Author Topic: Chinese Menikah dengan Kristen  (Read 88 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 08, 2018, 10:50:14 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
Selamat pagi semua (Berhubung saya buat thread ini pagi)...
Saya cowok suku chinese beragama buddha...
Dan pujaan hati saya adalah boru batak beragama Kristen..
Kami sudah menjalin kasih dalam waktu 4 tahun...
Dan 1 tahun terakhir ini (total 5 tahun lebih)..
Kami LDR, karena saya ada tugas di luar negeri...
Tapi sebaliknya ke Indonesia..Saya ingin melamarnya..Untuk menjadikan ia ratu di dalam gubuk kecil kami nanti...
Adakah saran dari teman-teman yang beragama Kristen ?

1. Bagaimana saya menyampaikan ini kepadanya (wanita pujaan hati saya) ?
2. Jika ia terima, bagaimana saya harus sampaikan kepada orang tuanya ?
Karena orang tua saya, sudah setuju...selama kami bisa bahagia.
3. Lantas, apakah saya yang harus mengalah ? Atau ia ?
Karena selama ini..kami saling menghargai...ketika saya ke vihara, ia duduk dengan tenang menunggu saya..
Jika ia ke gereja, saya dengan ikhlas mengantarkan dan menunggunya hingga selesai..
4. Bagaimana dengan adat pernikahan ?
Karena dari yang saya lihat selama ini...Orang kita batak...menikah berati pesta...
Sementara bagi saya..uang tersebut bisa dijadikan modal untuk usaha...(Saya dari kalangan orang biasa)
5. Jika ia tolak, Apakah saya harus pasrah ?

Dari pertanyaan saya...ke-4 point di atas adalah yang terpenting....
Jujur saya, selalu semangat jika ia ada di sisi saya...Ia wanita yang baik, cantik (dimata saya) dan berbudi pekerti yang baik. Selama pacaran pun..kami selalu pacaran sehat..dan kami senang untuk beradu argumen...
Kami kenal sejak tahun 2013 pertengahan di sebuah seminar...
Dan mungkin ada teman-teman yang punya ide...bagaimana saya harus buat surprise untuk wanita pujaan hati saya ?

Salam damai...
Terima kasih... :)
August 08, 2018, 12:29:04 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2052
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kami sudah menjalin kasih dalam waktu 4 tahun...
Dan 1 tahun terakhir ini (total 5 tahun lebih)..
Kuduga, sudah banyak sisi-sisi perbedaan karakter kalian telah saling menyesuaikan.
Quote
Kami LDR, karena saya ada tugas di luar negeri...
Mmm... sudah saling percaya dan saling komitmen setia pada pasangan. Hal yang bagus.
Quote
Tapi sebaliknya ke Indonesia..Saya ingin melamarnya..Untuk menjadikan ia ratu di dalam gubuk kecil kami nanti...
Wajar.
Quote
Adakah saran dari teman-teman yang beragama Kristen ?

1. Bagaimana saya menyampaikan ini kepadanya (wanita pujaan hati saya) ?
Menurut pendapatku, mengingat kalian sudah berpacaran 4 tahun lebih, teknis penyampaian bukan masalah. Dengan cara bagaimanapun @MasaDepan menyampaikan keinginan hati @MasaDepan kepadanya, serba dimungkinkan, dan mengingat kecocokan karakter kalian, kuduga, dia dapat menerimanya.

Quote
2. Jika ia terima, bagaimana saya harus sampaikan kepada orang tuanya ?
Menurut pendapatku, lebih ksatria jika Anda menyampaikan langsung ke orang tuanya setelah ada penerimaan darinya, dan jika orang tuanya setuju pada keinginan @MasaDepan mempersuntingnya, kupikir, orang tuanya akan menindaklanjuti dengan merencanakan bagaimana tata upacara yang harus kalian laksanakan.
 
Quote
Karena orang tua saya, sudah setuju...selama kami bisa bahagia.
Kutangkap, sudah lebih mudah jika orang tua @MasaDepan setuju dan sepihak dengan @MasaDepan.

Quote
3. Lantas, apakah saya yang harus mengalah ? Atau ia ?
Karena selama ini..kami saling menghargai...ketika saya ke vihara, ia duduk dengan tenang menunggu saya..
Jika ia ke gereja, saya dengan ikhlas mengantarkan dan menunggunya hingga selesai..
Mengalah dalam hal apa ini?
Dalam hal anutankah?
Satu yang perlu disadari, bahwa di NKRI ini, untuk saat ini, perkawinan yang diakui oleh negara melalui Kantor Pencatatan Sipil adalah perkawinan yang sudah disahkan oleh satu agama. Artinya, untuk mendaftarkan perkawinan kalian nantinya di Kantor Pencatatan Sipil, harus ada dokumen yang menyatakan bahwa kalian menganut agama yang sama.
Tentang siapa yang mengalah di antara kalian, tentunya terserah pada kesepakatan kalian. Selaku pengikut Kristus, saya lebih senang menganjurkan agar @MasaDepan yang mengalah.
Saya belum pernah mendalami Agama Budha. Sependek yang kuketahui dari pelajaran sekolah dan sumber-sumber lain, ada perbedaan pada Budhisme dan Kristen. Budhisme menjaga keharmonisan sikap kepada alam dan sesama (CMIIW). Kristen diajar bersikap mengasihi Tuhan, dan mengasihi sesama. Kupikir, karena keharmonisan sikap kepada alam termuat dalam mengasihi sesama, maka idealnya, lebih memilih Kristen daripada Budha.

