Author Topic: Yesus mengusir Gereja yang banyak membuat mujizat  (Read 3864 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 26, 2018, 02:36:06 PM
Reply #60
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 83
  • Denominasi: Interdenominasi
Apa salah mereka ?
Apakah mereka serakah ?
Apakah mereka ada pamrih tertentu ?
Apakah cuma menjadi batu sandungan bagi orang2 miskin ?

jawabanya ada di ayat sebelumnya.

(Matius 7:21)
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Kesalahan mereka adalah tidak melakukan kehendak Bapa.

Apa itu kehendak Bapa?

(Yohanes 6:40)
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku , yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Supaya semua orang beroleh hidup yang kekal melalui "melihat Anak".

Mujizat, mengusir setan, bernubuat, itu semua bukanlah buah, namun hanya pekerjaan. Ketiganya harusnya lazim buat orang Kristen, karena ketiganya adalah pekerjaan kita, dimana kita sudah diberi kuasa untuk mengerjakanya. Namun buah yang Tuhan kehendaki adalah, mereka yang kita tolong melihat kepada Yesus (Anak), bukan melihat kepada kita sebagai pekerja. Dari buahnya bisa dilihat, apakah mereka (penerima mujizat, penerima nubuat, penerima kesembuhan) kemudian melihat Yesus dan percaya kepada Anak seperti yang Bapa kehendaki, ataukah justru melihat manusia dan menempatkan pengharapan mereka kepada manusia (yang kemudian dianggap berkemampuan / sakti / doanya didengar). Buah ini tidak akan berbohong.

Bedanya, mereka yang layak masuk dalam Sorga adalah orang-orang yang bahkan tidak menyadari bahwa mereka melakukan kehendak Bapa. Tidak sedikitpun merasa berjasa untuk pekerjaan Tuhan, karena mereka taunya semua oleh karena kuasa Tuhan. Jadi buahnya jelas, orang-orang yang mereka tolongpun menjadi melihat dan mengarahkan pandangan mereka ke Yesus (Anak) dan percaya kepadaNya, bukan melihat kemampuan manusia sebagai pekerja.

Kita tahu bahwa semua pekerjaan kita adalah supaya setiap orang memfokuskan pandangan mereka untuk "melihat Yesus" dan percaya kepada Yesus dan bukan melihat kita lalu percaya kepada kita. (orang-orang yang selalu mencari "hamba Tuhan" untuk didoakan adalah buah yang tidak dikehendaki Bapa, hamba Tuhan itu bertanggung jawab atas buah yang demikian)

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
November 28, 2018, 04:57:51 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
jawabanya ada di ayat sebelumnya.

(Matius 7:21)
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Kesalahan mereka adalah tidak melakukan kehendak Bapa.

Apa itu kehendak Bapa?

(Yohanes 6:40)
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku , yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Supaya semua orang beroleh hidup yang kekal melalui "melihat Anak".

Mujizat, mengusir setan, bernubuat, itu semua bukanlah buah, namun hanya pekerjaan. Ketiganya harusnya lazim buat orang Kristen, karena ketiganya adalah pekerjaan kita, dimana kita sudah diberi kuasa untuk mengerjakanya. Namun buah yang Tuhan kehendaki adalah, mereka yang kita tolong melihat kepada Yesus (Anak), bukan melihat kepada kita sebagai pekerja. Dari buahnya bisa dilihat, apakah mereka (penerima mujizat, penerima nubuat, penerima kesembuhan) kemudian melihat Yesus dan percaya kepada Anak seperti yang Bapa kehendaki, ataukah justru melihat manusia dan menempatkan pengharapan mereka kepada manusia (yang kemudian dianggap berkemampuan / sakti / doanya didengar). Buah ini tidak akan berbohong.

Bedanya, mereka yang layak masuk dalam Sorga adalah orang-orang yang bahkan tidak menyadari bahwa mereka melakukan kehendak Bapa. Tidak sedikitpun merasa berjasa untuk pekerjaan Tuhan, karena mereka taunya semua oleh karena kuasa Tuhan. Jadi buahnya jelas, orang-orang yang mereka tolongpun menjadi melihat dan mengarahkan pandangan mereka ke Yesus (Anak) dan percaya kepadaNya, bukan melihat kemampuan manusia sebagai pekerja.

Kita tahu bahwa semua pekerjaan kita adalah supaya setiap orang memfokuskan pandangan mereka untuk "melihat Yesus" dan percaya kepada Yesus dan bukan melihat kita lalu percaya kepada kita. (orang-orang yang selalu mencari "hamba Tuhan" untuk didoakan adalah buah yang tidak dikehendaki Bapa, hamba Tuhan itu bertanggung jawab atas buah yang demikian)

GB

Penjelasan yg sangat tepat, karena itulah saya katakan, perkataan dalam kitab Matius itu, ditujukan kepada “anti Kristus “ dan bukan kepada “anak2 Tuhan Yesus”, sebab .. setiap orang yg sudah percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, maka orang tsb sudah melaksanakan “kehendak Bapa” dan bagi “anti Kristus”, maka adalah mustahil untuk menerima Yesus., karena itu .. semua anti kristus, akan diusir Yesus pada hari penghakiman.

