Author Topic: Yesus mengusir Gereja yang banyak membuat mujizat  (Read 1247 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 21, 2018, 01:03:20 AM
Reply #30
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik

"sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?" 1 Yohanes 5:4-5

Bro alephtav sudah benar bahwa kehendak Allah adalah ingin semua orang agar percaya. Kehendak Allah sudah diberitahu oleh Tuhan di Yohanes 6.

"Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Yohanes 6:28-29

Mengalahkan dunia adalah mengalahkan hal-hal yang disebutkan dalam Galatia 5:19-21

Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Dan hanya orang percaya yang mengalahkan dunia yaitu tidak melakukah hal-hal yang disebutkan dalam Galatia 5:19-21

Sedangkan pada Yohanes 6:28-29 untuk lebih jelasnya marilah kita melihat  Yohanes 6:27-29

Yohanes 6:27-29
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
6:28. Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Yohanes 6:27 ini mengisyaratkan manusia tetap harus berusaha disamping iman.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
July 21, 2018, 01:20:11 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2052
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ya anda terus nanya ttg OSAS orang niat saya sendiri posting di sini cuma ingin jawab pertanyaan TS kok bukan mau debat. Lagian saya udah jelasin 1, 2 kali kok terus aja ditanya.
@Bro Tarigan 7.0 ditanya atas postingmu karena situ menggunakan istilah(OSAS) yang dikenal luas di dunia Kisten, tetapi tertangkap sedikit berbeda dari arti yang lazim. Jika postingmu tidak perlu ditanggapi oleh partisipan lain, silahkan memberikan jawaban kepada TS secara japri (jaringan pribadi), jangan di tempat umum. Kalo situ sudah pernah menjelaskan di trit lain, sebut saja linknya, sudah cukup. Partisipan trit ini belum tentu mengikuti trit berisi penjelasan situ atas hal yang ditanyakan, kewajiban situ memberitahu, jika ingin diskusi secara sehat.

Mereka sudah ditolak duluan karena mereka melihat ada sesuatu yg ganjil di situ. Mereka rasa mereka akan masuk surga tapi ternyata tidak makanya mereka mempertanyakan keganjilan tsbt kepada Tuhan.
Tidak kutemukan "penolakan" Tuhan kepada mereka sebelum Mat 7:22 itu. Jika situ menemukan ada "penolakan" kepada mereka sebelum Mat 7:22 itu, kemukakan agar menjadi pengetahuan bersama.

Dan juga ini bukan thread ttg keselamatan jadi tidak relevan untuk mendalami OSAS lebih jauh di sini.
Bukan berarti jika ada partisipan menggunakan suatu istilah di trit ini lantas tidak boleh dikonfirmasi atau diklarifikasi atau diminta penjelasan atas istilah tersebut.

Pertanyaan TS itu kan simpel:Saya jawab salah mereka adalah karena mereka sudah bermegah di hadapan Tuhan.
Nah, karena situ menjawabnya di forum terbuka, kupikir, patut juga menanyakan, dari bagian mana simpulan mereka bermegah di hadapan Tuhan ditarik.

Silahkan komentari jawaban yg ini bukannya salah fokus dengan pendapat OSAS saya. Kalau mau diskusi OSAS silahkan posting di thread saya ttg OSAS.
Tertarik juga tuh, untuk mengetahui pemaknaanmu terhadap OSAS. Silahkan tuliskan linknya.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 23, 2018, 09:44:10 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Mengalahkan dunia adalah mengalahkan hal-hal yang disebutkan dalam Galatia 5:19-21

Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Dan hanya orang percaya yang mengalahkan dunia yaitu tidak melakukah hal-hal yang disebutkan dalam Galatia 5:19-21

Sedangkan pada Yohanes 6:28-29 untuk lebih jelasnya marilah kita melihat  Yohanes 6:27-29

Yohanes 6:27-29
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
6:28. Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Yohanes 6:27 ini mengisyaratkan manusia tetap harus berusaha disamping iman.
Anda maksa.
menurut Yohanes, yang nulis kitab Wahya, 'yang menang' atau overcomers itu jelas adalah yang percaya kepada Yesus.