Quote
4. Bagaimana dengan adat pernikahan ?
Karena dari yang saya lihat selama ini...Orang kita batak...menikah berati pesta...
Sementara bagi saya..uang tersebut bisa dijadikan modal untuk usaha...(Saya dari kalangan orang biasa)
Menurut dugaanku, orang tuanya akan mendapat pengertian yang tepat jika @MasaDepan menceritakan segala sesuatunya kepada mereka. Tentang adat perkawinan versi Batak, meski di sana-sisni ada varian-varian, kupikir, ada benang merahnya, bahwa adat itu adalah seperti pemberitahuan atau permakluman kepada khalayak bahwa mempelai pria sudah resmi membina rumah tangga dengan mempelai wanita. Karena sebelum menikah dipandang bahwa kedua mempelai adalah tanggungan orang tua masing-masing, maka perkawinan mereka juga dalam upaya orang tuanya. Orang tualah yang mengawinkan anaknya. Dengan demikian, pesta perkawinan orang Batak sebenaranya adalah pemberitahuan kepada kerabat kedua belah pihak.
Tambahan bahan bacaan, coba @Masa Depan baca-baca: http://forumkristen.com/index.php?topic=62848.0
http://forumkristen.com/index.php?topic=62994.0
http://forumkristen.com/index.php?topic=62856.0

Quote
5. Jika ia tolak, Apakah saya harus pasrah ?
Maksudnya ditolak?
Bukankah selama ini kalian membicarakan hubungan kalian?

Quote
Dari pertanyaan saya...ke-4 point di atas adalah yang terpenting....
Jujur saya, selalu semangat jika ia ada di sisi saya...Ia wanita yang baik, cantik (dimata saya) dan berbudi pekerti yang baik. Selama pacaran pun..kami selalu pacaran sehat..dan kami senang untuk beradu argumen...
Kami kenal sejak tahun 2013 pertengahan di sebuah seminar...
Dan mungkin ada teman-teman yang punya ide...bagaimana saya harus buat surprise untuk wanita pujaan hati saya ?
Oala... kuduga, hubungan kalian selama ini masih pertemanan tanpa mengarah kepada kelanjutan hubungan ke jenjang keluarga?
Ya sudah. Tembak langsung saja. Katakan padanya, @MasaDepan ingin menghadap orangtuanya untuk melamar dia. Apakah dia bersedia?
Dari orang tuanya, jika kalian mendapat persetujuan, kalian akan mendapat arahan, langkah apa yang kemudian harus ditempuh.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
August 08, 2018, 12:54:32 PM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
Kuduga, sudah banyak sisi-sisi perbedaan karakter kalian telah saling menyesuaikan. Mmm... sudah saling percaya dan saling komitmen setia pada pasangan. Hal yang bagus.Wajar.Menurut pendapatku, mengingat kalian sudah berpacaran 4 tahun lebih, teknis penyampaian bukan masalah. Dengan cara bagaimanapun @MasaDepan menyampaikan keinginan hati @MasaDepan kepadanya, serba dimungkinkan, dan mengingat kecocokan karakter kalian, kuduga, dia dapat menerimanya.
Menurut pendapatku, lebih ksatria jika Anda menyampaikan langsung ke orang tuanya setelah ada penerimaan darinya, dan jika orang tuanya setuju pada keinginan @MasaDepan mempersuntingnya, kupikir, orang tuanya akan menindaklanjuti dengan merencanakan bagaimana tata upacara yang harus kalian laksanakan.
 Kutangkap, sudah lebih mudah jika orang tua @MasaDepan setuju dan sepihak dengan @MasaDepan.
Mengalah dalam hal apa ini?
Dalam hal anutankah?
Satu yang perlu disadari, bahwa di NKRI ini, untuk saat ini, perkawinan yang diakui oleh negara melalui Kantor Pencatatan Sipil adalah perkawinan yang sudah disahkan oleh satu agama. Artinya, untuk mendaftarkan perkawinan kalian nantinya di Kantor Pencatatan Sipil, harus ada dokumen yang menyatakan bahwa kalian menganut agama yang sama.
Tentang siapa yang mengalah di antara kalian, tentunya terserah pada kesepakatan kalian. Selaku pengikut Kristus, saya lebih senang menganjurkan agar @MasaDepan yang mengalah.
Saya belum pernah mendalami Agama Budha. Sependek yang kuketahui dari pelajaran sekolah dan sumber-sumber lain, ada perbedaan pada Budhisme dan Kristen. Budhisme menjaga keharmonisan sikap kepada alam dan sesama (CMIIW). Kristen diajar bersikap mengasihi Tuhan, dan mengasihi sesama. Kupikir, karena keharmonisan sikap kepada alam termuat dalam mengasihi sesama, maka idealnya, lebih memilih Kristen daripada Budha.
Menurut dugaanku, orang tuanya akan mendapat pengertian yang tepat jika @MasaDepan menceritakan segala sesuatunya kepada mereka. Tentang adat perkawinan versi Batak, meski di sana-sisni ada varian-varian, kupikir, ada benang merahnya, bahwa adat itu adalah seperti pemberitahuan atau permakluman kepada khalayak bahwa mempelai pria sudah resmi membina rumah tangga dengan mempelai wanita. Karena sebelum menikah dipandang bahwa kedua mempelai adalah tanggungan orang tua masing-masing, maka perkawinan mereka juga dalam upaya orang tuanya. Orang tualah yang mengawinkan anaknya. Dengan demikian, pesta perkawinan orang Batak sebenaranya adalah pemberitahuan kepada kerabat kedua belah pihak.
Tambahan bahan bacaan, coba @Masa Depan baca-baca: http://forumkristen.com/index.php?topic=62848.0
http://forumkristen.com/index.php?topic=62994.0
http://forumkristen.com/index.php?topic=62856.0
Maksudnya ditolak?
Bukankah selama ini kalian membicarakan hubungan kalian?
Oala... kuduga, hubungan kalian selama ini masih pertemanan tanpa mengarah kepada kelanjutan hubungan ke jenjang keluarga?
Ya sudah. Tembak langsung saja. Katakan padanya, @MasaDepan ingin menghadap orangtuanya untuk melamar dia. Apakah dia bersedia?
Dari orang tuanya, jika kalian mendapat persetujuan, kalian akan mendapat arahan, langkah apa yang kemudian harus ditempuh.