JBU
November 28, 2018, 11:27:55 AM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Semua perkataan “palsu”, untuk kalimat saudara palsu, nabi palsu dan mesias palsu, dll.. tidak ditujukan untuk Kristen atau untuk orang2 yg telah menerima Kristus, tetapi ditujukan untuk Anti Kristus., karena itu disebut “palsu”, artinya .. ajaran mereka dan perbuatan mereka, seperti ajaran Kristen, tetapi sebenarnya mereka adalah Anti Kristus.

JBU

Kepalsuan justru lebih ditujukan kepada Kristen palsu karena Kristen palsu tetap memakai Alkitab sehingga perbedaannya sulit bisa disadari sebab yg palsu itu selalu sangat mirip dengan aslinya seperti uang palsu tetapi tetap saja menyesatkan.
November 28, 2018, 11:30:22 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Yang namanya Berkat dan Mujizat yang sejati pasti akan terjadi dengan sendirinya jika kita telah mengikuti Kehendak-Nya.
Ada tertulis : Jika engkau telah mengikuti Kehendak-Ku, maka mintalah...
Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu...
Mengenai Mat. 7:22, Mujizat bisa terjadi karena mereka percaya Yesus mampu melakukan hal itu, tetapi mereka belum mengikuti Kehendak-Nya yaitu melakukannya semata hanya untuk Kemuliaan Tuhan, makanya mereka diusir oleh Yesus dan dianggap sebagai pembuat kejahatan (memanfaatkan Kuasa Tuhan untuk ego negatif pribadi).

Met Hari Minggu...
Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...

Tanpa anugerah yang mendahului maka mustahil manusia mampu melakukan apa yg sesuai dengan  kehendak Allah !

Amsal  16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.


December 05, 2018, 05:40:06 PM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10910
Kepalsuan justru lebih ditujukan kepada Kristen palsu karena Kristen palsu tetap memakai Alkitab sehingga perbedaannya sulit bisa disadari sebab yg palsu itu selalu sangat mirip dengan aslinya seperti uang palsu tetapi tetap saja menyesatkan.

setuju..

hobinya ngutip ayat, seolah-olah seperti orang Kristen sejati, padahal Kristen palsu karena berani memegahkan diri setara dengan pikiran tuhan dan sok mampu paham pikiran tuhan..

ini sangat berbahaya jadi batu sandungan iman bagi orang-orang Kristen sejati,
karena bisa saja ada yang tertipu oleh KEPALSUAN ini, dan tergelincir dalam kesesatan karena mengira bahwa si Krsten PALSU ini dikiranya saleh beneran...


akhirnya kita sepakat ya bro..
amin....
December 09, 2018, 11:29:45 AM
Reply #65
January 06, 2019, 06:00:12 PM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Matius 7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Mengapa Yesus Kristus mengusir Gereja tsb. padahal :
Ada ROH KUDUS yang membuat nubuatan2 di tengah2 sidang jemaat
Ada ROH KUDUS yang membuat mujizat2 pada pelayanannya
Ada kuasa Tuhan ditunjukkan dengan mengusir setan2 oleh pekerja2 nya  ?

Apa salah mereka ?
Apakah mereka serakah ?
Apakah mereka ada pamrih tertentu ?
Apakah cuma menjadi batu sandungan bagi orang2 miskin ?


Koreksi bukan gereja yang diusir keluar dari Kerajaan-Nya melainkan mengusir orang yang berbuat kejahatan.

Gereja berasal dari bahasa Portugis yang menterjemahkan kata dalam bahasa Yunani "eklesia" (ἐκκλησία). Biasanya kalimat tersebut diterjemahkan jemaat atau umat dalam Alkitab. Artinya sendiri adalah orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia ini. Sepengertian dengan ungkapan umat yang dikuduskan bagi Allah.

Sedangkan dalam Matius 7:21-23 menunjuk kepada oknum yang melayani pekerjaan Tuhan. Sebaliknya dalam Lukas 13:25-27 hal yang sama namun menunjuk oknum yang menjadi jemaat atau umat sebuah komunitas orang beriman (eklesia). Jadi baik pendetanya maupun jemaatnya sama-sama ada oknum yang berbuat jahat walau ada dalam gereja-Nya.

Jika bicara oknum maka hal itu subyektif, bersifat personal tidak dapat digenerasi. Kuncinya di ayat 21 yang lupa kamu copas, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." dengan penekanan di ayat 23 kalimat terakhir, "kamu sekalian pembuat kejahatan!" Sama seperti di Lukas 13:27, "Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!"

Ingat yang dikatkaan Kejadian 4:7, "Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu" dan juga dalam 1 Yohanes 4:10, "Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah." Jika tidak ada terang maka itulah disebut gelap. Jika seorang tidak melakukan kehendak Bapa di sorga, maka ia melakukan kejahatan. Jika seorang tidak berbuat baik maka ia telah berbuat jahat. Tidak ada golput. Diam saja itu sudah dianggap jahat oleh Tuhan. Amsal 16:30, "Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan."

