Author Topic: Israel mensahkan hukum baru yang berdasarkan kitab suci  (Read 1046 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 28, 2018, 07:53:29 AM
Reply #40
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian
Hmm… kelihatannya @dunlut melupakan Yoh 1:14, bahwa Firman Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Ketika Yesus mati di salib, yang mati adalah kemanusiaanNya. Fil 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kematian Yesus di salib bukan kematian keallahanNya, melainkan keadaan Yesus sebagai manusialah yang mati. Allah Tritunggal eksis dari permulaan sampai akhir, tidak berpangkal tidak berujung.

Alkitab yang anda pakai terjemahannya telah di'edit', paling tidak pakailah yang versi Inggris, tidak ada kata 'manusia' tetapi 'daging', 2 katanya ini beda pengertiannya.

sehingga anda menyimpulkan kemanusiaan dan keilahian,

lagi pula apakah anda paham arti kata; 'ke-ilahi-an?'

ilahi = Tuhanku = yang berasal dari Tuhan, lantas kenapa anda bahas kemanusiaan dan keilahian? seakan2 Yesus dalam 2 keadaan, manusia dan Tuhan, sedangkan di 1 Sam 15:29 Tuhan itu BUKAN manusia.

salam.
July 28, 2018, 07:57:03 AM
Reply #41
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian
anda terlalu banyak menyimpulkan tanpa perbandingan ayat2 yang jelas.

salam.
July 28, 2018, 08:01:41 AM
Reply #42
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian
Kemudian, Yesus itu Kepala otoritas yang ada di bawah Tuhan/Bapa. Bagaimana maksudnya?

misalnya anda seorang bapak mempunyai anak sulung, dan anda mempunyai sebidang tanah atas nama anda sendiri, dan anda memberikan otoritas/wewenang kepada anak sulung anda untuk mengolahnya.

anak sulung anda dalam mengolah tanah tsb. mempunyai para pekerja yang melaksanakan tugas dari perintah anak sulung anda, maka anak sulung anda disebut kepala otoritas di bawah anda sang bapak.

anda adalah bapak, dan anak sulung anda adalah anak sulung.

anak sulung anda bukan anda (bapak).

= Yesus Anak sulung Bapa BUKAN Bapa.

di 1 Korintus 8:6 Tuhan itu hanya Bapa saja,

salam.

salam.
« Last Edit: July 28, 2018, 08:05:18 AM by dunlut »
July 28, 2018, 11:06:42 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Artinya, menurut pemahaman @dunlut, Yoh 8:42 menyatakan Yesus yang Firman Allah itu keluar dari Bapa dan Yoh 15:26 menyatakan ROH KUDUS yang Roh Allah  keluar dari Bapa.
Begitu bukan?
Silahkan pertegas, ketika Yesus yang adalah Firman Allah itu keluar dari Bapa (Yoh 8:42), apakah @dunlut artikan Bapa menjadi tidak dapat berfirman?
dari mulanya sudah tegas jelas, Bapa berfirman tidak mesti melalui Yesus saja, apakah anda tidak baca yang aku postingkan? justru penganut seperti anda (pada umumnya) seharusnya berpendapat Bapa tidak bisa berfirman tanpa Yesus.
@Sotardugur Parreva setuju untuk: Pada masa Perjanjian Lama Allah berfirman bukan melalui Yesus Kristus. Setelah zaman memasuki Perjanjian Baru, di mana Firman Allah berinkarnasi menjadi manusia dan diam di antara kita (manusia), maka Allah menyampaikan FirmanNya hanya melalui Yesus Kristus yang adalah FirmanNya. Setelah Yesus Kristus naik ke sorga, Yesus Kristus memberi kompetensi mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkanNya kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

@Sotardugur Parreva membaca postingan @dunlut, tidak kutemukan yang searti dengan Bapa berfirman tidak mesti melalui Yesus saja . Mungkin terlewat oleh @Sotardugur Parreva, coba @dunlut membuktikannya, yaitu dengan mengquotingkan postinganmu yang mengartikan seperti yang miring bergaris bawah itu. Jika @dunlut tidak mengquotingkannya, berarti @dunlut mungkin sola menghayal sudah mempostingnya, padahal belum.

Bukan pada umumnya.
Allah sudah membuktikanNya, bahwa selama Perjanjian Baru Allah tidak berfirman melalui selain Yesus Kristus, karena Yesus Kristuslah Firman Allah. Pernah Allah berfirman bukan melalui Yesus Kristus, hanya merupakan pemgumuman agar jemaat mengetahui Yesus Krristuslah Anak Allah, yaitu ketika Yesus Kristus baru dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Mat 3:17, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Selain itu, ketika Yesus Kristus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus ke gunung yang tinggi, di mana ketika Yesus Kristus diliputi awan, Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" (Mat 17:3). Selain itu, tidak pernah Allah berfirman selain melalui Firman Allah (=Yesus Kristus). Itu yang diceritakan kembali oleh Petrus di 2 Pet 1:17.
Kalo @dunlut menemukan Allah pada Perjanjian Baru berfirman bukan melalui Firman Allah (=Yesus Kristus), silahkan diposting.