Salam damai.


Di point ke-4...
Maksud saya adalah untuk menjadikan moment ketika saya mengutarakan keinginan saya kepadanya. Menjadi salah satu moment terindah dari hidupnya. Karena saya bertujuan untuk membuat hidupnya nanti setelah bersama saya juga merupakan moment-moment terindah dan juga pilihan yang tepat dalam hidupnya.
Saya kadang orangnya tempramen...tapi di saat saya keras..dia selalu menjadi kain lembut yang selalu meredam amarah saya. Ia dengan sabar menghadapi tingkah saya (Saya tidak pernah naik tangan, hanya kadang mulut meracau karena pikiran emosi dan pusing). Ada IDe Untuk acara kejutan ? Saya cari di google..agak susah..karena dia adalah tipe gadis kampung... tidak banyak menuntut...karena itu saya bingung...acara seperti apakah yang bisa membuat boru batak sederhana ini menjadi terharu bahagia..

#tolong dibantu ya :)
August 08, 2018, 01:03:14 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2052
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Di point ke-4...
Maksud saya adalah untuk menjadikan moment ketika saya mengutarakan keinginan saya kepadanya. Menjadi salah satu moment terindah dari hidupnya. Karena saya bertujuan untuk membuat hidupnya nanti setelah bersama saya juga merupakan moment-moment terindah dan juga pilihan yang tepat dalam hidupnya.
Saya kadang orangnya tempramen...tapi di saat saya keras..dia selalu menjadi kain lembut yang selalu meredam amarah saya. Ia dengan sabar menghadapi tingkah saya (Saya tidak pernah naik tangan, hanya kadang mulut meracau karena pikiran emosi dan pusing). Ada IDe Untuk acara kejutan ? Saya cari di google..agak susah..karena dia adalah tipe gadis kampung... tidak banyak menuntut...karena itu saya bingung...acara seperti apakah yang bisa membuat boru batak sederhana ini menjadi terharu bahagia..

#tolong dibantu ya :)
Oala.
Yang begitu mah, kerjaan seniman.

Sekedar usul, apakah selama interaksi kalian yang lebih dari 4 tahun, mungkin @MasaDepan pernah mengetahui saat-saat bagaimana dia terharu, misalnya nada suaranya jadi berubah dari biasa? Atau pada tatap muka, ada momen di mana pada matanya terlihat genangan air? Atau ada suasana di mana dia berwajah sendu? Coba ingat-ingat lagi, kemudian itu dieksplore, bikin kejutan yang menyenangkan.
Trik dan caranya, saya tidak punya.

Apapun upayamu untuk membuat kejutan yang menyenangkannya, kudoakan semoga berhasil.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
August 10, 2018, 11:40:49 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 525
@masa depan

jika saat menikah nanti anda masih mempertahankan keyakinan masing-masing jangan lupa pikirkan nanti anak anda mengikuti keyakinan siapa? ayahnya atau ibunya? apapun nanti yang menjadi pilihan anak anda, hargai dan hormati

kecuali jika saat menikah nanti anda sudah satu keyakinan maka tidak ada masalah dengan keyakinan anak anda
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)