Author Topic: Permintaan maaf Paus Yohanes Paulus II atas sejarah kelam gereja Katolik  (Read 2283 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 16, 2018, 05:53:50 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Nyambung...

Lain lagi halnya dengan ini. Misalin satu gereja di Indonesia menyatakan kalo Khatolik itu sesat, dan penyembahan yang Khatolik lakukan bukan tertuju ke Yesus, tapi ke iblis. Inilah doktrin resmi di gereja tersebut.

Suatu waktu gereja tersebut sadar. Lalu merubah doktrinnya. Apa gereja tersebut seharusnya dan seyogyanya minta maaf?

Ya, logikanya 'masih' dapat minta maaf. Permintaan maaf atas doktrinnya, bukan atas inkuisisi di zaman dahulu. Wong gereja itu aja belum lahir kok waktu ada inkuisisi dari pihak Protestan...

Nah misalkan nih, anda ada di gereja tersebut, anda pemimpin tertingginya, pada akhirnya anda mengakui apa yang dilakukan gereja itu salah, misal anda hidup di 2018, kesalahan gereja itu di 1950, lalu yang membuat kesalahan sudah meninggal semua

Apakah anda gak ingin meminta maaf atas nama bapak gereja mereka dan mengusahakan persatuan lagi dengan orang yang dulu bapa gereja anda "siksa"?

kok kalo saya sih pengen ya :)
at least ketika saya mengeluarkan permintaan tersebut, jemaat pun akan terdorong untuk mengikuti teladan saya, sukur2 mendukung saya untuk mengusahakan persatuan lagi

bedanya anda sama saya itu cuma anda melihatnya yang lalu2 itu gak perlu dimintakan maaf karena udah lewat juga, dan sekarang sudah banyak bedanya, dalam artian organisasinya pun udah ga kayak dulu lagi

nah ini kan dulunya bersatu
lalu pecah
sekarang pihak setengahnya itu minta maaf
masa anda ga berpikir untuk pihak setengahnya lagi untuk menyambut maaf tersebut? walaupun memang ya ga bisa mewakili keseluruhan :)

wong penjajahan yang dilakukan ratusan tahun yang lalu aja masih orang pengen minta maaf kok
apalagi ini tadinya bersatu kan

dan saya sih yakin banget kok, persatuan itu kehendak Yesus

I dunno bla
tapi kalo saya sih pikirannya begitu

and it's totally okay to be different :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
August 17, 2018, 01:21:25 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
Saya cuma meyakini bahwa adanya penafsiran tertulis mengenai isi Alkitab seperti Magisterium, TS, KGK semata mata hanya ingin menyatukan pemahaman kita semua...(Satu Tuhan Yesus, Satu Iman, Satu Jemaat)...tidak ada maksud2 yang lain...DIA itu senantiasa ESA...dan kebenaran-Nya juga senantiasa ESA (Satu)...Satu Tafsiran sesuai Kehendak-Nya saja...Bukan Multi Tafsir berdasarkan Kehendak tiap tiap manusia (Wajar aja bisa jadi bingung sendiri...mana ya yang benar..?)...

Upaya terakhir...berdoalah sendiri sendiri...minta Hikmat-Nya dengan rendah hati kepada-Nya...Biar DIA sendiri yang menuntun kita masing masing ke arah kebenaran Sejati-Nya yang pasti ESA...

Salam Damai Temans...
Tuhan memberkati...
August 17, 2018, 07:45:30 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Saya cuma meyakini bahwa adanya penafsiran tertulis mengenai isi Alkitab seperti Magisterium, TS, KGK semata mata hanya ingin menyatukan pemahaman kita semua...(Satu Tuhan Yesus, Satu Iman, Satu Jemaat)...tidak ada maksud2 yang lain...DIA itu senantiasa ESA...dan kebenaran-Nya juga senantiasa ESA (Satu)...Satu Tafsiran sesuai Kehendak-Nya saja...Bukan Multi Tafsir berdasarkan Kehendak tiap tiap manusia (Wajar aja bisa jadi bingung sendiri...mana ya yang benar..?)...