Anda maksa cuplik-cuplik ayat yang gak berhubungan lalu maksa mengartikan sendiri.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 23, 2018, 10:27:21 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
lha memang kok..
dari dulu gw enggak pernah berubah posisi imannya:
bahwa gw memang bener-bener pasrah akan judgment tuhan, yang terserah tuhan mau nyelametin atau kagak nyelametin gw..

alias.. gw jelas enggak tahu apakah gw bakal diselamatkan atau tidak, karena keselamatan itu suka-suka tuhan.
dan gw sebagai manusia jelas enggak layak dan kurangajar banget kalo nodong dan maksa Tuhan harus sudah menyelamatkan gw, CUMA gara-gara GW SOK YAKIN dan NGAKU-NGAKU SUDAH PERCAYA tuhan..
haha...
enggak perlu lebay gitu..
karena gw beriman kepada Kristus itu BUKAN KARENA MUPENG SURGA...

inget kan? kita udah pernah bahas ini..
wkwkw
Kalau orang yang rendah hati dan mengakui kebesaran Tuhan, maka orang itu akan dengan rendah hati berusaha mencari kehendakNya .
Kami, orang Kristen, mengakui tuntutan Allah adalah kesempurnaan, maka kami mengakui bahwa kami tidak akan mampu mencapai kesempurnaan itu. Jadi kami percaya belas kasihan Tuhan melalui Kristus.

Kalau orang congkak kayak elu, itu berbuat seenak hati sendiri terus nantangin Tuhan untuk menilai diri elu. Ngerendahin orang lain yang 'CUMA PERCAYA' doang.

Sikap congkak itu kebaca di postingan elu kok.
Meskipun di mulut elu sok mengatakan diri kagak layak dan kagak kurangajar, tapi dalam sikap elu berasa, Tuhan bakalan menilai elu layak untuk diselamatkan. Iya kan?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 23, 2018, 10:32:22 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Mundur dikit ya, bray :

(29) Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

PERCAYA adalah PEKERJAAN
PERCAYA KEPADA DIA YANG TELAH DIUTUS ALLAH adalah PEKERJAAN YANG DIKEHENDAKI ALLAH

PEKERJAAN YANG DIKEHENDAKI ALLAH adalah PEKERJAAN BAIK.
PERCAYA KEPADA DIA YANG TELAH DIUTUS ALLAH adalah PEKERJAAN BAIK.

Gimana menurut elo, bray?
Kok ribet amat sih bray?
Jelas ayat-ayat itu artinya kehendak Allah adalah supaya kita percaya Kristus. Kok diputar-puter gak keruan sih?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 23, 2018, 10:44:14 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Kupikir, terlalu sempit jika mengartikan kehendak Bapa dari satu ayat saja. Kuketikkan kehendak Bapa di kolom pencari ayat https://www.jesoes.com/index.php?hal=cari&kata=kehendak+Bapa&bagian=1&bahasa=1&submit=+CARI+, disajikan:
Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Mat 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.
Mat 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Kumaknai sama dengan Mat 26:42 dan Mar 14:36 dan Luk 22:42.
Yoh 5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Yoh 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.
Yoh 8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
Yoh 10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.
Gal 1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.

Menurut pendapatku, ayat-ayat di atas memberi arti bahwa kehendak Bapa bukan hanya yang dimaksudkan pada Yoh 6:40.

Ada kemungkinan, orang yang tidak melakukan kehendak Bapa tidak memperkirakan atau tidak mengkait-kaitkannya ke keselamatan.
Kalau menurut saya, cara elu menafsir alkitab itu bebal. Masak cuma dengan search kata Kehendak+Bapa, lalu copas ayat-ayat yang keluar, kemudian menyimpulkan seenak perut?
Quote
@Sotardugur Parreva setuju pada orang Kristen berbuat baik BUKAN supaya diselamatkan, tetapi untuk memelihara keselamatan. @Sotardugur Parreva tidak setuju pada orang Kristen berbuat baik BUKAN karena perbuatan baik diperhitungkan untuk keselamatan. Perbuatan baik itu bukan untuk meraih keselamatan, Tetapi untuk memelihara keselamatan. Sesuai dengan Fil 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, yang bergaris bawah itu adalah perbuatan mengerjakan keselamatan, bukan untuk meraih keselamatan.

