Author Topic: salah satu bibit keributan dalam rumah tangga  (Read 235 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 20, 2018, 08:54:07 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 15
  • Denominasi: protestan
saya curhat : seorang ibu muda selalu mempunyai dream bahwa anaknya harus lebih pandai dari yang lain (  saya bilang : ibu muda ....karena kalian sudah ada yang pasti berkomentar ), apalagi anak pertama, mereka seakan2 diperlombakan secara tidak langsung oleh para ibunya, untuk berkompetisi, dimulai dari tk A, tk B, lalu mulai puncaknya di kelas 1 sd, semua ibu2 muda seperti kesurupan, harus anaknya no 1, ini terjadi di semua sekolah, dan semua teman2 istri saya, dan teman2 saya yang perempuan, ( tidak terbantahkan lho )  yang terjadi :

a. suara mulai berteriak kencang dan keras di rumah apalagi saat mengajari anak
b. tidak ada satu orang ibu pun yang sabar di dunia ini saat mengajari anaknya ( cam kan itu !! )

yang terjadi suami mulai kesal, kasihan dengan anak, akhirnya sering bertengkar karena hal ini. inilah awal keributan dan berakhir dengan kekesalan, dan terkadang tersimpan menjadi dendam salah satu pasangan. suami selalu merasa tidak perlu seperti itu mengajari anak, tetapi ibu merasa anak ini sudah diajar berkali2 tetapi tidak mudeng. keributan terkadang bisa besar karena masalah ini.

sebetulnya siapa yang sekolah : ibu atau anaknya ?  apakah seorang anak sd kelas 1 atau kelas 2 harus belajar mati2 soal science atau perkalian atau have fun ? jujur aja : sekolah semacam tingkat penabur, hafalannya banyak atau tidak ? ( anak saya di penabur ), saya bertanya kepada teman2 istri saya, pertanyaan menjebak dan sekaligus bodoh, " kalian waktu sekolah juara semua yah ?, kok pada kepengen anak2nya harus selalu bernilai bagus ?", semua diam, gampang saja, jawabnya " bukan ", terus seorang yang bukan juara hendak mengajari anaknya juara ( @!#$!#@$ ), saya cuma geleng2.

ajarlah anakmu dengan tongkat dan gada...bukan dengan teriakan kencang, cubit dan pukul meja. tongkat dan gada...bukan telapan tanganmu, kenapa Tuhan minta dengan tongkat dan gada, kenapa FIrmanNya  bukan berbunyi  " pukullah anakmu dengan tanganmu sendiri selagi masih ada waktu, supaya ia tidak mempermalukan mu ketika masa tuamu "

saya balik lagi bertanya kepada ibu2 teman istri saya ;" kok sekarang udah smp enggak segetol dulu waktu ngajarin anak ?", diam aja, bukankah lebih penting ketika smp sma, karena itu sudah merupakan penjurusan ?, masa depan anakmu ditentukan disini kan ?  bukankah ketika sd begitu tegang mengajar, kok sekarang loyo ngajar anak smp ? ( udah nyerah kan ama fisikanya dan mat nya ? ),

kita boleh berkoar2 soal Firman Tuhan, tetapi kita juga harus jeli, seorang yang tidak sabar mengajari anak, haruslah meminta pihak lain untuk mengajarinya, mungkin kita masih mampu secara otak, tetapi seorang ibu muda tidak mampu secara emosional. adalah lebih baik suami atau ayah yang mengajar anak di rumah. saya paling hepi ( selalu enjoy ) saat saya duduk di tengah mengajar anak saya, satu di kiri dan satu di kanan, terkadang kita ngobrol soal masalah sosial di sekolah mereka, terkadang saya mengajari mereka soal life, I miss that time ( really ) , no defense untuk curhat ini.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)