Author Topic: 2 Saksi Tuhan di jaman Kesengsaraan Besar  (Read 3452 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 24, 2018, 10:46:27 AM
Reply #50
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 327
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Diceritakan, bahwa 2 saksi Allah itu, terdiri dari 2 pohon zaitun dan 2 kaki Dian., nubuat ini berbicara tentang, 4 Patriakh utama, yaitu:
1. Patriakh Antiokhia.
2. Patriakh Roma.
3. Patriakh Yerusalem.
4. Patriakh Alexandria.
Bagaimana anda jelaskan bahwa mereka
1. bernubuat selama 1260 hari :
Wahyu 11:3 Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

2. Menyiksa semua orang yang diam di atas bumi.
Wahyu 11:10 ...karena KEDUA NABI ITU telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

December 24, 2018, 10:49:03 AM
Reply #51
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 327
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Jadi 2 orang saksi yang nanti dibilang akan dibunuh adalah orang-orang Israel dan orang-orang Kristen.

Jika demikian kenapa mereka menyiksa semua orang diatas bumi.
Wah 11:10 ....karena KEDUA NABI ITU telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

Apakah anda suka menyiksa orang ?  :'( :'( :'(
December 24, 2018, 10:57:35 AM
Reply #52
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 327
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
tidak selama lamanya Firman Allah yaitu ke dua saksi tersebut (PL dan PB) dibungkam. S

Sejak kapan di langit tidak turun hujan selama PL dan PB diberitakan dan air menjadi darah ?
Wah 11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

Dimanaaaaa dimanaaaaaa dimaaaaaaana.
December 24, 2018, 12:09:34 PM
Reply #53
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 493
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
mungkin saya akan diserang karena pandangan ini, tapi kita perlu melihat dari sudut pandang lain dan bukan berarti saya tidak percaya dengan Alkitab. Justru kita harus menempatkan tulisan-tulisan Alkitab sesuai dengan tujuan penulis dan tidak menariknya keluar dari konteks penulisan.

Sebelum kita mengutip ayat dan melakukan tafsir. ada baiknya mengetahui jenis2 tulisan di Alkitab.
Khususnya kitab Wahyu dan Daniel yang sering kita pakai untuk menafsirkan akhir jaman dan mencocokannya dengan kejadian masa kini.

Mereka tergolong tulisan Apokaliptik. Jenis tulisan ini biasa dipakai sebagai tulisan untuk menyemangati bangsa Israel/orang Kristen yang tertindas oleh penguasa. Oleh karena itu, banyak perumpamaan, simbolisme, dan hal hal yang bersifat figuratif.

Quote
Apocalyptic literature, literary genre that foretells supernaturally inspired cataclysmic events that will transpire at the end of the world. A product of the Judeo-Christian tradition, apocalyptic literature is characteristically pseudonymous; it takes narrative form, employs esoteric language, expresses a pessimistic view of the present, and treats the final events as imminent.

The earliest apocalypses are Jewish works that date from about 200 BCE to about 165 BCE. Whereas earlier Jewish writers, the Prophets, had foretold the coming of disasters, often in esoteric language, they neither placed these disasters in a narrative framework nor conceived of them in eschatological terms. During the time of the Hellenistic domination of Palestine and the revolt of the Maccabees, however, a pessimistic view of the present became coupled with an expectation of an apocalyptic scenario, which is characterized by an imminent crisis, a universal judgment, and a supernatural resolution.


Kitab Daniel dituliskan pada saat:

Quote
The Book of Daniel presents a collection of popular stories about Daniel, a loyal Jew, and the record of visions granted to him, with the Babylonian Exile of the 6th century BCE as their background. The book, however, was written in a later time of national crisis—when the Jews were suffering severe persecution under Antiochus IV Epiphanes (reigned 175–164/163 BCE), the second Seleucid ruler of Palestine

Quote
The most famous and influential of the early Jewish apocalypses is the last part of the biblical Book of Daniel (chapters 7–12), written about 167 BCE and attributed to a revered wise man who supposedly lived some four centuries earlier at the time of the Babylonian captivity. “Daniel” recounts a series of visions, the first of which (chapter 7) is the most succinct. He sees a succession of four terrible beasts, evidently representing a succession of earthly persecutors culminating in the contemporary Hellenistic tyrant Antiochus IV Epiphanes (the “eleventh horn” of the fourth beast).

Bait Allah ditunggang balikan, oleh Epiphanes. Bangsa Israel dipaksa meninggalkan tradisi mereka. (jika saya tidak salah, bahkan ia membawa babi ke dalam bait Allah).

Alhasil bangsa Israel memberontak yang bisa kita lihat dalam kitab Makabe.