Di satu sisi, @Sotardugur Parreva setuju orang Kristen berbuat baik karena SUDAH diselamatkan melalui iman kepada Kristus, sementara di sisi lain, keselamatan seorang Kristen itu harus dijaga, dikerjakan dengan takut dan gentar.

Salam damai.
SUDAH diselamatkan itu berarti, tidak akan 'mati' lagi, tidak akan dihukum lagi, sudah punya hidup kekal, sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Kalau masih harus mempertahankan supaya tidak kehilangan keselamatan itu namanya BELUM selamat.

Jadi orang yang masih harus mempertahankan keselamatan itu mau gak mau masih punya motivasi untuk keselamatan dirinya sendiri. Bukan murni ucapan syukur karena SUDAH diselamatkan.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 23, 2018, 11:05:19 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4332
SUDAH diselamatkan itu berarti, tidak akan 'mati' lagi, tidak akan dihukum lagi, sudah punya hidup kekal, sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Kalau masih harus mempertahankan supaya tidak kehilangan keselamatan itu namanya BELUM selamat.

Jadi orang yang masih harus mempertahankan keselamatan itu mau gak mau masih punya motivasi untuk keselamatan dirinya sendiri. Bukan murni ucapan syukur karena SUDAH diselamatkan.

kalau sudah selamat artinya garansi sorga dong mas aleph
untuk apalagi kita hidup di dunia harus susah2 lagi
mending mati langsung, toch garansi sorga??

nb: please jawab gak pake emosi ya, saya nanya beneran, tanpa niat menyerang kepercayaan anda, bener2 hanya untuk mendalami mindset anda
July 23, 2018, 11:51:26 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2052
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kalau menurut saya, cara elu menafsir alkitab itu bebal. Masak cuma dengan search kata Kehendak+Bapa, lalu copas ayat-ayat yang keluar, kemudian menyimpulkan seenak perut?
@alephtav itu masih berkubang di karakter yang menudingkan sesuatu yang @lephtav idap kepada partisipan lain, ya? @alephtav sendiri yang bebal, tapi menuding partisipan lain seperti itu? Konyol.
Dari https://kbbi.web.id/bebal kusalin
Quote
bebal/be·bal/ a sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh;
kebebalan/ke·be·bal·an/ n kebodohan
Nah, jika ada beberapa ayat Alkitab memuat suatu istilah, yang menunjukkan beberapa dimensi arti istilah tersebut, maka, pihak yang beballah yang memaksakan diri hanya mengartikan istilah tersebut dari dimensi arti satu ayat saja, dan menafikan dimensi arti istilah tersebut dari ayat-ayat lain. Konyolnya, orang tersebut menuding bahwa partisipan lain yang menilik dari dimensi arti istilah tersebut dari beberapa ayat sebagai bebal. Diri sendiri bebal, tetapi menuding partisipan lain bebal. Benar-benar konyol. Telunjuk dan jempol mengarah partisipan lain, tapi jari tengah, jari manis dan kelingking mengarah ke diri sendiri.
Kupikir, justru @lephtav itu adalah seorang bebal, karena untuk mempertahankan pengertianmu yang sempit, nekat menuding partisipan yang mencoba membuka wacana cara pandangmu sebagai cara bebal. Benar-benar konyol.
Ayat-ayat yang kusalin boleh @alephtav periksa, benar seperti itu atau bukan, link sumbernya kusertakan untuk dapat @alephtav periksa. Lalu, dari ayat-ayat itu memang tersimpul bahwa arti dari istilah yang @alephtav gunakan bukan hanya yang dimaksud oleh satu ayat kesayanganmu, lalu seperti tersundut, @alephtav justru menuding partisipan lain menyimpulkan seenak perut.
Wong bahan penyimpulan disajikan dengan jelas, kebebalan @alephtav saja menuding penyimpulan sepereti itu adalah penyimpulan seenak perut.
Silahkan @alephtav berhenti mengajarkan ajaran sesat yang bukan seperti dimaksudkan catatan di Alkitab. Benar, ayat kesayangan yang @alephtav kutip itu tercatat di Alkitab, namun, bukan hanya ayat itu yang berisikan istilah yang @alephtav garis bawahi, dan ayat-ayat lain berisi istilah itu menunjukkan dimensi arti yang sedikit berbeda, bukan sesempit satu ayat yang @alephtav kutip itu. Napa @alephtav memaksakan bahwa arti istilah termaksud hanya sesempit ayat yang telah @alephtav kutip?
Yang bebal itu siapa?
Yang mengartikan satu istilah dari satu ayat saja, atau yang mencari arti istilah tersebut berdasar dimensi arti dari beberapa ayat yang juga tercatat dalam Alkitab?
Kupikir, nalar normal mampu menangkap.