Upaya terakhir...berdoalah sendiri sendiri...minta Hikmat-Nya dengan rendah hati kepada-Nya...Biar DIA sendiri yang menuntun kita masing masing ke arah kebenaran Sejati-Nya yang pasti ESA...

Salam Damai Temans...
Tuhan memberkati...
Saya sudah pernah tulis ke anda, tafsiran itu tidak selalu harus sama persis seragam.
Di Roma 14 Paulus menulis tentang penafsiran yang berbeda mengenai boleh tidaknya makan daging. Paulus tidak berusaha menyeragamkan penafsiran, tapi menasehatkan untuk saling menerima.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
August 17, 2018, 10:03:36 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
Saya sudah pernah tulis ke anda, tafsiran itu tidak selalu harus sama persis seragam.
Di Roma 14 Paulus menulis tentang penafsiran yang berbeda mengenai boleh tidaknya makan daging. Paulus tidak berusaha menyeragamkan penafsiran, tapi menasehatkan untuk saling menerima.
Semuanya pada akhirnya tetap mengacu ke satu titik yaitu : ke Yesus (termasuk semua Rasul, termasuk Rasul Paulus, anda dan saya serta semua manusia). Saya tetap meyakini keinginan Yesus/Tuhan agar kita semua sedapat mungkin mau menyatukan pemahaman kita (hanya mengikuti cara pandang-Nya/Kehendak Tuhan saja), maka itu diturunkan ROH KUDUS agar kita tidak menjadi bingung dengan banyak tafsiran yang hanya berdasarkan logika/kehendak individu. Yesus sebenarnya tidak mau diantara kita  ada yang jadi bingung, ragu" dan bimbang dalam memahami ajaran-Nya yang cuma "Satu" itu, tapi karena ada kehendak bebas/Free Will...jadilah keadaannya seperti sekarang..

Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
August 18, 2018, 02:23:38 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1542
  • Denominasi: Gak tau dah...
Nah misalkan nih, anda ada di gereja tersebut, anda pemimpin tertingginya, pada akhirnya anda mengakui apa yang dilakukan gereja itu salah, misal anda hidup di 2018, kesalahan gereja itu di 1950, lalu yang membuat kesalahan sudah meninggal semua

Apakah anda gak ingin meminta maaf atas nama bapak gereja mereka dan mengusahakan persatuan lagi dengan orang yang dulu bapa gereja anda "siksa"?

kok kalo saya sih pengen ya :)
at least ketika saya mengeluarkan permintaan tersebut, jemaat pun akan terdorong untuk mengikuti teladan saya, sukur2 mendukung saya untuk mengusahakan persatuan lagi

bedanya anda sama saya itu cuma anda melihatnya yang lalu2 itu gak perlu dimintakan maaf karena udah lewat juga, dan sekarang sudah banyak bedanya, dalam artian organisasinya pun udah ga kayak dulu lagi

nah ini kan dulunya bersatu
lalu pecah
sekarang pihak setengahnya itu minta maaf
masa anda ga berpikir untuk pihak setengahnya lagi untuk menyambut maaf tersebut? walaupun memang ya ga bisa mewakili keseluruhan :)
Permintaan maaf itu baik. Cuma permintaan maaf yang tidak pada tempatnya, malah menghasilkan lelucon.

Makanya awalnya saya tanya, apa perlu ada satu orang mewakili Protestan yang meminta maaf.

Dijawab gak perlu.

Ok, jadi siapa yang DAPAT meminta maaf?

Contohnya kan dikasih. Dan sebenernya dah agak riskan bawa merk gereja. Tapi ok-lah. Toh ini hanya sekedar contoh.

Apa HKBP 'DAPAT' meminta maaf atas kekejaman Lutheran di zaman lampau? Sementara di sisi lain, HKBP aja belum lahir waktu itu.

Kalau menurutmu dapat, maka kita berbeda pandangan. Diskusi kita akhiri aja sampe di sini.