Quote
For many centuries the apocalyptic character of the Book of Daniel was overlooked, and it was generally considered to be true history, containing genuine prophecy. In fact, the book was included among the prophetic books in the Greek canon. It is now recognized, however, that the writer’s knowledge of the exilic times was sketchy and inaccurate. His date for the fall of Jerusalem, for example, is wrong; Belshazzar is represented as the son of Nebuchadrezzar and the last king of Babylon, whereas he was actually the son of Nabonidus and, though a powerful figure, was never king; Darius the Mede, a fictitious character perhaps confused with Darius I of Persia, is made the successor of Belshazzar instead of Cyrus. By contrast, the book is a not inconsiderable historical source for the Greek period. It refers to the desecration of the Temple in 167 and possibly to the beginning of the Maccabean revolt. Only when the narrative reaches the latter part of the reign of Antiochus do notable inaccuracies appear—an indication of a transition from history to prediction. The book is thus dated between 167 and 164 BCE.
« Last Edit: December 24, 2018, 12:12:25 PM by Isac »
December 24, 2018, 12:09:49 PM
Reply #54
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 493
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Untuk Wahyu sendiri:
Quote
Written in Asia Minor about 95 CE by a Christian named John (the fact that the author gives his true name is the one major exception to the rule of pseudonymity), the Revelation offers a vibrant, sometimes lurid, account of imminent crisis, judgment, and salvation. Evidently obsessed by the persecution of Christians by the Roman Empire, which he refers to as “Babylon,” John recounts a series of visions that foretell a crescendo of persecutions and martyrdoms followed by universal judgment, retribution for the forces of evil, and rewards for the faithful.

he seer was probably involved in an actual historical situation in the late 80s under Domitian, a time when there was open conflict between the church and the Roman state. There is a tradition supported by Irenaeus, a 2nd-century bishop of Lyons, that in this persecution punishment was death or banishment. John’s prominence might have led to banishment to Patmos, an isle off the coast of Asia Minor, from his homeland in or around Ephesus. From Patmos he wrote a circular letter to the churches in Asia...

Even the apocalyptic, however, is “anti-apocalyptic” in that the seer’s message is open and the mysteries serve not to conceal but to heighten what is seen and to be expected. Apocalyptic schemata and motifs are, however, used toward this purpose, and allegorical incorporation of sources is more a demonstration of the true, ultimate message than a literary device. Blurred images (e.g., God, Christ, and angels; chiliastic [1,000-year] eras and temporal duplications; as well as interpretations) are part of the apocalyptic style, but a current concrete historical situation is the foundation. Revelation is written in fantastic imagery, blending Jewish apocalypticism, Babylonian mythology, and astrological speculation. It is pictorial, dramatic, and poetic...

The recapitulations of the seven seals, trumpets, and bowls may be deliberate schematization. The purpose of such repetition and increasing revelation can be a way of heightening enthusiasm to encourage the church.

Quote
Many scholars, however, agree that Revelation is not simply an abstract spiritual allegory divorced from historical events, nor merely a prophecy concerning the final upheaval at the end of the world, couched in obscure language. Rather, it deals with a contemporary crisis of faith, probably brought on by Roman persecutions. Christians are consequently exhorted to remain steadfast in their faith and to hold firmly to the hope that God will ultimately be victorious over his (and their) enemies.

Kitab ini juga ditulis ketika konflik antara orang Kristen, Yahudi dengan Romawi. Penulis ingin menyemangati gereja-gereja yang dipersekusi

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Sumber 4
December 24, 2018, 12:11:34 PM
Reply #55
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 493
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Saran saya sebelum melepaskan satu ayat dan menafsirkannya. Kita perlu tahu latar belakang penulisan, tujuan penulisan, siapa penerima tulisan dan penulis, hal-hal yang terjadi pada saat penulisan dll.
December 24, 2018, 12:18:28 PM
Reply #56
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 493
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
sambungan..
menanam dan menyiram di sini termasuk juga didalam saling mengingatkan ya kan ..

misalnya :
mengingatkan bahwa praktek berdoa kepada arwah adalah kekejian bagi Allah..

betul gk ?

atau yang saya katakan misalnya ini, mau anda katakan bukanlah tergolong dalam menyiram dan menanam karena nyesat2in domba Allah ?

anda inget2 lho apa yang Yesus katakan..
ada domba
ada kambing
dan...ada srigala yang menyamar sebagai domba.
Saya kira yang namanya saling mendukung ini tidak termasuk mendukung juga ajaran yang menyimpang dari firman Allah kan.. terlepas dari yang menjalankan ajaran itu adalah yang mengaku-ngaku sebagai domba domba Allah.

semoga masih ada nalar sehat..

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu

Si Upin Ipin, apapun topik diskusinya pasti nyambungnya ke

menanam dan menyiram di sini termasuk juga didalam saling mengingatkan ya kan ..

misalnya :
mengingatkan bahwa praktek berdoa kepada arwah adalah kekejian bagi Allah..

betul gk ?

