hak utk mengampuni dosa)
July 05, 2018, 10:16:52 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
mengampuni itu bukan "hak"
mengampuni itu adalah "kewajiban"
kenapa kita wajib mengampuni? karena Allah sudah terlebih dahulu mengampuni kita

so baik kasus Ani maupun Budi apapun yang terjadi mereka harus (wajib) mengampuni yang bersalah kepada mereka
soal Tuhan tersakiti atau tidak.... well, saya pikir dari sejak Adam pun Tuhan sudah tersakiti hatiNya :)
tp saya ga akan bahas hal ini terlalu dalam
itu jawaban nomor 1 dan 2

3. ya masih punya dosa, Petrus kan sampe ditegor Paulus karena munafik

4. sesuai ayat tersebut, rasul memang diberikan kuasa itu, hal ini dipraktekkan di Katolik melalui sakramen pengampunan dosa, contoh kasus langsung bisa kita lihat di Kisah Para Rasul dimana Petrus menerapkan kuasa ini kepada Ananias dan Safira, mereka langsung mati saat itu juga

5. seharusnya masih, apa yang telah diberikan Tuhan, prinsipnya sy percaya tidak ditarik kembali
Yesus pun jelas menegaskan soal "dosa yang tidak dapat diampuni"
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
July 06, 2018, 10:08:08 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Shalom saudara/i yg terkasih..

Sy mau mengajukan banyak pertanyaan tentang proses pengampunan dosa. Pertanyaan sy ada dua bagian:
Bagian 1
Pertimbangkan kasus2 berikut.
Kasus A
1. Ani adalah gadis yang rajin dan baik hati, dia tidak pernah melakukan sesuatu yg jahat atau merugikan orang lain. Secara duniawi dia tidak bersalah, namun kalo menurut Kristen dia tetap punya 'dosa'. (Tolong jangan nyerempet ke dosa warisan atau tipe2 dosa ya, itu di thread lain aja)
2. Ani suatu hari pergi ke pasar naik sepeda motor, dia dibegal oleh pembegal sadis. Uang dan sepeda motornya dirampok, dia juga dilukai.

Kasus B
1. Budi adalah seorang buronan yang dicari polisi, namun selama ini dia mampu menghindari penangkapan polisi. Secara duniawi dia bersalah, apalagi secara rohani.
2. Budi suatu hari pergi ke pasar naik sepeda motor, dia dibegal oleh pembegal sadis. Uang dan sepeda motornya dirampok, dia juga dilukai.

Pertanyaan sy:
1. Pada kasus A : apakah Tuhan 'tersakiti/merugi' melihat Ani dibegal dan dengan demikian punya hak utk mengampuni? jika Tuhan tidak tersakiti sama sekali maka apa sebabnya? Lalu apakah Ani (sebagai korban) memiliki hak utk mengampuni pembegalnya? Jika Ani tidak punya hak maka mengapa? jika dia punya hak maka mengapa? atau apakah baik Ani dan Tuhan, keduanya punya hak mengampuni?
2. Pada kasus B: jawab juga pertanyaan2 yg sama di atas.

Bagian 2.
Perhatikan ayat berikut
"So Jesus said to them again, "Peace to you! As the Father has sent Me, I also send you." And when He had said this, He breathed on them, and said to them, "Receive the Holy Spirit. If you forgive the sins of any, they are forgiven them; if you retain the sins of any, they are retained"" (John 20:21-23)

Pertanyaan sy:
3. Para Rasul setelah percaya Yesus dengan sungguh2 punya dosa atau tidak?
4. Apakah mereka
    4.1. benar2 punya hak/berkuasa mengampuni dosa manusia? atau
    4.2  itu cuma sebatas 'memproklamasikan' bahwa dosa diampuni jika mau percaya Yesus atau
    4.3  Tuhan 'tunduk' kepada para rasul dalam memutuskan itu dosa diampuni atau tidak (dalam artian, jika rasul berkata 'itu diampuni' maka segera Tuhan mengampuni, jika tidak maka dosa orang itu tetap).
yg merupakan penjelasan yg paling tepat? Atau ada penjelasan lain?
5. Jika anda tadi berkeyakinan para rasul diberi hak utk mengampuni dosa, maka apakah hak/kuasa/kemampuan tersebut masih ada sekarang??