Ok, saya kasih contoh lagi. Jangan stop di William J. Seymor. Naikkan satu tingkat lagi ke atasnya. Saya lupa siapa namanya. Tapi dari beliaulah berasal penafsiran bahwa baptisan ROH KUDUS berbeda dengan lahir baru. Gak perlu diperpanjang mengenai ini.

'Si saya lupa namanya' mendukung Ku Klux Klan. Walaupun gak sampe ikut2an aksi radikal.

Kalo gereja 'Si saya lupa namanya' masih berdiri, maka menurut saya gereja tersebut dapat meminta maaf kepada kaum kulit hitam Amerika (atau jangan2 sudah minta maaf ya, gak taulah).

Tapi gimana kalo belum?

Apa menurutmu gerejamu (sinodemu) dapat meminta maaf kepada kaum kulit hitam sana, untuk mewakili gereja 'Si siapa saya lupa namanya'?

Kalo menurut saya, bakal jadi dagelan rohani. Wong gerejamu aja belum lahir tahun 60-an...

Tapi jika menurut Henhen, gerejamu seharusnya minta maaf, maka kita berbeda pandangan dan diskusi saya akhiri di sini.
August 18, 2018, 12:51:13 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Bagian ini, seperti mengundang @Sotardugur Parreva untuk berkomentar:
...
Tapi kalau ada katolik-katolik disini yang masih stuck di masa lalu, kemudian ngotot bahwa yang berwenang menafsir alkitab itu cuma magisterium dan penafsir lainnya itu abal-abal....ya silakan.

Dengan berdasarkan logika ini, maka gak salah kan, kalau saya bilang, silakan aja ikutin magisterium seratus persen.
Yup.
Tanpa @alephtav anjurkan, atau sarankan, atau usulkan, atau mintakan, umat Katolik sejati memang memandang bahwa penafsir yang berwenang dan memiliki kompetensi menafsir Alkitab adalah Magisterium. Dicatat di Alkitab, Yesus memberikan kewenangan kepada rasul untuk mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus kristus kepada jemaat. Begini kata Yesus Kristus sebelum Dia naik ke sorga, "dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman".
Harap dicatat, itu bukan berarti jemaat tidak dapat menafsir Alkitab. Semua anggota jemaat bebas menafsir bagaimana, namun, tafsiran resmi Gereja adalah tafsiran Magisterium.
Jika ada anggota jemaat yang menanganggap tafsirannya lebih benar daripada tafsiran Magisterum, orang itu merdeka untuk protes dan keluar dari kelompok yang didirikan Yesus Kristus, sehingga kelompok pengikut Kristus menjadi jamak, beda dari yang diinginkan Yesus Kristus: domba Kristus diharapkan satu kawanan satu gembala.

Lalu kemudian pikir pakai logika, kalau anda mau mengikuti ajaran ini, pikirkanlah apa dasar sesungguhnya yang anda pakai?
Apakah:
1. Alkitab yang bisa anda baca dan tafsir sendiri tapi bisa menimbulkan tafsiran berbeda dengan magisterium
ATAU
2. Tafsiran magisterium atas alkitab, yang kalau anda baca sendiri, tidak mungkin ada penafsiran berbeda.
1. Besar kemungkinan tafsiran perorangan berbeda dari tafsiran Magisterium. Tafsiran resmi Gereja adalah tafsiran Magisterium selaku pihak yang mewarisi kewenangan mengajar;
2. Besar kemungkinan tafsiran perorangan berbeda dari tafsiran Magisterium. Tafsiran resmi Gereja adalah tafsiran Magisterium selaku pihak yang mewarisi kewenangan mengajar.
Semoga bisa ditangkap.
Tanggapan senada dengan ini sudah pernah kusampaikan, tapi mungkin karena kebebalan, atau ketegartengkukan, atau kebolotan atau tidak memperhatikan postingan pasangan diskusi sehingga @alephtav mengulang lagi, mengulang lagi.

Coba pikir pake logika ya...
Dan jangan lupa, kalau melihat sejarah, ada lho tafsiran magisterium yang ternyata keliru.
Agar elegan, kemukakan, bagian mana yang @alephtav pandang sebagai Magisterium menafsir keliru. Jangan-jangan seperti yang sudah-sudah, @alephtav menerjemahkan atau mengartikan tafsiran itu seperti yang @alephtav maknai, tidak menerima penjelasan yang sudah disampaikan.