Jadi jika seorang berhenti berbuat baik, berhenti melakukan kehendak Allah, bukan berarti dia diposisi netral melainkan ia telah melakukan kejahatan di hadapan Allah. Ibrani 10:38 berkata, "Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Dulunya pikul salib, menyangkal diri, menyatakan kasih dan hidup dipimpin oleh Roh Allah, namun kemudian tidak lagi. Yesus katakan dalam Matius 10:38, "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku." Orang itu tidak layak bagi Tuhan walaupun ia seorang yang dulunya luar biasa bahkan melakukan mujizat dan masih berkotbah disana sini.

Bersambung dibawahnya

« Last Edit: January 06, 2019, 06:03:58 PM by Krispus »
January 06, 2019, 06:00:23 PM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Sambungan dari atasnya

Ibrani 6:4-6 menjelaskan pada kita, "Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum." Perkataan dalam kitab Ibrani ini merujuk pada pernyataan Allah dalam Bilangan 14:19-23 tentang orang-orang yang ditebus Allah dari perbudakan Mesir namun tidak diperkenan Allah masuk ke negeri perjanjian. Ada orang yang dosnya telah ditebus Kristus tetapi kemudian ia dianggap tidak layak untuk mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.

Bagaimana bisa jadi seperti itu?

2 Timotius 4:7 mengatakan, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." Iman itu harus dipelihara sampai akhir hidup kita. Jika iman kita tidak kita pelihara maka iman kita bisa rusak padahal keselamatan kita berdasarkan atas iman. Berikut dikatakan dalam 1 Timotius 1:19, "Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka." Ada iman yang kandas. Kitab Suci menegaskan bahwa rahasia iman itu ada dalam hati nurani yang murni (1 Timotius 3:9) yang sebelumnya merupakan rahasia berabad-abad kalimat yang ditulis dalam kitab Amsal 4:23, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Jika hati kita tidak kita jaga, maka kita akan kehilangan keselamatan kita karena iman kita menjadi kacau berantakan. Kita memakai iman dalam nama Yesus untuk mendapatkan dunia ini. Padahal juga telah ditegaskan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Lukas 21:34, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat." Juga dikatakan dalam Galatia 3:3-4 pesan yang sama, "Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"

Mereka adalah orang-orang yang awalnya melayani umat Allah sebagai pelayan-pelayan Kristus, namun kemudian mereka tidak menjaga hatinya dari kepentingan duniawi ini sehingga imannya kandas namun merasa masih menjadi milik Kristus walau telah meninggalkan Kristus. Sebab itu dikatakan "aku tidak mengenal engkau!"

2 Timotius 2:19, Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

Ingatlah bahwa dengan tidak berbuat kebaikan itu sudah termasuk berbuat kejahatan. Jika kita telah meninggalkan dunia ini, dipanggil keluar dari dunia ini, namun datang kembali balik kucing kepada dunia. Maka kita tidak dikenan oleh Kristus dan kita seperti Esau, telah memplokamirkan diri menjual haknya demi sepering kacang merah! Banyak orang Kristen bahkan para pendeta yang masih aktif beribadah atau bahkan melayani namun telah meninggalkan Kebanaran, memutar balik firman-Nya yang dirasa tidak enak bagi daging dan yang menghalangi hidup duniawi mereka. Saya tidak perlu memberi contoh perbuatan mereka, anda sendiri yang mengenal Firman Allah tahu mana yang hidup sesuai teladan Kristus dan para rasul dan mana yang hidup serupa dengan dunia ini. Mana yang menjaga imannya dan mana yang telah kandas imannya karena tidak menjaga hatinya.

Jika ada yang menganggap menjaga iman itu tetap percaya Yesus itu Tuhan dan Kristus, Juruselamat yang menghapus dosa umat manusia, maka anda harus ingat Iblispun tahu dan percaya hal itu. Iblis lebih mengenal siapa Yesus. Iman itu bukan sekedar percaya Yesus itu Tuhan dan Kristus tetapi percaya akan setiap firman-Nya. Lukas 6:46 berkata, "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" Iman itu melakukan apa yang diperintahkan-Nya.
« Last Edit: January 06, 2019, 06:19:15 PM by Krispus »
February 12, 2019, 07:26:44 AM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988

Mujizat itu bukan hal yang harus diutamakan didalam ibadah melainkan pemberitaan Firman Tuhan !

Jaman pewahyuan sudah selesai !

March 11, 2019, 10:16:33 PM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur Parreva pingin nimbrung untuk yang kutebalkan di bawah ini:
Mujizat itu bukan hal yang harus diutamakan didalam ibadah melainkan pemberitaan Firman Tuhan !

Jaman pewahyuan sudah selesai !
Boleh @jamu beritahu, dari mana simpulan selesainya pewahyuan @jamu tarik?
Karena, menurut penangkapanku, mengingat masih banyak yang harus dikatakan Tuhan Yesus Kristus kepada rasul untuk diajarkan kepada jemaat Kristus, dan rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, maka pewahyuan Yesus Kristus mengenai apa saja yang harus dikatakan kepada rasul, tidak akan berhenti sampai kepada akhir zaman.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)