Quote
Pertegas juga, ketika ROH KUDUS yang Roh Allah itu keluar dari Bapa (Yoh 15:26), apakah @dunlut artikan Bapa menjadi tidak punya Roh?
anda ngomong tanpa dasar, padahal apa yang anda persoalkan itu udah aku jawab, silahkan simak dengan seksama sebelum menanggapi.
Lagi-lagi ingin kusampaikan, posting @dunlut sudah kubaca, namun tidak kutemukan pernyataan yang tegas tentang kondisi Allah punya Roh atau tidak setelah ROH KUDUS keluar dari Allah, sehingga kutanyakan. Jika @dunlut sudah pernah memposting bahwa Allah memiliki atau tidak memiliki Roh setelah ROH KUDUS keluar dari Allah, harap diquotingkan.

Quote
Jika Yesus yang Firman Allah itu keluar dari Bapa menjadikan Allah bisu, maka benarlah entitas Yesus yang Firman Allah itu secara rohani dapat terpisah dari Allah, bukan tunggal dengan Bapa.
anda tidak menyimak jawabanku sebelumnya.
justru secara rohani Bapa dan Putra tidak terpisahkan, karena Putra memberitakan Bapa, Putra di dalam Bapa.
Nah, karena itu pula maka Allah, Firman Allah, dan Roh Allah diistilahkan dengan Allah Tritunggal. Meski Allah mengutus, menyerahkan FirmanNya, atau Firman Allah keluar dari Allah, Firman Allah itu secara rohani tidak terpisah dari Allah. Demikian juga, meski Roh Allah keluar dari Allah, Allah tidak terpisah secara rohani dari Roh Allah itu. Karena itulah Allah, Firman Allah, dan Roh Allah dinamai Allah Tritunggal.

SAMBUNGIN
« Last Edit: July 28, 2018, 11:09:28 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 28, 2018, 11:10:41 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Quote
Jika ROH KUDUS yang Roh Allah itu keluar dari Bapa menjadikan Allah tidak punya Roh, maka benarlah entitas ROH KUDUS itu secara rohani dapat terpisah dari Allah, bukan tunggal dengan Bapa.
anda tidak menyimak jawabanku sebelumnya, anda ngomong sendiri terlepas kontek. Apa yang anda bicarakan di sini; Allah bisu dan tidak punya roh - bukan dalam pengertian rohani.
Kita di sini menulis, bukan ngomong. Jika menurut @dunlut tulisan @Sotardugur Parreva ada yang lepas kontek, coba tunjukkan.

Quote
Berhubung karena Yoh 8:42 tidak menganulir bahwa Yesus adalah Firman Allah, maka ketunggalan Allah dengan FirmanNya tetap eksis.
anulir = menganggap tidak sah
tidak anulir = menggangap sah
Yoh 8:42 itu bukan anggapan (boleh benar atau tidak), tetapi Yoh 8:42 itu 100% benar! dan TIDAK perlu anda tambahkan kata: "maka" dst.
Betul. Kutuliskan lagi dengan redaksional berbeda, Yoh 8:42 menyatakan bahwa Yesus mengatakan Dia keluar dan datang dari Allah, dan Dia datang bukan atas kehendak-Nya sendiri, melainkan Allahlah yang mengutusNya. Itu  tidak menganulir, tidak menganggap tidak sah, tidak membuyarkan kesatuan Allah dengan Firman Allah dengan Roh Allah, maka Allah tetap satu dengan EirmanNya, satu dengan RohNya. Itulah Allah Tritunggal.

Apa yang hendak @dunlut sampaikan dengan menulis persamaan anulir dan persamaan tidak anulir itu?
@Sotardugur Parreva membaca dan menyimak tulisan @dunlut, lhoh. Jika menurut @dunlut, ada tulisan @dunlut yang kusalahartikan, tunjukkan yang mana agar kujelaskan dengan redaksional berbeda, atau tanyakan mengapa @Sotardugur Parreva mengartikan seperti itu.
Kita masih diskusi, bukan?