Salam damai.
« Last Edit: August 18, 2018, 09:22:33 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
August 18, 2018, 01:00:05 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Saya sudah pernah tulis ke anda, tafsiran itu tidak selalu harus sama persis seragam.
Di Roma 14 Paulus menulis tentang penafsiran yang berbeda mengenai boleh tidaknya makan daging. Paulus tidak berusaha menyeragamkan penafsiran, tapi menasehatkan untuk saling menerima.
@Sotardugur Parreva setuju dengan poin ini.
Bahwa tafsiran seorang anggota Gereja, atau seekor domba Kristus, atau sesosok insan merdeka, sangat besar kemungkinan berbeda. Sepanjang tidak bertentangan, kupikir, tidak jadi soal. Jika bertentangan, yang resmi digunakan adalah tafsiran Magisterium.

Salam damai.
« Last Edit: August 18, 2018, 04:04:58 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
August 18, 2018, 02:03:53 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10529
@Sotardugur Parreva setuju dengan poin ini.
Bahwa tafsiran seorang anggota Gereja, atau seekor domba Kristus, atau sesosok insan merdeka, sangat besar kemungkinan berbeda. Sepanjang tidak bertentangan, kypikir, tidak jadi soal. Jika bertentangan, yang resmi digunakan adalah tafsiran Magisterium.

Salam damai.

masuk akal..

mestinya praksis ini juga terjadi di gerejanya mas aleph..

tafsiran mas aleph ada kemungkinan berbeda dgn tafsiran pendetongnya mas aleph, walaupun kedua-duanya mengaku-aku itu adalah tafsiran yang paling murni sesuai pikiran tuhan..

karena mas aleph cuma anakbuah, maka di gereja itu yg berlaku resmi adalah tafsiran versi pendetongnya..

jika mas aleph penasaran pengen mempertahankan tafsirannya untuk diberlakukan buat yang lain, maka mas aleph juga bebas kalo pengen keluar dan buka cabang sendiri, siapa tahu bisa di-franchise-in dapet duit..


jadi sebenernya memang intinya sama..
tinggal kebesaran jiwa kita aja apakah BERANI JUJUR TERUS TERANG... atau apakah MASIH BERIMAN PENGECUT dan TAKUT JUJUR untuk terus memaksa diri kita selalu berada dalam "mode salesman"...

haha..
salam
August 18, 2018, 02:06:29 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10529
Saya sudah pernah tulis ke anda, tafsiran itu tidak selalu harus sama persis seragam.
Di Roma 14 Paulus menulis tentang penafsiran yang berbeda mengenai boleh tidaknya makan daging. Paulus tidak berusaha menyeragamkan penafsiran, tapi menasehatkan untuk saling menerima.

benar sekali...

dan sy rasa kita juga perlu meneladani Paulus yang ternyata PAULUS TIDAK PERNAH MEMEGAHKAN DIRI dengan "menyatakan bahwa tafsiran Paulus atas Firman Tuhan itu adalah yang PALING SESUAI PIKIRAN TUHAN"
August 19, 2018, 08:36:11 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Tapi jika menurut Henhen, gerejamu seharusnya minta maaf, maka kita berbeda pandangan dan diskusi saya akhiri di sini.

yes, harusnya minta maaf kalau memang orang yang melakukan itu dianggap sebagai Bapa gereja, masih ada hubungannya, dan buat saya itu bukan lelucon, itu hal serius :)

kalo memang bla konsisten pandangannya seperti ini berarti Jepang dan Belanda minta maaf atas penjajahannya itu pun gak pada tempatnya dan juga cuma lelucon dong?
mereka juga yang minta maaf itu gak melakukan penjajahan kok, bisa jadi malah belum lahir pada saat melakukan penjajahan, boro2 mengenal yang menjajah dan yang dijajah :)

make things short aja yah, saya gak tanggapi yang laen kalau memang sudah beda pandangan :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)