Author Topic: Katakan atau tetap berbohong?  (Read 119 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 25, 2018, 01:20:21 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Salam.. Mohon pendapat kawan-kawan semua.

Saya punya teman baik. Saya percaya teman saya ini adalah orang yang baik, setidaknya berteman dengan dia tidak membuat saya rusak secara moral atau merugi dalam bentuk apapun. Suatu kali teman saya ingin bercerita tentang keluarganya kepada saya. Sebagai teman, tentu saya dengarkan ceritanya, namun dia minta dirahasiakan dari siapapun (yang menurut saya supaya dia tidak malu terhadap orang lain tentang latar belakang keluarganya). Ceritanya adalah orangtuanya telah bercerai sebelum ayahnya meninggal. Singkat cerita, suatu kali orangtua saya bertanya tentang latar belakang keluarga teman saya ini, karena teman saya ini sering main ke rumah saya. Namun saya katakan kepada orang ua saya, bahwa teman saya ini tidak tinggal bersama keluarganya, tetapi tinggal sendiri di satu rumah, ini semua karena ibunya berdinas di luar kota dan ayahnya sudah meninggal (karena memang faktanya demikian, ibunya dinas di luar kota sedangkan teman saya di kota lain demi kepentingan kuliah, itu yg saya tau). Saya sebenarnya sangat berharap supaya orangtua saya tidak bertanya tentang keharmonisan keluarga teman saya ini, namun sampai pada akhirnya orangtua saya benar2 mencurigai dan bertanya kepada saya, apakah orangtua teman saya ini telah bercerai. Lalu saya jawab, bahwa "saya tidak tau, yang saya tau ayahnya sudah meninggal" (disini saya tidak berkata sebenarnya bahwa saya mengetahui orangtuanya telah bercerai sebelum ayahnya meninggal). Saya akui saya berbohong, tapi kalau saya katakan yg sebenarnya pada orangtua saya, bukankah saya juga berbohong/ingkar janji pada teman baik saya? Saya tidak melihat ada kerugian yg dialami oleh orangtua saya jika saya tetap rahasiakan ini. Tapi sekali lagi saya sadar, bahwa saya telah tidak berkata yang sebenarnya tentang yang saya ketahui. Bagaimana seharusnya saya bersikap?

Terima kasih.
July 25, 2018, 08:35:42 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 291
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Salam.. Mohon pendapat kawan-kawan semua.

Saya punya teman baik. Saya percaya teman saya ini adalah orang yang baik, setidaknya berteman dengan dia tidak membuat saya rusak secara moral atau merugi dalam bentuk apapun. Suatu kali teman saya ingin bercerita tentang keluarganya kepada saya. Sebagai teman, tentu saya dengarkan ceritanya, namun dia minta dirahasiakan dari siapapun (yang menurut saya supaya dia tidak malu terhadap orang lain tentang latar belakang keluarganya). Ceritanya adalah orangtuanya telah bercerai sebelum ayahnya meninggal. Singkat cerita, suatu kali orangtua saya bertanya tentang latar belakang keluarga teman saya ini, karena teman saya ini sering main ke rumah saya. Namun saya katakan kepada orang ua saya, bahwa teman saya ini tidak tinggal bersama keluarganya, tetapi tinggal sendiri di satu rumah, ini semua karena ibunya berdinas di luar kota dan ayahnya sudah meninggal (karena memang faktanya demikian, ibunya dinas di luar kota sedangkan teman saya di kota lain demi kepentingan kuliah, itu yg saya tau). Saya sebenarnya sangat berharap supaya orangtua saya tidak bertanya tentang keharmonisan keluarga teman saya ini, namun sampai pada akhirnya orangtua saya benar2 mencurigai dan bertanya kepada saya, apakah orangtua teman saya ini telah bercerai. Lalu saya jawab, bahwa "saya tidak tau, yang saya tau ayahnya sudah meninggal" (disini saya tidak berkata sebenarnya bahwa saya mengetahui orangtuanya telah bercerai sebelum ayahnya meninggal). Saya akui saya berbohong, tapi kalau saya katakan yg sebenarnya pada orangtua saya, bukankah saya juga berbohong/ingkar janji pada teman baik saya? Saya tidak melihat ada kerugian yg dialami oleh orangtua saya jika saya tetap rahasiakan ini. Tapi sekali lagi saya sadar, bahwa saya telah tidak berkata yang sebenarnya tentang yang saya ketahui. Bagaimana seharusnya saya bersikap?

Terima kasih.
ada beberapa solusi:
1. bilang ke ortu, kalo kmu tdk ingin membahas perihal temanmu itu.
2. bilang ke ortu, kalo kmu telah berjanji utk tdk mengatakan apa2 soal keluarga temanmu itu.
3. jujur ke ortu, kurasa ini 'lebih sedikit' kadar dosanya daripada berbohong kepada ortu. lagian bisa jadi juga temanmu berkata demikian maksudnya agar kamu tidak memberitahukan rahasia itu secara sengaja. ini kan namanya tidak sengaja dibongkar oleh ortumu. kmu serba salah. trus kamu minta juga minta maaf lah sama temanmu karna kmu serba salah.. kmu terpaksa.

dan karena kamu telah berkata seperti di post di atas, maka mungkin opsi terbaik adalah pilihan nomor 3 (jujur saja ke ortu) dan selanjutnya bilang ke ortu : "ya itu saja yg bisa kukasitau, selanjutnya jangan membahas lagi ya ortu... dan tolong juga jangan diberitahukan ke orang lain. tidak baik membicarakan permasalahan keluarga orang lain"
« Last Edit: July 25, 2018, 08:37:51 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
July 25, 2018, 10:43:04 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 573
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Setuju dgn rev! Aku juga pilih no.3
Ortu punya pengalaman, mudah melihat gejala2 yg kita tak lihat
Ia merasa hal itu hrs diklirkan, kita pun perlu sungguh mengenal ibunya/sdr-nya.

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 25, 2018, 04:08:32 PM
Reply #3
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 245
  • Denominasi: Katolik
Katakan kepada temanmu bahwa orangtuamu menanyakan bahwa "Apakah orangtuanya sudah bercerai ?"
Katakan secara terus terang bahwa kamu tidak bisa terus berbohong kepada orangtuamu.
Pasti dia mengerti.
Katakan juga berasal dari keluarga yang bercerai bukanlah aib yang memalukan karena orangtuamu telah mengenal temanmu sebagai anak yang baik.
Katakan juga bahwa dengan berkata jujur mungkin saja orangtuamu bisa membantu.
Katakan pula bahwa dengan berkata jujur bahwa persahabatan yang terjalin bukan hanya dengan dirimu saja. Bahkan bisa jadi temanmu akan mempunyai hubungan yang lebih baik dan dekat dengan orangtuamu dan dia bisa saja dianggap seperti anak sendiri oleh orangtuamu.
Dengan demikian hubungan dengan temanmu menjadi lebih dekat lagi seperti saudara sekandung. Bahkan bila orangtuamu menganggap temanmu seperti anak sendiri, diapun akan mendapat kasih sayang dari orangtuamu yang selama ini kurang dirasakan oleh temanmu.
Demikianlah pendapat saya. Semoga membantu.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)