Quote
Berhubung karena Yoh 15:26 tidak menganulir bahwa ROH KUDUS adalah Roh Allah, maka ketunggalan Allah dengan RohNya tetap eksis.
lagi2 anggapan, jelas di sini pemahaman anda itu samar2.
dan anda lagi2 tidak menyimak, ROH KUDUS itu Roh dari Allah, BUKAN Roh Allah.
Lhoh, kenapa samar-samar?
Atau, apakah menurut @dunlut, Yoh 15:26 itu menyatakan bahwa dengan keluarnya Roh Penghibur yang diutus Yesus Kristus dari Bapa untuk bersaksi tentang Yesus, maka Roh Penghibur terpisah dari Bapa, berarti Allah tidak dapat dikatakan tunggal dengan Roh Penghibur.
Bukankah pemahaman @dunlut yang samar-samar?
Tidak ada ayat yang menyatakan bahwa Allah terpisah dari Firman Allah karena Firman Allah keluar dari Bapa, tidak ada ayat yang menyatakan bahwa Allah terpisah dari Roh Penghubur karena Roh Penghibur keluar dari Bapa, tetapi @dunlut memaknai ada keterpisahan Firman Allah dari Allah, ada keterpisahan Roh Penghibur dari Allah, semata-mata karena @dunlut membaca Firman Allah dan Roh Penghibur keluar dari Allah. Pemahaman @dunlut terhadap kata “keluar” mengartikan bahwa ada yang bergerak meninggalkan sesuatu. Ada keterpisahan antara Allah dengan Firman Allah yang keluar, dan ada keterpisahan antara Allah dengan Roh Penghibur yang keluar. Padahal, @dunlut menulis yang tebal ini, kan?
Tidak terpisahkan dalam pengertian bagaimana dulu?
Pengertian rohani tidak terpisahkan itu berarti Bapa dan Putra dan ROH KUDUS itu satu kesatuan visi misi, itu memang benar adanya, tetapi jika dibilang tidak terpisahkan secara identitas maka itu tidak benar adanya.
  Allah, Firman Allah, Roh Allah satu kesatuan, itulah Allah Tritunggal, Allah Yang Esa.

Quote
Dengan demikian, Allah, Firman Allah, dan ROH KUDUS adalah Tritunggal.
kalau aku lebih tepat menyebut trinitas daripada tritunggal,
dasarnya saja anda tidak jelas, bagaimana anda dapat menyimpulkan dengan benar?
Apapun @dunlut istilahkan untuk hal itu, sepanjang tidak berbeda dari pengertian yang diketahui dan dipahami oleh orang banyak, kupikir, tidak masalah. Nah, karena @dunlut menyebutnya trinitas daripada tritunggal, berikan referensi mengapa @dunlut menyatakan seperti itu. Jika, arti terhadap suatu kata menurut @dunlut berbeda dari arti yang dipahami orang banyak, silahkan nilai sendiri, apakah @dunlut hendak bersikukuh dengan pemahamanmu yang berbeda dari pemahaman umum, ya @dunlut merdeka bersikap.
Namun, perlu ditegaskan, jika kita sama-sama menuliskan kata yang sama, tetapi kita memahaminya berbeda, maka sampai kapanpun diskusi takkan beujung, karena pemahaman masing-masing pendiskusi berbeda satu dengan lainnya. Sudah waktunya menghentikan diskusi.

SAMBUNGIN
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 28, 2018, 11:11:43 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Quote
Betul.
Itu pula indikator bahwa walaupun Firman Allah keluar dari Allah, bukan menjadikan Allah bisu, dan bahwa walaupun ROH KUDUS keluar dari Allah, bukan menjadikan Allah tidak punya Roh.
Allah, Firman Allah, dan Roh Allah adalah Tritunggal.
justru kalau anda bilang tritunggal akhir kesimpulannya Yesus itu Tuhan, maka Allah akan bisu tanpa Yesus.
di sini pemahaman anda gak tahu fokusnya ke mana,
salam.
Lhoh, Allah tidak bisu. Allah punya Firman, yaitu Firman Allah, yaitu Yesus Kristus. Di depan sudah @Sotardugur Parreva sampaikan, bahwa pada zaman Perjanjian Baru, Allah tidak berfirman selain yang disampaikan oleh Yesus Kristus. Memang pernah Allah berfirman bukan yang disampaikan Yesus Kristus, yaitu ketika Allah mengumunkan bahwa Yesus adalah Anak Yang DikasihiNya. Maka, Allah berfirman melalui FirmanNya yaitu Yesus Kristus.

Quote
Justru @dunlut yang perlu menyadari, meski dikatakan menurut bahasa manusia Roh dari Allah bukan berarti ketika Roh Allah itu keluar dari Allah lantas Allah menjadi terpisah dari RohNya, Allah jadi tanpa Roh. Bukan.
Allah, Firman Allah, dan Roh Allah adalah Tritunggal.
justru andalah yang HARUS sadar diri, anda itu ngomong sendiri gak tahu juntrungannya ke mana,
Hal mana yang @Sotardugur Parreva sampaikan yang tidak tertangkap oleh @dunlut?