SUDAH diselamatkan itu berarti, tidak akan 'mati' lagi, tidak akan dihukum lagi, sudah punya hidup kekal, sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Kalau masih harus mempertahankan supaya tidak kehilangan keselamatan itu namanya BELUM selamat.

Jadi orang yang masih harus mempertahankan keselamatan itu mau gak mau masih punya motivasi untuk keselamatan dirinya sendiri. Bukan murni ucapan syukur karena SUDAH diselamatkan.
Kalo @alephtav hendak memperdewakan pemahamanmu yang ditarik dari kebebalan, mau bagaimana lagi?
@Sotardugur Parreva memilih pengertian yang ditarik dari apa yang ditulis oleh Paulus dan terkanon sebagai bagian dari Perjanjian Baru, menyatakan bahwa keselamatan jemaat itu harus dikerjakan dengan takut dan gentar. Dikerjakan dengan takut dan gentar kumaknai sebagai harus senantiasa diupayakan tanpa lelah. Jika pengertian seperti tulisan Paulus itu hendak @alephtav geser, itu urusanmu.

Salam damai.
« Last Edit: July 23, 2018, 06:26:34 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 23, 2018, 12:30:03 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
kalau sudah selamat artinya garansi sorga dong mas aleph
untuk apalagi kita hidup di dunia harus susah2 lagi
mending mati langsung, toch garansi sorga??

nb: please jawab gak pake emosi ya, saya nanya beneran, tanpa niat menyerang kepercayaan anda, bener2 hanya untuk mendalami mindset anda
Mas Pengen_tahu bersusah-susah apa sih sekarang? kok sampai pingin mati gitu?
Di dunia ini masih banyak yang bisa dikerjakan, terutama menjadi berkat bagi orang lain.
Kalau kita sudah mendapat jaminan keselamatan itu hidupnya sukacita, pingin membagikan kepada orang lain. Bukan malah jadi desperate pingin mati.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 23, 2018, 04:49:58 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4332
Mas Pengen_tahu bersusah-susah apa sih sekarang? kok sampai pingin mati gitu?
Di dunia ini masih banyak yang bisa dikerjakan, terutama menjadi berkat bagi orang lain.
Kalau kita sudah mendapat jaminan keselamatan itu hidupnya sukacita, pingin membagikan kepada orang lain. Bukan malah jadi desperate pingin mati.

gak ada apa2 sih
cuma penasaran aja
kalau memang sudah guaranted surga, untuk apa susah2 hidup??
anggap saja para fakir miskin, mereka sudah dijamin masuk surga sesuai pandangan anda
mereka hidup juga susah, ngemis malah menyusahkan orang lain, kenapa gak mati aja langsung karena sudah ada garansi masuk surga kan??
apa yang mau dibagi oleh mereka?? sukacita juga sulit
lagi pula, apakah hidup di surga kalah dengan hidup di dunia??
kalau sudah pasti surga, ngapain susah2 hidup
mesti kerja cape2, pergi pulang malam, mikirin ini itu banyak
enak di surga lah, kaga kerja, gak mikir apa2, langsung bertemu dengan Allah

och ya, please dech gak usah ke arah pribadi2, karena saya dari awal sdh bilang, saya cuma mo ngerti mindset anda, tidak tertarik dalam debat, asli lagi sulit waktu untuk sering2 post, kerjaan lagi numpuk

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)