Sekian pertanyaan2 sy.. Terima kasih... Semoga pertanyaan ini dapat ditanggapi dengan baik dan bermanfaat utk kita semua.
Kalau pengampunan dari manusia (Ani dan Budi), mereka mengampuni atau tidak, itu hak mereka, tapi proses hukum terhadap pembegal tidak bergantung pada diampuni atau tidaknya si pembegal oleh korban, karena ini bukan delik aduan.
Pengampunan itu cuman terpakai sebagai pertimbangan untuk meringankan hukuman.

Kalau sebagai orang Kristen, tentu saja sebaiknya kita megampuni, karena menyimpan dendam justru akan menyakiti diri kita sendiri.

Sedangkan kalau pengampunan dari Tuhan, ini tidak tergantung apakah Tuhan tersakiti atau tidak oleh perbuatan manusia.
Sejak dosa masuk dalam dunia melalui Adam, Tuhan sudah 'tersakiti' oleh dosa. Karena dosa inilah segala macam perbuatan jahat ada dalam dunia. Begal membegal adalah salah satu contohnya.
Jadi sebenarnya baik Ani, Budi maupun pembegal butuh pengampunan dari Tuhan (melalui Kristus). Pengampunan dosa dari Tuhan itu tidak menurut per perbuatan.

Jadi mungkin konsep 'dosa'-nya yang harus disamakan duu.

Kalau Bagian 2:

4.2  itu cuma sebatas 'memproklamasikan' bahwa dosa diampuni jika mau percaya Yesus
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 06, 2018, 10:21:39 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
mengampuni itu bukan "hak"
mengampuni itu adalah "kewajiban"
maksud aku, siapa yg paling ber-hak menyatakan 'dosamu diampuni'.

kenapa kita wajib mengampuni? karena Allah sudah terlebih dahulu mengampuni kita
Kita mengampuni sebenarnya bukan benar2 dosanya diampuni, yg berhak menyatakan dosanya diampuni itu ya pemilik 'mainan' itu yaitu Tuhan sendiri. menurut logikaku yg di atas begitulah yg ingin ak sampaikan.

so baik kasus Ani maupun Budi apapun yang terjadi mereka harus (wajib) mengampuni yang bersalah kepada mereka
soal Tuhan tersakiti atau tidak.... well, saya pikir dari sejak Adam pun Tuhan sudah tersakiti hatiNya :)
tp saya ga akan bahas hal ini terlalu dalam
itu jawaban nomor 1 dan 2
Menurut logika, jelas Tuhan merugi/tersakiti kalo perampok membegal Ani dan/atau Budi (walaupun Budi juga orang jahat). Bukan cuma merugi pada saat Adam dan Hawa berdosa. Soalnya dia pemilik mainan. Nah jika mainan rusak atau dirusakkan oleh seseorang ya pasti sang pemilik (yaitu Tuhan) merugi.

... (cut)
4. sesuai ayat tersebut, rasul memang diberikan kuasa itu, hal ini dipraktekkan di Katolik melalui sakramen pengampunan dosa, contoh kasus langsung bisa kita lihat di Kisah Para Rasul dimana Petrus menerapkan kuasa ini kepada Ananias dan Safira, mereka langsung mati saat itu juga
Hm thanks, kalo menurut logikaku, hanya Tuhan yg punyak hak/kuasa mengampuni. Mungkin aja Tuhan uda 'membisikkan/memberitahu segala sesuatu yg terjadi dan akan terjadi pada ananias safira' kepada Petrus. Menurut logikaku tidak mungkin Petrus begitu lancang langsung menyatakan "kalian akan bla bla bla dan mati..." Dalam hal ini aku setuju dengan bang @rama noor, itu adalah proklamasi. Justru proses pengampunan itu atas inisiatif diri sendiri. Jika diri sendiri mau mengaku berdosa dan menerima Yesus maka barulah mereka 'dibenarkan' atau ditebus oleh karena pengorbanan Yesus.