Anda waras??? ;D ;D ;D
December 27, 2018, 09:22:18 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2442
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Diceritakan, bahwa 2 saksi Allah itu, terdiri dari 2 pohon zaitun dan 2 kaki Dian., nubuat ini berbicara tentang, 4 Patriakh utama, yaitu:
1. Patriakh Antiokhia.
2. Patriakh Roma.
3. Patriakh Yerusalem.
4. Patriakh Alexandria.

Secara “ajaib” ke-4 Patriakh ini, terdiri dari 2 pemahaman, yaitu:

A). Patriakh Roma dan Patriakh Yerusalem (satu aliran pemahaman).==> 2 kaki Dian.
B). Patriak Antiokhia dan Patriak Alexandria (satu aliran pemahaman). ==> 2 pohon zaitun

kalau menurutku ke 2 Saksi tersebut tidak memiliki Pemahaman yang berbeda beda..
sebab kalau Paham sudah berbeda.. maka Pesan dan ajaran yang disampaiakan oleh ke dua saksi tersebutpun sudah pasti akan berbeda..

kalau menurutku. ke dua saksi itu memiliki Pesan yang sama, dasar yang sama, kuasa yang sama, tujuan yang sama, sumber yang sama.
yaitu meninggikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia.
Saksi Pertama menunjuk kepada kedatangan Sang Mesias, sebagai Juruselamat Dunia. (Perjanjian Lama)
Saksi Kedua mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan oleh Sang Mesias bagi dunia. (Perjanjian Baru)

ke dua saksi tersebut adalah Firman Allah.
yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru..


Salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
December 28, 2018, 02:00:27 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 876
  • Denominasi: Protestan
FT berkata .. “ujilah setiap Roh..”

Nah, pertanyaan anda adalah sama dgn pertanyaan ..bagaimana kita bisa tahu, bahwa kitab yg ditulis si A atau si B dalam Alkitab, adalah berasal dari “bimbingan ROH KUDUS”?

Seperti kata FT .. ujilah setiap Roh, apakah ia berasal dari Allah atau bukan.

Demikian juga septua ginta dalam menyusun Alkitab, dimana kitab yg satu di uji oleh kitab yg lain, apakah saling mendukung atau saling bertentangan.

Nah, jika kitab yg satu tidak bertentangan atau saling mendukung dgn kitab yg lain, maka semua kitab yg saling mendukung itulah, yg merupakan “kitab yg ditulis oleh bimbingan ROH KUDUS”.
Lengkapnya kek gini, bray :

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Kalo untuk segala sesuatu yang tertulis di Alkitab, kayaknya gak perlulah elo ngomongin panjang x lebar x tinggi karena sudah diuji oleh Gereja sebelum dijilid jadi satu, bray. Toh, yang gue tanyaain  ke elo bukan soal apa yang tertulis di Alkitab kan?


Demikian juga terhadap penafsiran2 yg dilakukan oleh manusia, termasuk saya sendiri.. maka semua penafsiran tsb, “harus di uji” dengan Alkitab, apakah penafsiran itu “ada” bertentangan dgn ayat2 FT yg ada di Alkitab atau tidak ?
Penafsiran? Lho, kok jadi penafsiran sih, bray ?

Kan elo sendiri yang bilang bahwa elo DICERITAKAN OLEH ROH KUDUS???

Kok sekarang ngomongnya jadi penafsiran...??? Duh, gimana sih elo, bray ????


Nah, jika  hasil “pengujian” terhadap tafsir yg dilakukan oleh manusia, tidak ada yg bertentangan dgn FT yg tertulis di Alkitab, maka artinya .. tafsiran manusia tsb “berasal dari bimbingan ROH KUDUS”., sebab “hanya ROH KUDUS” yg dapat membimbing manusia, untuk memahami Firman Allah dgn benar.
Sekarang bilang TAFSIR, sebelumnya elo bilang DICERITAKAN OLEH ROH KUDUS...


Hati-hati, bray :

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
« Last Edit: December 28, 2018, 02:04:43 AM by viruskasih »
December 29, 2018, 02:01:01 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 503
Lengkapnya kek gini, bray :

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Kalo untuk segala sesuatu yang tertulis di Alkitab, kayaknya gak perlulah elo ngomongin panjang x lebar x tinggi karena sudah diuji oleh Gereja sebelum dijilid jadi satu, bray. Toh, yang gue tanyaain  ke elo bukan soal apa yang tertulis di Alkitab kan?

Penafsiran? Lho, kok jadi penafsiran sih, bray ?

Kan elo sendiri yang bilang bahwa elo DICERITAKAN OLEH ROH KUDUS???

Kok sekarang ngomongnya jadi penafsiran...??? Duh, gimana sih elo, bray ????

Sekarang bilang TAFSIR, sebelumnya elo bilang DICERITAKAN OLEH ROH KUDUS...


Hati-hati, bray :

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Hahaha ...saya sudah jelaskan secara detail di topik non Kristen, silahkan anda tanggani disana..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)