Author Topic: Wanita Iran dipenjarakan karena Yesus Kristus  (Read 189 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 30, 2018, 12:50:27 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 253
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
http://www.muridsejati.com/2016/10/wanita-muslim-terima-yesus-maryam-dan.html


Secantik inilah mereka ketika belum dipenjarakan, cantik dan berani menderita demi keselamatan orang2.
https://www.youtube.com/watch?v=eXaPIe9dCp8

Wanita itu menolak untuk menunjukkan teman – teman Kristen mereka. Mereka ditinggalkan ditempat yang gelap, tidak mengetahui jika interogasi berikutnya merupakan awal siksaan-siksaan yang akan mereka terima. KSB kali ini akan menceritakan kisah dua orang wanita yang dahulunya penganut Islam kemudian mengikut Yesus dan dimasukkan di penjara, mengalami penyiksaan dan kemudian keajaiban terjadi dimana penjara Evin yang terkenal kejam dapat berubah menjadi gereja. Dimana mereka berdua dapat mengabarkan Injil bagi tahanan wanita lainnya.

    Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. (Matius 10 : 28).

Kesaksian Maryam Rostampour dan Marziyeh Amirizadeh.Former Prisoners of Iran Now Voice of Hope. Penjara menjadi Gereja. Shalom, begini kisahnya :
Lahir di dalam suatu keluarga Muslim di Iran, Maryam Rostampour and Marziyeh Amirizadeh telah bertemu Yesus. Ketika Marziyeh Amirizadeh muncul di sebuah kantor polisi setempat di Teheren – Iran pada tanggal 5 maret 2009, pihak berwenang mengatakan kepada Marziyeh bahwa ada suatu hal yang harus diurus mengenai pendaftaran mobilnya.  Kenyataannya, dia masuk kedalam perangkap.
Pemerintah Iran kenyataannya telah melakukan pengintaian kepada dirinya dan temannya, Maryam Rostampour, dan kepolisian tidak suka dengan yang mereka lihat.  Tidak menunggu waktu lama, kedua wanita muda ini ditangkap. Tuduhan yang diberikan kepada mereka adalah kegiatan anti pemerintah, mengabarkan Kekristenan didalam negara Republik Islam Iran.
Kejahatan mereka : menyebarkan Injil dan keyakinan mereka melalui dua rumah yang digunakan untuk gereja – satu gereja untuk teman mereka dan satu gereja dikhususkan untuk pekerja seks komersial.
Pihak berwenang menggeledah apartemen Maryam dan Marziyeh tanpa surat perintah penggeledahan, menutup segala sesuatu yang berhubungan dengan Kekristenan, dan memasukkan mereka kedalam tahanan. Akses untuk mendapatkan pengacara bagi mereka juga ditutup. “Saya teringat suatu hari mereka mengirim kami kedalam sebuah sel gelap dan kotor di bawah tanah,” kata Maryam.
Kedua wanita itu diinterogasi selama berjam-jam, pihak yang menangkap mereka menginginkan nama-nama dan alamat-alamat setiap orang Kristen yang mereka tahu. “Kalau tidak, kami akan memukul kamu sampai kamu muntah darah,” Maryam teringat akan kata-kata mereka yang akan menghukum sama seperti yang dilakukan kepada teman-teman satu penjara mereka.
Wanita itu menolak untuk menunjukkan teman-teman Kristen mereka. Mereka ditinggalkan ditempat yang gelap, tidak mengetahui jika interogasi berikutnya merupakan awal siksaan-siksaan yang akan mereka terima.
“Selama berhari-hari kami tidak makan dan minum”, kata Maryam. “Kami hanya menggunakan selimut basah yang berbau air kencing untuk menghangatkan badan kami.” Pada saat mereka ketakutan dan kuatir, yang bisa mereka lakukan adalah menunggu dan berdoa.
Bertemu Yesus

    Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil.(Wahyu 19 : 11).

Lahir dalam keluarga Muslim di sebuah negara yang memaksakan keyakinan Islam kepada rakyatnya, adalah suatu keajaiban Maryam dan Marziyeh bisa menemukan kebenaran mengenai Tuhan Yesus. Dimana didalam keyakinan penganut Islam Yesus Kristus hanyalah seorang Nabi.
Mereka tumbuh didalam kota yang berbeda, tetapi kedua wanita ini merasakan pada usia muda bahwa ada sesuatu telah hilang dari kehidupan mereka. Mereka merasakan haus akan suatu hubungan dengan Tuhan, tetapi mereka tidak dapat memuaskan kehausan mereka, bahkan ketika mereka berdoa kepada Allah lima kali sehari dan secara kusuk membaca Al-Qur’an.
Kemudian, dialam usia remaja mereka, setiap dari mereka mendapatkan kesempatan bertemu Yesus. Bagi Marziyeh, hal ini diawali dengan bermimpi mengenai suatu kuda putih. Dia menuliskan hal ini didalam sebuah buku yang berjudul Captive in Iran :

« Last Edit: July 30, 2018, 01:15:26 PM by Ashes to Ashes »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)