Quote
Hmm… kelihatannya @dunlut melupakan Yoh 1:14, bahwa Firman Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Ketika Yesus mati di salib, yang mati adalah kemanusiaanNya. Fil 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kematian Yesus di salib bukan kematian keallahanNya, melainkan keadaan Yesus sebagai manusialah yang mati. Allah Tritunggal eksis dari permulaan sampai akhir, tidak berpangkal tidak berujung.
Alkitab yang anda pakai terjemahannya telah di'edit', paling tidak pakailah yang versi Inggris, tidak ada kata 'manusia' tetapi 'daging', 2 katanya ini beda pengertiannya.
sehingga anda menyimpulkan kemanusiaan dan keilahian,
lagi pula apakah anda paham arti kata; 'ke-ilahi-an?'
ilahi = Tuhanku = yang berasal dari Tuhan, lantas kenapa anda bahas kemanusiaan dan keilahian? seakan2 Yesus dalam 2 keadaan, manusia dan Tuhan, sedangkan di 1 Sam 15:29 Tuhan itu BUKAN manusia.
salam.
Weh, @dunlut pikir, Alkitab veresi Inggris bukan terjemahan?
Di bagian awal diskusi, seingat @Sotardugur Parreva sudah kusampaikan bahwa terjemahan oleh LAI dan terjemahan oleh ILT (yang @dunlut gunakan), itu berbeda. LAI berupaya menerjemahkan Alkitab dengan menyesuaikan nilai dimensi tradisi dan budaya di masyarakat tempat Alkitab itu pertama kali ditulis, sementara ILT mengutamakan nilai literal, mengabaikan nilai dimensi tradisi dan budaya.
Tentang perbedaan 2 kata yang @dunlut maksudkan, merupakan bagian dari sumber pembeda @dunlut yang mengaku menganut Non-Trinitarian tidak mengimani Allah Tritunggal dengan merka (termasuk @Sotardugur Parreva) yang menganut Trinitarian, mengimani Allah Tritunggal.

Eh, tentang keilahian, karena @dunlut yang menuliskannya pertama di diskusi ini, silahkan @dunlut kemukakan apa keilahian itu menurut pemahamanmu, agar nanti kubandingkan dengan pemahamanku. Sangat kuharap, bukan seperti yang sudah-sudah, @dunlut asal menuding dengan tulisan saja, tanpa menunjukkan poin tau titikatau focus tulisanmu. Menuliskan bahwa @Sotardugur Parreva menulis tidak jelas, tetapi tidak menunjukkan ketidakjelasan itu. Asbun, eh, asnul (asal nulis) namanya.

SAMBUNGIN
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 28, 2018, 11:12:32 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

anda terlalu banyak menyimpulkan tanpa perbandingan ayat2 yang jelas.
salam.
Jika @dunlut menemukan ketidakjelasan dari tulisan @Sotardugur Parreva, silahkan quotingkan, bagian mana? Dengan begitu, akan @Sotardugur Parreva sampaikan dengan redaksi berbeda. Jika sudah disampaikan dengan berbagai redaksional tetap juga tidak dapat @dunlut mengerti, harus kuakui, sebatas itulah pengertian yang diberikan kepada kita. Mau apa lagi?

Quote
Kemudian, Yesus itu Kepala otoritas yang ada di bawah Tuhan/Bapa. Bagaimana maksudnya?
misalnya anda seorang bapak mempunyai anak sulung, dan anda mempunyai sebidang tanah atas nama anda sendiri, dan anda memberikan otoritas/wewenang kepada anak sulung anda untuk mengolahnya.
anak sulung anda dalam mengolah tanah tsb. mempunyai para pekerja yang melaksanakan tugas dari perintah anak sulung anda, maka anak sulung anda disebut kepala otoritas di bawah anda sang bapak.
anda adalah bapak, dan anak sulung anda adalah anak sulung.
anak sulung anda bukan anda (bapak).
= Yesus Anak sulung Bapa BUKAN Bapa.
di 1 Korintus 8:6 Tuhan itu hanya Bapa saja,
salam.
Bah. Anak sulung @dunlut artikan bahwa Yesus mempunyai adik?
Bapa adalah Allah, Firman Allah adalah Allah, Roh Allah adalah Allah.
Pemahaman @dunlut aneh, mengakui Yesus adalah Firman Allah, tetapi Firman Allah terpisah dari Allah sehingga ketika Firman Allah keluar dari Allah, maka Allah menjadi bisu.
Pemahaman @dunlut aneh, mengakui Roh Allah terpisah dari Allah sehingga ketika Firman Allah keluar dari Allah, maka Allah menjadi tidak punya Roh.
Dari https://www.jesoes.com/index.php?hal=lihatPasal&injil=46&pasal=8#1 kusalin 1 Kor 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Apa yang @dunlut hendak sampaikan dengan ayat itu?

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)