5. seharusnya masih, apa yang telah diberikan Tuhan, prinsipnya sy percaya tidak ditarik kembali
Yesus pun jelas menegaskan soal "dosa yang tidak dapat diampuni"
[/quote]
seharusnya tidak, menurut logikaku karena sejak dulu tidak pernah Tuhan kasih kemampuan mengampuni dosa kepada rasul sekalipun. Mungkin kita uda salah mengerti. Mana ada itu ciptaan mampu/berhak/berkuasa mengampuni dosa. yg mengampuni dosa itu ya Sang Pencipta.

sekian menurut logikaku
« Last Edit: July 06, 2018, 11:04:27 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
July 06, 2018, 10:41:43 AM
Reply #6
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian

seharusnya tidak, menurut logikaku karena sejak dulu tidak pernah Tuhan kasih kemampuan mengampuni dosa kepada rasul sekalipun.

Joh 20:21  Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Joh 20:22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah ROH KUDUS.
Joh 20:23  Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

salam
July 06, 2018, 10:46:25 AM
Reply #7
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian
mengampuni itu bukan "hak"
mengampuni itu adalah "kewajiban"
kenapa kita wajib mengampuni? karena Allah sudah terlebih dahulu mengampuni kita


mengampuni itu adalah 'two-stand' Bro!!

'two-stand' = 'standar ganda' yaitu hak dan juga kewajiban.

mau mengampuni atau tidak itu hak anda, dan kalau boleh juga itu kewajiban, makanya disebut 'two-stand' = 'standar ganda'

jangan anda, plintir2 dong, hehe,

salam.
July 06, 2018, 11:10:35 AM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Joh 20:21  Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Joh 20:22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah ROH KUDUS.
Joh 20:23  Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

salam

nah itulah yg disalah-mengerti. Justru karena terlebih dahulu sudah diampuni makanya Rasul cuma menegaskan pengampunan itu. coba lihat bhs inggrisnya. ini juga baru2 aja aku ketahui. dulu pun aku pikir rasul itu hebat sekali bisa mengampuni. eh ternyata tidak. lihat nih:

“Those whose sins you forgive, have already been forgiven; those whose sins you do not forgive, have not already been forgiven.”
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
July 06, 2018, 11:22:44 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
maksud aku, siapa yg paling ber-hak menyatakan 'dosamu diampuni'.
Kita mengampuni sebenarnya bukan benar2 dosanya diampuni, yg berhak menyatakan dosanya diampuni itu ya pemilik 'mainan' itu yaitu Tuhan sendiri. menurut logikaku yg di atas begitulah yg ingin ak sampaikan.

itu sudah jelas Tuhan yang paling berhak :)
tapi sesuai Firman, rasul2nya pun diberikan "privilege" demikian

seharusnya tidak, menurut logikaku karena sejak dulu tidak pernah Tuhan kasih kemampuan mengampuni dosa kepada rasul sekalipun. Mungkin kita uda salah mengerti. Mana ada itu ciptaan mampu/berhak/berkuasa mengampuni dosa. yg mengampuni dosa itu ya Sang Pencipta.

sekian menurut logikaku

y gpp

logika kita dan Tuhan udah jelas sangat berbeda :)

kalau mau diomongin apa adanya dalam Alkitab udah ada jelas :
1. dosa yang tidak dapat diampuni
2. dosa yang tidak mendatangkan maut
3. dalam kasus Ananias dan Safira, Petrus tidak tercatat sama sekali "konsul" sama Tuhan
sy pikir mungkin peristiwa2 inilah yang pada akhirnya membuat Petrus jadi "diutamakan" daripada yang lain
« Last Edit: July 06, 2018, 12:03:03 PM by HenHen »
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)